cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 805 Documents
Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Mesin Melalui Pelatihan Autocad Berbasis Project Hartawan, Beny; Marjuni, Teuku; Prastyo, Adi; Ansyori, Anang; Hadi, R Agung Efriyo; Ojahan R, Tumpal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1056

Abstract

Kemampuan dalam menguasai autocad merupakan hal yang penting dalam penugasan pembelajaran. Penguasaan autocad merupakan skill dasar yang penting bagi mahasiswa dalam mendukung pemahaman dan penerapan gambar teknik. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pengoperasian autocad berbasis project. Metode kegiatan terbagi dalam tiga fase, yaitu tahap perencanaan dan persiapan, implementasi kegiatan di lapangan, serta tahap evaluasi Evaluasi efektivitas dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan dari 52 % menjadi 72% yang mencerminkan peningkatan dalam pemahaman teknis mahasiswa dalam menggambar part mesin berbasis project. Peningkatan nilai terjadi secara merata pada tiga aspek yaitu penguasaan fungsi tools, keterampilan menggambar tampak dan potongan, serta kerapihan penyusunan gambar. Pemahaman dan keterampilan berbasis praktik langsung lebih efektif untuk pembelajaran keterampilan teknis.  
Sosialisasi Aplikasi Grafik Barber Johnson (GBJ) Di Unit Kerja Rekam Medis Rahmalidiyani, Nina; Khairunnisa, Khairunnisa; Poernareksa, Dwidya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1057

Abstract

Grafik Barber Johnson memiliki fungsi penting dalam memantau progres pencapaian standar efisiensi pemanfaatan tempat tidur di berbagai unit pelayanan rawat inap dalam kurun waktu tertentu, serta mengevaluasi pengaruh implementasi kebijakan baru terhadap tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur. Evaluasi efisiensi pemanfaatan tempat tidur dapat dilakukan menggunakan Grafik Barber Johnson yang dilengkapi dengan zona efisien, dimana zona tersebut mampu menggambarkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur dengan empat indikator kinerja, yakni Bed Occupancy Ratio (BOR), Average Length of Stay (AvLOS), Turn Over Interval (TOI), dan Bed Turn Over (BTO). Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi dengan memberikan materi berupa penggunaan Aplikasi Grafik Barber Johnson (GBJ) di Unit Kerja Rekam Medis. Pemberian informasi mengenai penggunaan Aplikasi Grafik Barber Johnson (GBJ) diharapkan mahasiswa dapat memahami penggunaan Grafik Barber Johnson. Dari hasil sosialisasi penggunaan Aplikasi Grafik Barber Johnson (GBJ) di Unit Kerja Rekam Medis menunjukkan bahwa sebanyak 95,7% peserta memberikan penilaian baik, sedangkan 4,3% peserta menilai kurang. Mayoritas peserta merasa puas dengan proses dan materi yang disampaikan, mencerminkan efektivitas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait penggunaan aplikasi GBJ. Namun, masih terdapat kebutuhan perbaikan bagi sebagian kecil peserta. Diperlukan penyempurnaan metode sosialisasi, seperti diskusi tambahan, penyediaan materi pendukung, atau pelatihan lanjutan, guna meningkatkan motivasi mahasiswa dalam mengoperasikan aplikasi di Unit Kerja Rekam Medis.
Sampah Dapur Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Bagi Kelompok Kebun Asri Agro - Semarang Setio, Stefanus Prabani; Trisyanti, Lucia Ina; Hawa, Hawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1058

Abstract

Sampah domestic (rumah tangga) khususnya dari dapur berupa sampah organic dan anorganik. Sampah organic baik yang mentah atau yang sudah dimasak, hampir setiap hari dihasilkan. Sampah tersebut dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu: 1) sampah organic tumbuhan; 2) sampah organic hewan; 3) sampah olahan/masakan. Ketiga sampah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda serta menghasilkan aroma yang berbeda saat mengalami pembusukan. Aroma menjadi masalah serius bagi lingkungan rumah karena mengakibatkan ketidaknyamanan bagi seluruh penghuni rumah dan tamu yang berkunjung. Sesungguhnya sampah dapur ini memiliki manfaat dibalik proses pembusukan yang terjadi. Proses pembusukan yang terjadi akan menghasilkan lindi atau lendir yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Selain itu ampas hasil pembusukan juga menjadi kompos untuk media tanam.  Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di kelompok Kebun Asri Agro – Kota Semarang yang didirikan oleh ibu Ninik, melibatkan beberapa tetangga serta kerabat untuk membudidayakan tanaman buah, khususnya Anggur. Pada umumnya ibu-ibu yang tidak menyukai menanam tanaman buah, melainkan tanaman bunga. Namun Ibu Ninik, seorang pensiunan mengajak tetangga dan kerabatnya memulai menanam tanaman anggur. Melalui metode sosialisasi pemanfaatan sampah dapur dan melakukan praktik pembuatan media pembuatannya, pemilik Kebun Asri Agro, ibu Ninik mulai paham dan antusias mengukuti semua tahapan sosialisasi hingga praktik yang dilakukan tin dosen. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman pentingnya memilah dan memisahkan sampah untuk tujuan yang positif dan produktif pada tanaman. Diharapkan melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) ini Kebun Asri Agro dapat menginspirasi ibu-ibu rumah tangga disekitar lingkungannya untuk  memanfaatkan sampah dapur dan memberikan POC pada tanaman sehingga menghemat pengeluaran untuk pembelian pupuk.   
Implementasi Teknologi Filtrasi dalam Program KKN Untuk Meningkatkan Kualitas Air dari Embung Desa Indraloka Jaya Salman, Muhammad; Fitria, Mia; Aprilia, Dona; Suhud, Muhammad Kharis; Sutrisno, Slamet; Fernanda, Rosma Ayu; Hidayati, Hidayati; As Salam, M Ridha; Riyanto, Riyanto; Setiawan, Sariman Budi; Hasanah, Fauziah; Masriah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1059

