cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
EDUKASI KESEHATAN STATUS NUTRISI PASCA KEMOTERAPI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA DI PRINGSEWU Subekti, Reni Tri; Fransiska, Fini Widya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3313

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan data tertinggi di dunia. Menurut data WHO pada tahun 2020 ada 2,3 juta wanita yang didiagnosa kanker payudara. Pada akhir tahun 2020 terdapat 7,8 juta wanita yang terkena kanker payudara dalam 5 tahun terakhir. Prevalensi kanker payudara menempati urutan kedua setelah prevalensi kanker serviks. Salah satu terapi pengobatan pada penyakit kanker payudara adalah kemoterapi.Kemoterapi dapat menyebabkan efek merugikan terhadap status nutrisi, dalam metabolisme tubuh dapat menyebabkan perubahan nafsu makan. Penurunan asupan makan berdampak pada menurunya asupan nutrisi. Efek yang ditimbulkan dari status gizi kurang tersebut mengakibatkan penderita kanker mengalami penurunan kepercayaan diri, penur fungsi fisik, penurunan status kesehatan, kelambatan penyembuhan, ketidakmampuan untuk beraktifitas normal dan memiliki persepsi yang buruk dengan kesehatannya yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup pada pasien kanker payudara. Tujuan dari pemberian edukasi kesehatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi pasca kemoterapi pada penderita kankerpayudara. Metode yang digunakan berupa penyuluhan pemberian edukasi kesehan pada penderita kanker payudara sebanyak 20 orang yang masih mendapatkan terapi kemo. Hasil setelah pemberian edukasi kesehatan tentang status nutrisi pada penderita kanker payudara paska kemoterapi terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan yang ditunjukkan dari nilai sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kata kunci: Kanker payudara, pasca kemoterapi , status nutrisi.
SARANA HIDUP BUGAR BERSAMA (SIGER) PULMONILA SEBAGAI UPAYA MENJAGA KEBUGARAN DAN KESEHATAN PPDS PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG Soemarwoto, Retno Ariza S.; Ekawati, Diyan; Latief, Adhi Nugraha; Rusmini, Hetti; Megantara, Gilang Kukuh; Febrihartati, Isura; Erumbia, lham Akbar; Putranta, Naufal Rafif; Wisnugroho, Cahyo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3314

Abstract

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (energy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Data di Indonesia menunjukkan 13,5% orang dewasa memiliki permasalahan kelebihan berat badan dan sebanyak 28,7% mengalami obesitas. Permasalahan obesitas juga ditemukan dikalangan peserta didik. Data Program Studi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Universitas Lampung menunjukkan dari 29 peserta didik terdapat 9 orang mengalami kelebihan berat badan dan 10 orang obesitas. Berdasarkan data tersebut, disediakan suatu Sarana Hidup Bugar Bersama (SIGER) pulmonila dalam bentuk Posyandu pulmonila yang diadakan setiap akhir semester. SIGER pulmonila tahun 2023 mencatat sebanyak 1 PPDS berhasil menurunkan status BMI dari Obesitas II menjadi obesitas I dan terdapat 7 PPDS yang berhasil menurunkan berat badan setelah mengikuti program SIGER selama 1 semester. Kata kunci: obesitas, posyandu, indeks massa tubuh (IMT)
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA MASYARAKAT DESA KALIASIN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Jausal, Anisa Nuraisa; Hadibrata, Exsa; Maulana, Muhammad; Ikhsan, Muhammad Al; Dwiputri, Maliya Finda; Nadifa, Shallu Afdha
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3315

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat adanya plak aterosklerosis pada arteri koroner yang menyebabkan otot jantung kekurangan suplai darah. Saat ini banyak mitos yang beredar tentang penyakit jantung koroner (PJK) sehingga terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Khususnya pada masyarakat yang tinggal di desa yang jarang terhubung dengan informasi rentan tersebar mitos di kalangan mereka. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan yang baik tentang pencegahan PJK dapat mengurangi resiko PJK yang pada akhirnya akan mengurangi prevalensi PJK khususnya pada masyarakat di Desa Kaliasin, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Pengabdian dilakukan dengan pengukuran pengetahuan tentang penyakit jantung koroner (PJK) masyarakat Desa Kaliasin dengan pemberian pre dan post test; pemberian materi tentang PJK; dan pembahasan mitos dan fakta seputar PJK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kaliasin tentang penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Kata kunci: masyarakat desa, pengetahuan, penyakit jantung koroner
PENYULUHAN DAN SKRINING DIABETES MELLITUS PADA JAMAAH MANASIK HAJI KECAMATAN TERBANGGI BESAR KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2024 Nasution, Syahrul Hamidi; Fajriani, Indah; Suryani, Helmi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3316

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Diabetes Mellitus sebagai salah satu penyakit tidak menular yang paling umum ditemukan dalam praktik kedokteran primer. Komplikasi diabetes mellitus dapat mengenai berbagai organ target seperti jantung, otak, ginjal, mata, dan arteri perifer. Penatalaksanaan diabetes mellitus dilakukan sebagai upaya pengurangan resiko naiknya kadar gula darah dan pengobatannya. Dalam penatalaksanaan diabetes mellitus upaya yang dilakukan berupa upaya nonfarmakologis (memodifikasi gaya hidup melalui pendidikan kesehatan) dan farmokologis (obat-obatan). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat khususnya jamaah manasik haji di Kecamatan Terbanggi Besar. Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah. Penilaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu dilakukan pre-test dan post-test.. Kegiatan penyuluhan pengabdian ini diikuti oleh 141 orang peserta dari jamaah manasik haji di Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Skrining diabetes melitus menunjukkan rata-rata kadar gula darah sewaktu para peserta sebesar 270 mg/dl (terdapat 30 peserta yang kadar gula darah sewaktunya > 200 mg/dl). Sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan >70% peserta belum mengetahui tentang diabetes mellitus dan bahayanya setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan sebesar 44,80% tingkat pengetahuan peserta tentang diabetes mellitus. Kata kunci: Diabetes mellitus, penyakit tidak menular, penyuluhan kesehatan.
PENGENALAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT PADA SUKU BATIN SEMBILAN KABUPATEN BATANGHARI PROVINSI JAMBI Rodiani; Duryat
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3317

Abstract

Indonesia merupakan negara mega biodiversity dengan keanekaragaman hayati lebih dari 30.000 jenis tumbuhan dengan 12.000 diantaranya memiliki khasiat obat. Namun demikian, sampai saat ini pemanfaatan tanaman sebagai obat herbal oleh Masyarakat Batin Sembilan (MBS) masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena pengetahuan, pola fikir dan keterampilan masyarakat terkait jenis tanaman, khasiat serta cara penyiapannya sebagai obat masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan MBS terkait tanaman obat yang ada di sekitar mereka; mendorong masyarakat pedalaman untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan untuk keperluan kesehatan; meningkatkan pemahaman MBS terkait pentingnya menjaga kesehatan dan penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut; pemberdayakan MBS agar lebih mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi serta demonstrasi praktek. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait jenis tanaman di sekitar lingkungan hidup, khasiat tanaman sebagai obat, dan jenis tanaman, bagian tanaman dan cara pengolahannya sebagai obat. Kegiatan ini juga merubah pola fikir dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan tanaman di sekitar lingkungan hidup, serta kemauan dan keinginan untuk menjaga tanaman di sekitar lingkungan hidup. Hal yang tidak kalah penting adalah peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah dan mempersiapkan tanaman sebagai obat herbal secara benar untuk mendapatkan khasiat manfaat optimal dari tanaman obat. Kata kunci: Suku anak dalam, obat herbal, masyarakat Batin Sembilan, keanekaragaman hayati, hutan harapan.
PENYULUHAN GENTING: GERAKAN ANTI STUNTING DI POSYANDU MELATI, DESA SERDANG, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN Yuningrum, Hesti; Suharmanto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3318

Abstract

Salah satu dampak stunting pada anak yaitu memiliki kecerdasan rendah dan mudah sakit, khususnya pada saat usia dibawah lima tahun dan dua tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya stunting di Indonesia adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang pendidikan gizi dan minimnya pengetahuan tentang stunting sehingga menimbulkan dampak yang signifikan di 1000 hari pertama kehidupan anak yaitu ketika anak masih dalam kandungan sampai dengan anak berusia 2 tahun. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan ibu hamil tentang stunting. Mitra dalam pengabdian Masyarakat tersebut yakni Posyandu Melati Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam pengabdian pada masyarakat adalah ceramah dan tanya jawab mengenai materi stunting berupa definisi, penyebab, tanda dan gejala, mitos dan fakta, tatalaksana, serta pencegahan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2023 dengan tema “Genting: Gerakan Anti Stunting”. Kegiatan ini dihadiri oleh 23 peserta yang terdiri dari ibu balita dan ibu hamil. Hasil pengabdian ini menunjukkan peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai stunting ditunjukkan hasil uji Wilcoxon sebesar 0,013 artinya ada perbedaan antara pengetahuan ibu sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Penyuluhan “Genting: Gerakan anti Stunting” dapat meningkatkan pengetahuan untuk mencegah peningkatan angka kejadian stunting sejak kehamilan. Kata kunci: Penyuluhan, stunting, posyandu, ibu
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH DASAR SEBAGAI KADER DBD “CERDIK” (CERDAS DAN TERDIDIK) DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE Suwandi, Jhons Fatriyadi; Apriliana, Ety; Kurniawan, Betta; Saftarina, Fitria; Anggraini, Dwi Indria; Yusran, Muhammad; Mutiara, Hanna; Kartika, Juspeni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3323

Abstract

Provinsi Lampung sebagai daerah endemis DBD, menunjukkan angka kasus dan kematian yang terus ada setiap tahunnya. Walaupun angka tersebut berfluktuasi namun jumlah kasus maupun kematian tetap ada dan terkadang cenderung meningkat. Penyakit ini berbasis pada lingkungan dan vektor maka peran serta masyarakat secara bersama-sama dalam upaya pencegahan penularan sangat penting. Peran serta masyarakat pada tatanan sekolah khususnya pendidikan dasar merupakan sasaran penting untuk pencegahan dan pengendalian. Warga sekolah, terutama siswa-siswa SD memiliki potensi untuk berperan pada pengubahan sikap dan perilaku keluarganya dan warga sekitar rumahnya dalam pencegahan penularan DBD. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini adalah memberdayakan siswa SD sebagai kader kesehatan untuk pencegahan penularan DBD dengan nama KADER DBD “CERDIK” (Cerdas dan Terdidik). Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok siswa calon KADER DBD CERDIK melalui kegiatan pelatihan pencegahan penularan infeksi DBD dan melatih cara memantau jentik nyamuk sebagai upaya deteksi dini penularan infeksi DBD di lingkungan. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini dalam bentuk pelatihan bagi siswa calon KADER DBD CERDIK dengan materi pemantauan jentik nyamuk, mengidentifikasi ciri-ciri umum DBD dan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi tempat perindukan potensial nyamuk DBD. Hasil evaluasi menunjukkan kemampuan menjawab pertanyaan pada sesi tanya jawab setelah penyuluhan mencapai 90-100% pertanyaan dapat dijawab oleh khalayak sasaran. Kesimpulan dari pengabdian ini didapatkannya peningkatan pengetahuan kelompok siswa calon KADER DBD CERDIK tentang pencegahan penularan DBD dan khalayak sasaran telah dapat melakukan pemantauan jentik nyamuk sebagai upaya deteksi dini penularan infeksi DBD di lingkungan sekolah. Kata kunci: DBD, jentik nyamuk, kader DBD CERDIK, sekolah
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN DEPRESI PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI UNIT HEMODIALISA RS. DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Yonata, Ade; Pura, Lukman; Islamy, Nurul; Sayuti, Marzuqi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3324

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif dan ireversibel, sehingga penderita gagal ginjal kronik akan kehilangan fungsi ginjal secara bertahap dan tidak dapat diubah. Salah satu permasalahan psikologis yang kerap muncul dan mampu menurunkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik (PGK) terutama yang menjalani hemodialisis jangka panjang yakni gangguan depresi. Depresi merupakan permasalahan yang serius pada pasien hemodialisis. Tingginya prevalensi depresi menyebabkan peningkatan risiko kematian menjadi 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan pasien hemodialisis yang tidak mengalami depresi Depresi juga berdampak terhadap peningkatan angka rawat inap, gangguan kardiovaskuler, serta penurunan kepatuhan terapi hemodialisis. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan pasien dan keluarga; 2) pengisian daftar tilik mengenai depresi; 3) penyuluhan; 4) pemberian brosur mengenai penyakit ginjal kronik.Pengabdian dilakukan dengan memberikan kegiatan edukasi dan refreshing pengetahuan tentang pencegahan depresi pada penyakit ginjal kronik. Hasil kegiatan ini pengabdian menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakit ginjal kronis serta pencegahan depresi dengan peningkatan skor sebelum dan sesudah intervensi. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media yang telah ada seperti konseling edukasi oleh petugas kesehatan. Kata kunci: Depresi, hemodialisa, penyakit ginjal kronis
PEMBENTUKAN “SAHABAT CERIA (CEGAH REMAJA PUTRI ANEMIA)" DALAM RANGKA PENANGANAN ANEMIA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH Zuraida, Reni; Susianti, Susianti; Kurniati, Intanri; Ernawati, Tutik
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3341

Abstract

Status kesehatan remaja putri di Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Hal ini dapat dilihat dari tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia yaitu dalam kisaran 40%-80,9%. Temuan-temuan ini menurut WHO menjadi permasalahan kesehatan masyarakat dalam kategori berat dan membutuhkan penanganan serius. Yayasan pendidikan Yadika Natar merupakan yayasan pendidikan terbesar di Kecamatan Natar yang meliputi SMP, SMA dan SMK. Dari hasil skrining anemia pada tahun 2021, didapatkan prevalensi anemia di SMA Yadika Natar didapatkan sebesar 47%. Upaya kesehatan yang telah dilakukan pihak sekolah antara lain dengan program pemberian TTD melalui kerja sama dengan pihak puskesmas, namun tidak ada kontrol dalam kepatuhan minum TTD. Untuk itu upaya lain sebaiknya perlu dipertimbangkan misalnya dengan melibatkan peran serta dari kelompok sebaya yaitu dengan pembentukan SAHABAT CERIA untuk meningkatkan kepatuhan minum TTD dalam rangka menurunkan prevalensi anemia. Kegiatan pengabdian ini mencakup pembentukan SAHABAT CERIA putri dengan cara meningkatkan pengetahuan, keterampilan konseling, serta penyusunan media informasi tentang anemia, penanganan anemia dan program TTD pada remaja putri. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kepatuhan minum TTD remaja putri SMA Yadika Natar, yang pada akhirnya akan dapat menurunkan prevalensi anemia dan meningkatkan status kesehatan remaja putri. Kata kunci: Anemia, Remaja putri, SAHABAT CERIA.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG DENGAN HIV/AIDS DALAM KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL THERAPY DI PUSKESMAS SUKABUMI BANDAR LAMPUNG Wardani, Dyah Wulan; Susianti, Susianti; Sutarto, Sutarto
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3342

Abstract

Kepatuhan orang dengan HIV/ AIDS (ODHIV) dalam pengobatan Antiretroviral therapy (ART) sangat penting dalam penanggulangan HIV/ AIDS, terutama untuk mengurangi angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup ODHIV. Di sisi lain, kepatuhan ODHIV dalam pengobatan ART dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengetahuan. Di Bandar Lampung, pada tahun 2022, sebanyak 67% ODHIV mendapat ART dan 48% diantaranya mengalami surpresi virus, kurang dari target yang ditetepkan yaitu 95% ODHIV mendapat ART dan 95% mengalami surpresi virus. Hal tersebut merujuk pada kurangnya kepatuhan pengobatan ART. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepatuhan pengobatan ART pada ODHIV di Puskesmas Sukabumi, Bandar Lampung, yang merupakan salah satu puskesmas dengan pengobatan ART tertinggi. Kegiatan mencakup focus group discussion untuk menyusun media informasi, penyusunan media informasi dan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ODHIV. Evaluasi kegiatan penyuluhan dilakukan dengan membandingkan nilai pretes dan postes. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kepatuhan ODHIV dalam pengobatan ART. Dengan meningkatnya pengetahuan kepatuhan ODHIV tentang pengobatan ART diharapkan akan meningkatkan ODHIV yang mendapat ART dan ODHIV yang mendapat ART mengalami surpresi virus.