cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
GENDER-BASED PERCEPTIONS OF PREGNANCY PLANNING AND PRECONCEPTION HEALTH: A SCOPING REVIEW Afifah, Aini Ula; Shaluhiyah, Zahroh; Purnami, Cahya Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3289

Abstract

Perencanaan kehamilan merupakan upaya untuk mencegah komplikasi kehamilan yang dapat menekan angka kematian ibu (AKI). Norma sosial terkait tanggung jawab kehamilan dan kurangnya komunikasi dengan pasangan menjadi faktor yang menghambat pasangan dalam persiapan kehamilan. Studi ini memetakan perbedaan persepsi berbasis gender terhadap perencanaan kehamilan dan kesehatan prekonsepsi mengikuti kerangka kerja oleh Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur menggunakan empat basis data yaitu ScienceDirect, Scopus, Pubmed dan Proquest untuk mencari artikel 5 tahun terakhir (2020 – 2025) yang berbahasa inggris, peer-reviewed, dan open access. Artikel yang membahas persepsi berbasis gender baik pada laki-laki, perempuan, maupun keduanya disertakan tanpa membatasi desain studi yang digunakan. Proses seleksi menggunakan pedoman PRISMA dan menghasilkan 13 artikel relevan. Hasil analisis menunjukkan perbedaan persepsi laki-laki dan perempuan dalam memandang perencanaan kehamilan dan kesehatan prekonsepsi. Perempuan memandang perencanaan kehamilan sebagai proses terintegrasi baik kesiapan fisik, mental, maupun sosial. Berbanding terbalik, laki-laki menganggap kehamilan sebagai urusan utama perempuan sehingga tidak sepenuhnya membutuhkan keterlibatan mereka. Dalam aspek kesehatan prekonsepsi, kedua gender menyadari pentingnya melakukan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan. Namun, pembentukan persepsi turut dipengaruhi budaya, norma, dan religiusitas yang membuat kehamilan dianggap sebagai topik yang tabu untuk dibicarakan sebelum menikah. Temuan memberikan dasar untuk merancang strategi promosi kesehatan sekaligus mendorong pembentukan kebijakan dan layanan prekonsepsi yang menjamin keterlibatan setara antara laki-laki dan perempuan
STRAWBERRY POWDER IMPROVES TOTAL CHOLESTEROL, LDL, MDA, AND VISCERAL FAT MASS IN HFHFR-INDUCED OBESE RATS Fadhilah, Azzahra Nur; Nurwati, Ida; Rahardjo, Setyo Sri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3316

Abstract

Obesitas merupakan masalah gizi global yang semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mengatasinya adalah intervensi nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek pemberian tepung stroberi terhadap kadar kolesterol total, LDL, malondialdehid (MDA), dan massa lemak viseral pada tikus model obesitas yang diinduksi diet high fat high fructose (HFHFr). Studi eksperimental ini melibatkan 6 kelompok tikus Wistar jantan dengan desain pre dan post test. Setelah induksi obesitas selama 4 minggu, intervensi tepung stroberi diberikan selama 4 minggu dengan tiga dosis berbeda (0,117 g, 0,234 g, 0,468 g/200 g BB/hari). Hasil menunjukkan bahwa diet HFHFr berhasil menginduksi obesitas ditandai dengan peningkatan berat badan, indeks Lee >300, serta kenaikan kadar kolesterol, LDL, dan MDA. Intervensi tepung stroberi yang dilakukan selama 4 minggu menunjukkan hasil terjadinya penurunan kadar kolesterol total (p<0,001), LDL (p<0,001), MDA (p<0,001), dan massa lemak viseral (p<0,001) secara signifikan. Dosis kedua (0,234 g) juga menunjukkan adanya efek serupa dengan obat orlistat yang mana menjadi obat standar dalam manajemen obesitas. Temuan ini menbuktikan tepung stroberi dapat digunakan sebagai terapi diet alternatif untuk memperbaiki profil lipid, menurunkan stres oksidatif, dan mengurangi lemak viseral pada kondisi obesitas. Penelitian lanjutan pada manusia disarankan untuk mendukung hasil ini dalam konteks klinis
NURSES PRACTICES IN SEGREGATING SOLID HAZARDOUS MEDICAL WASTE Furqon, Al; Dewi, Oktavia; Herniwanti, Herniwanti; Devis, Yesica; Rahayu, Endang Purnawati; Trismon, Ignatius
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2445

