cover
Contact Name
Jefri Rieski Triyanto
Contact Email
jefririeski@unej.ac.id
Phone
+6281252414453
Journal Mail Official
jurnalhistorica@unej.ac.id
Editorial Address
Jalan Kalimantan No. 37 – Kampus Tegalboto Kotak POS 159 Jember, Jawa Timur, 68121, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Historica
Published by Universitas Jember
ISSN : 22524673     EISSN : 29649269     DOI : https://doi.org/10.19184/jh
Jurnal Historica is an online open-access journal that publishes articles in the field of social science, history, culture, education & Arts. It is a journal to encourage research publication to research scholars, academicians, professionals and students engaged in their respective field. The journal also provides an international forum to disseminate their knowledge. The journal scope includes : History History Education Local History and Education Historical Tourism Social Cultural History and Education
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025" : 11 Documents clear
STRENGTHENING HISTORICAL LITERACY THROUGH AUTHENTIC ASSESSMENT IN HISTORY LEARNING IN THE CITY OF BANJARMASIN Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati; Dewicca F. Nadilla
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53697

Abstract

Literasi sejarah, salah satu jalur yang dapat diambil untuk memberikan pembelajaran sejarah yang kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penguatan literasi sejarah melalui penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran sejarah di SMAN 5 Kota Banjarmasin. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjeknya adalah guru sejarah dan siswa kelas X. Untuk analisis data, teknik berdasarkan Miles dan Huberman: pengumpulan data, reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya adalah bahwa pembelajaran sejarah dengan penilaian autentik dapat menjembatani siswa menjadi melek sejarah. Guru menekankan pentingnya memberikan penilaian berbasis proses yang autentik (penilaian formatif) dengan berbagai aspek, seperti kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam penerapannya, hal ini dapat mengakomodasi keterampilan berpikir sejarah tingkat tinggi. Adanya penilaian autentik dengan menghadirkan strategi untuk memperkuat literasi sejarah menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa di SMAN 5 Banjarmasin.
FEATURES OF THE HISTORICAL ANALYSIS OF THE DEVELOPMENT OF SOCIETY Vaulin Vladimir Ivanovich
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.51975

Abstract

The purpose of the study is to systematize the methodology of historical knowledge of the development of society. In the course of the research, the diachronic method and method of generalizations of the historical stages of the formation of the methodology of historical cognition were used. A special chronological method for the development of methodology stages. Historical-systematic method of systematization of methodological approaches to the study of history, the function of historical knowledge, methods of historical cognition. The method of content analysis of historiography sources. The study used universal methods of analyzing and summarizing the opinions of scientists during the discussion of the problem of the mythology of the Tarar-Mongol yoke in Russia. The article analyzes methodological approaches to the study of the history of science. Their formation is considered in the historical chronology. The stages of methodology formation with the main ideas of their founders are considered. The article highlights the basic principles and functions of historical knowledge. Methods of historical cognition are systematized. The main sources of historical knowledge formation are revealed. It is argued that scientific historical knowledge has the properties of objectivity, systematization, verification, concreteness of knowledge of the historical process of development of society or their totality. It is concluded that historical science creates prerequisites for predicting the development options of a particular society, the formation of a positive social consciousness, the management of the development process of society and its individual spheres. The systematization of the methodology of history allows us to consider the formation of the theoretical basis of scientific knowledge of history. It is advisable to exclude the mythologization of historical events and personalities in history in the context of a negative interpretation.
REVITALIZING HISTORY LEARNING THROUGH A HISTORICAL LITERACY APPROACH AT THE GARUDA SRIWIJAYA SUBKOSS MUSEUM Susilo, Agus; Asmara, Yeni
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53689

Abstract

Pembelajaran sejarah di sekolah seringkali masih bersifat tekstual dan kurang memberikan pengalaman langsung, sehingga mengakibatkan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap sejarah. Dalam konteks ini, museum sebagai sarana pembelajaran nonformal dapat berperan strategis dalam mendukung proses pendidikan sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi pembelajaran sejarah melalui pendekatan literasi sejarah dengan memanfaatkan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya sebagai sumber belajar yang kontekstual dan otentik. Pendekatan literasi sejarah menekankan pada kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan merefleksikan peristiwa sejarah berdasarkan bukti-bukti nyata, seperti artefak, dokumen, dan narasi yang tersaji di museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran sejarah di museum dengan pendekatan literasi sejarah mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Mereka tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga aktif dalam membangun pemahaman sejarah melalui analisis kritis terhadap sumber-sumber sejarah. Museum Subkoss Garuda Sriwijaya, sebagai situs sejarah perjuangan militer di Sumatera Selatan, memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks lokal, memperkuat identitas nasional, dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Revitalisasi ini juga mendorong para guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif berbasis lingkungan sejarah. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya membuat sejarah menjadi lebih bermakna dan hidup, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sejarah siswa secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kerja sama antara institusi pendidikan dan pengelola museum untuk menciptakan ekosistem pembelajaran sejarah yang lebih inovatif, relevan, dan menyentuh pengalaman langsung peserta didik
THE STRUGGLE AND ROLE OF DEWI SARTIKA IN REALIZING WOMEN'S EDUCATION IN INDONESIA: HER CHALLENGES AND SUCCESSES Yoga Mulanda
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53690

Abstract

Perempuan dalam sejarah Indonesia sering kali kurang mendapatkan sorotan dalam narasi sejarah, terutama dalam perjuangan pendidikan. Raden Dewi Sartika merupakan salah satu pelopor pendidikan perempuan yang berperan penting dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Dewi Sartika dalam menghadapi tantangan ketidaksetaraan gender dan bagaimana usahanya dalam mendirikan sekolah bagi perempuan di masa pergerakan nasional. Melalui metode penelitian sejarah dengan studi literatur, ditemukan bahwa perjuangan Dewi Sartika menghadapi berbagai hambatan, termasuk budaya patriarki yang kuat serta kurangnya dukungan masyarakat dan pemerintah kolonial. Meskipun demikian, kegigihannya berhasil mengubah pandangan masyarakat terhadap pendidikan perempuan, yang akhirnya membuka akses lebih luas bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Dampak dari perjuangannya tidak hanya meningkatkan literasi perempuan, tetapi juga mengubah struktur sosial dan peran perempuan dalam masyarakat.
INTENSIFICATION OF PEOPLE’S SUGARCANE PROGRAM IN JEMBER REGENCY 1975-1998 Ifana, Novelia Putri Ika; Akhmad Ryan Pratama; Robit Nurul Jamil; Mohamad Na’im; Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja; Kayan Swastika
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53695

Abstract

The People's Sugarcane Intensification Program (TRI) is a policy issued by the New Order Government through Presidential Instruction Number 9 of 1975 which aims to increase the productivity and income of sugarcane farmers. This research aims to examine the implementation of the People's Sugar Cane Intensification (TRI) Program in Jember Regency in 1975-1998. This research method uses historical methods, with source collection techniques through literature studies and interviews. The results of the study indicate that Jember Regency meets the criteria to be a target area for TRI because it has suitable geographical and social conditions. The implementation of the TRI program in Jember Regency is in accordance with the Decree of the Minister of Agriculture/Chairman of the Bimas Supervisory Agency No. 011/SK/MENTAN/BPB/3/1976. The impacts of the TRI program are on the social sector such as increasing farmer solidarity, and the impact on the economic sector such as increasing farmer income and the amount of sugar cane production throughout the Jember region.
THE REPRESENTATION OF KEJAWEN VALUES IN THE SPATIAL ARRANGEMENT OF THE ALUN-ALUN: A COMPARATIVE STUDY OF THE ALUN-ALUN IN NGANJUK AND BLITAR Bagus Amirul Mukmin; Wiratama, Nara Setya; Yunita Dwi Pristiani
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53701

Abstract

Alun-alun kota dalam tata ruang tradisional Jawa merepresentasikan nilai-nilai Kejawen, seperti keseimbangan kosmis, harmoni sosial, dan hubungan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta membandingkan representasi nilai-nilai Kejawen dalam tata ruang Alun-Alun Nganjuk dan Blitar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan pengelompokan data, kemudian dilakukan perbandingan antara kedua alun-alun. Hasil analisis ini diinterpretasikan untuk memahami nilai-nilai Kejawen tetap terjaga atau mengalami perubahan. Analisis menggunakan pendekatan triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Blitar masih mempertahankan elemen tradisional seperti tanah lapang, pohon beringin, dan hubungan spasial sakral. Sementara itu, Alun-Alun Nganjuk telah dimodernisasi sebagai taman kota, namun simbolisme Kejawen tetap terjaga melalui kedekatannya dengan Kantor Bupati, masjid, pusat pemerintahan, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan pusat perbelanjaan. Simpulan menunjukkan bahwa meskipun terjadi transformasi ruang akibat modernisasi, nilai-nilai Kejawen tetap terwakili dalam tata ruang kedua alun-alun.
THE INFLUENCE OF THE SOCRATIC METHOD OF SEMINARS ON STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON HISTORY SUBJECTS Dwitiya Raafi'u Rosyidah; Rully Putri Nirmala Puji; Triyanto, Jefri Rieski; Ahmad Arif Budiman Nasution; Guruh Prasetyo; Bambang Soepeno; Deakin Purna Putra
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53703

Abstract

Permasalahan utama dalam dunia pendidikan terdapat pada proses belajar mengajar yang kurang efektif, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah atau belum optimal. Penggunaan metode pembelajaran Socrates Seminars diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir. tujuan penelitian dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode socratic seminars terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik pada mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di SMA Negeri 5 Jember dengan pengumpulan data menggunakan instrumen tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji prasyarat, dan uji ancova. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol. Kesimpulan yang didapat bahwa penggunaan metode pembelajaran socratic seminar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik selama proses pembelajaran sejarah berlangsung.
THE EFFECT OF BLENDED LEARNING USING GOOGLE CLASSROOM ON STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT IN HISTORY SUBJECTS Pajarwati, Unik; Nurul Umamah; Sumardi; Anis Syatul Hilmiah; Fachri Zulfikar; Fernanda Prasky Hartono
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53708

Abstract

Penelitian ini memverifikasi penggunaan model Blended Learning menggunakan Google Classroom terhadap hasil belajar mata Pelajaran Sejarah di SMAN 1 Muncar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi exsperimental pretest posttest nonequivalent control group design. Analisis data menggunakan uji ANCOVA berbantuan softwere SPSS 25 for windows. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan model Blended learning ini secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik (sig 0,000 dan 0,001). Besaran pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar menunjukkan nilai sebesar 0,078 artinya pengaruh pembelajaran terhadap hasil belajar termasuk dalam kategori sedang. Nilai rata-rata kelas control yang diterapkan model cooperative learning adalah 80,315. Sedangkan kelas eksperimen menggunakan model blended learning memiliki rata-rata 89,710. Maka dapat disimpulkan bahwa model blended learning mrnggunakan google classroom lebih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik mata Pelajaran Sejarah.
HISTORICAL JOURNEY OF THE SOVEREIGNTY MONUMENT AND THE OLD TOWER OF THE GREAT MOSQUE IN THE DYNAMICS OF SINGKAWANG POST-COLONIAL 1885-1993 Astrini Eka Putri; Hesti Arini; Risma Fitri Answafil; Pandu Dipa Nusantara; Nanda
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53715

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kebutuhan untuk memahami peran penting Tugu Kedaulatan dan Menara Lama Masjid Raya Singkawang sebagai simbol sejarah dan identitas masyarakat pada periode pasca kolonial antara tahun 1885 hingga 1993. Akan tetapi, kedua bangunan tersebut masih jarang menjadi objek kajian ilmiah, terutama yang membahas hubungan keduanya dengan dinamika sosial-politik serta simbol identitas lokal pada era pasca kolonial. Inilah yang menjadi titik perhatian utama dalam penelitian ini.Tujuan utama dari studi ini adalah mengeksplorasi perjalanan sejarah kedua bangunan tersebut dalam konteks perubahan sosial, politik, dan budaya di Singkawang setelah masa penjajahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah, yang melibatkan pengumpulan data melalui studi arsip, observasi langsung di lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen dan foto-foto lama. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tugu Kedaulatan dan Menara Lama Masjid Raya tidak hanya berfungsi sebagai monumen fisik, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan dan keharmonisan antar komunitas yang hidup berdampingan secara damai. Pelestarian kedua bangunan ini mencerminkan kesadaran bersama antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas lokal. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya pelestarian dan pengembangan fungsi kedua bangunan untuk memperkuat nilai sejarah, sosial, dan budaya serta mendukung pembentukan rasa kebangsaan dan toleransi dalam masyarakat multikultural Singkawang. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan pelestarian budaya dan pendidikan sejarah di tingkat lokal.
SEGO CAWUK AS A SYMBOLIC RESISTANCE OF THE OSING BANYUWANGI COMMUNITY AGAINST THE INFLUENCE OF COLONIAL CULINARY CULTURE Romadloni, Sahru
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53717

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah Sego Cawuk sebagai simbol perlawanan budaya masyarakat Osing Banyuwangi terhadap hegemoni budaya kuliner kolonial. Latar belakang penelitian menunjukkan adanya kesenjangan kajian akademik terkait sejarah kuliner masyarakat Osing Banyuwangi, sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak membahas ritual budaya masyarakat Osing dan belum menyoroti sejarah kuliner lebih spesifik sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap budaya kuliner kolonial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus mendalam terhadap Sego Cawuk sebagai simbol perlawanan budaya dan pelestarian identitas lokal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah dan filosofi Sego Cawuk, menganalisis bentuk perlawanan terhadap pengaruh budaya kuliner kolonial, serta mengkaji transformasi Sego Cawuk menjadi wisata kuliner di Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotic reading dan triangulasi sumber melalui kajian pustaka dan wawancara mendalam pada tokoh, pemuda dan masyarakat Osing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Sego Cawuk diperkirakan telah ada sejak pertengahan abad ke-19 ketika penggunaan lesung padi menjadi bagian penting kehidupan agraris masyarakat Osing Banyuwangi. Sego Cawuk bukan hanya kuliner tradisional, tetapi memiliki nilai sosial dan filosofi hidup masyarakat Osing Banyuwangi dengan kesederhanaan hidup, kebersamaan dan keharmonisan dengan alam. Praktik makan dengan tangan dan lesehan menjadi simbol perlawanan terhadap budaya makan kolonial yang menekankan pengguanan peralatan makan, kemewahan dan status sosial. Selain itu, transformasi Sego Cawuk menjadi objek wisata kuliner menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi kreatif. Rekomendasikan dalam penelitian ini perlunya dukungan kebijakan dan kolaborasi berbagai pihak untuk melangsungkan tradisi ini sebagai simbol ketahanan budaya sekaligus strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya di masa depan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11