cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Nur Wachid Adi Pratama
Contact Email
emailku.rifqi@gmail.com
Phone
+6287819993212
Journal Mail Official
mediaakademikpublisher@gmail.com
Editorial Address
JL.Tanjung Dusun Sono Sidokerto RT.01 RW.04, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (61252).
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Media Akademik (JMA)
ISSN : -     EISSN : 30315220     DOI : https://doi.org/10.62281/jma
Jurnal Media Akademik (JMA) merupakan platform publikasi jurnal atau hasil karya suatu penelitian orisinil atau tinjauan pustaka yang ditulis oleh dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya: Hukum, Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Keagamaan, Bisnis, Budaya, Ilmu Sosial Humaniora, Ilmu Komunikasi, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kedokteran, Keperawatan, Peternakan, Perikanan, Politik, Pendidikan, Pengabdian Masyarakat, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Informatika, Desain Komunikasi Visual, dan Seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,405 Documents
AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI LAPORAN KEUANGAN BAZNAS TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN MUZAKKI DI KABUPATEN PEKALONGAN Rizky Uzwatun Khasanah; Astri Afifatul Khikmah; Gunawan Aji
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/zw4j1e46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kabupaten Pekalongan serta pengaruhnya terhadap tingkat kepercayaan muzakki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus BAZNAS serta muzakki aktif di Kabupaten Pekalongan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Pekalongan telah menerapkan prinsip akuntabilitas melalui penyusunan laporan keuangan yang mengacu pada PSAK 109, pelaksanaan audit, serta penyampaian laporan pertanggungjawaban kepada pihak-pihak terkait. Transparansi juga diwujudkan melalui publikasi laporan keuangan dan informasi kegiatan penyaluran zakat melalui berbagai media, baik cetak maupun digital. Penerapan kedua prinsip tersebut terbukti memberikan pengaruh positif terhadap persepsi dan tingkat kepercayaan muzakki. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa pemahaman muzakki terhadap isi dan detail laporan keuangan masih relatif terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas penyajian informasi serta strategi komunikasi yang lebih efektif agar laporan yang disajikan dapat lebih mudah dipahami dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan zakat.
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM KONTEN DAKWAH DIGITAL USTADZ ADI HIDAYAT: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Tarisa Finanda; Joko Purwanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/sr3tgr75

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan alih kode dan campur kode dalam konten dakwah digital Ustadz Adi Hidayat yang diunggah melalui fitur reels Instagram pada akun @kajianustadzadihidayat.lc. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan lisan dalam video dakwah. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan transkripsi, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi serta mengklasifikasikan satuan lingual yang mengandung alih kode dan campur kode berdasarkan teori sosiolinguistik Abdul Chaer, klasifikasi alih kode menurut Suwito, serta klasifikasi campur kode menurut Suandi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode kerap digunakan dalam penyampaian dakwah digital. Alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab digunakan untuk menyampaikan dalil dan konsep keagamaan, sedangkan campur kode muncul dalam bentuk penyisipan istilah-istilah religius untuk memperjelas makna dan menyesuaikan dengan audiens media sosial. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode berfungsi sebagai strategi komunikasi yang mendukung efektivitas penyampaian pesan dakwah di media digital.
PERTENTANGAN KEWENANGAN PENYITAAN DALAM PERKARA PIDANA DAN KEPAILITAN: ANALISIS YURIDIS NORMATIF Fernando Deon Saputra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9w7dmk17

Abstract

Konflik kewenangan antara sita pidana dalam proses penyidikan maupun penuntutan dengan sita dalam kepailitan merupakan salah satu persoalan penting dalam praktik penegakan hukum di Indonesia. Pada banyak kasus, aparat penegak hukum melakukan penyitaan terhadap harta debitor yang sebenarnya telah menjadi bagian dari boedel pailit, sehingga menimbulkan pertentangan antara kepentingan pembuktian dan pemulihan aset negara dengan kewajiban kurator untuk mengamankan dan membagikan harta pailit kepada kreditor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pertentangan tersebut muncul, apa dasar hukumnya, serta bagaimana dampaknya terhadap perlindungan kreditor dan efektivitas penegakan hukum pidana. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan adanya disharmoni norma antara KUHAP, Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, dan Undang-Undang Kepailitan terkait prioritas penyitaan terhadap aset debitor. Ketidaksinkronan ini menyebabkan ketidakpastian hukum, melemahkan perlindungan terhadap kreditor, dan berpotensi menghambat pemulihan kerugian negara. Penelitian ini menawarkan alternatif penyelesaian berupa harmonisasi regulasi dan perumusan pedoman teknis lintas lembaga untuk menegaskan prioritas sita ketika konflik kewenangan terjadi.
STRATEGI PEMBELAAN HUKUM TERHADAP KLIEN YANG DILAPORKAN BALIK DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN Ach Zidaniel Ghufron; Ida Wahyuliana
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/1dz88k05