Abstract

Limbah B3 medis padat dari rumah sakit berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku perawat dalam pemilahan limbah B3 medis padat. Sampel berjumlah 136 diambil dengan teknik proportional sampling, dan data dianalisis menggunakan multiple logistic regression model prediksi dengan tujuan untuk mendapatkan model yang paling baik (fit) yang dapat menggambarkan hubungan variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara sarana dan fasilitas (p=0,003), peran kepala ruangan (p=0,015), ketersediaan informasi (p=0,032), sikap (p=0,045) dan supervisi (p=0,046) dengan perilaku perawat dalam pemilahan limbah B3 medis padat. Variabel paling dominan adalah sarana dan fasilitas (POR=3,463). Manajemen rumah sakit disarankan untuk melengkapi setiap ruang rawat inap dengan fasilitas pemilahan limbah yang sesuai standar (kantong plastik berwarna, safety box), Menarik wadah limbah non-standar dan menggantinya dengan yang sesuai regulasi limbah B3 medis, menyediakan buku saku dan pelatihan rutin tentang limbah B3 medis, serta meningkatkan sosialisasi dan monitoring SOP pemilahan limbah kepada perawat secara berkala. Manajemen limbah B3 padat yang baik di rumah sakit mencegah penularan penyakit, melindungi tenaga kesehatan, menjaga lingkungan, memastikan kepatuhan regulasi, meningkatkan efisiensi, dan membangun kepercayaan masyarakat.
Effectiveness of Breadfruit Leaf Extract in Mouthwash Formula to Inhibit the Bacteria of Streptococcus mutans that Causes Caries Khairi, Nur; Aisyah, Andi Nur; Indrisari, Maulita; Sukmawati, Sukmawati; Nisa, Michrun
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN ( In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.2722

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan mulut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans, bakteri ini membentuk biofilm dan menghasilkan asam  perusak enamel gigi. Upaya pencegahan sering dilakukan dengan menggunakan sediaan mouthwash yang mengandung bahan antibakteri. Produk mouthwash komersial umumnya mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan efek samping. Daun sukun diketahui mengandung senyawa bioaktif flavonoid dan tannin yang berpotensi sebagai antibakteri alami alternatif bahan aktif pada sediaan mouthwash. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak daun sukun dan memperoleh formula sediaan mouthwash yang efektif terhadap Streptococcus mutans. Desain penelitian menggunakan true experimental dengan pretest-posttest control group desain. Metode penelitian dengan mengekstraksi daun sukun menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan mouthwash dengan variasi konsentrasi gliserin (15%, 20% dan 25%). Aktivitas antibakteri ekstrak dan formula mouthwash dengan menggunakan metode paper disk. Analisis data efektivitas dilakukan menggunakan Kruskall walls dan Mann-Whitney test. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sukun konsentrasi 2-4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sangat kuat dengan zona hambat terbesar 20,25-23,81 mm dan berbeda signifikan (p<0,05) dengan kontrol negatif. Formula mouthwash ekstrak daun sukun secara organoleptik berbentuk cair, berwarna hijau kekuningan, bau khas sukun dan mint, formula memiliki pH dengan rentang 5,5-7,9 sedangkan viskositas diperoleh mendekati 1cPs,  pH dan viskositas ketiga formula tidak menunjukkan perbedaan antar kelompok. Efektivitas mouthwash menunjukkan kategori kuat dengan zona hambat antara 18,81±1,5 mm hingga 18,94±0,5 mm dan secara statistik tidak menunjukkan perbedaan antar ketiga formula (p>0,05).  Ekstrak daun sukun 2% dan gliserin 15% merupakan formula mouthwash stabil dan mampu menghambat bakteri penyebab karies gigi.
INNOVATION OF DRY NOODLES AS A SOURCE OF ENERGY, PROTEIN, AND IRON BASED ON CHICKEN LIVER, COWPEAS, AND SWEET POTATOES Fitria, Mona; Hapsari, Agustina Indri; Wulandari, Dieni
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2769

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan anemia defisiensi besi sebagai jenis yang paling umum. Meskipun Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan penurunan prevalensi anemia dari 23,7% pada tahun 2018 menjadi 16,2% pada tahun 2023, termasuk pada ibu hamil dari 48,9% menjadi 27,7%, angka tersebut masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi dan protein. Mi kering sebagai pangan pokok yang banyak dikonsumsi berpotensi ditingkatkan nilai gizinya melalui substitusi sebagian tepung terigu dengan bahan pangan lokal seperti hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar yang kaya zat besi, protein, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh formulasi ketiga bahan terhadap mutu mi kering meliputi sifat organoleptik, kandungan zat gizi makro, zat besi, umur simpan, dan harga jual. Penelitian eksperimental dilakukan dengan tiga formulasi hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar, yaitu F1 (50%:30%:20%), F2 (40%:35%:25%), dan F3 (30%:40%:30%). Hasil uji organoleptik menggunakan metode hedonik yang dilakukan oleh 30 panelis non-standar menunjukkan bahwa formulasi F3 memiliki tingkat penerimaan tertinggi dengan skor 6,20. Analisis zat gizi menunjukkan bahwa mi kering F3 mengandung energi 414 kkal, protein 14,31g, lemak 9,16g, dan karbohidrat 68,58 g per 100g. Selain itu, F3 memiliki daya simpan selama 147 hari pada suhu ruang dan harga jual sebesar Rp6.000 per porsi. Substitusi tepung terigu dengan hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar dapat meningkatkan nilai gizi mi kering dan berpotensi untuk membantu pencegahan anemia defisiensi besi di Indonesia.
SELF-EFFICACY, SLEEP DURATION, AND ADOLESCENT MENTAL HEALTH: A STUDY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN YOGYAKARTA Pamudji, Clarissa Rayna Savealty; Kusumo, Mahendro Prasetyo
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2995

Abstract

Kesehatan mental remaja di Yogyakarta semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya tekanan akademik, tuntutan sosial, dan perubahan pola hidup yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis melalui faktor seperti efikasi diri dan durasi tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak program promosi kesehatan mental terhadap kesehatan mental remaja, dengan menyoroti peran mediasi efikasi diri dan durasi tidur pada siswa SMP di Yogyakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Form yang mengukur partisipasi siswa dalam program promosi kesehatan mental, tingkat efikasi diri, durasi tidur, serta kondisi kesehatan mental. Pengambilan data dilakukan pada Desember 2024 terhadap 200 siswa dari 49 SMP yang dipilih secara purposive dan proporsional, berusia 12–17 tahun dan pernah mengikuti program kesehatan mental di sekolah. Analisis data menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antarvariabel serta memastikan validitas dan reliabilitas model. Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental remaja (t-statistik 5,546; p-value 0,000), sehingga hipotesis terkait efikasi diri diterima. Sebaliknya, durasi tidur tidak berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental (p-value 0,530), sehingga hipotesis ini ditolak. Temuan ini menegaskan bahwa program promosi kesehatan mental di sekolah perlu berfokus pada penguatan efikasi diri melalui pelatihan manajemen stres dan regulasi emosional. Meskipun tidak berpengaruh langsung, durasi tidur tetap penting bagi kesejahteraan umum remaja dan perlu tetap menjadi bagian dari kebijakan pendukung.
BRIDGING NUTRITION AND MENTAL HEALTH: THE CULTURAL AND SOCIAL DYNAMICS IN SOUTHEAST ASIA Sariwiyanti, Aprilia; Sundari, Sri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.2996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gizi dan kesehatan mental di Asia Tenggara, dengan mempertimbangkan faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang memengaruhi pola makan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporan WHO, FAO, dan jurnal ilmiah, serta menggunakan perangkat lunak Nvivo 12 Plus untuk analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia mencatat sedikit penurunan prevalensi gizi buruk dari 8,3% menjadi 6,5%, sedangkan prevalensi gangguan mental tetap berada pada angka 18%. Pola makan tradisional merupakan tema yang paling dominan dengan frekuensi tertinggi (30), yang menunjukkan bahwa pola makan ini sering disebut sebagai pelindung alami terhadap gangguan mental. Ditambah lagi, zat gizi seperti omega-3, vitamin D, magnesium, dan zat besi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan mental positif adalah tradisi kuliner yang berhubungan yang sangat kuat sehingga menjadi budaya dimasyarakat. Kondisi  relevan ini yang menunjukkan bahwa Indonesia masuk kategori kerawanan pangan dengan skor 8 sehingga berdampak pada kebutuhan gizi dengan kesehatan mental. Penyebabnya adalah urbanisasi Indonesia yang tinggi sehingga berdampak signifikan pada kesehatan mental. Ditambah faktor lain, pola makan tradisional yang kaya nutrisi sering kali digantikan oleh makanan cepat saji yang tinggi gula, garam, dan lemak, yang dapat berkontribusi pada peningkatan prevalensi gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.
CORRELATIONS BETWEEN LIPID PROFILE AND DIET WITH SEBUM PRODUCTION AND ACNE SEVERITY Rosmelia, Rosmelia; Absari, Nurmala Widya; Fairuz, Ratna Amalia; Fidianingsih, Ika
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3011

Abstract

Acne vulgaris (AV) bersifat kronis dan kambuhan, dan mengenai  mengenai hampir 85% orang dewasa muda. Memahami patogenesis AV dapat mencegah terjadinya acne. Hubungan antara profil lipid dan diet dengan AV masih kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk apakah ada perbedaan status profil lipid dan frekuensi diet dengan produksi sebum dan total lesi AV. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional dengan responden sebanyak 57 orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia. Responden dilakukan pemeriksaan keparahan AV, produksi sebum, kadar profil lipid darah, dan wawancara menggunakan semi qualitative food frequency questionnaire yang sudah tervalidasi. Analisis statistik dilakukan untuk melihat hubungan dan korelasi antar variabel dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji korelasi tidak menemukan adanya hubungan yang signifikan (p>0,05) antara profil lipid dengan tingkat produksi sebum dan derajat keparahan acne, kecuali antara kadar trigliserida dan tingkat produksi sebum (p=0,017). Terdapat perbedaan bermakna lesi acne total antara responden dengan produksi sebum normal dan rendah (25,7±20,7 vs 15,7±12,2, p=0,032). Hasil uji korelasi Spearman antara pola diet dengan produksi sebum dan total lesi acne adalah p>0,05 kecuali konsumsi kacang tanah dan sereal terhadap total lesi acne berturut-turut (p=0,023; r=0,317 dan p=0,043; r=-0,285). Kesimpulan adalah kadar trigliserida yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan produksi sebum, yang berkorelasi dengan jumlah lesi acne yang lebih tinggi. Terdapat korelasi yang lemah antara frekuensi konsumsi kacang tanah dan sereal dengan total lesi acne.
PERINATAL MOOD AND ANXIETY DISORDERS AND DEVELOPMENTAL OUTCOMES IN TODDLERS: A SCOPING REVIEW Putri, Rachma Octarinaprawastya; Pratiwi, Cesa Septiana; Arifin, Siti Roshaidai Mohd
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3146

Abstract

Kesejahteraan psikologis perinatal memainkan peran penting dalam tahap awal perkembangan anak. Memahami hubungan antara kesehatan mental ibu dan sifat perkembangan anak yang beragam merupakan titik fokus penting untuk intervensi dini. Studi ini bertujuan untuk memetakan badan penelitian saat ini tentang hubungan antara suasana hati perinatal dan gangguan kecemasan (PMAD) dan keterlambatan perkembangan pada balita. Tinjauan cakupan ini dilakukan dengan menggunakan daftar periksa PRISMA-ScR dan kerangka kerja Population-Concept-Context (PCC). Basis data elektronik yang dicari termasuk PubMed, ScienceDirect, EBSCO, Research Rabbit, dan Google Scholar. Kriteria inklusi terdiri dari artikel penelitian asli yang diterbitkan antara 2013 dan 2023 yang membahas gangguan mood dan kecemasan perinatal, melibatkan wanita hamil atau orang tua dari anak-anak berusia 0-5 tahun, dan menggunakan desain kohort, cross-sectional, atau quasi-experimental. Sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi, memberikan wawasan dari negara maju dan berkembang. Analisis tersebut mengungkapkan hubungan yang konsisten antara suasana hati perinatal dan gangguan kecemasan dan keterlambatan perkembangan pada balita. Temuan utama mencakup berbagai dimensi PMAD (misalnya, simtomatologi, tingkat keparahan dan waktu paparan, faktor risiko, peristiwa kehidupan yang signifikan, dan dukungan sosial) serta sifat keterlambatan perkembangan (misalnya, faktor risiko orang tua dan domain keterlambatan tertentu). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya skrining dini dan penerapan intervensi yang ditargetkan selama kehamilan dan periode pasca persalinan.
BARRIERS TO HYPERTENSION THERAPY ADHERENCE: A SCOPING REVIEW Febriyanti, Tiara Amidhea; Winarni, Sri; Rahfiludin, M. Zen
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3318

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronik tidak menular bersifat “silent killer” tidak menunjukkan gejala yang jelas yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak di terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan hambatan yang mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap terapi hipertensi, baik pengobatan farmakologis maupun perubahan gaya hidup, serta mengeksplorasi faktor sosial, psikologis, ekonomi, budaya, dan sistem kesehatan yang berkontribusi terhadap rendahnya kepatuhan pasien. Penelitian ini menerapkan metode cakupan berdasarkan kerangka kerja yang ditulis oleh Arksey dan O'Malley. Artikel dicari melalui data dasar Science Direct, Scopus, dan ProQuest dengan menggunakan kata kunci ("Antihipertensi" ATAU "Hipertensi") DAN ("Hambatan") DAN ("Orang Dewasa") DAN ("Terapi" ATAU "Perawatan") DAN ("Modifikasi gaya hidup"), meliputi publikasi tahun 2020 sampai dengan 2025, berbahasa Inggris dan teks lengkap. Setelah melalui tahap seleksi, diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis ini menunjukkan ada berbagai hambatan kepatuhan terapi yaitu faktor pasien, terapi, kondisi medis, sosial ekonomi dan sistem kesehatan. Faktor pasien kurangnya pengetahuan, literasi kesehatan rendah, dan motivasi rendah. Faktor terapi meliputi efek samping obat dan ketersediaan obat tidak konsisten. Faktor kondisi medis yaitu komorbiditas, hipertensi asimtomatik. Faktor sosial ekonomi yaitu pendapatan rendah dan pendidikan rendah. Faktor sistem kesehatan meliputi komunikasi rendah dan perawatan primer terbatas. Hambatan tersebut bersifat kompleks dan saling terkait. Meningkatkan kepatuhan membutuhkan pendekatan holistik yang mempertimbangkan aspek individu, sosial, budaya dan sistem kesehatan.