cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Sertifikat Merek Sebagai Alternatif Solusi Pada Tindakan Penyelesaian Kredit Bermasalah Kurniawan, Ari; Sujatmiko, Agung; Usanti, Trisadini Prasastinah; Aryatie, Indira Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1894

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs), including street vendors, contribute significantly to the national economy, both in terms of employment and local economic turnover. However, MSMEs often face various obstacles, particularly in terms of access to financing and sustainable business management. The COVID-19 pandemic has exacerbated this situation with a decline in people's purchasing power, disruption of supply chains, and reduced turnover, causing many businesses to struggle to meet their credit obligations. As a result, there has been an increase in non-performing loans (NPLs), which not only harm financial institutions but also threaten the survival of MSMEs themselves. In the context of resolving non-performing loans, the conventional approach of using physical collateral such as land and buildings is often inaccessible to MSMEs with minimal assets. Therefore, trademark certificates can be offered as an alternative solution. Legally registered trademarks have economic value as intellectual property that can be used as fiduciary collateral or credit restructuring instruments. By utilizing trademark certificates, MSMEs not only have the opportunity to strengthen their business identity and competitiveness, but also gain a new instrument for resolving non-performing loans. This approach opens up innovative space in inclusive financing while expanding recognition of intellectual property-based assets in the national financial system.ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk Pedagang Kaki Lima (PKL) memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, baik dalam penyerapan tenaga kerja maupun perputaran ekonomi lokal. Namun, UMKM kerap menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal akses pembiayaan dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan. Pandemi COVID-19 memperburuk kondisi ini dengan menurunnya daya beli masyarakat, terganggunya rantai pasok, serta berkurangnya omset yang menyebabkan banyak pelaku usaha kesulitan memenuhi kewajiban kreditnya. Akibatnya, muncul fenomena kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tidak hanya merugikan pihak lembaga keuangan, tetapi juga mengancam kelangsungan usaha UMKM itu sendiri. Dalam konteks penyelesaian kredit bermasalah, pendekatan konvensional melalui jaminan fisik seperti tanah dan bangunan sering kali tidak dapat diakses oleh UMKM yang minim aset. Oleh karena itu, sertifikat merek dapat ditawarkan sebagai alternatif solusi. Merek yang telah terdaftar secara hukum memiliki nilai ekonomi sebagai kekayaan intelektual yang dapat dijadikan jaminan fidusia atau instrumen restrukturisasi kredit. Dengan memanfaatkan sertifikat merek, UMKM tidak hanya memiliki peluang untuk memperkuat identitas usaha dan daya saing, tetapi juga memperoleh instrumen baru dalam penyelesaian kredit bermasalah. Pendekatan ini membuka ruang inovatif dalam pembiayaan inklusif sekaligus memperluas pengakuan terhadap aset berbasis kekayaan intelektual dalam sistem keuangan nasional.
Edukasi Manajemen Kelelahan untuk Meningkatkan Kesehatan Kerja Pekerja Bongkar Muat Pratiwi, Adhinda Putri; Yanti, Putri; Mustakim, Musyahidah; Bausad, Aynun Abdi Putri; Diah T.A., Tenri; Allo, Asna Ampang; Amri, Ibnul Aljauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.2042

