Westhisi, Sharina Munggaraning
IKIP Siliwangi

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembiasaan Apel Pagi sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Disiplin Anak Usia Dini Nurfitriani, Hayatun; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka adalah penerapan metode pembelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter. Oleh karena itu, salah satu bentuk implementasi kurikulum merdeka adalah kegiatan pembiasaan apel pagi. Apel pagi merupakan kelanjutan dari upaya membentuk perilaku disiplin anak. Sebelumnya, tingkat disiplin anak masih kurang terstimulasi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka untuk meningkatkan kedisiplinan anak melalui kegiatan apel pagi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah  kualitatif deskriptif. Jenis pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara dengan teknik analisis data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian yaitu anak usia 5-6 tahun dengan jumlah lima anak. Hasil penelitian menunjukan tingkat kedisiplinan 5 anak sudah meningkat, hal ini dilihat dari :1) anak datang kesekolah tepat waktu, (2) berpakaian sesuai atribut, (3) berbaris memasuki ruang kelas, (4) bertanggung jawab terhadap tugas, (5) tertib berdo’a (6) membuang sampah pada tempatnya. Hal ini diperoleh setelah dilakukan kegiatan pembiasaan apel pagi yang dilaksanakan 30 menit sebelum masuk kelas. Guru harus konsisten membuat aturan, menerapkannya pada anak dan menciptakan tokoh teladan. Penanaman disiplin melalui  pembiasaan apel pagi sangat relevan dan berkaitan dengan upaya peningkatan disiplin anak. Penanaman disiplin dengan kegiatan pembiasaan Apel pagi di TK Negeri Pembina Cimahi sudah terlaksana dengan baik.   The application of the independent curriculum is the application of learning methods related to character formation. Therefore, one way to implement the independent curriculum is the morning assembly habituation activity. Morning assembly is a continuation of efforts to shape children's disciplinary behavior. Previously, children's level of discipline was still not well stimulated. This research aims to determine the implementation of the independent curriculum to improve children's discipline through morning assembly activities. The method used in the research is descriptive qualitative. The data collection methods used are observation and interview techniques, data analysis techniques, data reduction, and conclusions. The research subjects were children aged 5-6 years, with a total of five children. The results of the research show that the level of discipline of 5 children has increased; this can be seen from (1) children coming to school on time, (2) dressing according to the attributes, (3) lining up to enter the classroom, (4) being responsible for their assignments, (5) being orderly, (6) praying, and (7) throwing away rubbish in its place. This was obtained after the morning assembly habituation activity was carried out 30 minutes before entering class. Teachers must consistently make rules, apply them to children, and create role models. Instilling discipline through the habit of morning assembly is very relevant and related to efforts to improve children's discipline. The instilling of discipline with the morning assembly activity at the Pembina Cimahi State Kindergarten has been carried out well.
Implementasi Media Audio Gelaria untuk Meningkatkan Motorik Kasar Anak Usia Dini Nurlatipah, Nurlatipah; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.26099

