cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
EFFECTIVENESS OF USING ALOE VERA AND BETEL LEAF OINTMENT (Piper betle L.) ON THE HEALING OF PERINEAL WOUNDS Saidah, Halimatus; Wigati, Putri Wahyu; Laili, Nur Fahma
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3855

Abstract

Luka perinuem adalah robekan pada jaringan perineum baik robek spontan maupun episiotomi, terjadi pada 75,70% ibu bersalin, 11-25% ibu dengan luka perineum mengalami gangguan penyembuhan karena proses inflamasi berlangsung berkepanjangan seperti nyeri persisten, oedem dan kemerahan, 0,1-5% berujung infeksi. Kombinasi lidah buaya (Aloe vera) dan daun sirih (Piper betle L.) dapat digunakan sebagai alternatif mempercepat penyembuhan luka perineum karena salep lidah buaya dan daun sirih memiliki efek antiinflamasi, antibakteri dan regeneratif, kombinasi dua senyawa akan lebih efektif dibandingkan dengan efek tunggal masing masing ekstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan salep lidah buaya dan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen, dengan populasi ibu nifas hari ke-1 (luka perineum derajat dua), sampel 32 orang (16 kelompok kontrol, 16 kelompok intervensi), teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala REEDA, dengan uji menggunakan Man-Whitney. Hasil uji perbedaan yang siginifikan antara 2 kelompok terlihat hari ke 5 (nilai p= 0,013), hari ke 6 (nilai p=0,001), hari ke 7 (nilai p=0,035). Salep Lisih dapat digunakan sebagai alternatif dalam mempercepat penyembuhan luka perineum dengan menggunakan  bahan alam.
EFFECTIVENESS OF CASSAVA FERMENTATION AS AN ATTRACTANT IN AEDES AEGYPTI MOSQUITO TRAP AT PT. X IN 2023 Fadilla, Rr Nabila Nur Rizqa; Kahar, Kahar; Wahyudin, Dindin
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.1878

Abstract

Nyamuk dapat menyebabkan dampak negatif apabila tidak dikendalikan, salah satunya penyakit yang ditularkan melalui vektor yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode pengendalian nyamuk yang dapat digunakan salah satunya dengan pemasangan perangkap menggunakan atraktan dari fermentasi singkong. Pemasangan perangkap dapat menjadi alternatif karena lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia untuk mengendalikan vektor nyamuk Aedes aegypti. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi fermentasi singkong yang paling efektif pada perangkap nyamuk Aedes aegypti. Jenis penelitian ini yaitu True experiment research skala laboratorium dengan metode Post-test Only with Control Design. Penelitian melakukan pengujian terhadap 3 variasi konsentrasi fermentasi perbandingan ragi dan singkong (gr) yaitu 1:50, 2:50, dan 3:50. Kontrol penelitian ini menggunakan perangkap nyamuk berisi akuades (tanpa fermentasi singkong). Sampel penelitian ini adalah nyamuk Aedes aegypti berumur 3 hari dengan teknik sampling purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan One Way Anova diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara variasi konsentrasi fermentasi singkong terhadap nyamuk Aedes aegypti yang terperangkap, hal tersebut dikarenakan Nilai P < α (0,000 < 0,05). Konsentrasi fermentasi singkong yang paling efektif sebagai atraktan pada perangkap nyamuk Aedes aegypti adalah konsentrasi fermentasi singkong 3:50 dengan jumlah 88 ekor (14,67%). Disarankan penggunaan perangkap nyamuk dengan antaraktan konsentrasi fermentasi singkong 3:50.   
TOXICITY TEST OF BANANA LEAF EXTRACT WITH BRINE SHRIMP LETHALITY TEST METHOD Armi, Armi; Pinem, Lina Herida; Setiawan, Yana; Ayu, Yennyka Dwi; Hartati, Susi; Anwar, La Ode Muhammad; Rachmita, Anisa
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2816

Abstract

Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) merupakan teknik yang digunakan untuk mengevaluasi potensi toksisitas awal suatu senyawa berdasarkan kemampuan mematikan larva Artemia salina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi efek sitotoksik dari ekstrak daun pisang ambon (Musa paradisiaca) melalui uji BSLT. Penelitian menggunakan desain eksperimental uji toksisitas secara in vivo Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva A. salina sebagai subjek, dan dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Medika Suherman pada periode 16 Agustus hingga 13 September 2024. Uji dilakukan pada beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 500, 100, 50, dan 10 ppm, masing-masing dengan tiga kali pengulangan dan kontrol. Observasi dilakukan pada interval waktu 6, 12, 18, dan 24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear dan metode probit. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun pisang ambon memiliki nilai LC50 sebesar 272,13 ppm. Kesimpulannya, ekstrak ini menunjukkan aktivitas sitotoksik sedang dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian farmakologis dan toksikologis.
HOW CHEWING PATTERN PARAMETERS AFFECT NUTRITIONAL DISORDER: A LITERATURE REVIEW Syafaat, Muhammad; Amraeni, Yunita; Nirwan, M.
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3018

Abstract

Status gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan yang mencerminkan kebiasaan mengunyah. Ketidakseimbangan asupan dan gangguan pada proses mengunyah dapat berdampak pada penyerapan nutrisi dan status gizi. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi pola mengunyah yang memengaruhi status gizi. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed, ProQuest Central, Google Scholar, Cochrane, dan Sciencedirect menggunakan metode PICO. Artikel yang dianalisis dipublikasikan antara Januari 2014 hingga Desember 2024. 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dari 1275 artikel yang ditemukan dan dianalisis lebih lanjut. Hasil telaah menunjukkan bahwa pola mengunyah berpengaruh terhadap status gizi melalui kuantitas dan kualitas pengunyahan, frekuensi makan, serta keterpaparan terhadap risiko penyakit mulut. Faktor-faktor ini lebih dominan ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Tenggara, dibandingkan Eropa. Kebiasaan mengunyah yang baik berperan dalam meningkatkan asupan nutrisi, terutama pada kelompok rentan. Diperlukan intervensi berbasis kebiasaan makan dengan indikator mengunyah sehat untuk mendukung perbaikan status gizi.
MODELS OF NUTRITION EDUCATION INTERVENTIONS FOR ADOLESCENT LIFESTYLE CHANGES: A SCOPING REVIEW Adzika, Alda; Kartasurya, Martha Irene; Shaluhiyah, Zahroh
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3242

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi yang menentukan pola makan sehat dan perilaku gaya hidup sepanjang hidup. Intervensi edukasi gizi memiliki peran strategis dalam mencegah pola makan tidak sehat pada remaja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dan mengevaluasi berbagai model intervensi pendidikan gizi yang efektif bagi remaja melalui identifikasi pola, hasil, hambatan, dan faktor pendukung yang komprehensif. Metode pada kajian ini menggunakan scoping review yang mengikuti panduan PRISM-Scr dan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Science Direct, dan Scopus menggunakan kata kunci: "remaja," "gizi," "intervensi," dan "hambatan" pada bulan Maret 2025. Studi dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil menunjukan bahwa dari 1.936 artikel, sebanyak 10 artikel terpilih untuk dianalisis. Artikel yang dipilih berasal dari negara berkembang dan dikategorikan ke dalam tiga pendekatan utama: intervensi berbasis digital, intervensi berbasis tradisional, dan intervensi berbasis sekolah. Masing-masing menunjukkan efektivitas yang bervariasi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi remaja. Faktor keberhasilan meliputi integrasi dalam sistem pendidikan, relevansi budaya, serta kolaborasi multisektoral. Beberapa hambatan meliputi keterbatasan durasi, pendekatan pasif, dan akses makanan sehat. Temuan ini menekankan pentingnya strategi yang multikomponen dan adaptif terhadap konteks lokal.
ASSOCIATION BETWEEN SWEETENED BEVERAGES CONSUMPTION WITH THE INCIDENCE OF TYPE 2 DIABETES AND CARDIOVASCULAR DISEASE: A SYSTEMATIC REVIEW Komar, Devi Nur Na'syifa; Nugroho, Fajar Ari; Kurniasari, Fuadiyah Nila
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3281

Abstract

Konsumsi minuman berpemanis gula (SSB) dan pemanis buatan (ASB) telah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) dan penyakit kardiovaskular (PKV). Namun, bukti mengenai dampak jangka panjang dari kedua jenis minuman ini masih bervariasi. Studi ini merupakan kajian sistematis yang dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA. Sebanyak 18 artikel dari studi kohort dan potong lintang yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025, dengan subjek penelitian orang dewasa untuk menganalisis hubungan antara konsumsi SSB dan ASB dengan DMT2 dan PKV. Penilaian kualitas dilakukan menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS). Konsumsi SSB dan ASB secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko DMT2 dan CVD dengan risiko relatif (HR/OR) berkisar antara 1,06 hingga 2,40 untuk DMT2 dan 1,09 hingga 2,44 untuk CVD. Oleh karena itu, strategi kesehatan masyarakat sebaiknya tidak hanya mengalihkan konsumsi dari SSB ke ASB, melainkan menekankan pada pembatasan konsumsi keduanya secara menyeluruh melalui kebijakan regulatif, edukatif, dan fiskal.
ACUPRESSURE IN REDUCING POSTPARTUM PAIN: A SCOPING REVIEW Setiawan, Nurhayati; Rizal, Ahmad; Permadi, Wiryawan; Yunas, Aisya Astri; Shilvia, Shilvia; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3344

Abstract

Nyeri postpartum merupakan tantangan umum yang dihadapi ibu pasca persalinan, sering kali memengaruhi kesejahteraan fisik dan emosional. Pendekatan nonfarmakologis, seperti akupresur, semakin diminati sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akupresur dalam mengurangi nyeri postpartum. Metode yang digunakan adalah analisis literatur yang melibatkan studi-studi terdahulu mengenai pengaruh akupresur dalam mengurangi nyeri postpartum. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan scoping review dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Data dikumpulkan dari berbagai mesin pencarian artikel diantaranya Pubmed 24 artikel, Google Scholar 461 artikel, Science Direct 147 artikel, dan Scopus 47 artikel yang relevan dengan topik yang sama, dan sintesis data dilakukan terhadap 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Yang kemudian dianalisis dengan checklist Joanna Briggs Institue (JBI) for RCT melalui proses Critical Appraisal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 artikel tersebut 5 studi memiliki kualitas tinggi dan 5 studi dengan kualitas sedang. Serta penggunaan akupresur efektif dalam mengurangi nyeri postpartum. Dengan menargetkan titik-titik akupresur tertentu seperti LI4, SP6, LV4, P6, ST 36, BL23, BL25, BL26, dan BL40. Akupresur merupakan metode nonfarmakologis yang mampu mengurasi nyeri postpartum. Hasil ini memberikan dukungan terhadap integrasi akupresur dalam perawatan postpartum sebagai alternatif yang aman dan alami bagi ibu yang ingin mengurangi penggunaan obat-obatan. Dengan demikian, akupresur dapat menjadi bagian yang berharga dalam merawat ibu postpartum, membantu meningkatkan kualitas perawatan dan kesejahteraan ibu serta bayi mereka.
RISK FACTORS FOR COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) IN HOSPITAL ADMINISTRATION WORKER Wardani, Tyas Lilia; Ismayenti, Lusi; Qadrijati, Isna; Setyawan, Haris; Fajariani, Ratna; Nugroho, Hengky Ditya Eko; Atmojo, Tutug Bolet; Rinawati, Seviana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2587

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah gangguan pada mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau perangkat elektronik. Kondisi ini mengacu pada kumpulan gejala kelelahan mata yang timbul akibat kebiasaan menatap layar komputer atau gadget dalam durasi yang panjang. Pekerja administrasi rumah sakit merupakan bagian penunjang pelayanan pasien yang bekerja selama 8 jam per hari di depan layar komputer yang dituntut untuk mengerjakan pekerjaan administrasi secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit di Surakarta. Faktor risiko CVS pada penelitian ini yaitu usia, masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel peneltian ini yaitu pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta sebanyak 128 responden dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak. Instrumen penelitian yang dipakai terdiri dari kuesioner faktor risiko CVS yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, serta kuesioner CVS-Q yang disebarkan melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan uji Chi Square untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko usia berhubungan signifikan dengan CVS (p = 0,028 < 0,05), sedangkan faktor risiko masa kerja, jarak mata dengan layar, penggunaan kacamata, durasi menggunakan komputer dan durasi istirahat mata tidak berhubungan dengan CVS (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko CVS pada pegawai administrasi rumah sakit X dan Y di Surakarta. Oleh karena itu, responden sebaiknya melakukan senam mata untuk menurunkan gejala CVS.
STUDY ANALYSIS OF SELF-CARE PATTERNS IN PATIENTS WITH DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS IN SEMARANG CITY Widiyati, Sri; Hartati, Lucia Endang; Nabiha, Puteri Inandin
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2831

Abstract

Meningkatnya kasus tuberkulosis resistan obat (TB-RO) pada populasi menghadirkan tantangan yang signifikan, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas seperti Semarang, Indonesia, dimana praktik perawatan mandiri sangat penting untuk keberhasilan hasil pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola perawatan diri pada pasien TB-RO di Semarang. Studi analitik cross-sectional dilakukan pada Bulan Juli-November 2024 yang melibatkan 30 kasus penderita TB-RO dari fasilitas kesehatan terpilih di Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan pasien dan keluarga pasien, menilai informasi demografi, status sosial ekonomi, kepatuhan minum obat, sikap, dan dukungan tenaga kesehatan. Perilaku perawatan diri dievaluasi menggunakan kuesioner yang divalidasi. Analisis statistik secara deskriptif dilakukan menjelaskan gambaran self-care pada penderita TB-RO serta keluarganya. Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara tingginya tingkat pengetahuan pasien dan rendahnya kepatuhan mereka terhadap pengobatan TBC. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup untuk memastikan kepatuhan. Selain itu, tingginya prevalensi efek samping pengobatan (83,3%) muncul sebagai hambatan utama terhadap kepatuhan, sehingga menekankan perlunya strategi manajemen yang lebih baik untuk mendukung retensi pasien dalam pengobatan. Penelitian ini menemukan bahwa meningkatkan kepatuhan pengobatan TBC memerlukan pendekatan komprehensif yang mengatasi hambatan medis, psikologis, dan sosial ekonomi melalui perawatan terpadu, peningkatan dukungan pasien, dan intervensi yang disesuaikan.
THE INFLUENCE OF BURNOUT SYNDROME AND JOB SATISFACTION ON THE QUALITY OF SERVICE FOR NURSES IN HOSPITALS Rosita, Meli; Kusbaryanto, Kusbaryanto
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2993

Abstract

Kinerja perawat sangat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, namun beban kerja yang tinggi dan tekanan emosional dapat menyebabkan Burnout Syndrome tinggi (31.188), yang ditandai dengan kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian diri. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat burnout syndrome dan job satisfaction terhadap kualitas pelayanan pada perawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner terdiri dari kelelahan emosional, depersonalisasi, dan capaian diri. Responden dalam penelitian ini adalah 100 perawat yang bekerja di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Analis data menggunakan software SEM-PLS dengan autocoding Partial least squares (PLS) Algorithm serta uji statistik Cronbach’s Alpha untuk mengonfirmasi validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R Square untuk job satisfaction adalah 0,829%, sementara nilai R Square untuk service quality mencapai 0,823%. Hal ini menunjukkan hubungan antar variabel berada dalam kategori yang kuat. Hipotesis yang diterima menunjukkan bahwa Job Satisfaction berpengaruh signifikan terhadap service quality, dengan nilai T-statistics sebesar 6.480 dan p-value 0,000. Namun, hipotesis yang menyatakan bahwa burnout syndrome berpengaruh terhadap service quality tidak terbukti signifikan, dengan nilai T-statistics sebesar 0,121 dan p-value 0,904. Hal ini menunjukkan bahwa burnout syndrome tidak secara langsung memengaruhi kualitas pelayanan, tetapi dapat memengaruhi kepuasan kerja perawat. Oleh karena itu, intervensi yang berfokus pada peningkatan kepuasan kerja sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.