Abstract

Work fatigue can reduce the health, productivity, and safety of workers, especially in the informal sector such as stevedoring. This community service activity aims to improve workers' knowledge and attitudes regarding fatigue through occupational health education. The research design used a one-group pretest–posttest with a total sampling of 52 stevedoring workers. The purpose of this community service is to increase workers' knowledge and positive attitudes in implementing simple strategies to reduce fatigue so that occupational health and safety can be maintained. The method used in implementing this socialization is a lecture method. The results of the Wilcoxon test showed a significant effect on increasing the knowledge and attitudes of stevedoring workers after being given education with a p-value = 0.000.ABSTRAKKelelahan kerja dapat menurunkan kesehatan, produktivitas, dan keselamatan pekerja, terutama pada sektor informal seperti bongkar muat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap pekerja mengenai manajemen kelelahan melalui edukasi kesehatan kerja. Desain penelitian menggunakan one-group pretest–posttest dengan total sampling pada 52 pekerja bongkar muat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif pekerja dalam menerapkan strategi sederhana untuk mengurangi kelelahan sehingga kesehatan dan keselamatan kerja dapat terjaga. Metode yang diberikan dalam pelaksanaan sosialisasi ini berupa metode ceramah. Hasil uji wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pekerja bongkar muat setelah diberikan edukasi dengan nilai p-value = 0.000.
PEMANFAATAN LIMBAH BATANG JAGUNG SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI DESA KUNGKILAN Nurshanti, Dora Fatma; Ogari, Putri Ayu; Al Hadad, Muhamad; Astuti, Elis Yuni; Sera, Belta; Lorenza, Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1949

Abstract

This Community Service Program was conducted in Ogan Komering Ulu Regency, Kungkilan Village, Sosoh Buay Rayap District, , in August 2025. The purpose of this activity was to empower farmers in processing corn stalk waste into organic fertilizer. The methods used included lectures, discussions, and practical simulations of organic fertilizer production. The activities began with providing theoretical material on the benefits of corn stalks and composting methods, followed by practical exercises on making organic fertilizer. This program involved 25 farmers as participants, who were the target partners in the village. Evaluation results showed a 40% increase in knowledge, with an improvement in understanding the benefits of corn stalks from 45% to 85%, using pre-test and post-test questionnaires. The composting techniques from 50% to 90%, and the impact of organic fertilizer on agricultural yields from 40% to 80%. The program also successfully reduced farmers' dependence on chemical fertilizers, with 60% of farmers reporting a decrease in chemical fertilizer usage and 75% of farmers starting to process corn stalks into organic fertilizer. This activity also supported environmentally friendly farming practices by reducing the burning of agricultural waste and improving farmers' welfare. Overall, this program successfully achieved its objectives and has the potential to be implemented in other areas.ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu tepatnya pada Desa Kungkilan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, pada bulan Agustus 2025. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan petani dalam mengolah limbah batang jagung menjadi pupuk organik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan simulasi praktis pembuatan pupuk organik. Tahapan kegiatan dimulai dengan pemberian materi teori mengenai manfaat limbah jagung dan cara pengolahan kompos, diikuti dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik. Program ini melibatkan 25 petani sebagai peserta, yang merupakan mitra sasaran di desa tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40%, dengan pemahaman manfaat limbah jagung meningkat dari 45% menjadi 85%, melalui kuesioner pre-test dan post-test. teknik pengolahan kompos dari 50% menjadi 90%, dan pengaruh pupuk organik terhadap hasil pertanian dari 40% menjadi 80%. Program ini juga berhasil mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia, dengan 60% petani melaporkan pengurangan penggunaan pupuk kimia dan 75% petani mulai mengolah limbah jagung menjadi pupuk organik. Kegiatan ini juga mendukung pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi pembakaran limbah, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dan berpotensi diterapkan di wilayah lain.
Optimalisasi Produksi Wayang Berbasis Limbah Kertas Semen Melalui Pendampingan pada Kelompok Seni Sanggar Puspo Dahono Hermawan, Hellik; Nurfaizal, Yusmedi; Riyanto, Riyanto; Priangga, Melaya; Saputri, Febryka Wulan; Saputra, Dhanar Intan Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2077

