cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 665 Documents
Pendampingan teknologi digital dengan pengembangan sistem pembayaran QRIS sebagai solusi praktis bagi pelaku UMKM Kota Probolinggo Siddiqi, Moh Fakhri; Masruro, Umi; Azizah, Deva Ummu; Syifaiyah, Yesi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.610

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam sistem ekonomi, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata digitalisasi tersebut adalah penerapan sistem pembayaran non-tunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Namun, di Kota Probolinggo, khususnya di sektor makanan dan ritel, tingkat adopsi QRIS masih rendah akibat minimnya literasi digital, rasa khawatir terhadap keamanan data, serta kurangnya pendampingan teknis yang mudah dipahami. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memahami dan mengoperasikan sistem pembayaran digital QRIS. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup survei awal, pelatihan teknis, pendampingan lapangan, hingga evaluasi hasil. Kegiatan dilaksanakan di dua wilayah utama, yaitu Kecamatan Mayangan dan Kanigaran, yang merupakan pusat aktivitas UMKM di Kota Probolinggo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan pelaku UMKM untuk menggunakan QRIS, baik dalam hal pendaftaran, transaksi, maupun integrasi dengan promosi daring. Selain itu, efisiensi waktu transaksi meningkat, pencatatan keuangan menjadi lebih tertib, dan kepercayaan pelaku usaha terhadap transaksi digital semakin tinggi. Program ini juga mendorong munculnya kesadaran baru bahwa penggunaan teknologi bukan hanya kebutuhan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dari strategi pengembangan usaha di era digital.
Pendampingan Pembuatan Batik Tulis Jambi Bagi Guru dan Siswa Untuk Meningkatkan Inovasi Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Muara Bungo Dewi, Nurmalia; Sasih, Agustin Wela; Miharti, Isra; Maulia, Siti Tiara; Amalianita, Berru
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.612

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui pendampingan pembuatan Batik Tulis Jambi bagi guru dan siswa di SMK Negeri 1 Muara Bungo. Tujuan lainnya adalah memperkuat pemahaman peserta didik terhadap identitas budaya dan nilai-nilai kebangsaan dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi proses analisis dan dialog intensif dengan pihak sekolah mitra, diikuti dengan tahapan workshop dan pelatihan teknis pembuatan batik tulis Jambi, serta bimbingan penerapan batik sebagai media pembelajaran PPKn. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan sejarah dan filosofi motif batik Jambi, yang mengandung nilai-nilai Pancasila seperti cinta tanah air, kerja keras, dan gotong royong, sebelum dilanjutkan ke pelatihan teknis membatik. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar membatik yang signifikan pada peserta, serta perubahan positif dalam sikap guru dan siswa, di mana guru mulai menggunakan media berbasis budaya lokal dan siswa menjadi lebih menghargai budaya daerah mereka sendiri. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkaya inovasi pembelajaran PPKn dengan memperkuat pembentukan karakter dan meningkatkan relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa.
Peningkatan Kompetensi Kader Melalui Kelas Kader Lansia di Era Transformasi Layanan Kesehatan Primer dan Kewirausahaan di Wilayah Puskesmas Godong 1 Kabupaten Grobogan Riniasih, Wahyu; Supriyadi, Eko; Sari, Gigih Kenanga; Ulfa, Fatma Nurmala; Farokhah, Mirna Vaul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.613

Abstract

Transformasi layanan kesehatan primer merupakan salah satu pilar penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan kegiatan promotif dan preventif di seluruh siklus kehidupan. Salah satu implementasinya adalah kegiatan Skrining Lansia Sederhana (SKILAS) yang bertujuan meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular dan memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jatilor, wilayah kerja Puskesmas Godong 1 Kabupaten Grobogan, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pelaksanaan SKILAS. Metode pelaksanaan mencakup enam tahapan, yaitu sosialisasi kegiatan, penyuluhan tentang SKILAS, inisiasi pembentukan kader lansia, pelatihan kader, monitoring dan evaluasi tahap 1, serta monitoring dan evaluasi tahap 2. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kemampuan kader; pengetahuan kategori baik meningkat dari 0% menjadi 91,3%, dan keterampilan terampil meningkat dari 0% menjadi 95,7% setelah pelatihan. Kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan inisiatif dalam mengembangkan Posyandu Lansia serta kegiatan kewirausahaan berbasis kesehatan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap implementasi transformasi kesehatan primer, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, dan pemerintah desa dalam upaya pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Peran Mahasiswa PKL Universitas Nurul Jadid Dalam Pendampingan Penggunaan Aplikasi Jconect Kepada Nasabah Untuk Meningkatkan Efisiensi Transanksi Keuangan Silvia, Adinda Medi; Ali, Dini Fitriani; Fibria, Ika Sikta; Hamzah, Muh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.614

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan peran mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Universitas Nurul Jadid dalam mendampingi nasabah Bank Jatim menggunakan aplikasi Jconect sebagai sarana transaksi keuangan digital yang cepat, aman, dan efisien. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap peningkatan literasi keuangan digital masyarakat di era transformasi teknologi. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pemahaman terhadap teknologi digital dalam sektor keuangan, sehingga masih banyak transaksi dilakukan secara manual yang berpotensi menimbulkan hambatan dari segi waktu, keamanan, dan efektivitas. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatif yang meliputi tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Mahasiswa berperan aktif dalam menyusun modul panduan teknis, melakukan sosialisasi manfaat dan keamanan transaksi digital, serta memberikan pendampingan personal kepada nasabah yang mengalami kendala teknis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan nasabah menggunakan aplikasi Jconect. Hal tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan nasabah dalam melakukan instalasi, registrasi, dan transaksi digital secara mandiri, serta menurunnya kesalahan teknis seperti gagal login atau input data yang keliru. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa PKL dengan kemampuan praktis dan sosial, menjadikan mereka agen literasi digital yang efektif. Dampak kegiatan terlihat pada peningkatan jumlah transaksi digital dan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan daring. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi dan literasi digital keuangan masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga keuangan dalam mendukung inklusi serta transformasi digital nasional.
Implementasi Program Pembuatan Papan Nama dan Plang Desa Sebagai Strategi Meningkatkan Identitas Wilayah di Desa Larangan Fatmayanti, Fera; Abdurrokhim, Abdurrokhim; Hardjowikarto, Dharliana Ayu; Nuraeni, Tia; Akbar, Muhammad Miftahul; Rachma, Nabila Fathiyah; Wahyuningsih, Amelya Andini; Popi, Popi; Rohimah, Sania; Firstikara, Ghania Callysta; Mutiara, Mutiara; Saputra, Akbar Wahyudi Adi; Nugroho, Dimas Andhi; Syafi'i, Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.616

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Swadaya Gunung Jati dilaksanakan di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan identitas desa. Permasalahan yang ditemukan adalah minimnya sarana penanda desa, sehingga menyulitkan pendatang sekaligus melemahkan citra desa. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KKN-T berinisiatif membuat plang desa dan papan nama kepala desa serta ketua RW dengan metode partisipatif yang melibatkan masyarakat dan pemerintah desa. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi observasi lapangan, perancangan desain, pemilihan bahan, pembuatan, hingga pemasangan di lokasi strategis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan plang dan papan nama mampu mempermudah akses informasi, memperkuat identitas desa, serta meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap lingkungannya. Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi berkelanjutan. Ke depan, inovasi tambahan seperti peta desa digital dan papan informasi berbasis teknologi diharapkan dapat mendukung digitalisasi desa serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Peningkatan Kapasitas UMKM Desa Simpang Gambus melalui Pelatihan Digitalisasi dan Branding oleh Mahasiswa KKN Universitas Asahan 2025 Triastuti, Neni; Samudra, Agung Rivaldi; Humaira, Malika; Putri, Amelia; Pratama, Arya Abdillah; Panjaitan, Januari Pratiwi; Syahfitri, Arti; Mirna, Nursarro Sauma; Manurung, Boby Anugrah; Ramadhan, Syahry; Fadilla, Intan; Selpia, Mega; Fazriansyah, M; Fahri, Fahri; Ardanu, Haris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.617

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Asahan tahun 2025 di Desa Simpang Gambus berfokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan digitalisasi dan strategi branding. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital dan membangun identitas merek yang kuat di tengah perkembangan ekonomi digital. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan daya saing UMKM lokal agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan langsung, pendampingan, serta pemberian langsung bantuan branding usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam penggunaan platform digital seperti media sosial, marketplace, serta mempermudah UMKM dikenal banyak orang. Program ini juga mendorong peningkatan penjualan dan perluasan jangkauan pasar secara daring. Kegiatan KKN ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis digital.
Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Tinggi Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Kepada SMAS Binabangsa Simpang Gambus Triastuti, Neni; Samudra, Agung Rivaldi; Humaira, Malika; Putri, Amelia; Pratama, Arya Abdillah; Panjaitan, Januari Pratiwi; Syahfitri, Arti; Ramadhan, Syahry; Mirna, Nursarro Sauma; Manurung, Boby Anugrah; Sartika, Janu; Fadilla, Intan; Selpia, Mega; Fazriansyah, M; Fahri, Fahri; Ardanu, Haris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.618

Abstract

Sosialisasi pentingnya pendidikan tinggi bagi lulusan SMA sederajat bertujuan untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada siswa siswi SMA sedrajat yang akan lulus agar bisa mempertimbangkan dengan baik dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, mengingat pentingnya pendidikan tinggi untuk mempersiapkan generasi penerus yang berwawasan luas sehingga bisa diberdayakan dalam pembangunan nasional nantinya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SMAS BINABANGSA Simpang Gambus yang diikuti oleh siswa kls 3 sebanyak 1 kelas, dan siswa kls 2 sebanyak 1 kelas.  Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan. Sedangkan metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan melakukan sosialisasi dan diskusi yang berkaitan dengan materi pentingnya pendidikan tinggi. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta lebih memahami dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus dari SMA nantinya.
Diversifikasi Produk Bakso Ikan Tuna : Inovasi Pengolahan Hasil Perikanan untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sukmawati, Sukmawati; Rosalina, Febrianti; Ponisri, Ponisri; Sulfiana, Sulfiana; Murtiningrum, Murtiningrum; Mangallo, Bertha; Leba, Herlyn Winda Wie; Darma, Darma; Awariti, Mohammad Haris; Latief, Nur Alya Mariska; Rumkowas, Saleh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.619

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Diversifikasi Produk Bakso Ikan Tuna” dilaksanakan di Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Potensi ikan tuna (Thunnus sp.) yang melimpah di wilayah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan inovasi pengolahan berbasis diversifikasi produk. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelatihan, dan evaluasi dengan metode hands-on training yang melibatkan 20 peserta kelompok ibu rumah tangga. Peserta diberikan materi dan praktik langsung meliputi pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, penerapan prinsip keamanan pangan, serta pengemasan produk yang sesuai standar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek: pengetahuan bahan baku (45%→85%), teknik pengolahan (40%→90%), keamanan pangan (35%→80%), dan pengemasan produk (30%→75%). Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran mutu, dan semangat kewirausahaan masyarakat pesisir. Selain membuka peluang usaha baru, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 14, yaitu pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut.
Penguatan Pemahaman Ibu tentang Pola Asuh Digital Sehat dalam Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Zaenab, Siti; Jaojah, Siti; Aeni, Yulia Hayatul; Hani, Siti Umi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.620

Abstract

Tingginya penetrasi gawai pada keluarga di Indonesia membuat pendampingan orang tua khususnya ibu menjadi krusial agar anak menggunakan gawai secara sehat dan sesuai tahap perkembangannya. Berbagai studi menegaskan bahwa kompetensi orang tua dalam memediasi penggunaan media digital anak berpengaruh pada pembentukan kebiasaan digital yang aman, pembatasan waktu layar, serta pencegahan dampak negatif (mis. distraksi belajar, gangguan tidur, dan risiko paparan konten tidak layak). Pada saat yang sama, capaian literasi digital nasional tahun 2021 menunjukkan perlunya penguatan kapasitas rumah tangga dalam praktik pengasuhan digital sehari-hari, termasuk kemampuan menetapkan aturan, mendampingi, dan menjadi teladan. Program  pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi parenting digital ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu mengenai “pola asuh sehat” dalam penggunaan gawai pada anak. Program ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan pendampingan berbasis komunitas dengan metode partisipatif yang memadukan paparan materi (risiko–manfaat gawai, batasan waktu layar, family media plan), simulasi dialog orang tua–anak, serta latihan menyusun aturan keluarga (aturan durasi, ruang bebas gawai, pendampingan konten) dengan rujukan praktik baik dan pedoman profesional refleksi tertulis, dan lembar rencana aksi keluarga. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman ibu pada tiga indikator utama: (1) kemampuan mengidentifikasi risiko dan manfaat gawai; (2) keterampilan menetapkan dan mengomunikasikan aturan keluarga yang konsisten; (3) kesiapan melakukan pendampingan aktif (active mediation) selama anak menggunakan gawai. Ibu juga melaporkan rencana tindak lanjut berupa penerapan durasi layar yang disesuaikan usia, zona “tanpa gawai”, serta penjadwalan aktivitas alternatif non-layar. Temuan menegaskan bahwa sosialisasi singkat yang kontekstual, berbasis bukti, dan praktis dapat memperkuat kapasitas ibu dalam pengasuhan digital anak, serta relevan untuk direplikasi oleh satuan PAUD/sekolah dan kader/PKK dengan adaptasi lokal.
The Instilling of Ethical Language Values for the Students through Folklore at Sekolah Kebangsaan Padung Mart, South Thailand Purba, Happy Sri Rezeki; Harahap, Eli Marlina; Harahap, Erlina; Lubis, Wiwin Wahyuni; Aritonang, Syahrudin; Hasibuan, Iskandar Safri; Harahap, Qorry Hilmiyah; Nasution, Ismawal Pebriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.621

Abstract

This community service program aimed to develop ethical language values among students through storytelling and folklore-based learning. The activity was implemented at Ban Phadung Mart School, Southern Thailand, involving 20 students over three sessions. The program applied interactive storytelling as a medium to integrate linguistic, cultural, and moral learning. The community service was designed as a participatory educational intervention that emphasized the use of folklore to internalize ethical concepts such as honesty, respect, responsibility, and empathy. Data were collected through observation, reflection journals, and interviews with students and teachers. The results indicated a significant improvement in students’ understanding of moral values and their ability to use English to express those values. The storytelling sessions not only improved language skills but also cultivated ethical awareness, social responsibility, and appreciation of local culture. The project highlights the importance of folklore as a pedagogical tool in developing ethical and linguistic competence in EFL contexts.