cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Educational Journal
Published by Indo Publishing
ISSN : 31101526     EISSN : 31101151     DOI : doi.org/10.63822/edu
Core Subject : Education,
Dedicated to the dissemination of high-quality research in the field of education. It focuses on studies related to teaching and learning processes, curriculum development, educational environments, teacher education, educational technology, and education development at various levels. The journal welcomes original empirical research, theoretical contributions, and methodological innovations that advance understanding of how educational systems, instructional strategies, and learning environments can be improved to foster better educational outcomes.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
Profesionalisme dan Tanggung Jawab Sosial Ilmuan di Era Digital: Tantangan Etika dalam Penyebaran Pengetahuan Nila Septinawati
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7240ac03

Abstract

Penelitian ini membahas profesionalisme dan tanggung jawab sosial ilmuwan di era digital, khususnya terkait tantangan etika dalam penyebaran pengetahuan melalui media digital. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mengubah cara ilmu pengetahuan diproduksi, diakses, dan disebarluaskan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya profesionalisme ilmuwan, tanggung jawab etika, serta peran nilai-nilai Islam dalam menjaga kualitas dan kredibilitas penyebaran ilmu pengetahuan di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui pengkajian jurnal, artikel ilmiah, dan berbagai literatur akademik yang relevan dengan etika digital, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial ilmuwan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi ilmuwan, seperti penyebaran hoaks, plagiarisme, disinformasi, dan manipulasi data ilmiah. Oleh karena itu, ilmuwan dituntut untuk menjaga integritas, kejujuran, dan tanggung jawab moral dalam melakukan penelitian maupun menyampaikan informasi ilmiah kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme yang didukung nilai moral dan keislaman sangat penting untuk memastikan ilmu pengetahuan memberikan manfaat positif bagi kehidupan masyarakat di era digital.
Sains Tanpa Jiwa Berbahaya: Mengapa Integrasi Ilmu Menjadi Kunci Menghadapi Disrupsi Teknologi Anggi Juliana Sari
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5zhhq473

Abstract

Gelombang disrupsi teknologi di abad ke-21 tidak hanya membawa pembaruan teknis dan efisiensi, tetapi juga memicu krisis moral, sosial, dan spiritual seperti maraknya hoaks, penipuan digital, perundungan siber, dan pelanggaran privasi akibat penyalahgunaan data. Fenomena "sains tanpa jiwa" ini lahir akibat adanya dikotomi antara ilmu umum (sains-teknologi) dan ilmu agama (etika-spiritual), di mana inovasi dikembangkan secara bebas nilai (value-free) demi keuntungan materi semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas pentingnya konsep integrasi ilmu sebagai kunci krusial menghadapi disrupsi teknologi serta bagaimana menginternalisasikannya dalam pendidikan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan tahapan analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi ilmu berfungsi sebagai jembatan epistemologis yang mendudukkan nilai spiritual dan iman sebagai pemandu, pengontrol, dan pemberi arah laju inovasi teknologi agar tidak bersifat destruktif. Di tingkat perguruan tinggi, internalisasi nilai-nilai profetik (shiddiq, amanah, tabligh, fathanah) dalam kurikulum menjadi fondasi struktural untuk membentuk karakter mahasiswa agar adaptif terhadap teknologi, bijaksana, dan mampu memanfaatkan keilmuannya demi kemaslahatan masyarakat luas.
Etika Profesional dan Tanggung Jawab Ilmuwan dalam Kajian Profetik Eunike Enjelina Sihombing
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mgwg3114

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era kontemporer sering kali memicu dilema etis yang menjauhkan ilmuwan dari nilai-nilai kemanusiaan. Artikel ini membahas etika profesional dan tanggung jawab ilmuwan melalui pendekatan profetik, yang mendasarkan gerakan intelektual pada nilai humanisasi (khairu ummah), liberasi (amar ma'ruf), dan transendensi (iman billah). Menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif-filosofis, penelitian ini menganalisis bagaimana empat sifat profetik Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah berfungsi sebagai fondasi bagi etika ilmiah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang ilmuwan tidak terbatas pada dimensi sosial dan lingkungan, melainkan juga mencakup akuntabilitas transendental kepada Tuhan. Etika profetik mengubah ilmuwan dari sekadar pengamat yang berjarak menjadi intelektual organik yang aktif menyelesaikan masalah masyarakat, menjaga integritas data penelitian, dan memastikan bahwa kemajuan ilmiah berfungsi untuk mengangkat martabat manusia, bukan mereduksinya.
Peningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika dengan Menggunakan Media Belajar Perkalian  (BEKAL) pada Siswa Kelas III di SDN 7 Lubai Ulu Sumatera Selatan Siti Khasanah Maisaroh; Faizatul Sundusiyyah; Siti Maisaroh
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/97d4vf62

Abstract

Pendidikan harus selalu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi di tengah era digital dan globalisasi.  Guru dapat menggunakan sumber daya pendidikan untuk mengajar, tetapi banyak guru yang tidak bertindak lebih lanjut dan tetap menerapkan metode ceramah, sehingga murid cenderung tidak memperhatikan guru saat belajar.  Studi ini Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar matematika pada materi perkalian melalui penggunaan media interaktif BEKAL; (2) menganalisis bagaimana implementasi media BEKAL menciptakan pengalaman belajar yang selaras dengan prinsip deep learning dalam Kurikulum Merdeka; serta (3) memberikan gambaran empiris tentang dinamika kelas selama proses penerapan media tersebut.  Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas III SDN 7 Lubai Ulu Sumatera Selatan. Metode ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi adalah komponen siklus I dan II penelitian tindakan kelas (PTK). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas III SDN 7 Lubai Ulu terus meningkat secara konsisten di setiap tahapan pada saat menggunakan media interaktif BEKAL (Belajar Perkalian). Sebelum menggunakan media interaktif BEKAL, nilai rata-rata siswa hanya 35,2 dengan persentase ketuntasan 8%. Setelah diterapkan media interaktif BEKAL pada Siklus I, nilai rata-rata naik menjadi 71,3 dengan ketuntasan 76%. Kemudian pada Siklus II, nilai rata-rata kembali meningkat menjadi 82,2 dengan ketuntasan 100%, melampaui target ketuntasan klasikal 85%.
Media Konvensional dan Media Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDS 2 Kristen Palangka Raya Chelsi Mellyanti; Hanti Hanti; Theresia Anjelie; Matius Timan Herdi Ginting
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/p3ebsf03

Abstract

Penggunaan media pembelajaran merupakan komponen penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, interaktif, dan bermakna, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media konvensional (media bahtera Nuh, gambar hewan untuk diwarnai, dan pensil warna) serta media digital (video pembelajaran dan komik edukatif) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SDS 2 Kristen Palangka Raya. Kegiatan praktik mengajar ini dilaksanakan dalam satu pertemuan yang dibagi menjadi dua sesi, melibatkan 19 siswa dari kelas I sampai V. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan angket motivasi yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media konvensional membantu siswa memahami kisah Nabi Nuh secara lebih konkret dan menyenangkan, sementara media digital membantu siswa memahami materi tentang kasih berdasarkan 1 Korintus 13:4 melalui tampilan visual dan cerita yang dekat dengan kehidupan mereka. Data observasi mengungkapkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, partisipasi aktif, fokus perhatian, serta keberanian dalam menjawab pertanyaan dan mengemukakan pendapat. Kombinasi media konvensional dan digital terbukti efektif menciptakan suasana belajar yang hidup, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang bervariasi berkontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Agama Kristen.
Peran Penguatan Positif dalam Menurunkan Perilaku Agresif Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis Muliati R Umar; Risky Diya Amalia Rais; Sahrul Salingkat; Sri Melani Ajamir
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4z5t1376

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan penguatan positif sebagai strategi dalam mengurangi perilaku agresif pada anak usia dini. Perilaku agresif, seperti memukul, mendorong, berteriak, dan membantah, masih sering ditemukan pada anak yang belum mampu mengelola emosi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk penguatan positif yang umum diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, menganalisis pengaruhnya terhadap penurunan perilaku agresif, serta mengkaji faktor-faktor yang mendukung efektivitas penerapannya. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik penguatan positif dan perilaku agresif pada anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberian pujian, token reward sederhana, penggunaan media visual, serta pemberian kesempatan bermain merupakan bentuk penguatan positif yang efektif dan mudah diimplementasikan dalam lingkungan pembelajaran. Penerapan penguatan positif terbukti mampu meningkatkan kemampuan pengendalian diri anak, kepatuhan terhadap aturan, serta respon perilaku yang lebih adaptif. Efektivitas strategi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain konsistensi guru dalam pemberian penguatan, keterlibatan orang tua, kejelasan aturan kelas, dan terciptanya lingkungan belajar yang suportif. Dengan demikian, penguatan positif dapat menjadi pendekatan yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan anak dalam mengurangi perilaku agresif serta mendukung perkembangan sosioemosional anak usia dini.
The Role of Debate Adjudication in Developing Metacognitive Listening Comprehension: A Case Study of Undergraduate EFL Students at University of Sultan Ageng Tirtayasa Bayu Abdul Basit; Syafrizal Syafrizal; Rosmania Rima
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d7at4y75

Abstract

The majority of listening lessons for English as a foreign language (EFL) students in debate-based learning environments put students in the role of debaters, rather than the adjudicator, who might be more effective in helping students acquire metacognitive listening awareness. This qualitative case study set out to do four things: (1) explain how adjudication experience helps build metacognitive listening comprehension; (2) determine how much adjudication improves monitoring and evaluating skills; (3) find out what difficulties EFL students encounter when they actually have to be the adjudicator; and (4) compare the levels of metacognitive listening awareness between new and experienced adjudicators. Participating were four undergraduates chosen using a selective selection process from the English Debate Community (EDC UNTIRTA). Stimulated Recall Tasks (SRT), semi-structured interviews, and a modified Metacognitive Awareness Listening Questionnaire (MALQ) were used to gather data, which was then analyzed using theme analysis and triangulation. The results showed that experience with adjudication activates the planning, monitoring, and evaluating parts of metacognitive listening; the most consistently developed parts among the participants were the monitoring and evaluating parts. Time constraints and fast speech rates were obstacles that had to be overcome by using tactics like contextual inference and note-taking. When compared to their less experienced peers, accredited adjudicators exhibited superior metacognitive listening habits in terms of consolidation and multidimensionality. The results of this research show that debate adjudication is a great way to help English as a foreign language students develop their metacognitive listening skills in a real-world setting.
Modifikasi Perilaku untuk Meningkatkan Kemampuan Mandiri pada Anak dengan Retardasi Mental Hafizah Ayu Ikhwani; Endang Setianingsih
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/836esg65

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of behavior modification in improving independent living skills in a child with intellectual disability. A single-subject approach was employed over an eight-week intervention period involving a 10-year-old child with mild intellectual disability. The intervention incorporated behavior modification techniques, including task analysis, prompting, fading, positive reinforcement, and token economy. Data were collected through direct observation, interviews with parents and teachers, and behavioral documentation conducted before, during, and after the intervention. The findings indicated a gradual improvement in the child's ability to perform daily living activities independently, including handwashing, dressing, organizing school materials, and maintaining personal hygiene. The child also demonstrated increased initiative, self-confidence, and reduced dependence on adult assistance in both school and home environments. The consistent application of positive reinforcement and systematic reduction of prompts contributed to the maintenance and generalization of independent behaviors across different settings. These findings suggest that behavior modification is an effective intervention for enhancing adaptive functioning and independence in children with intellectual disability. Collaboration among teachers, parents, and caregivers is essential to sustain behavioral changes and promote long-term independence in everyday life.
Dampak Pola Tidur terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas XI SMAS Katolik Tri Sakti Medan Palma Juanta; Karyn Natashia Siregar; M. Aldafa Saf Ramadhan; Den Gegana
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dmrwfy90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tidur terhadap konsentrasi belajar siswa kelas XI SMAS Katolik Tri Sakti Medan. Tidur yang cukup dan berkualitas diyakini mendukung fungsi kognitif dan konsentrasi belajar, namun penggunaan gadget yang berlebihan serta tekanan akademik telah mengganggu pola tidur remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 16 responden yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling dari populasi 30 siswa kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup skala Likert empat poin melalui Google Form, mencakup variabel pola tidur (X) dan konsentrasi belajar (Y). Data dianalisis menggunakan Corrected Item-Total Correlation untuk uji validitas, Cronbach's Alpha untuk uji reliabilitas, uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, serta korelasi Pearson dan regresi linear sederhana untuk uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan pola tidur siswa berada pada kategori cukup baik (66,7%) sementara konsentrasi belajar berada pada kategori baik (80,9%). Namun, uji statistik tidak menemukan hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan konsentrasi belajar (r = -0,026, Sig. = 0,924, R² = 0,001), sehingga H0 diterima. Temuan ini diduga dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah sampel, rendahnya proporsi butir valid pada instrumen pola tidur, serta rendahnya variasi skor konsentrasi belajar antar responden. Penelitian ini menyarankan agar kebiasaan tidur sehat tetap dibiasakan pada siswa, sementara penelitian selanjutnya menggunakan sampel yang lebih besar dan instrumen yang lebih teruji.
Systematic Literature Review:  Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Muhammad Iqbal Muhshinin; Isti Hidayah
Educational Journal Vol. 1 No. 4 (2026): MAY-JULY
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/te65tb91

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dari hasil TIMSS 2015 dan PISA 2022. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai mampu mengatasi permasalahan ini adalah Discovery Learning berbasis STEM, yang melibatkan siswa secara aktif dalam eksplorasi dan penemuan konsep melalui integrasi Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Discovery Learning berbasis STEM berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel dikumpulkan dari Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci "Discovery Learning", "STEM", "Creative Thinking", dan "Mathematics Education", yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 7 dari 29 artikel yang teridentifikasi dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Discovery Learning berbasis STEM secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, khususnya pada aspek kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), orisinalitas (originality), dan elaborasi (elaboration), serta menghasilkan peningkatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Pendekatan ini juga terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa Discovery Learning berbasis STEM dapat menjadi model pembelajaran strategis untuk memperkuat keterampilan berpikir kreatif siswa dalam menghadapi tantangan abad ke-21.