cover
Contact Name
Haeranto Haerul K
Contact Email
mpi@apps.ipb.ac.id
Phone
+628111102950
Journal Mail Official
mpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah, Sekolah Pascasarjana IPB Jl. Raya Pajajaran, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor 16144
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
ISSN : 20858418     EISSN : 26229250     DOI : https://doi.org/10.29244/mikm
Perintisan jurnal sebagai berkala ilmiah berwawasan nasional dimulai sejak Februari 2006 dengan nama Jurnal MPI dengan No. ISSN 1907-3127 yang memuat 9 judul artikel pada setiap edisi. Mulai terbitan edisi September 2009, judulnya dirubah menjadi Jurnal Manajemen IKM dengan No. ISSN 2085-8418 dan E-ISSN 2622-9250. Jurnal Manajemen IKM selama ini mampu menjadi sarana penyebarluasan informasi ilmiah kepada para dosen atau peneliti lainnya, maupun masyarakat pengguna, serta sarana pengembangan. Manajemen IKM (P-ISSN 2085-8418; E-ISSN 2622-9250) merupakan Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah (MPI) Sekolah Pascasarjana IPB sejak September 2006, memuat kegiatan dunia usaha kecil menengah (UKM), khususnya IKM beserta instansi yang terkait seperti perbankan, departemen teknis dan usaha swasta besar dan petani/nelayan, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Manajemen IKM terbit setiap 6 bulan sekali (Februari dan September) dan ditujukan sebagai wadah untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dari kajian tugas akhir mahasiswa MPI, khususnya yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan IKM. Namun demikian, tulisan yang diterima Manajemen IKM terbuka bagi berbagai kalangan yang memiliki ketertarikan dalam pembinaan dan pengembangan IKM, baik itu peneliti, penyuluh, maupun pengusaha. Dengan diterbitkannya jurnal ini, maka kedepannya diharapkan lebih dipahami potensi, kendala dan pengembangan IKM melalui pendekatan holistik dan sinergi yang dilihat dari faktor-faktor ekonomi, manajerial dan faktor-faktor lainnya seperti kemitraan
Articles 305 Documents
Strategi Pemulihan Usaha Kecil Dan Menengah Pasca Pandemi Covid-19 Pada Nasabah PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. Regional Jakarta 1 Hubeis, Musa; Trilaksani, Wini; Gauzi, Sami
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.111-119

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, yang mempengaruhi usaha kecil dan menengah (UKM). Tujuan penelitian ini adalah (1) analisis kondisi nasabah UKM PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) saat dan setelah pandemi Covid-19; (2) menentukan strategi pemulihan UKM setelah pandemi Covid-19 bagi nasabah BSI; dan (3) merumuskan strategi pemulihan UKM setelah pandemi Covid-19 bagi nasabah BSI. Penelitian dilakukan pada nasabah BSI Regional Jakarta 1 dan dilakukan Juli hingga Desember 2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Analisis Dampak Bisnis (BIA), analisis SWOT, dan analisis AHP. Hasil menunjukkan pergerakan risiko dari tahun 2020 hingga 2023, dengan sektor pertanian berisiko rendah dan sektor transportasi berisiko tinggi. Alternatif strategi dari hasil SWOT yaitu (1) peningkatan layanan pembiayaan digital; (2) pelatihan bisnis berbasis teknologi dan program pendampingan; (3) peningkatan literasi keuangan melalui pendidikan berbasis teknologi; dan (4) Program Relaksasi Pembiayaan yang inklusif. Hasil analisis AHP adalah alternatif strategi relaksasi pembiayaan sebagai strategi utama untuk pemulihan UKM pasca-COVID-19 dengan bobot skor sebesar 0,565.
Pengaruh Audit Internal dan GCG terhadap Penyaluran Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat melalui Penerapan Manajemen Risiko Hubeis, Musa; Aminah, Mimin; Deni, Deni
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.69-77

