cover
Contact Name
Tarso Rudiana
Contact Email
lppm.unmabanten@gmail.com
Phone
+6282216689508
Journal Mail Official
tarso.rudiana@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mathla'ul Anwar Jalan Raya Labuan KM 23, Pandeglang Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
ISSN : 25408739     EISSN : 25408747     DOI : 10.30653/002
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. JPPM, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 438 Documents
Upaya Penanaman Karakter Santri Melalui Kegiatan Pesantren Weekend Khamim Saifuddin; Ajinur Riski
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.494

Abstract

Manbaul Khoir merupakan pesantren yang diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan terhadap penurunan sikap remaja. Hilangnya kesadaran remaja untuk mengaji, dimulai pada usia 12 tahun ke atas. Program pesantren akhir pekan (weekend) adalah salah satu kegiatan unggulan di pondok pesantren manbaul khoir. Layanan ini menggunakan metode Asset Based Coomunitu Development (ABCD). Pendekatan ini menitikberatkan pada kepemilikan aset atau potensi yang dimiliki masyarakat untuk dikembangkan lebih luas dan dapat memberdayakan masyarakat. Alur pelaksanaan pelayanannya adalah pengembangan anak tentang potensi dirinya dalam upaya perubahan sikap hidup anak, menyusun konsep makro kurikulum pesantren berdasarkan konsep pendidikan karakter, mengorganisir dan mengajak anak mengidentifikasi kebutuhannya, menentukan prioritas dan mencari solusi, memberikan pemahaman tentang pentingnya kurikulum pendidikan karakter dalam upaya menghasilkan generasi intelektual yang bermoral, menerapkan konsepsi kurikulum pesantren akhir pekan, mengembangkan konsep kurikulum sesuai kebutuhan zaman. Kesimpulan dari artikel ini ditemukan bahwa penerapan program sangat diperlukan namun demikian perlu ada upaya yang lebih serius dalam menutupi kekurangan yang ditemukan. Manbaul Khoir is an Islamic boarding school which is expected to be a preventive solution to the decline in adolescent attitudes. Loss of awareness among teenagers about reciting the Koran, starting at the age of 12 years and above. The weekend Islamic boarding school program is one of the superior activities at the Manbaul Khoir Islamic boarding school. This service uses the Asset Based Community Development (ABCD) method. This approach focuses on ownership of assets or potential that the community has to be developed more widely and can empower the community. The flow of service implementation is developing children about their potential in an effort to change children's attitudes towards life, developing macro concepts for the Islamic boarding school curriculum based on the concept of character education, organizing and inviting children to identify their needs, determine priorities and find solutions, providing an understanding of the importance of the character education curriculum in an effort to produce the next generation. moral intellectuals, implementing the weekend Islamic boarding school curriculum concept, developing curriculum concepts according to the needs of the times. The conclusion of this article is that implementing the program is very necessary, however, more serious efforts need to be made to cover the deficiencies found.
Pelatihan dan Pendampingan Online Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru IPA SMP Kabupaten Sukabumi Setiono Setiono; Aa Juhanda; Sistiana Windyariani; Billyardi Ramdhan; Suhendar Suhendar; Jujun Ratnasari; Gina Nuranti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.501

