cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
Efektivitas Metode Contextual Teaching and Learning terhadap Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Siswa di MTs Miftahul Ilmiyah Mojowetan Blora Hidayah, Riska Nurul; Azis, Achmad Abdul; Rizal, Ahmad Saiful
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2124

Abstract

Islamic jurisprudence (Fiqih) learning in madrasahs often faces challenges in bridging normative religious material with students’ everyday life contexts, resulting in limited practical understanding. This study addresses this issue by implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) method as an innovative approach to improve students’ learning outcomes in Fiqih at MTs Miftahul Ilmiyah Mojowetan Blora. The purpose of this research is to identify the effectiveness of CTL in enhancing both conceptual understanding and practical application among students. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation of learning activities. Data analysis followed the stages of reduction, display, and inductive conclusion drawing. The results indicate that CTL positively affects all domains of learning outcomes: cognitively, the percentage of students meeting the Minimum Mastery Criteria (KKM) increased from 55% to 73%; affectively, students demonstrated higher motivation and engagement in classroom discussions; and psychomotorically, they were able to apply the principles of Islamic trading law (jual beli) in practice. Furthermore, CTL enhanced students’ motivation and participation, making Fiqih learning more relevant and applicable to their daily lives. These findings affirm that CTL provides a comprehensive impact on students’ cognitive, affective, and psychomotor development, while simultaneously strengthening their character and spirituality. Therefore, this study underscores the importance of context-based Fiqih learning as a pedagogical innovation for advancing Islamic education.ABSTRAKPembelajaran Fiqih di madrasah sering kali menghadapi tantangan dalam menjembatani materi normatif keagamaan dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pemahaman praktis siswa cenderung terbatas. Penelitian ini berupaya menjawab persoalan tersebut dengan menerapkan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih di MTs Miftahul Ilmiyah Mojowetan Blora. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi efektivitas CTL dalam meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus pengamalan praktis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL berdampak positif pada seluruh ranah hasil belajar: secara kognitif, terjadi peningkatan dari 55% menjadi 73% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM); secara afektif, siswa lebih termotivasi dan aktif dalam diskusi; dan secara psikomotorik, mereka mampu mempraktikkan hukum jual beli sesuai ketentuan syariat. Selain itu, CTL meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, sehingga para siswa merasa materi Fiqih lebih relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan CTL memberikan dampak menyeluruh terhadap aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa, serta berkontribusi dalam memperkuat karakter dan spiritualitas mereka. Dengan demikian, Implikasi penelitian ini ini menegaskan pentingnya pembelajaran Fiqih berbasis konteks kehidupan nyata sebagai upaya pengembangan metode pedagogis dalam pendidikan Islam.
Represifisme, Beban Publik, dan Ekonomi Rakyat: Krisis Nilai di Tengah Kekerasan Negara Rifki, Muchamad; Wahyudin, Wahyudin; Pujawa, Aneng Roehanah; Fauziyah, Nita; Juhara, Heri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i5.2053

Abstract

The wave of demonstrations in Indonesia from late August to early September 2025 reflected public unrest over social injustice, corruption, and weak state governance. The mass demonstrations that took place in various regions prompted a repressive response from security forces, including the use of tear gas, rubber bullets, mass arrests, and even loss of life. This study aims to analyze the crisis of values arising from the clash between the people's right to express their aspirations and state repression. The research method used a descriptive qualitative approach based on observations of literature, online news, and reports from human rights organizations. The results indicate that repression leads to a degradation of democratic values, justice, and humanity. Furthermore, the economic burden on the people is further burdened by the disruption of social and economic activities. This study emphasizes the importance of a humanistic approach in handling demonstrations to prevent further erosion of basic societal values.ABSTRAKGelombang demonstrasi di Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2025 mencerminkan keresahan publik terhadap ketidakadilan sosial, korupsi, dan lemahnya tata kelola negara. Aksi massa yang berlangsung di berbagai daerah memunculkan respons represif dari aparat keamanan, termasuk penggunaan gas air mata, peluru karet, penangkapan massal, hingga jatuhnya korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis nilai yang lahir dari benturan antara hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan tindakan represif negara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis observasi literatur, berita daring, dan laporan lembaga HAM. Hasil kajian menunjukkan bahwa represifisme menimbulkan degradasi nilai demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan. Selain itu, beban ekonomi rakyat semakin berat akibat terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan demonstrasi, agar nilai-nilai dasar kemasyarakatan tidak semakin tergerus.
Peran Guru Agama dalam Meningkatkan Akhlak berbasis kearifan lokal: Studi Kasus di SMPN 1 Jepon Kabupaten Blora Sofan, Sofan; Fitriana, Dyah Ayu; Jaya, Arim Irsyadulloh Albin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2121