Abstract

Wayang art, a UNESCO-recognized Indonesian cultural heritage, faces significant challenges in maintaining its relevance amid changing times and modernization. One effort to maintain its sustainability is through innovation in the production process. This community service program aims to empower the Sanggar Puspo Dahono by optimizing the use of cement paper waste as an alternative raw material in making modern Wayang. This activity was conducted within the context of training in processing cement paper waste into usable raw materials, as well as designing and making Wayang with a modern approach. Held in July–August 2025, involving 17 members, artists, and craftsmen. This program also included management training to improve product management and marketing capacity. The results of this activity showed an increase in participant skills, as reflected in the difference in pre-test scores (45%) and post-test scores (85%) in the aspects of material processing and design. Additionally, there was an increase in the skills of members in producing Wayang, with a target of creating five Wayang units during the training. On the managerial side, this activity successfully introduced a structured administrative management system, enhanced members' ability to plan activities, and introduced digital marketing. The local community demonstrated high enthusiasm, reflected in increased knowledge about environmentally friendly arts and a creative economy. Post-training monitoring also revealed increased engagement with audiences on social media, accompanied by a corresponding rise in product sales. The program successfully increased the production of Wayang products, contributing to cultural preservation through a more sustainable and environmentally friendly approach.ABSTRAKSeni Wayang, sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya di tengah perkembangan zaman dan modernisasi. Salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutannya adalah dengan melakukan inovasi dalam proses produksi. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Seni Sanggar Puspo Dahono dengan mengoptimalkan penggunaan limbah kertas semen sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan wayang modern. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pelatihan pengolahan limbah kertas semen menjadi bahan baku yang dapat digunakan, desain, dan pembuatan wayang dengan pendekatan modern. Dilaksanaan pada Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 17 anggota sanggar, seniman dan pengrajin. Program ini juga mencakup pelatihan manajemen untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta, yang tercermin dari perbedaan skor pre-test (45%) dan post-test (85%) pada aspek pengolahan bahan dan desain, selain itu adanya peningkatan keterampilan anggota sanggar dalam memproduksi wayang modern yang layak jual, dengan target tercapainya lima unit wayang saat sesi pelatihan. Di sisi manajerial, kegiatan ini berhasil memperkenalkan sistem pengelolaan administrasi yang terstruktur, meningkatkan kemampuan anggota dalam merencanakan kegiatan, dan memperkenalkan teknik pemasaran digital. Masyarakat sekitar menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang tercermin dari peningkatan pengetahuan tentang seni ramah lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Pemantauan pasca-pelatihan juga menunjukkan peningkatan interaksi dengan audiens di media sosial dan meningkatnya penjualan produk. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk wayang, serta memberikan kontribusi pada pelestarian budaya dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Transformasi Praktik Mengajar melalui Augmented Reality: Program Pengembangan Profesional bagi Guru Sekolah Dasar Suryaman, Maman; Ismaya, Bambang; Trisnawati, Acih; Khoeriyah, Riska Ummu; Sutinah, Titin; Mulyati, Imas; Raswati, Devi; Mulyani, Sri; Lestari, Desy Ari
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2130

Abstract

This Community Service (PKM) activity was designed to improve the knowledge and skills of elementary school teachers in utilizing Augmented Reality (AR) through structured professional development initiatives. The program was implemented at SDN Sirnabaya II, located in Telukjambe Timur Subdistrict, Karawang Regency, and involved 70 participating teachers representing various schools in the subdistrict. This activity uses a participatory training and mentoring approach, which aims to strengthen teachers' professional competence in applying AR technology in classroom learning. The program results show a significant increase in participants' understanding of AR, as indicated by an increase in the average score from 7.2 (pretest) to 8.6 (posttest). In addition, all participants successfully created simple AR-based learning products using the Assemblr Edu platform, covering various subjects such as Natural Sciences, Mathematics, Indonesian Language, and other topics in elementary school in accordance with their teaching context. The main outcomes of this program include both AR media developed by teachers and improved digital literacy skills. In conclusion, this program shows that practical and practice-oriented training can effectively change teaching practices among elementary school educators through the integration of AR, while contributing to improving the quality of learning in the digital age.ABSTRAKKegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru sekolah dasar dalam memanfaatkan Augmented Reality (AR) melalui inisiatif pengembangan profesional yang terstruktur. Program ini dilaksanakan di SDN Sirnabaya II, yang berlokasi di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, dan melibatkan 70 guru peserta yang mewakili berbagai sekolah di wilayah kecamatan tersebut. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif dan pembimbingan, yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi profesional guru dalam menerapkan teknologi AR dalam pembelajaran di kelas. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang AR, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 7,2 (pretest) menjadi 8,6 (posttest). Selain itu, semua peserta berhasil menciptakan produk pembelajaran berbasis AR yang sederhana menggunakan platform Assemblr Edu, mencakup berbagai mata pelajaran seperti Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa Indonesia, dan topik-topik lain di sekolah dasar sesuai dengan konteks pengajaran mereka. Hasil utama program ini meliputi baik media AR yang dikembangkan oleh guru maupun kemampuan literasi digital yang ditingkatkan. Kesimpulannya, program ini menunjukkan bahwa pelatihan praktis dan berorientasi pada praktik dapat secara efektif mengubah praktik pengajaran di kalangan pendidik sekolah dasar melalui integrasi AR, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di era digital.
Inovasi Eko-Sabun Berbasis Eco-Enzyme sebagai Solusi Pengurangan Sampah Organik di Desa Danawinangun dan Desa Kanci, Cirebon Firasati, Aoliyah; Bukhori, Bukhori; Irvan, Muhammad; Permana, M. Septian Arya; Francisko, Muhamad; Salsabilla, Putri; Demiyati, Eba; Chaniago, Pedro Revosky
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2133

Abstract

This Community Service Program (PKM) demonstrates a community-based circular model for reducing household organic waste through the following flow: organic waste bank ? eco-enzyme ? eco-soap ? non-commercial testing education. The intervention was implemented for approximately two months in Danawinangun Village, Klangenan District (Cirebon Regency) as the pilot location; the resulting tools were packaged into a Replication Kit for Kanci Village, Astanajapura District (dissemination replication baseline). The evaluation design was descriptive pre-post, including 4–6 training sessions (production SOP, K3, and QC), production of ?4 test batches, and household use testing labeled “Test Samples Not for Sale”.  The results show an increase in partner capacity: pre–post knowledge/skills 47.8 ? 82.4/100, 87% of participants passed the practical test, and SOP/K3 compliance was 92%. Product quality performance was stable: pH 7.5–8.0 (household cleaner/dishwash variants), foam stability ?24 hours, consistent viscosity through gradual addition of NaCl following the salt curve. Usability test (n=120 samples; 80% response rate) resulted in good acceptance (74% rated ?4/5). Early impact on household behavior (n=84) showed organic waste separation +29 points, reduction in burning ?23 points, and ownership of organic waste containers +29 points. Local institutions (Team Decree, weekly meetings, Log/QC/Batch Card forms) ensured traceability and rapid learning. Findings confirm that a simple, standardized, participatory upstream approach is feasible in the short term and ready for replication through the Kanci Replication Kit, without transactional elements in the initial phase.ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menunjukkan model sirkular berbasis komunitas untuk pengurangan residu organik rumah tangga melalui alur bank sampah organik ? eco-enzyme ? eko-sabun ? uji guna non-komersial edukasi. Intervensi dilaksanakan selama ±2 bulan di Desa Danawinangun, Kec. Klangenan (Kab. Cirebon) sebagai lokasi pilot; perangkat hasilnya dikemas menjadi Replication Kit bagi Desa Kanci, Kec. Astanajapura (diseminasi baseline replikasi). Desain evaluasi bersifat deskriptif pra–pasca, mencakup pelatihan 4–6 sesi (SOP produksi, K3, dan QC), produksi ?4 batch uji, serta uji guna rumah tangga berlabel “Sampel Uji Tidak untuk diperjualbelikan”. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra: pre–post pengetahuan/keterampilan 47,8 ? 82,4/100, 87% peserta lulus uji praktik, dan kepatuhan SOP/K3 92%. Kinerja mutu produk stabil: pH 7,5–8,0 (varian household cleaner/dishwash), stabilitas busa ?24 jam, viskositas konsisten melalui penambahan NaCl bertahap mengikuti salt curve. Uji guna (n=120 sampel; respon 80%) menghasilkan keterterimaan baik (74% menilai ?4/5). Dampak dini perilaku rumah tangga (n=84) menunjukkan pemilahan organik +29 poin, penurunan pembakaran ?23 poin, dan kepemilikan wadah organik +29 poin. Kelembagaan lokal (SK Tim, rapat mingguan, formulir Log/ QC/ Kartu Batch) memastikan traceability dan pembelajaran cepat. Temuan menegaskan bahwa pendekatan hulu, sederhana, terstandar, dan partisipatif layak diterapkan dalam horizon singkat serta siap direplikasi melalui Replication Kit Kanci, tetap tanpa unsur transaksi pada fase awal.
Peningkatan Kompetensi Khatib Berbasis Digital Melalui Pelatihan E-Modul Khatib Profesional Sobri, Muhammad; Vahlepi, Sahrizal; Supian, Supian; Soleh, Warisuddin; Jamil, Helmun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2131

Abstract

This community service program aims to strengthen khutbah competencies through professional khatib e-module training for students of the Arabic Language Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi. The program was motivated by students’ limited khutbah skills, such as low self-confidence, poorly structured sermon texts, and inadequate mastery of rhetoric and fiqh of khutbah. The training employed the Participatory Action Research (PAR) approach, emphasizing active participation of students in planning, implementation, and evaluation. The results showed significant improvements in knowledge, skills, and attitudes. Students became more capable of composing structured khutbah texts, delivering them with persuasive rhetoric, and performing with greater self-confidence. This program also contributed to the achievement of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy and the university’s Key Performance Indicators (IKU). Thus, the professional khatib e-module is proven effective as an innovative training medium to develop professional young khatibs who are academically competent and socially impactful.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi khatib melalui pelatihan e-modul khatib profesional pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab FKIP Universitas Jambi. Latar belakang program ini berangkat dari fenomena lemahnya keterampilan khutbah mahasiswa, seperti kurang percaya diri, penyusunan teks khutbah yang belum terstruktur, serta minimnya penguasaan retorika dan fikih khutbah. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif mahasiswa dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap mahasiswa. Mahasiswa mampu menyusun teks khutbah yang lebih sistematis, menyampaikannya dengan retorika persuasif, serta menampilkan rasa percaya diri yang lebih tinggi. Program ini juga mendukung capaian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU). Dengan demikian, e-modul khatib profesional efektif sebagai media pelatihan inovatif untuk mencetak khatib muda yang profesional dan berdaya guna.
Penguatan Literasi Keuangan dan Transformasi Pengelolaan KP-SPAMS Tirta Sari untuk Layanan Air Bersih Berkelanjutan Darmayanti, Irma; Asriandhini, Bunga; Hermanto, Nandang; Herlambang, Ananda Putra; Putranto, Aldrian Firmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2091

Abstract

The availability of clean water is a fundamental community need, but ineffective management often hinders the sustainability of services. KP-SPAMS "Tirta Sari" in Kedungwringin Village faces challenges in financial literacy, non-transparent manual recording, and the absence of a technology-based water monitoring system. This community service project aimed to strengthen institutional capacity by enhancing financial literacy and transforming water service management through the use of mobile applications and monitoring sensors. Conducted in March 2025, the activity involved 30 participants, including KP-SPAMS administrators and members. It utilized methods such as initial observations, financial literacy training, the implementation of the PAMSIMAS Information System (SiPAM) mobile application, installation of water level sensors, mentoring, and evaluation, with active community and student participation. The results showed significant improvements in the administrators' ability to manage finances transparently, alongside an increased readiness to maintain sustainable water services. The pre-test and post-test evaluations revealed an improvement in participants' skills, with average scores rising from 45% to 85%. Additionally, the sensor implementation reduced the potential for water distribution disruptions by more than 70% within three months of testing. The community and administrators found the activity highly beneficial, gaining a better understanding of efficient financial management and technology for water supply monitoring. In conclusion, combining financial literacy with innovative technology greatly enhanced the efficiency, transparency, and sustainability of clean water management in Kedungwringin, contributing to improved community welfare.ABSTRAKKetersediaan air bersih merupakan kebutuhan fundamental masyarakat, namun pengelolaan yang tidak efektif seringkali menghambat keberlanjutan layanan. KP-SPAMS “Tirta Sari” Desa Kedungwringin menghadapi kendala dalam aspek literasi keuangan, pencatatan manual yang tidak transparan, serta ketiadaan sistem monitoring air berbasis teknologi. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan melalui peningkatan literasi keuangan dan transformasi pengelolaan layanan air berbasis aplikasi digital dan sensor monitoring. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 di Desa Kedungwringin dengan melibatkan 30 peserta, yang terdiri dari pengurus dan anggota KP-SPAMS. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelatihan literasi keuangan, implementasi aplikasi mobile Sistem Informasi PAMSIMAS (SiPAM), pemasangan sensor ketinggian air digital, serta pendampingan dan evaluasi dengan keterlibatan aktif masyarakat dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan pengurus KP-SPAMS dalam melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan secara transparan, serta meningkatnya kesiapan teknis dalam menjaga keberlanjutan layanan air. Peningkatan keterampilan peserta juga tercermin dari hasil evaluasi pre-test dan post-test, dengan skor rata-rata awal sebesar 45% yang meningkat menjadi 85% setelah pelatihan serta penerapan sensor monitoring berhasil mengurangi potensi gangguan distribusi air lebih dari 70% dalam tiga bulan pengujian. Berdasarkan hasil evaluasi, masyarakat dan pengurus merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap pengelolaan keuangan yang lebih efisien dan penggunaan teknologi digital untuk memantau pasokan air. Kesimpulannya, penguatan literasi keuangan yang dipadukan dengan inovasi teknologi berkontribusi langsung terhadap peningkatan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan pengelolaan layanan air bersih di Desa Kedungwringin, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upscaling dan Diversifikasi Nilai Tambah Produk Unggulan Kelompok Wanita Tani Tunas Mulia Nurdiani, Ulfah; Harahap, Fitri Amalinda; Maksum, Ali; Saputro, Wahyu Adhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2101

Abstract

Empowering women's farmer groups (KWT) is crucial for community development. One such growing KWT is the Tunas Mulia Women's Group (KWT) in Tambaksogra Village, Sumbang District, Banyumas Regency, which has a melon and pakcoy (vegetable) cultivation program. The availability of melons and pakcoy at KWT Tunas Mulia is quite high at certain times, resulting in low prices and some unsold surpluses. KWT Tunas Mulia still lacks understanding of product processing. This community service activity aims to upscale and diversify the added value of KWT Tunas Mulia's products. The community service method uses service learning, starting with education and counseling and ending with practical processing of melon products into ice cream and pakcoy into vegetable chips. The partners in this community service activity are all 15 members of KWT Tunas Mulia. This community service activity was carried out in August 2025. Based on the results of the community service activity, there was a transfer of knowledge understanding regarding the importance of product processing by KWT Tunas Mulia as well as the success of direct practice in processing melon and pakcoy harvested by KWT Tunas Mulia into ice cream and pakcoy vegetable chips optimally. The results of the evaluation questionnaire that measured the success of this community service had a percentage of 80%, so it can be concluded that this community service program is running well.ABSTRAKPemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) penting dilakukan dalam rangka pembangunan masyarakat. Salah satu KWT yang sedang berkembang adalah KWT Tunas Mulia yang ada di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas yang memiliki program budidaya melon dan sayuran berupa pakcoy. Periode ketersediaan melon dan pakcoy di KWT Tunas Mulia pada waktu tertentu cukup banyak sehingga menyebabkan harga menjadi murah dan beberapa sisa tidak laku. Pemahaman pengolahan produk masih belum dilakukan oleh KWT Tunas Mulia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk upscaling dan diversifikasi nilai tambah produk dari KWT Tunas Mulia. Metode kegiatan pengabdian ini dengan service learning dimulai dengan edukasi dan penyuluhan dan diakhiri dengan praktik pengolahan produk melon menjadi es krim dan pakcoy menjadi keripik sayur. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah seluruh anggota KWT Tunas Mulia sebanyak 15 orang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada Bulan Agustus 2025. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian terjadi transfer knowledge pemahaman mengenai pentingnya pengolahan produk oleh KWT Tunas Mulia serta keberhasilan praktik langsung dalam mengolah melon dan pakcoy hasil panen KWT Tunas Mulia menjadi es krim dan keripik sayur pakcoy secara optimal. Hasil kuesioner evaluasi yang mengukur keberhasilan pengabdian ini memiliki persentase sebesar 80% dengan begitu dapat disimpulkan bahwa program kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik.
RANCANG BANGUN SISTEM POINT OF SALE (POS) BERBASIS WEB PADA KANTIN PERGURUAN TINGGI Rifai, Annas; Nisaa, Istiqoomatun; Habib, Muhammad Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i4.2096

Abstract

The development of information technology has encouraged the modernization of transaction systems, including the management of canteens in educational environments. The Bogor Telecommunications Academy canteen still uses a manual recording system, which is prone to errors and slows down the reporting process. Through this community service activity, the team (lecturers and students) designed a web-based Point of Sale (POS) system. The method used was the waterfall menu model with stages of needs analysis, design, implementation, testing, and maintenance.  The results of this activity, with SUS analysis, show that the average SUS score for the POS System is 79.5 with a range of acceptance that is almost not high, equivalent to a B grade on a grading scale, and is in the “GOOD” position. Therefore, it can be concluded that the POS System meets user needs and is ready to be released to the public. The POS system can speed up the transaction process and generate accurate and fast sales reports. Before using the POS system, sales reports were done manually, which took a long time, and it also makes it easier to manage inventory in real-time. Thus, the implementation of the POS system can improve operational efficiency and service quality in the campus cafeteria.ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi mendorong adanya modernisasi sistem transaksi, termasuk pada pengelolaan kantin di lingkungan pendidikan. Kantin Akademi Telekomunikasi Bogor masih menggunakan sistem pencatatan manual, yang rentan terhadap kesalahan dan memperlambat proses pembuatan laporan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim (dosen dan mahasiswa) merancang sistem Point of Sale (POS) berbasis web. Metode yang digunakan adalah waterfallmenu model dengan tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan.  Hasil Kegiatan ini dengan analisis SUS menunjukkan hasil perhitungan rata-rata skor SUS untuk Sistem POS adalah 79,5 dengan rentang tingkat penerimaan yang hampir tidak tinggi, setara dengan grade B pada skala grade, dan berada pada posisi “BAIK” Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Sistem POS sudah memenuhi kebutuhan pengguna dan siap untuk dipublikasikan kepada publik. Sistem POS mampu mempercepat proses transaksi menghasilkan laporan penjualan yang akurat dan cepat, sebelum menggunakan sistem POS laporan penjualan dilakukan secara manual sehingga waktu yang dibutuhkan cukup lama sekitar, serta mempermudah pengelolaan stok barang secara real-time. Dengan demikian, penerapan sistem POS dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan di kantin kampus. 

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue