cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
MEWUJUDKAN GENERASI CERDAS MELALUI SOSIALISASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 KERUAK Shaqila, Chinta; Isnaini, Isnaini; Mahpuzah, Linna; Haryati, Annisa Tri; Yunita, Eka Amalia; Ramadhani, Suci; Firana, Aryadhewa Julian; Salam, Muhammad Alfa; Potewoda, Abdul Rahman
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34909

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang masih terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan rendah. Praktik ini berdampak negatif pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, serta kelanjutan pendidikan remaja. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di SMPN 2 Keruak, Kabupaten Lombok Timur, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya pernikahan dini. Sebanyak 50 siswa kelas VIII dan IX mengikuti sosialisasi yang disampaikan oleh dosen sebagai narasumber, sementara mahasiswa berperan sebagai fasilitator. Materi sosialisasi mencakup dampak negatif pernikahan dini, peraturan negara mengenai batas usia perkawinan, dan kerumitan kehidupan pernikahan usia muda. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terhadap tiga siswa sebagai sampel. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memahami pernikahan dini sebagai perkawinan di bawah umur, mengenali dampak kesehatan seperti kehamilan berisiko tinggi dan potensi stunting, serta menyebutkan konsekuensi ekonomi, sosial, dan psikologis. Siswa juga menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan sebagai proteksi masa depan dan menyoroti peran teman sebaya dalam saling mendukung agar tidak menikah dini. Refleksi ini memperlihatkan bahwa sosialisasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap preventif dan motivasi untuk menunda pernikahan. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk terus dilaksanakan dalam rangka mendukung terwujudnya generasi muda yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. Kata kunci: Generasi Cerdas; Edukasi; Pencegahan Perkawinan Dini ABSTRACTEarly marriage remains a persistent social issue in Indonesia, particularly in rural areas with limited educational attainment. This practice negatively affects adolescents’ reproductive health, psychological well-being, social stability, and educational continuity. This Community Service Program (KKN) was conducted at SMPN 2 Keruak, East Lombok Regency, with the aim of increasing students’ awareness of the dangers of early marriage. A total of 50 students from grades VIII and IX participated in the socialization session, which was delivered by a lecturer as the main speaker, while KKN students acted as facilitators. The material focused on the negative impacts of early marriage, national regulations on the minimum legal age, and the challenges of household life at an early age. Evaluation was carried out through interviews with three selected students. The results revealed that students understood early marriage as underage marriage, identified health risks such as high-risk pregnancies and the potential for stunting, and recognized its economic, social, and psychological consequences. They also emphasized the importance of continuing education as future protection and acknowledged the role of peers in providing mutual support to avoid early marriage. These findings demonstrate that the program not only improved students’ knowledge but also shaped preventive attitudes and motivated them to postpone marriage. Thus, similar initiatives are recommended to be sustained in order to foster a smart, healthy, and empowered young generation. Keywords: Smart Generation; Education; Prevention of Early Marriage
GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA, TULIS DAN DIGITAL DI SISWA SMPN 4 CIDADAP (SATU ATAP) Mulyadi, Andi; Purwanti, Dian; Devriansyah, Akbar; Rohmah, Siti; Rustandi, Dinda Aulia; Indriyani, Indriyani; Patmasari, Dewi; Firdaus, Mutya; Amin, Muhammad Rijal Al Amin Rijal Al; Fahmi, Rifqi Alwi Al; Pangestu, Rifad Hidayah; Rafli, Muhammad Faisal; Amelia, Mutia; Agistiani, Dzaniah; Falentino, Fino; Nurlaila, Wulandari; Firmansyah, Muhammad Ravi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35256

