cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Pelatihan Self Exercise Untuk Mengurangi Nyeri Haid Pada Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 06 Pekanbaru Sari Triyulianti; Siti Muawanah; Nurmaliza Nurmaliza; Olvaria Misfa; Adinda Soleha
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.949

Abstract

Menstrual pain, or dysmenorrhea, is a common complaint frequently experienced by adolescent girls, characterized by lower abdominal pain that occurs before or during menstruation. This pain is generally caused by uterine muscle contractions due to the release of prostaglandins. This condition can affect quality of life, disrupt daily activities, and reduce concentration in school. Self-exercise is a non-pharmacological method that can be performed independently, offering benefits such as improving blood circulation and relieving muscle tension. This community service activity aimed to provide self-exercise training to reduce menstrual pain at Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Pekanbaru, attended by 30 students. During the activity, questionnaires were used to collect data regarding the participants' experiences with menstrual pain and their usual pain management methods. Pretests and post-tests were conducted to measure changes in participants' understanding of menstrual pain and its management. Self-exercise guide brochures were distributed to support home practice. The results showed a significant increase in participants' understanding of menstrual pain management after the training. Before the education was provided, 6 participants (20%) had good knowledge, while 24 participants (80%) were in the moderate category. After the education, 28 participants (93.3%) demonstrated good knowledge, with only 2 participants (6.7%) remaining in the moderate category. Thus, empowering adolescent girls through self-exercise training proved effective in enhancing their understanding of menstrual pain management.ABSTRAKNyeri haid atau dismenore adalah keluhan umum yang sering dialami oleh remaja putri, yang ditandai dengan rasa sakit di perut bagian bawah yang terjadi sebelum atau selama menstruasi. Nyeri ini umumnya disebabkan oleh kontraksi otot rahim akibat pelepasan prostaglandin. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menurunkan konsentrasi belajar di sekolah. Self exercise merupakan metode non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri, dengan manfaat meningkatkan sirkulasi darah dan meredakan ketegangan otot. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan self exercise guna mengurangi nyeri haid di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Pekanbaru, yang dihadiri oleh 30 siswi. Selama kegiatan, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengalaman nyeri haid dan penanganan yang biasa dilakukan. Pretest dan post-test dilaksanakan untuk mengukur perubahan pemahaman peserta tentang nyeri haid dan cara penanganannya. Leaflet panduan self exercise dibagikan untuk mendukung praktik di rumah. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai penanganan nyeri haid meningkat secara signifikan setelah pelatihan. Sebelum diberikan edukasi, 6 orang (20%) memiliki pengetahuan yang baik, sementara 24 orang (80%) berada pada kategori sedang. Setelah diberikan edukasi, 28 orang (93,3%) menunjukkan pengetahuan yang baik, dan hanya 2 orang (6,7%) yang masih memiliki pengetahuan di kategori sedang. Dengan demikian, pemberdayaan remaja putri melalui pelatihan self exercise terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang penanganan nyeri haid.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Mesin Pengering Biji Kopi Upaya Peningkatan Produk UMKM Aladin Eko Purkuncoro; Eko Budi Santoso; Eko Nurcahyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.1034

Abstract

This study evaluates the application of appropriate technology through the use of coffee bean drying machines in Kampoeng Kopi Sumberdem, Malang, to improve the quality and quantity of coffee UMKM products. The methods used include observation, Focus Group Discussion (FGD), design, and testing of coffee bean drying machines. The results of the study indicate that the drying machine is significantly able to reduce the water content of coffee beans, maintain the aroma and taste, and increase production capacity. This technology also contributes to increasing the competitiveness of coffee products in the market. In addition, the training provided to farmers helps them understand the optimal use of the machine, which has a positive impact on their economic welfare. This study emphasizes the importance of technology integration in the agricultural sector, especially in coffee processing, and recommends further exploration of other technologies for more efficient and sustainable coffee production.ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi penerapan teknologi tepat guna melalui penggunaan mesin pengering biji kopi di Kampoeng Kopi Sumberdem, Malang, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk UMKM kopi. Metode yang digunakan meliputi observasi, Focus Group Discussion (FGD), desain, dan pengujian mesin pengering biji kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pengering secara signifikan mampu mengurangi kadar air biji kopi, menjaga aroma dan cita rasa, serta meningkatkan kapasitas produksi. Teknologi ini juga berkontribusi pada peningkatan daya saing produk kopi di pasar. Selain itu, pelatihan yang diberikan kepada petani membantu mereka memahami penggunaan mesin secara optimal, yang berdampak positif pada kesejahteraan ekonomi mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam sektor pertanian, khususnya dalam pengolahan kopi, serta merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut terhadap teknologi lain untuk produksi kopi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Peningkatan Resiliensi Petani Milenial Sleman Melalui Pendampingan Literasi Keuangan Mustikawati, RR. Indah; Priantinah, Denies; Sari, Ratna Candra; Astuti, Vera; sayekti, Fitria Ningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.952

Abstract

Financial literacy is an important skill that supports the welfare of the community, especially millennial farmers in Sleman, Yogyakarta. The low level of financial literacy among farmers hinders their access to financial services and effective farm business management. Therefore, a financial literacy education program is needed to improve their resilience. This research aims to improve the financial knowledge and record-keeping skills of millennial farmers in Sleman through financial literacy mentoring, and to encourage them to have better access to finance. The program was implemented through a participatory approach involving 24 farmers from various agricultural backgrounds. The methods used include lectures and hands-on practice in making simple financial reports using Microsoft Excel. This activity began with problem identification through Focus Group Discussion (FGD) and continued with training. The results of the activity implementation showed an increase in participants' understanding of the importance of financial literacy. The farmers were able to prepare simple financial statements and understand the process of cost identification and cost of goods sold calculation. The majority of participants expressed satisfaction with the training provided. Implications This financial literacy program has a positive impact in improving the financial knowledge and skills of millennial farmers in Sleman. With improved financial literacy, it is expected that farmers can better manage their businesses, improve their welfare, and contribute to the growth of the agricultural sector in Indonesia.ABSTRAKLiterasi keuangan merupakan keterampilan penting yang mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama petani milenial di Sleman, Yogyakarta. Tingkat literasi keuangan yang rendah di kalangan petani menghambat akses mereka terhadap layanan keuangan dan pengelolaan usaha tani yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan program pendidikan literasi keuangan untuk meningkatkan resiliensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencatatan keuangan petani milenial di Sleman melalui pendampingan literasi keuangan, serta untuk mendorong mereka memiliki akses keuangan yang lebih baik. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan 24 petani dari berbagai latar belakang pertanian. Metode yang digunakan mencakup ceramah dan praktik langsung dalam pembuatan laporan keuangan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Kegiatan ini dimulai dengan identifikasi masalah melalui Focus Group Discussion (FGD) dan dilanjutkan dengan pelatihan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya literasi keuangan. Para petani berhasil menyusun laporan keuangan sederhana dan memahami proses identifikasi biaya serta perhitungan harga pokok penjualan. Mayoritas peserta menyatakan kepuasan terhadap pelatihan yang diberikan. Implikasi Program literasi keuangan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan finansial petani milenial di Sleman. Dengan peningkatan literasi keuangan, diharapkan petani dapat mengelola usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan kesejahteraan mereka, serta berkontribusi pada pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia.
Pelatihan Pengolahan Buah Mangrove Bagi Kelompok Tani Hutan Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dian Puspaningrum; Dikson Junus; Ernikawati Ernikawati; Herman Hatta; Vikisastro Suleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.823

Abstract

Popalo Village is one of the villages in North Gorontalo Regency, Gorontalo Province, which has a mangrove land area of 51.08 ha, 30 ha of which is the target location of the Forest and Land Rehabilitation programme of the Gorontalo Sunga Watershed-Hutan Lindung (BPDAS-HL). The existence of these mangroves is only intended to prevent abrasion, while some of them are converted by the community into ponds.  The lack of public knowledge about the benefits of mangrove plants, especially mangrove fruit, which can be used as raw material for making coffee-like drinks, makes this mangrove not utilised by the community properly. This condition became one of the reasons for training and mentoring the community to be able to process mangrove fruit into coffee-like drinks. The training was conducted using a survey of locations and types of mangroves that grow a lot, training in making mangrove coffee powder, and softlaunching mangrove coffee of various flavours. The results of this training showed that the knowledge of the community, especially forest farmer groups, about mangrove utilisation had increased from not knowing to knowing. In addition, this training is expected to be followed up by the village government so that it becomes one of the opportunities for other community income sources. One form of the village government's seriousness with this activity is softlaunching mangrove coffee products with the Gorontalo Utara Regent.ABSTRAKDesa Popalo merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo yang memiliki luas lahan mangrove 51,08 ha, 30 ha diantaranya merupakan lokasi sasaran program Rehabilitasi Hutan dan Lahan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sunga-Hutan Lindung (BPDAS-HL) Gorontalo. Keberadaan mangrove ini hanya diperuntukkan untuk mencegah terjadinya abrasi, sedangkan sebagiannya lagi diubah oleh masyarakat menjadi lahan tambak.  Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat tanaman mangrove khususnya bagian buah mangrove, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan minuman mirip kopi menjadikan mangrove ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik. Kondisi ini menjadi salah satu alasan dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat untuk dapat mengolah buah mangrove menjadi minuman mirip kopi. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode survei lokasi dan jenis mangrove yang banyak tumbuh, pelatihan pembuatan serbuk kopi mangrove, dan softlaunching kopi mangrove aneka rasa. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan pengetahuan masyarakat khususnya kelompok tani hutan tentang pemanfaatan mangrove mengalami peningkatan dari yang tidak tahu menjadi tahu. Selain itu pelatihan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah desa sehingga menjadi salah satu peluang sumber pendapatan masyarakat lainnya. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah desa dengan kegiatan ini adalah melakukan softlaunching produk kopi mangrove bersama Bupati Gorontalo Utara.
Pendampingan Pembuatan Produk Wisata Yang Berkelanjutan di Desa Wisata Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Widya Sastika; Siti Zakiah; Ganjar Mohamad Disastra
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.976

Abstract

The Bumiwangi tourist village is a tourist village located in the Ciparay District, Bandung Regency, West Java. This tourist village has attractive natural potential, with tourist attractions such as Bukit Cula and being used as a venue for paragliding activities, which is the only one in Bandung Regency. Being a village that is still in the pioneering status, there are many challenges that this village must face, ranging from the development of attractions, amenities, accessibility, to the development of human resources capacity in the village. One of the obstacles and challenges faced by the Bumiwangi tourist village is the lack of maximization in creating tourist products. In developing tourist products, the management needs to develop tourist products focusing on attraction aspects, accessibility aspects, and amenities aspects. Tourist products in Bumiwangi village are still not fully available, such as tour packages that can be offered to the public, as well as the lack of integrated accommodation and compliance with homestay standards in a tourist village. This community service program will be carried out through training focused on creating tour packages, managing homestay accommodations, and providing guidance so that the management of the tourist village can directly implement what they have learned from the training conducted. The community service activities are conducted in three stages: preparation, by conducting initial surveys and identifying tourist products; implementation, by providing training and guidance in creating and implementing tour packages; and finally, evaluation. The training session was held on Tuesday, December 12, 2023, and the guidance took place on Saturday, December 16, 2023.ABSTRAKDesa wisata Bumiwangi merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desa wisata ini memiliki potensi yang alam yang menarik, dimana desa ini memiliki potensi wisata Bukit Cula dan juga digunakan sebagai venue dari aktivitas paralayang yang menjadi satu-satu nya yang ada di Kabupaten Bandung. Sebagai desa wisata yang masih berstatus rintisan, tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi oleh desa ini, dari mulai pengembangan atraksi, amenitas, aksesibilitas, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang terdapat di desa tersebut. Salah satu hambatan dan juga tantangan yang dihadapi oleh desa wisata bumiwangi ini yaitu belum maksimalnya dalam pembuatan produk wisata. Dalam pengembangan produk wisata pihak pengelola perlu mengembangkan produk wisata dari aspek atraksi, aspek aksesibilitas dan aspek amenitas. Produk wisata yang terdapat di desa bumiwangi ini masih belum tersedia secara maksimal, salah satu nya seperti paket wisata yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, selain itu penyediaan akomodasi yang belum terintegrasi dan disesuaikan dengan standarisasi homestay yang terdapat di suatu desa wisata. Program pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan yang terfokus pada pembuatan paket wisata dan pengelolaan akomodasi homestay dan juga pendampingan agar pengelola desa wisata dapat mengaplikasikan secara langsung dari pelatihan yang dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, dengan melakukan survei-survei awal dan Identifikasi produk wisata; pelaksanaan, dengan melakukan pelatihan dan pendampingan dalam membuat dan mengaplikasikan paket wisata; terakhir adalah evaluasi. Untuk kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada hari selasa 12 Desember 2023 dan pendampingan dilakukan pada hari sabtu 16 Desember 2023. 
Pendampingan Penyedia Barang dan Jasa di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman Tentang Kewajiban Instansi Pemerintah Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Perpajakan Lailiana Nugrahani Susilawati; Endang Sri Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1031

Abstract

The implementation of this activity aims to enhance tax knowledge among goods and services providers regarding the obligations of government institutions. The methods used include material presentations, discussions, and demonstrations provided to the goods and services providers engaged by Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman. These were conducted using printed tax leaflets and an online-accessible tax calculator application. The activity results show that the providers understood the material presented, as they successfully created tax invoices and calculated Income Tax (PPh) in the tax deduction commitment letters by accordance with applicable regulations and with correct amounts. In conclusion, this community service activity conducted by the author has proven beneficial for goods and services providers in understanding the obligations of government institutions.ABSTRAKPelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perpajakan bagi penyedia barang dan jasa tentang kewajiban instansi pemerintah. Metode yang digunakan adalah penyajian materi, diskusi dan demonstrasi kepada penyedia barang dan jasa yang digunakan oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman dengan menggunakan media berupa leaflet pajak yang telah dicetak dan aplikasi kalkulator pajak yang dapat diakses secara online. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa penyedia telah paham dengan materi yang disampaikan karena telah berhasil membuat faktur pajak dan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) pada surat kesanggupan dipotong pajak yang sesuai dengan peraturan berlaku dan sudah benar nominalnya. Dapat disimpulkan, bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan kepada penyedia barang dan jasa bermanfaat dalam rangka meningkatkan pengetahuan perpajakan terkait kewajiban instansi pemerintah.
PELATIHAN PEMBUATAN MODUL DIGITAL BERBASIS FLIPBUILDER PADA TENAGA PENDIDIKAN DI SMAN 6 BATANGHARI Anny Wahyuni; Muhammad Adi Saputra; Andre Mustofa meihan; Destri Yaldi; Lisa Rukmana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.903

Abstract

raining in making digital modules as learning aids has become a necessity for educators to improve the effectiveness and efficiency of the learning process in the classroom. the purpose of this service is to improve the quality of learning through the use of technology in the preparation of innovative and interactive teaching materials in the form of e-modules. the method used is the first, determining the location of the activity. Second, determining target partners, third, types of activities. Fourth, the activity stage is divided into the preparation stage, the implementation stage and the reflection stage. the results obtained in this training are teachers at SMAN 6 Batanghari who participated in this training totaling 26 people. This teacher knows, recognizes and understands the Flipbuilder application and is proficient in making e-modules using this application so that they can be used as teaching materials for students. The conclusion of this service is that this training is very useful for teachers and students in the form of e-module products.ABSTRAKPelatihan pembuatan modul digital sebagai alat bantu pembelajaran telah menjadi kebutuhan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran di kelas. tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi dalam penyusunan materi ajar yang inovatif dan interaktif dalam bentuk e-modul. metode yang digunakan adalah yang pertama, penentuan lokasi kegiatan. Kedua, menentukan mitra sasaran, ketiga, Jenis Kegiatan. Keempat, tahap kegiatan yang dibagi kedalam tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap refleksi. hasil yang didapat dalam pelatihan ini adalah guru-guru di SMAN 6 Batanghari yang ikut dalam pelatihan ini berjumlah 26 orang. Guru ini mengetahui, mengenal dan memahami aplikasi Flipbuilder serta mahir dalam pembuatan e-modul menggunakan aplikasi ini sehingga bisa di jadikan bahan ajar untuk siswa. Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa dalam bentuk produknya e-modul.
Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Fermentasi Sebagai Alternatif Bahan Pakan Serta Manfaatnya Terhadap Pertumbuhan Ternak Kambing Mahmudin Bunyamin; Arif Fikri; Rudi Santoso; Mufid Arsyad; Habib Ismail; Eti Karini; Irhamudin Irhamudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.1003

Abstract

This community service aims to evaluate the impact of fermented cocoa fruit peel feed on the growth of Ettawa Crossbreed (PE) goats. The research was conducted using a completely randomized design involving 20 goats aged 6-12 months, divided into two groups: the first group was fed fermented cocoa fruit peel, while the control group received regular feed. During the experiment, weight gain, health quality, and feed intake of the goats were measured weekly. The results showed that goats fed with fermented cocoa fruit peel had an average weight gain of 119 g/day, significantly higher than the control group, which gained only 64 g/day. Health quality and feed intake also improved significantly. This study highlights that fermented cocoa fruit peel can serve as a nutritious and efficient feed alternative, benefiting goat growth and reducing waste from the cocoa industry. These findings are expected to support the development of sustainable agricultural practices.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pemberian pakan kulit buah kakao fermentasi terhadap pertumbuhan kambing peranakan Ettawa (PE). Pengabdian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang melibatkan 20 ekor kambing umur 6-12 bulan, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama diberi pakan kulit buah kakao fermentasi, sedangkan kelompok kontrol diberi pakan biasa. Selama masa percobaan, pertambahan berat badan, kualitas kesehatan, dan asupan pakan kambing diukur setiap minggu. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa kambing yang diberi pakan kulit buah kakao fermentasi memiliki pertambahan berat badan rata-rata 119 g/hari, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya 64 g/hari. Kualitas kesehatan dan asupan pakan juga meningkat secara signifikan. Pengabdian ini menekankan bahwa pakan kulit buah kakao fermentasi dapat berfungsi sebagai alternatif pakan yang bergizi dan efisien, memberikan manfaat bagi pertumbuhan kambing dan mengurangi limbah dari industri kakao. Temuan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan praktik pertanian berkelanjutan.
Psikoedukasi Peningkatan Motivasi Ibu Rumah Tangga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga Latuheru, Grace; Asmin, Elpira; Yunita, Melda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.933

Abstract

One factor that could help a family's economy is the significant number of housewives still in their prime working years. Housewives lack the bravery to launch their businesses due to their lack of entrepreneurship expertise and their continued lack of inventiveness in developing new products. Through instruction in fish floss production, this program aims to promote an interest in entrepreneurship while educating and inspiring participants about successful housewives. The approach involves the resource person delivering information to productive housewives to boost their motivation, followed by QA sessions and discussions. As a result of this program, participants gain an understanding of the challenges faced by housewives and different mental health disorders, develop a desire to be productive and cultivate an interest in entrepreneurship among housewives.ABSTRAKBanyaknya jumlah Ibu Rumah Tangga yang berada di usia produktif menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung perekonomian sebuah keluarga. Adanya keterbatasan pengetahuan tentang berwirausaha serta daya kreativitas yang masih minim untuk menciptakan suatu produk yang baru, membuat Ibu Rumah Tangga tidak memiliki keberanian untuk memulai usahanya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan motivasi tentang ibu rumah tangga produktif dan menumbuhkan minat berwirausaha melalui pelatihan pembuatan abon ikan. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi guna meningkatkan motivasi ibu rumah tangga yang produktif oleh narasumber disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta memahami tentang masalah ibu rumah tangga dan berbagai permasalahan mental yang dihadapi, menumbuhkan minat untuk produktif serta menumbuhkan minat berwirausaha kepada Ibu Rumah Tangga.
Mengantisipasi Genangan Air Dengan Pemanfaatan Paralon Bekas Sebagai Biopori Pada Perumahan Subsidi di Kota Makassar (Studi Kasus: Perumahan Nasional Panakukkang) Zulharnah, Zulharnah; Mastutie, Faizah; Yunus, Andi Ibrahim; Sompa, Andi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.970

Abstract

The implementation of construction often causes several problems, one of which is waste resulting from the use of building materials in the form of pipes. Paralon are pipes made of plastic. Biopori infiltration holes are cylindrical holes made of paralon that are made vertically into the ground. Biopori aims to restore soil fertility, protect water systems and preserve the carrying capacity of the environment. The aim of this service activity is to improve the quality of the housing environment by improving sanitation by making biopore holes. The implementation method is carried out by demonstration for subsidized housing. Based on the results of the form of community service activities carried out for housing residents Perumahan Nasional Panakukkang, in the form of training activities on the use of used goods into handicrafts made from used plastic to improve the creative economy, this was carried out after delivering the counseling material followed by the practice of installing biopores around and in the housing yard. Based on the results of activities with housing residents, it can be concluded that the use of paralon is an environmentally friendly alternative to biopori made from polyvynil chloride as the main ingredient of biopori.ABSTRAKPelaksanaan pembangunan sering menimbulkan beberapa masalah, salah satunya limbah hasil penggunaan bahan bangunan berupa pipa. Paralon adalah pipa-pipa yang terbuat dari bahan plastik. Lubang resapan biopori adalah lubang silinder berbahan paralon yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Biopori bertujuan memulihkan kesuburan tanah, melindungi tata air, dan kelestarian daya dukung lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan perumahan melalui perbaikan sanitasi dengan membuat lubang biopori. Metode pelaksanaan dilakukan secara demonstrasi kepada perumahan bersubsidi. Berdasarkan hasil dari bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada warga Perumahan Nasional Panakukkang, berupa kegiatan pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi kerajinan tangan yang berbahan dasar dari plastik bekas untuk meningkatkan ekonomi kreatif maka dengan dilakukannya setelah penyampaian materi penyuluhan diikuti dengan praktek pemasangan biopori disekitar dan halaman perumahan. Berdasarkan hasil kegiatan kepada warga perumahan dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan paralon ini merupakan alternatif biopori ramah lingkungan yang terbuat dari polyvynil chloride sebagai bahan utama biopori.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue