Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan Eucheuma denticulatum Berdasarkan Kedalaman Yang Dipelihara Dengan Metode Vertinet Mursalim, Ode; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.452 KB) | DOI: 10.33772/jma.v7i1.17479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan E. denticulatum terhadap kedalaman berbeda yang dibudidayakan dengan metode vertinet dan pengaruh parameter kualitas air terhadap pertumbuhan E. denticulatum yang dipelihara dengan kedalaman yang berbeda. Penelitin ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019 yang bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) di mana terdiri dari 3 perlakuan dan 27 ulangan individu yakni perlakuan A (kedalaman 30 cm), perlakuan B (kedalaman 40 cm) dan perlakuan C (kedalaman 50 cm) dengan berat awal rumput laut 20 gram.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik perlakuan A 3,74% perhari, perlakuan B 3,71% perhari dan perlakuan C 3,94% perhari. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukkan bahwa kualitas air di lokasi penelitian masih dalam kisaran toleransi untuk pertumbuhan rumput laut E. denticulatum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E. denticulatum yang dipelihara dengan metode vertinet memiliki laju pertumbuhan spesifik yang baik yaitu lebih dari 3% perhari. Semakin dalam bibit E. denticulatum diletakkan dalam perairan maka pertumbuhan E. denticulatum semakin rendah. Kualitas air dapat mempengaruhi pertumbuhan E. denticulatum terutama pada parameter fosfat, nitrat dan salinitas. Kata Kunci : Kedalaman air laut, Vertinet, pertumbuhan rumput laut Eucheuma denticulatum
Pengaruh Bobot Awal yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii yang Terserang Epifit dalam Rakit Jaring Apung Yusup, Silfi; Kasim, Ma'ruf; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.635 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4356

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditi  laut  yang  sangat  populer dalam perdagangan dunia. Masalah yang sering dihadapi dalam kegiatan budidaya rumput laut adalah adanya gangguan hama berupa epifit yang menyebabkan rumput laut mati. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November-Desember 2016, Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Bibit rumput laut diperoleh dari perairan pantai Lakeba Kota Bau-bau Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 ulangan diantaranya (A 25 g),  (B 20 g) dan (C 15 g). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak dan kadar keragenan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perbedaan bobot awal rumput laut tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap pertumbuhan mutlak dan kadar karagenan. Pertumbuhan mutlak berkisar antara 3.03 g - 3.4 g sedangkan kadar karagenan berkisan antara 23.42 % - 26.63 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan berat bobot awal rumput laut K. alvarezii (25 g, 20 g, dan 15 g) yang dipelihara di rakit jaring apung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak dan kadar kareganan. Kata Kunci: Rumput laut K. alvarezii, Pertumbuhan Mutlak, Kadar Karagenan
Suksesi Keberadaan Epifauna pada Thallus Euchema denticulatum dan Alat Verti Net di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Irmin, Irmin; Kasim, Ma`ruf; Salwiyah, Salwiyah; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epifauna dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktifitas thallus E. denticulatum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suksesi keberadaan epifauna pada thallus E. denticulatum dan alat verti net di perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa suksesi keberadaan epifauna terjadi pada thallus E. denticulatum yang ditandai dengan berkurangnya jumlah L. scabra pada pengamatan hari ke- 20 dan pada pengamatan hari ke- 30 digantikan oleh Amphipolis squamata. Sedangkan pada alat verti net tidak menunjukan adanya suksesi epifauna. Hasil analisis komposisi jenis pada thallus E. denticulatum didominasi oleh Nereis sp. dengan kisaran 46.97-61.36 % dan pada alat verti net didominasi oleh Balanus sp. dengan kisaran 40.27-55.86 %. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan diperoleh suhu berkisar 29-30 oC, kecepatan arus berkisar 0.097-0.49 m/det, kecerahan berkisar 9.1-9.25 m, salinitas berkisar 30-31 ppt, Nitrat berkisar 0.0237-0.0416 mg/L, fosfat berkisar 0.0028-0.0036 mg/L dan oksigen terlarut (DO) berkisar 5.7-6.4 mg/L. Hasil analisis korelasi person memperlihatkan bahwa keberadaan epifauna pada thallus E. denticulatum dan alat verti net mempunyai hubungan yang kuat terhadap kecerahan dan fosfat. Sedangkan komposisi jenis epifauna pada thallus E. denticulatum dan alat verti net mempunyai hubungan yang kuat terhadap kecerahan, fosfat dan salinitas.Kata Kunci:  Suksesi, Epifauna, Thallus, Verti Net
Perbandingan Laju Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang Dipelihara pada Media Horinet dan Media Longnet Chayani R, Dita Pramesti; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i1.15562

Abstract

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan komoditas ekspor yang saat ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat pesisir, namun dalam kegiatan budidayanya menghadapi permasalahan dalam hasil pertumbuhan produksi bibit yang diperoleh. Olehnya, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju pertumbuhan K. alvarezii yang dipelihara dengan menggunakan media berbeda yaitu horinet dan longnet, di Perairan Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan yaitu metode ikat dengan menggunakan media horinet dan media longnet. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik tiap minggu mengalami penurunan baik pada media horinet maupun longnet, nilai rata-rata diperoleh tertinggi pada pemeliharaan dalam media horinet 3,77% dan terendah pada longnet sebesar 3,30%. Sedangkan pertumbuhan mutlak dalam setiap minggu rata-rata tertinggi diperoleh untuk media horinet 74,95 g dan terendah pada media longnet diperoleh 58,3 g. Parameter yang berpengaruh secara signifikan terhadap pertunbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rumput laut  K. alvarezii yang dipelihara pada media horinet dan longnet adalah kecepatan arus. Sedangkan parameter yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah suhu, salinitas, pH, fosfat, nitrat.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii, Metode Horinet, Metode Longnet, Pertumbuhan, Laju Pertumbuhan Spesifik
Perbandingan Laju Pertumbuhan Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii yang Dipelihara dengan Longnet dan Wallnet di Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau Husain, La Ode Kadir; Ruslaini, Ruslaini; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i2.15570

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu jenis komoditas unggulan perikanan budidaya Indonesia dengan nilai ekonomi  yang kompetitif baik di pasar domestik maupun pasar luar negeri. Salah satu jenis rumput laut yang banyak dikembangkan masyarakat pesisir adalah spesies Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan rumput laut K. alvarezii yang dipelihara dengan media longnet dan wallnet. Penelitin ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2019 yang bertempat di perairan Pantai Lakeba Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Berat bibit awal rumput laut yaitu 20 g dengan 20 ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t (Independent sample t-test) Hasil penelitian menunjukan laju pertumbuhan spesifik rumput laut Kappaphycus alvarezii pada perlakuan longnet memiliki laju pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata 6,37%/hari, 5,20%/hari, 4,58%/hari, 4,14%/hari, 3,80%/hari, 3,52%/hari sedangkan pada perlakuan wallnet memiliki laju pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata, yaitu 7,43%/hari, 5,73%/hari, 4,77%/hari, 4,02%/hari, 3,63%/hari, 3,31%/hari. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukan bahwa perlakuan yang digunakan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik rumput laut K. alvarezii antara media longnet dan media wallnet.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii, metode longnet, metode wallnet, laju pertumbuhan spesifik, pantai Lakeba
CORRELATION OF ENVIRONMENTAL FACTORS AND DIATOM ASSEMBLAGES IN AKKESHI-KO ESTUARY SYSTEM Ma’ruf Kasim
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 14, No 3 (2011): Volume 14, Number 3, Year 2011
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1376.879 KB)

Abstract

The correlation between diatoms and environmental factor were studied in Akkeshi-ko estuary, easthern part of Hokkaido, Japan. This studied were aimed to clarify whether the dynamic and distribution pattern can be made by correlating for environmental variation and diatoms assemblages in an estuarine system. During this research, there are  positive correlations between pelagic diatom abundance in water column (PDWC), depth and salinity (r = 0.623 and r = 0.652; respectively). There are positive relationship between nitrite + nitrate and the abundance of diatom on the surface sediment. Seasonal variation of the relationship between abundance of diatoms assemblages and ammonia, nitrite+nitrate and phosphate showed occurs in most stations, the high abundance of benthic and pelagic diatoms in summer followed by the increasing of ammonia, nitrite and nitrate and phosphate.
CARBON CONTENT OF PHYTOPLANKTON AND BACTERIA IN AN ESTUARINE SYSTEM Ma'ruf Kasim
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 14, No 2 (2011): Volume 14, Number. 2, Year 2011
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.494 KB)

Abstract

Carbon content of diatom, dinoflagellates and bacteria were studied in order to estimate the living particulate organic carbon (LPOC) in an estuarine system. In the water column, diatoms were most abundant in spring than the other seasons. Dinoflagellates, cyanobacteria, and microzooplankton were present in all seasons, even low in cell numbers. The highest abundance of bacteria was at inner region of estuary and lowest at the mouth of Bekanbeusi River. The percentage of benthic diatom to total diatoms assemblages on sediment surface was higher than that in the water column. The POC in water column was composed of 13 – 24 % for diatoms and 0.6 – 1.6 % for dinoflagelate in carbon base throughout a year. The contribution of diatom carbon to total POC showed highest percentage in June (24 %) in the Akkeshi-ko estuary. In general, bacterial carbon was lower than that of diatoms carbon. On average, the contribution of bacterial carbon was 5-8 % to the total POC throughout a year.
GRAZING ACTIVITY OF THE SEA URCHIN TRIPNEUSTES GRATILLA IN TROPICAL SEAGRASS BEDS OF BUTON ISLAND, SOUTHEAST SULAWESI, INDONESIA Ma'ruf Kasim
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 13, No 1 (2009): Volume 13, Number 1, Year 2009
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.868 KB)

Abstract

The research on grazing activity of a sea urchin (Tripneustes gratilla) in tropical seagrass beds wasconducted in Buton Island. The objectives of the research were to study the grazing activity such as foodpreference, grazing rate and grazing times of T. gratilla in tropical seagrass community. The results of theresearch showed that Thalassia hemprichii and Enhalus acoroides are primary food items of T. gratilla andcontained on average of 55 % and 31 % of the gut contents, respectively. The grazing rate of an individualranged from 9.6 - 14.1 g wet weight in 24 hours. The grazing times of T. gratilla were between 01.00 - 11.00a.m. and 15.00 - 21.00 p.m.
Penentuan Musim Reproduksi Generatif dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut (Eucheuma cottonii) (Determining of Seasonal Generative Reproduction and Attaching Preferences of Seaweed Spores (Eucheuma cottonii)) Ma'ruf Kasim; Asnani Asnani
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 17, No 4 (2012): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.384 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.17.4.209-216

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut Eucheuma cottonii adalah mengupayakan regenerasi secara generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim pelepasan spora rumput laut E. cottonii secara alami dan preferensi perekatan spora pada substrat. Penelitian dilaksanakan di pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode kurungan rumput laut induk pada dasar perairan digunakan untuk memudahkan pengamatan musim reproduksi. Untuk mengetahui preferensi pelekatan spora digunakan substrat dari berbagai bahan yang digantung disekitar kurungan dasar. Selama penelitian, bentuk morfologi rumput laut terlihat sehat berwarna cokelat tua dan diameter thallus utama berukuran besar. Pada pangkal thallus utama tersebut, terlihat membentuk tonjolan kecil menumpul yang cukup banyak. Tonjolan tersebut diduga sebagai tempat pengeluaran gametosit jantan dan betina. Pada akhir bulan September sampai tengah Oktober terlihat penempelan bibit rumput laut pada substrat karang dan batuan. Bibit yang ditemukan terlihat (kasat mata) setelah berukuran 0,3–0,6 cm dengan bobot 0,018 - 0,038 g. Untuk bobot basah, ukuran 0,4 g pada minggu pertama pemeliharaan dan hanya terjadi perubahan bobot sebesar 2,7 g pada minggu kedelapan pemeliharaan. Penelitian ini memberikan informasi mengenai musim reproduksi generatif pada bulan September-Oktober. Informasi lainnya adalah spora E. cottonii banyak ditemukan melekat pada karang mati bercabang. Sehingga untuk mendapatkan bibit generatif E. cottonii di perairan Sulawesi Tenggara, dapat dilakukan pada bulan tersebut. Bibit yang dikoleksi dialam terbukti mempunyai pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan dengan bibit vegetatif yang dipelihara pada areal budidaya masyarakat.Kata kunci: Eucheuma cottonii, bibit, musim perekatan, spora, generatifOne of the few ways to improve the quality of seed types Eucheuma cottonii is to seek methods of regenerating seeds by generative ways. This study aims to determine the release of seaweed spores naturally, and seedling preferences of E. cottonii spores on the substrate. This research was conducted in the area of seaweed cultivation at Lakeba coast line, City of Bau-Bau, Southeast Sulawesi Province. To facilitate observation of the reproductive season, cages method is used for holding seaweed in bottom waters. And to know the preferences of spore attachment were used substrates from various basic materials hanging around the cages. During our research study, the seaweed morphology seens healthy. Seaweed has a dark brown and large diameter of main Thallus. At the base of the main Thallus, small bulge seens enough. The bulge were plenty and rebate expenses allegedly as a male and female gametocytes. At the end of September to middle of October would seens the attachment seaweed seeds on branching coral substrate and rocks. Seeds those found seen (invisible) after sized 0.3 to 0.6 cm with the weight 0.018 to 0.038 g. For wet weight, in the first week upkeep, size reaches 0.4 g and only reaching changes in weight of 2.7 g in the eighth week. This study has provided information on the generative reproduction which occurred on September - October. In addition spore of E. cottonii is commonly found attached to dead coral branches. Thereby, to get the generative seeds of E. cottonii in field especially at Southeast Sulawesi waters, can be carried out in September-October. Seeds which were collected in nature proved to have sufficient good growth compared to vegetative seeds were maintained in the cultivation area.Key words: seaweed, seeds, seedling season, spores, generative
Dynamic of Particulate Organic Matter and Phytoplankton in Akkeshi-ko Estuary Ma’ruf Kasim
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 1 (2010): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3173.673 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.15.1.33-41

Abstract

This research was to clarify the dynamic of particulate organic matter (POM) and species composition of phytoplankton in an estuarine. C/N ratio was measured in a C-N Analyzer and phytoplankton was identifying under electron microscope. The seasonal uctuation of POC and PON concentration was generally similar in all stations. POC and PON concentration were generally higher in inert part of estuary during spring and summer and its concentrations seem high at outside part during autumn. From total 128 species of diatoms identied in the Akkeshi-ko estuary, 103 and 102 species of phytoplankton occurred on the upper layer of sediments and in water column, respectively. On the upper layer  sediments, there were 12 species of benthic diatoms and 2 species of pelagic diatoms were most common and dominantly occurred in all stations. In water column, 12 species of benthic diatoms and 3 species of pelagic diatoms were most common and predominantly occurred in all stations. The main reason of this condition is the concentration of POM and phytoplankton was increase during spring and summer cause of high input nutrient from outside of estuarine.Key words :  particulate organic matter, phytoplankton, benthic diatom, pelagic diatom. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai dinamika dari bahan organik terlarut dan komposisi jenis dari fitoplankton pada perairan estuari Hokkaido.  C/N ratio diukur dengan menggunakan C/N analyzer dan identifikasi fitoplankton dilakukan di bawah mikroskop elektron. Fluktuasi musiman dari konsentasi PON dan POC dalam perairan relatif sama di seluruh stasiun pengamatan. Konsentrasi POC dan PON relatif  lebih tinggi pada bagian dalam Akkeshi estuary selama musim semi dan musim panas dan konsentasi tersebut terlihat lebih tinggi di luar lokasi estuari selama musim gugur. Dari total 128 jenis yang diidentifikasi di lokasi penelitian, 103 spesies fitoplankton ditemukan pada permukaan sedimen dan 102 diantaranya ditemukan mengapung di perairan.  Pada permukaan sedimen ditemukan 12 spesies dari diatom bentik dan 2 spesies dari diatom pelagik dan mendominasi lokasi penelitian. Pada kolom air ditemukan 12 spesies dari diatom bentik dan 3 spesies dari diatom pelajik  ditemukan dominan dan mendominasi lokasi penelitian. Hal ini disebabkan oleh terjadinya peningkatan bahan organik terlarut dan fitoplankton selama musim semi dan musim panas yang disebabkan oleh peningkatan kandungan nutrien yang berasal dari luar perairan estuari. Kata kunci:  Bahan organic terlarut, fitoplankton, bentik diatom, pelagik diatom
Co-Authors . Sumarni, . A Abdullah A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Rahman Abdul Rahman AGUS KURNIA Ahmad Mustafa Almualam, . Amiruddin Amir Anastion, . Andi Irwan Nur, Andi Irwan Apriliani, Asnar Arami, Hasnia Arielta, Muhammad Rafly Ariskanti Ariskanti Arnol, Deddy Asnani Asnani Asriyana, . Awal Setya Anugrah Azalia Azalia Bahtiar, . Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul M. Balubi, Abdul Muis Bolqiah, Sofri Buamona, Dodi Efendi Cahayani, Rhedita Chayani R, Dita Pramesti Daniel Happy Putra Devi Devi, Devi Didu, La Emiyarti, . Emiyarti, . Farito, . Fitra, Ramad Arya Guntur, LM. Ikhwan Halili Halili Harfan Harfan Hariyanti, Wa Ode Haslianti, . Husain, La Ode Kadir Irmin, Irmin Isham, . Ismail, Isman Septian Jamhari Jamhari Jamil, Muhammad Ridha Jaya, La Ode Muhammad Golok Julizar, Syukur La Baco S La Ode Alirman Afu, La Ode Alirman La Ode Ichlas Syahrullah Yunus La Ode Mehamad Ardiansyah La Ode Muhamad Kiflin La Ode Muslimin Liza Kurnia Mansur Mardin, Mardin Marlia, . Marlin Marlin Muhammad Taswin Munier Munirma, Munirma Mursalim, Ode Muslim Muslim Mutmainnah Muchtar Muzuni, Muzuni Nadia, La Ode Abdul Rajab Nasrun, La Nur Irawati Nur, Indriyani Nurdiana A Nurdiana Nurdiana Nurdiana, - Nurdiana, . Nurlinda, Suriati Onu La Ola, Onu Patadjai, Rahmad Sofyan Rahmat, Fitra Ratna Diyah Palupi Rizal, . Roslindah Daeng Siang S., Salwiyah Saik, Fitriani Saik, Fitriani Salwiyah S, Salwiyah Salwiyah Salwiyah Salwiyah, . Salwiyah, Salwiyah Samdin, Samdin Saniati, Saniati Sari, Wilda Purnama Sarifa, . Sarifa, Sitti Sarimuddin, Sarimuddin Sarini Yusuf Sima, Nur Sudia, LaBaco Sumiati Sumiati Suwaldi Trisno Widodo Tambunan, Reside Taswin Munier Ulfa, Hartina Wardha Jalil Wati, Nela Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wulandari Wulandari Yudizar, Arbin Yulianti, Yuni Yusup, Silfi Yusup, Silfi