cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Rumah Belajar Keluarga Pintar Sebagai Solusi Literasi Masyarakat Rawas Desa Noman Lama Saputra, Rama; Kusmiati, Iis; Dinissjah, Yupita Anjelica; Ulandari, Sefti; Lestari, Fitria
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1953

Abstract

Suku Rawas Merupakan suku bangsa pribumi yang berasal dari Sumatra Selatan. Salah  satu desa yang banyak dihuni oleh Suku Rawas adalah di desa Noman Lama kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara. Desa Noman Lama merupakan salah satu desa terpencil yang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara yang aksesnya hanya dapat dilalui dengan menggunakan jembatan kayu atau alat transportasi air yang dikenal dengan istilah “ketek”. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan yaitu “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)”  Tujuan Kegiatan “Rujak Pintar Ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan keterampilan serta minat masyarkat Suku Rawas dalam bidang Literasi Dan Numerasi. Metode yang digunakan pada program “Rujak Pintar” dengan Sosialisasi dan Pelatihan Program “Rujak Pintar” Menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa Rawas. Hasil dari pelatihan ini berupa resep masakan dan pantun yang menggunakan dwi bahasa yaitu bahasa indonesia dan bahasa rawas. Disimpulkan dari program “Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)” dapat menjadi solusi bagi anak-anak hingga lansia yang tidak bisa menempuh pendidikan secara formal namun, dapat menikmati pendidikan secara non formal yang dilaksanakan Tim ”Rujak Pintar” dalam membantu Masyarakat untuk mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat literasi. SMART FAMILY LEARNING HOUSE AS A LITERACY SOLUTION FOR THE RAWAS COMMUNITY IN NOMAN LAMA VILLAGE Abstract Suku Rawas tribe is an indigenous tribe originating from South Sumatra. One of the villages inhabited by the Rawas tribe is Noman Lama village, Rupit sub-district, North Musi Rawas Regency. Desa Noman Lama is one of the remote villages in North Musi Rawas Regency which can only be accessed using a wooden bridge or a means of water transportation known as "ketek". Therefore, the solution offered is "Rujak Pintar (Smart Family Learning House)". The aim of the "Rujak Pintar" activity is to empower and improve the skills and interest of Suku Rawas Tribe community in the field of Literacy and Numeracy. The method used in the "Rujak Pintar" program is the "Rujak Pintar" Socialization and Training Program using two languages, namely Indonesian and Rawas. The results of this training are recipes and rhymes that use two languages, namely Indonesian and Rawas. It is concluded that the "Rujak Pintar (Rumah Belajar Keluarga Pintar)" program can be a solution for children and the elderly who cannot receive formal education, but can enjoy non-formal education carried out by the "Rujak Pintar" Team in helping the community to develop and channel literacy interests and talents.
Pelatihan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Siswa di SMAN 3 Kota Prabumulih Suryanda, Suryanda; Rustati, Nelly
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.1958

Abstract

Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan kerugian yang serius, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama seringkali memperburuk kondisi korban. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, mengingat tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Metode pelatihan mencakup teori dasar pertolongan pertama, simulasi praktis, dan studi kasus. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, dengan hasil pre-test yang menunjukkan hanya 23% siswa menjawab lebih dari 10 pertanyaan dengan benar, sedangkan hasil post-test menunjukkan 83% siswa menjawab lebih dari 10 pertanyaan dengan benar. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan direkomendasikan untuk diadopsi oleh sekolah lain sebagai bagian dari program pendidikan keselamatan lalu lintas. Training In Handling Traffic Accident Victims for Students at SMAN 3 Prabumulih City Abstract Traffic accidents can cause severe losses, both in terms of casualties and damage. Lack of knowledge and skills in providing first aid often worsens the victim's condition. This training aims to improve students' knowledge and skills in providing first aid to traffic accident victims, considering the high number of accidents in Indonesia. The training methods include basic first aid theory, practical simulations, and case studies. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests to measure the increase in students' knowledge, attitudes, and skills. The training results show a significant increase, with pre-test results indicating only 23% of students answered more than 10 questions correctly, while post-test results showed 83% of students answered more than 10 questions correctly. Additionally, there was an increase in awareness of the importance of road safety. This article concludes that such training is very beneficial and is recommended for adoption by other schools as part of their traffic safety education program.
Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Kegiatan Pelatihan Menggambar Pada Murid di Sekolah Alam Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1962

Abstract

Pelatihan Menggambar yang diadakan oleh tim PkM dari Universitas Indo Global Mandiri melibatkan murid-murid di Sekolah Dasar Sekolah Alam Palembang sebagai mitra. Adapun jumlah mitra yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 75 murid. Pelatihan ini berangkat dari permasalahan dasar, yaitu pada Jenjang awal pendidikan di Sekolah Dasar, orangtua dan guru hendaknya tidak hanya berfokus mengajarkan anak mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi juga pengembangan kecerdasan interpersonal mereka juga harus diasah dan diperhatikan. Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan seseorang dalam memahami perasaan orang lain, memotivasi dan mudah memiliki hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Permasalahan lainnya, pada konteks pendidikan, di Sekolah-sekolah tidak jarang ditemui yang mengajarkan tentang bidang seni merupakan guru yang bukan bidangnya atau tidak memiliki kompetensi dibidang seni, terutama seni rupa. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah, mengasah keterampilan, kreatifitas serta yang lebih terpenting adalah mengasah kecerdasan interpersonal mereka. Kegiatan PkM yang dilaksanakan ini menggunakan metode Survei, wawancara, sosialisasi, dan Pelatihan. Adapun hasil kegiatan menggambar untuk murid Sekolah Dasar diantaranya adalah menghasilkan karya gambar yang memiliki nilai estetik, serta sesuai dengan unsur-unsur dan kaedah pada bidang seni rupa. Peserta juga dapat pengetahuan terkait dengan bahan, alat dan teknik yang digunakan untuk menggmbar, serta yang paling terpenting adalah dapat mengasah kecerdasan interpersonal untuk peka terhadap lingkungan sekitar baik dalam bersosialisi, maupun dalam merespon benda ataupun objek disekitar untuk diadikan ide dalam menciptakan atau menghasilkan sebuah karya seni. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Increase Student Skills in Palembang Abstract The Drawing Training held by the PkM team from Indo Global Mandiri University involved students at Sekolah Alam Palembang Elementary School as partners. The number of partners who took part in this training was 75 students. This training starts from the basic problem, namely that at the initial level of education in elementary school, parents and teachers should not only focus on teaching their children to read, write and count. However, the development of their interpersonal intelligence must also be honed and paid attention to. Interpersonal intelligence is a person's ability to understand other people's feelings, motivate and easily have social relationships with the surrounding environment. Another problem, in the educational context, is that in schools it is not uncommon to find teachers who teach about the arts, who are not in the field or do not have competence in the arts, especially fine arts. This training aims to increase, hone their skills, creativity and, more importantly, hone their interpersonal intelligence. The PkM activities carried out use survey, interview, outreach and training methods. The results of drawing activities for elementary school students include producing drawings that have aesthetic value, and are in accordance with the elements and rules in the field of fine arts. Participants also gain knowledge related to materials, tools and techniques used for drawing, and the most important thing is to be able to hone their interpersonal intelligence to be sensitive to the surrounding environment both in socializing, and in responding to things or objects around them to use as ideas in creating or producing a work art.
Pelatihan Pemasaran dan TKDN Produk bagi IMKM Batik Kayu Krebet Binaan PLUT-KUMKM DIY Fitrihana, Noor; Suparmanto, Nova; Brillianti, Grahita Prisca
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.1967

Abstract

Salah satu IMKM yang berada di wilayah Yogyakarta adalah Sentra Kerajinan Batik Kayu Krebet. Dalam menjalankan bisnis usahanya, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi mengenai pemasaran melalui digital dan kurangnya pemahaman mengenai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk dalam pengadaan barang/ jasa, Sehingga kegiatan PkM yang dilakukan yaitu Pelatihan Pemasaran dan TKDN Produk dengan tujuan yaitu memberikan tambahan wawasan kepada para pelaku IMKM Batik Kayu Krebet tentang konsep digital marketing untuk memasarkan produk yang lebih luas, melatih dan mensimulasikan penggunaan media digital Sibakul Jogja. Selain itu juga memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memahami konsep, prosedur, manfaat penerapan, dan perhitungan TKDN di sektor industri kecil. Tahapan pelaksanaan meliputi: Persiapan, Pengkajian, Pelaksanaan, Evaluasi, Penyusunan Laporan dan Publikasi. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 38 peserta yang merupakan IMKM atau sanggar-sanggar yang berada di Krebet binaan PLUT-KUMKM DIY. Kegiatan berhasil terlaksana dengan baik dan sesuai dengan tujuan awal berdasarkan indikator keberhasilan dari segi teori (pengetahuan) dan keterampilan yang dinilai melalui peningkatan persentase pemahaman pada hasil pre-test dan post test serta evaluasi kegiatan yang diisi oleh peserta. Semua pertanyaan mengalami peningkatan persentase untuk indikator “Sangat Memahami” dan “Memahami” setelah post-test, sebaliknya terjadi penurunan persentase untuk indikator “Sangat Tidak Memahami” dan “Tidak Memahami” untuk semua pertanyaan. Dapat disimpulkan bahwa ada dampak yang signifikan dirasakan oleh peserta dari segi pengetahuan dan keterampilan dengan tingkat keberhasilan tinggi mencapai 100%. Secara keseluruhan kegiatan tingkat kepuasan peserta tinggi (Sangat Puas 18,9%, Puas 75,7%, dan Tidak Puas 5,4%). Marketing and TKDN Product Training for the Batik Wood SMEs of Krebet Assisted by PLUT-KUMKM DIY Abstract One of the MSMEs in the Yogyakarta area is the Krebet Wooden Batik Craft Center. In conducting its business, there are still several obstacles faced regarding digital marketing and a lack of understanding about the Domestic Content Level (TKDN) in the procurement of goods/services. Therefore, the Community Service Program (PkM) conducted was Marketing and TKDN Product Training with the aim of providing additional insights to the MSME Krebet actors about the concept of digital marketing to market products more broadly, training, and simulating the use of the Sibakul Jogja. Additionally, the program provided knowledge and skills to understand the concept, procedures, benefits of implementation, and calculation of TKDN in the small industry sector. The implementation stages included: Preparation, Assessment, Implementation, Evaluation, Report Preparation, and Publication. The community service activity was attended by 38 participants from MSMEs or workshops in Krebet guided by PLUT-KUMKM DIY. The activity was successfully carried out in accordance with the initial objectives, based on success indicators in terms of theory (knowledge) and skills, as assessed through the increase in understanding percentages from pre-test and post-test results, and activity evaluations filled out by the participants. All questions showed an increase in the percentage of the "Very Understanding" and "Understanding" indicators after the post-test, while there was a decrease in the percentage for the "Very Not Understanding" and "Not Understanding" indicators for all questions. It can be concluded that there was a significant impact felt by the participants in terms of knowledge and skills, with a high success rate reaching 100%. Overall, the activity had a high level of participant satisfaction (Very Satisfied 18.9%, Satisfied 75.7%, and Not Satisfied 5.4%).
Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Batik untuk Guru Seni Budaya di Yogyakarta Wening, Sri; Fitrihana, Noor; Suparmanto, Nova; Brillianti, Grahita Prisca
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.1968

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda tentang seni dan budaya, termasuk batik. Oleh karena itu, meningkatkan kompetensi guru dalam bidang batik akan memiliki dampak yang signifikan dalam mengembangkan pemahaman dan apresiasi siswa terhadap seni dan budaya. Tujuan diadakannya kegiatan PkM ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membuat batik tulis dan desain batik berbasis kompetensi, melatih guru dalam yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya di Yogyakarta, dan mendapatkan sertifikat kompetensi batik BNSP. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan: 1) Tahap Persiapan, bersama mitra berupa perencanaan program, bahan materi, pendaftaran, dan seleksi peserta sesuai dokumen kelengkapan yang dikirimkan meliputi biodata, surat keterangan pengalaman, dan surat tugas sekolah. 2) Tahap Pelaksanaan, mengacu kepada Modul Kompetensi & Buku Kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yaitu rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/ atau keahlian serta sikap kerja. 3) Tahap Evaluasi berupa Pre-test, Post-Test, Sertifikasi Uji Kompetensi oleh LSP, dan Evaluasi Kegiatan. Hasil olah data statistik antara nilai pre-test dan post-test menggunakan uji hipotesis Paired t-test diperoleh nilai p sangat kecil (jauh di bawah 0.05), menunjukkan bahwa pelatihan dan sertifikasi kompetensi batik pada skema pembatik tulis dan skema gambar motif secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta. Hasil uji kompetensi sesuai target keberhasilan bahwa 19 dari 20 peserta atau 95% dinyatakan sudah “Kompeten” dan mendapatkan sertifikat BNSP. Hasil evaluasi untuk aspek materi, fasilitator, fasilitas dan kelengkapan kegiatan, dan proses sertifikasi menunjukkan bahwa kegiatan memiliki kualitas yang baik dan tingkat kepuasan peserta yang tinggi (50% Puas dan 50% Sangat Puas). Batik Training and Competency Certification for Arts and Culture Teachers in Yogyakarta Abstract Teachers have an important role in educating the younger generation about arts and culture, including batik. Therefore, improving teachers' competencies of batik will have a significant impact on developing students' understanding and appreciation of art and culture. The purpose of this community service program (PkM) is to enhance knowledge and skills in batik-making and design based on competency, train teachers who are members of the Yogyakarta Arts and Culture Subject Teachers Association (MGMP), and obtain BNSP batik competency certificates. The activities were carried out in several stages: 1) Preparation Stage: This included program planning, material preparation, participant registration, and selection based on submitted documents such as biodata, experience certificates, and school assignment letters. 2) Implementation Stage refers to the Competency Module and Workbook according to the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI), which encompass the formulation of work abilities including aspects of knowledge, skills, and/or expertise, as well as work attitudes. 3) Evaluation Stage: This involved pre-tests, post-tests, competency certification by the Professional Certification Institute (LSP), and activity evaluation. The results met the success target, with 19 out of 20 participants (95%) being declared "Competent" and receiving BNSP certificates. Statistical data analysis using the Paired t-test hypothesis test between pre-test and post-test scores yielded a very small p-value (well below 0.05), indicating that the batik training and competency certification in the batik-making and motif design schemes were significantly effective in improving participants' skills. The evaluation results for aspects of material, facilitators, facilities and activity completeness, and the certification process showed high quality and a high level of participant satisfaction (50% Satisfied and 50% Very Satisfied).
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Perumahan Samaji Asri Kecamatan Taktakan, Kota Serang Ghifari, Brillan Reihan Al; Fauzi, Ahmad; Darmawan, Dadan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1981

Abstract

Pemberdayaan masyarakat harus ada dalam semua hal, termasuk dalam memelihara kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan mencerminkan kondisi masyarakat yang tinggal di dalamnya. Pemberdayaan lingkungan merupakan cita-cita bersama sehingga diciptakan secara bersama-sama. Berdayanya lingkungan ditandai dengan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas masyarakatnya, artinya aktivitas masyarakat tidak akan terganggu dikarenakan alasan lingkungannya. Tujuan pendiri bank sampah di Perumahan Samaji Asri sebenernya bukan hanya berorientasi pada penambahan kesejahteraan tapi juga memberikan kesadaran kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya menjaga lingkungan dan bisa menjadi budaya bagi masyarakat Perumahan Samaji Asri. Penambahan soft skill keterampilan berupa keahlian daur ulang sampah yang ditujukan bagi para pengelola bank sampah dan masyarakat setempat, tujuan diberikannya soft skill ini adalah masyarakat dapat melilah sampah dengan benar dan mampu menghasilkan produk-produk bernilai jual/ekonomis tinggi. Sehingga bisa membuat masyarakat Perumahan Samaji Asri lebih kreatif dan bisa menjaga lingkungan dengan baik. Community Empowerment Through Waste Management at the Samaji Asri Housing Waste Bank, Taktakan District, Serang City Abstract Community empowerment must exist in all matters, including maintaining environmental cleanliness. A clean environment will reflect the condition of the people living in it. Environmental empowerment is a shared ideal so it is created together. Environmental empowerment is characterized by environmental conditions that support community activities, meaning that community activities will not be disturbed due to environmental reasons. The aim of establishing the waste bank at Samaji Asri Housing is actually not only oriented towards increasing welfare but also providing awareness to the community so that people can know the importance of protecting the environment and that it can become a culture for the Samaji Asri Housing community. The addition of soft skills in the form of waste recycling skills is aimed at waste bank managers and local communities. The aim of providing these soft skills is that the community can process waste properly and be able to produce products of high selling/economic value. So that it can make the Samaji Asri Housing community more creative and able to protect the environment well.
Diseminasi Media Pembelajaran Materi Virus Berbasis Permainan Peran Virulent Attack bagi MGMP Biologi Kota Malang Zahrah, Natasya Adiba; Ramadhan, Muhamad Justitia; Kharomah, Sinta; Kharomah, Sindi; Setiawan, Deny; Mahanal, Susriyati; Zubaidah, Siti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1985

Abstract

Materi virus dianggap sebagai materi yang sulit untuk dipelajari di kelas 10 SMA. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan mengembangkan media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan dari kegiatan diseminasi ini adalah untuk menyebarluaskan media pembelajaran permainan peran Virulent Attack pada materi virus, kepada peserta diseminasi melalui giat rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi Kota Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan diseminasi ini terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan dengan melakukan Focus Disscussion Group (FGD) untuk mendiskusikan rincian kegiatan yang akan dilakukan, (2) persiapan dengan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan saat tahap pelaksanaan (3) pelaksanaan dengan penyampaian materi terkait media pembelajaran yang dikembangkan, dan (4) evaluasi dengan menganalisis hasil diseminasi melalui angket respon peserta diseminasi terkait keterlaksanaan diseminasi dan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan diseminasi menunjukkan peserta sepakat dengan persentase 100%, bahwa kegiatan diseminasi dan produk media pembelajaran memiliki kebermanfaatan yang baik. Dengan demikian, kegiatan diseminasi ini telah memberikan manfaat bagi guru biologi untuk dapat mengembangkan media pembelajaran serupa agar siswa dapat mengatasi kesulitannya dalam mempelajari materi virus. Dissemination of Learning Media on Virus Concept Based on Virulent Attack Role Play for MGMP Biology Malang City Abstract Virus concept is considered difficult to learn in grade 10th of high school. This difficulty can be overcome by developing interactive and fun learning media. The purpose of this dissemination activity is to disseminate the Virulent Attack learning media on virus concept, to dissemination participants through routine activitiy of the Malang City Biology Subject Teacher Meeting (MGMP). The method used in this dissemination activity consists of four stages: (1) planning through Focus Discussion Group (FGD) to discuss the details of the activities to be carried out, (2) preparation by preparing the things needed during the implementation stage, (3) implementation by delivering materials related to the learning media developed, and (4) evaluation by analyzing the results of dissemination through a questionnaire of dissemination participants' responses related to the dissemination activity and learning media product. The results of this dissemination activity shows participants agreed with a percentage of 100%, that dissemination activity and learning media product have good usefulness.. Thus, this dissemination activity has provided benefits for biology teachers to be able to develop similar learning media so that students can overcome difficulties in learning virus concept.
Pelatihan Computational Thinking bagi Mahasiswa melalui CSUnplugged sebagai Penguatan Dasar-Dasar Pemrograman Hermawan, Hardika Dwi; Vitasari, Denny; Luthfi, Ahmad; Rike Nursafitri; Shaleha, Annisa Amalia; Rosa, Nauviana Pita; Hananfajri, Muhammad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2001

Abstract

Dalam era digital, pemahaman mengenai pemrograman dan konsep berpikir komputasional menjadi semakin penting bagi mahasiswa. Kurangnya pemahaman awal tentang konsep-konsep pemrograman dan rasa takut terhadap mata kuliah dasar pemrograman bagi mahasiswa Teknik Kimia menjadi masalah utama. Metode alternatif seperti CSUnplugged, yang mengajarkan konsep pemrograman tanpa komputer, dapat menjadi solusi efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan metode CSUnplugged kepada mahasiswa Teknik Kimia, mengatasi hambatan dalam belajar pemrograman, dan meningkatkan keterampilan berpikir komputasional. Pelatihan ini dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan menggunakan permainan yang mengajarkan dasar-dasar komputasi seperti Abstraksi, Algoritma, dan Logika. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mahasiswa yang berpartisipasi memiliki pemahaman yang meningkat terhadap konsep-konsep pemrograman dan keterampilan berpikir komputasional. Rata-rata mahasiswa menyelesaikan soal dan permainan dengan skor 60%, dengan 81% dari mereka menyatakan setuju bahwa metode ini efektif. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pendidikan berkualitas dan inovasi. Hasil pelatihan menunjukkan potensi besar dari metode CSUnplugged dalam meningkatkan keterampilan komputasi yang esensial untuk masa depan mahasiswa. Training in Computational Thinking for University Students through CSUnplugged as Strengthening Basic Programming Fundamentals Abstract In the digital era, understanding programming and computational thinking concepts is increasingly important for students. A lack of initial understanding of programming concepts and fear of basic programming courses are major issues for Chemical Engineering students. Alternative methods like CSUnplugged, which teaches programming concepts without using computers, can be an effective solution. This community service activity aims to introduce the CSUnplugged method to Chemical Engineering students, address barriers to learning programming, and enhance computational thinking skills. The training was conducted in three stages: preparation, implementation, and evaluation, using games that teach the basics of computation such as Abstraction, Algorithms, and Logic. The evaluation results show that participating students improved their understanding of programming concepts and computational thinking skills. On average, students completed tasks and games with a score of 60%, with 81% agreeing that the method is effective. This activity supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in quality education and innovation. The training results demonstrate the significant potential of the CSUnplugged method in enhancing computational skills essential for students' future success.
Pengembangan Keterampilan Praktis Mahasiswa melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA Azmi, Irham; Asy’ari, Muhammad; Prayogi, Saiful; Hunaepi, H.; Firdaus, Laras; Rahmawati, Helmi; Sukarma, I Ketut
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.2024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa Program Studi Fisika di Universitas Pendidikan Mandalika melalui Program Pelatihan Alat Peraga Laboratorium IPA. Mitra yang terlibat dalam program ini adalah mahasiswa semester 2 dan 4 dari Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, dengan total peserta sebanyak 15 mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah In-Service Training (IST) dan On-Service Training (OST), yang mencakup sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung di laboratorium. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan praktis mahasiswa. Nilai pretest berkisar antara 40 hingga 65, sedangkan nilai posttest berkisar antara 85 hingga 100. Peningkatan nilai terbesar adalah 57 poin, dan yang terkecil adalah 25 poin. N-Gain untuk semua responden berada di atas 0.7, menunjukkan efektivitas tinggi dari program pelatihan ini. Partisipasi aktif mahasiswa juga meningkat, dengan 75 respons menyatakan bahwa kontribusi mereka dihargai selama sesi praktek, dan masing-masing 70 respons untuk lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan dari instruktur. Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk memperluas program pelatihan ini ke skala yang lebih besar dan mengimplementasikannya pada bidang studi lain yang memerlukan keterampilan laboratorium. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program ini terhadap kinerja akademik dan karir profesional mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa. Developing Student Practical Skills through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program This study aims to enhance the practical skills of Physics Study Program students at Universitas Pendidikan Mandalika through the Science Laboratory Teaching Equipment Training Program. The partners involved in this program are second and fourth-semester students from the Faculty of Applied Science and Technology, with a total of 15 students participating. The implementation methods used are In-Service Training (IST) and On-Service Training (OST), which include theoretical sessions, demonstrations, and hands-on practice in the laboratory. The results of this program show a significant improvement in students' understanding and practical skills. The pretest scores ranged from 40 to 65, while the posttest scores ranged from 85 to 100. The highest increase in scores was 57 points, and the lowest was 25 points. The N-Gain for all respondents was above 0.7, indicating high effectiveness of the training program. Students' active participation also increased, with 75 responses indicating that their contributions were valued during practice sessions, and 70 responses each for a conducive learning environment and instructor support. The recommendations from this study are to expand this training program to a larger scale and implement it in other fields of study that require laboratory skills. Additionally, further research is needed to evaluate the long-term impact of this program on students' academic performance and professional careers. This program is expected to serve as a model for other educational institutions in developing students' practical skills.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Jeruk Subak Tegalan Mabi, Kintamani - Bangli Purnami, A. A. Sri; Selamet, I Ketut; Rustini, Ni Made
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2029

Abstract

Tujuan dari kegiatan pemberdayaan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota Kelompok Wanita Tani Jeruk di Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli dalam budidaya dan pengolahan jeruk. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari 20 orang anggota kelompok. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif dan pendampingan partisipatif, fokus pada pengolahan jeruk menjadi produk bernilai tambah, dan strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah jeruk menjadi produk olahan seperti manisan dan sirup serta memasarkan produk melalui media sosial dan platform e-commerce. Hal ini bisa dilihat dari nilai rata-rata skor pemahaman peserta dalam aspek pengolahan (X1) sebelum adanya pendampingan dari tim pengabdian sebesar 1,062 yang artinya bahwa kelompok Wanita tani jeruk tidak paham dalam mengolah buah jeruk menjadi produk olahan. Setelah dilakukan pendampingan oleh tim pengabdian rata-rata skor nya sebesar 3, yang artinya bahwa kelompok Wanita tani jeruk paham dalam mengolah buah jeruk menjadi produk olahan. Sedangkan dari aspek pemasara (X2) nilai rata-rata skor pemahaman peserta sebelum dilakukan pelatihan sebesar 1,066 yang artinya bahwa kelompok Wanita tani jeruk tidak paham tentang strategi pemasaran digital. Setelah dilakukan pendampingan oleh tim pengabdian rata-rata skornya meningkat menjadi 3,01 yang artinya bahawa kelompok Wanita tani jeruk sudah paham tentang pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah melanjutkan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, memperluas akses ke pasar yang lebih luas, dan memperkuat kolaborasi dengan lembaga terkait untuk mendukung keberlanjutan ekonomi kelompok. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberdayakan anggota kelompok wanita tani, meningkatkan kemandirian ekonomi, dan menciptakan model usaha tani jeruk yang berkelanjutan di Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli. Empowerment of the Orange Farming Women's Group in Subak Tegalan Mabi, Kintamani - Bangli Abstract The objective of this empowerment activity is to enhance the skills and knowledge of the members of the Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani Jeruk) in Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli, in citrus cultivation and processing. The activity involves 20 members of the group. The implementation methods include intensive training and participatory mentoring, focusing on proper citrus cultivation techniques, processing citrus into value-added products, and digital marketing strategies. The results of the activity show a significant increase in the members' knowledge and skills in processing citrus into products such as candied fruit and syrup and marketing these products through social media and e-commerce platforms. This can be seen from the average score of participants understanding in the processing aspect (X1) before the training from the service team was 1,062, which means that the group of women orange farmers did not understanding how to process orange fruit into processed product. After training was carried out by the service team, the average score was 3, which means that the women’s orange farming group understands how to process orange fruit into processed product. Meanwhile, from the marketing aspect (X2), the average score of participants understanding before the training was 1,066, which means that the group of women orange farmers did not understand digital marketing strategies. After training was carried out by the service team, the average score increased to 3,01, which means that the women’s orange farming group already understands the use of social media to market products. Recommendations from this activity include continuing sustainable mentoring and training, expanding market access, and strengthening collaboration with related institutions to support the economic sustainability of the group. Therefore, this activity successfully empowers the members of the Women Farmers Group, enhances their economic independence, and creates a sustainable citrus farming model in Subak Tegalan Mabi, Kintamani, Bangli.