Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HIJRAH ISLAMI MILENIAL BERDASARKAN PARADIGMA BERORIENTASI IDENTITAS Suci Wahyu Fajriani
Sosioglobal Vol 3, No 2 (2019): Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.081 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v3i2.21643

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan perkembangan hijrah islami pada masyarakat milenial, dengan mencerminkan perubahan diri ke arah yang lebih baik berlandaskan ajaran agama Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengumpula\kan informasi dari jurnal, buku, dokumen elektronik, dan berita online. Hijrah Islami menjadi gerakan sosial baru di masyarakat, paradigma berorientasi identitas sebagai analisis penelitian, karena menitikberatkan pada keterlibatan para aktor dan aksi kolektif. Analisis dikaji dengan lima kelebihan paradigma ini, hasilnya adalah: (1) Ekspresi kuat terjadi pada artis yang melakukan hijrah, pelaku ekonomi di bidang pakaian muslim meningkat, kajian-kajian hijrah islami diperoleh dari media sosial; (2) Ekspresi hijrah islami milineal, terlihat pada gagasan yang maju, pola pikir lebih kritis dan terbuka; (3) Perilaku ekspresif dengan mengikuti berbagai kajian-kajian islam; (4) Peran dan posisi aktor milenial dalam melaksanakan hijrah sebagai muslim dan muslimah sesuai dengan ajaran agama islam; (5) Menempatkan individu dalam hijrah islami ke arah tujuan hidup yang lebih baik dan terarah. Kesimpulan, hijrah islami milenial merupakan gerakan sosial baru yang menjadi identitas umat Islam berdasarkan ajaran agama Islam. Kata Kunci: Hijrah, Islami, Milenial dan Identitas
Cyberspace: Dampak Penyimpangan Perilaku Komunikasi Remaja (Cyberspace: The Impact of Adolescent Communication Behavior Deviation) Suci Wahyu Fajriani; Bintarsih Sekarningrum; Munandar Sulaeman
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 23, No 1 (2021): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.23.1.2021.63 - 78

Abstract

Cyberspace telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebutuhan sehari-hari remaja dalam berkomunikasi melalui koneksi internet melalui aplikasi. Penyimpangan perilaku remaja akibat komunikasi remaja melalui cyberspace dengan teman sebaya atau orang lain yang berdampak pada kepribadian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dampak penyimpangan perilaku komunikasi remaja dalam cyberspace. Teori asosiasi diferensial pada poin komunikasi remaja dalam subkultur menyimpang digunakan untuk proses analisis dalam artikel ini. Artikel ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksplanatori, dengan sampel 100 remaja SMA Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner online melalui Google Form. Hasil menunjukkan bahwa kepribadian yang terbentuk dari hasil penyimpangan perilaku komunikasi remaja adalah: (1) .embentuk kepribadian yang agresif (30%); (2) Membentuk kepribadian yang mudah emosi (27%); (3) Membentuk kepribadian yang cemas/stress (25%); dan Membentuk kepribadian yang lebih berani mencoba untuk hal baru (18%). Kesimpulan penelitian menunjukkan dalam membentuk kepribadian remaja berdampak kepada empat hal pada hasil penelitian yang disebabkan oleh aktivitas remaja pada cyberspace.
The commodification of education and inequality in Indonesia: A sociological perspective Sari, Kurnia Asni; Fajriani, Suci Wahyu; Gunawan, Gunawan; Zulqoifah, Ainul; Hartani, Mallia
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i8.623

Abstract

This study analyzes the phenomena of commodification and inequality in the Indonesian education industry from a critical sociological perspective. Education, which is a basic right for all citizens, has been transformed into a commercial commodity accessible only to groups with certain economic, social, and cultural capital. This study used qualitative methods with content analysis based on Bourdieu's capital theory and Weber's stratification. The results indicate that commodification of education through superior private schools, tutoring, and achievement pathways strengthens student privilege and widens the gap between social classes. The privatization of education obscures the principle of meritocracy and creates a cycle of structural injustice that ultimately makes it difficult for students to achieve vertical social mobility. This research finds that educational inequality in Indonesia is not only a matter of access but also a structural problem that is supported by an unequal social, cultural, and economic system.
Inequality and potential: A sociological analysis of the role of local communities in the tourism economy around Lake Lut Tawar Hartani, Mallia; Fajriani, Suci Wahyu; Sari, Kurnia Asni; Putri, Lisya Septiani
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i8.638

