Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Komunitas Mikroalga Pada Terumbu Karang Buatan di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Sarifa, .; Kasim, Ma'ruf; Nur, Andi Irwan
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.028 KB)

Abstract

Mikroalga adalah salah satu organisme yang menempel pada terumbu karang buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mikroalga pada terumbu karang buatan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Februari- April 2018 di Perairan Desa tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data dilakukan dengan mengangkat salah satu balok dari terumbu karang buatan kepermukaan, selanjutnya dilakukan proses pengerukan sampel mikrolaga dengan transek kuadrat (5x5) cm dan megidentifikasi mikroalga dilakukan di Laboratorium Pengujian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian diperoleh 11 spesies mikroalga dari kelas Bacillariophyceae. Kepadatan tertinggi diperoleh pada kedalaman 3 m yaitu 16.04 sel/cm2. Keanekaragaman (H’) tertinggi 2.09 dengan kategori sedang. Keseragaman (E) diperoleh nilai yaitu 0.87 dengan kategori tinggi. Dominansi (C) diperoleh nilai 0.22 dengan kategori rendah.Kata Kunci : Mikroalga, Struktur Komunitas, Terumbu Karang Buatan.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DENGAN METODE LONG LINE DAN RAKIT JARING APUNG DI PANTAI LAKEBA KOTA BAUBAU SULAWESI TENGGARA Sumarni, .; La Ola, La Onu; Siang, Roslindah Daeng; Kasim, Ma'ruf
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.917 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v1i2.6813

Abstract

Usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode long line banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir. Metode rakit jaring apung mulai digunakan oleh masyarakat pesisir khususnya yang ada di Pantai Lakeba Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya rumput laut dengan metode long line dan rakit jaring apung di Pantai Lakeba Kelurahan Katobengke Kota Baubau. Analisis yang digunakan R/C Ratio, B/C Ratio, BEP, dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan  diperoleh nilai R/C  Ratio pada metode long line sebesar 2,9 dan metode rakit jaring apung sebesar 4,1, nilai B-C  Ratio sebesar 12 dan  nilai BEP pada metode long line akan mencapai titik impas ketika penjualan rumput laut kering sebanyak 351 kg atau dengan nilai penjualan rumput laut kering mencapai Rp3.541.161, sedangkan  metode rakit jaring apung akan mencapai titik impas ketika penjualan rumput laut kering sebanyak 246 kg atau dengan nilai penjualan rumput laut kering mencapai Rp2.457.069. Nilai paybackperiod  pada metode long line sebesar  0,26 dan metode rakit jaring apung sebesar 0,27. Usaha budidaya rumput laut dengan menggunakan metode rakit jaring apung lebih layak untuk dijalankan serta memberikan keuntungan yang lebih tinggi kepada pembudidaya rumput laut.Kata Kunci: Metode long line,  kelayakan usaha, rakit jaring apung, rumput laut
Studi Perbandingan Laju Penempelan Makroepiphyte Pada Thallus (Eucheuma denticulatum) Pada Kedalaman Yang Berbeda Menggunakan Verti Net Di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Wati, Nela; Kasim, Ma`ruf; S, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan makroepifit merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi, petani rumput laut. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui perbandingan laju penempelan makroepifit  yang menempel pada rumput laut E. denticulatum pada kedalaman yang berbeda dengan menggunakan metode verti net di perairan Desa Tanjung Tiram. Hasil penelitian laju tertinggi dan terendah makroepifit hari ke-10 pada kedalaman 50 cm dan 200 cm adalah 248,4 dan 121,28  ind/m2/hari.  Hari ke-20 pada kedalaman 100 cm dan 200 cm adalah  333,54 dan 270,01 ind/m2/hari. Hari ke-30 pada kedalaman 50 cm dan 200 cm adalah 356,03 dan 223,24 ind/m2/hari. Makroepifit yang paling mendominasi dalam laju penempelan yaitu jenis C. crasa. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia perairan menunjukan bahwa kisaran suhu 290-300C. Kecepatan arus 0,050-0,067 m/detik. Kecerahan 92%. Salinitas 30-33‰. Nitrat 0,237-0,0416 mg/L. Fosfat 0,0015-0,0036 mg/L. Oksigen terlarut 5,7-6,2 mg/L. Parameter lingkungan perairan yang optimum dan tipe penempelan makroepifit yang diperoleh tidak memberikan dampak negatif terhadap laju pertumbuhan     E. denticulatum.Kata Kunci: Penempelan, Makroepifit, Perairan, Tanjung Tiram
Studi Kelimpahan Spat Kerang Mutiara (Pteria Penguin) Pada Lokasi Budidaya Mutiara Mabe Di Perairan Selat Buton Sulawesi Tenggara Nasrun, La; Kasim, Ma`ruf; Nur, Andi Irwan
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan spat yang menempel serta untuk mengetahui ukuran cangkang spat yang melekat pada areal budidaya mutiara mabe, dilaksanakan selama dua bulan mulai Maret sampai April 2019 di Perairan Palabusa Kecamatan Lea-Lea Kabupaten Buton, dengan cara menggantungkan kolektor pada rakit budidaya mutiara, pemasangan kolektor pada setiap stasiun sebanyak tiga buah sehingga kolektor yang digunakan ada 6 buah, dan ditempatkan secara acak pada 2 rakit masing-masing berukuran 12x12m. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kelimpahan spat yang menempel (ind.m2) pada masing-masing stasiun yaitu kelimpahan tertinggi spat kerang mutiara P. Penguin yang menempel tertinggi didapatkan pada stasiun I sebesar 8,7 ind.m2 dan terendah pada stasiun II sebesar 7,0 ind.m2. Hasil pengukuran rata-rata dimensi cangkang spat kerang yang meliputi tinggi, lebar dan tebal cangkang pada masing-masing stasiun, didapatkan pada stasiun I yaitu tinggi 11,27 mm, lebar 13,91 mm dan tebal cangkang 3,51 mm sedangkan pada stasiun II rata-rata tinggi lebar dan tebal yaitu tinggi 11,09 mm, lebar 13,78 mm, dan tebal cangkang 3,31mm. Kata Kunci :Kelimpahan Spat, Ukuran Cangkang Spat Kerang Mutiara P. Penguin
Studi Produktivitas Primer Fitoplankton Di Perairan Danau Motonuno Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Munirma, Munirma; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur; Halili, Halili; Nadia, La Ode Abdul Rajab; S, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas primer merupakan laju produksi karbon organik (karbohidrat) oleh organisme tumbuhan hijau yang memanfaatkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer fitoplankton dengan menggunakan metode oksigen botol terang dan botol gelap di perairan Danau Motonuno. Hasil penelitian produktivitas primer fitoplankton tertinggi dan terendah adalah 48.83 mg C/m3/ jam dan 20.41 mg C/m3/ jam. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia menunjukan bahwa kisaran nitrat 0.036 -0.0425 mg/L, phosphat 0.0161-0.0241 mg/L, intensitas cahaya 167.291-603.912 Lux, suhu 25-26°C dan kecerahan 5 meter, 2 meter dan 3 meter. Parameter lingkungan yang optimum dan tipe produktivitas primer fitoplankton yang diperoleh memberikan dampak positif terhadap kesuburan perairan.Kata Kunci: Produktivitas Primer Fitoplankton, Danau Motonuno, Parameter fisika dan Kimia Perairan.
Keanekaragaman dan Distribusi Spesies Makroalga Berdasarkan Kedalaman di Perairan Pantai Kampa Kabupaten Konawe Kepulauan Rahmat, Fitra; Kasim, Ma`ruf; S, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroalga adalah tumbuhan tingkat rendah yang tidak mempunyai akar, batang dan daun sejati yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas Cholorophyta (alga hijau), Phaeophyta (alga coklat) dan Rhodophyta (alga merah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi spesies makroalga berdasarkan kedalaman di perairan Pantai Kampa Desa Wawobili Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan.  Hasil penelitian makroalga yang ditemukan di perairan Pantai Kampa berjumlah 34 jenis terdiri dari 16 jenis dari kelas Cholorophyta (alga  hijau), 5 jenis dari kelas Phaeophyta (alga coklat) dan 13 jenis dari kelas Rhodophyta (alga merah). Beberapa jenis makroalga yang ditemukan memiliki nilai ekonomis, diantaranya Caulerpa sp., Padina sp., dan Turbinaria sp. Kepadatan jenis tertinggi makroalga setiap kedalaman didominasi dari kelas Chlorophyta.  Kedalaman 1,5 m memiliki total kepadatan 45,7 ind/m2 dengan kepadatan tertinggi jenis Halimeda discoidea 14,2 ind/m2, kedalaman 3 m memiliki total kepadatan 60 ind/m2 dengan kepadatan tertinggi jenis 14,3 ind/m2 Caulerpa lentilifera dan kedalaman 5 m memiliki total kepadatan 48,7 ind/m2 dengan kepadatan tertinggi 14,3 ind/m 2 Cladolophora vagabunda .  Keanekaragaman jenis makroalga dikategorikan sedang diangka 1,7-2,4. Dominansi jenis berkisar 0,19-0,25 yang dikategorikan rendah. Distribusi jenis makroalga bersifat merata/seragam berkisar 0,35-0,36. Analisis korelasi keanekaragaman dan distribusi makroalga menunjukan hasil yang kuat dan positif, dimana parameter lingkungan perairan (suhu, kecerahan, kecepatan arus, intensitas cahaya, ph, salinitas nitrat dan fosfat) sangat mempengaruhi keberadaan jenis makroalga di perairan Pantai Kampa.Kata kunci: Makroalga, Keanekaragaman, Distribusi, Dominansi, Kepadatan
HUBUNGAN FAKTOR OSEANOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT DENGAN METODE RAKIT JARING APUNG DI PERAIRAN LAKORUA KECAMATAN MAWASANGKA TENGAH KABUPATEN BUTON TENGAH Bolqiah, Sofri; Kasim, Ma'ruf; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 3, No 1: Februari 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v3i1.6506

Abstract

Beberapa hal penentu keberhasilan pertumbuhan rumput laut selain kualitas bibit adalah faktor oseanografi dan metode yang digunakan dalam membudidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor oseanografi terhadap pertumbuhan rumput laut dengan menggunakan metode rakit jaring apung. Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas produksi yang maksimal dan sebagai bahan informasi tambahan bagi masyarakat petani rumput laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desemeber 2015-Januari 2016 di Kelurahan Lakorua Kecamatan Mawasangka Kabupeten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Rakit Jaring Apung. Parameter uji pertumbuhan rumput laut adalah Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), dan parameter pengaruh pertumbuhan adalah faktor oseanografi data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22,0 For Windows  dan Argis 10,2. Laju pertumbuhan spesifik terjadi pada hari ke 14 dengan kisaran nilai 2,75%/hari untuk stasiun satu dan stasiun dua 2,42%/hari, namun pada pengukuran hari ke 28 mengalami penurunan dengan kisaran nilai 1,65%/hari untuk stasiun satudan stasiun dua1,28%/hari dan untuk pengukuran hari ke 42 dengan kisaran nilai 1,34%/hari untuk stasiun satu dan stasiun dua1,57%/hari. Pertumbuhan rumput laut selama pemeliharan berhubungan positif dengan salinitas, suhu dan DO.Kata Kunci: Pertumbuhan, Rakit Jaring Apung,  Faktor Oseanografi.
Perbandingan Jumlah Tegakan Filamentous Alga pada thallus Kapapphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum di Perairan Desa Tanjung Tiram Devi, Devi; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alga filamen yang banyak menempel pada thallus Kapapphycus alvarezii sebagian besar adalah Chaetomorpha crassa, Cladophora sp. dan Elachista flaccida dan beberapa filamen Rhodophyta dan Phaeophyta. Keberadaan alga penempel pada budidaya rumput laut akan menimbulkan persaingan dalam mendapatkan cahaya matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah tegakan filamen alga yang menempel pada thallus Kapapphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum di Perairan Desa Tanjung Tiram. Hasil menunjukkan bahwa Filamen yang paling banyak mendominasi menempel pada thallus Eucheuma denticulatum yaitu jenis Chaetomopha crassa dengan jumlah filamen tertinggi sebanyak 155,6 tegakan/cm2 dengan berat basah 2,98 g, Cladophora sp. sebanyak 13,8 tegakan/cm2. Sedangkan pada thallus Kapapphycus alvarezii filamen yang mendominasi menempel yaitu dari jenis Elachista flaccida dengan jumlah filamen sebanyak 17,8 tegakan/cm2 terdapat pada hari ke-20. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan menujukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 29-30°C, kecerahan pada lokasi penelitian yaitu 9,1-9,35 m, kecepatan arus berkisar 0,092-0,49 m/s. Parameter kimia perairan diperoleh salinitas berkisar 30-33 ppt, nitrat berkisar 0,0237-0,0416 mg/L, Fosfat berkisar 0,0015-0,0036 mg/L dan DO berkisar 5,7-6,4 mg/L. Hasil analisis korelasi pearson menegaskan bahwa pertumbuhan rumput laut mempunyai korelasi positif terhadap kecepatan arus dan Nitrat.Kata Kunci : Alga filamen, Jumlah tegakan, Parameter lingkungan, Analisis korelasi pearson
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA KAWASAN BENIH LOBSTER DI PERAIRAN RANOOHA RAYA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Sumiati, Sumiati; Kasim, Ma`ruf; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur komunitas zooplankton juga banyak dipengaruhi oleh kombinasi antara suhu dan nutrien di dalamnya. Kemampuan renangnya terbatas sehingga keberadaannya dalam suatu perairan masih sangat ditentukan oleh arus. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui struktur komunitas zooplankton pada kawasan benih lobster dan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan zooplankton pada kawasan benih lobster yang terdapat di Perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Dengan metode yang digunakan yaitu purposive sampling method. Hasil pengamatan komposisi jenis zooplankton ditemukan 17 jenis zooplankton dengan nilai komposisi jenis tertinggi yaitu dari kelas Crustacea sebesar 35-41% sedangkan yang terendah dari kelas Maxillopoda sebesar 11% dan Malacostraca sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukan nilai kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis Copepoda sebesar 18.02%, 24.53% dan 27.79%, sedangkan nilai terendah yaitu jenis Cletocamptus sebesar 0.58%, Brachyuran larva dan Balanus sebesar 0.58%. Hasil pengamatan kelimpahan didapatkan nilai sebesar 1.720, 3.190 dan 2.890 Ind/l. Hasil pengamatan indeks keanekaragaman didapatkan nilai sebesar 2,0612-2,3542. Hasil pengamatan indeks keseragaman didapatkan nilai sebesar 0,8491, 0,8726 dan 0,8295. Hasil pengamatan indeks dominansi didapatkan nilai sebesar 0,1190, 0,1365 dan 0,1562. Pengukuran kualitas perairan diperoleh kisaran suhu 29-30°C, salinitas 29-31‰, pH 7, kecerahan 2,5-4,5m dan kecepatan arus 0,01-0,03 m/s.Kata kunci: Struktur Komunitas, Ranooha Raya, Zooplankton
Ketahanan Thallus Rumput Laut K. alvarezii dan E. denticulatum Terhadap Keberadaan Hewan Epifauna pada Alat Budidaya Verti Net di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Tambunan, Reside; Kasim, Ma`ruf; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan epifauna pada thallus rumput laut dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan thallus rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum terhadap keberadaan epifauna yang dibudidaya menggunakan Verti Net di Periran Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Hasil Penelitian didapatkan 14 jenis epifauna yang terdiri dari 5 kelas diantaranya 3 jenis kelas Bivalvia, 2 jenis kelas Gastropoda, 7 jenis kelas Crustacea, 1 jenis kelas Ophiuroidea, dan 1 jenis kelas polychaeta. Berdasarkan hasil analisis dominansi jenis epifauna yang dominan ditemukan yaitu kelas gastropoda dan kelas crustacea yang menempel pada thallus rumput laut. Hasil pengukuran kualitas air saat penelitian di Perairan Desa Tanjung Tiram kisaran suhu 29-30 °C, kecerahan 92%, kecepatan arus 0,097-0416 m/det, salinitas 30-32 ppt, nitrat 0,0246-0,0416 mg/L, fosfat 0,0018-0,6034 mg/L, dan DO (Oksigen terlarut) 5,7-6,6 mg/L. Dari hasil persentase tingkat kerusakan bahwa epifauna tidak berpengaruh besar terhadap kerusakan rumput laut. Jika dilihat dari laju pertumbuhan harian dari kedua jenis rumput laut tersebut bahwa jenis rumput laut K. alvarezii mengalami pertumbuhan yang kurang baik dibandingkan dengan rumput E. denticulatum. Berdasarkan hasil uji korelasi, Do merupakan parameter oseanografi yang berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan K. alvarezii dan E. denticulatum.Kata Kunci : Ketahanan thallus, Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum, verti net.
Co-Authors . Sumarni, . A Abdullah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Abdul Rahman AGUS KURNIA Ahmad Mustafa Almualam, . Amiruddin Amir Anastion, . Andi Irwan Nur, Andi Irwan Apriliani, Asnar Arami, Hasnia Arielta, Muhammad Rafly Ariskanti Ariskanti Arnol, Deddy Asnani Asnani Asriyana, . Awal Setya Anugrah Azalia Azalia Bahtiar, . Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul Muis Bolqiah, Sofri Buamona, Dodi Efendi Cahayani, Rhedita Chayani R, Dita Pramesti Daniel Happy Putra Devi Devi, Devi Didu, La Emiyarti, . Emiyarti, . Farito, . Fitra, Ramad Arya Guntur, LM. Ikhwan Halili Halili Harfan Harfan Hariyanti, Wa Ode Haslianti, . Husain, La Ode Kadir Irmin, Irmin Isham, . Ismail, Isman Septian Jamhari Jamhari Jamil, Muhammad Ridha Jaya, La Ode Muhammad Golok Julizar, Syukur La Baco S La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode Ichlas Syahrullah Yunus La Ode Mehamad Ardiansyah La Ode Muhamad Kiflin La Ode Muslimin Liza Kurnia Mansur Mardin, Mardin Marlia, . Marlin Marlin Muhammad Taswin Munier Munirma, Munirma Mursalim, Ode Muslim Muslim Mutmainnah Muchtar Muzuni, Muzuni Nadia, La Ode Abdul Rajab Nasrun, La Nur Irawati Nur, Indriyani Nurdiana A Nurdiana Nurdiana Nurdiana, - Nurdiana, . Nurlinda, Suriati Onu La Ola, Onu Patadjai, Rahmad Sofyan Rahmat, Fitra Ratna Diyah Palupi Rizal, . Roslindah Daeng Siang S., Salwiyah Saik, Fitriani Saik, Fitriani Salwiyah S, Salwiyah Salwiyah Salwiyah Salwiyah, . Salwiyah, Salwiyah Samdin, Samdin Saniati, Saniati Sari, Wilda Purnama Sarifa, . Sarifa, Sitti Sarimuddin, Sarimuddin Sarini Yusuf Sima, Nur Sudia, LaBaco Sumiati Sumiati Suwaldi Trisno Widodo Tambunan, Reside Taswin Munier Ulfa, Hartina Wardha Jalil Wati, Nela Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wulandari Wulandari Yudizar, Arbin Yulianti, Yuni Yusup, Silfi Yusup, Silfi