Abstract

Keterampilan motorik kasar ialah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar seluruh tubuh dan dipengaruhi oleh kematangan anak. Agar perkembangan fisik-motorik tidak terhambat, salah satunya adalah dengan menggunakan lingkungan suara lagu anak gembira GELARIA, lingkungan belajar interaktif yang menyenangkan melalui gerak dan lagu untuk anak. sehingga bisa meningkatkan motorik kasar anak. Riset ini bertujuan mengetahui peningkatan motorik kasar anak di KOBER Al-Afsar Tasikmalaya setelah diterapkannya media audio grakan lagu anak ceria GELARIA pada 13 orang anak kelompok B di KOBER Al-Afsar Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengumpulan data meliputi obsevasi. Data dikaji dengan reduksi data, data dan verifikasi. Hasil kajian mengambarkan bahwa implementasi  media audio gerakan lagu anak ceria (GELARIA) membagikan adanya peningkatan  perkembangan motorik kasar pada sebagian besar anak menggunakan indikator adanya koordinasi gerakan tubuh, berjalan di kawasan, mengayunkan tangan, melompat, loncat serta lari di kawasan.   Gross motor skills are body movements that use large muscles or most of the entire body and are influenced by the child's maturity. So that physical-motor development is not hampered, one way is to use the sound environment of the happy children's song GELARIA, a fun interactive learning environment through movement and songs for children, so it can improve children's gross motor skills. This research aims to determine the improvement in gross motor skills of children in Kober al-Afsar Tasikmalaya after implementing the audio media for the cheerful children's song Gelaria in 13 group B children at KOBER Al-Afsar Tasikmalaya. The research method used is a case study. Data collection methods include observation. Data is studied by data reduction and data verification. The results of the study show that the implementation of audio media for cheerful children's song movements (GELARIA) provides an increase in gross motor development in the majority of children using indicators of coordination of body movements, walking in the area, swinging arms, jumping, skipping, and running in the area.
Pelatihan Literasi Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Ilmiah pada Guru Pendidikan Anak Usia Dini Atika, Ayu Rissa; Westhisi, Sharina Munggaraning; Zahro, Ifat Fatimah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v7i3.22297

Abstract

Literasi sains ada bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan oleh pemerintah yang mendorong masyarakat untuk mampu beripikir ilmiah, khususnya di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemampuan beripikir ilmiah yang ditanamkan di usia dini bertujuan untuk mencetak generasi yang berkualitas dan mampu berdaya saing secara global, sehingga diperlukan guru yang memiliki kemampuan khusus dalam berpikir ilmiah. Tujuan kegiatan ini adalah melatih guru mengenai pengetahuan literasi sains, pengetahuan konsep berpikir ilmiah, tingkatan cara berpikir ilmiah, dan implementasi literasi sains dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah untuk Anak Usia Dini (AUD).Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh yakni semua peserta kegiatan pelatihan literasi sains sangan bersemangat, antusias dan memiliki motivasi yang tinggi dalam pelatihan, 80 % peserta memiliki peningkatan dalam perencanaan sains dilihat dari materi sains, metode, dan media yang digunakan dalam kegiatan sains, serta kualitas perencanaan dalam bentuk RPPH yang memasuki kategori cukup baik.
METODE FONIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI Westhisi, Sharina Munggaraning
Tunas Siliwangi Vol 5 No 1 (2019): Vol 5 No 1 APRIL 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i1p29-43.1271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi mengenai implementasi metode fonik dalam pembelajaran membaca permulaan Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Studi kasus dilakukan di I Can Read, sebuah lembaga bimbingan belajar Bahasa Inggris di Kota Bandung. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis tahapan pembelajaran dan kendala yang dihadapi guru dalam pengimplementasian metode fonik. Analisis tematik digunakan dalam penelitian ini terhadap data wawancara, catatan observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kemudian, kendala yang dirasakan oleh guru adalah keterbatasan waktu dan perbedaan kemapuan anak. Selain itu, guru-guru percaya bahwa implementasi metode fonik dalam pembelajaran membaca permulaan Bahasa Inggris untuk anak usia dini sudah sesuai karena tahapan pembelajarannya dimulai dari pengenalan bunyi huruf, pengenalan simbol huruf, hingga penggabungan bunyi huruf. Pembelajaran melalui metode fonik dapat dikolaborasikan dengan bermain dan bercerita agar suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bagi anak. Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi metode fonik banyak membantu guru untuk memperkenalkan konsep bunyi huruf yang merupakan pondasi awal dalam pembelajaran membaca permulaan Bahasa Inggris.Kata Kunci: Metode Fonik, Membaca Permulaan Bahasa Inggris, Anak Usia Dini
PENGEMBANGAN LITERASI SAINS UNTUK ANAK USIA DINI KELOMPOK B Westhisi, Sharina Munggaraning; Atika, Ayu Rissa; Zahro, Ifat Fatimah
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1491

Abstract

Revolusi industri 4.0 membawa dampak besar di berbagai sektor, seperti sosial, budaya, dan lingkungan. Salah satu contoh dampak terhadap lingkungan yaitu pencemaran, yang hingga gini masih menjadi problematik di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya kesadarpahaman akan fenomena alam dan sains. Oleh karena itu, pembelajaran sains melalui kegiatan literasi sains menjadi penting, terutaman di ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Artikel ini bertujuan menelaah pengembangan literasi sains di lingkungan PAUD dan mendeskripiskan bagaiamana pengembangan pembelajaran sains di PAUD. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif  yang melibatkan 2 pendidik dan 15 siswa dengan rentang usia 5-6 tahun. Prosedur penelitian melalui perencanaan, pelaksanaan, analisis data dan evaluasi. Pengembangan sains yang dilakukan melalui beberapa tahapan sains yakni, mengamati, menggolongkan, menerapkan, menggunakan alat, merencanakan percobaan, mengkomunikasikan dan mengajukkan pertanyaan. Materi yang dikembangkan meliputi anak usia dini mulai mengamati berbagai fenomena alam dan sains di lingkungan sekitar. Menggolongkan benda-benda alam di lingkungan, menggunakan alat dan merencanakan percobaan kejadian alam serta mengkomunikasikan dan mengajukkan pertanyaan tentang fenomena alam dan sains yang ada dilingkungan sekitar melalui metode eksperimen. Faktor pendorong meliputi; kompetensi guru, media pembelajaran, dan kegiatan yang inovatif. Diharapkan pengembangan literasi sains juga dapat mengembangkan berfikir ilmiah pada anak usia dini melalui metode-metode yang lain.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN REGGIO EMILIA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK KOTA CIMAHI PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nuraeni, Lenny; Westisi, Sharina Munggaraning
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p51-63.2065

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang: “Efektivitas Pembelajaran Dengan Pendekatan Reggio Emilia Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Dalam Konteks Merdeka Belajar di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi Pada Masa Pandemi Covid 19”. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis efektivitas pembelajaran dengan pendekatan Reggio Emilia setelah diterapkan di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi, 2) Menganalisis tingkat kreativitas anak dalam konteks merdeka belajar di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi, 3) Menganalisis Efektivitas Pembelajaran Dengan Pendekatan Reggio Emilia Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Dalam Konteks Merdeka Belajar di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi Pada Masa Pendemi Covid 19. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi bagi beberapa pihak yang terkait.Teori yang mendasari pada penelitian ini diantaranya: Konsep Pendekatan Reggio Emilia, Konsep Kreativitas, Konsep Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan dua metode statistik untuk menganalisa data yaitu statistik deskriptif untuk mengukur nilai rata-rata simpangan baku serta statistik inferensial yaitu dalam bentuk analisis regresi dan analisis korelasi. Analisis regresi digunakan untuk mengungkapkan hubungan fungsional antara variabel-variabel penelitian, sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengukur derajat keeratan atau hubungan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh keterangan bahwa variabel X (Efektivitas Pembelajaran dengan Pendekatan Reggio Emilia) memberikan pengaruh terhadap variabel Y (Kreativitas Anak) secara signifikan. Persamaan regresi yang dibentuk oleh kedua variabel tersebut adalah Y= 8.041 + 0.725X. Hubungan di antara kedua variabel tersebut dikategorikan tinggi. Hal ini ditunjukan oleh harga koefisien korelasi sebesar 0,725. Namun demikian harga tersebut signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %, dimana harga t hitung jatuh di daerah penolakan (H0 ditolak). Atas dasar harga-harga tersebut maka disimpulkan bahwa Pembelajaran dengan Pendekatan Reggio Emilia (X) efektif dalam meningkatkan Kreativitas Anak.Kata Kunci: Pembelajaran Pendekatan Reggio Emilia, Kreativitas Anak Dalam Konteks Merdeka Belajar.
Merdeka curriculum: use of information and communication technology media in early childhood education Lestari, Ririn Hunafa; Westhisi, Sharina Munggaraning; Aprilia, Liza Bunga
Tunas Siliwangi Vol 10 No 1 (2024): VOL 10 N0 1, APRIL 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v10i1.4643

