cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Pelatihan Aplikasi Wayground untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Digital Guru SMPN 32 Banjarmasin Haq, Ahsanul; Priyougie, Priyougie; Mahyuni, Mahyuni; Sunarya, M. Hendra
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2125

Abstract

The current transformation in education demands a fundamental shift in teacher competency, particularly in the utilization of digital technology. However, many teachers still face a gap between basic technical skills and effective pedagogical implementation. This community service project aims to bridge this gap through Wayground application training for teachers at a partner school (SMPN 32 Banjarmasin). The main problems at the school were conventional evaluation methods that were less engaging and provided minimal feedback, as well as teachers' low knowledge of digital interactive learning platforms. The proposed solution was to conduct Wayground application training. The implementation method included a planning stage, a workshop implementation with a participatory approach, and evaluation using a pre-test and post-test design. The evaluation results showed a significant increase in all aspects of teacher competency in using the Wayground application, with an average competency score almost doubling. This training not only succeeded in improving technical skills but also teachers' pedagogical understanding in designing formative evaluations. It was concluded that Wayground application training is an effective and relevant intervention for improving teachers' digital pedagogical competency. Strategic recommendations are directed to schools to institutionalize this practice and to policymakers to replicate this training model on a wider scale to support national education transformation.ABSTRAKTransformasi pendidikan saat ini menuntut pergeseran fundamental dalam kompetensi guru, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital. Namun, banyak guru masih menghadapi kesenjangan antara kemampuan teknis dasar dan implementasi pedagogis yang efektif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pelatihan aplikasi Wayground bagi guru-guru sekolah mitra (SMPN 32 Banjarmasin). Permasalahan utama di sekolah tersebut adalah metode evaluasi konvensional yang kurang menarik dan minim umpan balik, serta rendahnya pengetahuan guru mengenai platform pembelajaran interaktif digital. Solusi yang ditawarkan adalah dengan melaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi Wayground. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, implementasi lokakarya dengan pendekatan partisipatif, dan evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek kompetensi guru dalam menggunakan aplikasi Wayground, dengan peningkatan rata-rata skor kompetensi hampir dua kali lipat. Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman pedagogis guru dalam merancang evaluasi formatif. Disimpulkan bahwa pelatihan aplikasi Wayground merupakan intervensi yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik digital guru. Rekomendasi strategis ditujukan kepada sekolah untuk menginstitusionalisasikan praktik ini dan kepada pembuat kebijakan untuk mereplikasi model pelatihan ini dalam skala yang lebih luas guna mendukung transformasi pendidikan nasional.
PERANCANGAN SISTEM PENGELASAN UNTUK DUDUKAN ALAT PRAKTEK Kasum, Kasum
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.2097

Abstract

Metal welding is the process of joining two different types of metals or metal alloys. Dissimilar metal welding (DMW) is the process of joining two types of metals that have different characteristics. DMW has several types of processes, one of which is Shielded Metal Arc Welding (SMAW). The advantage of SMAW is that it has high tensile strength and corrosion resistance. The practice tool stand is used to place laboratory machine tools and can support them well while the practice tools are in use. Currently, some practice tools do not have stands, and others are in poor condition. In this study, the researcher will design optimal welding for the practice tool stands. The material used is commonly used L-profile steel. The welding method used is SMAW, while the joint type used is the fillet weld joint. The research results are a sturdy and stable practice tool stand.ABSTRAKPengelasan logam adalah proses pengelasan yang dilakukan pada dua jenis logam atau paduan logam yang berbeda. Dissimilar metal welding (DMW) adalah proses penyambungan dua jenis metal yang memiliki karakteristik yang berbeda. DMW memiliki beberapa jenis proses salah satunya yaitu Shield Metal Arc Welding (SMAW). Keunggulan SMAW adalah memiliki kekuatan tarik dan daya tahan korosi yang tinggi. Dudukan alat praktek digunakan untuk meletakkan alat praktikum mesin dan dapat menopang dengan baik selama alat praktek bekerja. Kondisi saat ini beberapa alat praktek tidak memiliki dudukan dan yang lainnya dalam kondisi kurang baik. Pada penelitian ini peneliti akan merancang pengelasan yang optimal untuk dudukan alat praktek. Bahan yang digunakan adalah baja profil L yang sudah umum digunakan. Metode pengelasan yang digunakan yaitu SMAW sedangkan sambungan yang digunakan adalah jenis sambungan las sudut. Hasil penelitian berupa sebuah stand alat praktek yang kokoh dan ajeg.
Meningkatkan Literasi Anak dan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Desa Danawinangun Melalui Metode Partisipatif Novianti, Nita Putri; Rachmawan, Rangga Setiadi; Baihaqi, Rizki; Maharani, Putri Amelia; Aminah, Sabrina Diva; Febrianto, Heri; Yosef, Dirgantara; Farel, Gita Imelda; Zahera, Titania Syalsa; Ayuningtyas, Bestari; Riyandi, Riyandi; Bahari, Putri Ameliya; Akbar, Muhammad Azriel; Fikri, Muhammad Rausyan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2134

Abstract

The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata / KKN) serves as a form of student engagement aimed at contributing tangible benefits to society through various work programs tailored to local community needs. The KKN program implemented in Danawinangun Village, Klangenan Sub-district, primarily focused on enhancing literacy, as well as addressing environmental, social, and health aspects. The activity employed a participatory method, emphasizing the active involvement of the community, local government, and students throughout the stages of planning, implementation, and evaluation. Through this approach, students and community members collaboratively designed and executed several programs, including literacy activities in elementary schools, the establishment of reading corners, shared read-aloud sessions, and the creation of simple waste management facilities. In addition, students revitalized the “Clean Friday” initiative to promote a healthy and sustainable village environment. The results of the program indicate an improvement in children’s reading interest, increased community participation in maintaining cleanliness, and the establishment of positive collaboration between students, village authorities, and residents. Despite certain challenges, such as limited facilities and uneven participation, alternative solutions were implemented through persuasive approaches and the utilization of local potential. Therefore, this participatory-based KKN activity not only provided meaningful experiential learning for students but also generated a positive and sustainable impact on the community in the fields of education, environment, and social development.ABSTRAKKuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program kerja sesuai dengan kebutuhan lokal. Kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, berfokus pada peningkatan literasi, serta aspek lingkungan, sosial, dan kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa dalam setiap tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Melalui pendekatan ini, mahasiswa bersama masyarakat secara kolaboratif merancang dan melaksanakan berbagai program, antara lain kegiatan literasi di sekolah dasar, pembentukan pojok baca, pembiasaan membaca nyaring bersama, serta pembuatan sarana pengelolaan sampah sederhana. Selain itu, mahasiswa turut menginisiasi kembali kegiatan Jumat Bersih sebagai bentuk revitalisasi budaya hidup sehat dan lingkungan bersih di desa. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan minat baca anak-anak, meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta terjalinnya kolaborasi positif antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas dan partisipasi masyarakat yang belum merata, solusi dilakukan melalui pendekatan persuasif dan pemanfaatan potensi lokal. Dengan demikian, kegiatan KKN berbasis metode partisipatif ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa, tetapi juga membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial.
PENDAMPINGAN PELAYANAN PRIMA STAF DESA BANJARWANGI KEPADA MASYAKARAT Sumartini, Lilis Cucu; Widiatmoko, Roso Putranto; Wulandari, Mayang
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2136

Abstract

Quality service, often referred to as excellent service, is the best service that meets service quality standards. This study aims to assist Banjarwangi Village staff in serving the community in accordance with the concept of excellent service. This study uses an internal mentoring method specifically for the service sector. Data collection techniques are historical so that data supporting the mentoring process can be obtained. Data collection techniques included observation and interviews, which were then analyzed. The results of the study explain that: (1) the verbal and physical service provided by service officers at the Banjarwangi Village office was quite good. (2) The concept of excellent service implementation, which includes the concepts of attitude, ability, attention, action, appearance, and responsibility in the application of excellent service implementation, was already running well. (3) The obstacles encountered in the implementation of excellent service include: the lack of information about service procedures and the unavailability of suggestion boxes to collect complaints from the community.ABSTRAKPelayanan yang berkualitas atau sering disebut dengan pelayanan prima merupakan pelayanan terbaik yang memenuhi standar kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk pendampingan staf Desa Banjarwangi dalam melayani masyarakat, agar sesuai dengan konsep pelayanan prima. Metode penelitian ini menggunakan metode pendampingan secara internal dan khusus hanya pada bagian pelayanan. Teknik Pengumpulan data secara historis sehingga akan memperoleh data yang mendukung proses pendampingan yang dapat dilakukan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara kemudian dianalisis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: (1) pelayanan melalui lisan dan perbuatan yang dilakukan petugas pelayanan dikantor Desa Banjarwangi berjalan cukup baik. (2) konsep pelaksanaan pelayanan prima yang meliputi konsep sikap, konsep kemampuan, konsep perhatian, konsep tindakan, konsep penampilan dan konsep tanggungjawab dalam penerapan pelaksanaan pelayanan prima sudah berjalan dengan baik. (3) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan prima diantaranya: tidak adanya informasi mengenai prosedur pelayanan dan tidak tersedianya kotak saran sebagai penampung keluhan masyarakat.
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA PANTAI TANJUNG INDAH TIMBALA MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PROMOSI DIGITAL Rosti, Rosti; Hidayat, Furqan; Mawaddah, Anna; Lestari, Ade Diah; Saputra, Adrian; Juniartiza, Eryka; Amir, Aidil; Moling, Dwi Yulda; Marsah, Marsah; Mawah, Husnul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2129

Abstract

The Community Service Program (KKN) in Timbala Village, Bombana Regency, Southeast Sulawesi Province, was implemented with the aim of enhancing the tourism potential of Tanjung Indah Timbala Beach through community empowerment and digital marketing strategies. This activity arose from the problem of low tourism potential utilization due to limited facilities, accessibility, and poor promotion. To implement the program, the community and village government were involved through field observations, interviews, the creation of a promotional website, and training on sustainable tourism management. Results of the activity included increased community awareness of beach cleanliness and sustainability, the availability of digital promotional tools such as a website and visual documentation that introduce Tanjung Timbala Beach to the general public, and active support from the village government for sustainable tourism development plans. Increased community participation and the emergence of local initiatives to develop community-based tourism activities are tangible results of this activity. This program demonstrates that collaboration between the community, village government, and the use of IT can help improve the competitiveness of local tourism towards becoming a leading regional destination.ABSTRAKProgram Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Timbala di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan potensi wisata Pantai Tanjung Indah Timbala melalui pemberdayaan masyarakat dan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini berasal dari masalah potensi pemanfaatan potensi wisata yang rendah karena keterbatasan sarana, aksesibilitas, dan promosi yang buruk. Untuk melaksanakan program, masyarakat dan pemerintah desa dilibatkan melalui observasi lapangan, wawancara, pembuatan situs web promosi, dan pelatihan tentang pengelolaan wisata berkelanjutan. Hasil dari kegiatan termasuk peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian pantai, ketersediaan sarana promosi digital seperti website dan dokumentasi visual yang memperkenalkan Pantai Tanjung Indah Timbala kepada masyarakat umum, dan dukungan aktif dari pemerintah desa terhadap rencana pengembangan wisata berkelanjutan. Meningkatnya partisipasi masyarakat dan munculnya inisiatif lokal untuk mengembangkan kegiatan wisata berbasis komunitas adalah hasil nyata dari kegiatan ini. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan penggunaan TI dapat membantu meningkatkan daya saing wisata lokal menuju destinasi unggulan daerah.
KOMUNIKASI PADA DIVISI UPT PARKIR, PKB, TERMINAL WILAYAH 2 CIAWI (Studi kasus: Pendampingan Komunikasi Pada Divisi UPT Parkir, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi) Nisaa, Istiqoomatun; Widiatmoko, Roso Putranto; Sumartini, Lilis Cucu; Rochmat, Rochmat
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2137

Abstract

Communication is very important in an organization. The importance of communication determines the progress of a company, and the purpose of communication is to bring about change to influence actions and achieve the welfare of the company. This study aims to identify and improve communication and resolve the obstacles faced by the UPT Partkir Division, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi.  This study uses a qualitative method by providing assistance so that communication problems can be resolved. Data collection techniques include observation and interviews with relevant parties to identify the main problems faced. Data and information related to the agency are collected and adjusted to the objectives. The results of the study show that communication within the UPT Partkir, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi Division faces several obstacles, resulting in poor and ineffective communication. Assistance was provided by facilitating the communication process and implementing effective communication measures. In relation to communication theory, the UPT Partkir, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi Division has a multi-directional communication structure.ABSTRAKKomunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi, pentingnya suatu komunikasi menentukan maju mundurnya suatu perusahaan dan tujuan komunikasi adalah mengadakan perubahan untuk mempengaruhi tindakan dan untuk mencapai kesejahteraan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperbaiki komunikasi serta menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi Divisi UPT Partkir, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendampingan agar permasalahan komunikasi dapat teratasi. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara dengan pihak terkait untuk mendapatkan pokok permasalahan yang dihadapi. mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan dinas dan disesuaikan dengan tujuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan komunikasi Divisi UPT Partkir, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi mengalami beberapa kendala sehingga komunikasi tidak berjalan dengan baik dan efektif. Pendampingan dilakukan dengan melakukan proses komunikasi, dan langkah-langkah penerapan komunikasi yang efektif. Jika dikaitkan dengan teori komunikasi Divisi UPT Partkir, PKB, Terminal Wilayah 2 Ciawi memiliki formasi komunikasi semua arah.
PANTAI SARANA PEMBELAJARAN PPKn: MENGEMBANGKAN KESADARAN DAN PARTISIPASI MAHASISWA DALAM MELINDUNGI LINGKUNGAN Sopiandy, Dede; Jasrudin, Jasrudin; Murdiansyah, Eko Bambang; Hariyadi, Slamet; Arni, Arni; Anastasya, Anastasya; Rahmat, Alibin; Mudassir, Mudassir; Pratiwi, Putri; Herlinda, Herlinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2132

Abstract

This study developed an environment-based learning model for Pancasila and Civic Education (PPKn) by utilizing coastal areas as educational tools to increase student awareness and participation in protecting the environment. This study adopts a participatory action research method that integrates experiential learning and place-based education approaches through a series of educational activities in the form of games and community service to clean up the beach. These activities not only enrich theoretical understanding of civic values but also encourage the application of these values through concrete, environment-based actions. The results of the study show that these activities successfully increased students' ecological awareness, social involvement, and responsibility as environmentally conscious citizens. These findings contribute to the development of more contextual and applicable Civic Education learning, while also opening up opportunities for replicating similar learning models in other institutions.ABSTRAKPenelitian ini mengembangkan model pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berbasis lingkungan dengan memanfaatkan kawasan pantai sebagai sarana edukatif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam melindungi lingkungan. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian tindakan partisipatif yang mengintegrasikan pendekatan experiential learning dan place-based education melalui rangkaian kegiatan edukatif berupa permainan dan kerja bakti membersihkan pantai. kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman teoretis tentang nilai-nilai kewarganegaraan, tetapi juga mendorong penerapan nilai tersebut melalui aksi nyata yang berbasis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran ekologis, keterlibatan sosial, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai warga negara yang peduli lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran PPKn yang lebih kontekstual dan aplikatif, sekaligus membuka peluang bagi replikasi model pembelajaran serupa di institusi lain.
Studi Kolaborasi Sosial-Ekologis antara Mahasiswa dan Masyarakat Desa Cijujung dalam Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan Atmawijaya, Syabilla Putri; Nugraha, Alief Faisal; Azzahra, Najla Zahira; Nugraha, Farhan; Hamid, Dinda Sabrinna Aulia; Rival, Muhammad; Selian, Sulthan Fansuri; Karissa, Anesya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2112

Abstract

The pursuit of sustainable environmental development requires active community participation that integrates both social and ecological dimensions. This study explores the collaborative efforts between university students participating in the Community Service Program (KKN) and 30 residents of Cijujung Village, including representatives from the village government and elementary school students, over a 30-day period. The initiatives focused on three main programs: waste bank, vertical garden, and communal work (kerja bakti). A qualitative approach was employed, with data collected through interviews and field documentation. Findings reveal that the waste bank initiative not only provided practical facilities for waste sorting but also raised early awareness of proper waste management among students and villagers. The vertical garden program enhanced green spaces, improved air quality, and added both aesthetic and educational value to the school environment. Meanwhile, communal work served as a medium to strengthen social capital, including solidarity, mutual care, and collective responsibility. The integration of these three initiatives generated dual impacts: improved ecological conditions and reinforced social cohesion, providing practical benefits for the community. Therefore, the socio-ecological collaboration in Cijujung Village serves as a model of innovative, participatory, and sustainable community empowerment practices.ABSTRAKUpaya mewujudkan pembangunan lingkungan berkelanjutan menuntut partisipasi aktif masyarakat dengan mengintegrasikan aspek sosial dan ekologis. Penelitian ini meneliti kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan 30 warga Desa Cijujung, termasuk perwakilan perangkat desa dan siswa sekolah dasar, selama 30 hari. Tiga program utama yang dijalankan adalah bank sampah, taman vertikal, dan kegiatan kerja bakti. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi lapangan. Hasil temuan menunjukkan bahwa program bank sampah menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini sekaligus menyediakan fasilitas pemilahan yang aplikatif. Program taman vertikal berkontribusi pada peningkatan kualitas ruang hijau, perbaikan sirkulasi udara, serta menambah nilai estetika dan edukatif di lingkungan sekolah. Sementara itu, kerja bakti memperkuat modal sosial masyarakat, seperti solidaritas, kepedulian, dan rasa kebersamaan. Sinergi ketiga program tersebut menghasilkan manfaat ganda: perbaikan kualitas lingkungan fisik dan penguatan jaringan sosial masyarakat, serta memberikan dampak praktis langsung bagi komunitas. Dengan demikian, kolaborasi sosial-ekologis di Desa Cijujung dapat dijadikan model strategi pemberdayaan masyarakat yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Pendekatan Budaya Nusantara Dan Karakter di MAN 1 Sleman Yogyakarta Maulani, Hikmah; Al Farisi, Mohamad Zaka; Sauri, Sofyan; Saleh, Nalahuddin; Khalid, Shofa Musthofa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1974

Abstract

Learning Arabic in Indonesia presents its own challenges, particularly in the context of globalization, which demands that students not only master linguistic aspects but also possess a strong cultural identity and character. This article discusses the application of the Nusantara cultural approach and character education in Arabic language learning as a strategy to foster contextual language skills while shaping students' personalities. The Nusantara cultural approach is considered relevant because it connects Arabic language material with values, traditions, and local wisdom that are close to students' lives. Meanwhile, character education is an important foundation in developing religious attitudes, discipline, responsibility, and tolerance in the learning process. This community service uses a qualitative approach by examining learning practices, interviews with educators, and documentation of activities through educational seminars. The results of the activities indicate that the integration of Nusantara culture in Arabic language learning can increase students' motivation, contextual understanding, and connection to the material. Furthermore, the internalization of character values makes Arabic language learning not only focus on mastering language skills but also on developing a personality with noble morals. This article recommends the development of an Arabic language learning model that integrates technology, Nusantara culture, and educational character as an effort to create learning that is more meaningful, contextual, and relevant to the needs of students in the modern era.ABSTRAKPembelajaran bahasa Arab di Indonesia memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam konteks globalisasi yang menuntut peserta didik tidak hanya menguasai aspek linguistik, tetapi juga memiliki identitas budaya dan karakter yang kuat. Artikel ini membahas penerapan pendekatan budaya Nusantara dan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Arab sebagai strategi untuk menumbuhkan kompetensi berbahasa yang kontekstual sekaligus membentuk kepribadian peserta didik. Pendekatan budaya Nusantara dipandang relevan karena menghubungkan materi bahasa Arab dengan nilai-nilai, tradisi, serta kearifan lokal yang dekat dengan kehidupan siswa. Sementara itu, pendidikan karakter menjadi landasan penting dalam membangun sikap religius, disiplin, tanggung jawab, serta toleransi dalam proses belajar. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah praktik pembelajaran, wawancara dengan pendidik, serta dokumentasi kegiatan melalui seminar pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi budaya Nusantara dalam pembelajaran bahasa Arab mampu meningkatkan motivasi, pemahaman kontekstual, dan keterhubungan siswa dengan materi. Selain itu, internalisasi nilai karakter menjadikan pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga pengembangan kepribadian yang berakhlak mulia. Artikel ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran bahasa Arab yang mengintegrasikan teknologi, budaya Nusantara, dan pendidikan karakter sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era modern.
Penguatan Usaha Mikro Melalui Pengelolaan Biaya Kualitas dalam Meningkatkan Mutu Produk dan Layanan Fauziah, Ela; Hidayat, Taufik; Mulyanto, Heru; Yahya, Adibah; Budiarto, Yessa Oktavia; Natalia, Deli
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2183

Abstract

MSMEs play a strategic role in the Indonesian economy, but quality inconsistency remains a major challenge, often stemming from inadequate quality cost management. This service activity aims to strengthen micro-enterprises, especially Warteg Punya Selera (WPS) MSMEs, by increasing their knowledge and practical skills in managing the four components of Quality Cost (Prevention, Assessment, Internal Failure, and External Failure) to improve product and service quality. The method employed consisted of three stages: pre-test assessment, interactive training with a hands-on approach, and post-test evaluation. The results showed an increase in overall understanding of quality cost management by 76.8%. The highest improvement was recorded in the understanding of the external cost of failure (99.1%) and the internal cost of failure (84.9%). This significant improvement indicates that the training was successful in shifting the mindset of micro businesses from reactive to proactive, leading to a greater commitment to allocate resources to preventive costs. Proper quality cost management is an important strategic step for WPS MSMEs to achieve optimal cost efficiency, consistent product quality, and long-term business sustainabilityABSTRAKUMKM memiliki peran yang strategis dalam perekonomian Indonesia, namun inkonsistensi mutu masih menjadi tantangan utama, yang seringkali berasal dari pengelolaan biaya kualitas yang belum memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat usaha mikro, khususnya UMKM Warteg Punya Selera (WPS), dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis mereka dalam mengelola empat komponen. Biaya Kualitas (Pencegahan, Penilaian, Kegagalan Internal, dan Kegagalan Eksternal) guna meningkatkan mutu produk dan layanan. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan: asesmen pre-test, pelatihan interaktif dengan pendekatan hands-on, dan evaluasi post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman keseluruhan mengenai pengelolaan biaya kualitas sebesar 76,8%. Peningkatan tertinggi tercatat pada pemahaman Biaya Kegagalan Eksternal (99,1%) dan Biaya Kegagalan Internal (84,9%). Peningkatan signifikan ini mengindikasikan bahwa pelatihan berhasil mengubah pola pikir pelaku usaha mikro dari reaktif menjadi proaktif, yang mengarah pada komitmen yang lebih besar untuk mengalokasikan sumber daya bagi biaya pencegahan. Pengelolaan biaya kualitas yang tepat merupakan langkah strategis penting bagi UMKM WPS untuk mencapai efisiensi biaya optimal, mutu produk yang konsisten, dan keberlanjutan usaha yang berjangka panjang.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue