Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Komunitas Fitoplankton berdasarkan Pasang Surut pada Kawasan Penangkapan Benih Lobster di perairan Raooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Saniati, Saniati; Kasim, Ma`ruf; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoplankton adalah organisme hidup yang mengapung di perairan, dengan kemampuan berenang terbatas dan pergerakannya sangat dipengaruhi oleh arus air. Keberadaan fitoplankton penting dalam menjaga kelangsungan hidup ekosistem perairan dan rantai makanan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan hubungan antara kualitas air dan kelimpahan fitoplankton berdasarkan pasang surut. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai Juli 2019,  bertempat di Perairan Ranooha Raya Kecamata Moromo Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan stasiun dilakukan dengan menggunakan metode porposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan 4 kali pada interval 10 hari dengan 3 ulangan di setiap stasiun. Hasil pengamatan komposisi spesies fitoplankton terdiri dari 3 kelas yaitu Bacillariophyceae (13 genus), Coscinodiscophyceae (4 genus), dan Dinophycea (2 genus). Navicula, Rhizosolenia, Coscinodices, dan Peridinium memiliki kelimpahan relatif tertinggi. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2035-3120 sel/L saat air pasang dan 2520-2975 sel/L saat air surut. Indeks keanekaragaman (H') saat air pasang dan surut dan indeks keseragaman (E') pada air pasang dan surut stabil. Nilai dominan (C) adalah kategori sedang. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu (29-300C), kecerahan (95%), kecepatan arus (0,04-0,07 m/s), salinitas (29-31 ppt), nitrat (0,022-0,028 mg/l), dan dilarutkan oksigen (5,3-6,3 m/g), Fosfat (0,005-0,007 m/g).            Kata kunci : Fitoplankton, Struktur Komunitas, Ranooha Raya.
Perbandingan Kepadatan dan Keanekaragaman Diatom (Bacillariophyceae) pada Thallus Kappaphycus alvarenzii dan Eucheuma denticulatum pada Kedalaman Berbeda di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Ulfa, Hartina; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diatoms or bacillariophycea are very important as contributors to primary productivity in both pelagic and benthic waters. This study aims to determine the ratio of density and diversity of diatoms (Bacillariophyceae) on the thallus K. alvarezii and E. denticulatum at different depths. This research was carried out in the waters of Tanjung Tiram Village, North Moramo District, Konawe Selatan District. Water quality analysis and sample identification were conducted at the UHO FPIK Testing Laboratory, research was conducted in June to August 2019. Sampling is done randomly on the third inside. Sampling at each depth of 6 thallus is divided into 2 types of marine assemblage 3 of E. denticulatum and 3 of K. alvarezii so the total sample at the 10th day of observation was 18 thallus. This also applies to sampling the 20th and 30th day. The result of diatom density from seaweed K. alvarezii and E. denticulatum obtained diatom density between K. alvarezii seaweed 50 cm depth 454535 Cell / cm2 Depth 100 cm that is 118918 Cell / cm2 and depth 200 cm that is 74357 Cell / cm2 sea E. denticulatum depth of 50 cm is 17876 cells / cm2, depth of 100 cm is 58109 cells / cm2 and and depth of 200 cm is 47237 cells / cm2. Diversity value in seaweed K. alvarezii Depth of 50 cm is 0.136 Cell / cm2, depth of 100 cm is 0.168 Cell / cm2, and depth of 200 cm is 0.167 Cell / cm2, while seaweed E. denticulatum depth of 50 cm is 0.152 Cell / cm2, a depth of 100 cm is 0.124 cells / cm2, and a depth of 200 cm is 0.151 cells / cm2, there is no high diversity this is because the number of species found is still very small so the value of diversity is also low.Keywords: Density, Diatoms, Diversity, Waters of Tanjung Tiram, Verty Net
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) MENGGUNAKAN ALAT HORIZONTAL NET (STUDI KASUS DI KELURAHAN KATOBENGKE KECAMATAN BETOAMBARI KOTA BAUBAU) Sima, Nur; Kasim, Ma'ruf; Nurdiana, -
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 6, No 3 (2021): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.646 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v6i3.20280

Abstract

ABSTRAK Rumput laut K. alvarezii merupakan salah satu jenis rumput laut yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia pada umumnya di Sulawesi Tenggara pada khususnya. Alat yang digunakan pada kegiatan budidaya rumput laut salah satunya yaitu Horizontal Net dimana bentuk alat tersebut adalah persegi empat, alat ini juga dapat melindungi rumput laut dari berbagai kotoran, serangan hama dan alat ini tidak memerlukan biaya dan tenaga pengikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan usaha budidaya rumput laut yang menggunakan alat  Horizontal Net. Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan apakah usaha budidaya rumput laut (K. alvarezii) menggunakan alat Horizontal Net layak dijalankan atau tidak.  Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dimana kasusnya adalah pelaku usaha budidaya rumput laut yang menggunakan alat Horizontal Net di Kelurahan Katobengke Kecamatan Betoambari Kota Baubau. Data yang dipeoleh dianalisis menggunakan analisis Net Present Value (NPV), Revenue Cost Ratio (R/C), Internal Rate Of Return (IRR) dan Payback Period (PBP). Hasil analisis kelayakan NPV positif 342.031.587, dengan tingkat suku bunga 12,5% diperoleh nilai R/C Ratio >1 (1,28), IRR 25% dan PBP selama 3.9 tahun. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha budidaya rumput laut (K. alvarezii) yang menggunakan alat Horizontal Net di Kelurahan Katobengke Kecamatan Betoambari Kota Baubau layak untuk dikembangkan. Kata kunci: Rumput laut, Metode Horizontal Net, Analisis Kelayakan Usaha
Implemetation of Horisontal Net in Seaweed (Kappahycus alvarezii and Eucheuma denticulatum) Cultivation Kasim, Ma’ruf; Balubi, Abdul Muis; Mustafa, Ahmad; Muzuni, Muzuni; Jalil, Wardha
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 3, No 2 (2019): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v3i2.9733

Abstract

Cultivation of seaweed genus Eucheuma continues to develop with various methods in increasing of production. This research was conducted during March-July at the Lakeba Beach, Baubau City, Southeast Sulawesi Province. Indonesia. The results showed that the growth rate of Eucheuma denticulatum and Kappaphycus alvarezii in floating cages looked faster and there was a better morphological form of talus. The average production of E. denticulatum which uses floating cages and longline in 50 g for first day cultivation is growth to 74 g and 60 g, respectively. The absolute growth rate of the thallus E. denticulatum during July cultivated with floating cages and longline after 30 days from the average initial weight of 50 g growth to 240 g and 167 g, respectively. Specific Growth Rate (SGR) of E. denticulatum cultivated on longline looks lower compared to floating cages. SGR of K. alvarezii and E. denticulatum which are cultivated by floating cage are 5,6%/day and 5,4% /day respectively. Cultivation using floating cages produces good growth rates without the effects of herbivorous attacks.Keywords: ; Eucheuma denticulatum, Herbivorous, Horintoal Net, Kappaphycus alvarezi, seaweed.
Suksesi Tingkat Penempelan Biofouling pada Rumput Laut (Eucheuma denticulatum) yang Dipelihara dengan Metode Rakit Jaring Apung dan Long Line di Perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan Ismail, Isman Septian; Kasim, Ma’ruf; Patadjai, Rahmad Sofyan
JSIPi (Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan) (Journal of Fishery Science and Innovation) Vol 1, No 2 (2017): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.282 KB) | DOI: 10.33772/jsipi.v1i2.6629

Abstract

Salah satu permasalahan dalam kegiatan budidaya rumput laut adalah penempelan biofouling pada thallus maupun substrat yang menjadi kompetitor sehingga menyebabkan tergganggunya pertumbuhan rumput laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis biofouling yang menempel pada substrat dan rumput laut serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan rumput laut. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016 – Februari 2017 di perairan Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 100 thallus rumput laut yang dibudidayakan pada rakit jaring apung dan Long Line selama 7 minggu Pengamatan Biofouling pada substrat dilakukan dengan menggunakan transek 10 x 10 cm2 yang diletakkan secara acak pada lima (5) titik, sedangkan pada thallus dilakukan dengan menggunakan transek 1x1 cm2 dengan bantuan loop. Adapun jenis Biofouling yang ditemukan sebanyak 21 spesies diantaranya Hypnea asperi, Caetomorpha crassa, Cladophora sp., acanthopora spicifera, Ulva fasciata, Udotea flabellum, Laurencia nidifica, polysiphonia sp., Gracilaria Salicornia, Elachista flaccida, Padina Australis, Dictyota dichotoma, agelas clathrodes, Diddemnum molle, Patella vulgata, Nucella lapillus, Turbo brunneus, Mytilopsis sallei, Brachidontes maritimus, Hemigrapsus crenulatus dan unidentified moluska.Kata Kunci:  Suksesi, biofouling, rakit jaring apung , long line
Keanekaragaman jenis epifauna pada Rumput Laut Eucheuma denticulatum yang dibudidaya dengan Metode Rakit Jaring Apung di perairan desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Apriliani, Asnar; Kasim, Ma’ruf; Salwiyah, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.587 KB)

Abstract

Keberadaan epifauna pada talus rumput laut dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis epifauna pada rumput laut E.denticulatum yang dibudidaya dengan menggunakan rakit jaring apung di perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis epifauna yang diperoleh yaitu 13 jenis, diantaranya 4 jenis kelas bivalvia, 2 jenis kelas gastropoda, 5 jenis kelas crustacea , 1 jenis kelas Ophiuroidea, dan 1 jenis kelas Polychaeta. Keanekaragaman epifauna tergolong pada kategori rendah berkisar antara 0.855-1.394, keseragaman jenis berkisar antara 0.179-0.193, dan dominansi epifauna berkisar antara 0.328-0.543. Hasil pengukuran kualitas air saat penelitian di Perairan Desa Tanjung Tiram kisaran suhu 29 ̶ 30oC, kecerahan 66 ̶ 83%, kecepatan arus 0,0479 ̶ 0,0752 m/det, , salinitas 30 ̶ 33 ppt, nitrat 0,0040 ̶ 0,0510 mg/L, phospat 0,0030 ̶ 0,0153 mg/L, dan DO (oksigen terlarut) 7,3 ̶ 7,8 mg/L.Kata kunci : Epifauna, Eucheuma denticulatum, Keanekaragaman, Rakit jaring apung.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA Kappaphycus alvarezii DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAKIT JARING APUNG DI PANTAI LAKEBA KOTA BAUBAU Saik, Fitriani; La Ola, La Onu; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sosial Ekonomi Perikanan
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.189 KB) | DOI: 10.33772/jsep.v1i2.6836

Abstract

Usaha budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) barumulai dilakukan di Pantai Lakeba Kota Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi, efektifitas, produktivitas dan keuntungan usaha budidaya K.alvarezii dengan menggunakan metode rakit jarring apung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan wawancara. Hasil analisis efisiensi tertinggi berturut-turut yaitu nelayan 1 (2,701), nelayan 2 (3,176) dan nelayan 3 (3,745). Nilai efektifitas tertinggi berturut-turut yaitu nelayan 3 (0.00027), nelayan 2 (0.00031),dan nelayan 1 (0.00037). Nilai produktivitas tertinggi berturut-turut yang diperoleh pada nelayan 3 (2,67), nelayan 2 (3,15) dan nelayan 1 (3,70). Analisis keuntungan tertinggi berturut-turut yang diperoleh nelayan 3 (Rp42.824.876), nelayan 2 (Rp42.704.876) dan nelayan 1 (Rp42.044.867). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya rumput laut yang paling efisien adalah nelayan 1 sedangkan yang paling efektif, produktif dan menguntungkan adalah nelayan 3. Kata Kunci: Efisiensi, efektifitas, keuntungan, produktivitas, rumput laut
Perbandingan Laju Pertumbuhan Kappaphycus Alvarezii Hasil Kultur Jaringan Pada Kedalaman Berbeda Yang Dipelihara Pada Jaring Kantung Apung Julizar, Syukur; Kurnia, Agus; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.296 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i4.8019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap laju pertumbuhan K.alvarezii ha silkultur jaringan di Perairan Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok (RAK). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM) dan laju pertumbuhan spesifik (LPS).Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak K.alvarezii ha silkultur jaringan yang tertinggi terja di padaperlakuanA (kedalaman 20cm) dengan nilai pertumbuhan sebesar 40,53 g dan yang terendah terjadi pada perlakuanC (kedalaman 60cm) dengan nilai pertumbuhan sebesar 17,73 g. Sedangkan laju pertumbuhan spesifik(LPS) tertinggi terjadi pada hari kesepuluh yaitu pada perlakuan B (kedalaman 40cm) dengan nilai LPS sebesar 6,04 % dan yang terendah terjadi pada hari keempat puluh yaitu pada perlakuan C  (kedalaman 60cm) dengan nilai LPS sebesar 1,54%. Sementara pada hasil analisis regresi, parameter lingkungan yang memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan rumput laut yaitu salinitas yang berpengaruh positif sedangkan kecepatan arus dan fosfat berpengaruh negatif. Dari data tersebut,perutmbuhan terbaik terjadi pada kedalaman penebaran 20 cm dan terendah terjadi pada kedalaman penebaran 60cm. Kata Kunci:Kultur jaringan rumput laut, kedalaman laut, Jaring Kantung Apung, Pertumbuhan K. alvvarezii
Perbandingan Laju Pertumbuhan dan Produksi Eucheuma Denticulatum Yang Dipelihara Dengan Long Net dan Wall Net Mardin, Mardin; Rahman, Abdul; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.343 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i4.17484

Abstract

Eucheuma denticulatum merupakan salah satu jenis rumput laut yang ikut andil dalam meningkatkan produksi rumput laut di Indonesia. Berkaitan dengan proses budidayanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju pertumbuhan dan produksi E. denticulatum yang dipelihara dengan long net dan wall net, demikian hubungannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Penelitin ini dilaksanakan pada Oktober-Desember 2019 di Perairan Pantai Lakeba Kota Baubau Sulawesi Tenggara,  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan alat analisis uji-t (Independent sampel t-test) dan regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh laju pertumbuhan spesifik (LPS)  masing-masing sebesar 2,98%.hari-1 pada long net dan sebesar 2,58%.hari-1 pada wall net, sedangkan produksi rumput laut basah masing-masing sebesar 769,06 g.m-2 dan sebesar 643,44 g.m-2. Posisi kedalaman tanam, keterlindungan, dan kestabilan rumpun rumput laut menjadi pembeda hasil LPS dan produksi E. denticulatum pada kedua alat tersebut. Parameter kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhan E. denticulatum yaitu suhu, salinitas, kecepatan arus, pH, nitrat, dan fosfat. Wall net memiliki kelebihan dibanding long net terutama pada kondisi perairan yang agak terbuka dan keberadaan hama.Kata Kunci: long net, wall net, produksi Eucheuma denticulatum, pantai lakeba.
Perbandingan Waktu Pemulihan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii, (Doty 1985) yang Mengalami Kerusakan Akibat Gigitan Ikan Herbivora yang Dipelihara dalam Jaring Kotak dan Dinding Jaring Buamona, Dodi Efendi; Nur, Indriyani; Kasim, Ma'ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.845 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i4.18382

Abstract

Salah satu kendala budidaya rumput laut adalah tingginya pemangsaan hama, maka media yang digunakan diharapkan dapat meningkatkan produksi rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu pemulihan thallus rumput laut yang mengalami kerusakan akibat gigitan ikan herbivora pada jenis K. alvarezii dan mengetahui laju pertumbuhan spesifik rumput laut yang dipelihara pada jaring kotak dan dinding jaring. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019, bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitian ini terdiri atas 2 perlakuan yaitu menggunakan jaring kotak dan dinding jaring serta 10 ulangan.Sampel yang digunakan yaitu bibit thallus rumput laut K. alvarezii, diamati menggunakan mikroskop digital dan dianalisis menggunakan uji-t (Independent sample t-test) dengan bantuan SPSS versi. 24 dengan taraf kepercayaan 95%. Parameter yang diamati adalah pemulihan thallus rumput laut,(LPS), parameter kualitas air dan hubungan antara LPS dan parameter kualitas air. Hasil yang diperoleh pemulihan thallus rumput laut pada jaring kotak lebih cepat yaitu (11 hari) masa pemeliharaan dibandingkan dinding jaring yaitu (15 hari) masa pemeliharaan. LPS tertinggi pada jaring kotak yaitu pekan ke-1 sebesar 7,00% dan terendah pekan ke-6 sebesar 3,13% sedangkan LPS tertinggi pada dinding jaring yaitu pekan ke-1 sebesar 6,61% dan terendah pekan ke-6 sebesar 2.95%. Hasil analisis menunjukan bahwa (LPS) berbeda nyata antara kedua perlakuan.Kata Kunci: K. alvarezii, pemulihan, pertumbuhan, jaring kotak, dinding jaring
Co-Authors . Sumarni, . A Abdullah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Abdul Rahman AGUS KURNIA Ahmad Mustafa Almualam, . Amiruddin Amir Anastion, . Andi Irwan Nur, Andi Irwan Apriliani, Asnar Arami, Hasnia Arielta, Muhammad Rafly Ariskanti Ariskanti Arnol, Deddy Asnani Asnani Asriyana, . Awal Setya Anugrah Azalia Azalia Bahtiar, . Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul Muis Bolqiah, Sofri Buamona, Dodi Efendi Cahayani, Rhedita Chayani R, Dita Pramesti Daniel Happy Putra Devi Devi, Devi Didu, La Emiyarti, . Emiyarti, . Farito, . Fitra, Ramad Arya Guntur, LM. Ikhwan Halili Halili Harfan Harfan Hariyanti, Wa Ode Haslianti, . Husain, La Ode Kadir Irmin, Irmin Isham, . Ismail, Isman Septian Jamhari Jamhari Jamil, Muhammad Ridha Jaya, La Ode Muhammad Golok Julizar, Syukur La Baco S La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode Ichlas Syahrullah Yunus La Ode Mehamad Ardiansyah La Ode Muhamad Kiflin La Ode Muslimin Liza Kurnia Mansur Mardin, Mardin Marlia, . Marlin Marlin Muhammad Taswin Munier Munirma, Munirma Mursalim, Ode Muslim Muslim Mutmainnah Muchtar Muzuni, Muzuni Nadia, La Ode Abdul Rajab Nasrun, La Nur Irawati Nur, Indriyani Nurdiana A Nurdiana Nurdiana Nurdiana, - Nurdiana, . Nurlinda, Suriati Onu La Ola, Onu Patadjai, Rahmad Sofyan Rahmat, Fitra Ratna Diyah Palupi Rizal, . Roslindah Daeng Siang S., Salwiyah Saik, Fitriani Saik, Fitriani Salwiyah S, Salwiyah Salwiyah Salwiyah Salwiyah, . Salwiyah, Salwiyah Samdin, Samdin Saniati, Saniati Sari, Wilda Purnama Sarifa, . Sarifa, Sitti Sarimuddin, Sarimuddin Sarini Yusuf Sima, Nur Sudia, LaBaco Sumiati Sumiati Suwaldi Trisno Widodo Tambunan, Reside Taswin Munier Ulfa, Hartina Wardha Jalil Wati, Nela Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wulandari Wulandari Yudizar, Arbin Yulianti, Yuni Yusup, Silfi Yusup, Silfi