Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Re-Branding Logo Halal Indonesia dalam Perspektif Teori Gestalt: Penelitian Maysya Tri Putri; Daniel Handoko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.540

Abstract

The Ministry of Religion of the Republic of Indonesia through its official website and Instagram account in March 2022 established and released the "Indonesian Halal Label" logo. The release of the Indonesian Halal Label logo by the Ministry of Religion received various responses and views and even sparked debate and mutual opinions from various groups. Against the background of various polemics and controversies over the new design of the Indonesian Halal Label logo, this study will try to reveal the meaning of the Indonesian Halal Logo from the perspective of Gestalt theory. This study aims to explain the meanings of the Indonesian Halal Logo and to find out the elements of gestalt theory contained in the Indonesian halal logo. In this study, the researcher used a descriptive qualitative approach to data collection techniques, namely observation of the shape, color and typography/writing on the Indonesian halal logo. The results of the study show that the re-branding of the Indonesian Halal logo brought about significant changes in public perception of halal products. These changes occurred due to the application of the principles of Gestalt theory which emphasize similarity, unity, balance, experience and simplicity in the design of the new logo. This research makes an important contribution to the field of visual communication and branding, especially in the context of culture and religion in Indonesia.
Pelatihan Konten Media Sosial dalam Meningkatkan Minat Masyarakat terhadap Pondok Pesantren IKADI Handoko, Daniel; Tayibnapis, Radita Gora; Purwanto, Hari Eko
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 4 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v3i4.10664

Abstract

Media sosial saat ini memegang peranan penting dalam meningkatkan visibilitas lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Artikel ini mengkaji kegiatan pengabdian masyarakat yang difokuskan pada pelatihan pembuatan konten media sosial sebagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap Pondok Pesantren Ikatan Da’wah Islam (IKADI). Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali santri dan tenaga pengajar dengan keterampilan dalam menciptakan konten visual yang efektif, menggunakan media sosial sebagai alat untuk memperkenalkan program pendidikan pesantren. Kegiatan ini menggunakan pendekatan praktis dengan pelatihan langsung yang melibatkan teknik pengambilan gambar menggunakan kamera handphone, serta penggunaan aplikasi desain grafis dan video editing seperti Canva dan CapCut. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar pembuatan konten visual yang menarik, serta dapat merancang dan memproduksi materi visual yang sesuai dengan strategi branding Pondok Pesantren IKADI. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat identitas digital pesantren melalui pemanfaatan media sosial. Oleh karena itu, hasil dari pengabdian ini mengindikasikan bahwa media sosial dapat menjadi alat yang efektif dalam mempromosikan lembaga pendidikan berbasis pesantren, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan Islam melalui teknologi digital.
Ganjar Pranowo’s Storytelling and Political Image on Social Media Muksin, Nani Nurani; Sinaga, Astriana Baiti; Hidayat, Hendra; Handoko, Daniel; Shabana, Amin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/komunika.v17i2.7206

Abstract

Politics is not socially empty. Therefore, politicians must also find the right strategy to increase popularity and electability. One way that can be used is the use of social media. Social media is now widely used by political actors as a means to absorb aspirations in the political field. One of the social media that is currently widely used as a political tool is TikTok. As of April 2022, there are 99,072,000 TikTok users in Indonesia or 51.1% of the Indonesian population aged 18 years and over. This article aimed to explore how Ganjar Pranowo built his self-image through his TikTok account @ganjarpranowofc and what storytelling strategies were used in that image. A qualitative approach with a content analysis method is used in writing this article. There are 252 videos from the TikTok account @ganjarpranowo were analyzed from January to May 2022. This article uses the political image category approach described in Liebhart and Bernhardt's research (2017) as a basis for analysis. From this research, Ganjar Pranowo simplifies political issues in his imagery efforts. In addition, there are indications of three storytelling strategies used in political imagery on the TikTok account: the biographical strategy, the incumbent strategy, and the Kagama chairman strategy.
Analisis Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia Pada Iklan Ichitan Indonesia Versi  'Ichitan Signature’ Di Youtube Nesya Navisabilla; Perdana, M Adithya; Handoko, Daniel
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/vds5np36

Abstract

Iklan-iklan di Indonesia diatur oleh Etika Pariwara Indonesia (EPI), yang merupakan seperangkat pedoman dan peraturan untuk praktik periklanan. Salah satu iklan yang dirilis berjudul "Thai Signature" pada tanggal 1 Maret 2020 dengan durasi 30 detik. Pada akhir video, terdapat scene yang memperlihatkan tulisan "Satu-Satunya yang Asli dari Thailand," yang menekankan bahwa produk ini adalah satu-satunya minuman teh asli yang berasal dari Thailand. Iklan ini melanggar kode EPI pasal 1.2.3, yang menyatakan bahwa penggunaan kata-kata seperti "satu-satunya", "hanya", "cuma", atau kata-kata lain dengan makna serupa tidak boleh digunakan dalam iklan, kecuali jika disertai dengan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.  Kata kunci: Iklan, Etika Pariwara Indonesia, Ichitan Signature, Youtube
Analisis Etika Periklanan Politik Era Soekarno (1945-1967) Yusuf, Mohamad Faiq Rizkiansyah; Kamil, Muhamad Gibraltar; Handoko, Daniel
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/tjzdvm47

Abstract

Press Ethics are principles and guidelines for regulating the behavior and practices of journalism activities. The main function of ethics is to ensure that the news and information presented are carried out fairly, accurately, and responsibly. This makes press ethics important to maintain and implement to maintain the integrity, trust, and credibility of the press. However, these ethics always change from time to time, following the current political, economic, social, and cultural developments in a country. In this research, we will reveal the role and ethics of the press during the political era of the Soekarno era 1945-1967). It was found that based on authoritarian press theory, press ethics at that time were heavily influenced and controlled by the government, and emphasized the implementation of NASAKOM ideology by members of the press. Therefore, this research reveals several press guidelines, the conditions of the press, and the implementation of these ethics in society during the Soekarno political era. Keywords: Authoritarian Press Theory, Nasakom Ideology, Soekarno of  Era Press Ethics  
Etika Periklanan Pada Media Sosial Instagram di Era Influencer Azharia; Novitasari, Adinda Wulan; Priyanda, Adinda Bagesa; Handoko, Daniel
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/ycrcy705

Abstract

The development of social media such as Instagram has transformed advertising paradigms with the emergence of influencer marketing. Influencers play a crucial role in shaping consumer opinions and behaviors, leveraging their trust and credibility to promote products in a personal and authentic manner. However, this practice also faces ethical challenges, particularly regarding transparency in marking sponsored content. Regulations and platform initiatives have been introduced to enhance transparency, yet understanding and compliance remain significant issues. This study highlights the need for stricter guidelines and education for influencers to ensure more ethical advertising practices in today's digital age. Keywords: Advertising Ethics; Social Media; Instagram; Influencer
Etika Iklan Royale Soklin Superlatif di Pasar Berkembang Isaac Ibrahim Molfi; Alief Rahman Juliansyah; Daniel Handoko
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7rhvbv62

Abstract

Di tengah pertumbuhan pasar digital di negara berkembang, iklan hiperbolik tanpa dasar faktual dapat melemahkan kepercayaan konsumen dan menimbulkan risiko reputasi merek. Hal ini dapat memberikan prasangka bahwa suatu kelebihan produk memicu ketertarikan pada konsumen, namun dibalik itu bisa menjadi tolak  suatu produk , Pada kondisi ini, pelaku iklan harus menerapkan Etika Periklanan yang menjadi pedoman yaitu Etika Periklanan Indonesia. Salah satu iklan produk deterjen "Royale Soklin Sachet" yang menggunakan slogan "wangi mewah enggak ada duanya" dengan metode penelitian kualitatif jenis studi literatur. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa mesikpun klaim superlatif secara hukum dapat digolongkan sebagai puffery, review ini menimbulkan dalam segi etika melanggar karena diragukan untuk mengetahui verifikasi kebenarannya
Pengaruh Konten Tiktok Jejuby terhadap Keputusan Pembelian : Survei pada Followers Akun TikTok @jejubyofficial Dinni Sabrina Bahri; Daniel Handoko
Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Vol. 1 No. 4 (2025): November : Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dialogika.v1i4.835

Abstract

This study aims to determine the influence of Jejuby's TikTok content on the purchasing decisions of followers of the @jejubyofficial TikTok account. In today's digital age, social media platforms like TikTok have become one of the most effective promotional tools for reaching consumers, particularly in the beauty and skincare industry. Jejuby, as a local brand on the rise, actively leverages TikTok as a marketing platform by creating various types of content, including tutorials, testimonials, and visually appealing content. The theories used in this study are the Marketing Communication Theory with dimensions: Advertising, Sales Promotion, Personal Selling, Public Relations, and Direct and Digital Marketing. The Content Theory with dimensions: Credible, Shareable, Useful or Fun, Interesting, Relevant, Different, On Brand. The Purchase Decision Theory with dimensions: Need Recognition, Information Search, Evaluation of Alternatives, Purchase Decision, Post-Purchase Behavior. This study used a quantitative approach with a survey method. Sampling was conducted using simple random sampling and calculated using the Slovin formula with a margin of error of 5%. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 92 respondents who were followers of the @jejubyofficial TikTok account. The research instrument was tested using validity and reliability tests, while data analysis was conducted using simple linear regression with a correlation coefficient (R) value of 0.711 in the strong category. The coefficient of determination (R²) value of 0.506 indicates that 50.6% of purchasing decisions are influenced by TikTok content, while 49.4% are influenced by other factors. The research results for TikTok content had an average of 3.47, while purchase decisions had an average of 3.54. The research results indicate that there is a significant influence between Jejuby's TikTok content and its followers' purchase decisions. This means that content packaged in a relevant manner and aligned with the brand's identity can influence consumers' decisions to purchase Jejuby products.
Analisis Kredibilitas Influencer dalam Meningkatkan Brand Awareness @Zaskiasungkarjakarta Melalui Konten Media Sosial Instagram Alma Aninditha Zalianty; Daniel Handoko
Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dialogika.v2i1.949

Abstract

The rapid development of social media has made fashion brands, especially modest fashion, increasingly collaborate with influencers to increase brand awareness. This study discusses the role of influencer credibility in increasing brand awareness of the brand @zaskiasungkarjakarta through Instagram content. The method used a case study with a qualitative approach. Data was collected through interviews and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results show that influencer credibility plays a significant role in maintaining brand awareness. There are three main dimensions that are visible: expertise, trustworthiness, and attractiveness. Trustworthiness is evident from the honesty and consistency of influencers when showing or reviewing products. Meanwhile, attractiveness arises from the match between the influencer's lifestyle and image with the brand, making the audience feel more relatable and trusting. Overall, influencer credibility helps increase brand awareness from the brand recognition stage (people start to recognize), brand recall (people can remember again), until the brand finally becomes top of mind in the minds of the audience.
Analisis strategi email marketing dalam komunikasi pemasaran digital: studi kasus Traveloka Agustina Riska Eka Saputri; Daniel Handoko; Makroen Sanjaya
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43416

Abstract

Abstract This study addresses a key issue in digital marketing communication practices, namely the growing tendency of email marketing to shift into a transactional and purely promotion oriented medium. This condition may lead to message fatigue, declining audience engagement, and the weakening of brand trust in the long term. In the context of increasingly intense competition within the digital industry, email marketing should not only function as a promotional channel but also as a relational communication medium capable of fostering sustainable relationships between brands and their audiences. Therefore, this study aims to analyze the email marketing strategies implemented by Traveloka by examining their communicative functions, message delivery patterns, forms of personalization, and the communication challenges that emerge in practice. This research employs a qualitative approach using a case study method through content analysis of Traveloka’s marketing emails, supported by a review of relevant literature on email marketing, relational communication, and trust in digital marketing. The findings indicate that Traveloka’s email marketing has been integrated into the company’s digital ecosystem and is effective in supporting transaction processes, service reminders, and product promotions. However, the dominance of promotional messages, personalization that remains largely technical and less contextual, as well as a high sending frequency, have implications for decreased audience engagement and emerging indications of trust issues. The contribution of this study lies in strengthening a communication perspective in evaluating email marketing, emphasizing that strategic success should not be measured solely by conversion and return on investment (ROI), but also by relationship quality, message relevance, and the long-term communicative value between brands and audiences. Keywords:  Digital marketing communication; email marketing; marketing strategy; traveloka.   Abstrak Penelitian ini berangkat dari isu utama dalam praktik komunikasi pemasaran digital, yaitu kecenderungan email marketing yang semakin bergeser menjadi media komunikasi yang bersifat transaksional dan berorientasi promosi semata. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kejenuhan pesan (message fatigue), penurunan keterlibatan audiens (engagement), serta melemahnya kepercayaan (trust) terhadap merek dalam jangka panjang. Dalam konteks persaingan industri digital yang semakin ketat, email marketing seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai saluran promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi relasional yang mampu membangun hubungan berkelanjutan antara merek dan audiens. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi email marketing yang diterapkan oleh Traveloka dengan meninjau fungsi komunikatif, pola penyampaian pesan, bentuk personalisasi, serta tantangan komunikasi yang muncul dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui analisis konten terhadap email pemasaran Traveloka yang dikaitkan dengan kajian literatur mengenai email marketing, komunikasi relasional, dan trust dalam pemasaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa email marketing Traveloka telah terintegrasi dalam ekosistem digital perusahaan dan efektif dalam mendukung proses transaksi, pengingat layanan, serta promosi produk. Namun, dominasi pesan promosi, personalisasi yang masih bersifat teknis dan kurang kontekstual, serta intensitas pengiriman yang tinggi berimplikasi pada turunnya engagement audiens dan munculnya indikasi trust issue. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan perspektif komunikasi dalam evaluasi email marketing, dengan menegaskan bahwa keberhasilan strategi tidak hanya diukur melalui konversi dan ROI, tetapi juga melalui kualitas relasi, relevansi pesan, serta nilai komunikasi jangka panjang antara merek dan audiens. Kata-kata Kunci: Komunikasi pemasaran digital; email marketing; strategi marketing; traveloka.
Co-Authors Abdul Muiz Aldzakir Agus Hermanto Agustina Riska Eka Saputri Ahmad Ibrahim Ahmad Muthoriqqy Andika Saputra Akrom Maulana Alief Rahman Juliansyah Alma Aninditha Zalianty Alya Salsabilla Amanda Noviyanti Amin Shabana Andhika Prasetya Tamtama Putra Andin Nabil Hernawan Anggriani, Regi Anjani, Anjani Putri Ramadhani Annabilla Zahra Annisa Khoerotun Zahro Annisa Putri Larasati Apriliono Teguh Aditya Ardiansyah Dwi Zulfikar Assya Putri Sanggita Astriana Baiti Sinaga Aunul, Sofia Azharia Azli Shahaby Azriel Raisian Brilliant Naufal Muhammad Charli Sitinjak Dea Zhafira Widyaningsih Deni Arya Saputra Denny Wahyudi Devya Sabila Fadly Didi Suwandi Dinda Rizqia Maulana Dinnary Athena, Dhavina Dinni Sabrina Bahri Divia Layla Zamzamiah Doni Abdullah Alhafidz Donny Kurniawan Donny Kurniawan Fairuz Zaky Ahmad Fathan Ananta Hirzi Fatimah Fitalia Bunga Gilang Ramadhan Hana Rizqika Handani Hasnah Khonsa Hendra Hidayat Himas Alhani Ibrahim Arisa Ikhwan Nur Hakim Ilmi, Maulana Hafidz Ilyasa, Ilyasa Nur Ilham Irfandi Ardiansyah Handoko Irsyad Renaldi Irvingia, Irvingia Agya Anandya Isaac Ibrahim Molfi Istisari Lageni Istisari Lageni Kaiza Nazwita Al Balqis Kamil, Muhamad Gibraltar KN, Jamiati Kristiyani, Veronica Lailynisa Fadilla Iswadi Lilik Sumarni Makroen Sanjaya Marshanda Isna Nurafni Maura Azzakiyah Basya Maysya Tri Putri Miftahul Dzikri Mohammad Ya’isy Ghifari Muchamad Vanza Arjuna Muhamad Ghandi Albasyir Muhammad Albi Faqih Muhammad Arif Aprihatno Muhammad Diva Fadhila Muhammad Fritzy Muhammad Iqbal Nana Supriatna Muhammad Ramzy Rasyid Muhammad Rizky Ramadhan Muhammad Rizqullah Ramadhon Muhammad Yusuf Wibiseno Muktamar Zaky Mulkan Habibi Mumtazah, Zhahira Nadira Rachmadina Najwa Putri Hidayat Najwa Rasyidah Manar Nani Nurani Muksin Nesya Navisabilla Noval Prasetya Novitasari, Adinda Wulan Nur Hidayat Saputra Oktaviana Purnamasari Oktaviana Purnamasari Pantja Putra Pandawa Perdana, M Adithya Prasetyo Dwi Apanca Priyanda, Adinda Bagesa Purwanto, Hari Eko Qori Syamilza Aulia Raihanda Immanuzaki Rakha Ariansyah Rasman Rasman Refansyah Adi Putra Reidhia Salsabila Rifandi Riswandi Riswandi Rizki Agus Nugraha Said Khalid Said, Bambang Suhartono bin Mohd Sakti, Andi Muhammad Tri Salsa Hijriyatin Nisa Salsabila Ananda Satria Airlangga Setiawan Shabana, Amin Shafakaisha Nabilla Yahya Sheril Audi Seafi Shifana Esfandiary Sianipar, Suryati Mahdalena Sitinjak, Charli Suryati Mahdalena Sianipar Syaiful Abdy Syela Mutiara Zahra Tarisya Utami Putri Tayibnapis, Radita Gora Theofanny Velda Ardia Velda Murdiana Wadkhulli Jannati Priyoko Yofa Fitriani Zahra Yogi Hamboro Bekti Yusuf, Mohamad Faiq Rizkiansyah Zalfa Putri Salsabila