Abstract

Program Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Peningkatan penyaluran KUR berpotensi meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah, sehingga penting untuk dimitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh audit internal terhadap GCG, (2) pengaruh GCG terhadap manajemen risiko, (3) pengaruh audit internal terhadap manajemen risiko, (4) pengaruh GCG terhadap penyaluran KUR, (5) pengaruh audit internal terhadap penyaluran KUR dan (6) pengaruh manajemen risiko terhadap penyaluran KUR. Sampel penelitian ini sebanyak 121 responden yang bekerja di PT. BSI Wilayah Jawa Tengah, yang diambil dengan menggunakan teknik multistage-random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) audit internal mempunyai pengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance (GCG); (2) GCG mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen risiko; (3) audit internal juga berpengaruh signifikan terhadap manajemen risiko; (4) GCG juga berpengaruh signifikan terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR); (5) audit internal tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap penyaluran KUR; (6) manajemen risiko berpengaruh signifikan terhadap penyaluran KUR.
Analisis Adopsi dan Penggunaan Aplikasi Pertanian Digital oleh Petani Skala Kecil di Kabupaten Tuban dengan Model UTAUT Sihombing, Maruli Tua; Hubeis, Musa; Cahyadi, Eko Ruddy
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.78-90

Abstract

The agricultural sector, as the cornerstone of food security in Indonesia, is predominantly managed by smallholder farmers who are still accustomed to conventional methods. The challenges of climate change will affect the upstream agricultural industry, necessitating farmers to digitally transform their operations to enhance productivity. Digital-based agricultural applications have been introduced by several technology service developers to farmers, but their adoption rates are still relatively low. One common model used to study the acceptance and use of technology is the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The UTAUT model has not been widely applied in Indonesia, specifically among smallholder farmers with specific characteristics. This research aims to analyze the factors influencing the intention and behavior of smallholder farmers to adopt and use digital agricultural application technology using the UTAUT model. The research was conducted from March to April 2024 in the agricultural hub region of Tuban Regency, with 124 smallholder farmers as respondents, using purposive sampling technique. This research utilized a descriptive data analysis method based on cross-tabulation with an SEM-PLS approach. The findings indicate that performance expectations, effort expectations, and facilitation conditions collectively influence the behavior of using digital agricultural applications through farmers' behavioral intentions. Differences in age levels were found to moderate the relationship among variables. Younger farmers need to be fully engaged in utilizing the dissemination of digital agricultural application technology through training practices supported by improved facilities
Analisis Strategi Untuk Meningkatkan Daya Saing Program Warung BAZNAS Kabupaten Sukabumi Findi, Muhammad; Muhandri, Tjahja; Ayu, Esti Rahmani
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.120-126

Abstract

Usaha mikro dalam penyerapan tenaga kerja merupakan sektor usaha yang berhasil mengurangi jumlah pengangguran. Warung BAZNAS terbentuk tahun 2019 sebagai usaha sembako berjumlah 50 warung. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengidentifikasi jumlah Warung BAZNAS yang masih beroperasi dan yang tidak beroperasi (tutup). 2. Mengidentifikasi berapa persen Warung BAZNAS yang menjadi munfiq. 3. Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Warung BAZNAS. 4. Menyusun strategi Warung BAZNAS. Data yang diperoleh menggunakan Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (SWOT) dan Lima Kekuatan Porter. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Warung BAZNAS yang semula berjumlah 50, kini hanya 33 yang masih beroperasi. 2. Jumlah Warung BAZNAS yang menjadi munfiq pada tahun 2021-2023 sebanyak 32 warung atau 64%. 3. Warung BAZNAS berada pada kuadran V termasuk perusahaan yang tahan dan mempertahankan. Fokus organisasi ini adalah terobosan di pasar dan pengembangan produk (David et al 2011). 4. Strategi analisis SWOT adalah pencatatan penjualan sederhana, pelayanan prima, diskon atau potongan harga, sistem pembayaran kepada distributor, pemilihan lokasi strategis, pengembalian barang kepada distributor, sistem pengiriman barang dari distributor, pengadaan barang dagangan dari distributor, harga jual yang bersaing. Sedangkan strategi Five Forces meliputi persaingan dalam industri yaitu warung sembako, potensi masuknya pesaing baru yaitu warung baru, potensi pengembangan produk substitusi yaitu keragaman produk sembako, daya tawar pemasok yaitu distributor, dan daya tawar konsumen yaitu persepsi harga
Strategi Pengembangan dan Analisis Kelayakan Usaha Pada PT XYZ (Studi Kasus : Tenant Badan Riset Inovasi Nasional) Yuanto, Eka Novah; Raharja, Sapta; Aminah, Mimin
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.127-135

