cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Edukasi Kesehatan Tentang Pemeriksaan Antenatal Care Berbasis Komunitas Setiana Andarwulan; Setiawandari Setiawandari; Tetty Rihardini; Solichatin Solichatin; Yuni Khoirul Waroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.998

Abstract

Antenatal care (ANC) encompasses a range of activities that take place from conception to the onset of labor, aiming to ensure comprehensive, quality care for all pregnant women. ANC services help prepare pregnant women for pregnancy, childbirth, and maintain an environment that protects babies from infection. Doctors and midwives are trained to provide high-quality ANC, screen, diagnose, treat and refer cases, thereby contributing to efforts to reduce maternal and newborn mortality. In 2016, WHO issued recommendations for antenatal care to provide a positive pregnancy experience and reduce maternal and child mortality and morbidity. One of the WHO recommendations is that ANC for a healthy pregnancy should be done at least 8 times, but after adjusting these guidelines to local conditions, it was agreed in Indonesia that ANC should be done at least 6 times, with a minimum of two visits to the doctor for screening of pregnancy risk factors or complications in the first trimester and one visit in the third trimester for screening of labor risk factors. Among the 30 pregnant women who underwent examination, 3 respondents had above-average blood pressure, thus requiring further observation to prevent further complications, such as preeclampsia.ABSTRAKPelayanan antenatal (ANC) mencakup berbagai kegiatan yang dilakukan sejak pembuahan hingga awal persalinan, yang bertujuan untuk memastikan pelayanan yang komprehensif dan berkualitas bagi semua ibu hamil. Layanan ANC membantu mempersiapkan ibu hamil untuk menghadapi kehamilan, persalinan, dan menjaga lingkungan yang melindungi bayi dari infeksi. Dokter dan bidan dilatih untuk memberikan ANC yang berkualitas tinggi, melakukan deteksi dini (skrining), mendiagnosis, menangani, dan merujuk kasus, sehingga berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Pada tahun 2016, WHO mengeluarkan rekomendasi perawatan antenatal untuk memberikan pengalaman kehamilan yang positif dan mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dan anak. Salah satu rekomendasi WHO adalah bahwa ANC untuk kehamilan yang sehat harus dilakukan setidaknya 8 kali, tetapi setelah menyesuaikan pedoman ini dengan kondisi lokal, disepakati di Indonesia bahwa ANC harus dilakukan setidaknya 6 kali, dengan minimal dua kali kunjungan ke dokter untuk skrining faktor risiko kehamilan atau komplikasi pada trimester pertama dan satu kali kunjungan pada trimester ketiga untuk skrining faktor risiko persalinan. Di antara 30 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan, 3 responden memiliki tekanan darah di atas rata-rata, sehingga memerlukan observasi lanjutan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti preeklampsia.
PENDAMPINGAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MEMBANGUN KARAKTER REMAJA Siregar, Syamsiah Defalina; Harahap, Siti Rahma; Amalia, Yuni; Nazirah, Rosmia; Sa’diah, Halimatus; Alfani, Niranda; Iqlimah, Iqlimah; Martua, Gong; Syofyan, Heri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.1202

Abstract

Islamic Counseling Guidance is an activity that originates from human life. In life, humans always experience various problems, so they need the help of others to solve their problems. Islamic Counseling Guidance is a series of service programs provided to students so that they are able to develop. Especially in terms of religious counseling guidance, which aims to provide assistance to individuals in their religious life to be in line with the provisions and instructions of Allah SWT so as to get happiness in the world and the hereafter.ABSTRAKBimbingan Konseling Islam adalah kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. Dalam kehidupan, manusia selalu mengalami masalah yang bermacam-macam, sehingga membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan masalahnya. Bimbingan Konseling Islam merupakan rangkaian program layanan yang diberikan kepada peserta didik agar mereka mampu berkembang. Terutama dalam hal bimbingan konseling agama, yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada individu dalam kehidupan agamanya agar sejalan dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT sehingga mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Pelatihan Inovasi Produk Pangan Berbasis Kopi di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Pertiwi, Made Gendis Putri; Zainuri, Zainuri; Rahayu, Novia; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Nofrida, Rini; Utama, Qabul Dinanta; Afriansyah, Dilla; Arsyi, Elmia Kharisma; Yusuf, Aulia Islamiati; Ruhaeni, Ruhaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.917

Abstract

One of the government's flagship programs for poverty reduction in NTB is the establishment of Tourism Villages. Robusta coffee is one of the abundant plantation commodities in Pakuan Village. However, due to the limited knowledge of the community regarding post-harvest processing of coffee, the community only sells ground coffee with makeshift plastic packaging. In the food sector, many coffee diversification efforts have been developed, one of which is into snack food in the form of candy. This training aims to increase community knowledge and skills related to coffee-based product processing technology so that they can produce high-economic-value candy products. The training involved 18 participants of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The training consisted of several stages including preparation, material presentation, practice, and evaluation. The success indicator of this training is the increase in knowledge, skills, and interest of the participants in coffee candy products.  The discussion activities of the trainees and the practice of making candy showed the additional knowledge and skills gained by the trainees. After the training and mentoring, the community has the ability and experience to process coffee into candy products.ABSTRAKSalah satu program unggulan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan di NTB yaitu penetapan Desa Wisata. Kopi robusta merupakan salah satu komoditas perkebunan yang melimpah di desa Pakuan. Namun karena keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait pengolahan pascapanen kopi menyebabkan masyarakat hanya menjual dalam bentuk kopi bubuk dengan kemasan plastik seadanya. Dalam bidang pangan upaya diversifikasi kopi telah banyak dikembangkan, salah satunya menjadi makanan kudapan berupa permen. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait teknologi pengolahan produk berbasis kopi sehingga mampu menghasilkan produk permen bernilai ekonomi tinggi. Pelatihan melibatkan 18 peserta yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pelatihan ini terdiri dari beberapa tahapan meliputi persiapan, pemaparan materi, praktik, dan evaluasi. Adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan minat peserta pelatihan menjadi indikator keberhasilan pelatihan ini. Aktivitas diskusi dan kegiatan praktik pembuatan permen oleh peserta pelatihan membuktikan bahwa pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh peserta bertambah. Setelah terlaksananya pelatihan dan pendampingan, masyarakat memiliki kemampuan dan pengalaman mengolah kopi menjadi produk permen. 
Meningkatkan Pendapatan Wanita Nelayan Melalui Pemasaran Digital Produk Olahan Hasil Perikanan di Konawe Selatan Isalman, Isalman; Isnawaty, Isnawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.770

Abstract

The abundant volume of catches in certain seasons and catches that cannot last long have encouraged women fishermen to make various types of processed fishery products. The processing process carried out, apart from extending storage life, can also expand the market segment. Some of the products produced are salted fish, pindang fish, shrimp paste, fish floss, fish crackers, and various prozen food products. It seems that the products produced are only marketed in traditional markets. So this business has not increased income significantly. To overcome these marketing challenges and problems, fisherwomen need intensive digital marketing training. By implementing digital marketing, female fishermen can access wider market segments, both geographically, demographically and psychographically. The training was carried out for one day and was attended by 20 female fishermen. Training activities use lecture, question and answer methods and direct practice in creating promotional content and Facebook Fanpage accounts. The results of the evaluation of digital marketing knowledge and skills before the training were an average of 6.0 and after the training the average was 7.08. This means that the training activities carried out have increased the digital marketing knowledge and skills of female fishermen. It is hoped that increasing digital marketing knowledge and skills can have an impact on reaching a wider target market, thereby increasing sales and income of female fishermen.ABSTRAKVolume hasil tangkapan yang melimpah dimusim tertentu serta hasil tangkapan yang tidak bisa bertahan lama telah mendorong para wanita nelayan untuk membuat berbagai jenis produk olahan hasil perikanan. Proses olahan yang dilakukan, selain dapat memperpanjang umur penyimpanan juga dapat memperluas segmen pasar. Beberapa produk yang dihasilkan adalah ikan asin, ikan pindang, terasi udang, abon ikan, krupuk ikan, dan berbagai produk prozen food, nampaknya produk yang dihasilkan hanya dipasarkan di pasar-pasar tradisional. Sehingga usaha ini belum meningkatkan pendapatan secara signifikan.  Untuk mengatasi tantangan dan masalah pemasaran ini, para wanita nelayan memerlukan pelatihan pemasaran digital yang intensif.  Penerapan pemasaran digital, para wanita nelayan dapat mengakses segmen pasar yang lebih luas, baik secara geografi, demografi, maupun psikografi. Pelatihan dilakukan selama satu hari dan di ikuti oleh 20 wanita nelayan. Kegiatan pelatihan menggunakan metode ceramah, tanya jawab serta praktek langsung dalam pembuatan konten promosi dan akun Fanpage Facebook. Hasil evaluasi pengetahuan dan keterampilan digital marketing sebelum pelatihan rerata 6,0 dan setelah pelatihan rerata 7,08. Artinya kegiatan pelatihan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital marketing wanita nelayan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan digital marketing diharapkan dapat berdampak pada jangkauan target pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan penjualan dan pendapatan wanita nelayan.
Pengembangan Potensi UMKM Sandal & Sepatu: Keterlibatan Produsen, Agen, dan Konsumen di Kelurahan Mulyaharja Kuntari, Wien; Sastrawan, Uding; Manalu, Doni Sahat Tua; Sebayang, Veralianta br; Lidya, Leni; Ristianingrum, Anita; Warcito, Warcito; Nurlela, Nurlela; Dewi, Intani; Rahmasari, Liisa Firhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.975