Abstract

This study examines the unequal distribution of economic benefits and potential for local community development in the Lut Tawar Lake tourist area, Central Aceh Regency, using Anthony Giddens' structuration theory as a single analytical framework. A qualitative approach was used through literature review, field observations, and semi-structured interviews. The results indicate that the cultural and natural potential of the local community has not been optimally utilized due to the dominance of external capital, policies that are not yet in favor, and limited community capacity. Structure-agency analysis reveals that the imbalance between policies, regulations, and structural support with the initiatives and capabilities of local actors is the main source of inequality. The proposed strategies include strengthening agencies through training, affirmative regulation, and strengthening market networks to create a balance between structure and agency.
Komodifikasi Identitas di Era Digital: Studi Literatur tentang Personal Branding di Media Sosial: Ainul Zulqoifah Asmawati; Nabila Tahira; Lisya Septiani putri; Mallia Hartani; Suci Wahyu Fajriani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11947

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka komprehensif mengenai komodifikasi identitas di media sosial dengan fokus pada fenomena personal branding. Melalui sintesis literatur dari komunikasi, sosiologi, dan pemasaran, penelitian ini menelaah bagaimana identitas individu dikonstruksi, direpresentasikan, dan dikomodifikasi menjadi entitas yang dapat diperdagangkan dalam ruang digital. Analisis menunjukkan bahwa fenomena ini berakar pada Teori Dramaturgi, Ekonomi Politik, dan Kritik Budaya, serta difasilitasi oleh algoritma, metrik, dan sistem kurasi konten pada platform digital. Temuan utama menyoroti adanya paradoks antara pencarian otentisitas dan tuntutan pasar, yang berdampak pada implikasi psikologis seperti objektifikasi diri dan krisis mental, serta konsekuensi sosial berupa reproduksi ketidaksetaraan dan kolonialisme digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komodifikasi identitas melalui personal branding merupakan isu multidimensi yang kompleks dengan kesenjangan penelitian yang perlu ditindaklanjuti, khususnya terkait dampaknya terhadap keragaman budaya, struktur sosial, dan relasi kuasa dalam masyarakat digital.
Social capital in Islamic community-based pesantren Tahira, Nabila; Sari, Kurnia Asni; Asmawati, Ainul Zulqoifah; Fajriani, Suci Wahyu
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.706

Abstract

Pesantren is one of the oldest educational institutions in Indonesia. This study aims to analyze how social capital contributes to economic independence at Pesantren Aulia Cendekia in Palembang, Indonesia. This is due to limited funding sources and competition among educational institutions. Pesantren, as an institution with a unique educational program centered on religious teaching, uses social capital to maintain financial sustainability by utilizing business units within the institution. This study examines the assets of pesantren business units using Robert D. Putnam's social capital theory, which links social capital with economic independence. With a comprehensive and contextual approach, this study uses qualitative methodology and collects data through observation, interviews, and documentation. The results show that the economic success of pesantren depends not only on their tangible assets but also on the quality of connections, teamwork, and important figures such as ustadz. Using sustainable business units, such as managing productive waqf (Islamic endowment funds), establishing business incubators, and forming Micro Waqf Banks in collaboration with the government, Islamic boarding schools utilize their social capital, which includes alumni networks and trust. In addition to business units, the ustad also plays an important role in the sustainability of Islamic boarding schools in terms of their economic independence.
Ureh Nan Ampek: Sebuah Dikotomi Keseimbangan Etnofarmakologi Minangkabau Tresno Tresno; Ilal Ilham; Suci Wahyu Fajriani; Mallia Hartani
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 8, No 2 (2025): June
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.8.2.224-240

Abstract

Di Indonesia, sistem kesehatan tradisional masih terpisah dari pengobatan modern, namun berjalan beriringan dengan  pengobatan modern. Desa Simanau memiliki pengobatan ureh nan ampek yang dikenal dengan empat jenis tanaman obat. Etnofarmakologi ini memiliki dikotomi keseimbangan yang sama dengan pengobatan patologi humoral, ayurveda dan yin-yang. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnosains dimana peneliti menggunakan pengetahuan lokal dari dukun dengan teknik pengumpulan data melalaui wawancara dan observasi, lalu tanaman yang dikumpulkan diuji dengan fitokimia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa etnofarmakologi empat jenis tanaman obat ini memiliki dikotomi keseimbangan yang sama berdasarkan hubungan antara cerita Tawa Ureh Nan Ampek dengan pengujian fitokimia. Enydra fluctuans DC (sitawa) mengandung flavonoid, steroid dan saponin yang dideskripsikan sebagai penawar panas bagi paru-paru atau karabu. Cheilocostus speciosus (sidingin) memiliki kandungan flavonoid dan steroid yang dideskripsikan sebagai penghilang rasa dingin pada hati. Bryophyllum pinnatum (cikarau) mengandung flavonoid, fenolik, steroid dan saponin yang dideskripsikan sebagai penghancur penyakit pada intstinum tenue atau galang nan tujuah, dan Sacciolepis interrupta (cikumpai) mengandung saponin dan steroid yang dideskripsikan sebagai penghilang penyakit pada usus besar dan rectum atau rueh-rueh jari.
The commodification of education and inequality in Indonesia: A sociological perspective Kurnia Asni Sari; Suci Wahyu Fajriani; Gunawan Gunawan; Ainul Zulqoifah; Mallia Hartani
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i8.623

Abstract

This study analyzes the phenomena of commodification and inequality in the Indonesian education industry from a critical sociological perspective. Education, which is a basic right for all citizens, has been transformed into a commercial commodity accessible only to groups with certain economic, social, and cultural capital. This study used qualitative methods with content analysis based on Bourdieu's capital theory and Weber's stratification. The results indicate that commodification of education through superior private schools, tutoring, and achievement pathways strengthens student privilege and widens the gap between social classes. The privatization of education obscures the principle of meritocracy and creates a cycle of structural injustice that ultimately makes it difficult for students to achieve vertical social mobility. This research finds that educational inequality in Indonesia is not only a matter of access but also a structural problem that is supported by an unequal social, cultural, and economic system.
Inequality and potential: A sociological analysis of the role of local communities in the tourism economy around Lake Lut Tawar Mallia Hartani; Suci Wahyu Fajriani; Kurnia Asni Sari; Lisya Septiani Putri
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i8.638

Abstract

This study examines the unequal distribution of economic benefits and potential for local community development in the Lut Tawar Lake tourist area, Central Aceh Regency, using Anthony Giddens' structuration theory as a single analytical framework. A qualitative approach was used through literature review, field observations, and semi-structured interviews. The results indicate that the cultural and natural potential of the local community has not been optimally utilized due to the dominance of external capital, policies that are not yet in favor, and limited community capacity. Structure-agency analysis reveals that the imbalance between policies, regulations, and structural support with the initiatives and capabilities of local actors is the main source of inequality. The proposed strategies include strengthening agencies through training, affirmative regulation, and strengthening market networks to create a balance between structure and agency.
Social capital in Islamic community-based pesantren Nabila Tahira; Kurnia Asni Sari; Ainul Zulqoifah Asmawati; Suci Wahyu Fajriani
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 10 (2025): October 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i10.706

Abstract

Pesantren is one of the oldest educational institutions in Indonesia. This study aims to analyze how social capital contributes to economic independence at Pesantren Aulia Cendekia in Palembang, Indonesia. This is due to limited funding sources and competition among educational institutions. Pesantren, as an institution with a unique educational program centered on religious teaching, uses social capital to maintain financial sustainability by utilizing business units within the institution. This study examines the assets of pesantren business units using Robert D. Putnam's social capital theory, which links social capital with economic independence. With a comprehensive and contextual approach, this study uses qualitative methodology and collects data through observation, interviews, and documentation. The results show that the economic success of pesantren depends not only on their tangible assets but also on the quality of connections, teamwork, and important figures such as ustadz. Using sustainable business units, such as managing productive waqf (Islamic endowment funds), establishing business incubators, and forming Micro Waqf Banks in collaboration with the government, Islamic boarding schools utilize their social capital, which includes alumni networks and trust. In addition to business units, the ustad also plays an important role in the sustainability of Islamic boarding schools in terms of their economic independence.
Co-Authors Abdul Kholek Acintya, Anggie Elma Acparel Ganesa Islami Pasha Adellia Ayu Zahra Adinda Mahesa Ayu Adithya Pratama Agung Permadi Ainul Zulqoifah Ainul Zulqoifah Asmawati Aisa Rosa Aisyah Arrahma Aji Saputra, Angga Aliah, Syarlla Zenia Aliyah Jasmine Rifa Riyanti Alja'is Fadillah, Yogi Alyssa Nabillah Ananda Meylisha Andina, Anissa Sofinaycila Anizzah Meisyah putri ARISKA, IIS Asmawati, Ainul Zulqoifah Aulia Novita Aulia Novita Rizki Aulia Salma Novita Hasanah Azizah, Napinurul Azzahra Surga, Fatimah Azzahro, Azizah Bintarsih Sekarningrum cantika Danapati Putri Davit Saputra Dea Anggraini Debora Situmeang Desi Nurmasari Deska Fitriyani Deva Agustrianda Dinda Triyani Dwi andreanno Saputra Dwiki Hari Pangestu Erna Retna Safitri Ernia Syah Putri Fadillah Nur Habibah M Farel Edyan Putri Fatur Aryatama Fitri Wahdaniyah Gea Lestari Geneva Nurwahyu Al Imani Gunawan Gunawan Gunawan, Gunawan Haniifa Rahmah Herlianti, Meza Humaira, Afifa Ilal Ilham Imelda Putri Zulkarnain Inasyah Mutia Putri Intan Emi Putri Keysha Mutia Ranandityas Khodijah, Nandea Kirana Suhada Kurnia Asni Sari Kurnia Asni Sari Kurnia Asni Sari Kurnia Asni Sari Lidya Shela Agustin Lisya Septiana Putri Lisya Septiani Putri Lisya Septiani Putri Lisya Septiani Putri Lisya Septiani Putri Lisya Septiani Putri M. Munandar Sulaeman M. Taufiqurrahman Akbar Maharani Safitri Mallia Hartani Mallia Hartani Mallia Hartani Mallia Hartani Mardana, Rachma Marissabeth Panjaitan Maulana, Ridho Adji Maureen Anastasya Silangit Mellys Wahyuni Mirna Delli Septiana Moh Alif Awaluddin Muhammad Adib Saputra Muhammad Fajri Muhammad Rifai Mustar Robi Nabila Tahira Nabila Tahira Nadya Difriana Nara Zatty Nazhifa Mulya Kinasih Nesya Dwi Ramadhani Nindi amirnati Noor Annisa Suci Lestary Nur Rahma Vadila Nurul Kalima Ochi Ramadhanti Oktaviana Br Ginting Prasetyo, Dwi Arif Pratama, Ahmad Yusuf Pratama, M. Budi Putri Adinda Putri Utaya, Naura Putri, Rienika Rahayu , Fitria Raisha Dea Alifya Reva Zikri Fahlevi Ridhah Taqwa Rika Maryam Rizki Fahrizi Rohmat Rudy Kurniawan Rudy Kurniawan Rudy Kurniawan Rudy Kurniawan Sabrina Sahara Salsabila Nihel Fazila, Ghania Salsabilla Azzahra Sari, Kurnia Asni Septiana Putri, Lisya Shalsa Badisyafitri Siska Mona Sartika Sisy Viola Gendis Nasution Suci Maharani Suhardi Suhardi Syakirania, Fela Tary Hadisti Ajizah Thita Maharani Tresno Tresno Tresno Tresno Tresno, Tresno Umi Khasanah Utami, Nesa Venny Salsabela Wijaya Vini Anggun Pratiwi Widyawati Hafsari Wulandari, Nyayu Tania Yansyah, M. Randi Yunita Maha Rani, Yunita Yusela anida Zairindra Anggun Safitri Zulqoifah, Ainul