Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Scientific Journal

Faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-60 Bulan di Kecamatan Koto Balingka Pasaman Barat Tahun 2019 Sintia, Wamer; Adelin, Prima; Fionaliza
Scientific Journal Vol. 1 No. 2 (2022): SCIENA Volume I No 2, March 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.142 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i2.28

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi dimana balita gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga balita lebih pendek untuk usianya. Menurut Kemenkes tahun 2018 stunting adalah balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD / standar deviasi (stunted) dan kurang dari –3SD (severely stunted), banyak faktor yang menyebabkan kejadian stunting, yaitu karakteristik anak berupa jenis kelamin laki-laki, berat badan lahir rendah, infeksi TB, asupan energi rendah, pola pengasuhan tidak ASI ekslusif, pelayanan kesehatan imunisasi yang tidak lengkap, dan karakteristik keluarga berupa pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, status ekonomi keluarga dan sanitasi yang buruk, jika faktor-faktor tersebut tidak di perhatikan maka angka kejadian stunting akan terus meningkat. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko kejadian stunting pada balita di kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat tahun 2019. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli-Januari di wilayah Kecamatan Koto Balingka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional, populasi nya adalah balita yang di diagnosisi stunting dengan jumlah 100 balita, metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, analisa data dengan sistem komputerisasi spss versi 25. Hasil: Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 68 balita (68,0%), balita yang memiliki imunisasi lengkap 96 balita (96,0%), banyak balita yang tidak mengalami BBLR yaitu 93 balita (93,0%), lebih banyak balita yang tidak memiliki riwayat TB yaitu 97 balita (97,0%), pekerjaan ayah balita terbanyak adalah pekerjaan non formal (96,0%), lebih dari setengah rumah balita yang tidak mempunyai sumber air bersih yaitu 61 rumah (61,0%), dan banyak rumah balita tidak memiliki jamban yaitu 82 rumah (82,0%). Kesimpulan: balita stunting di wilayah koto balingka berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, pekerjaan orangtua yang masih dibawah UMR, serta masih banyak rumah anak balita stunting yang tidak memiliki sumber air bersih dan jamban.
Efek Menguntungkan Black Garlic terhadap Nilai Indeks Aterogenik Plasma pada Penderita Obesitas Angelica Putriza, Relly; Morawati, Soufni; Dewi, Lidya; Adelin, Prima; Ashan, Haves
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.145

Abstract

Peningkatan berat badan merupakan bertambahnya ukuran berat badan akibat dari konsumsi makanan yang diubah menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit. Peningkatan berat badan terjadi apabila hasil penimbangan berat badan lebih besar dibandingkan dengan berat badan sebelumnya. Berat badan yang ideal teradi karena keseimbangan antara asupan dan kebutuhan makanan, sedangkan berat badan yang tidak normal seringkali menjadi tanda awal obesitas, yang kini dikenal sebagai “The New World Syndrome” dan terus meningkat secara global. Obesitas berkaitan dengan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, yang mempengaruhi profil lipid darah. Indeks Aterogenik Plasma (IAP), yang mengukur rasio TG/HDL, merupakan biomarker kuat untuk memprediksi aterosklerosis dan berhubungan erat dengan obesitas. Studi menunjukkan perbedaan signifikan dalam berbagai parameter kesehatan antara kelompok obesitas dan non-obesitas. Bawang putih hitam (Black garlic), yang kaya akan senyawa allicin dan antioksidan, telah terbukti efektif dalam menurunkan trigliserida dan kolesterol serum serta dapat digunakan untuk mengatasi hiperlipidemia dan hiperglikemia, terutama dalam konteks diet tinggi lemak. Penelitian lebih lanjut menunjukkan potensi bawang putih hitam dalam meningkatkan profil lipid darah dan mencegah komplikasi terkait obesitas.