cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
ccgedu.org@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Walada: Journal of Primary Education
ISSN : 29622662     EISSN : 29630037     DOI : https://doi.org/10.61798/wjpe.v1i1.1
Core Subject : Education, Social,
Focus and Scope Walada: Journal of Primary Education with P-ISSN: 2962-2662 dan E-ISSN: 2963-0037 mainly focuses on learning in primary schools, teacher education or primary school. Detailed scopes of articles accepted for submission to Jurnal walada are: Learning Theory Curriculum and Technology in Education School Management School Policy Teaching and learning
Articles 143 Documents
IMPLEMENTASI ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X Amalik, Nurjannah; Sumiyati; Husnul Khatimah; Irfansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.465

Abstract

Pembelajaran sejarah kerap dipersepsikan membosankan akibat kurang optimalnya pemilihan metode dan strategi pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi seperti penerapan ice breaking untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ice breaking serta dampaknya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 2 Dompu dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari guru sebagai sumber primer dan siswa sebagai sumber sekunder melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diintegrasikan secara terencana dan sistematis pada tahap pembukaan, inti, dan penutup pembelajaran, serta terbukti meningkatkan motivasi belajar dan mengurangi kejenuhan siswa. Namun, implementasinya menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru dalam merancang kegiatan, keragaman karakteristik siswa, pengelolaan kelas, serta keterbatasan sarana dan persepsi guru. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan landasan empiris dan konseptual mengenai integrasi ice breaking sebagai strategi pedagogis inovatif yang dapat dijadikan acuan praktis untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran sejarah
EFEKTIVITAS PERMAINAN MACA MAIN EDUCATION DALAM MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR ABAD KE-21 Akhmad Muzakkir; Gupran Hadi; Hadi Wijaya; Herjan Haryadi; Yadi Imansyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Permainan Maca Main Education terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN 1 Gontoran. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat penggunaan metode pembelajaran yang kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan didukung oleh data kualitatif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Gontoran sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (pretest dan posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test untuk data kuantitatif dan analisis deskriptif untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa permainan Maca Main Education berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, berpikir kritis, dan kolaboratif dalam pembelajaran dengan permainan Maca Main. Permainan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, relevan, dan bermakna.
EKSPLORASI STRATEGI MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Hikrawati; Hajeni; Insan Safitri
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen pembelajaran berbasis budaya lokal untuk penguatan karakter anak usia dini. Ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus di TKIT Insan Madani Kota Palopo. Jumlah informan sebanyak 4 orang yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal untuk penguatan karakter  anak usia dini meliputi tiga aspek, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan meliputi : a) Pemahaman guru tentang implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal; b) Menentukan tujuan pembelajaran; c) Integrasi nilai budaya lokal (Sipakainge, Sipakatau, Sipakalebbi). Tahap pelaksanaan meliputi a) Sumber budaya Lokal berupa permainan tradisional, lagu daerah, pakaian adat, tarian daerah . b) Metode bermain seperti permainan engklek, permainan dende, bunga terbuka-bunga tertutup, bermain tepuk (mi atas mi bawah), bermain congklak, bermain karet dan field trip dengan berkunjung ke Rumah Adat Luwu. Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan catatan anekdot, checklist perkembangan karakter, dan portofolio.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pendidikan Dasar: Analisis Filosofis terhadap Transformasi Pembelajaran di Era Artificial Intelligence Fahri Hidayat
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.470

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya transformasi pembelajaran sebagai konsekuensi dari pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Perubahan ini menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep deep learning dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, serta mengkaji landasan filosofis dan relevansinya dalam pembelajaran di pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang dilakukan melalui analisis terhadap dokumen kebijakan dan berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang terintegrasi dalam kerangka dasar kurikulum, dengan menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning. Pendekatan ini berakar pada filsafat progresivisme, konstruktivisme, dan humanisme yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Selain itu, deep learning memiliki urgensi dan relevansi yang tinggi dalam pendidikan dasar karena mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta membentuk karakter peserta didik secara holistik. Dengan demikian, penerapan pendekatan ini diharapkan dapat menjawab tantangan pendidikan di era digital dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI MODUL PEMBELAJARAN HAK DAN KEWAJIBAN ANAK BERBASIS SOSIO-EMOSIONAL DI SEKOLAH DASAR Jannah, Ma'rifatul; Mita April Lia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi modul pembelajaran hak dan kewajiban anak berbasis sosio-emosional di MI Muhammadiyah Madiun sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kualitas interaksi sosial peserta didik. Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat dan pemahaman siswa dalam menerapkan hak dan kewajiban secara tepat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya kognitif, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial dan emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan pada siswa kelas V berjumlah 28 orang selama satu bulan dengan empat kali pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui triangulasi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mencakup identifikasi pemahaman, pendekatan, praktik implementasi, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan modul pembelajaran berbasis sosioemosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi aspek sosio-emosional dalam pembelajaran hak dan kewajiban mampu meningkatkan kesadaran, keterampilan pengelolaan emosi, serta mendorong interaksi positif peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini sekaligus menyempurnakan kajian sebelumnya dengan menekankan pentingnya pengelolaan emosi sebagai bagian integral dalam pembelajaran, sehingga memberikan kontribusi terhadap pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik yang berkelanjutan.
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Literasi Membaca pada Siswa Kelas III SDN I Kalaki Sulastri; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli; Syahriani Yulianci; Didit Haryadi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya literasi membaca pada siswa kelas III SDN Kalaki. Literasi membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa, namun pada kenyataannya masih ditemukan berbagai kendala dalam penguasaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi membaca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor internal siswa, faktor guru, faktor lingkungan keluarga, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor internal meliputi rendahnya minat dan motivasi membaca serta kemampuan dasar membaca yang belum optimal. Faktor guru berkaitan dengan penggunaan metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang menarik. Faktor lingkungan keluarga ditunjukkan oleh minimnya dukungan orang tua dalam membiasakan kegiatan membaca di rumah. Sementara itu, faktor sarana dan prasarana berkaitan dengan keterbatasan fasilitas literasi, seperti kurangnya ketersediaan buku bacaan yang menarik dan belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan sekolah.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya literasi membaca siswa merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif dan kolaboratif antara guru, sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan literasi membaca siswa melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, penyediaan fasilitas literasi yang memadai, serta pembiasaan membaca baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
INTEGRASI PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA KURIKULUM MERDEKA Putri, Rizky Ayuanita; Fatmawati, Fatmawati; Hasibuan, Ainul Marhamah; Yusrizal, Yusrizal
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.475

Abstract

Pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan kontekstual yang mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar, namun implementasinya di sekolah dasar masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan integrasi pembelajaran berbasis lingkungan sekitar dalam pembelajaran IPAS. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada guru dan siswa kelas IV SD Negeri 101785 Mabar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah mengacu pada Kurikulum Merdeka, namun integrasi lingkungan belum dirancang secara sistematis. Pelaksanaan pembelajaran sudah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan mampu meningkatkan keaktifan siswa, meskipun belum merata. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis lingkungan, serta keterbatasan fasilitas. Implikasi: Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan perencanaan yang terintegrasi, peningkatan kompetensi guru, serta optimalisasi pemanfaatan lingkungan agar pembelajaran IPAS menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP PEMAHAMAN PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Shifa Okvita Fiani, Adella; Nela Rofisian; Putri Zudhah Ferryka
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project- Based Learning (PJBL) terhadap pemahaman pembelajaran IPAS peserta didik pada materi harmoni dalam ekosistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pre eksperimen one group pre-test-post-test. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 1 Karanganom tahun pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 84,00 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 72,50. Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,035 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning (PJBL) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman pembelajaran IPAS peserta didik. Model PJBL dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pengembangan Modul Ajar Matematika Berbasis CRT Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Di Sekolah Dasar Cindy Rahma Eka Wulandari; Sri Suwartini; , Putri Zudhah Ferryka
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.478

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas IV sekolah dasar, khususnya pada materi pecahan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) serta menguji kevalidan, keefektifan, dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, dengan subjek 23 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui persentase validasi, N-Gain, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memiliki tingkat kelayakan sangat tinggi (92% ahli materi, 93% ahli bahasa dan 88,5 % ahli praktisi) serta efektif meningkatkan hasil belajar, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 72,83 menjadi 83,57 dengan N-Gain 0,40 (kategori sedang) dan nilai signifikansi < 0,05. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis CRT mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta berkontribusi dalam peningkatan hasil belajar matematika secara bermakna.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS IV MATA PELAJARAN IPAS DI SD NEGERI 1 GERGUNUNG Puspita Saputri Aryani, Melati; Nela Rofisian; Isna Rahmawati
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektivan serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diterapkannya LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPAS materi tradisi dan budaya di sekitar kit akelas IV. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation)Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan memiliki karakteristik yang menarik, antara lain beragam karakter gambar, penyajian masalah dalam bentuk dialog, tahapan penyajian masalah sesuai model PBL, serta penyajian materi melalui video. Tingkat kelayakan produk dinilai sangat baik oleh ahli materi dan ahli media dengan persentase masing-masing sebesar 97% dan 97%. Kemampuan berpikir kritis peserta didik juga meningkat setelah menggunakan LKPD ini, yang diperkuat dengan hasil nilai N-gain rata-rata sebesar 0,73 yang tergolong dalam kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa LKPD berbasis PBL sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Implikasi: Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kurangnya kesepakatan awal antara peneliti dan peserta didik menyebabkan beberapa peserta didik kurang fokus, yang berdampak pada kelancaran proses pembelajaran. Selain itu, diperlukan bimbingan dari pendidik dalam manajemen waktu karena model PBL membutuhkan durasi yang lebih lama dibanding metode konvensional. Dengan manajemen waktu yang baik, seluruh materi kurikulum dapat disampaikan secara optimal.

Page 8 of 15 | Total Record : 143