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan minat dan kemanpuan literasi siswa. Rendahnya tingkat literasi siswa menjadi perhatian serius khususnya di sekolah daerah seperti SMPN 4 Satu Atap Cidadap. Tujuan pengabdian ini membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di SMPN 4 Cidadap yaitu kurangnya minat baca tulis siswa dan membentuk karakteristik siswa yang berbudaya literasi. Metode pada tahap pelaksanaan pengabdian ini dilakukan pada beberapa tahap yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik, presentasi, diskusi serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan interaktif. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 sebagai peserta kegiatan. Hasil kegiatan Literasi Sekolah (GLS) SMPN 4 Satu Atap Cidadap dilihat dari berbagai aspek bahwa para siswa yang mengikuti penuh kegiatan ini. Pada diskusi dan refleksi para siswa mampu menunjukkan peningkatan membaca, menulis dan mengenal literasi digital secara baik. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang positif bagi para siswa, pihak sekolah dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi dalam membangun jejaring kemitraan Pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah; Peningkatan Literasi Baca Tulis Dan Digital; Pengabdian Masyarakat; Lingkungan Sekolah. ABSTRACTThe School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) is an effort to enhance students' interest and ability in literacy. The low literacy level among students is a serious concern, particularly in regional schools such as SMPN 4 Satu Atap Cidadap. The purpose of this community service program was to help address the problems at SMPN 4 Cidadap, namely the lack of student interest in reading and writing, and to shape students' character into a literacy-oriented culture. The implementation method was carried out in several stages: preparation, delivery of material, practice, presentation, discussion, and reflection. The activities were conducted using participatory and interactive methods. The target participants were students from grades 7, 8, and 9. The results of the School Literacy Movement (GLS) activities at SMPN 4 Satu Atap Cidadap, observed from various aspects, showed that students fully participated in the program. During discussions and reflection sessions, the students demonstrated improvement in reading, writing, and a good understanding of digital literacy. Overall, this community service initiative had a positive impact on the students, the school, and Universitas Muhammadiyah Sukabumi in building a collaborative network between higher education and secondary schools. Keywords: School Literacy Movement; Improving reading, writing and digital literacy; Community service; School environment.
PEMBERDAYAAN GURU BAHASA INGGRIS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DAN PELUANG INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA PEMBELAJARAN BAHASA Mutiarani, Mutiarani; Tis'ah, J. Anhar Rabi Hamsah; Aswir, Aswir; Rosyad, Sabilar
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36607

Abstract

ABSTRAKPerkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam bidang pendidikan menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi guru bahasa, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran di era digital. Berdasarkan analisis situasi di Kota Sukabumi, guru bahasa umumnya telah mengenal AI secara konseptual, namun masih menghadapi keterbatasan keterampilan praktis, literasi pedagogis berbasis AI, serta kesadaran etis dalam pemanfaatannya di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan kesiapan guru bahasa dalam mengintegrasikan AI serta meningkatkan kompetensi digital dan pedagogis mereka melalui pelatihan berbasis kebutuhan nyata. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research yang meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi dan pengisian angket kesiapan, pelatihan pemantapan pemanfaatan AI, serta pendampingan pascapelatihan. Mitra sasaran kegiatan adalah 20 guru bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) dari 20 sekolah jenjang SMP dan SMA di Kota Sukabumi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 3,48, dengan pengetahuan AI tergolong cukup tinggi, keterampilan penggunaan AI masih sedang, dan sikap terhadap AI bersifat positif. Pelatihan yang diberikan berdampak pada peningkatan pemahaman dan keterampilan guru, ditunjukkan oleh kenaikan skor kesiapan pascapelatihan sebesar 17,9%, serta meningkatnya kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan AI secara kreatif dan etis dalam pembelajaran bahasa.Kata Kunci: Artificial Intelligence; guru Bahasa; literasi digital; pembelajaran Bahasa; kesiapan guru pemberdayaan. ABSTRACTThe development of Artificial Intelligence (AI) in the field of education presents both opportunities and challenges for language teachers, particularly in enhancing the quality and relevance of learning in the digital era. Based on a situational analysis conducted in Sukabumi City, language teachers generally possess conceptual awareness of AI; however, they still face limitations in practical skills, AI-based pedagogical literacy, and ethical awareness in classroom implementation. This community service program aims to map language teachers’ readiness to integrate AI and to improve their digital and pedagogical competencies through needs-based training. The program employed a participatory action research approach consisting of needs analysis, socialization and readiness questionnaire administration, AI utilization reinforcement training, and post-training mentoring. The target partners were 20 language teachers (Indonesian and English) from 20 junior and senior high schools in Sukabumi City. The results indicate that teachers’ readiness was at a moderate level, with an average score of 3.48. Teachers’ AI knowledge was categorized as relatively high, their AI usage skills were at a moderate level, and their attitudes toward AI were positive. The training activities led to improvements in teachers’ understanding and skills, as evidenced by a 17.9% increase in post-training readiness scores and increased teacher confidence in using AI creatively and ethically in language learning. Keywords: Artificial Intelligence; Language Teachers; Digital Literacy; Language Learning; Teacher Readiness; Empowerment.
OPTIMALISASI POTENSI DIRI UNTUK MENDORONG JIWA ENTERPRENEURSHIP PADA MAHASISWA PRODI ILMU TANAH UNIVERSITAS SRIWIJAYA Gusria, Amarisma; Kurdeniansyah, Kurdeniansyah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36310

Abstract

ABSTRAK                                                                                Indonesia saat ini sudah menyadari bahwa pendidikan terkait kewirausahaan sejak dini bagi mahasiswa adalah hal yang sangat penting. Namun, di prodi ilmu tanah universitas sriwijaya didapatkan masih banyak mahasiswa yang belum termotivasi, merasa bingung untuk memulai, tidak tahu bagaimana cara membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dengan berwirausaha dan merasa takut gagal. Padahal melalui kegiatan wirausaha, dapat membentuk kepribadian yang positif seperti kreatif, inovatif, inisiatif, mandiri, tekun, dapat memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan dapat berpikir secara cepat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada mahasiswa program studi ilmu tanah di Universitas Sriwijaya sebanyak kurang lebih 50 mahasiswa. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya berwirausaha, cara memulainya, serta meningkatkan keterampilan mengenali minat dan bakat diri sendiri (termasuk kelebihan dan kekurangan diri sendiri). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan ceramah dan pendampingan secara partisipatif, dan evaluasi kegiatan dilakukan melalui post-test dan pre-test. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan sebanyak 20% terkait pentingnya kewirausahaan, 40% peningkatan cara mulai melakukan kewirausahaan, peningkatan 40% cara mengetahui kelebihan dan kekurangan diri guna memilih bidang kewirausahaan yang akan ditekuni.Kata kunci: Penyuluhan Mahasiswa; Kewirausahaan; Kepribadian Positif; Kepribadian Proaktif. ABSTRAKDespite the national emphasis on early entrepreneurship education in Indonesia, Soil Science students at Universitas Sriwijaya frequently face barriers such as low motivation to do business, time management difficulties between academic’s activity with enterpreneurship, and fear of failure to do enterpreneurship. To address these challenges, this community service initiative aimed to 50 students at Soil Science students at Universitas Sriwijaya. The program focused to increase knowledge about the entrepreneurship importance, how to start being entrepreneurship, and self-identification of talent which help students to choose the business field. The methodology in this activity use presentation, participatory, and pre-test and post-test evaluations that demonstrated significant progress. Such as 20% increase in students' understanding of entrepreneurial importance and a 40% improvement in both business initiation knowledge and self-assessment capabilities (self strength and weaknenss). These results indicate that the program effectively empowered students to identify personal strengths and navigate potential entrepreneurial pathways. Keywords: Student Socialization; Entrepreneurship; Positive Personality; Proactive Personality.
UPAYA PREVENTIF TERHADAP BAHAYA NARKOBA DAN GAME ONLINE SEBAGAI ANCAMAN MASA DEPAN Zulkifli, Zulkifli; Irsyadi, Hudan; Mattara, Wildan Andi; Ratna, Ratna
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36612

Abstract

ABSTRAKTerjerumus dalam penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu ancaman yang berpotensi merusak masa depan remaja, tidak terkecuali bagi SMA 8 Kota Ternate. Segala faktor yang melatarbelakanginya penting menjadi perhatian dalam mengawasi perkembangan mereka. Ancaman lain yakni adiksi terhadap game online yang juga berpotensi menimbulkan dampak negatif . Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan kesadaran preventif bagi remaja khususnya pelajar di SMA 8 Kota Ternate tentang upaya dan perilaku positif dalam membentengi diri mereka terhadap ancaman tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah edukatif, diskusi interaktif dan didukung dengan survey persepsi terhadap 40 orang siswa SMA 8 Kota Ternate yang mengikuti kegiatan ini. Informasi yang didapatkan diolah secara hybrid (kualitatif dan kuantitatif) untuk menemukan sejauh-mana persepsi dan perilaku mereka dalam memaknai narkoba dan game online serta kaitannya dengan pemanfaatan waktu luang mereka. Hasil kegiatan ditemukan bahwa upaya preventif untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba khususnya terhadap siswa SMA 8 Kota Ternate tetap perlu ditingkatkan serta didukung kolaborasi antar lini demi memastikan mereka untuk tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika dan boat terlarang. Edukasi tentang dampak negatif merokok juga perlu dilakukan agar tidak menjadi pintu masuk dalam mencoba narkoba. Kecanduan game online oleh siswa juga membutuhkan perhatian serius. Capaian 69% kegemaran bermain game online dengan durasi 3 (tiga) hingga 5 (lima) jam setiap harinya perlu dipandang ancaman serius dan diatasi agar tidak berdampak negatif terhadap mereka. Kolaborasi orang tua siswa, tenaga dan lembaga pendidikan, lembaga-lembaga sosial dan pemerhati pendidikan penting ditingkatkan demi menjaga generasi muda saat ini dari hal-hal yang meghambat dan merugikan mereka. Kata kunci: Upaya Preventif; Narkoba; Game Online; Ancaman Masa Depan; SMA 8 Kota Ternate ABSTRACTFalling into drug abuse is a threat that could potentially ruin the future of teenagers, including those at SMA 8 Ternate City. All of the underlying factors are important to consider when monitoring their development. Another threat is addiction to online games, which also has the potential to create negative impacts. The purpose of this activity is to foster preventive awareness among teenagers, especially students at SMA 8 Ternate City, regarding efforts and positive behaviors to shield themselves from these threats. The method of implementation was carried out in the form of educational lectures, interactive discussions, and supported by a perception survey of 40 students of SMA 8 Ternate City who participated in this activity. The information obtained was processed in a hybrid manner (qualitative and quantitative) to determine the extent of their perceptions and behaviors in interpreting drugs and online games, as well as their relationship to the use of their leisure time. The results of the activity found that preventive efforts to anticipate drug abuse, especially among students at SMA 8 Kota Ternate, still need to be improved and supported by collaboration across lines to ensure that they do not fall into drug abuse and prohibited substances. Education about the negative impacts of smoking also needs to be done so that it does not become an entry point for trying drugs. Online game addiction by students also requires serious attention. The achievement of 69% of students who like to play online games with a duration of 3 (three) to 5 (five) hours every day needs to be seen as a serious threat and addressed so that it does not have a negative impact on them. Collaboration between parents of students, educational staff and institutions, social institutions and education observers needs to be improved in order to protect the younger generation from things that hinder and harm them. Keywords: Preventive Efforts; Drugs; Online Games; Future Threats; SMA 8 Kota Ternate
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DESA PAYUNG MELALUI PELATIHAN INFOGRAFIS SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN INFORMASI Hendrik, Maulina; Gristina, Silvi; Hasanah, Adinda Hafizoh Uswatun; Patahillah, Ahlak; Karomah, Lailatul; Pratiwi, Nazilla; Fas'ya, Alvia; Ananta, Zahra Filqia; Fadhilah, Khusnul; Fabian, Cecep; Bayhaqi, Rifaldi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36802

Abstract

                                                                        ABSTRAK          Penyampaian informasi publik di tingkat desa masih banyak dilakukan secara konvensional sehingga kurang menarik dan belum optimal menjangkau masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan pada Karang Taruna Desa Payung, Kabupaten Bangka Selatan, yang belum didukung keterampilan pengelolaan informasi berbasis visual dan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Karang Taruna melalui pelatihan pembuatan infografis sebagai media edukasi dan informasi desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis workshop dan praktik langsung dengan mitra Karang Taruna Desa Payung. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Karang Taruna, perangkat desa, serta mahasiswa KKN. Evaluasi dilakukan melalui observasi keaktifan peserta dan penilaian hasil infografis berdasarkan kejelasan informasi, keterbacaan visual, dan kesesuaian dengan kebutuhan desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengolah informasi menjadi media visual yang komunikatif, peningkatan kepercayaan diri, kreativitas, serta partisipasi pemuda dalam penyampaian informasi publik desa. Infografis yang dihasilkan juga dimanfaatkan secara langsung sebagai media informasi desa, sehingga pelatihan memberikan dampak nyata terhadap kualitas komunikasi publik dan penguatan peran Karang Taruna sebagai agen informasi desa. Kata kunci:.  literasi digital; infografis; Karang Taruna; pemberdayaan pemuda; informasi desa  ABSTRACTPublic information dissemination at the village level is still largely carried out through conventional methods, making it less attractive and not yet optimal in reaching the wider community. This condition was also found in Karang Taruna of Payung Village, South Bangka Regency, where the youth organization had not been supported by adequate skills in visual- and digital-based information management. This community service activity aims to empower Karang Taruna through infographic design training as a medium for village education and information. The program was implemented using a participatory approach through workshops and hands-on practice involving Karang Taruna of Payung Village as the main partner. The training involved 21 participants consisting of Karang Taruna members and administrators, village officials, and KKN students. Evaluation was conducted through observation of participant engagement and assessment of the produced infographics based on information clarity, visual readability, and relevance to village needs. The results indicate an improvement in participants’ ability to transform information into communicative visual media, along with increased creativity, self-confidence, and youth participation in village public information dissemination. The infographics produced were also directly utilized as village information media, demonstrating that the training had a tangible impact on enhancing the quality of public communication and strengthening the role of Karang Taruna as village information agents. Keywords:  digital literacy, infographics, Karang Taruna, youth empowerment, village information
PENGUATAN EKONOMI KREATIF MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK TENUN DAN PEMASARAN DIGITAL DI BANDAR KIDUL, KEDIRI Fatanti, Megasari Noer; Prabawangi, Rani Prita; Nafiah, Annisau; Fatah, Zainal
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36764

Abstract

ABSTRAKSentra Tenun Ikat Bandar Kidul (TIBK) di Kediri memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, tetapi perkembangan produksinya melambat akibat keterbatasan diversifikasi produk dan pemasaran yang masih konvensional. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pengrajin melalui pengembangan produk turunan tenun serta penguatan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan lebih dari 20 pengrajin dan Pokdarwis melalui sosialisasi, pelatihan produksi, pendampingan pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan. Evaluasi dilakukan melalui monitoring penjualan, observasi keterampilan, dan peninjauan kinerja promosi digital. Hasil program menunjukkan terciptanya produk turunan seperti pouch serbaguna dan lanyard ID card berbahan tenun yang didukung video tutorial ber-HaKI sebagai media belajar berkelanjutan. Pemanfaatan platform Shopee, WhatsApp, Instagram, dan TikTok meningkatkan jangkauan pemasaran dan berkontribusi pada kenaikan penjualan online sebesar 30% dalam enam bulan. Program ini juga mendorong terbentuknya koperasi beranggotakan 20 orang sebagai wadah penguatan manajemen usaha, disertai peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–30%. Secara keseluruhan, program ini memperkuat transformasi produksi dan modernisasi strategi pemasaran TIBK sebagai sentra ekonomi kreatif berbasis budaya.Kata kunci: digital marketing; diversifikasi produk; pariwisata berkelanjutan; tenun Kediri. ABSTRACTThe Tenun Ikat Bandar Kidul (TIBK) weaving center in Kediri has significant creative economic potential, but production growth has been slow due to limited product diversification and conventional marketing. This community service program aims to improve the competitiveness and welfare of artisans through the development of woven derivative products and strengthening digital marketing. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach involving more than 20 artisans and the local tourism group (Pokdarwis) through outreach, production training, digital marketing assistance, and institutional strengthening. Evaluation was carried out through sales monitoring, skills observation, and digital promotion performance review. The program results showed the creation of derivative products such as multipurpose pouches and woven ID card lanyards, supported by video tutorials with IPR as a continuous learning medium. The use of the Shopee, WhatsApp, Instagram, and TikTok platforms increased marketing reach and contributed to a 30% increase in online sales in six months. The program also encouraged the formation of a 20-member cooperative to strengthen business management, accompanied by a 20–30% increase in artisan income. Overall, this program strengthened the production transformation and modernized TIBK’s marketing strategy as a culture-based creative economy center. Keywords: digital marketing; product diversification, sustainable tourism; tenun Kediri
EFEKTIVITAS EDUKASI AUDIOVISUAL DAN DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH Susanti, Dwi; Yati, Dwi; Utami, Khristina Dias; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36706

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Usia prasekolah merupakan masa kritis pembentukan kebiasaan dan perilaku. Pada fase ini, anak активно mengeksplorasi lingkungan, seperti bermain, berbagi mainan, dan memasukkan tangan ke mulut, sehingga meningkatkan risiko paparan kuman penyebab infeksi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui perilaku cuci tangan. Edukasi menggunakan media audiovisual dan demonstrasi merupakan metode efektif untuk meningkatkan perilaku cuci tangan pada anak usia prasekolah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan dan membangun kebiasaan baik yaitu perilaku cuci tangan yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Tunas Islam dengan responden siswa-siswi kelas B sejumlah 50 anak. Kegiatan pengadian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pengkajian siswa-siswi, pengurusan surat, persiapan materi, media edukasi dan lokasi pelaksanaan kegiatan. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan edukasi tentang cuci tangan dengan menggunakan media power point dan video kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cuci tangan menggunakan sabun. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi yaitu melakukan evaluasi kegiatan, dan menyusun laporan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah data demografi responden berdasarkan jenis kelamin yaitu sama antara laki-laki dan Perempuan (50%), sedangkan berdasarkan usia mayoritas berusia  6 tahun sebanyak  82%. Secara observasi, setelah dilakukan demonstrasi cuci tangan, antusiasme siswa meningkat dan mereka mampu meniru gerakan dengan tepat setelah demonstrasi. Terdapat peningkatan perilaku cuci tangan dengan benar pada saat siswa-siswi melakukan demonstrasi cuci tangan. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi cuci tangan dengan menggunakan media audio visual dan demonstrasi efektif untuk meningkatkan perilaku cuci tangan yang benar pada anak usia prasekolah.Kata kunci: Cuci Tangan; Prasekolah; Demonstrasi; Health Education; Audiovisual. ABSTRACTPreschool age is a critical period for the formation of habits, values, and behavior. During this period, children are in a very active phase of exploration, touching various objects, playing in open environments, sharing toys, and unconsciously putting their hands in their mouths. All of these activities are part of a child's natural learning process, but at the same time increase the risk of exposure to germs that can cause infectious diseases. Therefore, efforts to prevent this need to be made, one of which is by washing hands. One effective method to improve hand washing behavior in preschoolers is through education using audiovisual media and demonstrations. The purpose of this activity is to provide health education and build good habits, namely proper hand washing behavior. This activity was carried out at Tunas Islam Kindergarten with 50 students from class B as respondents. his activity consisted of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The preparation stage included coordination with the school, assessment of students, letter management, preparation of materials, educational media, and the location for the activity. The implementation stage involved educating students about hand washing using PowerPoint and video presentations, followed by a demonstration of hand washing with soap. The third stage was the evaluation stage, which involved evaluating the activity and compiling a report. The results of this community service activity are demographic data on respondents based on gender, which is equal between males and females (50%), while based on age, the majority are 6 years old, accounting for 82%. There was an increase in proper handwashing behavior when the students demonstrated handwashing. The conclusion of this activity is that handwashing education using audio-visual media and demonstrations is effective in improving proper handwashing behavior in preschool-aged children.Keywords: Handwashing; Kindergarten; Demonstration; Health Education; Audiovisual.
PENINGKATAN KAPASITAS PSIKOLOGIS DAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN PEREMPUAN DI RUTAN KELAS IIB BOYOLALI Suseno, Bayu; Nuryanti, Lusi; Arinda, Fiska Puspa; Hidayati, Isnaya Arina; Abas, Novel Idris; Apriliani, Riski; Inaszahira, Afny Al Fath; Asykaruddin, Muhammad Azmi Nur; Raihani, Dzikra; Ajiputra, Alfian Faqih; Nugroho, Dhita Ade
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34844