Abstract

Perkara tindak pidana penganiayaan yang disertai dengan laporan balik terhadap korban merupakan fenomena yang sering muncul dalam praktik peradilan pidana dan menimbulkan persoalan serius terkait keadilan serta kepastian hukum. Dalam kondisi tertentu, mekanisme laporan balik berpotensi menempatkan korban pada posisi tersangka, sehingga membuka ruang terjadinya kriminalisasi korban dan mengaburkan fakta hukum yang sebenarnya. Hal ini menarik untuk diteliti, karena kerap terjadi dalam perkara penganiayaan yang melibatkan ketimpangan relasi kuasa antar pihak, di mana hukum pidana digunakan sebagai alat untuk melemahkan posisi korban. Dalam perkara yang terjadi di Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan atas nama tersangka Mohammad Dinol Huda, klien yang sebelumnya mengalami serangan serius justru dilaporkan balik atas dugaan penganiayaan, sehingga menimbulkan isu penting mengenai penerapan prinsip pembelaan terpaksa dalam proses litigasi pidana. Tindakan yang dilakukan oleh tersangka perlu dipahami sebagai respons atas serangan yang melawan hukum, sehingga pembelaan terpaksa menjadi aspek sentral dalam konstruksi pembelaan hukum yang diajukan oleh advokat. Artikel ini membahas strategi pembelaan hukum terhadap klien yang dilaporkan balik dalam perkara penganiayaan dengan menitikberatkan pada peran advokat dalam membangun pembelaan terpaksa dan memastikan terpenuhinya prinsip due process of law dalam persidangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris melalui pengamatan langsung proses persidangan serta keterlibatan aktif bersama advokat dalam penanganan perkara. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran mengenai efektivitas strategi pembelaan hukum, khususnya dalam mengedepankan pembelaan terpaksa bagi klien yang dilaporkan balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelaan hukum yang berorientasi pada keadilan substantif diharapkan mampu mencegah kriminalisasi korban serta menjaga objektivitas proses peradilan pidana.
KONSULTASI BANTUAN HUKUM GRATIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA BATAH BARAT Moh. Soleh; Ariska Mirandany; Vina Andriyana; Khoirunisa’ Rofikho
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/spej0020

Abstract

Akses terbatas terhadap layanan hukum dan rendahnya literasi hukum tetap menjadi tantangan utama bagi komunitas pedesaan di Indonesia. Banyak masalah hukum seperti sengketa tanah, konflik warisan, dan perjanjian perdata seringkali tidak terselesaikan karena kurangnya pemahaman dan ketakutan terhadap biaya hukum. Studi ini bertujuan untuk memperkenalkan konsultasi bantuan hukum gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan warga Desa Batah Barat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (KKN). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk observasi lapangan, sesi konsultasi hukum, bantuan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan warga yang berkonsultasi terutama mengenai sengketa tanah dan masalah hukum perdata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsultasi bantuan hukum gratis secara signifikan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban hukum, mendorong penyelesaian sengketa secara hukum, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya dokumentasi hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program konsultasi hukum gratis efektif sebagai strategi pendidikan hukum awal dan harus terus didukung untuk memperkuat kesadaran hukum dan akses ke keadilan di daerah pedesaan.
EROSI NILAI KEPEMIMPINAN SPRITUAL DI LINGKUNGAN KERJA DIGITAL DALAM TANTANGAN INTEGRITAS DAN KESEHATAN MENTAL Ana Restiana Dewi; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/hep7wc91