Abstract

This community service activity aims to support the development of the potential of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the sandal and shoe sector in Mulyaharja Village, Bogor City, through empowering producers, agents, and consumers. Through a participatory approach, this program involves innovative production training, strengthening distribution networks, and increasing consumer understanding of local products. The results of the community service show that the active involvement of producers in improving product quality, agents in expanding market access, and consumers in providing constructive feedback can increase the competitiveness and sustainability of MSMEs. Digital technology support is also implemented to help market and brand products more widely. The collaboration between these three main components shows that the development of MSMEs in Mulyaharja Village not only has an impact on local economic growth, but also on improving the skills and independence of the local community. It is hoped that the results of this activity can continue and become a model for the development of MSMEs in other areas.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor sandal dan sepatu di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, melalui pemberdayaan produsen, agen, dan konsumen. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan pelatihan produksi yang inovatif, penguatan jaringan distribusi, dan peningkatan pemahaman konsumen terhadap produk lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif produsen dalam peningkatan kualitas produk, agen dalam perluasan akses pasar, serta konsumen dalam memberikan umpan balik yang konstruktif dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM. Dukungan teknologi digital juga diimplementasikan untuk membantu pemasaran dan branding produk secara lebih luas. Kolaborasi antara ketiga komponen utama ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM di Kelurahan Mulyaharja tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga pada peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat setempat. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi model bagi pengembangan UMKM di wilayah lain.
UPAYA MENANGGULANGI BULLYING DI KALANGAN PELAJAR: STRATEGI EFEKTIF UNTUK MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG AMAN DAN POSITIF Idris, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.847

Abstract

Bullying among students is a serious problem that has a negative impact on students' emotional health, social relationships and academic performance. This article identifies and discusses various effective strategies for tackling bullying and creating a safe and positive school environment. By focusing on preventive and reactive approaches, this article explores the implementation of anti-bullying policies, the development of character education programs, training for teachers and staff, and the involvement of parents and the community. Emphasis is placed on the importance of a data-driven approach to measuring the success of initiatives and adapting strategies to school needs. Apart from that, this article also discusses the challenges often faced in strategy implementation and offers practical solutions to overcome them. Through this systematic effort, it is hoped that we can reduce the frequency and impact of bullying and improve the quality of the learning experience at school, creating an atmosphere that supports positive development for all students.ABSTRAKBullying di kalangan pelajar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan emosional, hubungan sosial, dan prestasi akademik siswa. Artikel ini mengidentifikasi dan membahas berbagai strategi efektif untuk menanggulangi bullying serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan positif. Dengan memfokuskan pada pendekatan preventif dan reaktif, artikel ini mengeksplorasi penerapan kebijakan anti-bullying, pengembangan program pendidikan karakter, pelatihan bagi guru dan staf, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat. Penekanan diberikan pada pentingnya pendekatan berbasis data untuk mengukur keberhasilan inisiatif dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan sekolah. Selain itu, artikel ini juga membahas tantangan yang sering dihadapi dalam implementasi strategi dan menawarkan solusi praktis untuk mengatasinya. Melalui upaya sistematis ini, diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan dampak bullying serta meningkatkan kualitas pengalaman belajar di sekolah, menciptakan suasana yang mendukung perkembangan positif bagi semua siswa.
Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Pernikahan Dini Bagi Remaja Desa Jerili Sebagai Upaya Mendukung SDGs Nomor 5 Achmad, Zainal Abidin; Arista, Zusnia Fuji; Ratnawati, Roro Anggi; Isnan, Mohammad; Prastyo, Adi Septo
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.988

Abstract

The method used in this community service program includes several stages. First, initial observations were carried out to understand the social conditions of teenagers in Jerili Village, especially regarding the rate of early marriage and sexual violence. After that, the team prepared relevant educational materials, referring to literature on the impact of early marriage and sexual violence. Academic activities are conducted interactively through group discussions, simulations, and educational video screenings. Furthermore, evaluation of participants' understanding was carried out using pre- and post-education questionnaires to measure the increase in awareness and knowledge of teenagers about the dangers of sexual violence and early marriage. The evaluation results showed a significant increase in the participants' understanding.ABSTRAKMetode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini meliputi beberapa tahapan. Pertama, dilakukan observasi awal untuk memahami kondisi sosial remaja di Desa Jerili, terutama terkait angka pernikahan dini dan kekerasan seksual. Setelah itu, tim menyusun materi edukasi yang relevan, mengacu pada literatur tentang dampak pernikahan dini dan kekerasan seksual. Kegiatan edukasi dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi, dan pemutaran video edukatif. Selanjutnya, evaluasi pemahaman peserta dilakukan menggunakan kuesioner pra dan pasca-edukasi untuk mengukur peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang bahaya kekerasan seksual dan pernikahan dini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman para peserta.
Pemeriksaan Hemoglobidan Edukasi Anemia Dengan endekatan Komplementer Pada Remaja Putri Qomariah, Siti; Darmadi, Darmadi; Juwita, Sellia; Saniya, Saniya; Donalizarti, Donalizarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.891

Abstract

Anemia is a nutritional problem throughout the world, especially in developing countries, including Indonesia. According to WHO, the prevalence of anemia in women in Indonesia is 23.9%, divided between the prevalence of anemia in women aged 5 to 14 years which is 26.4% and the prevalence of anemia in women aged 15 to 25 years which is 18.4%. Based on the results of Riskesdas in 2018, it was recorded that 26.8% of children aged 5-14 years suffered from anemia and 32% aged 15-24 years. Adolescent girls are 10 times more likely to suffer from anemia than teenagers. This community service is providing education and counseling regarding anemia to young women using a complementary approach at SMAN 7 Pekanbaru so that young women are related to anemia using a complementary approach. In this community service, Phase I Preparation is Anemia Education, Phase II Implementation is HB Examination and Phase III Evaluation is Evaluation of Anemia in Adolescents.  From the results of the HB examination of 137 teenage girls at SMAN 7 Pekanbaru, there were 7 teenage girls with mild anemia, while 137 were still in the normal category. There is still a lack of information regarding anemia in teenagers and examination results still show that young women have anemia.ABSTRAKAnemia adalah suatu masalah gangguan gizi di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut WHO, prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9%, terbagi antara prevalensi anemia pada perempuan usia 5 sampai 14 tahun sebesar 26,4% dan prevalensi anemia pada perempuan usia 15 hingga 25 tahun yaitu 18,4%. Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018, tercatat sebesar 26,8% anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32% pada usia 15-24 tahun. Remaja perempuan 10 kali lebih mungkin mengalami menderita anemia dibandingkan remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait Anemia pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMAN 7 Pekanbaru sehingga remaja puteri terkait Anemia dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu Edukasi Anemia, Tahapan II Pelaksanaan yaitu Pemeriksaan HB dan Tahap III Evaluasi yaitu Evaluasi tentang Anemia pada Remaja.  Dari hasil pemeriksaan  HB terhadap 137 remaja puteri SMAN 7 Pekanbaru terdapat 7 remaja puteri dengan anemia ringan, sedangkan 130 orang masih dalam kategori normal. Masih kurangnya informasi terkait anemia pada remaja dan hasil pemeriksaan masih ada menunjukkan remaja puteri mengalami anemia.
Aplikasi QR Code untuk Keragaman Hayati di Puncak Labuang Fryonanda, Harfebi; Vadreas, Andrew Kurniawan; A'yunin, Qurhata; Pratama, Fikri Wilya; Jonitra, Farhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.956

Abstract

Puncak Labuang Agrotourism in Limau Manih, Pauh District, Padang, is an educational tourism destination with great potential, especially in terms of natural beauty and biodiversity. However, the lack of accessible information for visitors limits understanding and awareness of the importance of environmental conservation. This program introduces a QR Code-based application to make it easier for visitors to access information about plant species and local ecosystems. The development method uses a prototyping approach, including needs analysis, prototype design, testing, and application implementation. QR Codes are placed on important plants, directing users to detailed information integrated with an interactive map. The program results show increased visitor awareness of conservation, community participation in information management, and promotion of the area as an environmentally friendly destination that contributes to the local economy. This innovation is expected to become a model for technology-based tourism management in the future.ABSTRAKAgrowisata Puncak Labuang di Limau Manih, Kecamatan Pauh, Padang, merupakan destinasi wisata edukatif dengan potensi besar, terutama dari keindahan alam dan keanekaragaman hayati. Namun, kurangnya informasi yang dapat diakses pengunjung membatasi pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Program ini memperkenalkan aplikasi berbasis QR Code untuk memudahkan pengunjung mengakses informasi tentang spesies tanaman dan ekosistem lokal. Metode pengembangan menggunakan pendekatan prototyping, meliputi analisis kebutuhan, desain prototipe, pengujian, dan implementasi aplikasi. QR Code dipasang pada tanaman penting, mengarahkan pengguna ke informasi terperinci yang terintegrasi dengan peta interaktif. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran pengunjung terhadap konservasi, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan informasi, serta promosi kawasan sebagai destinasi ramah lingkungan yang berkontribusi pada ekonomi lokal. Inovasi ini diharapkan menjadi model bagi pengelolaan wisata berbasis teknologi di masa depan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Kertasari, Kepulauan Sumbawa Besar melalui Pengembangan Produk Pangan Berbasis Rumput Laut Pawestri, Setyaning; Anam, Samsul; Sandralina, Mika; Mardiana, Mardiana; Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.1014

Abstract

The Quality Family Planning Program (KB Berkualitas) launched by BKKBN aims to improve family life quality with a focus on maternal and child health and reducing stunting. In West Sumbawa, although the Family Development Index (iBangga) is the highest in NTB, economic independence remains a challenge. Labuhan Kertasari Village has significant potential for economic empowerment through the development of seaweed-based food products. However, low selling prices and limited processing remain key issues. To address this, a training workshop titled “Developing Seaweed into Marketable Food Products” was held on October 23, 2024. The goal was to improve community economic welfare by transforming seaweed into high-value food products. The training targeted UMKM entrepreneurs, GenRe youth, and UPPKA group. Participants were taught how to process Kappaphycus alvarezii seaweed into brownies. The training showed high enthusiasm from participants, who actively engaged in discussions and hands-on practice. This initiative motivated participants to explore creative ways to process seaweed. It is hoped that this innovation will enhance local economic independence, increase nutritional consumption, and contribute to reducing stunting, ultimately improving the quality of life for families in Labuhan Kertasari.ABSTRAKProgram Keluarga Berencana Berkualitas (KB Berkualitas) yang diluncurkan oleh BKKBN bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak serta penurunan angka stunting. Di Kabupaten Sumbawa Barat, meskipun capaian Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) tertinggi di NTB, dimensi kemandirian ekonomi masih perlu perhatian. Desa Labuhan Kertasari memiliki potensi besar untuk pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk pangan berbasis rumput laut. Namun, rendahnya harga jual dan minimnya pengolahan rumput laut menjadi tantangan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan “Potensi Pengembangan Rumput Laut menjadi Produk Berdaya Jual” diselenggarakan pada 23 Oktober 2024. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pengolahan rumput laut menjadi produk pangan bernilai jual tinggi. Target peserta adalah pelaku UMKM, remaja anggota GenRe, dan kelompok UPPKA binaan BKKBN Provinsi NTB. Dalam pelatihan ini, peserta belajar mengolah rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii menjadi brownies. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab dan praktik. Kegiatan ini berhasil memotivasi peserta untuk berinovasi dalam mengolah rumput laut. Diharapkan, semakin banyak produk olahan berbasis rumput laut yang dapat meningkatkan ekonomi lokal, mendorong konsumsi bergizi, serta berkontribusi pada penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas hidup keluarga di Desa Kertasari.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue