cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
jurnalalzayn@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
jurnalalzayn@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum
ISSN : 30262925     EISSN : 30262917     DOI : https://doi.org/10.61104/alz.v1i2
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum dengan e-ISSN 3026-2917 p-ISSN 3026-2925 Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka peer-reviewed dan mengikuti kebijakan single-blind review. Artikel ilmiah pada Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum merupakan hasil penelitian orisinal, ide konseptual, dan kajian terkini dalam ruang lingkup Ilmu Sosial & Hukum, yakni; Ilmu Sosial, Ilmu Ekonomi, Pendidikan, Manajemen, Filsafat, Hukum, Politik, dan penelitian yang relevan. Artikel ilmiah pada Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum dapat ditulis perorangan maupun ditulis secara tim dengan maksimal 5 (lima) orang penulis pada satu artikel ilmiah yang akan dipublikasikan, baik berafiliasi pada lembaga di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa lembaga. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum adalah jurnal akses terbuka dan akses gratis, penulis dapat mendaftar di website dan tidak dipungut biaya apapun dari proses pendaftaran. Para penulis dari universitas atau yang diteliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. Jurnal ini memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan mendetail dari akademisi dan praktisi terkait dengan masalah ilmu sosial & Hukum. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan bulan Desember oleh Yayasan Pendidikan Dzurriyatul Quran. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor jurnal dan reviewer yang berkompeten di bidang masing-masing. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum akan menerbitkan artikel terpilih di bawah Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License
Articles 1,773 Documents
Perbandingan Politik Hukum di Berbagai Negara dan Relevansinya terhadap Reformasi Sistem Hukum Indonesia Ibanes, Reivo; Mustaufiq; Jaini, Amren; Rosalina, Debi; Malau, Parningotan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4055

Abstract

Perbandingan politik hukum merupakan pendekatan analitis yang berfokus pada bagaimana suatu negara membentuk, mengarahkan, dan menerapkan hukum melalui kekuatan politik, struktur institusi, serta konfigurasi kekuasaan yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan dan persamaan politik hukum di berbagai negara sebagai upaya memahami pengaruh ideologi, sistem pemerintahan, serta dinamika sosial terhadap proses pembentukan dan implementasi hukum. Dengan menggunakan metode studi literatur dan pendekatan komparatif, penelitian ini mengevaluasi bagaimana berbagai negara merumuskan kebijakan hukum, mengelola lembaga negara, serta menyeimbangkan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Analisis ini juga menyoroti bagaimana faktor historis, budaya hukum, serta tekanan politik memengaruhi desain hukum nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi politik hukum sangat dipengaruhi oleh orientasi politik, kebutuhan pembangunan nasional, serta tingkat konsolidasi demokrasi. Perbandingan tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik tata kelola hukum yang efektif, sekaligus menawarkan kerangka evaluatif bagi pengembangan sistem hukum di Indonesia. Dengan demikian, kajian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas kebijakan hukum dan penguatan institusi negara dalam menghadapi tantangan global.
Mewujudkan Keadilan Digital: Analisis Kesenjangan Akses Informasi Berdasarkan Perspektif John Rawls Hidayanto, Syahrul
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4058

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan cara masyarakat mengakses informasi, berpartisipasi dalam ruang publik, dan menjalankan kehidupan sosial-politik. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan persoalan kesenjangan digital yang tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga struktural dan etis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kesenjangan digital di Indonesia melalui perspektif teori keadilan John Rawls, khususnya konsep justice as fairness, serta mengaitkannya dengan etika komunikasi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif dengan orientasi filosofis-normatif. Data diperoleh melalui studi literatur terhadap karya-karya utama Rawls, kajian etika komunikasi, serta laporan dan publikasi terkait kesenjangan digital di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesenjangan digital mencerminkan bentuk ketidakadilan struktural yang melanggar prinsip kebebasan dasar yang setara dan prinsip perbedaan Rawls. Ketimpangan akses, literasi, dan partisipasi digital berimplikasi pada melemahnya keadilan komunikatif dan kualitas demokrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keadilan digital harus dipahami sebagai kewajiban moral negara dan aktor komunikasi, serta menempatkan etika komunikasi sebagai pilar utama dalam mewujudkan distribusi informasi yang adil, inklusif, dan bermartabat.
Inovasi Guru Kelas V Arafah 2 SDIT Marhamah dalam Mewujudkan Siswa Berakhlak Mulia dan Sehat Yulastri, Weni; Lolita, Syovia; Martaliza, Yelly; Vilmaisari; Putra, Rezki; Sari Angkat, Fitri; Nofrita, Husni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian tujuan Pendidikan Nasional yang menekankan pembentukan akhlak mulia dan kesehatan peserta didik masih menghadapi tantangan dalam implementasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Guru dituntut untuk mampu menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam praktik pembelajaran yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi pembelajaran serta menganalisis peran pembiasaan yang dilakukan oleh guru kelas V Arafah 2 SDIT Marhamah dalam mewujudkan siswa yang berakhlak mulia dan sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Partisipan penelitian adalah guru kelas V Arafah 2 sebagai agen inovasi, dengan objek penelitian berupa program inovasi pembelajaran dan pembiasaan di kelas. Data diperoleh melalui observasi dan telaah praktik baik (best practice), kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengintegrasikan inovasi pembelajaran melalui metode dan pembiasaan seperti Kotak Kejujuran, Jurnal Kebaikan Harian, Silent Corner, Jumat Sehat, dan Movement Breaks. Inovasi tersebut berdampak pada peningkatan kesadaran karakter, penurunan perilaku tidak jujur, serta perubahan pola hidup sehat siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi pembelajaran berbasis pembiasaan yang dilakukan secara konsisten mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan non-akademik. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi sekolah dasar dalam merancang pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan pendidikan karakter dan kesehatan secara holistik.
Wasathiyah dan Keadilan Peran Gender dalam Perilaku Investasi Modern: Analisis Sosial-Kontekstual atas Tafsir Quraish Shihab Raden Muhammad Fasya Fathurrahman Al Ghony; Mitahurahmah; Muhammad Zagha Nurmansyah; Mulfi Fazlul Haqi; Nawwariyah; Diah Octavia Kusuma Wardani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4062

Abstract

Diskursus wasathiyah dalam Islam telah berevolusi melampaui batasnya sebagai ajaran moral menuju paradigma epistemologis yang mampu menjembatani ketegangan antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini mengkaji pemikiran Quraish Shihab tentang wasathiyah dan keadilan gender dalam transformasi sosial-ekonomi kontemporer, dengan fokus pada bagaimana penalaran tafsirnya merekonstruksi kesadaran moral masyarakat Muslim modern. Melalui pendekatan tafsir sosial-kontekstual, penelitian ini menganalisis karya-karya Shihab seperti Tafsir al-Mishbah dan Wawasan al-Qur’an untuk mengungkap relevansi etika gender di tengah arus kapitalisme digital dan budaya investasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep wasathiyah yang dikemukakan Shihab berfungsi sebagai keseimbangan etis yang aktif (muwāzanah ḥarakiyyah), yang menjembatani kekakuan tekstual dan ekstremisme ideologis dengan menempatkan nilai keadilan (‘adl) dan keseimbangan (mīzān) sebagai inti moral relasi gender. Tafsir Shihab tidak terjebak dalam pola patriarkal klasik, namun juga tidak larut dalam wacana feminisme sekuler, melainkan menghadirkan model hermeneutika reformis yang berakar pada nilai-nilai Qur’ani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wasathiyah merupakan jembatan intelektual dan spiritual yang menghubungkan wahyu dengan realitas sosial, serta menawarkan kerangka transformatif bagi pembacaan ulang keadilan gender Islam di tengah tantangan modernitas.
Pemutusan Kontrak Migas Dalam Perspektif Maqâshid Al-Syarî‘Ah: Perlindungan Terhadap Harta (Hifzh Al-Mâl) Dan Negara (Hifzh Al-Dawlah) Iskandar Zulkarnaen; Ikhlas Budiman; Azmi Ismail
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4064

Abstract

Industri minyak dan gas bumi (migas) menempati posisi krusial sebagai sektor strategis yang menopang perekonomian nasional Indonesia. Akan tetapi, pelaksanaan kontrak migas dalam praktiknya sering dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perubahan kebijakan regulatif, ketidakstabilan harga energi global, serta adanya ketimpangan kepentingan antara negara dan pihak kontraktor. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebijakan pemutusan kontrak yang berdampak luas, baik terhadap upaya perlindungan kekayaan negara (hifzh al-mâl) maupun terhadap kesinambungan kedaulatan dan otoritas negara (hifzh al-dawlah). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemutusan kontrak migas dalam perspektif maqâshid al-syarî‘ah, dengan menitikberatkan pada perlindungan aset publik dan kepentingan negara, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip Al-Qur’an dalam kajian ilmu tafsir. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dalam kerangka penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan komparatif. Sumber data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, kontrak migas berbasis Production Sharing Contract, literatur fikih klasik dan kontemporer terkait maqâshid al-syarî‘ah, kitab-kitab tafsir Al-Qur’an, serta kajian atas sejumlah kasus pemutusan kontrak migas di Indonesia. Data dianalisis secara kualitatif dengan menempatkan maqâshid al-syarî‘ah sebagai kerangka etik dan normatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemutusan kontrak migas dapat dipandang sah secara hukum positif, syariah, dan selaras dengan penafsiran Al-Qur’an sepanjang bertujuan melindungi harta publik dari potensi kerugian (QS. an-Nisā’ [4]: 29), mencegah dominasi pihak asing atas kekayaan nasional (QS. al-Ḥasyr [59]: 7), serta menjamin keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam sebagai amanah kepemimpinan (QS. al-An‘ām [6]: 165). Oleh karena itu, pemutusan kontrak migas tidak semata-mata merupakan prosedur hukum, melainkan juga instrumen strategis dalam menjaga kepentingan nasional yang sejalan dengan tujuan syariah dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Budaya Meme Sebagai Media Kritik Sosial Generasi Z Di Kota Medan Rahmad Nur Munthe; Khairul Ansor Nasution; Grace Immanuella Pascauli Hasugian; Chiristiani Natalia Br Surbakti; Marito Nasution; Doni Hermawan; Maulana Andinata Dalimunthe
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4069

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam pola komunikasi publik, termasuk munculnya budaya meme sebagai medium penyampaian pesan sosial dan politik yang cepat, ringkas, dan mudah dipahami. Generasi Z, sebagai kelompok yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial, memanfaatkan meme tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana ekspresi dan kritik terhadap berbagai isu sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z di Kota Medan memaknai, memproduksi, serta mendistribusikan meme sebagai media kritik sosial, serta mengidentifikasi isu-isu dominan yang muncul dalam meme tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten terhadap informan berusia 17–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial, penelitian ini menemukan bahwa meme memiliki dua fungsi utama bagi Gen Z: sebagai hiburan dan sebagai alat kritik sosial. Para informan menunjukkan pola konsumsi meme yang intens dan menekankan pentingnya integrasi teks, visual, dan konteks sosial dalam memahami makna meme. Isu-isu sosial yang dominan dalam meme Gen Z Medan meliputi politik, ekonomi, kemacetan dan infrastruktur kota, pendidikan, budaya lokal, serta dinamika kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meme cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran sosial karena sifatnya yang humoris, tidak konfrontatif, dan mudah viral, meskipun efektivitasnya lebih kuat pada level penyadaran dibandingkan mendorong aksi nyata. Dengan demikian, budaya meme berperan penting sebagai medium refleksi sosial dan komunikasi kritis dalam ekosistem digital anak muda Kota Medan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi digital, budaya populer, serta praktik literasi media di tingkat lokal.
Resiliensi Bisnis Umkm Serundeng 3 Dare Melalui Integrasi Strategi Pemasaran Berbasis Syariah Dini Sasmita Sari; Salihin; Sumin; Luqman; Nur Atiqah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4070

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia, namun hanya 42% UMKM sektor kuliner mampu bertahan lebih dari lima tahun. Di tengah tantangan keberlanjutan ini, perkembangan ekonomi syariah yang mencapai Rp2.803,70 triliun membuka peluang integrasi nilai-nilai syariah dalam operasional UMKM. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi bisnis UMKM Serundeng 3 Dare melalui integrasi strategi pemasaran berbasis syariah, mencakup enam dimensi: internalisasi nilai teologis dalam identitas brand, manifestasi prinsip halalan thayyiban dalam standar mutu produk, implementasi keadilan ekonomi melalui strategi maslahah dalam penetapan harga, etika distribusi dan transparansi transaksi tanpa gharar, komunikasi pemasaran berbasis sifat siddiq dan tabligh, serta resiliensi bisnis dan manajemen konflik berbasis etika syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Partisipan dipilih secara purposif meliputi pemilik usaha, karyawan, dan pelanggan loyal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam virtual menggunakan platform Zoom Meeting dengan durasi 90-120 menit per sesi, dilengkapi studi dokumentasi. Analisis data menggunakan metode analisis tematik dengan bantuan software NVivo 12 mengikuti enam fase analisis. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, member checking, thick description, audit trail, dan reflexivity peneliti. Temuan menunjukkan bahwa integrasi strategi pemasaran berbasis syariah berkontribusi signifikan terhadap resiliensi bisnis melalui pembentukan trust capital, distinctive capability, competitive moat, dan moral resilience yang menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa framework integratif antara Islamic marketing principles dan business resilience theory, serta implikasi praktis bagi pengembangan UMKM berbasis nilai syariah di Indonesia.
Analisis Perbandingan Kewarisan Islam dan Hukum Waris Perdata di Indonesia Rukniyah; Fauziah, Tsurayya Haniatul; Muhammad Saepudin; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4071

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pluralisme hukum di Indonesia, khususnya dalam bidang hukum kewarisan, di mana hukum kewarisan Islam dan hukum waris perdata (Burgerlijk Wetboek) berlaku secara berdampingan dalam masyarakat. Kondisi ini menimbulkan perbedaan prinsip, sistem pembagian, serta mekanisme hukum yang sering kali berimplikasi pada perbedaan praktik dan potensi sengketa kewarisan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komparatif prinsip dasar, sistem pembagian warisan, serta penerapan dan mekanisme pilihan hukum antara hukum kewarisan Islam dan hukum waris perdata di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui telaah terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen hukum yang relevan dengan kajian kewarisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum kewarisan Islam bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad ulama yang bersifat religius dengan pembagian warisan yang telah ditentukan untuk mewujudkan keadilan ilahiah. Sementara itu, hukum waris perdata berlandaskan tradisi hukum Barat yang menekankan keadilan individual, kebebasan kehendak, dan rasionalitas hukum. Pluralisme hukum kewarisan di Indonesia memberikan ruang pilihan hukum, namun juga menghadirkan tantangan dalam kepastian dan penyelesaian sengketa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman komprehensif terhadap kedua sistem hukum sangat diperlukan untuk menciptakan keadilan dan keharmonisan dalam praktik kewarisan.
Implementasi Konsep Tauhid, Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib dalam Budaya Sekolah Rosmiati Daya; Suardi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi konsep Tauhid, Tarbiyah, Ta’lim, dan Ta’dib dalam budaya sekolah sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik yang holistik dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Konsep Tauhid menjadi fondasi utama dalam menanamkan kesadaran ketuhanan, sementara Tarbiyah berperan dalam proses pembinaan dan pengembangan potensi peserta didik secara berkelanjutan. Ta’lim difokuskan pada proses transfer ilmu pengetahuan, dan Ta’dib menekankan pembentukan adab serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi keempat konsep tersebut tercermin dalam kebijakan sekolah, proses pembelajaran, keteladanan pendidik, serta pembiasaan nilai-nilai religius dalam aktivitas sekolah. Implementasi yang konsisten mampu membentuk budaya sekolah yang religius, disiplin, dan berkarakter. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan budaya sekolah yang berorientasi pada nilai-nilai Islam secara komprehensif.
Penjatuhan Sanksi Bagi Keluarga Penerima Dana Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang Mahful, Aldy; Fence M. Wantu; Karlin Z. Mamu
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi penjatuhan sanksi bagi keluarga penerima dana hasil tindak pidana pencucian uang. Penelitian ini merupakan penelitian normative yang dianalasis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hal yang mempengaruhi penjatuhan sanksi ialah adanya fakta hukum yang ditemukan selama persidangan dan kelengkapan barang bukti; terdakwa secara sadar melakukan tindak pidana dengan menerima harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana, dimana ia membuka rekening atas nama dirinya (sebagai istri) dari terdakwa, dan selanjutnya dipergunakan untuk membeli aset baik bergerak maupun tidak bergerak dengan tujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan hasil tindak pidana; terdakwa melakukan tindakan manipulative data secara berulang dan dalam tempo yang lama, sehingga perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan menghambat pemerintah dalam pemberantas tindak pidana pencucian uang; serta mempertimbangkan keadaan yang meringankan dimana terdakwa berlaku sopan dipersidangan.