Abstract

Kebijakan belajar secara online telah merubah pola serta kebiasan pembelajaran yang selama ini dilakukan. Kebiasaan baru dalam pembelajaran ini memberikan peluang bagi guru untuk melakukan penelitian untuk mengembangkan strategi pembelajaran dalam pembelajaran online. Hal ini mendorong program studi pendidikan biologi FKIP universitas muhammadiyah sukabumi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat (PPM) untuk menjembatani guru melakukan penelitian. Kegiatan PPM ini merupakan bentuk aktifitas tridarma yang bisa dilakukan oleh dosen di perguruan tinggi. Bentuk PPM yang dilakukan berupa pelatihan penulisan karya tulis ilmiah terhadap Guru IPA SMP (Sekolah Menengah Pertama) se-Kabupaten Sukabumi (n=30). Pelatihan ini dibutuhkan oleh para guru untuk mendorong produktifitas penelitian guru khususnya pada masa pandemi serta mendorong guru melakukan publikasi pada jurnal imiah bereputasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, pelatihan dan coaching clinic penulisan artikel untuk terbit di jurnal bereputasi. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini adalah: Penelitian Tindakan Kelas, Trend Penelitian Pendidikan IPA, Penulisan Artikel Ilmiah dan Mendeley Hasil dari pelatihan ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam melakukan penelitian dan dapat menulis karya ilmiah dan mengirimkannya ke jurnal nasional bereputasi. The online learning policy has changed the learning patterns and habits that have previously been carried out. This new habit in learning provides opportunities for teachers to research to develop learning strategies in online learning. This encourages the biology education study program at FKIP Muhammadiyah University Sukabumi to carry out community service (PPM) to provide a bridge for teachers to conduct research. This PPM activity is a form of tridharma activity that can be carried out by lecturers at universities. The form of PPM carried out was in the form of scientific writing training for junior high school (Junior High School) science teachers throughout Sukabumi Regency (n=30). This training is needed by teachers to encourage teacher research productivity, especially during the pandemic and to encourage teachers to publish in reputable scientific journals. The methods used are lectures, training, and coaching clinics for writing articles to be published in reputable journals. The material provided in this training is Classroom Action Research, Science Education Research Trends, Scientific Article Writing, and Mendeley. The result of this training is an increase in teachers' ability to conduct research and be able to write scientific papers and send them to reputable national journals.
Pembersihan Sampah Bersama Pemuda di Pasar Tradisional Mirek, Desa Oringbele, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur Paskalia Lodan Hayon; Yohanes Soni Kewawo; Setphanie Lawalu; Fransiskus Bapa Tokan; Frans Nyong
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.560

Abstract

Sampah adalah hasil dari aktivitas manusia. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah sampah yang dihasilkan pun cenderung bertambah. Sampah yang tidak terkendali, akan berimbas pada pencemaran lingkungan hidup, baik itu tanah, air, maupun udara. Pasar Mirek adalah pasar tradisional di Kecamatan Witihama yang saat ini mengalami persoalan pengelolaan sampah, yang mengakibatkan lingkungan pasar berbau tidak sedap. Hal ini terjadi akibat aktivitas pedagang pasar yang selalu meninggalkan sisa bahan-bahan jualan yang dianggap sudah tidak berguna lagi, yang dibuang sembarangan dan akhirnya menjadi sampah yang menumpuk dan berbau. Oleh karena itu, pada program pengabdian masyarakat kali ini akan dilakukan kegiatan pembersihan sampah bersama pemuda dan masyarakat sekitar. Tujuan aktivitas ini adalah meningkatkan kepedulian dan peran semua kalangan, khususnya masyarakat Desa Oringbele dalam menjaga kebersihan lingkungan Pasar Mirek. Metode pelaksaan adalah observasi, sosialisasi, kampanye, pemasangan pamflet dan tempat sampah, serta aksi pembersihan pasar gotong royong bersama pemuda dan masyarakat di sekitar sebanyak lima kali. Hasil pengabdian menunjukan bahwa keterlibatan pemuda dan masyarakat sekitar dalam kegiatan pembersihan semakin meningkat dari aksi pertama sampai ke lima. Masyarakat juga antusias dengan adanya kegiatan ini karena dapat membantu mereka mengatasi masalah penumpukan sampah serta polusi udara di Pasar Mirek. Garbage is the result of human activities. The increase in population, will also increase the amount of waste. Uncontrolled amount of waste will pollute the environment, such as the soil, the water or air pollution. Mirek Market is a traditional market in Witihama District, which currently has problem in waste management, resulting in a smelly market environment. The situation happened because of traders’ activities in the market, which always leave leftovers that thrown away and eventually become trash. Therefore, through this community service program, we carried out garbage cleaning activities with youth and the surrounding community, in order to increase the awareness and role of people of Oringbele Village, in keeping Mirek Market environment clean. Methods used in the program are: observation, community outreach, campaigns among traders, making pamphlets and trash cans, and conducting five times market cleaning actions with youth and the surroundings community. The result showed that there was increasing in the involvement of youth and the surrounding community from the first time until the fifth cleaning activities. The community is also enthusiastic about this activity because it helps them to overcome the waste problem at Mirek Market.
Pengembangan Kincir Air Sebagai Pembangkit Listrik untuk Kebutuhan Lokasi Wisata Bendungan Desa Menaming Rokan Hulu Riau Asral Asral; Yuli Handika; Ferdinandus Pekei
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.564