Abstract

Sebagian besar kebutuhan air masyarakat Desa Indraloka Jaya bergantung pada embung desa, namun kualitas airnya belum layak untuk dikonsumsi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan teknologi sederhana berupa filtrasi melalui program KKN sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan warga dan perangkat desa dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penggunaan alat filtrasi menunjukkan perubahan signifikan, di mana air yang semula keruh menjadi jernih dan tidak berbau. Nilai pH turun dari 8,93 menjadi 7,76, sedangkan TDS menurun dari 304 mg/L menjadi 48 mg/L. Hasil ini sesuai dengan standar kualitas air minum yang ditetapkan Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan WHO, sehingga air hasil filtrasi layak dikonsumsi. Keberadaan teknologi filtrasi sederhana mendapat tanggapan positif dari pemerintah desa dan masyarakat sekitar, yang tidak hanya merasakan manfaat langsung berupa peningkatan kualitas air, tetapi juga memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pemeliharaan serta penggunaan alat secara berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa intervensi teknologi tepat guna sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan, kenyamanan, dan pelayanan publik di pedesaan.
Pelaksanaan Program Fisioterapi Fungsional-Metabolik Berbasis Biomedis sebagai Upaya Mitigasi Risiko Inflamasi Sistemik pada Komunitas Penyintas Kanker Payudara Pascamenopause Alfaros, Wildan; Panunjang, I Putu Aryeng; Zarkiyani, Tina; Wahyuning, Dini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1066

Abstract

Aspek kualitias hidup pasca pengobatan pada penyintas kanker payudara pascamenopause merupakan hal yang penting sekaligus memiliki tantangan. Penyitas ini memiliki tantangan ganda yaitu efek samping pasca pengobatan dan penurunan fisiologis tubuh yang memperburuk prognosis dan kekambuhan penyakit kanker payudara.  Saat ini meskipun layanan fisioterapi telah tersedia, tetapi masih didominasi oleh pendekatan yang fokus pada pemulihan gerak sendi bahu dan manajemen limfedema, dan rendahnya pemahaman dan intervensi yang mengintegrasikan aspek fungsional dan metabolit (IMT/WHR). Dimana hal ini sebagai hal krusial yang dapat menyebabkan kekambuhan serta prognosis buruk terhadap kanker payudara pascamenopause. Tujuan dari PkM ini untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya aktivitas fisik yang sesuai sebagai intervensi biologis yang presisi bagi pasien kanker payudara pascamenopause. Metode kegiatan ini melalui penyuluhan, pemeriksaan tes fungsional, dan pemberian latihan fisik yang sesuai. Hasil kegiatan menunjukkan kesadaran dan peningkatan pemahaman akan pentingya latihan fisik yang teratur dan sesuai, untuk menghasilkan zat bioaktif alami tubuh yang berguna sebagai perisai alami, dan pentignya menjaga IMT yang normal dan mengurangi lemak viseral pada tubuh penyitas kanker payudara pascamenopause.
Workshop Inovasi Pembelajaran: Integrasi Media Emerging EdTech pada Model Kooperatif bagi Guru SMP Setyowati, Dessy; Afryaningsih, Yunika; Hidayati, Awanis; Hertati, Elvani; Fathonah, Iir Nikhmatul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1068

