Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS GIZI BERMASALAH KASUS STUNTING TERHADAP ANAK USIA 1-2 TAHUN Purba, Ivan Elisabeth; Sinaga, Taruli Rohana; Adiansyah
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4 No 2 (2021): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v4i2.4510

Abstract

Chronic malnutrition in children of growing age affects stunting cases. Based on data from the infant nutritional status survey in Indonesia in 2021, 25.5% was found in Mandailing Natal Regency at 47.7%, Deli Serdang Regency at 12.5% while in Medan city, the number of stunting cases was 19.9%. The purpose of the study was to analyze the problematic nutrition of stunting cases in children aged 1-2 years. The type of research method used in this research is qualitative with data collection carried out by interview techniques and literature studies at several health centers and hospitals in the Medan city area. The research data obtained from a total of 17 toddlers who have 1-2 years of age found there are 6 children (2.8%) toddlers who have stunting disease, risk factors that cause stunting are caused by a lack of nutrition or nutritional needs in toddlers in the womb until the growth period of 1-2 years, this will have a major impact on child growth and development.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUALITY AND QUALITY OF LIFE OF PATIENTS WITH CORONARY HEART DISEASE Siregar, Rinco; Sinaga, Taruli Rohana; Simamora, Martalena; Simaremare, Dedi Santina
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v8i1.5783

Abstract

Background: Patients with Coronary Heart Disease (CHD) tend to have a low Quality of Life Purpose: This study aims to identify the relationship between spirituality and the QoL of Patients with CHD. Methods: Descriptive correlational statistics with a cross-sectional design involving inpatients of CHD at the Adventist General Hospital, Medan. There were 89 patients who were selected using a purposive sampling technique. This study used the Daily Spiritual Experience Scale (DSES) and Quality of Life Index (QLI). Spearman Rank Correlation was used to analyze the relationship between the two variables. Results: The results of this study showed that 56.9% of CHD patients had low spirituality, and 52.8% had poor QoL. There is a significant relationship between spirituality and the QoL of CHD patients (r = -0.533; P = 0.001 <0.05). Conclusion: CHD patients with low spirituality have poor QoL. It is very important to provide interventions to improve the spirituality of patients with CHD which can ultimately improve their (QoL), which affects the recovery process. Several QoL. literatures note that the need for spirituality plays an important role in recovery in chronic patients.
PENERAPAN MANAJEMEN PUSKESMAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KESEHATAN KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2023 Hia, Ermelinda; Purba, Ivan Elisabeth; Tarigan, Yenni Gustiani; Dachi, Rahmat Alyakin; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v9i2.5544

Abstract

Penerapan manajemen puskesmas yang baik searah dengan peningkatan capaian kinerja puskesmas, namun pada kenyataannya tidak semua puskesmas dapat menerapkan manajemen puskesmas sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen puskesmas sebagai upaya peningkatan kinerja Unit Pelaksana Teknis Kabupaten Nias Barat.  Jenis penelitian ini adalah mixed method dengan desain sequential eksplanatory.  Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan perencanaan (P1) dari 13 Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat kategori baik berjumlah 6 Puskesmas (46,15), kategori sedang berjumlah 5 Puskesmas (38,4%), kategori kurang berjumlah 2 (15,3%), seluruh puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat menerapkan penggerakaan dan pelaksanaan (P2)  dengan baik  (≥ 8,5), sedangkan pengawasan, pengendalian, dan penilaian (P3) didapatkan hasil dari 13 puskesmas berkategori baik (> 8,5) berjumlah 7 Puskesmas (54%) dan berkategori sedang (5,5-8,4) berjumlah 6 Puskesmas (46%). Penerapan upaya kesehatan masyarakat (UKM) Esensial di Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat Tahun 2023 mayoritas kategori kurang (<80%) berjumlah 12 Puskesmas (92%), kategori baik (> 91%) berjumlah 1 Puskesmas (8%) dan juga penerapan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan masih kurang (<80%). Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait penerapan manajemen dan capaian kinerja Unit Pelaksana Teknis Kabupaten Nias Barat sehingga dapat menjadi evaluasi dalam meningkatkan kinerja puskesmas.
FAKTOR RENDAHNYA CAPAIAN AKREDITASI PUSKESMAS DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TOLIKARA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Aritonang, Ester Taruli; Sinaga, Taruli Rohana; Nababan, Donal; Ginting, Daniel; Sembiring, Rinawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44047