Abstract

The phenomenon of moral degradation among adolescents, including junior high school students, has become a serious challenge for Islamic education. This study aims to analyze the role of Islamic Education (PAI) teachers in improving students’ moral character through the integration of local wisdom values at SMP Negeri 1 Jepon, Blora Regency. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with Islamic education teachers, observation of school religious activities, and analysis of documents related to moral habituation programs. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, along with validity testing through source and technique triangulation. The findings reveal that Islamic education teachers play seven strategic roles in fostering students’ morality, namely as role models, motivators, spiritual guides, initiators of religious habituation, mediators of local cultural values, moral supervisors, and learning innovators. The integration of Islamic values with local wisdom such as Javanese proverbs and songs, the tradition of gotong royong (mutual cooperation), and regular worship practices has proven effective in cultivating students’ discipline, responsibility, solidarity, and politeness. This study concludes that the collaboration between Islamic values and local wisdom serves as an effective and contextually relevant approach to moral education in the modern era.ABSTRAKFenomena degradasi moral di kalangan remaja, termasuk siswa SMP, menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan akhlak siswa melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal di SMP Negeri 1 Jepon Kabupaten Blora. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, observasi kegiatan keagamaan sekolah, dan analisis dokumen program pembiasaan. Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki tujuh peran strategis dalam pembinaan akhlak siswa, yaitu sebagai teladan, motivator, pembimbing rohani, penggerak pembiasaan ibadah, mediator nilai budaya lokal, pengawas moral, dan inovator pembelajaran. Integrasi nilai agama dengan kearifan lokal, seperti pepatah dan tembang Jawa, tradisi gotong royong, serta pembiasaan ibadah rutin, terbukti efektif menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, solidaritas, dan sopan santun siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara nilai Islam dan kearifan lokal dapat menjadi pendekatan efektif dalam pendidikan akhlak kontekstual di era modern.
STUDI ANALISIS KRITERIA KEBENARAN DALAM PENUGASAN KARYA ILMIAH PAI PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU DAN KEISLAMAN Pohan, Selamat; Sartina, Sartina; Khairani, Khairani; Nurjannah, Nurjannah; Muslimin, Muslimin
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2264

