cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Pelatihan Pembuatan Surat Menyurat Menggunakan Mail Merge Untuk Efektifitas Kinerja Administrasi Rohiyatun, Baiq; Garnika, Eneng; Muslim, Ahmad; Ariany, Farida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2090

Abstract

Aplikasi atau program Mail Merge telah banyak digunakan untuk mengerjakan dokumen atau laporan, terutama dalam bidang administrasi. Fitur ini mempermudah pembuatan dokumen seperti surat, sertifikat, amplop, dan dokumen serupa dengan sedikit perbedaan data (misalnya nama atau alamat) yang dapat diintegrasikan melalui database organisasi. Metode pelatihan melibatkan beberapa tahapan: Analisis Awal, Koordinasi, Persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di KB PAUD Permata Bangsa Mataram menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Berdasarkan pre-test, hanya 14% peserta yang memahami cara kerja Mail Merge. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan hingga 97%. Seluruh peserta (100%) menyatakan bahwa mereka mampu menggunakan Mail Merge untuk membuat dan memperbanyak dokumen administratif. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan administrasi peserta, mempercepat waktu pengerjaan dokumen, dan meningkatkan efisiensi kerja. Training on Correspondence Using Mail Merge for Administrative Work Efficiency Abstract The Mail Merge application or program has been widely used for working on documents or reports, especially in the field of administration. This feature simplifies the creation of documents such as letters, certificates, envelopes, and similar documents with slight differences in data (such as names or addresses), which can be integrated through the organization’s database. The training method involves several stages: Initial Analysis, Coordination, Preparation, Implementation, and Evaluation. The results of the community service activity at KB PAUD Permata Bangsa Mataram showed a significant increase in understanding. Based on the pre-test, only 14% of participants understood how Mail Merge works. After the training, the post-test showed an increase to 97%. All participants (100%) reported that they were able to use Mail Merge to create and reproduce administrative documents. Therefore, this training was proven effective in enhancing participants' administrative skills, speeding up document processing time, and improving work efficiency.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Umkm Kerupuk Kuin Utara Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Usaha Masyarakat Fattah, Tino Kemal; Amelia, Rizky; Feriyadi, Feriyadi; Pebriadi, Muhammad Syahid; Fitria, Fitria
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2093

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu meningkatkan keberlanjutan usaha UMKM Kerupuk di Kuin Utara, Banjarmasin, dengan fokus pada pelatihan perhitungan harga pokok produksi (HPP). Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produksi telah banyak dilaksanakan untuk membantu para pelaku usaha dalam menentukan HPP secara akurat, yang kerap menyebabkan penetapan harga jual yang kurang tepat. Namun, tidak banyak pelatihan yang menyediakan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, memberikan simulasi dalam pelatihan, menggunakan metode Participatory Action Research, serta menekankan pentingnya keberlanjutan usaha karena dapat mempengaruhi daya saing mereka. Pendekatan yang digunakan pada PkM ini ialah Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini berorientasi pada pemberdayaan yang mengupayakan pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah praktis, pengembangan ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial. Sedangkan, metode pelatihan yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi perhitungan HPP. Tim pelaksana PkM mengukur peningkatan ini melalui serangkaian tes dan observasi langsung selama proses pendampingan. Enam kelompok UMKM (12 orang) berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebelum pelatihan dimulai, hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 17% peserta yang memiliki pemahaman dasar tentang konsep HPP dan cara menghitungnya. Setelah pelatihan, evaluasi menunjukkan perubahan yang signifikan, di mana 83% peserta berhasil memahami dan menerapkan konsep HPP dengan lebih baik. Lebih dari 80% peserta kini lebih percaya diri dalam mengelola keuangan usaha mereka sehari-hari. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan penerapan konsep HPP yang benar, efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha UMKM dapat meningkat. Tim pelaksana PkM berharap hasil ini dapat menjadi acuan bagi program serupa di masa mendatang, sekaligus mendorong para pelaku UMKM lainnya untuk terus belajar dan berkembang untuk keberlanjutan usaha masyarakat. Cost of Production Calculation at the Kuin Utara Cracker Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to Improve Community Business Sustainability Abstract This Community Service Program aims to help improve the sustainability of MSME Cracker businesses in Kuin Utara, Banjarmasin, with a focus on training for calculating the cost of production (COP). This training was conducted in response to the difficulties often faced by business actors in accurately determining the COP, which frequently leads to inaccurate selling prices and can affect their competitiveness. The approach used in this Community Service Program is Participatory Action Research (PAR). This approach is oriented towards empowerment that strives to meet needs, solve practical problems, develop knowledge, and promote social change. The training methods we used include material delivery, group discussions, case studies, and COP calculation simulations. Six MSME business actors participated in this activity. Before the training began, pre-test results showed that only 17% of participants had a basic understanding of the COP concept and how to calculate it. After the training, evaluations showed a significant improvement, with 83% of participants successfully understanding and applying the COP concept better. We measured this improvement through a series of tests and direct observations during the mentoring process. The results of this activity show that with the correct application of the COP concept, the operational efficiency and sustainability of MSME businesses can increase. More than 80% of participants are now more confident in managing their business finances on a daily basis. We hope that these results can serve as a reference for similar programs in the future, while also encouraging other MSME actors to continue learning and developing for community business sustainability.
Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Penggunaan Obat Analgesik melalui Edukasi Berbasis Leaflet dan Media Sosial Aziz, Yaya Sulthon; Widyaningsih, Linda; Rahmawati, Widhia Alfi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2110

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan mandiri, sering dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi penyakit dengan gejala ringan hingga sedang menggunakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Namun, kurangnya pengetahuan tentang penggunaan obat yang tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan. Pengabdian menyoroti pentingnya edukasi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan analgesik yang aman dan rasional. Edukasi yang efektif dapat mengurangi risiko efek samping dan kesalahan penggunaan obat, serta meningkatkan kualitas pelayanan apotek. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengaruh edukasi terhadap pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan analgesik dalam swamedikasi di Kecamatan Slahung, Ponorogo. Pengabdian dilakukan dengan participant education dan observasional yang dilakukan kepada responden yaitu Masyarakat Slahung, yang diambil sebagai subjek pengabdian. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Subjek dalam pengabdian ini adalah pasien yang melakukan swamedikasi dan memenuhi kriteria inklusi. Tempat pengabdian berada di Apotek Wilayah Slahung Ponorogo. Waktu pengabdian dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa perolehan rata-rata dari nilai pre test responden sebesar 62,37% sedangkan rata-rata nilai Post test responden sebesar 84,88%, pada nilai rata-rata pre test dan post test tersebut mengalami peningkatan sebesar 22,51% dari sebelum edukasi dan sesudah edukasi. Sedangkan hasil dari nilai N-Gain sebesar 0,57 masuk kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa edukasi dengan menggunakan leaflet dan media social mempunyai pengarug sedang terhadap peningkatan pengetahuan responden. Building Public Awareness About the Use of Analgesic Drugs Through Leaflet-Based Education and Social Media Abstract Self-medication or self-medication is often done by people to treat illnesses with mild to moderate symptoms using drugs that can be purchased without a doctor's prescription. However, lack of knowledge about proper use of medication can pose health risks. The service highlights the importance of health education in increasing public understanding about the safe and rational use of analgesics. Effective education can reduce the risk of side effects and medication errors, as well as improve the quality of pharmacy services. This service aims to provide an educational influence on public knowledge regarding the use of analgesics in self-medication in Slahung District, Ponorogo. Service was carried out with participant education and observation carried out on respondents, namely the Slahung Community, which was taken as the subject of service. The method used is descriptive. The subjects in this service are patients who carry out self-medication and meet the inclusion criteria. The place of service is at the Slahung Ponorogo Regional Pharmacy. The time of service was carried out in March 2024. The results of this service showed that the average score of respondents' pre-test was 62.37%, while the average post-test score of respondents was 84.88%, the average score of pre-test and The post test experienced an increase of 22.51% from before education and after education. Meanwhile, the results of the N-Gain value of 0.57 are in the medium category, this shows that education using leaflets and social media has a moderate effect on increasing respondents' knowledge.
Implementasi Dukungan Teknologi Pembukuan dan Pengemasan Guna Mendukung Keberlanjutan UMKM Jajanan Tradisional, Desa Tegal Jadi, Tabanan, Bali Pramartha, I Made Aditya; Putra, I Komang; Pramana, Made Surya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2111

Abstract

Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Tegal Jadi dilaksanakan berdasarkan adanya permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Merta Sari. Adapun permasalahan yang dihadapi yakni pembukuan yang kurang tertata, proses pengemasan produk yang masih sederhana, serta kurangnya pemahaman terkait keberlanjutan usaha. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan para pelaku UMKM melalui penerapan teknologi dan inovasi. Metode yang digunakan meliputi observasi dan analisis situasi mitra, identifikasi dan perumusan solusi masalah. Hasil identifikasi masalah menghasilkan tiga permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan usaha mitra yakni dalam bidang manajemen usaha (pembukuan dan pencatatan), bidang produksi (pengemasan produk), dan bidang keberlanjutan usaha (keterbatasan produksi). Perumusan solusi masalah dilakukan berdasarkan hasil identifikasi masalah. Implementasi solusi masalah dengan edukasi dan dukungan teknologi dasar, pelatihan pembukuan dasar dan pengemasan produk, serta monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan yang dicapai. Proses evaluasi dilakukan dengan kuesioner sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan, serta melakukan observasi atas realisasi target yang bersifat kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata pengetahuan mitra tentang pembukuan dasar dan digital meningkat dari 2,8 pada pre-test menjadi 4,2 pada post-test. Terdapat peningkatan rata-rata tingkat kelengkapan catatan transaksi harian dari 40% menjadi 80%. Dalam hal pengemasan produk, ada peningkatan dari 3,6 pada pre-test menjadi 4,8 pada post-test. Lebih dari 75% anggota mitra UMKM mulai menerapkan proses pembukuan dan 90% anggota mitra menerapkan teknologi pengemasan produk yang diperkenalkan. Penerapan teknologi berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas usaha UMKM, serta memberikan dampak sosial yang positif seperti peningkatan keterampilan teknologi di kalangan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan daya saing produk. Implementation of Bookkeeping and Packaging Technology Support to Support the Sustainability of Traditional Snack MSMEs, Tegal Jadi Village, Tabanan, Bali Abstract Community Partnership Empowerment in Tegal Jadi Village was carried out based on the problems faced by Merta Sari MSME. The problems faced were poorly organized bookkeeping, a simple product packaging process, and a lack of understanding regarding business sustainability. The main objective of this activity is to empower MSME players through the application of technology and innovation. The methods used include observation and analysis of the partner situation, identification and formulation of problem solutions. The results of problem identification resulted in three problems related to partner business activities, namely in the field of business management (bookkeeping and recording), production (product packaging), and business sustainability (limited production). Problem solutions were formulated based on the results of problem identification. Implementation of problem solutions with education and basic technology support, basic bookkeeping and product packaging training, and monitoring and evaluation of the progress achieved. The evaluation process was carried out with a questionnaire before and after the implementation of the activity, as well as observing the realization of quantitative targets. The results showed that the average score of partners' knowledge of basic and digital bookkeeping increased from 2.8 in the pre-test to 4.2 in the post-test. There was an increase in the average level of completeness of daily transaction records from 40% to 80%. In terms of product packaging, there was an increase from 3.6 in the pre-test to 4.8 in the post-test. More than 75% of the MSME partner members started to apply the bookkeeping process and 90% of the partner members applied the introduced product packaging technology. The application of technology has succeeded in improving the efficiency and quality of MSME businesses, as well as providing positive social impacts such as increased technological skills among the community, and economic empowerment through increased product competitiveness.
Inovasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Berbasis Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Nugget Bayam Brazil Dalam Mencegah Stunting Di Kelurahan Kademangan Hermanto, Hermanto; Devi, Nourma Ulva Kumala; Supraptiningsih, Linda Kurnia; Haris, Abdul; Ngatimun, Ngatimun; Marwiyah, Marwiyah; Musriati, Titik; Fadilah, Siti Nur; Maharani, Vero
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2114

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu-ibu rumah tangga dalam menyediakan makanan bergizi berbasis sumber daya lokal, sebagai upaya preventif dan kuratif stunting pada anak-anak di Kelurahan Kademangan. Permasalahan stunting di wilayah ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, praktik pengasuhan yang kurang optimal, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan sumber daya lokal, seperti nugget bayam Brazil, untuk mencegah dan mengatasi stunting pada anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga dalam menyediakan makanan bergizi berbasis sumber daya lokal. Sebelum pelatihan, hanya 40% ibu-ibu yang memiliki pengetahuan cukup, sedangkan setelah pelatihan meningkat menjadi 85%. Selain itu, prevalensi stunting di Kelurahan Kademangan, yang sebelumnya mencapai 30%, turun menjadi 20% setelah intervensi. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi upaya penanggulangan stunting di wilayah Kademangan, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 45% dan penurunan prevalensi stunting sebesar 10%. Healthy Kitchen Innovation to Overcome Stunting (DASHAT) Based on Utilization of Local Resources Brazilian Spinach Nuggets in Preventing Stunting in Kademangan Village Abstract The aim of this community service activity is to increase the knowledge and practice of housewives in providing nutritious food based on local resources, as a preventive and curative measure for stunting in children in Kademangan Village. The stunting problem in this region is caused by various factors, such as poverty, less than optimal parenting practices, and limited access to adequate health and nutrition services. The method used is community empowerment through training and assistance in utilizing local resources, such as Brazilian spinach nuggets, to prevent and overcome stunting in children. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of housewives in providing nutritious food based on local resources. Before the training, only 40% of mothers had sufficient knowledge, whereas after the training this increased to 85%. In addition, the prevalence of stunting in Kademangan Village, which previously reached 30%, fell to 20% after the intervention. This activity had a positive impact on efforts to overcome stunting in the Kademangan area, with an increase in knowledge by 45% and a reduction in stunting prevalence by 10%.
Implementasi Global Think Local Act Pada Wisata Kesehatan Tradisional Bali Husada Melalui Pemanfaatan Online Social Media Putra, I Komang; Pramartha, I Made Aditya; Rusmiati, Ni Nyoman
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2115

Abstract

Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan mitra Tanah Hyang Healing Centre bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi khususnya kurangnya akses promosi melalui media online dan prasarana pendukung sebagai implementasi konsep "Global Think Local Act." Program ini berfokus pada menguraikan masalah yang dihadapi Tanah Hyang Healing Centre dengan memanfaatkan media sosial online. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi berbasis partisipatif peserta. Metode ini melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap tahap, mulai dari pemetaan masalah hingga implementasi. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai mitra aktif yang ikut dalam diskusi dan pemberian umpan balik. Setelah pelaksanaan program pengabdian, terjadi peningkatan dalam pemahaman pemanfaatan sosial media, yang diukur melalui hasil post-test. Rata-rata skor hasil post-test untuk tingkat pemahaman mitra Tanah Hyang Healing Centre tentang penggunaan media sosial untuk promosi adalah 3,64 yang berarti bahwa setelah adanya sosialisasi dan pendampingan dari tim pengabdian masyarakat, pengelola dan staf Tanah Hyang Healing Centre telah memahami cara memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hal ini menunjukkan efektivitas sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman anggota tim, yang sebelumnya terbatas. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan peningkatan kapasitas peserta sosialisasi dalam mengelola sosial media untuk usaha yang dimiliki. Tanah Hyang Healing Centre diharapkan dapat memiliki posisi yang lebih kuat sebagai destinasi wisata kesehatan yang unggul, dengan model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai tempat lain. Implementation of Global Think Local Act in Bali Husada Traditional Health Tourism Through the Utilization of Online Social Media Abstract Community Partnership Empowerment with partner Tanah Hyang Healing Center aims to overcome the problems faced, especially the lack of access to promotion through online media and supporting infrastructure as an implementation of the concept of “Global Think Local Act.” This program focuses on outlining the problems faced by Tanah Hyang Healing Centre by utilizing online social media. The method used in this activity is participatory participant-based socialization. This method involves the community directly in every stage, from problem mapping to implementation. The community not only acts as recipients of information, but also as active partners who participate in discussions and provide feedback. After the implementation of the service program, there was an increase in the understanding of the use of social media, as measured by the post-test results. The average score of the post-test results for the level of understanding of Tanah Hyang Healing Centre partners about the use of social media for promotion is 3.64, which means that after socialization and assistance from the community service team, managers and staff of Tanah Hyang Healing Centre have understood how to use social media for promotion. This shows the effectiveness of socialization in increasing the understanding of team members, which was previously limited. The results of this PKM activity show an increase in the capacity of socialization participants in managing social media for their businesses. Tanah Hyang Healing Center is expected to have a stronger position as a superior health tourism destination, with an empowerment model that can be replicated in various other places.
Program Kemitraan Masyarakat Pada Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes Kabupaten Klungkung Aryasa, I Putu Gde Chandra Artha; Miati, Ni Luh Putu Mita; Suryanditha, Putu Arya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2119

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes di Kabupaten Klungkung, Bali, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan keuangan dan kesehatan kerja. Para pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pencatatan keuangan yang baik dan risiko kesehatan akibat paparan debu kayu serta penggunaan alat berat. Program ini meliputi pelatihan manajemen keuangan sederhana, sosialisasi kesehatan kerja, dan pengadaan alat produksi yang lebih modern. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 85% pengrajin mampu memahami pentingnya pencatatan keuangan setelah program dibandingkan 35% sebelum pelatihan. Di sisi kesehatan, kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat dari 25% sebelum program menjadi 70% setelah pelatihan. Pengadaan alat baru juga meningkatkan kapasitas produksi sebesar 40%, dari 50% sebelum program menjadi 90% setelahnya, serta peningkatan kualitas produk dari 55% menjadi 85%. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan program dan penerapan teknologi secara konsisten. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pembinaan jangka panjang, peningkatan akses pasar, serta monitoring intensif guna mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha kelompok pengrajin. Community Partnership Program for the Mang Abes Wood Lathe Craftsman Group, Klungkung Regency Abstract:This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the capacity of the Mang Abes Woodturning Craftsmen Group in Klungkung Regency, Bali, focusing on financial management and occupational health. The craftsmen face challenges such as poor financial record-keeping and health risks due to wood dust exposure and the use of heavy equipment. This program included training on basic financial management, occupational health education, and the provision of modern production tools. The training results showed significant improvements, with 85% of the craftsmen understanding the importance of financial record-keeping after the program, compared to 35% before. In terms of health, awareness of the importance of personal protective equipment (PPE) usage increased from 25% before the program to 70% after. The introduction of new equipment also enhanced production capacity by 40%, from 50% to 90%, and product quality improved from 55% to 85%. However, further assistance is needed to ensure the program's sustainability and consistent technology adoption. Recommendations include long-term mentoring, market access enhancement, and intensive monitoring to support the group's competitiveness and business sustainability.
Training On The Development Of Differentiated Learning Tools For Inclusion Teachers At Labschool UNESA Lidah Wetan Surabaya Dwirisnanda, Danis Ade; Wijiastuti, Asri; Widajati, Wiwik; Nur, Devina Rahmadiani Kamaruddin; Ekasari, Diah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2125

Abstract

Children with special needs can be interpreted as children who are slow or have disorders (retarded) who will never succeed in school for children in general. Children with special needs can also be interpreted as children who have physical, mental, intelligence and emotional disorders so that special learning is required. Children with special needs have a classification, namely physical disorders, mental disorders, behavioral disorders. Children with Special Needs (ABK) are increasingly being found day by day. ABK who appear are not only those who are slow to understand lessons slow learners, stand out / gifted or berkabat, but also those who are hyperactive, autistic and other types of ABK. The importance of handling students in the ABK category is very necessary because the success of basic education is very important for students to be able to continue their education at the next level, therefore, teachers in schools need to be given insight, introduction and training about ABK knowledge and methods of handling it. Currently, the Labschool Unesa Lidah Wetan neighborhood school has 9 students with special needs spread across elementary school levels, at school they are served by class teachers and several parents who accompany them while studying. Their disorders tend to be autism and lack of focus. Class teachers and parents of students do not yet have adequate knowledge about special needs, therefore knowledge and understanding of handling special needs are needed so that teachers and parents can work together in providing services, so that they will provide optimal results. This training was conducted for representatives of the inclusive teachers of the Labschool Unesa Lidah Wetan neighborhood school, totaling 16 people. This training activity aims to equip inclusive teachers in handling children with special needs. This training is given to inclusive teachers with special needs students who really need special attention and treatment. The training is conducted in the form of workshops or seminars with theory and practice provided in a balanced manner. Implementation in the classroom will be monitored by the PKM team. The results will be analyzed by describing the implementation of the training results in the field, as well as describing changes in handling special needs students.
Pelatihan Pembuatan Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Pada Taman Alun-Alun Desa Drajat Wakhid, Abdur Rohman; Santoso, Eko Wahyu; Faroh, Rifky Aisyatul; Laksono, Arief Budi; Bachri, Affan; Ilmi, Ulul; Amri, Sholihul; Prasetyo, M. Romadhoni Eko; Waliuddin, Aubait; Ni’am, Wafirun; Hidayat, Faruq Dwi Fahrul; Saputra, M. Bayu Irwan; Utomo, Heru Prasetio
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2131

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memudahkan warga Desa Drajat dalam melakukan perawatan tanaman di taman alun-alun desa secara otomatis sehingga lebih efektif dan efisien. Sistem penyiraman tanaman otomatis yang dirancang juga bertujuan untuk menghemat energi serta memastikan penyiraman yang teratur dan merata. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan terkait penggunaan Timer Relay untuk membangun sistem penyiraman tanaman otomatis. Sasaran dari kegiatan ini adalah warga Desa Drajat, dengan peserta yang terdiri dari pelajar, nelayan, dan karyawan, berjumlah lebih dari 15 orang. Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan warga tentang sistem penyiraman otomatis berbasis Timer Relay hingga 70%. Penerapan sistem ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan penyiraman manual yang tidak konsisten dan meningkatkan efisiensi dalam perawatan taman alun-alun. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan warga tentang teknologi modern yang dapat mempermudah aktivitas sehari-hari. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sistem penyiraman otomatis yang dikembangkan berhasil diimplementasikan, memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, dan memungkinkan warga untuk merawat tanaman secara lebih efisien. Training on the Creation of an Automatic Plant Watering System in the Drajat Village Square Park Abstract This community service aims to facilitate the residents of Drajat Village in automatically maintaining plants in the village square park, making the process more effective and efficient. The automatic plant watering system is also designed to save energy and ensure regular and even irrigation. The service activities were conducted through socialization and training on the use of Timer Relay to build an automatic plant watering system. The target audience was the residents of Drajat Village, with participants including students, fishermen, and employees, totaling more than 15 people. This training increased the residents' knowledge of the automatic watering system using Timer Relay by up to 70%. The implementation of this system is expected to resolve the inconsistency of manual watering and improve efficiency in maintaining the village square park. Additionally, the activity aimed to broaden the community's knowledge of modern technology that can simplify daily tasks. The results showed that the automatic watering system was successfully implemented, providing benefits to the surrounding environment and enabling residents to maintain the plants more efficiently.
Optimalisasi Singkong (Cassava) Sebagai Bahan Baku Tepung Mocav Untuk Peningkatan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Melalui Kelompok Tani Subur III Lidyana, Novita; Perwitasari, Dyah Ayu; Arista, Hermin; Oktaviani, Dewi Anggun; Sulistiyowati, Retno; Rustianawati, Mutimmah; Haidiputri, Trivosa Aprilia Novadiani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2133

Abstract

Singkong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi komoditas industri pangan berbasiskarbohidrat. Panen singkong yang cukup banyak di daerah mitra memerlukan pemanfaatan menjadi produk yang lebih tahan lama dengan nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pembuatantepung mocaf (modified cassava flour). Tujuan kegiatan pengabdian adalah pelatihan pembuatan danpengemasan tepung mocaf pada kelompok tani Subur III Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Kegiatan didahului dengan diawali dengan persiapan, yang meliputi penyamaan presepsi dan pemahaman, pembagian tugas dan tanggungjawab anggota tim dan mahasiswa MBKM yang terlibat serta untuk menggali tentang potensi pemanfaatan singkong dan masalahnya. Selanjutnya dilakukanpelatihan dan pendampingan untuk mengenal tepung mocaf, pembuatan, dan pemanfaatannya diikuti dengan praktik pembuatan menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) serta pengemasan tepung mocaf. Hasil kegiatan berupa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan 80% anggota Kelompok tani Subur III Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo terampil dalam diversifikasi olahan berbasis Singkong menjadi Tepung Mocaf (modified cassava flour), serta adanya peningkatan pendapatan anggota kelompok tani pada saat terjualnya tepung mocaf dengan harga Rp.25.000. Optimizing Cassava as Raw Material for Mocav Flour to Increase Added Value and Welfare Through Kelompok Tani Subur III Abstract Cassava has great potential to be developed into a food-based industrial commodity carbohydrate. The large cassava harvest in partner areas requires utilization into a more durable product with a higher selling value. One effort that can be done is manufacturing mocaf flour (modified cassava flour). The purpose of service activities is training in making and packaging of mocaf flour in the Subur III farmer group, Pegalangan Kidul Village, Maron District, Probolinggo Regency. The activity was preceded by preparation, which included equalizing perceptions and understanding, dividing tasks and responsibilities of the team members and MBKM students involved as well as exploring the potential use of cassava and its problems. Next is done training and mentoring to get to know mocaf flour, its manufacture and use, followed by manufacturing practices using Appropriate Technology (TTG) and packaging of mocaf flour. The results of the activity include an increase in the knowledge and skills of 80% of the members of the Subur III farmer group, Pegalangan Kidul Village, Maron District, Probolinggo Regency, skilled in diversifying cassava-based processed products into modified cassava flour, as well as an increase in the income of farmer group members when selling mocaf flour with price Rp. 25,000.