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan tahun 2024. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan menggunakan Teknik wawancara dan observasi. Informan adalah Kepala Puskesmas, Ketua Tim Akreditasi, Ketua Tim Pokja Akreditasi, Ketua Tim Mutu, Ketua Tim Pendamping Akreditasi Puskesmas, dan Bendahara Puskesmas. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas adalah faktor sumber daya manusia, faktor sarana dan prasarana, faktor sosial budaya, faktor kebijakan dan regulasi, faktor geografis dan keamanan. Dengan adanya temuan ini maka di harapkan Upaya yang dapat dilakukan oleh puskesmas untuk meningkatkan kinerja puskesmas dalam capaian akreditasi dan bagi dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara diharapkan terus melakukan pembinaan secara berkala dan terus memantau persiapan akreditasi puskesmas melalui pembinaan Bersama Lintas Program terkait. Studi ini menghasilkan fishbone analysis faktor rendahnya capaian akreditasi puskesmas di wilayah kerja dinas kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Pegunungan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI HB0 DI PUSKESMAS KABUPATEN DELI SERDANG Nora, Elvita; Nababan, Donal; Nainggolan, Christina Roos Etty; Sinaga, Taruli Rohana; Munthe, Seri Asnawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44048

Abstract

Imunisasi Hepatitis B merupakan pencegahan dini terhadap penyakit hepatitis B namun angka cakupan Imunisasi Hepatitis B yang diberikan kurang daari 7 hari pada bayi di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang pada 3 Puskesmas yang capaiannya tinggi sedang dan rendah. Tujuan Penelitan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas Kabupaten Deli Serdang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 34 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data yaitu univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,020, ada pengaruh supervisi tehadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,028, dan ada pengaruh beban kerja terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,013. Variabel yang paling dominan mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 adalah beban kerja. Disarankan kepada pimpinan agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas supervisi, dan menambah insentif, memberikan hadiah sebagai motivasi atas kinerja juru imunisasi serta tidak membebankan juru imunisasi dengan program lain diluar tupoksinya, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS NAMOHALU ESIWA Sinaga, Taruli Rohana; Manurung, Kesaktian; Rajagukguk, Desy Lustiyani; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Gea, Dermawani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i2.20116

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi kebijakan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmasa Namohalu Esiwa Tahun 2020. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) salah satu sasaran pokok RPJMN 2015-2019. Lokasi penelitian ini dilakukan di Puskesmas Namohalu Esiwa Kabupaten Nias Utara. Metode Pengambilan Sampel pada penelitian ini adalah metode Purposive Sampling dimana informan penelitian ditentukan oleh peneliti sendiri. Kebijakan pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas Namohalu Esiwa masih kurang, dimana dalam pembuatan kebijakan tentang PIS-PK masih belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat dan kebijakan tentang program ini belum berjalan dengan baik, agar kebijakan dapat berjalan dengan baik maka untuk kedepan sebelum melaksanakan kegiatan harus berpedoman dengan SOP yang sudah dibuat, mensosialisasikan kepada masyarakat, dan tetap fokus dengan kebijakan awal yang sudah di ambil. Sumber Daya Manusia di Puskesmas Namohalu Esiwa sampai saat ini masih kurang, dimana dalam pelaksanaan kegiatan PIS-PK ini belum semua tenaga kesehatannya dilatih program PIS-PK serta belum dilatih Training of Trainers sehingga menghambat pelaksanaan kegiatan dilapangan. Media dalam pelaksanaan kegiatan PIS-PK di Puskesmas Namohalu Esiwa masih sangat kekurangan, dimana dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan belum semua tenaga kesehatan menggunakan media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga menjadi penghambat dalam mengimplementasikan pelaksanaan PIS-PK. Pencatatan dan Pelaporan dalam pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas Namohalu Esiwa masih kurang karena tidak semua yang melaksanakan pendataan dapat menginput didalam aplikasi keluarga sehat dan juga jaringan di wilayah kerja tidak mendukung.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE DI RS MURNI TEGUH METHODIST SUSANNA WESLEY Modesta, Intan; Sinaga, Taruli Rohana; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Sitorus, Mido Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34640

Abstract

Stroke gangguan fungsi otak akibat terganggunya aliran darah, yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau bahkan kematian. Faktor risiko stroke terdiri dari yang tidak dapat diubah (genetik, usia, riwayat keluarga) dan yang dapat diubah (hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, alkohol, dan stres). Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor risiko stroke di RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain case control untuk mengidentifikasi faktor risiko stroke secara retrospektif. Hasil penelitian pada Usia >55 tahun merupakan faktor risiko dominan stroke dengan risiko 148,511 kali lebih besar, diikuti oleh kelainan jantung (OR 3,753). Faktor lain yang berhubungan dengan stroke adalah hipertensi, diabetes, dan dislipidemia, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan. RSU Murni Teguh Methodist Susanna Wesley perlu mengembangkan sistem skrining, pemeriksaan berkala, serta edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan stroke. Pasien disarankan menjalani pemeriksaan rutin, menerapkan gaya hidup sehat, mengelola stres, sementara penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi intervensi dan model prediksi risiko stroke.
Strategi Promosi Kesehatan Melalui Program PHBS: Studi Pada Dinas Kesehatan Sarolangun Provinsi Jambi Hamonangan, Jan Effendi; Dachi, Rahmat Alyakin; Sitorus, Mido Ester J.; Nababan, Donal; Sinaga, Taruli Rohana
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1108

Abstract

The purpose of this research is to explore in more depth all matters related to the Health Promotion Strategy through the PHBS Programme, namely Health Education, Disease Prevention and Health Protection. This type of research is qualitative research. Research involves in-depth interviews, document review, and direct observation. The informants in this study were the Head of Public Health, the holder of the health promotion programme and the community in Sarolangun. In this study, triangulation was employed by asking questions to informants and by examining written documents and field circumstances to validate the interview results. Processing research data with the in-depth interview method. The results showed that the health education strategy had an impact on individual behaviour, achieved through mass media, collaboration with puskesmas, doctors, and community groups. The disease prevention strategy has a positive effect on increasing community awareness and participation in disease prevention through health screening programs, immunisation, and environmental hygiene campaigns, which elicit a positive community response. The health protection strategy focuses more on providing hygiene facilities, forming health protection policies, and collaborating across sectors. However, challenges such as limited infrastructure and low community compliance need to be addressed through educational approaches, facility expansion, and stricter supervision to ensure programme sustainability and greater community impact.
SWAMEDIKASI OBAT: STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN DOLOKSANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2023 Manihuruk, Agatha Cornelia; Handini, Myrnawaty Crie; Sinaga, Taruli Rohana; Wandra, Toni; Sinaga, Lia Rosa Veronika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25836

Abstract

Swamedikasi adalah pengobatan sendiri yang biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan atau gangguan yang ringan. Swamedikasi dapat memberikan dampak negatif terhadap pengenalan gejala, pemilihan obat dan penggunaannya yang keliru. Keuntungan swamedikasi adalah aman apabila obat digunakan sesuai aturan, efektif mengatasi, hemat biaya, hemat waktu, dan berperan dalam pengambilan keputusan terapi. Sebaliknya, kerugian dari praktik swamedikasi antara lain bersifat tidak aman dan bahkan merugikan pemakai apabila aturan pengobatan yang seharusnya tidak dipatuhi. Untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan swamedikasi di Apotek Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Landasan pokok penelitan ini adalah fenomenologi desain dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak lima belas orang yang terdiri informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Analisis data dilakukan dengan tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu pemadatan data, penyajian data dan kesimpulan: gambaran dan verifikasi. Pengetahuan pasien tentang pengertian swamedikasi masih terbatas, walaupun ternyata sudah sering melakukannya. Tindakan swamedikasi umumnya dilakukan karena pengalaman pribadi, saran keluarga, pengaruh iklan dan promosi di media. Swamedikasi diyakini mudah dilakukan, cepat, lebih hemat biaya dan waktu. Rasionalitas penggunaan obat berdasarkan etiket kemasan obat terkait indikasi obat, dosis obat, cara pemakaian dan lama pemakaian obat, cara penyimpanan obat dan efek samping obat. Standar operasional prosedur disusun oleh Apoteker menjadi pedoman untuk memberikan pelayanan swamedikasi. Pengetahuan pasien terkait pelayanan swamedikasi berperan pada pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan swamedikasi. Rasionalitas penggunaan obat diperoleh dari informasi apoteker ataupun Tenaga Teknis Kefarmasian yang bertugas. Standar Operasional Prosedur swamedikasi disusun oleh apoteker dan menjadi pedoman pelayanan swamedikasi.
PERAN KLINIK SWASTA DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA MEDAN TAHUN 2024 Harahap, Diana; Nababan, Donal; Sembiring, Rinawati; Dakhi, Rahmat Alyakin; Sinaga, Taruli Rohana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peranan klinik swasta dalam program penanggulangan tuberkulosis paru di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah satu orang petugas Tuberkulosis dengan sampel berjumlah 5 klinik dengan teknik wawancara. Penelitian ini menggunakan instrumen voice recorder untuk merekam hasil wawancara. Data diolah dengan cara data reduction, Data display, dan conclusion drawing. Hasil yang didapatkan adalah 2 dari 5 klinik telah melakukan pencatatan dan pelaporan serta penganan kasus Tuberkulosis secara mandiri. 3 sisanya tidak melakukan dikarenakan beberapa hal, seperti: SDM yang kurang, tingginya resign, Tidak adanya SOP, Aplikasi SITB yang tidak responsive, serta kurangnya pantauan owner. Adanya peraturan seperti Peraturan Presiden, Peraturan Mentri Kesehatan, dan Peraturan Gubernur, dan Peraturan Walikota, merupakan bentuk dukungan dari pemerintah dan harus dilaksanakan oleh seluruh fasilitas kesehatan termasuk klinik swasta.
Co-Authors Adiansyah Agnes Purba Antonius Wilson, Antonius Wilson Aritonang, Ester Taruli Awidiyah Br Purba, Hana Ike Dameria Brahmana, Netti Brahmana, Netti Etalia Br. Brahmana, Nettietalia Br Brahmana, Nettietalia Br. Dalsabilah, Sobrina Damanik, Rani Kawati Daniel Ginting Dyna Grace Romatua Aruan Elisabeth Purba, Ivan Erwin Silitonga Evi Martina, Siska Fikarwin Zuska Fikrih, Rezza Frida Lina Tarigan, Frida Lina Gea, Dermawani Gultom, Rumondang Gultom, Tiur Y.M Hamonangan, Jan Effendi Handani, Myrnawati Crie Handini, Myrnawaty Crie Harahap, Diana Harefa, Kurniaman Heru Santoso Hestina Hia, Ermelinda Hidayat, Wisnu Hokkop Perawati Sinaga Hutahaean, Sri Hartati Rahayu Lambok Isnaeni, Lira Mufti Azzahri Itoleleng Naibaho, Nursyah Lasria Kartika Lestari, Ayuning Lina Tarigan, Frida Lumbangaol, Fernando Manalu, Vivi Sumanti Manihuruk, Agatha Cornelia Manurung, Jasmen Manurung, Kesaktian Martina, Siska Evi Modesta, Intan Monica, Yohana Munthe, Seri Asnawati Mutia, Lany MYRNAWATI CRIE HANDINI Nababan, Donal Nainggolan, Christina Roos Etty Ningsih, Siska Dwi Nora, Elvita Pardede, Jek Amidos Parlindungan Purba, Parlindungan Priltius, Natanael Purba, Agnes Purba, Agustinus Hamonangan Winston Purba, Lidya Purba, Sri Dearmaita Rahmat Alyakin Dakhi Rajagukguk, Desy Lustiyani Roslianizar, Syarifah Sapnita, Sapnita Sembiring, Rinawati Sembiring, Rinawati Siagian, Mindo Tua Sianipar, Artha Yuliana Silalahi, Hotnida Estirawaty Silitonga, Evawani M. Simamora, Martalena Simaremare, Dedi Santina Simaremare, Hizkia Sinaga, Janno Sinaga, Lia Rosa Veronika Sipayung, Apriska Dewi Sirait, Asima Siregar, Andi Putra Siregar, Laura Siregar, Rinco Sitohang, Rosina Sitorus, , Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester Sri Dearmaita Purba Tambunan, Formaida Tarigan, Yenni Gustiani Thaib, Cut Masyithah Toni Wandra Tua Siagian, Mindo Uhur, Bunga Utama, Indra