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan rehabilitasi warga binaan, termasuk perempuan. Namun, keterbatasan program yang mampu memenuhi kebutuhan psikologis, spiritual, dan keterampilan hidup warga binaan perempuan masih menjadi tantangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan holistik bagi warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Boyolali agar warga binaan dapat meningkatkan kapasitas psikologis dan kemandirian. Program disusun setelah melakukan koordinasi dengan mitra terkait permasalahan, solusi, dan menyusun rancangan kegiatan. Sasaran program diberikan kepada 10 warga binaan perempuan dan 2 staf kesatuan pengamanan rutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan keterampilan, psikoedukasi, dan konseling, sebanyak 16 sesi kegiatan. Pelatihan difokuskan pada manajemen diri dan kewirausahaan, sementara psikoedukasi mencakup kesehatan mental, spiritual, serta pengembangan dan kesadaran diri. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk melihat perubahan dalam aspek psikologis, sosial, dan keterampilan. Hasil menunjukkan adanya perubahan positif, termasuk pergeseran cara pandang terhadap masa depan, peningkatan kemampuan menyusun tujuan hidup melalui pendekatan SMART, serta keberanian mengekspresikan diri dalam sesi konseling. Selain itu, kualitas interaksi sosial meningkat melalui kerja kelompok dan terbentuknya dukungan emosional antar warga binaan. Kegiatan kewirausahaan juga meningkatkan keterampilan praktis, kepercayaan diri, dan membuka peluang ekonomi pasca-rutan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang terintegrasi dapat berkontribusi dalam mendukung proses rehabilitasi dan mempersiapkan warga binaan perempuan untuk reintegrasi sosial secara lebih bermakna melalui peningkatan kapasitas psikologis dan kemandirian warga binaan.Kata kunci: Kapasitas Psikologis; Kemandirian; Warga Binaan Perempuan; Rehabilitasi; Rutan.ABSTRACTCorrectional institutions (prisons) play a strategic role in the development and rehabilitation of inmates, including women detainees. However, this is a challenge as there are limited available programs that meet the psychological, spiritual, and life skills needed by female inmates. This community service program aims to provide holistic empowerment for female prisoners at the Class IIB Boyolali Detention Center (Rutan Kelas IIB Boyolali), enabling them to increase their psychological capacity and independence. The program is prepared after coordinating with partners regarding problems, solutions, and preparing activity plans. The program targets 10 female inmates and 2 prison security unit staff. The implementation of activities was carried out in the form of skills training, psychoeducation and counseling, with 16 activity sessions. The training focuses on self-management and entrepreneurship, while psychoeducation covers mental health, spirituality, and self-development and awareness. Evaluation was conducted through observation and interviews to identify changes in psychological, social, and skills aspects. Results showed positive changes, including a shift in perspective on the future, an increased ability to develop life goals through the SMART approach, and increased self-expression during counseling sessions. Furthermore, the quality of social interactions improved through group work and the development of emotional support among inmates. Entrepreneurial activities also improved practical skills, self-confidence, and opened up economic opportunities after detention. These findings suggest that an integrated empowerment program can contribute to supporting the rehabilitation process and preparing female inmates for more meaningful social reintegration by enhancing the inmates' psychological capacity and independence. Keywords: Psychological Capacities; Autonomy; Female Inmates; Rehabilitation; Detention Centre.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA MATERI IPAS UNTUK GURU SDN 20 MANGGELEWA Islamiah, Muarif; Fathurrahmaniah, Fathurrahmaniah; Rahmaniya, Nita; Kusumawati, Asria Ayu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36783

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Wordwall Menggunakan Metode Discovery Learning pada pembelajaran IPAS di SDN 20 Manggelewa merupakan bagian dari program pemberdayaan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian besar guru dan civitas akademika SDN 20 Manggelewa masih memiliki keterbatasan pengetahuan, bahkan baru mengenal aplikasi Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif. Melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, guru memperoleh pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan Wordwall sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan menarik.Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan guru tentang pemanfaatan aplikasi Wordwall dalam pembelajaran IPAS, meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan iptek sebagai media pembelajaran interaktif, serta meningkatkan aspek afektif guru dalam menumbuhkan rasa keingintahuan peserta didik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dengan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan sekolah secara aktif pada setiap tahap.Subjek pengabdian melibatkan 15 orang guru dan penerapan pembelajaran pada 24 siswa SDN 20 Manggelewa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,7 pada kategori sedang. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran Wordwall berbasis Discovery Learning layak diterapkan untuk meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif siswa, serta pencapaian target pembelajaran IPAS.Kata kunci: Media; Pembelajaran; Interaktif; Wordwall; IPTEK; Guru ABSTRACTThe Training and Mentoring Activities for Creating Wordwall Learning Media Using the Discovery Learning Method in IPAS lessons at SDN 20 Manggelewa are part of the school empowerment program to improve the quality of technology-based learning. Before the activities were carried out, most teachers and academic staff at SDN 20 Manggelewa still had limited knowledge and were only beginning to become familiar with the Wordwall application as an interactive learning media. Through structured training and mentoring, teachers gained an understanding of the importance of utilizing Wordwall as an innovative and engaging alternative learning medium. The community service subjects involved 15 teachers and the implementation of learning for 24 students at SDN 20 Manggelewa. Evaluation results showed an increase in students' learning interest with an N-Gain score of 0.7 in the moderate category. Thus, the development of Wordwall learning media based on Discovery Learning is feasible to implement to increase students' interest in learning, active participation, as well as the achievement of IPAS learning objectives.  Keywords: Media; Learning; Interactive; Wordwall; Science and Technology; Teacher.