Abstract

PT XYZ is a company engaged in footwear/shoes, innovative products in the form of aromatherapy shoes equipped with essential oil extracts from orange peel waste which are useful to suppress the growth of bacteria that cause foot odor. Currently PT XYZ is receiving support from the government through a business incubatror institution, in the form of coaching to increase sales value supported by facilities and access to technology. The objectives of this study are (1) to identify internal and external factors that affect business development; (2) to analyze the business feasibility of PT XYZ; (3) to determine priority strategies for business development. The methods used in this research are SWOT analysis and Analytical Hierarchy Process. While business feasibility uses the calculation method of Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, Break Even Points. Internal factors that become strengths are always innovative to new products that are in demand by the market, while weaknesses are complicated recording of expenses and income. The external factor that becomes an opportunity is that as a tenant BRIN can use the lab and the threat is the theft of aromatherapy ideas. The business feasibility analysis is considered feasible and the results of the Determination of strategic priorities with AHP produce four strategic priorities
Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Coffee Shop Di Bandar Lampung Parida, Parida; Desfaryani, Rini; Apriyani, Marlinda; Sutarni, Sutarni
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.19.2.136-146

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar didunia. Salah satunya Provinsi Lampung yang terkenal dengan produksi kopinya, Provinsi Lampung mampu menghasilkan 294.440 ribu ton kopi. Produksi kopi yang melimpah ini diikuti dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk menikmati kopi. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mengikuti zaman atau tren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis karakteristik konsumen coffee shop di Bandar Lampung, (2) menganalisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Atribut produk coffee shop di Bandar Lampung (3) Menganalisis Tingkat Kepentingan Coffee Shop di Bandar Lampung. Tekhnik pengambilan sampel dengan metode penarikan sample yang dipilih yaitu Purpossive Sampling, yaitu sampel yang dipilih untuk penelitian ini, ada tiga usaha Coffee Shop di Kota Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini Hasil analisis karakteristik responden Coffee Shop Bandar Lampung didapatkan bahwa konsumen yang paling banyak berkunjung yaitu responden yang berdomisili di Bandar Lampung, berjenis kelamin laki-laki, dengan rata-rata umur 17-25 tahun. Kebanyakan responden memiliki status pendidikan dan pekerjaan sebagai mahasiswa dengan pendapatan rata-rata per bulan yaitu Rp1.000.000-Rp3.000.000. Berdasarkan hasil analisis CSI menunjukkan nilai tingkat kepuasan konsumen di Coffee Shop adalah sebesar 89,32% masuk kedalam kategori sangat puas. Berdasarkan hasil analisis Importance Perfomnace Analysis (IPA) atribut yang harus di perbaiki yaitu atribut pada kuadran I (harga, aroma, desain) dikarenakan konsumen merasa penting akan tetapi tidak mendapatkan sesuai yang diinginkan. Atribut yang harus dipertahankan, yaitu atribut pada kuadran II (harga, rasa, kemasan dan suasana) agar konsumen tidak berpindah Coffe atau perusahaan
Analisis Pemenuhan TKDN Produk Pada Industri Kreatif Sektor Fesyen, Kuliner, dan Kerajinan DI Yogyakarta Fitrihana, Noor; Brilianti, Grahita Prisca; Suparmanto, Nova
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.20.1.45-54

Abstract

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah instrumen kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam proses produksi suatu barang atau jasa. Implementasi dan pemenuhan TKDN dalam industri kecil (IK) khususnya di industri kreatif menghadapi tantangan tersendiri. Kajian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan pemenuhan TKDN-IK untuk menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. Penelitian ini mengevaluasi empat variabel: bahan/ material, tenaga kerja, biaya tidak langsung pabrik, dan biaya pengembangan. Responden dalam penelitian adalah pelaku usaha di industri kreatif pada bidang usaha fesyen, kuliner, dan kerajinan di DI Yogyakarta, dengan penarikan sampel secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, observasi, dokumentasi, serta FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan TKDN-IK di sektor fesyen, kuliner, dan kerajinan sudah cukup baik pada beberapa aspek, seperti penggunaan bahan baku lokal dan pengelolaan biaya operasional. Namun, aspek-aspek seperti penyediaan bahan lokal, pelatihan tenaga kerja, keselamatan kerja, serta sertifikasi masih menjadi tantangan yang perlu diperbaiki. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya informasi, proses administrasi yang rumit, serta persepsi. Untuk mendukung pemenuhan TKDN-IK, diperlukan upaya lebih lanjut dari pemerintah dalam hal sosialisasi, pendampingan, serta penyederhanaan prosedur sertifikasi.
Kajian Teknologi 5G Dalam Infrastruktur Sebagai Bagian Dari Industri Dahmir, Fauzie; Krisnowo, Agus; Taufik, Mochamad; Prabowo, Jonathan
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.20.1.80-84

Abstract

Infrastruktur Teknologi 5G merupakan fasilitator informasi antara Publik dan Industri dengan meningkatkan akses jaringan dan layanan pita lebar. Dalam makalah ini, kami menyelidiki bagaimana infrastruktur Teknologi 5G mempengaruhi pertumbuhan Industri Dalam Proses. Teknologi 5G adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler di luar standar 4G. Teknologi 5G diprediksi memiliki kecepatan sekitar 800Gbps, atau seratus kali lebih cepat dari kecepatan generasi sebelumnya. 5G mampu memberikan kecepatan data yang jauh lebih cepat daripada 4G, dengan kecepatan data puncak hingga 20 Gigabit per detik (Gbps). Dalam industri manufaktur, teknologi 5G diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dengan meningkatkan komunikasi antara mesin dan peralatan. Ini akan memungkinkan pemantauan kondisi mesin dan peralatan secara real-time, serta mengidentifikasi dan mengatasi masalah sebelum menyebabkan Sistem Masalah. Konektivitas dalam teknologi 5G yang lebih cepat dan lebih andal diharapkan dapat membawa perubahan besar dalam industri dan Sektor ekonomi
Motivasi Pelaku UMKM Kuliner untuk Memperoleh Sertifikasi Halal Hubeis, Musa; Sulaeman, Ahmad; Wulandari, Dian
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.20.1.1-6

Abstract

Kajian motivasi pelaku UMKM kuliner dalam memperoleh sertifikasi halal ini dilakukan guna memperoleh informasi terkait variabel-variabel yang mempengaruhi guna merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan motivasi pelaku UMKM kuliner dalam memperoleh sertifikasi halal. Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang memotivasi pelaku UMKM kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal, (2) menganalisis faktor-faktor apa yang paling dominan memotivasi pelaku UMKM Kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal dan (3) merumuskan implementasi kebijakan sertifikasi halal bagi para pelaku UMKM kuliner di sentra kuliner/kantin wilayah Jakarta Selatan. Pada penelitian ini, alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, SWOT dan AHP. Berdasarkan hasil analisis, Faktor-faktor yang memotivasi UMKM kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal yaitu usia, gender, literasi dan biaya. Faktor yang paling dominan memotivasi UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal adalah gender. Kebijakan yang diterapkan agar pelaku UMKM bersedia melaksanakan sertifikasi halal adalah dengan membuat serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan pendaftaran sertifikasi halal.
Kajian Sistem Ketertelusuran dan Recall pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pangan yang Telah Memiliki PIRT di Jakarta dan Bogor Frido, Salsabila Safira; Adawiyah, Dede Robiatul; Muhandri, Tjahja
MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/mikm.20.1.34-44

