cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Noer Ali Sumber Artha kalimalang Bekasi Barat 17134, Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29644690     DOI : https://doi.org/10.58738/qanun
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies (E-ISSN 2964-4690) is a high-quality, open-access peer-reviewed international journal published two times a year (March, September) by Asian Publisher. QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies focusing on historical, comparative, and legal and societal approaches to Islamic law, we are also particularly interested in presenting data science tools and key sources that inform scientific analysis.
Articles 195 Documents
ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PRAKTIK PENDISTRIBUSIAN ZAKAT FITRAH BERDASARKAN TRADISI : (Studi di Dusun 4 Banyumas Desa Rukti Sedyo Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur) Latifah, Diah Ayu; Masyikuroh, Yufi Wiyos Rini; Muslim
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana zakat fitrah didistribusikan sesuai dengan tradisi masyarakat Dusun 4 Banyumas di Desa Rukti Sedyo, serta mengevaluasi praktik tersebut dari sudut pandang hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, dengan mengumpulkan informasi melalui observasi, wawancara, serta pengumpulan dokumen. Studi menunjukkan bahwa pendistribusian zakat fitrah di dusun ini berlangsung berdasarkan tradisi yang telah dilestarikan secara turun-temurun, yang diorganisir melalui diskusi antara pengurus mushola dan figur-figur adat setempat. Selain delapan kategori mustahiq yang telah ditentukan oleh syariat, juga terdapat tambahan kategori penerima zakat, yaitu janda yang ditinggal oleh suami, sebagai bentuk empati sosial. Penyaluran zakat untuk para janda ini tidak mengevaluasi usia atau keadaan ekonomi secara tertentu. Dari perspektif hukum ekonomi syariah, distribusi zakat ini dianalisis dengan mempertimbangkan landasan hukum yang ada pada Al-Quran, Hadis, serta prinsip fiqh terkait tradisi (urf) yang tidak bertentangan dengan syariat. Temuan studi ini harapannya bisa memberikan pengetahuan yang lebih baik pada pengelolaan zakat fitrah yang menghargai tradisi lokal, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariah, sehingga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat secara adil dan sesuai dengan ajaran Islam.
ISTINBĀṬ AL-MAQĀṢID AL-SYARĪ‘AH SEBAGAI METODE PEMAHAMAN HADIS LARANGAN SAFAR PEREMPUAN TANPA MAḤRAM Azhary, Muhammad Royyan Faqih; Bahtiar; Firdaus, Ahmad; Firdaus, Mohamad Anang; Zubaidi, Advan Navis
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1154

Abstract

Penelitian ini meneliti hadits yang melarang wanita bepergian tanpa mahram melalui lensa al-maqāṣid al-sharī‘ah. Tinjauan literatur dari sumber-sumber primer menunjukkan bahwa larangan tersebut bersifat kontekstual, dengan ‘illah utamanya adalah kondisi keamanan yang rentan pada masa Nabi. Analisis maqāṣid mengungkapkan tujuan mendasar dari Syariah, yaitu perlindungan kehidupan (ḥifẓ al-nafs) dan pelestarian martabat wanita (ḥifẓ al-‘irḍ). Dalam konteks modern, di mana sistem transportasi dan langkah-langkah keamanan telah maju secara signifikan, esensi dari maqāṣid ini dapat dipenuhi melalui mekanisme selain kehadiran fisik mahram. Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman hadits harus mempertimbangkan perubahan konteks sosial untuk mempertahankan relevansinya, tanpa mengabaikan nilai-nilai inti Syariah.
KEDUDUKAN BADAN WAKAF INDONESIA SEBAGAI LEMBAGA INDEPENDEN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF Faisal, Ahmad
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1155

Abstract

Wakaf di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan yang ditandai dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Undang-undang wakaf mengamanatkan pembentukan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga independen dalam mengembangkan wakaf dan independen dalam melaksanakan tugasnya. Independensi Badan Wakaf Indonesia ternyata mengalami sorotan. Apakah independensi yang dimuat dalam ketentuan undang-undang wakaf tersebut konsisten dengan praktik di lapangan? Oleh karena itu, penulis mengkaji permasalahan ini dengan melakukan penelitian yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa secara normatif, Badan Wakaf Indonesia merupakan lembaga negara independen. Secara implementasinya, Badan Wakaf Indonesia belum mampu independen dari pengaruh lembaga negara lain, terutama Kementerian Agama dan pemerintah daerah. Pengaruh Kementerian Agama dan pemerintah daerah terutama pada komposisi struktur kepengurusan yang wajib menyertakan keterwakilan dari kedua lembaga tersebut. Kementerian Agama juga tidak sepenuhnya memberikan kewenangan di bidang wakaf kepada Badan Wakaf Indonesia. Dari sektor keuangan, sumber pendanaan Badan Wakaf Indonesia bersifat sumbangan wajib dari Kementerian Agama dan hibah pemerintah daerah dan pelaporan pertanggungjawaban kepada Menteri Agama.
PENGALAMAN ALUMNI SEKOLAH SAKINAH DALAM MENERAPKAN BEKAL PRA-NIKAH TERHADAP KEHIDUPAN RUMAH TANGGA MELALUI FORUM TA’ARUF PADI MELATI Wahida, Malwa Sabrina; Darwanto, Agus
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman alumni Sekolah Sakinah dalam mengikuti program bimbingan pranikah serta menelaah kontribusi bekal yang mereka peroleh terhadap kehidupan rumah tangga melalui Forum Ta’aruf Padi Melati. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian memperlihatkan adanya keterkaitan erat antara Sekolah Sakinah yang membentuk kesiapan pribadi dan Forum Ta’aruf Padi Melati yang menyediakan ruang pertemuan calon pasangan secara syar’i. Integrasi keduanya menghadirkan model pembekalan pranikah yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga menggabungkan dimensi religius, pengalaman nyata, dan penerapan langsung dalam kehidupan rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan pranikah berfungsi sebagai panduan praktis bagi pasangan dalam menghadapi konflik, membagi peran, memperkuat komunikasi, serta menjaga keharmonisan hubungan. Dengan demikian, Sekolah Sakinah dapat dipahami bukan hanya sebagai program persiapan menuju pernikahan, melainkan juga sebagai instrumen jangka panjang yang berkontribusi pada terbentuknya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh kesiapan spiritual dan emosional individu, tetapi juga membutuhkan dukungan sistematis dari program pendidikan pranikah yang terintegrasi dengan forum ta’aruf berbasis syariat.
DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA SULTANAH SAFIATUDDIN SYAH DI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM PADA PERIODE 1641-1675 Firnanda, Rizky; Nurviana, Dinda; Aziz, Fikri Fathul; Mawarni, Dewi; Nazar, Aulia
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1163

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika pendidikan Islam pada masa pemerintahan Sultanah Safiatuddin Syah (1641–1675) di Kerajaan Aceh Darussalam. Latar belakang penelitian berangkat dari peran signifikan Aceh sebagai pusat intelektual Islam di Asia Tenggara pada abad ke-17, di mana pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu agama, tetapi juga sebagai instrumen legitimasi politik dan penguatan identitas keislaman kerajaan. Sultanah Safiatuddin Syah merupakan putri Sultan Iskandar Muda sekaligus istri Sultan Iskandar Tsani, yang naik tahta setelah wafatnya sang suami. Pemerintahannya menjadi unik karena dipimpin seorang perempuan dalam tradisi kerajaan Islam, namun justru mampu mempertahankan stabilitas politik dan mengembangkan kehidupan intelektual. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) bagaimana perkembangan pendidikan Islam pada masa Sultanah Safiatuddin Syah; (2) peran ulama, khususnya Syaikh Abdur Rauf as-Singkili, dalam merumuskan sistem pendidikan dan penyebaran ilmu; serta (3) bagaimana hubungan antara kekuasaan politik dan otoritas keilmuan di Aceh pada periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pola pendidikan Islam yang berkembang pada era Sultanah, menelaah kontribusi ulama besar seperti Syaikh Abdur Rauf as-Singkili dalam dunia intelektual Aceh, serta mengungkap relevansi kepemimpinan Sultanah dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Aceh mengalami kemajuan pesat dengan berdirinya dayah dan lembaga-lembaga keilmuan yang menjadi pusat kajian fikih, tasawuf, dan tafsir. Kehadiran Syaikh Abdur Rauf as-Singkili memperkuat tradisi intelektual tersebut, sekaligus menjadikan Aceh sebagai mercusuar ilmu Islam di kawasan Nusantara. Dengan demikian, kepemimpinan Sultanah Safiatuddin Syah tidak hanya berhasil menjaga kestabilan kerajaan, tetapi juga meneguhkan posisi Aceh sebagai pusat pendidikan Islam abad ke-17.
IMPLEMENTASI MEDIA INTERAKTIF EDUCAPLAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS IV MIT MUHAMMADIYAH SUKARAME Hamidah, Wanda Nur; Mizan, Ahmad Nur; Akmansyah, Muhammad; Damanhuri
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1168

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab siswa kelas IV MIT Muhammadiyah Sukarame melalui implementasi media pembelajaran interaktif Educaplay. Masalah penelitian berangkat dari rendahnya hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang belum mencapai KKM serta kurangnya penggunaan media pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Instrumen utama berupa tes objektif untuk mengukur pencapaian hasil belajar setelah penerapan media Educaplay. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Nilai rata-rata awal siswa adalah 69,25 dengan ketuntasan 40,74%. Setelah tindakan pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 79,07 dengan ketuntasan 66,66%. Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 86,29 dan ketuntasan mencapai 92,59%, melampaui indikator keberhasilan 80%. Selain peningkatan nilai, aktivitas dan keterlibatan siswa selama pembelajaran juga meningkat seiring dengan penggunaan permainan interaktif yang disediakan dalam Educaplay. Hasil ini menunjukkan bahwa media interaktif Educaplay efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab siswa, sekaligus mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan menyenangkan.
PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS X MA AL-HIKMAH BANDAR LAMPUNG (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Dewi, Kartika Sari; Mizan, Ahmad Nur; Amiruddin; Erlina
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1169

Abstract

Bahasa Arab memiliki posisi penting dalam pendidikan Islam karena berfungsi sebagai kunci utama memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah sering menghadapi kendala kognitif, afektif, dan sosial yang berdampak pada perbedaan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan motivasi belajar bahasa Arab pada siswa kelas X MA Al-Hikmah Bandar Lampung serta menganalisisnya dalam perspektif psikolinguistik dan Teori Harapan (Expectancy Theory) Vroom. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan motivasi belajar antar siswa yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti minat, kepercayaan diri, kecemasan berbahasa, serta faktor eksternal seperti peran guru, lingkungan teman sebaya, sarana pembelajaran, dan latar belakang pendidikan. Variasi motivasi antar kelas di mana kelas C memiliki motivasi tinggi, kelas B sedang, dan kelas A rendah juga berkaitan erat dengan komponen expectancy, instrumentality, dan valence dalam teori Vroom. Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan belajar bahasa Arab tidak hanya ditentukan kemampuan linguistik, tetapi juga faktor psikolinguistik yang membentuk kesiapan mental dan persepsi manfaat siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan humanis untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Arab.
ANALISIS PUTUSAN PTUN PEKANBARU NOMOR 42/G/2024/PTUN.PBR DALAM SENGKETA PENEMPATAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) DITINJAU DARI PERSPEKTIF SIYASAH QADHAIYYAH Rizki, Nurul; Matondang, Maulidya Mora
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1178

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Putusan PTUN Pekanbaru Nomor 42/G/2024/PTUN.PBR dalam Sengketa Penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Ditinjau dari Perspektif Siyasah Qadhaiyyah”. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya sengketa kepegawaian antara seorang guru honorer bernama Roza Sriwalinda, S.Pd, dengan Gubernur Riau terkait penempatan PPPK yang tidak sesuai dengan ketentuan kebutuhan khusus sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 649 Tahun 2023 dan Peraturan BKN Nomor 18 Tahun 2020. Sengketa ini diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru setelah upaya administratif tidak membuahkan hasil. Putusan PTUN Pekanbaru kemudian menolak gugatan penggugat secara keseluruhan, sehingga memunculkan persoalan penting mengenai pertimbangan hukum hakim dalam kasus tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam Putusan PTUN Pekanbaru Nomor 42/G/2024/PTUN.PBR terkait sengketa penempatan PPPK serta menganalisisnya dalam perspektif siyasah qadhaiyyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, analisis peraturan perundang-undangan, literatur hukum administrasi, dan teori siyasah qadhaiyyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam putusan tersebut lebih menitikberatkan pada legalitas formal keputusan tata usaha negara, sehingga menolak gugatan penggugat. Akan tetapi, jika ditinjau dari perspektif siyasah qadhaiyyah, putusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan substantif, perlindungan hak-hak pegawai, dan upaya pencegahan kezaliman. Menurut prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan dipertegas oleh pemikiran Imam al-Mawardi, seorang hakim seharusnya tidak hanya terpaku pada legalitas prosedural, tetapi juga wajib mempertimbangkan keadilan bagi pihak yang dizalimi. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya harmonisasi antara hukum positif dengan nilai- nilai keadilan Islam agar putusan pengadilan tidak hanya sah secara prosedural, tetapi juga adil secara substansial.
PRAKTIK PENYERAHAN (QABDH) DALAM AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH: ANALISIS PUTUSAN No. 14/Pdt.G/2024/PTA.Mdn Sirait, Syifa Zain; Lubis, Fauziah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1180

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses  penyerahan barang dalam akad murabahah dilaksanakan oleh bank syariah berdasarkan aturan hukum yang berlaku di Indonesia dan praktik yang dilakukan dalam dunia perbankan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana proses penyerahan barang (qabdh) dalam akad murabahah di perbankan syariah berdasarkan aturan di Indonesia dan kenyataan di lapangan, serta mengkaji pertimbangan hukum dalam putusan Pengadilan Agama Medan No. 14/Pdt.G/2024/PTA.Mdn terkait keabsahan proses penyerahan barang tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian yuridis normatif  dengan pendekatan judicial case study yaitu case approach dan statute approach. Perbankan syariah terus berkembang dengan akad murabahah sebagai produk utama, namun masih ada masalah dalam proses serah terima barang, khususnya soal qabdh haqiqi dan qabdh hukmi, sehingga prosedur perlu diperbaiki agar sesuai syariah dan hukum serta melindungi hak nasabah, seperti yang ditegaskan dalam putusan Pengadilan Tinggi Agama Medan No. 14/Pdt.G/2024/PTA.Mdn. Putusan Pengadilan Tinggi Agama Medan No. 14/Pdt.G/2024/PTA.Mdn menegaskan bahwa akad murabahah baru sah kalau barang diserahkan langsung diserahkan ke nasabah sebelum pembayaran dimulai jika tidak bank dianggap melakukan kesalahan dan harus bertanggung jawab atas kerugian nasabah.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. HASYIM ASY’ARI SERTA RELEVANSINYA BAGI SEKOLAH DAN PESANTREN DI KAWASAN MELAYU Mananna, Muhammad Albab; Mukjizat, Lailatul; Sausan, Mona Alyaa; Mansur, Abu; Nurlaila, Nurlaila
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1181

Abstract

Sebagai ulama besar dan pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan pendidikan Islam yang mengutamakan pentingnya adab, integritas moral, dan penyempurnaan akhlak sebagai inti pembelajaran. Artikel ini mengkaji secara komprehensif pemikiran pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari serta relevansinya bagi sekolah dan pesantren pada kawasan Melayu. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan kajian literatur pustaka, melalui analisis literatur klasik maupun kontemporer relevan dengan konsep pendidikan beliau. Hasil kajian mengemukakan bahwasannya pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari mencakup beberapa aspek fundamental, yaitu tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan bertakwa, karakteristik guru sebagai figur teladan, sistem pendidikan berbasis nilai-nilai teosentris, integrasi ilmu agama serta ilmu umum, metode pembelajaran pesantren seperti bandongan dan sorogan, serta evaluasi bukan cuma menilai aspek kognitif akan tetapi terkait perilaku dan pengamalan ilmu. Pada konteks sekolah dan pesantren di wilayah Melayu, meliputi Indonesia bagian barat, Malaysia, Brunei, dan komunitas Melayu lainnya,gagasan Hasyim Asy’ari terbukti sangat relevan. Nilai-nilai akhlak, penghormatan terhadap guru, keseimbangan antara tradisi dan modernitas, serta pelestarian kitab kuning selaras dengan budaya masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adab dan moralitas. Dengan demikian, pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari dapat dijadikan landasan filosofis serta praktis terhadap penguatan pendidikan Islam di kawasan Melayu, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keilmuan dan karakter keislaman.