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional guru SMP di Kabupaten Kubu Raya melalui integrasi media Emerging EdTech dalam model pembelajaran kooperatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Active Learning Workshop selama tiga hari yang meliputi tahap penguatan konsep TPACK, praktik penyusunan modul ajar IPA materi Tata Surya, serta simulasi peer-teaching. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman, keterampilan, dan sikap/percaya diri dari rata-rata sebelum kegiatan 2,5 menjadi 3, 42. Selain itu, guru dapat mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sintaks model Jigsaw. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa workshop inovasi pembelajaran ini efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori pedagogi modern dengan praktik riil di kelas. Integrasi teknologi mutakhir terbukti mampu merevitalisasi model kooperatif menjadi lebih dinamis dan kolaboratif, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Nasional di era digital.
Implementasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di SMK Taman Siswa Cabang Sukadamai Kabupaten Asahan Hasibuan, Virayudya Lahadhe; Pramana, Cipta; Dewi, Novita Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1069

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 16–17 tahun di SMK Taman Siswa Cabang Sukadamai Kabupaten Asahan. Edukasi diberikan menggunakan media leaflet yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pretest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan awal remaja terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Setelah itu, peserta diberikan edukasi melalui penjelasan materi yang didukung dengan leaflet, kemudian kegiatan diakhiri dengan pemberian posttest menggunakan kuesioner yang sama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan pada saat pretest sebesar 1,41 yang berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi, nilai rata-rata pengetahuan pada posttest meningkat menjadi 2,73 dengan kategori baik. Selain itu, secara proporsional jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara signifikan setelah intervensi diberikan. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet efektif dalam menambah pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini. Diharapkan, peningkatan pengetahuan tersebut dapat menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku remaja yang lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi dan menunda pernikahan hingga usia yang matang.
Pengembangan Bahan ajar Ubuidiyah Berbasis Kontekstual Kelas Wustho di Ponpes Raudlatul Ulum 1 Ishomuddin, Ishomuddin; Husni, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1071

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kontekstual pada materi ubudiyah kelas 2 di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1. Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan akan bahan ajar yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan ajaran ibadah dengan kehidupan nyata santri. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan bahan ajar, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi produk. Bahan ajar yang dikembangkan mencakup materi wudhu’, tayammum, shalat, serta najis dan cara menyucikannya, dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan keterkaitan antara konsep keagamaan dan praktik keseharian santri di lingkungan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kontekstual ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktik ibadah santri secara signifikan, ditandai dengan peningkatan skor hasil belajar dan antusiasme dalam kegiatan praktik ubudiyah. Selain itu, ustadz dan santri memberikan respon positif terhadap kemudahan penggunaan dan relevansi konteks bahan ajar. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual terbukti efektif dalam memperkuat pembelajaran ubudiyah yang bermakna, aplikatif, dan sesuai dengan karakteristik pendidikan pesantren.
Implementasi Konsep 5R Melalui Kegiatan Social Charity pada Anak Yayasan Yatim Piatu Nahdlatul Ishlahiyah Karawang Kamil, Imanuddin; Yaafi, Faris Naufal; Kaafiy, Fauzan Affan; Yudi, Cessa Aisya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1072

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) mengadakan kegiatan Social Charity yang dilaksankaan pada 24 Desember 2025 di Yayasan Yatim Piatu Nahdlatul Ishlahiyah Karawang. Kegiatan ini selain mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus juga dalam rangka Dies Natalis 1 Dekade AKTI. Fokus utama kegiatan adalah menanamkan karakter disiplin dan kepedulian lingkungan melalui edukasi budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) kepada 50 anak Yayasan dengan pendampingan 10 mahasiswa serta 2 staf dan dosen AKTI. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi interaktif, praktik langsung (action learning), dan pendampingan kelompok oleh mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan tinggal. Selain itu, pemberian bantuan peralatan kebersihan mendukung keberlanjutan program 5R di yayasan tersebut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berhasil mengasah kepekaan sosial dan kemampuan kontribusi nyata di masyarakat.
Sosialisasi Pengenalan Administrasi dan Layanan Kesehatan Dasar untuk Guru SDN 106790 Sei Mencirim Saragih, Heppy Maya Sari; Dalimunthe, Selvia Yolanda; Hadya, Rizca Annur; Wiyogo, Wiyogo; Br Barus, Dwike Nirmalasari Theresia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1073

Abstract

Administrasi dan layanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya sekolah yang sehat dan aman bagi peserta didik. Namun, masih terdapat keterbatasan pemahaman guru sekolah dasar mengenai administrasi kesehatan sekolah serta prosedur layanan kesehatan dasar yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru SDN 106790 Sei Mencirim tentang pengenalan administrasi dan layanan kesehatan dasar di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan sosialisasi dan edukasi melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta simulasi sederhana terkait administrasi kesehatan, pertolongan pertama, dan upaya promotif serta preventif kesehatan di sekolah. Sasaran kegiatan adalah seluruh guru SDN 106790 Sei Mencirim. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya administrasi kesehatan sekolah, pengelolaan data kesehatan peserta didik, serta peran guru dalam memberikan layanan kesehatan dasar. Selain itu, guru menjadi lebih siap dalam melakukan tindakan awal terhadap masalah kesehatan ringan yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekolah dan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan kondusif.