Claim Missing Document
Check
Articles

KONFLIK RUMAH TANGGA AKIBAT PERGESERAN PERAN SUAMI ISTRI SELAMA PANDEMI COVID-19 Wanda Marsella; Stevany Afrizal
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v2i2.54785

Abstract

Kebijakan pemerintah mengenai pemutusan mata rantai penularan Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik dirumah baik bekerja, sekolah, dan beribadah, hal tersebut membuat peran yang dijalankan lebih fleksibel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara langsung oleh masyarakat di Kecamatan Tambora Jakarta Barat khususnya suami, istri, dan anak dalam memperoleh data yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor yang memunculkan konflik yang diakibatkan oleh pergeseran peran suami istri selama pandemi Covid-19, 2) bagaimana realitas pergeseran peran suami istri selama pandemi Covid-19 di dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan 1) Suami dan istri sama-sama mengalami pergeseran peran yang tak jarang memunculkan konflik karena tekanan batin dan tanggung jawab yang dialami oleh keduanya. Selain itu juga disebabkan oleh interaksi yang lebih intens antara suami istri di rumah yang merubah pola relasi diantara keduanya. Dalam hasil penelitian juga ditemukan istri memiliki dampak yang tidak proporsional selama pandemi. 2) Perempuan mengalami ketidakadilan peran atas kemampuan yang dimilikinya baik dalam mencari nafkah dan mengurus pekerjaan rumah, namun dalam paradigma konflik keluarga milik Marx dan Engels perempuan memiliki kontrol atas diri nya sendiri dan urusan rumah tangga selama pandemi.Kata Kunci: Rumah Tangga, Pergeseran Peran, Konflik Keluarga, Pandemi Covid-19.
Pola Asuh Orang Tua Pada Pekerja Anak Di Bawah Umur (Studi Kasus Pemulung Anak Di Rangkasbitung) Choirunnisa Sasa; Stevany Afrizal; Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1474

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pola asuh orang tua pada pekerja anak di bawah umur studi kasus pada pemulung anak di Rangkasbitung. Pada tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua pekerja anak dalam kehidupan sehari – hari. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Serta teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Hasil penelitian ini adalah pola asuh yang diterapkan orang tua pekerja anak usia 10 – 17 tahun agar anak tersebut dapat menuruti perintah orang tuanya dengan cara menggunakan pola asuh otoriter. Dalam pengelolaan pola asuh menciptakan beberapa tindakan sosial di dalamnya yang disebabkan oleh beberapa faktor dan penyebab hal tersebut terjadi mulai dari tindakan sosial instrumental yang dilakukan oleh orang tua untuk bisa mencukupi kehidupan keseharian, dalam tindakan sosial berorientasi adanya pertimbangan yang dilakukan dalam anak melakukan pekerjaan dengan cara memaksa, pada dasarnya dalam tindakan sosial tradisional pada lingkungan sekitar sangatlah berpengaruh penting bagi pengelolaan pola asuh orang tua pada anak yang bekerja, sedangkan tindakan sosial afektif lebih mementingkan perasaan atau emosional agar anak dapat menuruti perintah orang tua.
Peran Ganda Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga di Pojok Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Wilayah Kantor Kecamatan Ciledug Adisha Anindiva Faizal; Stevany Afrizal; Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1475

Abstract

Penelitian ini menggambarkan peran ganda perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga yang bekerja sebagai pelaku usaha mikro di Wilayah Kantor Kecamatan Ciledug. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang perempuan yang sudah berumah tangga bekerja sebagai pelaku usaha mikro dan untuk mengetahui bagaimana peran ganda yang dijalani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif Hasil dari penelitian ini 1) Latar belakang perempuan bekerja sebagai pelaku usaha mikro karena adanya tuntutan ekonomi dan membantu suami memenuhi kebutuhan hidup, keinginan menambah relasi dan meningkatkan keahlian mencari konsumen, serta kebutuhan aktuliasasi diri. 2) Dalam menjalankan peran gandanya tersebut mereka berupaya untuk mengalokasikan waktunya agar peran tersebut dapat berjalan seimbang. Dari peran ganda ini dapat dianalisis dengan 4 fungsi sistem sosial teori fungsional, yaitu 1) Adaptasi, mereka bekerja karena berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini yang mana kebutuhan hidup semakin mahal. 2) Pencapaian tujuan, mereka bekerja untuk dapat memperkuat ekonomi keluarga, mandiri secara finansial dan adanya kepuasan batin. 3) Integrasi, berusahan menjalankan peran ganda tersebut dengan baik sehingga tujuan yang diinginkan tercapai. 4) Pemelihara pola laten, keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan menjadi suatu hal yang dipertahankan oleh perempuan pelaku usaha mikro
Femininitas Leadership Kepala Sekolah Dalam Belenggu Patriarki (Studi Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Serang) Cahyo Kartiko Adi Nugroho; Stevany Afrizal; Septi Kuntari
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1478

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan serta mengidentifikasi gaya kepemimpinan kepala sekolah laki-laki maupun perempuan ditengah bayang-bayang patriarki. Selain itu, juga berfokuskan pada bagaimana tantangan kepemimpinan yang dihadapi oleh kepala sekolah laki-laki dan juga perempuan. Banten merupakan provinsi yang terkenal dengan seribu pondok dimana dengan mayoritas muslim memunculkan banyak tokoh serta pemimpin dari golongan laki-laki. Tak hanya itu, budaya patriarki yang langgeng serta masih kuat di Banten menjadikan atmosfer kepemimpinan laki-laki semakin pekat. Hal tersebut selaras dengan kedudukan kursi parlemen di Banten lebih besar diduduki oleh laki-laki dan sisanya perempuan.Tidak hanya dalam kursi parlemen saja, peran kepemimpinan perempuan dalam dunia pendidikan khususnya sebagai Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Serang juga masih minim, sehingga dengan masih minimnya kepemimpinan perempuan di ranah Sekolah Menengah Atas tentunya ada perbedaan segi gaya kepemimpinan dalam memimpin serta bagaimana dalam mengatasi tantangan kepemimpinan dalam menjabat sebagai kepala sekolah. Lalu, dengan minimnya peran perempuan dalam kepemimpinan Kepala Sekolah Negeri di Kota Serang, penelitian ini juga dapat membantu kita memahami lebih lanjut tentang perbedaan gender dalam dunia pendidikan dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi cara seseorang memimpin sebuah institusi pendidikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Deskriptif analitik menggambarkan dimana suatu objek yang diteliti melalui data yang telah dikumpulkan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah melalui tahapan observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukan adanya perbedaan pandangan gaya kepemimpinan antara kepala sekolah laki-laki dan perempuan dalam memimpin. Perbedaan gaya kepemimpinan ini berupa sudut pandang dari penilaian siswa tentang bagaimana kepemimpinan laki-laki dan perempuan. Perbedaan gaya kepemimpinan ini berdasarkan sifat maskulin dan feminimnya seorang kepala sekolah dalam menyelesaikan permasalahan serta membangun pola komunikasi.
Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Pendidikan Anak Di Kelurahan Kutabumi, Kabupaten Tangerang Halyma Wynda; Stevany Afrizal; Muhammad Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1481

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak di Kelurahan Kutabumi, Kabupaten Tangerang. Penelitian ini ialah penelitian kulitatif dengan metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan purposive sampling agar data yag diperoleh dapat sesuai dengan tujuan penelitian yang telah dibuat. Hasil penelitian serta pembahasan dalam penelitian ini adalah orang tua di kelurahan Kutabumi dapat menjalankan perannya sebagai pendamping pendidikan anak mereka sesuai dengan teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Pada indikator adaptasi, orang tua berperan dengan cara beradaptasi dengan perubahan pendidikan anak baik dalam pelaksanaan maupun tuntutan zaman yang kian berubah. Pada indikator pencapaian tujuan, orang tua mengidentifikasi tujuan pendidikan melalui pemberian arah agar anak dapat mandiri, mendapat pekerjaan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dalam indikator integrasi, orang tua mengupayakan agar terciptanya komunikasi yang baik dan keharmonisan yang mendukung kondisi belajar anak yang nyaman. Dan dalam latensi, orang tua memberikan dukungan kepada anak dengan dukungan informatif, pemenuhan fasilitas belajar dan juga apresiasi yang membangun semangat anak dalam belajar.
Kesetaraan Gender Organisasi Siswa Intra Sekolah Di SMAN 1 Carenang Ani Handayani; Yustika Irfani Lindawati; Stevany Afrizal
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1484

Abstract

Penelitian ini menggambarkan kesetaraan gender Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMAN 1 Carenang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi kesetaraan gender OSIS, serta mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan derajat kepercayaan, triangulasi sumber, dan kepastian. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Teori yang digunakan adalah teori feminisme liberal. Informan yang terlibat berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesetaraan gender sudah terlihat di SMAN 1 Carenang, hal ini ditunjukan dari kepala sekolah, pembina OSIS, anggota OSIS, dan siswa-siswi yang sudah menyadari pentingnya kesetaraan gender. Pihak sekolah juga memberikan kesempatan yang sama dalam proses pembelajaran dan berbagai aktivitas yang ada di sekolah, seperti memberikan kesempatan yang sama dalam mengikuti dan menjadi ketua OSIS. Anggota OSIS juga diberikan kesempatan yang sama dalam berpendapat. Namun, masih ada anggapan pemimpin identik dengan laki-laki dan pembagian tugas di OSIS yang belum merata. Adapun faktor pendorong kesetaraan gender berupa kesadaran individu, dukungan sekolah, pembinaan yang dilakukan pembina OSIS dan kemajuan ilmu pengetahuan. Sementara faktor penghambat kesetaraan gender berupa kurangnya kesadaran individu, masih ada anggapan pemimpin identik dengan laki-laki, kurangnya edukasi, dan pembagian tugas yang belum merata
Upaya Institusi Sosial dalam Menanggulangi Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Terlantar (Studi terhadap Institusi Sosial Fornal Dinas Sosial Kota Serang) Anten Fhabella; Subhan Widiansyah; Stevany Afrizal
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 6, No 02 (2024): PADARINGAN : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pn.v6i02.10852

Abstract

This article aims to describe the efforts of the Serang City Social Service in dealing with the presence of neglected people with mental disorders (ODGJ). The existence of abandoned people with mental disorders (ODGJ) in Serang City is caused by families not being able to care for and treat them at home, families let them wander outside the house which ultimately causes people with mental disorders (ODGJ) to become abandoned, and families lock up their family members who Having a mental disorder also makes his condition worse. There is a need for an institution to handle the existence of abandoned people with mental disorders (ODGJ), namely the Serang City Social Service which has the authority to deal with the existence of abandoned people with mental disorders (ODGJ) through the ATENSI program. Giddens in structuration theory, there are agents and structures that give rise to social practices in the form of daily routines for people with mental disorders (ODGJ) who are abandoned while in halfway houses. Meanwhile, according to Scott, there are pillars on which an institution is built, namely the regulative, normative and cultural-cognitive pillars. In this research, it was found that these three pillars went hand in hand, resulting in the establishment of an institution for the Serang City Social Service that could create stability in life in society.  
DINAMIKA GENDER DALAM KESEIMBANGAN PERAN KELUARGA: STUDI KASUS PERAN AYAH DALAM KEGIATAN RUMAH TANGGA DI KP. SUKACAI Ramdhini, Siti Agni; Afrizal, Stevany
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam pengalaman subjektif seorang ayah tunggal dalam menjalankan perannya dalam kegiatan rumah tangga. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana ayah tunggal mengartikan dan merespons tuntutan peran ganda mereka. Teori struktural fungsional menjadi kerangka kerja untuk menganalisis bagaimana ayah tunggal mengadopsi dan berinteraksi dengan peran-peran tersebut dalam konteks kegiatan rumah tangga. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling, yang memungkinkan peneliti untuk memilih partisipan berdasarkan karakteristik atau kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Wawancara mendalam dan pengamatan langsung digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Dari hasil penelitian, ayah tunggal dalam menjalankan peran ganda menghadapi beberapa tantangan. Tantangan ini mencakup stres finansial, Peran ganda yang dijalankan sebagai ayah sekaligus ibu sambil mengurus anak dan bekerja, serta stigma dari masyarakat.
STRATEGI PERAN GANDA PEREMPUAN SEBAGAI ASISTEN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS: DI KELURAHAN CILOWONG, KECAMATAN TAKTAKAN, KOTA SERANG BANTEN) Ukhroniyah, Ukhroniyah; Afrizal, Stevany
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga, yaitu sebagai ibu rumah tangga pada umumnya dalam hal mendidik anak dan juga melayani suami. Namun dengan perempuan memiliki peran ganda waktu untuk mengurus rumah dan bahkan untuk mengurus anak-anak menjadi semakin berkurang. Oleh karena itu perempuan yang berperan ganda harus memiliki strategi dan bisa membagi waktunya dengan baik agar kedua perannya tersebut dapat dilakukan dengan seimbang. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui tentang peran ganda perempuan dalam keluarga di Kecamatan Cilowong, kemudian untuk melihat bagaimana strategi yang dilakukan oleh perempuan yang berperan ganda yakni menjadi ibu rumah tangga dan juga bekerja sebagai asisten rumah tangga serta untuk mengetahui keterlibatan perempuan dalam hak pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain studi kasus yang diharapkan peneliti bisa mendapatkan informasi yang mendalam. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni perempuan yang berperan ganda di Kelurahan Cilowong dapat melaksanakan dua peran sekaligus dalam satu waktu dengan strategi yang dimiliki.
Pemahaman tentang Perbedaan antara Seks dan Gender di Kalangan Mahasiswa : Kajian Sosiologis Widianingsih, Sekar Rifdah; Afrizal, Stevany
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i2.2350

Abstract

Minimnya kesadaran gender di Indonesia tercermin dari banyaknya kasus kekerasan berbasis gender, terutama dalam ranah personal. Hal ini menunjukkan perlunya upaya meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender. Penelitian ini mengkaji pemahaman mahasiswa tentang perbedaan antara seks dan gender serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam terhadap 25 mahasiswa dari berbagai latar belakang. Secara objektif, sebagian besar mahasiswa memahami seks sebagai perbedaan biologis dan gender sebagai konstruksi sosial-budaya. Sementara, pemahaman subjektif terkait konsep gender masih keliru atau terbatas. Perbedaan pemahaman dipengaruhi berbagai faktor. Pemahaman keliru dapat memicu stereotipe dan diskriminasi berbasis gender. Sebaliknya, pemahaman tepat meningkatkan penerimaan diri, orang lain, serta mengurangi diskriminasi.
Co-Authors Adisha Anindiva Faizal Aenunnisa Aenunnisa Agustin, Nurmalasari Agustina, Fera Anggun Biyanti Ani Handayani Anten Fhabella Ardila, Ira Ashilah, Hana Athallaisya Adinda, Inez Azzahra, Tifani Shofa Bahrudin, Febrian Alwan Balqis, Azmelia Putri Cahya, Nilam Cahyo Kartiko Adi Nugroho Choirunnisa Sasa Destianti, Kavita Diah Utamy Empat Siti Fatimah Fauziah, Nine Febrian Alwan Bahrudin Firnanda, Ayu Fitria Wulandari Haerullah, Fiqri Alamsyah Halimatusa Diyah Halyma Wynda Hanifah, Destri Aulia Hapid TA, Ahmad hardiyanti hardiyanti Hari Prasetya, Bayu Haryono Haryono Haryono Haryono Hatami, Muhammad Hayat, Nurul Hermalia, Rini Hermsen, Sheila Hidayat, Sholeh Ilham Maulana jedah nurlatifah Kudus, Wahid Abdul KUNTARI, SEPTI Latifa, Jamilatul Lindawati, Yustika Irfani Lisdayanti, Lisdayanti LULUK ASMAWATI Meilla Dwi Nurmala Meilla Dwi Nurmala Meitami Sofiyanti Mudinillah, Adam Muhammad Agus Hardiansyah Musahwi Musahwi Muttaqin, Tiara Indriyani Nabilah, Rifa Nada, Syahirrah Nasiroh, Nasiroh Nida, Nabila Afro Nine Fauziah Novanza, Dahlia Bela Nurmala, Nisa Nursaidah, Siti Nurul Hayat Nurul Hayat Hayat Nuryasin, Muhammad Jamil Polelah Lelah Putri Tunggal Dewi Putri, Dea Pebriani rahmawati rahmawati Ramdhini, Siti Agni Risdiana, Ria Robiatussoleha, Ratu Aulia Rusdana, Rusdana Salsabilla, Sekar Sari, Nawang sastra juanda Sastra Juanda Setiawan, Rizki Setiawan, Rizky Shinta Bella Angelina Siti Saniah, Siti Subhan Widiansyah Tia Astuti Tubagus Umar Wibowo Ukhroniyah, Ukhroniyah Utami, Rezza Widia Viecena, Anwar Fikri Wanda Marsella Wardah Alivia Wikanti Widianingsih, Sekar Rifdah Wika Hardika Legiani Wikanti, Wardah Alivia Yulianto Yulianto Yustika Irfani Lindawati Zeba, Shahnaz Aqeela