Abstract

Era digital telah membawa perubahan fundamental pada dinamika organisasi modern, termasuk cara individu berinteraksi, cara bekerja, serta pola kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kinerja organisasi. Namun, disrupsi digital juga mengikis nilai-nilai kepemimpinan spiritual yang selama ini diyakini mampu menguatkan integritas pemimpin dan kesejahteraan mental karyawan. Kepemimpinan spiritual menekankan dimensi transendental, seperti makna pekerjaan, empati, altruism, serta kesadaran moral dan spiritual yang mendalam, yang terbukti meningkatkan komitmen, produktivitas, sertamoral kerja dalam berbagai studi organisasi kontemporer. Di tengah dominasi teknologi digital, tekanan perubahan cepat dan ekspektasi hasil yang tinggi sering kali menyebabkan konflik nilai, ketidakseimbangan kerja–kehidupan, serta stres digital yang memengaruhi kesehatan mental pekerja. Secara paralel, nilai kepemimpinan spiritual yang seharusnya menjadi basis integritas pemimpin mengalami degradasi karena tekanan target, dominasi KPI, dan budaya kerja hiper-digital yang mendorong optimasi kuantitas di atas kualitas hubungan interpersonal. Fenomena ini berdampak pada meningkatnya tingkat burnout, tekno-stres, dan penurunan kepuasan kerja, yang memperlihatkan kebutuhan kuat akan model kepemimpinan yang mengintegrasikan dimensi spiritual, etika kerja, dan kesejahteraan psikologis. Artikel ini mengkaji bukti empiris hubungan antara kepemimpinan spiritual, integritas pemimpin, dan kesehatan mental di lingkungan kerja digital melalui kajian terhadap literatur jurnal dan buku teori kepemimpinan terkini. Rangkuman temuan menunjukkan bahwa menguatkan spiritualitas dalam gaya kepemimpinan dapat memperbaiki kualitas lingkungan kerja digital yang sehat secara psikologis serta meneguhkan integritas pemimpin sebagai fondasi keberlanjutan organisasi di era digital.
PERBANDINGAN BATAS WAKTU PENGAJUAN DAN PEMERIKSAAN UPAYA HUKUM BANDING DAN KASASI PADA PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA Melinda Aji Nilamsari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/52z5hy10

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan pengaturan batas waktu pengajuan dan pemeriksaan upaya hukum banding dan kasasi dalam perkara tindak pidana narkotika. Tindak pidana narkotika sebagai extraordinary crime memerlukan penanganan peradilan yang cepat dan efektif, namun terdapat kekosongan norma terkait batas waktu pemeriksaan di pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis ketentuan dalam KUHAP dan UU Narkotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan batas waktu pengajuan telah jelas, yaitu 7 hari untuk banding dan 14 hari untuk kasasi, namun KUHAP hanya menggunakan frasa "segera" dan "secepatnya" untuk pemeriksaan tanpa parameter waktu konkret. Perbedaan karakteristik fundamental antara banding sebagai judex factie dan kasasi sebagai judex juris membenarkan adanya diferensiasi batas waktu pemeriksaan. Untuk perkara pidana umum, direkomendasikan batas waktu pemeriksaan banding maksimal 3-4 bulan dan kasasi 2-3 bulan, sedangkan untuk perkara narkotika perlu percepatan menjadi maksimal 2 bulan untuk banding dan 1,5 bulan untuk kasasi. Penelitian ini merekomendasikan revisi KUHAP dengan menambahkan Pasal 238A dan 248A yang mengatur batas waktu pemeriksaan secara tegas, serta ketentuan khusus dalam UU Narkotika sebagai implementasi lex specialis untuk mewujudkan kepastian hukum dan efektivitas sistem peradilan pidana.
AKTUALISASI NILAI KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB DALAM PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU BULLYING Nurhidayat; Ansori; Ida Wahyuliana; Helmy Boemiya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/npnd6r51

Abstract

Penelitian ini mengkaji aktualisasi sila kedua Pancasila "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" dalam penegakan hukum terhadap pelaku Bullying di Indonesia. Fenomena Bullying telah menjadi persoalan serius yang mengancam martabat kemanusiaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis relevansi nilai-nilai Pancasila dalam perlindungan korban dan penegakan hukum terhadap pelaku Bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sila kedua Pancasila menjadi landasan filosofis yang fundamental dalam memberikan perlindungan hukum kepada korban Bullying, baik secara preventif maupun represif. Penegakan hukum terhadap pelaku Bullying telah diatur melalui berbagai instrumen hukum seperti UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak dengan mengedepankan pendekatan restorative justice yang sejalan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan Pancasila. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti minimnya pemahaman masyarakat, lemahnya koordinasi antar lembaga, dan terbatasnya infrastruktur pendukung. Diperlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek preventif, represif, dan rehabilitatif untuk mewujudkan penegakan hukum yang efektif dan humanis sesuai semangat Pancasila.
EDUKASI PRIVASI TUBUH ANAK SEKOLAH DASAR DENGAN PENDAKATAN BERMAIN EDUKATIF Moh. Soleh; Nabilah Naurah Salsabila; Akhrianil Hami Maisuroyya; Agung Widodo; Isnita Widyur Rahmah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/5cr3r455

Abstract

Kekerasan seksual pada anak sekolah dasar merupakan permasalahan serius yang membutuhkan upaya pencegahan sejak dini, terutama karena rendahnya pemahaman anak mengenai privasi tubuh dan batasan sentuhan yang aman. Anak usia sekolah dasar masih berada pada tahap perkembangan operasional konkret, sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung, media visual, dan aktivitas yang menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai privasi tubuh, mengenali bagian tubuh yang bersifat privat, membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta menumbuhkan keberanian anak untuk melaporkan perlakuan yang tidak pantas kepada orang dewasa yang dipercaya. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif berbasis bermain (play-based learning) yang dilaksanakan melalui asesmen awal, penyampaian materi dengan bahasa sederhana, kegiatan bernyanyi dan bergerak menggunakan lagu edukatif, serta praktik langsung menggunakan media gambar tubuh anak dengan stiker tanda silang dan centang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran anak terhadap perlindungan tubuh setelah mengikuti edukasi. Anak mampu menyebutkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, yaitu mulut, dada, kemaluan, dan pantat, serta memahami bahwa bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki boleh disentuh dalam kondisi tertentu yang aman. Pendekatan bermain edukatif melalui lagu, gerakan, dan media visual membantu anak mengingat materi dengan lebih mudah dan menciptakan suasana belajar yang aman serta menyenangkan. Selain peningkatan pemahaman kognitif, anak juga menunjukkan keberanian untuk mengatakan “tidak” dan menyampaikan ketidaknyamanan kepada orang tua atau guru. Pembahasan hasil menunjukkan bahwa keterlibatan aktif anak dalam proses pembelajaran mendukung perkembangan emosional dan sosial anak, sehingga edukasi privasi tubuh dengan pendekatan bermain edukatif efektif sebagai strategi preventif dalam upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak sekolah dasar.
KIPRAH KIAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER AKHLAKUL KARIMAH DI PONDOK PESANTREN Mustofa; Siti Aimah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/61ddnn28

Abstract

Artikel ini menganalisis kiprah strategis kiai sebagai figur sentral dalam pembentukan karakter akhlakul karimah santri di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur yang diperkaya dengan kerangka teoritis pendidikan pesantren dan kepemimpinan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi karakter santri berlangsung melalui tiga pilar utama, yaitu keteladanan (uswatun hasanah), internalisasi prinsip adab sebelum ilmu, serta sistem pengabdian (khidmah) yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari pesantren. Kiai berperan sebagai living curriculum yang memadukan otoritas keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinan karismatik dalam membentuk integritas moral santri. Di era disrupsi digital, kiai juga menjalankan fungsi strategis sebagai kurator kebenaran dengan menanamkan budaya tabayyun, literasi digital berbasis akhlak, serta penguatan riyadhah untuk merespons tantangan dekadensi moral, hoaks, dan hedonisme digital. Sinergi antara tradisi spiritual pesantren, kewibawaan kiai, dan kemampuan adaptasi terhadap modernitas menghasilkan santri berkarakter moderat, berintegritas, dan berdaya tahan tinggi sebagai modal sosial penting bagi pembangunan karakter bangsa.

Filter by Year

2023 2026