Abstract

Cara mewujudkan keamanan pangan di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah dengan mengimplementasikan Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan yang Baik. Badan POM RI telah mengeluarkan kebijakan no HK.03.1.23.04.12.2207 tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan sarana produksi pangan industri rumah tangga yang dapat digunakan sebagai checklist praktik yang baik pada UMKM. Aturan tersebut mencakup 14 aspek dimana salah satu aspek kritis yang wajib terpenuhi berkaitan dengan penarikan pangan/recall, UMKM membutuhkan sistem ketertelusuran yang baik dan handal untuk memastikan konsumen terlindungi dari konsumsi makanan yang tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status penerapan ketertelusuran pangan pada UMKM pangan yang telah memiliki PIRT di Jakarta dan Bogor. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah UMKM yang memiliki PIRT berlokasi di DKI Jakarta dan Kota Bogor. Tahapan penelitian ini melibatkan 92 pelaku industri rumah tangga yang memiliki produk PIRT yang selanjutnya dianalisa dengan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sudah memiliki pengetahuan tentang sistem ketertelusuran pangan. Namun dalam penerapannya, masih terdapat 30 (32,6%) diantaranya belum menerapkan sistem ketertelusuran baik dengan metode dokumen kertas, barcode, QR code, maupun metode lainnya.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Manajemen IKM Vol. 20 No. 2 (2025): Manajemen IKM Vol. 20 No. 1 (2025): Manajemen IKM Vol. 19 No. 2 (2024): Manajemen IKM Vol. 19 No. 1 (2024): Manajemen IKM Vol. 18 No. 2 (2023): Manajemen IKM Vol. 18 No. 1 (2023): Manajemen IKM Vol. 17 No. 2 (2022): Manajemen IKM Vol. 17 No. 1 (2022): Manajemen IKM Vol. 16 No. 2 (2021): Manajemen IKM Vol. 16 No. 1 (2021): Manajemen IKM Vol. 15 No. 2 (2020): Manajemen IKM Vol. 15 No. 1 (2020): Manajemen IKM Vol. 14 No. 2 (2019): Manajemen IKM Vol. 14 No. 1 (2019): Manajemen IKM Vol. 13 No. 2 (2018): Manajemen IKM Vol. 13 No. 1 (2018): Manajemen IKM Vol. 12 No. 2 (2017): Manajemen IKM Vol. 12 No. 1 (2017): Manajemen IKM Vol. 11 No. 2 (2016): Manajemen IKM Vol. 11 No. 1 (2016): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 2 (2015): MANAJEMEN IKM Vol. 10 No. 1 (2015): Manajemen IKM Vol. 9 No. 2 (2014): Manajemen IKM Vol. 9 No. 1 (2014): Manajemen IKM Vol. 8 No. 2 (2013): Manajemen IKM Vol. 8 No. 1 (2013): Manajemen IKM Vol. 7 No. 2 (2012): Manajemen IKM Vol. 7 No. 1 (2012): Manajemen IKM Vol. 6 No. 2 (2011): Manajemen IKM Vol. 6 No. 1 (2011): Manajemen IKM Vol. 5 No. 1 (2010): Manajemen IKM Vol. 4 No. 2 (2009): Manajemen IKM Vol. 4 No. 1 (2009): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 3 No. 1 (2008): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 2 No. 1 (2007): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 2 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah Vol. 1 No. 1 (2006): Jurnal Magister Profesional Industri Kecil Menengah More Issue