Abstract

This research aims to determine the use of ICT media in the independent curriculum in early childhood education. To find out this goal, a qualitative descriptive research method was used on the action plans of three professional teacher education students involving an independent curriculum and information and communication technology media based on the observation process and analyzed using grounded theory analysis. Based on the results of the research analysis, the results obtained show that an independent curriculum involves information and communication technology as a learning medium. This is based on the use of ICT in online learning. However, its use is not given directly to children but is regulated by the teacher in planning, implementing, and assessing learning, giving rise to a new approach that can be applied to early childhood education, namely the TPACK learning approach. The TPACK learning approach is a learning approach that involves teacher competence, technology, and learning materials.
Penggunaan Permainan Jam Pintar dalam Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Suryani, Suryani; Westhisi, Sharina Munggaraning; Rizkita, Diantifani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal yang melatar belakangi adanya anak yang belum mampu membilang dan menyebutkannya angka, terlihat ketika guru mengangkat tujuh jarinya sebagian anak menyebut itu lima, enam, dan sembilan. Beberapa anak juga belum mengetahui simbol. Saat guru memperlihatkan angka 6 dan 9, anak belum bisa membedakan angkanya. Salah satu upaya guru dalam mengembangkan kemampuan berhitung  dengan menggunakan media jam pintar yang dapat menstimulus anak melakukan aktivitas belajar, mengembangkan imajinasinya, memudahkan mengenal dan tahu simbol (angka, gambar, isyarat). Cara menggunakan jam pintar yaitu dengan angka digerakkan ke gambar yang cocok, secara langsung anak mengetahui simbol angka terutama dapat mengembangkan kecakapan berhitung. Adapun maksud dan tujuan riset ini yaitu mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok A dengan permainan jam pintar. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, adapun subjek penelitian kelompok A sebanyak 10 anak. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan model Miles and Huberman melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan melalui metode jam pintar anak mampu mengenal waktu, menyebutkan dan mengurutkan angka 1-12, memahami banyak-sedikit, membedakan angka 6 dan 9. The background of children who are not yet able to count and mention numbers can be seen when the teacher raises seven fingers; some children call it five, six, and nine. Some children also do not know the symbols. When the teacher shows the numbers 6 and 9, the children cannot distinguish the numbers. One of the teacher's efforts in developing numeracy skills is using smartwatch media that can stimulate children to do learning activities, develop their imagination, and make it easier to recognize and know symbols (numbers, pictures, gestures). How to use a smartwatch is by moving the numbers to the matching picture; children directly know the number symbols, especially if they can develop numeracy skills. The intent and purpose of this research are to develop the numeracy skills of group A children with smartwatch games. This research uses a qualitative descriptive method, while the research subjects for group A are 10 children. Data was collected through observation and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusions. Research results show that through the smartwatch method, children are able to recognize time, name, and order numbers 1-12, understand more and less, and differentiate between numbers 6 and 9.
Penerapan Metode Bermain Balok Angka untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Awal Anak Usia Dini Chanifah, Umi Nur; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.27788

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kemampuan berhitung awal anak kelompok A kurang optimal, selain itu guru juga belum menerapkan pembelajaran yang menyenangkan. Untuk itu peneliti melakukan penelitian tentang pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berhitung awal  secara menarik dan menyenangkan serta dapat diberikan secara berulang-ulang,  salah satunya dengan melalui metode balok angka. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berhitung awal pada anak kelompok A. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini anak kelompok A berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan media balok angka dapat meningkatkan kemampuan berhitung awal anak selama delapan kali pertemuan. Hasilnya delapan anak menunjukkan Berkembang Sangat Baik, empat anak Berkembang Sesuai Harapan serta tiga anak yang masih mendapat arahan dari guru. Dalam kegiatan tersebut anak sudah dapat memenuhi empat indikator pencapaian perkembangan kemampuan berhitung awal. Hasilnya melalui pemanfaatan media balok angka terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan berhitung awal anak kelompok A di Taman Kanak-kanak Little Smart Kota Bandung. Selain itu penelitian ini dapat menimbulkan ketertarikan anak untuk berpikir dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. This research is motivated by the fact that the early numeracy skills of Group A children are still suboptimal, and teachers have not yet implemented enjoyable learning methods. Therefore, the researcher conducted a study to improve early numeracy skills through engaging and enjoyable learning activities that can be repeated, one of which is the use of the number block method. The purpose of this study was to enhance early numeracy skills in Group A children. This research used a descriptive method with a qualitative approach. The subjects in this study were 15 children from Group A. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data analysis technique employed qualitative analysis, which included data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. Based on the results, the use of number block media was able to improve children's early numeracy skills over the course of eight meetings. The findings showed that eight children demonstrated very favorable development, four children developed as expected, and three children still required guidance from the teacher. During these activities, the children were able to meet four indicators related to early numeracy skill development. The results indicated that the use of number block media was effective in improving the early numeracy skills of Group A children at Little Smart Kindergarten in Bandung City. In addition, this research helped foster children's interest in thinking and encouraged active participation in learning.
Implementasi Kartu Angka sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini Herdiani, Linda; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.28676

Abstract

Berpikir simbolik sangat penting bagi perkembangan anak usia dini. Berpikir simbolik seorang. Jika anak  tidak menerima stimulus yang tepat  maka mereka tidak akan berkembang dengan baik, maka harus didukung dengan stimulus yang benar. kembali. Tetapi kemampuan berpikir simbolik kelompok B masih kurang terlihat ada beberapa anak yang masih keliru antara angka dua dan lima, angka enam dan sembilan faktor penyebab kurang media pembelajaran yang belum begitu lengkap  serta metode belajar yang monoton. Untuk meningkatkan berpikir simbolik perlu adanya media yang menarik contohnya dengan media kartu angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan setelah diperkenalkannya media kartu angka langkah-langkah penelitian dalam paradigma desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas yang meliputi langkah-lamgkah rencana, tindakan, observasi dan regleksi. Subjek penelitian ini dilakukan pada kelompok B. Pengumpulan analisis data pada penelitian ini  menggunakan observasi dan teknik statistik deskriptif berupa persentase. Hasil penelitian ini terdapat perkembangan berpikir simbolik pada anak dengan kategorinilai  baik yaitu berkembang sesuai harapan. Terdapat hasil dari penelitian pada penelitian pra-siklus mencapai persentase 50%, dilanjut dengan sikus kesatu mencapai persentase 52% dan pada siklus kedua mencapai persentase 65% dengan capaian berkembang sesuai harapan. Symbolic thinking plays a crucial role in early childhood development. Without appropriate stimulation, children may struggle to develop this ability effectively and thus require consistent support. However, in Group B, children’s symbolic thinking skills are still not well designed, as evidenced by difficulties distinguishing between certain numbers, such as two and five, or six and nine. This issue is largely due to the limited availability of learning media and the use of monotonous teaching methods. To enhance symbolic thinking, engaging media such as number cards can be used. The purpose of this study was to examine the development of symbolic thinking skills through the use of number card media. The research employed a classroom action research design based on the Kemmis and McTaggart model, comprising four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of the study were children in Group B. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques presented in percentages. The findings showed that children’s symbolic thinking abilities improved to the category of “developing as expected.” In the pre-cycle, the achievement percentage was 50%, increasing to 52% in the first cycle and reaching 65% in the second cycle, indicating consistent progress in symbolic thinking development.