Abstract

Bendungan Menaming berada di Desa Menaming terpisah sekitar 3 km dari pemukiman penduduk sehingga jauh dari jangkauan penyedia layanan listrik. Air dari bendungan didistribusikan melalui saluran irigasi ke persawahan dan perikanan warga mengandung banyak daya hidrolis. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk menyediakan kebutuhan daya listrik dengan mengembangkan pembangkit listrik pikohidro karena lokasi sedang dalam pengembangan untuk dijadikan kawasan wisata. Pemanfaatan sumber daya air pada saluran irigasi dapat dilakukan dengan mengembangkan kincir air sebagai penggerak generator listrik. Pembangkit listrik dengan penggerak kincir air aliran bawah sangat cocok dikembangkan karena pembuatan dan perawatannya mudah. Disamping itu struktur dan bentuk kincir air dapat menambah keindahan dan daya tarik bagi pengunjung lokasi wisata. Sekarang telah terpasang pembangkit listrik tenaga air dengan daya total sekitar 70 Watt. Listrik ditansmisikan menggunakan kabel melalui tiang listrik dan masing-masing dipasang sebuah lampu LED (Light Emitting Diode). Selanjutnya pada salah satu warung di dalam lokasi wisata dibuat instalasi lampu dan stopkontak untuk charging hand phone. Lampu juga terpasang pada sebuah rumah yang berdekatan. The Menaming Dam is located in Menaming Village, about 3 km apart from residential areas, so it is far from the reach of electricity service providers. Water from the dam is distributed through irrigation channels to residents' rice fields and fisheries containing a lot of hydraulic power. Community service activities aim to provide electrical power needs by developing a pico-hydro power plant because the location is being developed to become a tourist area. Utilization of water resources in irrigation can be done by developing a waterwheel as driving for electricity generators. The power plant with an undershot waterwheel is very suitable to be developed because it is easy to manufacture and maintain. Besides that, the structure and shape can add to the beauty and attractiveness of visitors to tourist sites. Now a hydroelectric power plant has been installed with a total power of about 70 W. Electricity is transmitted using cables through the power poles and an LED light is installed on each of them. Furthermore, in one of the stalls in the tourist location, installation of lights and sockets for charging mobile phones was made. Lights were also installed in an adjacent house.
Pelatihan Dasar Kepemimpinan Aktif dan Kreatif di Era digital untuk Pengurus OSIS SMA Negeri 2 Cikarang Pusat Abdul Ghofir; Rudianto Roestam; Dedi Rianto Rahadi; Sasongko Budhi Wardana; Eko Syamsuddin; Budi Sulistyo
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.578

Abstract

Kepemimpinan adalah suatu siasat untuk meningkatkan kewibawaan yang mampu menggerakkan orang lain, baik secara individu maupun kelompok dalam suatu organisasi sehingga menimbulkan kemauan dan kemampuan berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan positif organisasi. Tujuan diadakannya program pelatihan dasar ini adalah untuk Mewujudkan Kepemimpinan OSIS yang Aktif dan Kreatif dalam menghadapi era digital di SMA Negeri 2 Cikarang Pusat Tahun Pelajaran 2022/2023. Selain itu untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih mandiri dan memiliki jiwa kepemimpinan yang aktif dan kreatif, serta membekali dan meningkatkan kemampuan berorganisasi bagi siswa. Metode pelatihan dilakukan secara interatif langsung dengan pendekatan diskusi dan permainan. Tahapan pelatihan melalui tiga tahapan antara lain: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil pelatihan memperlihatkan keinginan kuat para siswa dalam mengikuti pelatihan khususnya dari anggota OSIS dan didampingi oleh guru bidang kemahasiswaan. Leadership harus dimiliki setiap individu dalam memimpin suatu organaisasi untuk mencapai tujuan. OSIS sebagai media organisasi dapat menjadi sarana ujicoba bagi siswa dalam mengimplementasikan leadership yang dimiliki. Leadership tidak hanya bakat tetapi juga harus dipelajari, agar pengeloaan organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Kesimpulan, pelatihan kepemimpinan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap individu agar dapat menjalankan fungsi-fungsi manajemen, yaitu perencanaan, organisasi, mengarahkan dan control. Leadership is a strategy to increase authority that can move other people, both individually and in groups within an organization, thereby creating the will and ability to do something to achieve the organization's positive goals. The aim of holding this basic training program is to create active and creative OSIS leadership in facing the digital era at SMA Negeri 2 Cikarang Pusat for the 2022/2023 academic year. Apart from that, it is to shape students' character to be more independent and have an active and creative leadership spirit, as well as equipping and improving students' organizational skills. The training method is carried out directly interactively with a discussion and game approach. The training stages go through three stages, including: preparation, implementation, and evaluation. The results of the training showed the students' strong desire to take part in the training, especially from OSIS members and accompanied by student affairs teachers. Leadership must be possessed by every individual in leading an organization to achieve its goals. OSIS as an organizational media can be a testing ground for students in implementing their leadership. Leadership is not only a talent but also must be learned, so that organizational management can run well in accordance with the goals set. In conclusion, leadership training has become a necessity for every individual to be able to carry out management functions, namely planning, organization, directing and control.
Pendampingan Tim Penyusun RKP Desa dalam Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Desa Pamboborang Muhammad Sajidin; Abdul Hafid; Muhammad Yusri A. R.
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.579

Abstract

Tim 11 Merupakan tim yang menyusun dokumen RKP Desa, dimana RKP Desa ini wajib mengacu pada SDGs Desa, dokumen RKP Desa merupakan salah satu dokumen penting yang disusun setiap tahunnya oleh pemerintah desa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membantu Tim 11 dalam penyusunan dokumen RKP Desa dalam upaya pencapaian SDGs Desa di Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Layanan ini melibatkan dosen dan mahasiswa di lingkungan Universitas Sulawesi Barat, dan dengan tahapan 1) Penyusunan dan Koordinasi dengan Pemerintah Desa; 2) pelaksanaan penyuluhan SDGs Desa; 3) Melakukan Focus Group Discussion dengan Tim 11; 4) Fasilitasi Dokumen RKP Desa berbasis SDGs. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada Tim 11 di desa Pamboborang dalam menyusun RKP desa dalam mencapai SDGs Desa, pemerintah desa memahami bagaimana menyusun dan menerapkan SDGs Desa di Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Team 11 Is a team that compiles the Village RKP document, where this Village RKP is required to refer to the Village SDGs, the Village RKP document is one of the important documents compiled annually by the village government. The purpose of this community service is to assist Team 11 in preparing the Village RKP document in an effort to achieve Village SDGs in Pamboborang Village, Banggae District, Majene Regency, This service involves lecturers and students at the University of West Sulawesi, and with stages 1) Preparation and Coordination with the Village Government; 2) implementation of Village SDGs outreach; 3) Conduct Focus Group Discussion with Team 11; 4) Facilitation of Village SDGs-based Village RKP Documents. The results obtained in this activity are expected to provide assistance to Team 11 in Pamboborang village in compiling the village RKP in achieving the Village SDGs, the village government understands how to compile and apply the Village SDGs in Pamboborang Village, Banggae District, Majene Regency, West Sulawesi Province.
Pendampingan Sertifikasi Halal Terhadap UMKM di Wilayah Pesisir: Membangun Gerakan “DASAR PAHALA” (Desa Sadar Pangan Halal) di Labuan, Pandeglang Elly Nurlia; Mahpudin Mahpudin
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.580

Abstract

. Sertifikasi telah menjadi syarat bagi pengusaha untuk memasarkan dan menyediakan produk yang dimiliki agar sesuai dengan undang-undang Nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Namun persoalannya kebanyakan pelaku usaha masih abai dan tidak memahami tentang urgensi sertifikasi halal pada produk mereka, padahal aspek ini menjadi vital karena menyangkut hak-hak konsumen yang tercantum dalam undang-undang perlindungan konsumen, disebutkan di pasal 4 huruf c bahwa konsumen memilik hak untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas dan jujur dan mengenai kondisi jaminan barang/ jasa. Rendahnya kesadaran pelaku UMKM terhadap produk halal juga banyak ditemukan di wilayah pesisir Desa Labuan. Dengan ini sepatutnya UMKM sebagai produsen berkewajiban untuk memberikan informasi kepada konsumennya bahwa makanan tersebut merupakan makanan halal atau haram untuk di konsumsi. Tujuan dari Program Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi terkait urgensi produk halal agar mampu meningkatkan kesadaran halal bagi para pelaku usaha di Desa Labuan serta pendampingan dan fasilitasi terhadap pelaku UMKM untuk proses pengajuan sertifikasi halal. Metode yang digunakan dalam program pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan sosialisasi dan paraktik langsung kepada masyarakat Desa Labuan. Kesimpulannya kegiatan pendampingan berjalan lancar. Secara keseluruhan masyarakat di desa Labuan Kabupaten memiliki kesadaran untuk mengkonsumsi makanan halal setelah dilakukan sosialisasi. Para pelaku UMKM yang ada di desa Labuan antusias dalam mendaftarkan produk makanannya untuk di sertifikasi halal. Kendala yang dihadapi dalam proses pendampingan sertifikasi halal yaitu para pelau UMKM yang masih gagap teknologi. Para pelaku umkm di Desa Labuan sampai saat ini ada 20 umkm yang mendaftarkan diri untuk di sertifikasi halal dan masih dalam proses verifikasi dan perbaikan-perbaikan data terutama di bahan-bahan makanan yang keliru dalam memasukan datanya dalam aplikasi sihalal. Certification has become a requirement for entrepreneurs to market and provide their products in accordance with Law Number 33 of 2014 concerning halal product guarantees. However, the problem is that most business actors are still ignorant and do not understand the urgency of halal certification for their products, even though this aspect is vital because it concerns consumer rights as stated in the consumer protection law, it is stated in article 4 letter c that consumers have the right to obtain correct, clear and honest information regarding the guarantee conditions for goods/services. Low awareness of MSME actors regarding halal products is also often found in the coastal area of ​​Labuan Village. With this, MSMEs as producers are obliged to provide information to their consumers whether the food is halal or haram for consumption. The aim of this Community Service Program is to provide education regarding the urgency of halal products in order to increase halal awareness for business actors in Labuan Village as well as assistance and facilitation for MSMEs in the process of applying for halal certification. The method used in this community service program is carried out through direct outreach and practice to the people of Labuan Village.In conclusion, the mentoring activities ran smoothly. Overall, the community in the village of Labuan Regency has the awareness to consume halal food after socialization. MSMEs in Labuan village are enthusiastic about registering their food products for halal certification. The obstacle faced in the process of assisting with halal certification is that MSMEs are still technologically illiterate. To date, 20 MSMEs in Labuan village have registered for halal certification and are still in the process of verifying and correcting data, especially for food ingredients where they entered their data incorrectly in the halal application.
Pelatihan Produksi Konten Media Sosial Instagram Sebagai Media Komunikasi Organisasi di Wilayah Kecamatan Pesanggrahan Fasya Syifa Mutma; Reni Dyanasari; Naurissa Biasini
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.592

Abstract

Media sosial merupakan salah satu media yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat. Tidak jarang media sosial dari sebuah organisasi menjadi rujukan untuk memperoleh informasi terkait. Sebagai contoh informasi kebakaran di suatu wilayah diperoleh pada akun Instagram pemadam kebakaran setempat. Oleh akrena itu, pengelolaan media sosial organisasi perlu mendapat perhatian agar masyarakat memperoleh informasi yang dibutuhkan. Kecamatan Pesanggrahan memiliki relasi dengan berbagai organisasi di sekitarnnya yang memiliki target audiens tertentu. Audiens tersebut sering kali mencari informasi melalui media sosial. Tim pengabdi membuat pelatihan konten media sosial dengan fokus pada salah satu media yang saat ini digemari masyarakat yaitu Instagram. Fokus pelatihan ini adalah merancang sebuah pesan yang tepat untuk target audiens tertentu, dengan menggunakan visual dan narasi yang menarik. Tidak hanya pemaparan materi, peserta juga dilatih agar dapat menggunakan alat bantu untuk memproduksi konten. Hasilnya terdapat peningkatan pemahaman dari admin media sosial pada organisasi di wilayah Kecamatan Pesanggrahan. Setelah pelatihan, tim pengabdi juga melakukan pendampingan agar praktik yang dilakukan oleh peserta kegiatan dapat lebih maksimal. Kegiatan ini dapat membantu tim pengurus media sosial organisasi untuk memperbarui skill & knowledge serta memperoleh masukan dari pihak eksternal terkait konten media sosial yang telah berjalan saat ini. Social media is one of the media used by the public to obtain information quickly. Not infrequently, social media from an organization becomes a reference for obtaining related information. For example, information on fires in an area is obtained from the Instagram account of the local fire department. For this reason, the management of organizational social media needs attention so that the public can obtain the information they need. Pesanggrahan District has relationships with various organizations around it that have a specific target audience. These audiences often seek information through social media. The service team created social media content training with a focus on one of the media that is currently popular with the public, namely Instagram. The focus of this training is to design a message that is right for a certain target audience, using attractive visuals and narratives. Not only material presentation, participants were also trained to be able to use tools to produce content. The result is an increase in understanding from social media admins in organizations in the Pesanggrahan District area. After the training, the service team also provides assistance so that the practices carried out by activity participants can be maximized. This activity can help the organization's social media management team to update skills & knowledge and obtain input from external parties regarding social media content that is currently running.
Edukasi dan Pendampingan Penjernihan Air Bawah Tanah dengan Metode Filtrasi Randhi Saily; Ulfa Jusi; Harnedi Maizir; Mohd Fadzil Arshad; Riswanda Riswanda
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.633

