Claim Missing Document
Check
Articles

Jaringan Sosial dan Pemberdayaan Pedagang Perempuan di Pasar Tradisional Rau Kota Serang Musahwi Musahwi; Stevany Afrizal; Sastra Juanda
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.863 KB) | DOI: 10.30870/hermeneutika.v4i2.4827

Abstract

AbstrakPasar tradisional adalah representasi kelas menengah dan masyarakat miskin Keberadaannya amat vital dalam menopang perekonomian keluarga dan masyarakat secara luas. Secara kuantitas sejak dulu, pasar tradisional lekat dengan kaum perempuan. Namun perhatian khusus terhadap keberadaan kaum perempuan dalam membangun usahanya di pasar tradisional belum mendapatkan perhatian serius. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi mereka dalam membangun usaha tentu tidak bisa diabaikan karena sektor ini menentukan keberlangsungan hidup mereka. Penelitian telah berusaha mengungkap strategi survive dan jaringan sosial kelembagaan bagi perempuan yang membuka usaha di pasar tradisional Rau dalam rangka memberdayakan mereka. Prosedur penelitian yang dipakai adalah kualitatif, yang bertujuan menjaring data yang lebih mendalam terhadap persoalan yang dihadapi objek penelitian. Berdasarkan data yang dihimpun yang telah dianlisis, terdapat beberapa temuan, di antaranya (1) strategi survive ditopang oleh moralitas ekonomi yaitu tidak putus asa. Selain itu, adalah pengetahuan, jaringan sosial kultural dan modal material. (2)  tidak ada jaringan sosial struktural, paguyuban, dan sejenisnya. Karena itu mereka sering mengalami ketidak-adilan sosial dan ekonomi. Partisipasi terhadap berbagai kebijakan di pasar rendah sebab mereka tidak pernah dilibatkan. Mereka hanya datang berdagang. (3) belum ada program pemberdayaan yang khusus dibuat untuk kalangan perempuan yang membuka usaha di pasar, meskipun keberadaan mereka sangat vital dalam perekonomian. Kata Kunci: Pasar Tradisional, Pemberdayaan Ekonomi,  PerempuanAbstractTraditional markets are representations of the middle class and the poor. Its existence is vital in sustaining the economy of the family and society at large. In quantity, traditional markets are closely related to women. However, special attention to the existence of women in building their businesses in traditional markets has not received serious attention. The problems they face in building a business cannot be ignored because this sector determines their survival. Research has sought to uncover survival strategies and institutional social networks for women who open businesses in the traditional Rau market in order to empower them. The research procedure used is qualitative, which aims to capture deeper data on the problems faced by the research object. Based on the data collected which has been analyzed, there are several findings, including (1) survival strategies supported by economic morality, namely not despairing. In addition, it is knowledge, social cultural networks and material capital. (2) there are no structural social networks, associations, and the like. Therefore they often experience social and economic injustice. Participation in various policies on the market is low because they have never been involved. They only come to trade. (3) there is no empowerment program specifically created for women who open businesses in the market, even though their existence is vital in the economy.Keywords: Traditional Markets, Economic Empowerment, Women
Peran Ganda Perempuan Dalam Peningkatan Perekonomian Keluarga : Studi Kasus Pada Perempuan Bekerja Di Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang Stevany Afrizal; Polelah Lelah
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 3 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v3i1.53

Abstract

Keluarga masa kini berbeda dengan keluarga pada zaman dahulu, dimana dahulu semua peranan anatara laki-laki dan perempuan berjalan sesuai kodrat masing-masing dan berdasarkan bawaan sejak lahir, seperti seorang laki-laki yang berperan sebagai pencari nafkah yang bekerja diluar rumah dan perempuan atau istri sebagai pengurus pokok kebutuhan keluaraga serta pendidik bagi anak-anakanya yang banyak menghabiskan waktu dirumah. Namun berbeda pada era saat ini dimana perempuan dan laki-laki di dalam suatu keluarga kini memiliki peranan yang sama, yaitu sama-sama ikut mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Sehingga mereka memiliki penghasilan masing – masing sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi, hal ini terbukti dengan keikut sertaan perempuan dalam sektor dunia bekerja.
Perilaku Indisipliner Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Gelam Jaya, Kabupaten Tangerang) Anggun Biyanti; Stevany Afrizal; Meilla Dwi Nurmala
SOSIETAS Vol 12, No 1 (2022): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v12i1.48064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku indisipliner dalam protokol kesehatan pada masyarakat secara sosiologis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian yakni masyarakat Kelurahan Gelam Jaya, Kabupaten Tangerang. Adapun hasil penelitian ini faktor atau alasan masyarakat berperilaku indisipliner, yakni faktor ekonomi, ketidakpercayaan terhadap pemerintah, dan keberadaan Covid-19, faktor lingkungan, serta vaksinisasi. Kemudian perilaku indisipliner dapat ditanggulangi jika struktur mampu menjalankan tugas dengan baik.
STATISTICAL LEARNING DIFFICULTIES ANALYSIS IN THE ERA OF PANDEMIC COVID-19 IN GUIDANCE AND COUNSELING COLLEGE STUDENTS Meilla Dwi Nurmala; Stevany Afrizal; Meitami Sofiyanti
Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpbk.v7i2.17593

Abstract

Abstract: COVID-19 is a virus that spreads around the world. Indonesia is one of the affected countries. Everyone has only experienced the current conditions and situations, so that good adaptations and adjustments are needed in all aspects, including learning. Teachers implement online learning methods to students to minimize the risk of spreading the COVID-19. This research was done with a quantitative description method. The results showed that students' learning difficulties when learning at home online were inadequate facilities and internet networks, insufficient understanding of certain subjects, a learning atmosphere at home that was less conducive to the analysis of students' learning difficulties carrying out learning online COVID-19 pandemic period. This study aims to obtain information about the problems experienced by students in carrying out online statistics learning during the COVID-19 pandemic
KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI PERUMAHAN MUTIARA BEKASI JAYA Wardah Alivia Wikanti; Stevany Afrizal
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1138

Abstract

Hubungan Ibu Kota Jakarta dengan daerah penyangga di sekitarnya tak bisa dihindarkan. Padatnya Jakarta membawa dampak ke daerah penyangga sekitarnya seperti Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi menawarkan lapangan kerja yang melimpah, namun tak semua pendatang dapat terserap. Masyarakat yang tak terserap oleh perusahaan kemudian memilih pekerjaan di bidang sector informal. Pekerjaan yang mereka pilih salah satunya adalah pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima banyak ditemui di lokasi yang ramai, salah satunya di Perumahan Mutiara Bekasi Jaya. Banyak hambatan yang ditemui oleh pedagang kaki lima seperti banyaknya saingan, pendapatan yang tak menentu dan cuaca buruk. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonominya yang meliputi pendapatan, pekerjaan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pedagang kaki lima di Perumahan Mutiara Bekasi Jaya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini adalah latar belakang pendidikan dan kurangnya kemampuan menjadi alasan informan memilih pedagang kaki lima sebagai pekerjaannya, dengan pendapatan yang tidak menentu informan mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, PKL sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis yang disediakan yakni BPJS dan yang terakhir informan tidak mempermasalahkan masalah saingan karena sesama pedagang harus saling berbagi rezeki.
Dampak Pandemi Covid-19 dalam Keharmonisan Keluarga Nine Fauziah; Stevany Afrizal
SOSIETAS Vol 11, No 1 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.173 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v11i1.36092

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya wabah virus covid-19 akan berdampak pada sistem kehidupan di dalamnya, seperti pendapatan finansial yang menurun karena beberapa hal yang melatarbelakanginya, meningkatnya tingkat perceraian serta tidak berfungsinya peran dan fungsi keluarga dengan baik. Sehingga hal ini akan mempengaruhi keharmonisan keluarga, keharmonisan keluarga bisa dikatakan apabila seluruh anggota keluarga yang ada di dalamnya merasa nyaman, tenang, bahagia dan merasa saling melindungi satu sama lain. Dengan demikian hal ini penting untuk dipertahankan di tengah pandemi covid-19, sehingga tidak mengakibatkan keretakan dalam sebuah keluarga hingga mungkin menyebabkan suatu hal yang sama sekali tidak diinginkan sebelumnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan memaparkan hasil penelitian yang sesuai dengan fakta di lapangan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Strategi Pedagang Sembako Menghadapi Perkembangan Minimarket di Pasar Tradisional Batubantar Kabupaten Pandeglang Empat Siti Fatimah; Stevany Afrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi menjadi faktor utama terjadinya perubahan sosial dimasyarakat. Kehadiran pasar modern dibuktikan dengan maraknya pembangunan pasar modern seperti supermarket, minimarket, hypermaket, mall dan lainnya. Di Desa Batubantar telah banyak berdiri waralaba minimarket yang menjadi tantangan bagi para pedagang di pasar tradisional dalam bersaing secara bebas dan global. Oleh karena itu, pedagang sembako pun memerlukan strategi dalam menghadapi perkembangan minimarket di Desa Batubantar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pedagang sembako dalam mempertahankan posisinya di pasar tradisional Batubantar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggambarkan objek dan hasil penelitian. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh pedagang sembako berdasarkan perspektif Pierre Bourdieu yakni modal ekonomi, modal sosial, modal budaya dan modal simbolik. Keempat modal tersebut menjadi senjata dalam mempertahankan relasi-relasi sosial dalam berdagang.
Persepsi Masyarakat Desa terhadap Fenomena Politik Uang dalam Pemilihan Umum Nabilah, Rifa; Afrizal, Stevany; Bahrudin, Febrian Alwan
Jurnal Publisitas Vol 8 No 2 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.985 KB) | DOI: 10.37858/publisitas.v8i2.132

Abstract

Money politics is now considered a "custom" in the Maja community. Even in rural communities who have strong solidarity, money politics is considered to have a strong role to bind people's voices in political contestation. The purpose of this study was to determine how the public's perception of the phenomenon of money politics. in Maja Village, Maja District, Lebak Regency. The research method used is qualitative. The results of the study indicate that the people of Maja Village have different perceptions from legal norms in viewing money politics. The community considers that money politics is a form of gratitude for the votes that will be given and an approach to the community. In social action theory, Weber introduced the concept of a verstehen approach to understanding the meaning of one's actions. In this case, the Maja people build perceptions and action decisions based on their vision of the people around them and the figures they emulate.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PARIWISATA BERBASIS LINGKUNGAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN EKOSISTEM LAUT (DESA EDUWISATA) Subhan Widiansyah; Nurul Hayat; Stevany Afrizal
MULIA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2023): MULIA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) September 2023
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Service through the "Edutourism Village" is an implementation of the third tridharma of higher education, namely Community Service, as well as to equip lecturers and students of the FKIP Untirta Sociology Education Study Program on how to carry out service that produces work products with the community, and accompanied by professional instructors as partners. The purpose of carrying out this service is apart from developing tourism in the Ujung Kulon area, this is also done together with the community so that they can maintain and preserve the marine ecosystem in the Ujung Kulon area as a result of the Tsunami that occurred at the end of 2018. The implementation method used in community service activities This is providing information and skills through lecture methods and material presentations as well as group discussions. Then proceed with simulation.
REALITAS PERAN DAN HAK PEREMPUAN DALAM LINGKUP ORGANISASI HMJ DI FKIP UNTIRTA (PERSPEKTIF SOSIOLOGI GENDER) Tia Astuti; Stevany Afrizal
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v2i2.54784

Abstract

Persoalan mengenai ketidakadilan bagi kaum perempuan pada umumnya telah terjadi sejak lama yang memunculkan banyak terjadinya permasalahan gender. Terdapat pelabelan dimana laki-laki mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari perempuan dan perbedaan yang jelas mengenai peran dan tugas laki-laki dan perempuan di masyarakat dalam berbagai bidang seperti kepemimpinan, ekonomi, pendidikan, sosial, maupun politik. Laki-laki dianggap memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan, sehingga perempuan dianggap lemah dan tidak berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) realitas peran dan hak perempuan dalam lingkup organisasi HMJ di FKIP Untirta 2) faktor apa saja yang melatarbelakangi mulai terbukanya kesempatan perempuan menjadi pemimpin dalam organisasi HMJ di FKIP Untirta, dan 3) wujud kesetraan gender yang terjadi dalam lingkup organisasi HMJ di FKIP Untirta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif melalui observasi, dan wawancara secara online dalam memperoleh data penelitian yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya keterbukaan peran dan hak bagi perempuan dalam lingkup organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di FKIP Untirta. Perempuan memperoleh kesempatan yang sama untuk dapat berpartisipasi, mengajukan pendapat, mengambil keputusan, memilih dan dipilih menjadi pemimpin. Hal ini menggambarkan perempuan mulai setara dengan laki laki, di mana peran dan hak perempuan tidak lagi terbatas pada ranah domestik saja.
Co-Authors Adisha Anindiva Faizal Aenunnisa Aenunnisa Agustin, Nurmalasari Agustina, Fera Anggun Biyanti Ani Handayani Anten Fhabella Ardila, Ira Ashilah, Hana Athallaisya Adinda, Inez Azzahra, Tifani Shofa Bahrudin, Febrian Alwan Balqis, Azmelia Putri Cahya, Nilam Cahyo Kartiko Adi Nugroho Choirunnisa Sasa Destianti, Kavita Diah Utamy Empat Siti Fatimah Fauziah, Nine Febrian Alwan Bahrudin Firnanda, Ayu Fitria Wulandari Haerullah, Fiqri Alamsyah Halimatusa Diyah Halyma Wynda Hanifah, Destri Aulia Hapid TA, Ahmad hardiyanti hardiyanti Hari Prasetya, Bayu Haryono Haryono Haryono Haryono Hatami, Muhammad Hayat, Nurul Hermalia, Rini Hermsen, Sheila Hidayat, Sholeh Ilham Maulana jedah nurlatifah Kudus, Wahid Abdul KUNTARI, SEPTI Latifa, Jamilatul Lindawati, Yustika Irfani Lisdayanti, Lisdayanti LULUK ASMAWATI Meilla Dwi Nurmala Meilla Dwi Nurmala Meitami Sofiyanti Mudinillah, Adam Muhammad Agus Hardiansyah Musahwi Musahwi Muttaqin, Tiara Indriyani Nabilah, Rifa Nada, Syahirrah Nasiroh, Nasiroh Nida, Nabila Afro Nine Fauziah Novanza, Dahlia Bela Nurmala, Nisa Nursaidah, Siti Nurul Hayat Nurul Hayat Hayat Nuryasin, Muhammad Jamil Polelah Lelah Putri Tunggal Dewi Putri, Dea Pebriani rahmawati rahmawati Ramdhini, Siti Agni Risdiana, Ria Robiatussoleha, Ratu Aulia Rusdana, Rusdana Salsabilla, Sekar Sari, Nawang sastra juanda Sastra Juanda Setiawan, Rizki Setiawan, Rizky Shinta Bella Angelina Siti Saniah, Siti Subhan Widiansyah Tia Astuti Tubagus Umar Wibowo Ukhroniyah, Ukhroniyah Utami, Rezza Widia Viecena, Anwar Fikri Wanda Marsella Wardah Alivia Wikanti Widianingsih, Sekar Rifdah Wika Hardika Legiani Wikanti, Wardah Alivia Yulianto Yulianto Yustika Irfani Lindawati Zeba, Shahnaz Aqeela