Abstract

The dichotomy and gap in assessing the truth of Islamic Religious Education (IRE) scientific works has become the latest issue in the academic world. Modern academic standards demand empirical, logical, and pragmatic truth based on the perspective of the philosophy of science. On the other hand, PAI itself relies on revelatory truth and Islamic values that are normative and transcendental. This study uses a qualitative approach with library research. The data analysis techniques applied are qualitative content analysis and hermeneutic analysis. The results of the study show that: 1). The philosophical basis of the nature of scientific truth and its relevance to PAI scientific works is that the theories of truth in the philosophy of science (correspondence, coherence, and pragmatism) are insufficient if applied separately in PAI scientific works. These three theories need to be integrated holistically in order to capture the complexity of religious education, which is not only empirical but also contains transcendental values. 2). The paradigm of truth in Islamic epistemology and its implications for PAI research methodology is that Islamic epistemology offers an integrative paradigm that combines naql (revelation), 'aql (reason), and empirical reality. Revelation serves as the foundation of values and normative guidance, while reason is a tool for critical analysis. 3). Critical synthesis: formulating an integrative framework of scientific-Islamic truth as a standard for assigning PAI scientific works is that based on the synthesis of the two perspectives above, this study successfully formulated an Integrative Framework of Scientific-Islamic Truth with four operational criteria. First, conformity with Islamic values (Islamicity). Second, methodological rigor (academic rigor). Third, contextuality and social relevance. Fourth, honesty and intellectual ethics. The implementation of the research results in the form of PAI scientific work assessment standards integrates scientific truth with revelatory truth into a single, comprehensive framework.ABSTRAKDikotomi dan kesenjangan dalam menilai kebenaran karya ilmiah Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi problematika terbaru dalam dunia akaademis. Standar akademik modern menuntut kebenaran yang bersifat empiris, logis, dan pragmatis berdasarkan perspektif filsafat ilmu. Di sisi lain, PAI sendiri bertumpu pada kebenaran wahyu dan nilai-nilai Islam yang bersifat normatif dan transendental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis isi kualitatif (qualitative content analysis) dan analisis hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: 1). Landasan filosofis tentang hakikat kebenaran ilmiah dan relevansinya dengan karya ilmiah PAI adalah bahwa teori kebenaran filsafat ilmu (korespondensi, koherensi, dan pragmatis) tidak cukup jika diterapkan secara terpisah dalam karya ilmiah PAI. Ketiga teori ini justru perlu dipadukan secara holistik agar dapat menangkap kompleksitas realitas pendidikan agama yang tidak hanya empiris tetapi juga mengandung nilai-nilai transendental. 2). Paradigma kebenaran dalam epistemologi islam dan implikasinya terhadap metodologi penelitian PAI adalah bahwa epistemologi Islam menawarkan paradigma integratif yang memadukan naql (wahyu), 'aql (akal), dan realitas empiris. Wahyu berfungsi sebagai fondasi nilai dan panduan normatif, sementara akal menjadi alat analisis kritis. 3). Sintesis kritis: merumuskan kerangka integratif kebenaran ilmiah-islami sebagai standar penugasan karya ilmiah PAI adalah bahwa berdasarkan sintesis kedua perspektif di atas, penelitian ini berhasil merumuskan Kerangka Integratif Kebenaran Ilmiah-Islami dengan empat kriteria operasional. Pertama, kesesuaian dengan nilai-nilai Islam (Islamicity). Kedua, keketatan metodologis (academic rigor). Ketiga, kontekstualitas dan relevansi sosial. Keempat, kejujuran dan etika intelektual. Implementasi hasil penelitian dalam bentuk standar penilaian karya ilmiah PAI yang mengintegrasikan kebenaran ilmiah dengan kebenaran wahyu ke dalam satu kerangka utuh.
Kontribusi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Kewarganegaraan terhadap Pencapaian SDGs 2030 Zuraida, Zuraida; Makmur, Makmur; Nuraini, Nuraini; Nurlaila, Nurlaila; Pratama, Arizqi Ihsan; Lawang, Karimuddin Abdullah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2138

Abstract

This article explores the contribution of Islamic Religious Education (PAI) and Civic Education (PKn) to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, particularly Goal 4 (quality education) and Goal 16 (peace, justice, and strong institutions). Employing a literature review method, this study examines scholarly works related to the roles of PAI and PKn in strengthening character, morality, civic literacy, as well as national and religious values. The findings reveal that PAI fosters ethics, spirituality, and religious moderation, while PKn emphasizes democracy, tolerance, and legal awareness. Their synergy creates an educational model that shapes citizens who are both religious and democratic, thus aligning with the objectives of the SDGs 2030. This research contributes theoretically by enriching integrative literature on PAI and PKn, and practically by providing implications for strengthening the national education curriculum based on character, nationalism, and religious values.ABSTRAKArtikel ini membahas kontribusi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya tujuan ke-4 (pendidikan berkualitas) dan tujuan ke-16 (perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat). Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur terkait peran PAI dan PKn dalam penguatan karakter, moralitas, civic literacy, serta nilai-nilai kebangsaan dan religiusitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam menanamkan akhlak, spiritualitas, dan moderasi beragama, sedangkan PKn menekankan demokrasi, toleransi, dan kesadaran hukum. Sinergi keduanya menghasilkan model pendidikan yang mampu membentuk warga negara religius sekaligus demokratis, sehingga relevan dengan pencapaian SDGs 2030. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoritis berupa pengayaan literatur integratif PAI-PKn serta implikasi praktis bagi penguatan kurikulum pendidikan nasional berbasis karakter, kebangsaan, dan nilai keagamaan.
PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Rifki, Muchamad; Wahyuni, Neneng Sri; Nasrullah, Fathonah; Hidayatuloh, Abdul Aziz; Hasan, Muhammad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2054

Abstract

This study examines the urgency of value education in the era of globalization, as well as the approaches and strategies that can be applied in learning processes to shape students’ character. Globalization brings positive impacts such as easier access to information and improved skills, but it also presents challenges including moral degradation, weakened cultural identity, and increasing individualism. Therefore, value education must be positioned as an integral part of the learning process. This research employs a library research method by analyzing literature related to value education, learning approaches, and character-building strategies. The findings indicate that value education can be internalized through approaches such as role modeling, habituation, value dialogue, value clarification, and curriculum integration. This study identifies that the combination of role modeling and habituation represents the most effective strategy within the context of formal education in Indonesia. In addition, active learning, collaborative learning, and project-based learning provide opportunities for students to understand and practice values through real-life experiences. This research offers a conceptual contribution to the development of value-education practices based on curriculum integration and active learning in schools.ABSTRAKPenelitian ini membahas urgensi pendidikan nilai di era globalisasi serta pendekatan dan strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter peserta didik. Globalisasi membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan keterampilan, namun juga menimbulkan tantangan seperti degradasi moral, melemahnya identitas budaya, dan meningkatnya individualisme. Oleh karena itu, pendidikan nilai perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait pendidikan nilai, pendekatan pembelajaran, dan strategi implementasi karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nilai dapat di internalisasi melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, serta integrasi nilai dalam kurikulum. Kajian ini menemukan bahwa kombinasi pendekatan keteladanan dan pembiasaan merupakan strategi yang paling efektif dalam konteks pendidikan formal di Indonesia. Selain itu, strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami dan mempraktikkan nilai dalam pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan praktik pendidikan nilai berbasis integrasi kurikulum dan pembelajaran aktif di sekolah.
Implementasi Teaching at the Right Level (TaRL) dalam Pembelajaran Al-Qur'an pada Generasi Alpha di SMP Islam Assalam Kradenan Grobogan Jawa Tengah Wardhani, Lizza Izuiana; Nurkayati, Siti; Syaifulloh, Ahmad
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2128

