cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PKM: SOSIALISASI ANTI KENAKALAN ANAK DAN REMAJA PUTRI DI KOTA SALATIGA Muflikah, Binti; Nurmawati, Nurmawati; Kusuma, Vica Ananta
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36714

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kasus kenakalan remaja di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan banyak terjadi pada kelompok usia 13-17 tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi pendidikan yang berfokus pada pencegahan melalui penguatan kesadaran, karakter, dan lingkungan sosial remaja. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi preventif kepada remaja putri anggota Klub Bola Voli GAVO Kota Salatiga agar mampu memahami risiko kenakalan remaja dan mengembangkan sikap serta keterampilan positif untuk menghindari perilaku menyimpang. Kegiatan dilaksanakan selama delapan sesi melalui metode sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus, pelatihan keterampilan hidup, dan latihan olahraga bersama. Evaluasi dilaksanakan melalui angket respons peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait bahaya NAPZA, kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, kesetaraan gender, dan strategi komunikasi efektif. Selain itu, peserta meunjukkan motivasi lebih tinggi dalam mengembangkan perilaku positif dan keterampilan hidup termasuk keterampilan kewirausahaan melalui pembuatan drum stick. Secara keseluruhan, skor evaluasi peserta mencapai rata-rata 3,56 yang berada pada kategori sangat baik. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan sikap remaja dalam mencegah perilaku menyimpang. Kata kunci: Kenakalan Remaja; Pendidikan Karakter; Remaja Putri; Sosialisasi. ABSTRACTThe cases of juvenile delinquency in Indonesia continue to increase annually, with many occurring in the 13-17 age group. This situation demonstrates the need for educational interventions focused on prevention through strengthening adolescent awareness, character, and social environments. This community service program aims to provide preventative education to female members of the GAVO Volleyball Club in Salatiga City so they can understand the risks of juvenile delinquency and develop positive attitudes and skills to avoid deviant behavior. The activity was carried out over eight sessions through socialization, counseling, interactive discussions, case studies, life skills training, and joint sports training. Evaluation was carried out through participant response questionnaires. The results of the community service program showed an increase in participants' understanding of the dangers of drugs, reproductive health, HIV/AIDS, gender equality, and effective communication strategies. In addition, participants demonstrated higher motivation in developing positive behaviors and life skills, including entrepreneurial skills through drumstick making. Overall, the participant evaluation score reached an average of 3.56, which is in the very good category. This activity is effective in increasing adolescents' knowledge, awareness, and attitudes in preventing deviant behavior.. Keywords: Juvenile Delinquency; Character Education; Adolescent Girls; Socialization.
PENGUATAN UMKM OPAK JEPIT MELALUI PENERAPAN TTG DAN STRATEGI BRANDING BERBASIS DIGITAL Rachmawati, Rina; Muslim, Shohib; Aini, Yulis Nurul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36464

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pemilik UMKM opak jepit Mekar Sari, Masruroh, mengeluhkan usaha miliknya belum mengalami peningkatan penjualan yang signifikan selama 35 tahun. Setelah dianalisis, ditemukan permasalahan pada sistem produksi dan pemasarannya: proses produksi yang masih bersifat konvensional, serta rendahnya pengetahuan mitra dalam pemasaran digital. Kondisi ini berdampak kepada keterbatasan jangkauan pasar dan rendahnya daya saing produk sehingga sangat dibutuhkan inovasi dalam sistem produksi dan pemasarannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kuantitas produksi harian dengan kualitas sesuai standar quality control mitra, melakukan inovasi dengan menerapkan TTG mesin pencetak opak jepit, memperluas target pasar, dan meningkatkan kemampuan promosi digital melalui platform Instagram. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan, serta demonstrasi TTG kepada mitra. Kegiatan ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Melalui wawancara dan hasil angket, mitra menyatakan puas dan sangat terbantu dengan inovasi yang diberikan oleh tim PkM melalui pemanfaatan TTG mesin pencetak opak jepit dan pembuatan wadah promosi online menggunakan foto produk yang baik. Kualitas dan kuantitas produksinya membaik sehingga penjualannya juga mengalami peningkatan secara bertahap sehingga penjualannya pada bulan September dan Oktober 2025 berhasil meningkat sebanyak 30%.Kata kunci: Inovasi; Branding; Digital; Teknologi Tepat Guna. ABSTRACTThe owner of the opak jepit Mekar Sari MSME, Masruroh, complains that her business has not seen a significant increase in sales in 35 years. After analysis, problems were found in the production and marketing systems: a conventional production process and low knowledge in digital marketing. This condition impacts the limited market reach and low product competitiveness, making innovation in production and marketing systems highly necessary. The objectives of this activity are to increase daily production quantity with quality according to partner quality control standards, innovate by implementing the TTG opak jepit production machine, expand the target market, and enhance digital promotion capabilities through Instagram. The methods used in implementing this activity are training and mentoring, as well as demonstrating TTG. This activity showed very positive results. Through interviews and questionnaire results, the partner expressed satisfaction and significant assistance with the innovations provided by the PkM team, including the utilization of the TTG machine for producing opak jepit and the creation of online promotional media using good product photos. The quality and quantity of production improved, leading to a gradual increase in sales as well. Therefore that sales in September and October 2025 managed to increase by 30%. Keywords: Innovation; Branding; Digital; Appropriate Technology.
EDUKASI LINGKUNGAN HIDUP PROGRAM SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN MELALUI GERAKAN MENANAM DAN DAUR ULANG SAMPAH DI SD AISYIYAH 1 MATARAM Mas’ad, Mas’ad; Junaidin, Junaidin; Munandar, Anas; Rohayati, Nurin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35572

Abstract

ABSTRAK Permasalahan lingkungan, seperti rendahnya kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dasar, masih menjadi tantangan dalam pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa. Kondisi tersebut juga ditemukan di SD Aisyiyah 1 Mataram, sehingga diperlukan upaya sistematis melalui program sekolah ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan siswa melalui implementasi program sekolah ramah lingkungan di SD Aisyiyah 1 Mataram sebagai mitra kegiatan. Mitra kegiatan terdiri atas kepala sekolah, 12 guru, dan 70 siswa SD Aisyiyah 1 Mataram. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan 7 September 2025 melalui beberapa tahapan, yaitu koordinasi dan kesepakatan program dengan pihak sekolah, persiapan pelaksanaan, pengenalan materi lingkungan, gerakan menanam, program daur ulang sampah, pemeliharaan berkelanjutan, serta evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan secara aktif siswa, guru, dan tim pengabdian dalam seluruh tahapan kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi reflektif, dan penilaian perubahan perilaku siswa terhadap kebersihan dan kepedulian lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa koordinasi dan persiapan yang baik mampu membangun dukungan penuh dari pihak sekolah. Tahap pengenalan materi meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan, sedangkan gerakan menanam dan program daur ulang mendorong siswa melakukan tindakan nyata, seperti menanam tanaman dan mengolah sampah menjadi produk bernilai guna. Tahap pemeliharaan memperlihatkan meningkatnya komitmen guru dan siswa dalam menjaga keberlanjutan program. Secara keseluruhan, evaluasi menunjukkan adanya peningkatan perilaku positif siswa terhadap kebersihan, kerapian, dan kelestarian lingkungan sekolah. Kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih hijau, bersih, dan sehat, serta berkontribusi dalam pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa. Program ini dapat dijadikan model pengembangan sekolah ramah lingkungan di tingkat sekolah dasar.Kata kunci: Edukasi lingkungan; sekolah ramah lingkungan; gerakan menanam; daur ulang sampah; SD Aisyiyah 1 Mataram.ABSTRACTEnvironmental issues, such as low awareness of cleanliness and waste management in elementary schools, remain a challenge in shaping students' environmental awareness. This condition was also found at SD Aisyiyah 1 Mataram, requiring systematic efforts through an environmentally friendly school program. This community service activity aims to increase students' awareness and environmentally friendly behavior through the implementation of an environmentally friendly school program at SD Aisyiyah 1 Mataram as a partner in the activity. The partners in the activity consist of the principal, 12 teachers, and 70 students of SD Aisyiyah 1 Mataram. The activity was carried out on September 7, 2025, through several stages, namely coordination and agreement on the program with the school, preparation for implementation, introduction to environmental material, planting movement, waste recycling program, sustainable maintenance, and evaluation of activities. The method used was a participatory approach by actively involving students, teachers, and the community service team in all stages of the activity. The evaluation was conducted through observation, reflective discussion, and assessment of changes in student behavior towards school cleanliness and environmental awareness. The results of the activity showed that good coordination and preparation were able to build full support from the school. The material introduction stage increased students' understanding of the importance of protecting the environment, while the planting movement and recycling program encouraged students to take concrete actions, such as planting plants and processing waste into useful products. The maintenance stage showed an increase in the commitment of teachers and students to maintaining the sustainability of the program. Overall, the evaluation showed an increase in positive student behavior towards cleanliness, tidiness, and preservation of the school environment. This activity succeeded in creating a greener, cleaner, and healthier learning environment and contributed to the formation of an environmentally conscious character in students. This program can be used as a model for the development of environmentally friendly schools at the elementary school level.Keywords: Environmental education, eco-friendly schools, planting movement, waste recycling, SD Aisyiyah 1 Mataram
PENINGKATAN LITERASI DAKWAH DIGITAL BAGI IBU-IBU MAJELIS TAKLIM DI ERA MEDIA SOSIAL Rahmawati, Endang; Saudi, Yusron
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     literasi dakwah digital pada kelompok ibu-ibu majelis taklim di era media sosial merupakan isu krusial yang berdampak pada efektivitas penyebaran nilai-nilai keislaman di ruang digital. Rendahnya pemahaman tentang literasi digital, etika komunikasi Islam, serta keterbatasan keterampilan dalam membuat konten dakwah menjadi kendala utama bagi majelis taklim dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang bijak, santun, dan kreatif. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, softskill, serta hardskill anggota majelis taklim dalam literasi dakwah digital, agar mereka mampu menjadi agen dakwah digital di lingkungan keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Program dilaksanakan melalui metode sosialisasi, workshop, penyuluhan, diskusi, dan praktikum pembuatan konten digital di Masjid Baiturrahman Pesona Banyu Asri, Banyumulek, Lombok Barat. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Banyu Asri, beranggotakan 25 ibu-ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan beragam. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta analisis hasil praktik pembuatan konten digital oleh peserta. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi dakwah digital sebesar 80%, keterampilan hardskill pembuatan konten digital meningkat 75%, sedangkan softskill terkait sikap bijak bermedia sosial dan etika komunikasi Islam meningkat sebesar 85% dibandingkan sebelum pelaksanaan kegiatan. Selain itu, terbentuknya komunitas dakwah digital sederhana di lingkungan majelis taklim dan meningkatnya motivasi peserta untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui media sosial menunjukkan dampak positif secara sosial dan kelembagaan. Kegiatan ini mendorong transformasi majelis taklim menjadi pusat pendidikan dakwah modern yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan berkontribusi pada pembangunan karakter masyarakat digital yang religius. Kata kunci: literasi dakwah digital, majelis taklim, pemberdayaan perempuan, media sosial. ABSTRACTThe objective of this community engagement activity is to improve the knowledge, soft skills, and hard skills of majelis taklim members in digital dakwah literacy, enabling them to become digital dakwah agents in their families, communities, and wider society. The program was conducted through methods such as socialization, workshops, counseling, discussions, and practical sessions on digital content creation at Masjid Baiturrahman Pesona Banyu Asri, Banyumulek, West Lombok. The main partner in this activity was Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Banyu Asri, with 25 housewife members from diverse educational backgrounds. Evaluation was conducted systematically through pre- and post-tests, direct observation, and analysis of participants’ digital content creation outcomes. The results showed an increase in digital dakwah literacy understanding by 80%, an improvement in hard skills for digital content creation by 75%, and a rise in soft skills related to wise social media behavior and Islamic communication ethics by 85% compared to the pre-activity condition. Additionally, a simple digital dakwah community was formed within the majelis taklim environment, and participant motivation to spread Islamic messages through social media increased, indicating positive social and institutional impacts. This activity has encouraged the transformation of majelis taklim into a modern educational center for dakwah that is more adaptive to changing times and contributes to the development of a digitally religious community character. Keywords: digital dakwah literacy, majelis taklim, women’s empowerment, social media.
MEMBANGUN CITRA BERKELANJUTAN GREEN BATIK PEKALONGAN: PEMBERDAYAAN SINERGIS BRANDING, EKOLOGI DAN DIGITALISASI MENUJU PASAR FASHION BERKELANJUTAN Ngatindriatun, Ngatindriatun; Butarbutar, Dicky Jhon Anderson; Aini, Nurul; Udin, Noor; Sriwidadi, Teguh; Ni'mah, Fadhilatun; Ferdinand, Samuel Alvin; Hardi, Laura Emmanuela; Wibowo, Iqbal Andika; Atmaja, Mario Rafael
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36638

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Industri batik Pekalongan menghadapi tantangan signifikan terkait rendahnya literasi branding berkelanjutan, keterbatasan kemampuan digital, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai ekologis sebagai keunggulan kompetitif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan UMKM Green Batik Pekalongan melalui integrasi strategi branding hijau, penguatan ekologi produksi, dan digitalisasi pemasaran untuk meningkatkan daya saing di pasar fashion berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan green marketing, workshop digital marketing, pendampingan pendaftaran ecolabel, serta pengembangan storytelling dan strategi komunikasi merek. Mitra terdiri dari 20 pelaku UMKM batik di Kecamatan Pekalongan Utara. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan analisis hasil produksi konten. Hasilnya menunjukkan peningkatan kapasitas signifikan: pemahaman green marketing meningkat 97,6%, kemampuan produksi konten digital meningkat lebih dari 500%, 18 UMKM memiliki akun bisnis aktif, dan 10 produk memperoleh draft ecolabel, dengan 4 di antaranya memasuki tahap pengajuan awal. Selain itu, peserta menghasilkan 15 narasi storytelling dan satu dokumen Strategi Komunikasi Merek Berkelanjutan yang siap diterapkan. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan sinergis antara branding, ekologi, dan digitalisasi efektif dalam memperkuat citra Green Batik Pekalongan serta relevan untuk direplikasi di sentra batik lainnya.Kata kunci: Green Marketing; Ecolabel; Green Batik Pekalongan; Digital Marketing; Pemberdayaan UMKM. ABSTRACTThe batik industry in Pekalongan faces significant challenges related to the low literacy of sustainable branding, limited digital capabilities, and the suboptimal utilization of ecological value as a competitive advantage. This community engagement program aims to empower Green Batik Pekalongan MSMEs through the integration of green branding strategies, ecological production enhancement, and marketing digitalization to strengthen their competitiveness in the sustainable fashion market. The program activities included socialization, green marketing training, digital marketing workshops, ecolabel registration assistance, and the development of cultural storytelling and sustainable brand communication strategies. The beneficiaries consisted of 20 batik artisans in Pekalongan Utara District. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, observations, and analysis of digital content outputs. The results show significant capacity improvements: green marketing understanding increased by 97.6%, digital content production improved by more than 500%, 18 MSMEs established active business accounts, and 10 products obtained ecolabel drafts, with 4 progressing to the initial verification stage. Additionally, participants produced 15 storytelling narratives and one comprehensive Sustainable Brand Communication Strategy document ready for implementation. This program demonstrates that synergistic empowerment combining branding, ecological practices, and digitalization is effective in strengthening the sustainable image of Green Batik Pekalongan and is highly relevant for replication in other batik production centers.Keywords: Green Marketing; Ecolabel; Green Batik Pekalongan; Digital Marketing; MSME Empowerment.
PEMBERDAYAAN PETANI MUDA MELALUI TEKNOLOGI GREENHOUSE PADA LAHAN TIDUR DI KELURAHAN CINANGKA Putri, Dessy Iriani; Mutmainah, Mutmainah; Rahmayuni, Erlina; Syafitri, Ririn; Tenouye, Agus Albert
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36111

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi dan pengetahuan generasi muda dalam pengelolaan usaha pertanian, meningkatkan jumlah dan produktivitas hasil tanaman, serta meningkatkan kemampuan mitra dalam pengelolaan pembukuan keuangan usaha tani secara sederhana dan tertib, melalui pemanfaatan lahan tidur seluas 2.000 m² dan penerapan teknologi pertanian modern berupa greenhouse berukuran 12 × 8 m yang dilengkapi sistem hidroponik DFT. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan secara berkelanjutan, dan evaluasi. Peserta kegiatan yang berjumlah 30 orang, merupakan anggota Karang Taruna, dibekali keterampilan budi daya sayuran daun dan jagung, manajemen usaha, pencatatan keuangan, strategi branding dan pemasaran, serta pemahaman mengenai legalitas produk melalui rangkaian kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok pada periode Juli–Desember 2025. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 47,11 menjadi 77,78 atau setara 65,1%. Peresmian greenhouse dilanjutkan kegiatan penanaman serta pendampingan rutin untuk memastikan peserta mampu mengelola budi daya secara mandiri, termasuk pengaturan nutrisi, pengendalian hama, hingga pengelolaan usaha. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan produktivitas lahan, keterampilan teknis dan manajerial Karang Taruna, serta kesiapan produk yang dapat dipasarkan. Secara keseluruhan, program ini terbukti mendukung regenerasi petani muda, optimalisasi pemanfaatan lahan tidur, dan penguatan kapasitas ekonomi lokal.Kata kunci: Generasi Muda; Greenhouse; Hidroponik; Lahan Tidur; Pengabdian Masyarakat. ABSTRACTThis community service program was implemented in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, with the objectives of enhancing youth participation and knowledge in agricultural enterprise management, increasing crop yield and productivity, and improving partners’ capacity in maintaining simple and orderly farm financial records through the utilization of 2,000 m² of idle land and the application of modern agricultural technology in the form of a 12 × 8 m greenhouse equipped with a DFT hydroponic system. The activities comprised socialization, training, technology implementation, continuous mentoring, and evaluation. A total of 30 participants, who were members of the local Karang Taruna, were equipped with skills in leafy vegetable and maize cultivation, farm business management, financial record-keeping, branding and marketing strategies, as well as an understanding of product legal certification, through a series of community engagement activities conducted in Cinangka Subdistrict, Sawangan District, Depok City, during the period of July–December 2025. Evaluation using pre-test and post-test instruments demonstrated a significant improvement, with the average score increasing from 47.11 to 77.78, equivalent to a 65.1% increase. The greenhouse inauguration was followed by planting activities and routine mentoring to ensure participants’ ability to independently manage cultivation practices, including nutrient management, pest control, and farm business operations. The program outcomes indicated increased land productivity, improved technical and managerial competencies of the Karang Taruna members, and the readiness of marketable agricultural products. Overall, the program effectively supported young farmer regeneration, optimization of idle land utilization, and strengthening of local economic capacity.Keywords: Youth; Greenhouse; Hydroponic; Idle Land; Community Service.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PPKN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MIS BABUL JIHAD MORU KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR Lema, Sudarto Lukman; Biat, Ismail Tamal; Kaibana, Bustami M.; Umar, Abdul Rasyid
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36246

Abstract

ABSTRAKKomponen paling penting dalam keberlangsungan kegiatan pembelajaran adalah sebuah kurikulum. Kurikulum harus bersifat dinamis yang perlu disesuaikan dengan perkembangan paradigma pergeseran filsafat pendidikan, perubahan sosial, dan mengikuti perkembangan ilmu sains dan teknologi yang ada, serta harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat di wilayah satuan pendidikan. Banyak guru, terutama di MIS Babul Jihad Moru, tidak mampu membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal. Dalam rangka pengabdian masyarakat, workshop ini diadakan secara tatap muka selama satu hari, dengan metode ceramah, praktik langsung, dan evaluasi produk. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar PPKn yang berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh enam guru kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengintegrasikan kearifan lokal dam materi ajar. Sebagai hasil dari workshop, setiap peserta berhasil membuat satu RPP dan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan sangat bermanfaat. Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal perlu dilakukan untuk menyederhanakan muatan materi PPKn agar peserta didik mudah untuk memahaminya. Oleh karena itu, kegiatan ini benar-benar membantu meningkatkan kemampuan guru untuk menghadapi tantangan pendidikan di era kekinian.Kata kunci: Kurikulum PPKn; Kearifan Lokal; Sekolah Dasar.  ABSTRACTThe most important component of sustainable learning activities is the curriculum. The curriculum must be dynamic, adapting to evolving paradigms, shifting educational philosophies, social change, and the latest developments in science and technology. The curriculum must also be tailored to the conditions of the community in the educational unit's area. Many teachers, particularly at MIS Babul Jihad Moru, have not yet been able to develop teaching materials based on local wisdom. As part of community service, a one-day face-to-face workshop was held, using lectures, hands-on practice, and product evaluation methods. This workshop aimed to improve teachers' abilities in developing local wisdom-based Civics Education (PPKn) teaching materials. Six classroom teachers participated in the workshop. Results showed that 88% of participants were able to integrate local wisdom into the teaching materials. The workshop resulted in each participant successfully developing lesson plans and teaching materials based on local wisdom. Interviews indicated that most participants found the workshop very beneficial. Research indicates that developing local wisdom-based teaching materials is necessary to simplify Civics Education (PPKn) material for easier student understanding. Therefore, this activity significantly improves teachers' abilities to face the challenges of education in today's era. Keywords: Citizenship Curriculum; Local Wisdom; Elementary School.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL DI WILAYAH KEPULAUAN SERIBU WILAYAH DKJ Nasrullah, Nasrullah; Fauzi, Achmad; Tis'ah, J. Anhar Rabi Hamsah; Suhendra, Suhendra; Basyit, Abdul; Halimi, Muhammad Fathi; Salim, Agus
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36606

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema Pengembangan Manajemen Lembaga Pendidikan Nonformal (LPNF) di Wilayah Kepulauan Seribu, DKJ. Latar belakang kegiatan ini adalah kondisi LPNF yang masih dikelola secara sederhana, tanpa perencanaan strategis, sistem evaluasi, maupun pemanfaatan teknologi yang memadai. Padahal, LPNF memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan alternatif bagi masyarakat kepulauan yang terbatas pada layanan pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model partisipatif-kolaboratif, melalui tahapan observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, workshop, serta pendampingan intensif selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar LPNF di Kepulauan Seribu menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Melalui intervensi berupa pelatihan manajerial, workshop penyusunan rencana kerja, serta pendampingan berkelanjutan, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek perencanaan strategis, pengelolaan keuangan sederhana, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan partisipasi masyarakat. LPNF mulai menyusun dokumen rencana kerja, meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta menyesuaikan program dengan potensi lokal seperti kelautan, pariwisata, dan kewirausahaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan manajemen LPNF berbasis partisipatif-kolaboratif mampu meningkatkan profesionalisme, efektivitas, dan keberlanjutan lembaga. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kualitas layanan pendidikan nonformal, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat, mengurangi kesenjangan pendidikan antara pusat dan daerah, serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).Kata Kunci: Pendidikan Nonformal; Manajemen Lembaga; Pengabdian Masyarakat; Kepulauan Seribu; Partisipatif-Kolaboratif.ABSTRACTThis community service program aimed to strengthen the management of Nonformal Education Institutions (NFEIs) in the Thousand Islands Region, Special Capital Region of Jakarta (DKJ). The program addressed the common challenges faced by NFEIs, including limited strategic planning, weak evaluation systems, and minimal use of educational technology, despite their vital role in providing alternative education for island communities. A descriptive qualitative approach with a participatory collaborative model was employed through observation, Focus Group Discussions (FGD), training, workshops, and three months of intensive mentoring. The findings reveal that most NFEIs experienced constraints in human resources, institutional governance, and technology utilization. Managerial training and continuous mentoring resulted in notable improvements in strategic planning, basic financial management, technology-supported learning, and community involvement. Several institutions developed formal work plans, strengthened collaboration with local government, and aligned programs with local potentials such as marine-based activities, tourism, and entrepreneurship. Overall, participatory collaborative management effectively enhances institutional professionalism, effectiveness, and sustainability, while supporting community empowerment, reducing educational disparities, and contributing to the Sustainable Development Goals (SDGs).Keywords: Nonformal Education; Institutional Management; Community Service; Thousand Islands; Participatory Collaborative.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI ENERGI ALTERNATIF (BIOGAS) DI DESA PAKUAN LOMBOK BARAT Basirun, Basirun; Hidayaturrohman, Umam; Chintyana, Alissa; Hirzi, Ristu Haiban; Sastriana, Hanipar Mahyulis; Hastuti, Siti Hariati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.37070

Abstract

ABSTRAK                                                                                Limbah kotoran sapi merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Desa Pakuan, sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Kabupaten Lombok Barat menghadapi tantangan dalam mengelola limbah ternaknya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok ternak dalam pengolahan limbah ternak menjadi biogas. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, transfer teknologi, dan monitoring evaluatif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan biogas. Hal ini terbukti dari peningkatan pengetahuan yang sebelumnya 15% menjadi 80% dan peningkatan keterampilan sebelum kegiatan hanya 5% meningkat menjadi sebesar 80% sehingga dapat dikatakan bahwa mitra sudah mandiri dalam mengolah limbah ternak sapi menjadi energi alternatifr yaitu biogas dengan teknologi biodigester portabel.Kata kunci: Limbah Ternak Sapi; Digester Portabel; Energi Alternatif; Biogas. ABSTRACTCow manure is a source of environmental pollution if not managed properly. Pakuan Village, as one of the cattle farming centers in West Lombok Regency, faces challenges in managing its livestock waste. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of livestock groups in processing livestock waste into biogas. The methods used include a participatory approach, technology transfer, and evaluative monitoring. The training results showed high community enthusiasm for biogas utilization. This is evident in the increase in knowledge from 15% to 80% and the increase in skills before the activity from only 5% to 80%. Therefore, it can be said that the partners are now independent in processing cattle waste into alternative energy, namely biogas, using portable biodigester technology.Keywords: Limbah Ternak Sapi; Digester Portabel; Energi Alternatif; Biogas.
PENGUATAN LITERASI KEUANGAN DAN EDUKASI INVESTASI BAGI SISWA GENERASI Z SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA Umbing, Golda Belladonna; Mentari, Theresia; Octaviani, Theresia; Maithy, Sifera Patricia; Oktafia, Rifka
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36344

Abstract

ABSTRAKLayanan digital dan kemajuan teknologi telah merevolusi cara bertransaksi sehingga lebih cepat dan praktis, khususnya bagi Generasi Z (Gen Z). Meski demikian, laju inklusi keuangan kerap tidak sejalan dengan peningkatan literasi keuangan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat pemahaman Gen Z tentang pentingnya literasi keuangan serta kesadaran berinvestasi secara aman. Kegiatan difokuskan pada siswa-siswi SMA Negeri 4 Palangka Raya, mengacu pada data Kalimantan Tengah yang menunjukkan kesenjangan nyata antara Indeks Inklusi Keuangan (74,80%) dan Indeks Literasi Keuangan (37,01%). Kesenjangan ini menandakan akses terhadap produk keuangan belum dibarengi pengetahuan yang memadai. Permasalahan di mitra mencakup rendahnya pemahaman literasi keuangan dasar, pencegahan penipuan e-money, serta minimnya minat investasi jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi pelatihan interaktif, diskusi kelompok, dan penyediaan Buku Saku Literasi Keuangan dan Investasi sebagai materi ajar berkelanjutan. Hasil evaluasi positif: respons peserta sangat baik, dan lebih dari 90% siswa menyatakan materi mudah dipahami dan relevan. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam kesadaran dan pemahaman Gen Z terkait perencanaan keuangan, pengelolaan pengeluaran, serta pengenalan instrumen investasi yang legal. Keywords: Literasi, keuangan, investasi, dan Gen Z ABSTRACTDigital services and technological advances have revolutionized transactions, making them faster and more practical, especially for Generation Z (Gen Z). However, the pace of financial inclusion often does not keep pace with improvements in financial literacy. This Community Service Program (PKM) aims to strengthen Gen Z’s understanding of the importance of financial literacy and awareness of safe investing. The activities focus on students of SMA Negeri 4 Palangka Raya, referring to data from Central Kalimantan that show a clear gap between the Financial Inclusion Index (74.80%) and the Financial Literacy Index (37.01%). This gap indicates that access to financial products is not accompanied by adequate knowledge. Partner issues include low understanding of basic financial literacy, prevention of e-money fraud, and limited interest in long-term investing. The methods used include interactive training, group discussions, and the provision of a Pocket Book on Financial Literacy and Investment as ongoing teaching material. Evaluation results were positive: participant responses were very good, and more than 90% of students stated that the material was easy to understand and relevant. It is concluded that there was a significant increase in Gen Z’s awareness and understanding of financial planning, expense management, and recognition of legitimate investment instruments. Keywords: Literacy, finance, investment, and Gen Z.