Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN DALAM EDUKASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH TROPIS Sumarni, Sumarni; Saefurrohim, Muhamad Zakki; Arfandi, Muh. Amri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35498

Abstract

Abstrak: Puskesmas Pasundan merupakan salah satu puskesmas dengan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Kota Samarinda, dengan 23,2% penderita hipertensi dan 2,95% penderita diabetes melitus. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya peran kader dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta rendahnya literasi kesehatan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan literasi digital berbasis ILP. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan demonstrasi yang diikuti oleh 37 kader dari 35 posyandu wilayah kerja Puskesmas Pasundan. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test interaktif dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 68% menjadi 89% dan peningkatan keterampilan komunikasi serta literasi digital sebesar 35–40%. Kegiatan ini memperkuat kapasitas kader dalam promosi kesehatan berbasis teknologi dan mendukung keberlanjutan ILP di tingkat pelayanan primer.Abstract: Pasundan Public Health Center is among the top three with the highest prevalence of Non-Communicable Diseases (NCDs) in Samarinda City, with 23.2% hypertension and 2.95% diabetes mellitus cases. The main issue faced by the partner is the suboptimal role of health cadres in implementing the Integrated Primary Care (ILP) and limited digital health literacy. This community service aimed to enhance cadres’ understanding and skills through digital literacy training based on the ILP approach. Activities included socialization, health education, and demonstrations involving 37 cadres from 35 integrated health posts. Evaluation was conducted using interactive pre–post tests and participant feedback. Results showed an increase in cadre knowledge from 68% to 89% and improvement in communication and digital literacy skills by 35–40%. The program strengthened cadres’ capacity in technology-based health promotion and supported the sustainability of ILP at the primary healthcare level.
Meningkatkan pengetahuan dan skill terkait TB, PTM dan gizi melalui pemberdayaan dan pelatihan kader kesehatan Siswanto Siswanto; Irfansyah Baharuddin Pakki; Muh Amri Arfandi; Muhamad Zakki Saefurrohim; Akhmad Azmiardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30727

Abstract

Abstrak Wilayah kerja Puskesmas Palaran di Samarinda dihadapkan dengan berbagai tantangan kesehatan dalam 3 tahun terakhir, termasuk tingginya angka penyakit menular seperti tuberkulosis, serta masalah stunting dan malnutrisi pada balita yang diperparah oleh komplikasi kehamilan pada ibu dengan obesitas, hipertensi, dan diabetes. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kader kesehatan melalui ceramah, demonstrasi serta praktik langsung, sehingga mereka dapat berkontribusi secara efektif dalam pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 November 2024 bertempat di Puskesmas Palaran, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Sebanyak 20 orang kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Palaran, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda menjadi sasaran dalam kegiatan ini. Pemberian edukasi dilakukan melalui presentasi materi, pembagian modul kesehatan serta praktik pemeriksaan kesehatan oleh kader, yang diawali dengan pemberian pre-test kemudian pemberian post-test pada sesi akhir. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader yang ditandai dengan peningkatan jumlah kader yang memiliki pengetahuan yang baik setelah mendapatkan edukasi dan pelatihan (TB: 5 menjadi 16 orang (220%), PTM: 13 menjadi 18 orang (38%), Antropometri: 16 menjadi 20 orang (25%)). Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dari pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan kader kesehatan terkait TB, PTM (HT dan DM) serta Antropometri (Uji wilcoxon : p < 0.05). Kader posyandu kini lebih memahami pentingnya deteksi dini TBC, pemantauan pertumbuhan balita menggunakan antropometri, dan pencegahan serta pengelolaan penyakit tidak menular. Direkomendasikan untuk melaksanakan pelatihan kader secara rutin dengan materi terkini, didukung oleh monitoring dan evaluasi untuk memastikan penerapan di lapangan. Kata kunci: edukasi; hipertensi; kader kesehatan; pemberdayaan; tuberkulosis Abstract Palaran Public Health Center (Puskesmas Palaran) in Samarinda has faced various health challenges over the past three years, including a high incidence of infectious diseases such as tuberculosis (TB), as well as issues related to stunting and malnutrition among children under five. These conditions are further exacerbated by pregnancy complications in mothers with obesity, hypertension, and diabetes. This community service program was designed to strengthen the capacity of health cadres through lectures, demonstrations, and hands-on practice, enabling them to contribute effectively to the prevention and early detection of public health problems. The activity was conducted on November 16, 2024, at the Palaran Public Health Center, Palaran Sub-district, Samarinda City. A total of 20 health cadres in the Palaran working area participated in this initiative. The educational sessions were delivered through material presentations, distribution of health modules, and practical health check-ups conducted by the cadres. These activities were preceded by a pre-test and concluded with a post-test. The results showed an increase in cadre knowledge, as indicated by the rise in the number of cadres with good understanding following the education and training sessions (TB: from 5 to 16 cadres, a 220% increase; NCDs: from 13 to 18 cadres, a 38% increase; Anthropometry: from 16 to 20 cadres, a 25% increase). These findings indicate a positive impact of the educational intervention on cadre knowledge related to TB, non-communicable diseases (NCDs: hypertension and diabetes), and anthropometric measurement (Wilcoxon test: p < 0.05). As a result, Posyandu cadres now have a better understanding of the importance of early detection of TB, monitoring child growth using anthropometry, and the prevention and management of non-communicable diseases. It is recommended that cadre training be conducted regularly with updated materials, supported by monitoring and evaluation to ensure effective implementation in the field.. Keywords: education, empowerment, health cadres, hypertension, tuberculosis
Co-Authors Abdul Hakam Akhmad Azmiardi Akhmad Azmiardi Al-Ayubi, Moch Thoriq Assegaf Alvy Fajri Amanda Hesti Pratiwi Andreas Wilson Setiawan Anggun Dessita Wandastuti Ardiani, Intan Henda Arfandi, Muh. Amri Ariyanti, Rea Arlina Azka Arulita Ika Fibriana Asrianti, Tanti Atika Aulia Atika Aulia Aufiena Nur Ayu Merzistya Aufiena Nur Ayu Merzistya Azmiardi, Akhmad Akhmad Baiq Diken Safitri Basrowi, Ray Wagiu Casmuti, Casmuti Dani Miarso Dina Nur Anggraini Ningrum Dwi Sarwani Sri Rejeki Farida, Eko Fatihah, Ana Nur Fitria Ningsih Intan Zainafree Intan Zainafree, Intan Irfansyah Baharuddin Pakki Irsam, Muhamad Irwan Irwan Isbandi Isbandi Jusran, Alek Kholifah, Siti Putri Nur Lukman Fauzi Mahalul Azam Masruroh1,2, Ah Yusuf3 , Nikmatur Rohmah4, Irfansyah Baharudin Pakki5 , Anita Dewi Prahastuti Prasojo6 , Qurnia Andayani1 , *Agung Dwi Laksono7 Minhajul Mubarok Mona Subagja Muh Amri Arfandi Muh. Amri Arfandi Muhamad Anbiya Nur Islam Muhammad Aidil Fitrah Mustafa Daru Affandi Mustika Suci Susilastuti Nabila Vebiana Soviadi Nadia Syukria Nindy Nurhalizah Nur Dian Rakhmawati Nur Dian Rakhmawati Nur Wahidah Nur Wahidah Prasetya, Henky Yoga Pratomo , Hadi Putri Rahayu , Agustin Putri Rahayu , Eka Rahayu, Agustin Putri Rahayu, Eka Putri Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Rina Tri Agustini Risva Risva Risva Roma Yuliana Rr. Sri Ratna Rahayu S Siswanto Silfia Addina Siswanto Siswanto Siswanto SITI MARIA ULFA Soesmeyka Savitri Sri Ratna Rahayu Suci Susilastuti , Mustika Sumarni Sumarni Tatik Atmini Ulfa, Siti Lutfiyah Utami, Dian Margi Utomo , Dewi Natalista Dwi Warsono Warsono Widya Hary Cahyati Wijayanti , Siwi Pramatama Mars Zaimatuddunia, Irma Zainafree , Intan Zuyyinatun Muflikhah