Abstract

The low ability and fluency in reading the Qur'an among Generation Alpha has become a pressing challenge for Islamic educational institutions, particularly given the characteristics of this generation as digital natives who are easily disengaged and prefer visual- and audio-based learning. This study aims to explore the implementation of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach in Qur’anic learning at SMP Islam Assalam Kradenan, Grobogan, focusing on mapping students’ reading abilities, designing differentiated learning strategies, and identifying the challenges, strengths, and limitations of the model. Employing a descriptive qualitative approach, the study collected data through observation, in-depth interviews, and documentation, with Islamic education teachers and students as key participants. Data were analyzed through reduction, presentation, and verification stages, while validity was ensured using source and methodological triangulation. The findings reveal that TaRL effectively categorizes students’ Qur’anic reading skills into three levels (basic, intermediate, and advanced) and provides adaptive learning strategies tailored to their needs. This approach was found to enhance learning motivation, strengthen Qur’anic reading competence, and foster active student engagement. Nevertheless, challenges such as time constraints, teacher readiness, and resistance to new methods were also identified. The study concludes that TaRL holds significant potential as an innovative approach to Qur’anic education for Generation Alpha, filling a research gap, while contributing both practically and theoretically to the broader development of Islamic education in response to contemporary learning needs.ABSTRAKRendahnya kemampuan dan kelancaran membaca al-Qur’an di kalangan generasi Alpha menjadi tantangan serius bagi lembaga pendidikan Islam, terutama karena karakteristik generasi ini yang merupakan digital native, mudah bosan, serta lebih menyukai pembelajaran berbasis visual dan audio. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam pembelajaran Al-Qur’an di SMP Islam Assalam Kradenan Grobogan, dengan fokus pada pemetaan kemampuan baca siswa, rancangan strategi pembelajaran diferensiasi, serta identifikasi tantangan, kelebihan, dan keterbatasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta melibatkan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa sebagai partisipan utama. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi, sementara keabsahan diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TaRL mampu memetakan kemampuan baca Al-Qur’an siswa menjadi tiga level (dasar, menengah, mahir) dengan strategi pembelajaran yang adaptif dan berbasis kebutuhan. Pendekatan ini mendorong peningkatan motivasi belajar, memperkuat kompetensi membaca Al-Qur’an, serta menumbuhkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Namun, penelitian juga menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru, serta resistensi terhadap perubahan metode. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TaRL memiliki potensi signifikan sebagai inovasi pembelajaran Al-Qur’an bagi generasi Alpha, mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya, sekaligus memberikan kontribusi praktis dan teoretis bagi pengembangan pendidikan Islam yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Mencuci Tangan Anak Berkebutuhan Khusus Di Kecamatan Pandeglang Mahargyani, Gea Esika; Pratama, Toni Yudha; Sidik, Sistriadini Alamsyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2150

Abstract

Parents are the lifeblood of a family who provide good things in educating children, including children with special needs. This study aims to describe the parenting patterns of parents in shaping the independence of children with special needs in Pandeglang District, especially children with conditions of tunagrahita, tunadaksa, and autism. Children with special needs often face obstacles in social development and independent abilities, so the parenting patterns applied by parents have a very crucial role. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, documentation and participatory field notes to a number of parents who have children with special needs. The results showed that there were variations in the parenting patterns used, ranging from authoritarian, permissive, to democratic parenting. The parenting patterns applied by each parent to the independence of hand washing activities for children with special needs in Pandeglang District, namely parents L and F apply a combination of authoritarian, democratic and permissive parenting patterns. This democratic parenting is applied by parents A, D, R, RB, L and F. The six parents apply democratic parenting, namely a clear boundary and an expectation in monitoring children's behavior.  Parents always use reasons and rules as achievements or give warnings related to children's behavior. The application of parenting patterns with good and positive children makes effective application, both for the development of children's independence and vice versa.ABSTRAK Orang tua adalah pelengkap hidup di dalam suatu keluarga yang memberikan hal-hal baik dalam mendidik anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam membentuk kemandirian anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pandeglang, khususnya anak dengan kondisi tunagrahita, tunadaksa, dan autisme. Anak berkebutuhan khusus seringkali menghadapi hambatan dalam perkembangan sosial dan kemampuan mandiri, sehingga pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki peran yang sangat krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi serta catatan lapangan partisipatif terhadap sejumlah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pola asuh yang digunakan, mulai dari pola asuh otoriter, permisif, hingga demokratis. Pola asuh yang diterapkan masing-masing orang tua terhadap kegiatan kemandirian mencuci tangan anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pandeglang yakni orang tua L dan F menerapkan pola asuh kombinasi antara otoriter, demokratis dan permisif.  Pola asuh demokratis ini diterapkan oleh orang tua A, D, R, RB, L dan F keenam orang tua menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebuah batasan dan sebuah harapan yang jelas dalam memantau perilaku anak.  Orang tua selalu menggunakan alasan dan aturan sebagai pencapaian atau memberikan peringatan yang berhubungan dengan perilaku anak. Penerapan pola asuh dengan pembawaan yang baik dan positif anak menjadikan penerapan yang efektif, baik terhadap perkembangan kemandirian anak begitupun sebaliknya.
Studi Kualitatif Naratif tentang Perilaku Bullying Siswa Kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang Luan, Maria Egabriela; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2238

