cover
Contact Name
Gurid P.E.M
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+628132107905
Journal Mail Official
jurnalmedia.ppk@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung jl. Pajajaran No 56 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Media of Health Research and Development is a journal that was developed to disseminate and discuss scientific papers on health development and other research of health. The journal is intended as a medium of communication for those who were interested to study health, among others, for researchers, educators, students, practitioners Department of Health, Public Health Service, and public generally who have an interest in it. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Being a leading national journals in the field of health research and leading a reputable international journals. Mission: Providing scientific communication media in health research in order to advance science and technology in related fields. Publishing scientific journal in the field of medical research that seeks to achieve a high impact factor in the development of science and technology.
Articles 294 Documents
TRENDS AND MAPPING OF HEALTH POLICY IN INDONESIA (2015-2024): A BIBLIOMETRIC ANALYSIS USING VOSVIEWER Asriadi, Asriadi; Sari, Inrinofita
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3003

Abstract

Pemerintah Indonesia telah mengadopsi berbagai kebijakan untuk meningkatkan sistem kesehatan, termasuk program jaminan kesehatan nasional (JKN), peningkatan infrastruktur kesehatan, serta digitalisasi layanan kesehatan. Ditambah tren global, seperti universal health coverage (UHC), pemanfaatan teknologi kesehatan (e-health), dan tantangan kesehatan akibat perubahan iklim. Tujuan Penelitian ini adalah  menganalisis tren dan pemetaan kebijakan kesehatan di Indonesia menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis bibliometrik. Analisis Bibliometrik adalah sebuah pendekatan untuk menyoroti wawasan kritis yang dihasikan dari literature ilmiah yang dipasok setiap than oleh para peneliti dari berbagai negara diseluruh dunia. Sebanyak 67 dokumen yang terindeks Scopus dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir dianalisis menggunakan kata kunci “kebijakan kesehatan”, difokuskan pada bidang keperawatan. Data dikonversi ke format CSV dan diolah menggunakan perangkat lunak Bibliometrix dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tren penelitian kebijakan kesehatan di Indonesia dari 2015 hingga 2024 yang terindeks scopus. Hal ini menunjukkan perhatian signifikan dari akademisi terhadap topik tersebut. Kata kunci utama dengan kemunculan tertinggi adalah health policy, health care policy, public health, decision making, health insurance, dan global health. Temuan ini menegaskan perlunya perancangan kebijakan kesehatan secara holistik dengan memperhatikan regulasi, implementasi, pemantauan, dan evaluasi berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan pemetaan sistematis arah dan celah riset kebijakan kesehatan di Indonesia sebagai dasar agenda riset strategis dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian ini juga mendukung pengembangan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global dan sesuai dengan konteks sosial-geografis Indonesia.
ANALYSIS OF DETERMINANT FACTOR ON PATIENT SATISFACTION BASED ON PATIENT CHARACTERISTICS, FOOD QUALITY AND SERVICE QUALITY Damayanti, Fitria; Ronitawati, Putri; Swamilaksita, Prita Dhyani; Siahaan, Maya Fernandya; Fadhilla, Reza
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3013

Abstract

Layanan makanan rumah sakit berperan penting dalam mendukung pemulihan pasien melalui penyediaan nutrisi yang sesuai. Kepuasan pasien terhadap penyelenggaraan makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari aspek makanan maupun pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap penyelenggaraan makanan di rumah sakit. RSUD Balaraja sebagai rumah sakit tipe B belum pernah melakukan penelitian mengenai kepuasan pasien dalam penyelenggaraan makanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanitatif dengan desain  cross sectional.  Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih 102 pasien rawat inap. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Variabel dependen yang diteliti adalah kepuasan pasien, sedangkan variabel independen meliputi usia pasien, jenis kelamin, lama tinggal, pendidikan, kualitas makanan, aroma, variasi, tekstur, rasa, penyajian, kebersihan peralatan, ketepatan waktu penyajian, suhu makanan, serta sikap dan penampilan pelayan. Temuan  penelitian  menunjukkan  adanya  korelasi signifikan  antara  kepuasan  pasien  dan  kualitas makanan (p= 0.000), penampilan makanan (p= 0.014), aroma makanan (p= 0.002), variasi makanan (p= 0.004), rasa makanan (p= 0.008), kualitas layanan (p= 0.044), serta sikap pramusaji (p= 0.044). Tingkat kepuasan pasien secara signifikan dipengaruhi oleh tiga faktor  yaitu kualitas makanan (OR= 35.698, nilai p= 0.002), rasanya (OR= 9.055, nilai p= 0.018), dan tampilannya (OR= 0.026, nilai p= 0.030). Hasil penelitian ini mendukung tujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kepuasan pasien, dengan menunjukkan bahwa kualitas makanan, rasa dan penyajian merupakan fator utama yang berkontribusi secara signifikan.
THE DIFFERENCE IN TOTAL IMMUNOGLOBULIN E LEVELS AND EOSINOPHIL COUNTS AMONG ELDERLY INDIVIDUALS WITH AND WITHOUT ALLERGIC DISEASES Mulyana, Roza; Rio, Yugo Berri Putra; Raveinal, Raveinal; Martini, Rose Dinda; Harun, Harnavi; Asir, Taufik Rizkian; Fadrian, Fadrian; Murni, Arina Widya
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3114

Abstract

Penyakit alergi dapat terjadi pada lansia dengan gejala yang dapat memburuk akibat adanya proses imunosenesens. Kadar IgE total dan jumlah eosinofil dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan untuk penyakit alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar IgE total dan jumlah eosinofil pada lansia dengan dan tanpa penyakit alergi. Penelitian observational analitik ini dilakukan pada lansia usia 60-80 tahun di RSUP DR. M. Djamil Padang selama Januari–Juni 2024. Sampel dikelompokkan menjadi kelompok lansia dengan penyakit alergi dan kelompok lansia tanpa penyakit alergi. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling, melibatkan 52 partisipan (masing-masing 26 dengan dan tanpa penyakit alergi).  Kadar IgE total dan jumlah eosinofil diperiksa dengan menggunakan sampel darah vena. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan median kadar IgE total pada kelompok alergi sebesar 1.741,1 kIU/L (minimum 517,7 kIU/L; maksimum 4843 kIU/L), sedangkan kelompok non-alergi 177,1 kIU/L (minimum 14 kIU/L; maksimum 800 kIU/L). Median jumlah eosinofil pada kelompok alergi sebesar 378 sel/µL (min: 100; maks: 950), sedangkan kelompok non-alergi 61,5 sel/µL (min: 17; maks: 189). Terdapat perbedaan signifikan kadar IgE total dan jumlah eosinofil antara lansia dengan dan tanpa penyakit alergi (p<0,001). Lansia yang mengalami Alergi menunjukkan kadar IgE  dan jumlah eosinofil lebih tinggi dibandingkan lansia yang tidak  alergi.  
PATIENT DATA-DRIVEN DIGITAL HEALTH PROMOTION IN HOSPITALS: A TECHNOLOGICAL AND ETHICAL PERSPECTIVE Johan, Herni; Ardan, M.; Haeruddin, Haeruddin; Lidia, Besse; Saidah, Siti; Ramlah, Ramlah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3159

Abstract

Perubahan pola konsumsi informasi kesehatan di era digital mendorong rumah sakit berinovasi dalam strategi komunikasi. Pesan generik yang kurang efektif, rendahnya kepercayaan pasien, dan tantangan etika data menjadikan promosi kesehatan digital berbasis personalisasi serta data sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterlibatan dan kepatuhan pasien. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas promosi kesehatan digital dengan menitikberatkan pada personalisasi pesan, penguatan kepercayaan, dan pemanfaatan data pasien sebagai dasar keputusan strategis. Menggunakan metode campuran dengan desain eksploratori sekuensial, penelitian dilaksanakan di RS Siaga Al Munawwarah Samarinda (September 2024–Februari 2025). Tahap kualitatif melibatkan wawancara mendalam dengan informan kunci bidang teknologi informasi dan layanan medis, menunjukkan bahwa personalisasi pesan berdasarkan usia, jenis layanan, dan riwayat medis meningkatkan keterlibatan serta kepatuhan pasien. Pengiriman pesan otomatis dan tepat waktu melalui sistem informasi rumah sakit dinilai efektif, sedangkan kolaborasi lintas unit penting untuk integrasi konten dan sistem. Etika seperti informed consent, enkripsi data, dan kontrol akses berbasis peran membangun kepercayaan pasien. Tahap kuantitatif melibatkan 232 pasien rawat jalan dan inap dengan kuesioner Likert, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan personalisasi pesan (β = 0,318; p < 0,001), kepercayaan terhadap rumah sakit (β = 0,277; p = 0,003), kepatuhan pasien (β = 0,342; p = 0,000), dan perilaku digital (β = 0,364; p = 0,035) berpengaruh signifikan terhadap manajemen strategis promosi kesehatan (R² = 0,587), sementara manajemen berbasis data mendukung promosi etis berbasis teknologi (R² = 0,506). Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi adaptif, tata kelola data etis, dan kolaborasi antarunit.
THE EFFECTIVENESS OF DIGITAL HEALTH LITERACY AND ONLINE EDUCATION ON KNOWLEDGE, ANTENATAL CARE, AND ANXIETY AMONG PREGNANT WOMEN: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Dahur, Felisia Juita; Hardianti, Minarni; Sukmana, Diniati; Reza, Ovella April; Susanti, Ari Indra; Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Susiarno, Hadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3279

Abstract

Rendahnya literasi kesehatan pada ibu hamil menjadi tantangan serius dalam upaya pencegahan komplikasi kehamilan. Di era digital, akses informasi kesehatan tersedia luas melalui aplikasi mobile, platform daring, dan media sosial. Namun, kemampuan ibu hamil dalam memahami dan memanfaatkan informasi digital tersebut sangat bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dampak literasi digital kesehatan dan pendidikan online terhadap kesehatan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan kerangka PICO. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga database ilmiah terkemuka, yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Scopus. Artikel yang dicari merupakan publikasi tahun 2019 hingga 2024, dengan kata kunci yang relevan dan telah disesuaikan dengan fokus penelitian. Kriteria inklusi meliputi artikel dalam bahasa Indonesia atau Inggris, berfokus pada intervensi digital terkait kehamilan, melibatkan ibu hamil, tersedia dalam full text, dan open access. Dari 762 artikel yang diidentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa intervensi digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan, serta pentingnya kunjungan antenatal. Literasi digital juga berdampak positif dalam pengelolaan kondisi seperti diabetes gestasional serta menurunkan kecemasan selama kehamilan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program literasi digital kesehatan yang mudah diakses, inklusif, dan terintegrasi dengan layanan kesehatan untuk mendukung kehamilan yang sehat dan aman.
THE IMPACT OF PARENTAL MIGRATION ON CHILDCARE PRACTICES AND NUTRITIONAL STATUS OF LEFT-BEHIND CHILDREN: A SCOPING REVIEW Kahowi, Yustina Oru; Mustofa, Syamsulhuda Budi; Purnami, Cahya Tri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3291

Abstract

Orang tua yang bermigrasi baik secara internal dan internasional berdampak signifikan terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak yang ditinggalkan (children left behind), terutama pada perbedaan pola pengasuhan akibat ketidakhadiran orang tua baik secara fisik dan emotional.  Tujuan utama dari scoping review ini adalah untuk memetakan literature tentang dampak migrasi orangtua terhadap praktek pengasuhan dan status gisi anak. Tinjauan ini disusun secara sistematis dengan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Scoping Review (PRISMA-ScR) dan berdasarkan pada empat basis data pencarian artikel yakni PubMed, Scopus, ScienceDirect dan EBSCOhost. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa inggris yang di terbitkan pada tahun 2015 hingga tahun 2024, populasi penelitian yaitu anak usia dibawah lima tahun yang ditinggalkan orang tua dan artikel merupakan artikel original yang dapat di akses penuh. Seluruh proses indentifikasi, skrining dan kelayakan artikel menggunakan Mendeley. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa orangtua yang bermigrasi terkhususnya ibu terbukti memiliki dampak negatif terhadap kualitas pengasuhan dan status gizi anak. Hal ini disebabkan kurangnya durasi menyusui anak, pola pemberian makan yang tidak memenuhi standar gizi minimal, serta terbatasnya akses dan pemanfaatan layanan Kesehatan. Minimnya keterlibatan ibu dalam pengasuhan anak juga turut memperbesar resiko anak mengalami stunting, wasting, dan underweight dibandingkan dengan anak yang ayahnya bermigrasi. Dapat disimpulkan bahwa migrasi orangtua merupakan salah satu faktor yang turut berkontribusi pada rendahnya kualitas pola asuh dan status gisi anak, sehingga perlu adanya intervensi dan kebijakan yang mendukung pengasuh alternatif dan pemenuhan gizi anak.
LEAN SIX SIGMA METHOD TO REDUCE LENGTH OF STAY IN EMERGENCY DEPARTMENT: SCOPING REVIEW Azmi, Mifaul; Sundari, Sri
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3314

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem perawatan kesehatan. Length of Stay (LOS) salah satu indikator kinerja utama yang secara signifikan mempengaruhi outcome pasien, kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Scoping review ini meneliti efektivitas metodologi Lean Six Sigma (LSS) dalam menurunkan LOS di IGD dan meningkatkan throughput pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Empat database elektronik (MEDLINE via PubMed, Scopus, Emerald, dan ProQuest) ditelusuri untuk mencari literatur terkait dalam review ini. Review ini disusun menggunakan enam tahap metode scoping review sesuai dengan panduan metode PRISMA-ScR. Review ini berfokus pada implementasi yang menerapkan kerangka kerja Define-Measure-Analyze-Improve-Control, yang dilengkapi dengan pendekatan analitik dan manajemen perubahan. Ekstraksi data mencakup metodologi, hasil kuantitatif, strategi implementasi, dan faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan. Dalam review ini, teridentifikasi 19 artikel yang memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode LSS secara signifikan mengurangi lama tinggal di IGD mulai dari 14% hingga 50%. Integrasi dengan model machine learning meningkatkan akurasi prediksi waktu tunggu pasien. Teknik simulasi mengoptimalkan alur pasien, dan pendekatan manajemen perubahan yang terstruktur memastikan perbaikan yang berkelanjutan dan melibatkan partisipasi staf. Dukungan kepemimpinan dan penggunaan sistem data yang efektif diidentifikasi sebagai faktor penentu keberhasilan, sementara tantangan yang dihadapi termasuk resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya. Metodologi LSS efektif dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi lama tinggal pasien di IGD, memberikan model yang dapat direplikasi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan perawatan pasien.
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF THE SUPPLEMENTARY FEEDING PROGRAM (SFP) ON THE RISK OF STUNTING INCIDENCE IN TODDLERS: A QUALITATIVE STUDY Chairiyah, Royani; Nuraini Karim, Ulfah; Susanti, Ari Indra
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3451

Abstract

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan intervensi pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita dan mencegah stunting. Namun, efektivitasnya masih dipertanyakan karena prevalensi stunting tetap tinggi di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program PMT di Puskesmas Cilincing menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan pada Agustus–Desember 2023 melalui wawancara mendalam dan FGD terhadap 11 orang tua balita stunting, kader posyandu, dan tenaga kesehatan. Instrumen disusun berdasarkan kajian literatur dan diuji coba untuk memastikan relevansi pertanyaan. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan NVivo versi 25, serta pemetaan input, proses, dan hasil menggunakan kerangka logic model. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PMT telah dilaksanakan sesuai pedoman, namun efektivitasnya masih terbatas. Kendala utama meliputi kurangnya variasi produk PMT, rendahnya kepatuhan keluarga dalam pemberian makanan tambahan, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada edukasi gizi, peran aktif kader, serta dukungan keluarga dan komunitas. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan Kebidanan Universitas Binawan (No. 027/PE/FKK-KEPK/VIII/2023). Simpulan: Program PMT di Puskesmas Cilincing membutuhkan inovasi strategi dan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas percepatan penurunan stunting.
MOTHER’S KNOWLEDGE, MOTHER’S ATTITUDE, AND HUSBAND'S SUPPORT RELATED TO PREGNANT WOMEN'S COMPLIENCE WITH ANC Sukmawati, Sukmawati; Mamuroh, Lilis; Nurhakim, Furkon; Kamsatun, Kamsatun
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.4038

Abstract

Indikator derajat kesehatan suatu negara ditentukan oleh beberapa aspek diantaranya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Antenatal care (ANC) yang komprehensif berperan penting dalam menurunkan AKI dan AKB serta mendeteksi risiko kesehatan ibu dan anak. Untuk itu diperlukan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil, pengambilan sampel menggunakan  tekhnik purposive sampling berjumlah  181 ibu hamil. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan instrument berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai corrected item-total correlation >0,514 dan uji reliabilitas dengan nilai Cronbach alpha >0,8. Uji Chi Square digunakan untuk analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki katagori pengetahuan cukup (52,5%), sebagian kecil sikap responden mendukung (48,1%), sebagian besar responden mendapat dukungan suami (61,3%) dan sebagian besar patuh melakukan ANC (66,9%). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara pengetahuan responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara sikap responden dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Terdapat  hubungan yang signifikan  antara dukungan suami dengan kepatuhan ANC (p-value 0,001). Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi faktor yang berkontribusi terhadap hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami dengan kepatuhan ANC ibu hamil seperti umur, pendidikan dan paritas sehingga didapatkan pendekatan yang lebih tepat untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam melakukan ANC.
ERYTHROPOIESIS-STIMULATING AGENT THERAPY IN HEMODIALYSIS FOR KIDNEY DISEASE RELATED ANEMIA: A SYSTEMATIC REVIEW Sinabutar, Reniati; Andrajati, Retnosari; Puspitasari, Atika Wahyu
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3323

Abstract

Anemia merupakan komplikasi umum pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis dan berdampak pada kualitas hidup serta prognosis. Tinjauan sistematis ini dilakukan berdasarkan kerangka Arksey dan O’Malley serta panduan PRISMA untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan erythropoiesis-stimulating agents (ESA) konvensional. Dari 539 artikel yang teridentifikasi pada periode 2015–2025, sebanyak 9 studi memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar ESA terbukti efektif meningkatkan hemoglobin (Hb) ke kisaran target 10–12 g/dL, meskipun terdapat variasi antar agen. Epoetin alfa menunjukkan peningkatan Hb yang lebih besar (2,3 g/dL) dibanding epoetin beta (1,2 g/dL), dengan efek samping ringan seperti pusing dan pruritus. Darbepoetin alfa mencapai proporsi pasien tertinggi yang berada dalam target Hb (88–90%), meskipun pada sebagian kasus ditemukan hipertensi dan komplikasi akses vaskular. C.E.R.A. menawarkan keuntungan interval dosis bulanan dan stabilitas Hb, namun hanya 55,9% pasien yang mencapai target Hb. Kejadian efek samping serius dengan C.E.R.A. relatif rendah (12%) dan sebagian besar terkait komorbiditas pasien. Kesimpulannya, terapi ESA efektif dalam mengoreksi anemia pada pasien PGK dengan hemodialisis, tetapi perbedaan efektivitas dan keamanan antar agen menekankan pentingnya pemilihan yang terindividualisasi. Epoetin alfa lebih sesuai untuk koreksi Hb yang cepat, darbepoetin alfa unggul dalam pencapaian target Hb, sementara C.E.R.A. bermanfaat pada pasien yang memerlukan regimen sederhana dengan penyesuaian dosis minimal. Pemilihan terapi ESA perlu mempertimbangkan kondisi klinis, komorbiditas, kepatuhan pasien, serta kapasitas sistem pelayanan kesehatan untuk mengoptimalkan luaran.