cover
Contact Name
Aji Prasetya Wibawa
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Jalan Semarang No. 5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)
ISSN : -     EISSN : 30477964     DOI : 10.17977
Core Subject : Humanities,
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) menerima artikel hasil gagasan dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat peguruan tinggi dalam berbagai bidang ilmu dan terapan.
Articles 152 Documents
Upaya Membangun Harmoni Penghidupan Manusia dan Konservasi Harimau Sumatera Melalui Program Desa Binaan USU di Timbang Lawan, Kabupaten Langkat Pindi Patana; Yulia Siti Maisaroh; Apri Heri Iswanto; Adrian Hilman; Agus Purwoko; Mariah Ulfa; Alfan Gunawan Ahmad; Ma'rifatin Zahrah; Oding Affandi; Nurdin Sulistiyono; Eddy Mirwandhono; Achmad Siddik Toha; Moehar Maraghiy Harahap; Tati Vidiana Sari; Ahmad Sadeli; Ahmad Baiquni Rangkuti; Erni Jumilawaty; Yunus Afifuddin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbang Lawan merupakan salah satu desa di Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat dan menjadi zona penyangga (buffer zone) Taman Nasional Gunung Leuser. Salah satu masalah desa adalah kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang menyerang ternak warga di pinggiran hutan. Selain mengakibatkan kerugian materi, serangan harimau sumatera berpotensi menimbulkan persepsi negative terhadap satwaliar tersebut. Oleh karena itu kegiatan pengabdian USU ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun harmoni antara penghidupan masyarakat dengan konservasi harimau. Kegiatan terdiri dari lima bagian, yaitu: membangun kandang anti harimau, pemeliharaan rusa untuk restocking pakan harimau, restorasi, pembuatan pakan ternak dan pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah transfer pengetahuan dan pelibatan masyarakat melalui praktek langsung lapangan. Masyarakat sangat antusias dan pemerintah desa sangat mendukung kegiatan ini, karena dapat memberi solusi langsung terhadap permasalahan masyarakat desa.Kata kunci: Timbang Lawan, Harimau sumatera, penghidupan, konservasi, konflik
Pengembangan Jati Agro Farming dengan Penambahan Taman Agro Farma Berbasis Wisata Edukasi di Jati Agung Lampung Selatan Yuli Wahyu Tri Mulyani; Samsuar Samsuar; Nopiyansyah Nopiyansyah; M Ilham Yanuari; As-Syfa Hamidayanti Susilo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatiagro farming merupakan destinasi tempat wisata yang ada di Lampung tepatnya di Desa Jati Mulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Jati Agro Farming merupakan tempat wisata yang berbasis perkebunan atau agrowisata dengan area pembibitan tanaman yang dijadikan sebagai tempat wisata edukasi. Kegiatan Pengabdian ini berinovasi melakukan pengembangan Jati Agro Farming dengan penambahan taman Agrofarma. Agrofarma wisata merupakan suatu wisata pertanian/perkebunan khusus untuk tanaman-tanaman obat, yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tanaman obat, pengolahannya dan khasiat atau manfaatnya untuk mengatasi suatu penyakit. Permasalahan dari Jati Agro Farming adalah pertama terbatas pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih kurang dalam hal keahlian mengelola tanaman. Jati Agro Farming belum memiliki SDM yang handal dalam bidang pengelolaan tanaman. Sehingga tanaman-tanaman obat yang sudah ada sebelumnya banyak yang mati. Selain itu, Jati Agro Farming belum memiliki produk unggulan yang berbeda dibandingkan dengan wisata sejenis. Hasil dari kegiatan pada tahap pertama adalah pembuatan tempat pembibitan, mulai dari pembuatan tempat nursery yang berukuran 4x5 m, terbuat dari Baja ringan yang beratap waring, Kemudian persiapan bibit-bit tanaman obat. Pada data sebelumnya Jati Agro memiliki 19 jenis tanaman obat, namun banyak yang sudah mati karena tidak terurus dan yang tersisa hanya 12 jenis, yang didominasi paling banyak temu-temuan. Penambahan tanaman obat melalui kegiatan pengabdian pada tahap pertama ada 50 jenis bibit tanaman obat dan sudah diberikan pelabelan serta diidentifikasi kandungan-kandungan senyawa aktif yang terkandung didalamnya serta manfatnya untuk mengatasi berbagai penyakit. Total jenis tanaman obat di Jati Agro Farming sebanyak 62 Jenis. Kata Kunci—Agrofarma, Jati Agro Farming, Tanaman obat, Teh Herba, Wisata Edukasi
Restrukturisasi Kawasan Sumber Air Sebagai Wisata Edukasi di Desa Ngenep Kabupaten Malang Wahyu Prihanta; Ely Purwanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngenep berada di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, memiliki kekayaan alam berupa sumber air alami, masyarakat menyebutnya dengan nama Sumbernyolo. Sumbernyolo saat ini dikembangkan menjadi tempat wisata lokal yang dikelola oleh kelompok masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis Sumbernyolo. Kondisi mutu kawasan saat ini sangat menurun, untuk menjaga kelestarian perlu dikembangkan wisata edukasi. Usaha untuk mengubah arah menuju wisata edukasi masih memiliki permasalahan. Permasalahan tersebut adalah: (1) Pengetahuan masyarakat terhadap wisata edukasi masih rendah. (2) Pengelolaan kawasan yang masih bersifat tradisional, dan (3) Masih banyak ditemukan kelemahan dalam hal estetika di kawasan Sumbernyolo. Metode sebagai solusi atas permasalah yang akan dilakukan melalui kegiatan PPM skim Kelompok adalah (1) Sosialisasi dan pemaparan program wisata edukasi ke Pokdarwsis, (2) Pembenahan sarana dan potensi yang mendukung wisata edukasi. (3) Menyusun strategi pelaksanaan wisata edukasi. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah: (1) Tumbuhnya kesadaran partisipasi Pokdarwis, (2) Tersedianya sumber air siap minum, (3) Bertambahnya wahana wisata edukasi, (4) Tertatanya kawasan untuk mengantisipasi pembuangan sampah sembarangan (5) Meningkatnya kebersamaan kelompok sebagai wujud strategi dalam meningkatkan mutu wisata edukasi. Kegiatan ini berhasil menstrukturisasi kawasan wisata lokal tradisional menuju wisata edukasi. Dengan terbentuknya wusata edukasi akan membuat kawasan Sumbernyolo semakin menarik untuk rekreasi sekalligus menjamin kelestarian alamnya.Kata kunci— Restrukturisasi, wisata edukasi, wisata local
Pelatihan EMS Untuk Meningkatkan Pengetahuan Advanced Automotive Guru Di SMKS PGRI Wlingi Muchammad Harly; Marji Marji; Sumarli Sumarli; Paryono Paryono; Erwin Komara Mindarta
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mendeteksi engine management system (EMS) fail safe (on board diagnostic) pada mobil merupakan salah satu kemampuan yang dimiliki oleh para guru teknik otomotif yang harus dimutakhirkan dan ditingkatkan seiring dengan kemajuan teknologi. Diperlukan untuk memperkenalkan dan melatih guru pengajar EMS untukmendiagnosis EMS menggunakan peralatan dan mesin yang sama yang ditemukan di industri, karena cakupan konten kompetensi untuk mendiagnosis EMS cukup luas dan hanya tersedia dalam waktu yang relatif singkat. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat program studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif UM memberikan pelatihan, khusus bagi guru teknik otomotif di SMK, dengan maksud mentransfer ilmu otomotif mutakhir yang paling mutakhir yaitu EMS, guna meningkatkan guru ' pengetahuan otomotif tingkat lanjut. Metode pelatihan termasuk melakukan survei lokasi, mengembangkan materi pelatihan, membuat jadwal, menyediakan alat dan bahan, dan melatih guru untuk mengevaluasi. Menurut prokes, pelatihan EMS dilakukan secara offline, sehingga terjadi peningkatan pengetahuan guru otomotif tingkat lanjut, yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata posttest (87,95) lebih besar dari nilai rata-rata pretest (75,15), dan selisihnya menjadi signifikan secara statistik (Sig. (2-tailed) dari 0,000 pada 0,05). Selain itu, berdasarkan penjelasan narasumber, guru mengetahui cara mengajar siswa di EMS.Kata kunci: EMS, penguasaan substansi keilmuan guru
Edukasi tentang Polycystic Ovarian Syndrome Pada Remaja Putri di Mojokerto Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Andini Melati Sukma
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polycystic Ovarian Syndrome merupakan gangguan hormonal karena disrupsi ovarium, yang menyerang 5-10% perempuan pada usia reproduksi dan dapat menimbulkan komplikasi sistemik antara lain Diabetes Mellitus. Penyakit ini memiliki gejala awal yang tidak spesifik, seperti: ketidakteraturan siklus menstruasi dan jerawat sehingga sering diabaikan oleh remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di MA Salafiyah Safinatun Najjah Kabupaten Mojokerto tentang Polycystic Ovarian Syndrome dan bagaimana upaya skriningnya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 siswi dari kelas X, XI, dan XII. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum diberi penyuluhan sebesar 47,2 dan setelah diberikan penyuluhan sebesar 82,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Polycystic Ovarian Syndrome dan upaya skriningnya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para remaja putri mampu mengenali tanda dan gejala Polycystic Ovarian Syndrome sehingga dapat segera memeriksakan diri dan tertangani. Kata kunci— Polycystic Ovarian Syndrome, pengabdian masyarakat, edukasi
Profil Gaya Hidup Bebas Sampah Masyarakat Pesisir Kabupaten Malang Yunita Rakhmawati; Agus Dharmawan; Indra Kurniawan Saputra; Mardiana Lelitawati; Nur'aini Kartikasari; Nadila Sekar Zahida; Teguh Yuwono; Muhamad Syaikhu Alam
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi gaya hidup bebas sampah (zero waste) masyarakat pesisir Kabupaten Malang saat dilakukan publikasi hasil penelitian pemanfaatan tulang ikan sebagai bahan tambahan makanan. Fokus utama penelitian ini adalah mengetahui kehidupan dan bagaimana masyarakat menghadapi gaya hidup bebas sampah, serta menemukan solusi dalam mendukung terwujudnya gaya hidup bebas sampah. Pengumpulan data dilaksanakan menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Terdapat 52 orang (28 laki-laki dan 24 perempuan) di atas 18 tahun, yang terpilih secara acak, berpartisipasi dalam survei gaya hidup bebas sampah. Berdasarkan responden survei, semua partisipan (100%) menyatakan pentingnya gaya hidup bebas sampah. Namun, terdapat 10% dari partisipan yang mengaku belum menerapkan gaya hidup bebas atau “minim” sampah. Alasannya tersebar masing-masing 20% menyatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa aksinya dapat mengubah apa pun; gaya hidup bebas sampah merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan; kurang fasilitas pendukung; dan menghabiskan lebih banyak waktu dan biaya. Bagi masyarakat yang sudah berpartisipasi, mengungkap tantangan terbesar (28%) yang dihadapi dalam menjalani gaya hidup bebas atau “minim” sampah adalah banyaknya barang-barang yang termasuk kedalam kebutuhan pokok dikemas secara berlebihan (menggunakan banyak plastik), disusul oleh kurangnya motivasi (21%) dan memakan lebih banyak waktu (19%). Dalam menghadapi tantangan tersebut, hampir setengah partisipan menyatakan bahwa dengan adanya panduan rinci untuk gaya hidup bebas sampah serta dibangunnya lebih banyak fasilitas pendukung dapat menjadi solusi.Kata Kunci: limbah tulang ikan, zero waste, masyarakat
Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Produk Usaha Melalui Pemanfaatan dan Pelatihan Vacuum Frying Fuad Indra Kusuma; Rina Rifqie Mariana; Titi Mutiara Kiranawati; Wahyu Nur Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi mesin vacuum frying ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses memasak produk para pelaku usaha alen-alen dan keripik buah. Selain itu, subtitusi teknik memasak menggunakan tungku menjadi memasak menggunakan mesin, dapat mengurangi efek polusi udara sehingga lebih higienis. Penerapan teknologi ini disampaikan kepada mitra melalui serangkaian program pelatihan dan pendampingan untuk mengoperasikan alat tersebut. Sehingga, luaran dari program ini adalah membantu para pelaku usaha alen-alen dan keripik buah untuk beralih dari teknologi konvensional ke teknologi modern yang berdampak pada efektifitas dan efisiensi produksinya. Muara dari program ini adalah peningkatan produktivitas dan kualitas produk dari pelaku usaha setempat.Kata kunci— vacuum frying, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas produk
Revitalisasi Eks-lokalisasi Girun melalui Pelatihan Life Skill Perempuan Desa Gondanglegi Wetan Husni Wahyu Wijaya; Daffa' Rizal Dulfaqaar Alauddin; Luluk Novi Hidayati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Inovasi IPTEKS untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Menuju Indonesia Mandiri
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 1980, Kabupaten Malang tepatnya Kecamatan Gondanglegi telah memiliki sisi kelam mengenai dunia prostitusi. Lokalisasi Girun merupakan nama sebuah kawasan lokalisasi prostitusi yang terletak di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sejatinya Lokalisasi Girun merupakan satu dari total tujuh lokalisasi yang ditutup oleh Bupati Malang Rendra Kresna. Akan tetapi, lokalisasi tersebut nyatanya masih sering beroperasi ilegal. Akibat yang ditimbulkan pasca ditutupnya Lokalisasi Girun sangat berpengaruh bagi masyarakat disekitar lokasi yang menjadi pengangguran, sehingga tingkat angka pengangguran menjadi semakin meningkat. Pelatihan life skill bagi eks PSK dinilai dapat menjadi solusi pemecahan masalah tersebut, salah satu bentuk pelatihan yang ditawarkan adalah pengelolaan pangan olahan komoditas buah salak. Desa Gondanglegi Wetan merupakan salah satu desa yang memiliki komoditas unggulan buah salak namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan serta keterampilan masyarakat, khususnya pada warga desa yang bertempat tinggal di sekitar Eks-Lokalisasi Girun. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah demonstrasi dan kerja kelompok. Hasil yang diperoleh yaitu terciptanya kelompok masyarakat yang antusias dalam memproduksi dodol dan kopi ekstrak biji salak secara berkelanjutan guna meningkatkan pendapatan ekonomi daerah sekaligus menjadi produk unggulan ciri khas Desa Gondanglegi Wetan.Kata kunci: eks-lokalisasi, girun, life skill, salak, produk unggulan
Pengembangan Batik Empon-Empon sebagai Komoditi Unggulan Desa Pendem Mewujudkan Community Based Tourism Annisa Muizaningtyas Rosyidahlia El Bashor; Ardhya Sandrina Hadi; Laila Nur Fatimatuzzahro; Farhan Subagyo; Siti Nur Septiana; Fausta Nanda Sava Arkananta; Andrea Stefanus Marvens; Nabella Rizky Aurora; Tunjung Wisnu Dewantara; Reza Febrianto Kasim; Rysca Indreswari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata Sumberbulu yang terletak di Desa Pendem berjarak 13 km dari pusat kota kabupaten Karanganyar. Pada tahun 2020, kelompok suvenir mendapatkan pelatihan pembuatan batik menggunakan software jBatik di bawah bimbingan Badan Otorita Borobudur sehingga tercipta 3 motif yaitu Jampi Usada, Anget-Anget, dan Siti Rajabrana. Sebagai desa wisata yang unggul, Sumberbulu memiliki tantangan dalam mengembangkan batik empon-empon hanya melalui software batik. Maka dari itu, tim bekerja sama dengan kelompok suvenir untuk membuat produk turunan motif batik empon-empon. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menitikberatkan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pembangunan desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Hasil dari kegiatan pengabdian mitra ini dapat melatih dan mengembangkan inovasi produk batik motif empon-empon yang dapat meningkatkan income generating, dihasilkannya produk turunan batik, dan HKI Motif Batik Empon-Empon, yaitu Motif Siti Rajabrana, Jampi Usada, dan Anget-Anget. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong kemandirian mitra agar dapat memanfaatkan potensi batik yang dimiliki menjadi sebuah program eduwisata unggulan di Desa Wisata Sumberbulu.
Pelatihan Teknologi Cadcam Dan Additive Manufacturing Bagi Masyarakat Calon Pelaku Start-Up Bisnis Sally Cahyati; M Sjahrul Annas; Achdianto Achdianto; Agung Sasongko; A Bukhari Muslim
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah kondisi di berbagai bidang, PPKM (Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang berulang kali diberlakukan oleh pemerintah menambah keterpurukan perekonomian masyarakat khususnya di industri manufaktur. Saat ini banyak perusahaan manufaktur yang tidak beroperasi akibatnya banyak karyawan yang di PHK. Oleh karena itu, program PkM yang dilaksanakan oleh Studio CADCAM ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin memiliki keahlian di bidang CADCAM dan additive manufacturing atau 3D printing, sehingga dapat membuat start- up bisnis di bidang manufaktur secara mandiri. Pelaksanaan PkM dilakukan oleh Trisakti CAD CAM Studio dengan mitra PT PrimaTigon Global, dengan peserta dari masyarakat sekitar, baik pelajar, mahasiswa, pekerja, maupun mereka yang belum bekerja tetapi ingin memulai bisnis start-up. Materi kursus yang diberikan adalah CAD CAM, pengoperasian 3D printing berbasis teknologi additive manufacturing, cara membuat start-up bisnis berbasis lean canvas dan business canvas. Peserta mengikuti pembekalan dengan antusias, dan diharapkan peserta dapat mewujudkan keinginannya untuk membangun start-up bisnis di bidang additive manufacturing.Kata kunci - pengabdian masyarakat, pembekalan, start up bisnis, CADCAM, additive manufacturing

Page 9 of 16 | Total Record : 152