Abstract

Bullying among junior high school students remains a significant issue that disrupts adolescents’ social and emotional development. This study employed a qualitative narrative design to explore the forms, causes, and impacts of bullying among seventh-grade students at SMPK St. Theresia Kupang. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving ten students and one guidance and counseling teacher. The findings reveal that verbal and social bullying are most prevalent, driven by peer pressure and the need for social recognition; while victims experience emotional stress, decreased learning motivation, and impaired social relationships. The study recommends empathy-based prevention strategies and the integration of religious character values into the curriculum. This research contributes to strengthening school intervention models to foster a safe and inclusive learning environment.ABSTRAKFenomena bullying di kalangan siswa SMP masih menjadi tantangan serius yang menghambat perkembangan sosial-emosional remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain naratif untuk menggali bentuk, faktor penyebab, dan dampak perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan lima siswa serta seorang guru BK. Hasil penelitian menunjukkan dominasi bullying verbal dan sosial yang dipengaruhi oleh teman sebaya dan kebutuhan akan pengakuan; sementara korban mengalami stres emosional, penurunan motivasi belajar, dan gangguan relasi sosial. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya strategi pencegahan berbasis empati serta integrasi nilai karakter religius dalam kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan model intervensi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
PROFIL MANAJEMEN WAKTU SISWA KELAS 7 SMP NEGERI 11 KOTA KUPANG Kosat, Maria Klavarita; Erlinda, Maria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2244

Abstract

Effective time management is an essential skill that students must possess to achieve a balance between academic, social, and personal activities. This study aims to describe how seventh-grade students at SMP Negeri 11 Kota Kupang manage their time and the challenges they face in that process. Based on interviews with thirteen students a sample selection intended to achieve the richness and depth of case description it was found that good time management correlates positively with academic results, and contributes to a reduction in stress and confusion levels. Specifically, good time management was directly associated with better academic outcomes, as well as reduced stress and confusion. However, students also face various challenges, such as distractions from family, a packed extracurricular schedule, and a lack of supervision in time management. The research highlights the importance of parental support in helping students build disciplined habits in time management. The results of this study are expected to serve as material for consideration in improving student time management both at school and at home, and to provide insight into the crucial role of the family in supporting students' academic success.ABSTRAKManajemen waktu yang efektif merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh siswa untuk mencapai keseimbangan antara kegiatan akademik, sosial, dan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana siswa kelas 7 SMP Negeri 11 Kota Kupang mengelola waktu mereka dan tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Berdasarkan wawancara dengan tiga belas siswa, Pemilihan sampel ini bertujuan untuk mencapai kekayaan dan kedalaman deskripsi kasus. Ditemukan bahwa pengelolaan waktu yang baik berkorelasi positif dengan hasil akademik, serta berkontribusi pada penurunan tingkat stres dan kebingungan. ditemukan bahwa pengelolaan waktu yang baik berhubungan langsung dengan hasil akademik yang lebih baik, serta mengurangi stres dan kebingungan. Namun, siswa juga menghadapi berbagai tantangan, seperti gangguan dari keluarga, kegiatan ekstrakurikuler yang padat, serta kurangnya pengawasan dalam pengelolaan waktu. Penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan orang tua dalam membantu siswa untuk membangun kebiasaan disiplin dalam manajemen waktu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan pengelolaan waktu siswa di sekolah dan dirumah, serta memberikan wawasan mengenai peran pentingnya keluarga dalam mendukung keberhasilan akademik siswa.

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue