Claim Missing Document
Check
Articles

Characterization of Pamelo Leaves (Citrus maxima (Burm) Merr) Aceh, Indonesia Yunus, Ismadi; Putri, Intan Yatima; Hafifah, Hafifah
Journal of Tropical Horticulture Vol 1, No 1 (2018): October 2018
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.283 KB) | DOI: 10.33089/jthort.v1i1.8

Abstract

Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr) is one type of orange that is prospectively cultivated in Indonesia. Pamelo in Indonesia is very diverse, as the skin of the fruit is green to red, some are  with seed and seedless. Pamelo plants have diverse leaves, both in shape, size, lamina and thickness. The various leaf shapes between plants which show below the genetic resources of pamelo plants are numerous and varied. Information about pamelo aceh plants, especially about the character of leaves is still very limited. This information can be used to determine the characteristics of pamelo aceh so that later it will be very useful in classifying and grouping plants. The purpose of this study was to determine the character of the Pamelo Giri Matang leaf in Aceh, Indonesia. The study aims to see the level of diversity of pamelo in the village of Pante Lhong. The study was conducted in the village of Pante Lhong, Peusangan District, Bireuen,  District, Aceh, Indonesia and at the Laboratory of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh, from September to November 2017. The sample plants used were 15, aged between 10 and 25 years. The research was conducted using descriptive method with sampling by purposive sampling method. Observations were carried out quantitatively and qualitatively based on Descriptors for Citrus (PGRI). The results showed that Pamelo Giri Matang Aceh Indonesia was an evergreen plant with an intensity of green to dark leaf color. The average leaf lamina has a length of 14.62 cm and a width of 7.04 cm with an average area of 59.74 cm2. The most commonly found leaf wings are obovate.
The Effect of Planting Media Type and Ab Mix Concentration on the Growth and Yield of Hydroponic Bok Choy (Brassica rapa L.) Lelawati, Nur; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi; Yusuf, Muhammad; Wirda, Zurrahmi
Journal of Tropical Horticulture Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v4i1.70

Abstract

Vegetables are usually classified by the part of the plant used for food, which is an essential source of many nutrients, including vitamins A and C, potassium, calcium, dietary fiber, and folate. Leafy greens are an abundant source of vitamin A and iron. The lack of fertile agricultural land has led to a decrease in the area of agricultural land, resulting in a decrease in the well-being of farmers. However, plant cultivation using the hydroponic method can be applied to solve this problem. Hydroponics is a method of growing crops without soil. Hydroponic farming is clean, simple, and efficient. This research aims to determine the effect of planting media type and AB mix concentration on hydroponic bok choy. The research used a Completely Randomized Design (CRD) with two factors and three replications, resulting in 27 experimental units. The first factor was planting media (M): Rockwool (M1), husk charcoal (M2), and sand (M3). The second factor was AB mix concentrations: 3 ml/l (K1), five ml/l (K2), and seven ml/l (K3).
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN METODE IQRO’ DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SANTRIWATI I’DADI DI LEMBAGA TMI AL-AMIEN PRENDUAN TAHUN 2021/2022 Hafifah, Hafifah; Afifah , Afifah
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.2861

Abstract

Menyempurnakan bacaan Al-Qur’an adalah kewajiaban setiap muslim, sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang paling efektif untuk merealisasikannya, namun kenyataan yang terjadi di TMI putri Al-Amien Prenduan adanya beberapa santriwati yang belum sempurna dalam membaca Al-qur’an. Sehingga lembaga TMI Al-Amien Prenduan memutuskan untuk menggunakan metode Iqro’ bagi santriwati baru khususnya dalam rangka menyempurnakan bacaan Al-Qur’an mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran metode Iqro’ yang dilaksanakan di lembaga TMI putri Al-Amien Prenduan, dan peneliti jabarkan dalam dua fokus yaitu: 1.Bagaimana Implementasi pembelajaran metode Iqro’ dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada santriwati I’dadi. 2. Apa saja faktor pendukung dan penghambat Implementasi pembelajaran metode Iqro’ dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada santriwati I’dadi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulakan bahwa Implementasi pembelajaran metode Iqro’ pada santriwati I’dadi ini ini sangat bagus, dimulai dari sebuah perencanan yang baik kemudian pelaksanaan yang maksimal dan di akhiri dengan evaluasi. Adapun Faktor pendukung implementasi pembelajaran metode Iqro’ ini khususnya pada santriwati I’dadi adalah adanya motivasi yang diberikan guru terhadap santriwatinya serta cara mengajar guru yang tidak membosankan. adapun faktor penghambatnya yakni adanya guru yang kurang disiplin, santriwati yang sering lupa akan materi yang sudah dipelajarinya, dan tidak disediakannya buku Iqro’ di tempat pembelajaran
Determination of The Critical Period of Sweet Corn Plants (Zea Mays Saccharata Sturt) Against Weed Safrina, Safrina; Baidhawi, Baidhawi; Hafifah, Hafifah
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v4i3.524

Abstract

The critical period is a time when cultivated plants are very sensitive to the presence of weeds so that the disturbance caused by them can reduce the final yield. So, no the entire growing period of plants is affected by weeds. This critical period relates to the time of proper control so that the presence of weeds does not always require control measures. This research aims to determine the critical period for sweet corn (Zea Mays Saccharata Surt) against weeds and the effect of weeds on the growth and yield of sweet corn plants. This research was carried out at Gampong Mesjid, Kaway XVI, West Aceh Regency, Soil Science Laboratory and Pest and Disease Laboratory, Agroecotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, North Aceh from February to April 2024. This research used an experimental method of randomized block design (RAK), the single factor that consists of 10 treatments with 3 repetitions. P1: 0-15 DAP with weeds, P2: 0-30 DAP with weeds, P3: 0-45 DAP with weeds, P4: 0-60 DAP with weeds, P5: 0-Weedy harvest, P6: 0-15 DAP weeds free, P7: 0-30 DAP weeds free, P8: 0-45 DAP weeds free, P9: 0-60 DAP weeds free, P10: 0-DAP harvest free from weeds. The observation data were analyzed using analysis of variance, the treatment average was obtained through Duncan’s Multiple Range Test (DRMT) a the 0.05 level. The research results show that the critical period for sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) for weeds is determined at the age of 16-30 days after planting. Weed control carried out between  16-30 days of plant age will not inhibit the growth and yield of sweet corn plants.
Penilaian Kesesuaian Lahan Kualitatif Untuk Tanaman Pala Di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen Irmayunita, Irmayunita; Yusra, Yusra; Akbar, Halim; Khusrizal, Khusrizal; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11440

Abstract

Pala (Myristica fragrans Hott.) merupakan tanaman evergreen yang memiliki khasiat obat untuk mengobati berbagai penyakit dan bernilai ekonomi sehingga perlu dikembangkan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kualitatif untuk tanaman pala yang dilaksanakan di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilaksanakan pada Juli-Agustus 2022 dengan menggunakan metode survei dengan pendekatan evaluasi lahan secara pararel. Pendekatan ini terdiri atas evaluasi kesesuaian lahan berdasarkan kriteria fisik dan evaluasi kesesuaian lahan. Metode survei yang digunakan terdiri atas 4 tahap yaitu : tahap persiapan,  pendahuluan, utama, dan analisis data serta penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman pala di Kecamatan Peudada masuk kelas S3 (sesuai marginal) dengan faktor pembatas berupa curah hujan, drainase, KB, lereng, dan bahaya erosi. Sehingga perlu dilakukan perbaikan supaya dapat meningkatkan kelas kesesuaian lahan menjadi S1 (sangat sesuai).
The Effect of Palm Oil Mill Effluent and Cow Manure on the Growth and Yield of Bok Choy Plant (Brassica Rapa L.) Pratama, Boby Erdi; Hafifah, Hafifah; Nazaruddin, M; Nasruddin, Nasruddin; Faisal, Faisal
Journal of Tropical Horticulture Vol 5, No 2 (2022): October 2022
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v5i2.80

Abstract

In Indonesia, bok choy (Brassica rapa L.) is a popular vegetable whose leaves are used as food ingredients in fresh or processed ways. The treatments to increase the production of bok choy are the application of Palm Oil Mill Effluent (POME) and cow manure fertilizer. POME contains macro and micronutrients such as C, N, P, K, Ca, and Mg that can optimize plant height, number of leaves, and plant production. This research aims to measure the effect of POME and cow manure fertilizer as well as the interaction of these fertilizers on the growth, production, and quality of bok choy. The research was arranged in a randomized block design with two factors. The first factor was Palm Oil Mill Effluent (POME) (L) consisted of L0 (0 ml), L1 (150 ml/polybag), L2 (250 ml/polybag). The second factor was cow manure fertilizer (K) consisting of K0 (0 ml) K1 (100 g/polybag) K2 (200 g/polybag). The results showed that the application of POME affects plant height at 28 DAP, the number of leaves at 28 DAP, and leaf chlorophyll content in bok choy plants. The best treatment is L1 (150 ml/polybag of POME) which increases the growth and yield of bok choy plants. Applying cow manure affects the plant height at 28 DAP, number of leaves at 28 DAP, plant fresh weight, root fresh weight, crown fresh weight, dry weight, and harvest index of bok choy plants. The best treatment was found in K1 (100 grams/polybag of cow manure) which increased the growth and yield of bok choy plants. There is an interaction between the treatment of POME and cow manure on the plant height at 21 DAP, number of leaves at 28 DAP, plant fresh weight, root fresh weight, crown fresh weight, plant dry weight, and harvest index. The best treatment is found in the interaction of L1K1 (100 ml/polybag of POME + 100 g/polybag of cow manure) which increased the growth and yield of bok choy plants.
Peningkatan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Akibat Pemberian Bio-Urine Sapi Dengan Penggunaan Mulsa Huswaton, Huswaton; Jamidi, Jamidi; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.20266

Abstract

Cabai merah merupakan tanaman perdu berkayu yang mempunyai buah pedas yang berasal dari kandungan capsaicin pada cabai merah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah terhadap pemberian biourine menggunakan mulsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor penyediaan biourine dan faktor penggunaan mulsa. Faktor pengaplikasian biourine N0 = 0 ml/L, N1=30 ml/L, N2=50 ml/L, N3=70 ml/L, faktor penggunaan mulsa (M), M1= tanpa mulsa, M2= mulsa hitam perak M3=mulsa jerami padi. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Aplikasi biourine 70 ml/L dan mulsa meningkatkan pertumbuhan  tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, jumlah, panjang dan diameter buah.    jumlah cabang produktif yang dapat meningkatkan produksi tanaman cabai merah.
Penentuan Periode Kritistanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Terhadap Gulma Safrina, Safrina; Baidhawi, Baidhawi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.20500

Abstract

Periode kritis merupakan masa ketika tanaman budidaya rentan terhadap kehadiran gulma, sehingga gangguan yang ditimbulkan dapat menurunkan hasil akhir suatu tanaman. Meskipun kehadiran gulma tidak sepenuhnya mempengaruhi masa pertumbuhan tanaman. Periode kritis ini berkaitan dengan waktu yang tepat untuk pengendalian, sehingga keberadaan gulma tidak selalu memerlukan tindakan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periode kritis jagung manis terhadap gulma dan pengaruh gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan metode percobaan rancangan acak kelompok faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan. P1: 0-15 HST disiangi, P2: 0-30 HST disiangi, P3: 0-45 HST disiangi, P4: 0-60 HST disiangi, P5: 0-Panen disiangi, P6: 0-15 HST bebas gulma, P7: 0-30 HST bebas gulma, P8: 0-45 HST bebas gulma, P9: 0-60 HST bebas gulma, P10: 0-Panen HST bebas gulma. Data dianalisis menggunakan uji rentang berganda Duncan pada taraf 0,05 dengan menggunakan analisis variansi untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan masa kritis tanaman jagung manis terhadap gulma adalah pada umur 16-30 HST. Pengendalian gulma yang dilakukan pada umur 16-30 HST tidak akan menghambat pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.
Perkecambahan Biji Jeruk Purut Manis (Citrus hystrix Dc) Akibat Sitokinin Dalam Bahan Alami Dan Sintetik Secara Kultur Jaringan H, Safrida; Handayani, Rd. Selvy; Nilahayati, Nilahayati; Ismadi, Ismadi; Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah; P, Asyifa
Agrium Vol 21 No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i4.19990

Abstract

Jeruk Purut (Citrus hystrix Dc) merupakan salah satu tanaman buah khas Aceh yang terancam punah. Keunikan dari tanaman ini adalah rasanya yang manis, beraroma harum dan buahnya yang segar, sehingga dapat dikonsumsi seperti jeruk pada umumnya. Perbanyakan jeruk purut manis sulit dilakukan secara konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh alami (air kelapa) dan sintetik  benzyl amino purine  (BAP) pada perbanyakan jeruk purut manis secara in vitro. Metode penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi air kelapa (0%, 10%, 20%). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (0 mg/L, 1,25 mg/L, 2,5 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan BAP pada semua variabel yang diamati. Faktor tunggal perlakuan air kelapa berpengaruh terhadap pertumbuhan eksplan, pada variabel waktu muncul tunas, persentase tumbuh tunas, dan jumlah tunas. Perlakuan terbaik adalah perlakuan air kelapa 20%.  Faktor tunggal perlakuan BAP berpengaruh terhadap variabel waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, jumlah daun, dan waktu muncul akar. Perlakuan terbaik adalah  BAP 2,5 mg/L.
Uji Toleransi Beberapa Jenis Padi Lokal Aceh (Oryza sativa L.) Pada Naungan Yang Berbeda Nisa, Khairun; Nazirah, Laila; Nilahayati, Nilahayati; Hafifah, Hafifah; Jamidi, Jamidi
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21193

Abstract

Tanaman padi merupakan makanan dan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia sehingga produktivitas padi perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji toleransi beberapa jenis padi lokal Aceh pada naungan yang berbeda dengan  menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor yaitu  jenis padi (P) dan naungan (N). Faktor pertama sebagai petak utama adalah naunga; N0 (tanpa Naungan) dan N1 (Naungan). Faktor kedua adalah jenis padi, P1 (US-20 Unsyiah Simeulue), P2 (CBD-08), P3 (CBD-04), P4 (Sigupai), P5 (Cibatu-06) dan P6 (Inpago-09). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan, setiap petak terdiri dari 6 tanaman penelitian, sehingga total tanaman sebanyak 216 tanaman. Penggunaan varietas padi Inpago-09 dan Cibatu-06 memberikan nilai terbaik yaitu berat berangkas tanaman, berat berangkas kering tanaman, panjang malai, jumlah gabah permalai, shoot-root-ratio dan hasil gabah ton/ha dibanding jenis padi lainnya. Inpago-09 merupakan varietas yang menghasilkan padi sebanyak 3,67 ton/ha, disusul galur Cibatu-06 dengan hasil 3,36 ton/ha. Penganaman padi tanpa naungan memberikan hasil terbaik terhadap berangkasan tanaman, berat kering tanaman, jumlah gabah permalai dan hasil gabah hasil gabah tertinggi yaitu 3,61 ton/ha  dibanding padi dengan penggunaan naungan.
Co-Authors Afifah , Afifah Akbar , Halim Amelia, Wirda Aminsyah, Nur Arbi, Dwiki Prahdano Audina, Yola Badhawi, Badhawi Bagus Setiawan Baidhawi Baidhawi Bellangi, Athea Elviana Elviana, Elviana Eva Yuliana, Cut Faisal Faisal Fridayanti, Nelly H, Safrida Halim Akbar, Halim Hanani, Fadli Handayani, Rd Selvy Hasanah, Dinda Putri Hasibuan, Hedri Gunawan Hatussaadah, Siti Fati Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Huswaton, Huswaton Indrawati, Iin Indri Yani, Nurul Irmayunita, Irmayunita Irna Safitri Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Kaban, Pilipi Persadanta Keumala, Ida Khaidir Khaidir Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khusrizal Khusrizal Laila Nazirah Lelawati, Nur Lisa Anita Sari, Lisa Anita Lubis, Dea Andini LUKMAN, LUKMAN M. Nazaruddin, M. Maisura Maisura Maryamah Maryamah Meutia, Indah Muhammad Kamal Muhammad Ridho muhammad rizky, muhammad Muhammad Yusuf Muiz, Kharendra N, Mutiara Nada, Salsa Bila Khotrun Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nila Hayati Nilahayati Ningrum, Sintia Nurdin, Muhammad Yusuf P, Asyifa Paiman Paiman Pasaribu, Tari Anggraini Pratama, Boby Erdi Pulungan, Widy Septiarni Putri, Intan Yatima Rafli, Muhammad Rd. Selvy Handayani Rizki, Miftahul Rosnina Rosnina, Rosnina Rudini, Dini Safrina Safrina, Safrina Safrizal Safrizal Safwandi Safwandi, Safwandi sakban, sakban Sari , Dewi Anggraini Solihuddin, Mahin Susi Susanti Syahputri, Zahrai Al rika Syahra, Alfi Syamimi, Nur Kholilah Usnawiyah, Usnawiyah Wardah Yuni Kartika Yunus, Ismadi Yuskarina, Yuskarina Yusra, Yusra Yusuf N, Muhammad Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zuliati, Septiarini Zurrahmi Wirda