Abstract

Warga Kelurahan Tangkerang Labuai mengeluhkan air yang berbau, berasa terlalu asam dan berminyak pada masjid Nurul Jannah saat digunakan. Sumber air yang dihasilkan merupakan air bawah tanah menggunakan sistem pompa yang ditampung ke dalam tangki. Tidak adanya penyaringan air yang memadai juga menjadi kendala ketersediaan air bersih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat serta pendampingan secara langsung proses instalasi penyaringan air di Mesjid Nurul Jannah Kelurahan Tangkerang Labuai. Metode yang digunakan adalah eksperimen teknologi sederhana yang terdiri dari sistem aerasi, sistem pemipaan dan sistem penyaringan. Penyaringan air dilengkapi dengan chlorinator sebelum air masuk kedalam tabung filter yang berisikan media penyaring. Media penyaring yang digunakan adalah pasir silika, manganese, ferrolite dan karbon aktif. Hasil pengujian sampel air pada skala laboratorium menunjukkan bahwa air yang digunakan telah memenuhi standar baku mutu. Residents of the Tangkerang Labuai Urban Village complained that the water at the Nurul Jannah mosque smelled and tasted too sour and oily when it was used. The source of the water produced is ground water using a pump system that is stored in a tank. The absence of adequate water filtration is also an obstacle to the availability of clean water. This activity aims to increase the knowledge of the local community as well as provide direct assistance in the process of installing a water filter at the Nurul Jannah Mosque in Tangkerang Labuai Village. The method used is a simple technological experiment consisting of an aeration system, a piping system, and a filtering system. Water filtering is equipped with a chlorinator before the water enters the filter tube, which contains filter media. The filter media used are silica sand, manganese, ferrolite, and activated carbon. The results of testing water samples on a laboratory scale show that the water used meets quality standards.
Edukasi Tanggap Bencana dan Penanaman Pohon Mangrove sebagai Upaya Pencegahan Abrasi Pantai di Kecamatan Labuan Purlilaiceu Purlilaiceu; Imal Haq; Muslim Muslim; Dewi Purmanasari; Puji Illahi; Subakti Nugraha; Adzan Dilan Caesario; Reka Rofikoh Hasanah; M. Ari Fajriansyah; Loby Bela
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i4.659

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik dilatarbelakangi rasa kepedulian dan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Metode yang ditetapkan pada kegiatan PKM kali ini dalam bentuk kegiatan sosialisasi atau edukasi tanggap bencana dan penanaman pohon mangrove di desa Cigondang kecamatan Labuan. Adapun tujuan dari kegiatan tanggap bencana ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dampak abrasi pantai dan memberikan solusi mencegah abrasi dengan melakukan penanaman pohon mangrove. Selain itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan menjaga habitat alam sekitar pesisir pantai. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat setelah dilakukan edukasi serta melakukan tindak lanjut dalam kegiatan penanaman pohon mangrove di pesisir patai di pulau Popole. Community service activities carried out by Thematic KKN students are motivated by a sense of concern and the importance of maintaining the balance of nature. The method set for this PKM activity is in the form of socialization or educational activities for disaster response and planting mangrove trees in Cigondang village, Labuan subdistrict. The aim of this disaster response activity is to provide understanding to the public about the dangers of coastal erosion and provide solutions to prevent abrasion by planting mangrove trees. Apart from that, through community service activities it is hoped that it can foster community awareness of the environment and protect the natural habitat around the coast. The results of this activity show that there has been an increase in public knowledge or understanding after education was carried out and follow-up was carried out in mangrove tree planting activities on the coast of Popole Island.