Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Membaca Label Gizi pada Remaja di SMKN 6 Kota Jambi Hafifah, Hafifah; Indrawati, Iin; Hatussaadah, Siti Fati
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 14 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v14i2.960

Abstract

Label reading habits among adolescent consumers are still very lacking. Adolescents lack understanding regarding nutritional information which is an important part of nutrition labels. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and behavior of reading nutrition labels among adolescents at SMKN 6 Jambi City. This study was a quantitative study with a cross-sectional design. Data collection was carried out by filling out a questionnaire about knowledge and behavior related to reading nutrition labels. The population in this study was 232 adolescents and a sample of 77 adolescents using a proportional random sampling technique. Data analysis in this study used the chi-square test. The level of knowledge in the poor category was 64.9%, while the behavior of reading nutrition labels in the poor category was 50.6%. The results of the statistical test using chi square showed a p-value of 0.562 (>0.05) which means there is no relationship between the level of knowledge and behavior of reading nutrition labels in adolescents. The conclusion of this study provides an overview of the importance of motivation and education for adolescents at SMKN 6 Jambi City regarding awareness of the importance of reading nutrition information.
“Perbedaan Rata-Rata Ankle-Brachial Index (ABI) Sebelum Dan Sesudah Dilakukannya Senam Kaki Diabetik Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi”. Hafifah, Hafifah; Rudini, Dini; Sari, Lisa Anita
Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan Universitas Jambi
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkuj.v9i3.47133

Abstract

Peripheral artery disease (PAD) is one of the chronic complications of type 2 diabetes mellitus that can be identified through the Ankle-Brachial Index (ABI). A low ABI score indicates impaired blood flow in the lower extremities. Diabetic foot exercise is a non-pharmacological intervention that can improve peripheral circulation. This study aimed to determine the difference in average ABI before and after the implementation of diabetic foot exercise in type 2 diabetes patients at the Simpang Kawat Public Health Center in Jambi City. This quantitative research used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 35 respondents were selected through purposive sampling based on specific inclusion and exclusion criteria. The intervention involved diabetic foot exercises performed twice weekly over a period of one week. ABI values were measured using a vascular Doppler device before and after the intervention, and data were analyzed using the paired sample t-test. The results showed a significant increase in mean ABI scores from 0.89 to 0.94 in both lower limbs. Statistical analysis revealed a significant difference (p < 0.001), and the effect size was large (d = 1.39 for the right extremity, d = 1.28 for the left), indicating the strong effectiveness of the intervention. In conclusion, diabetic foot exercise significantly improves peripheral blood circulation in patients with type 2 diabetes mellitus and can be recommended as part of routine diabetes self-care management.
“Perbedaan Rata-Rata Ankle-Brachial Index (ABI) Sebelum Dan Sesudah Dilakukannya Senam Kaki Diabetik Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi”. Hafifah, Hafifah; Rudini, Dini; Sari, Lisa Anita
Jurnal Keperawatan Universitas Jambi Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan Universitas Jambi
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkuj.v9i3.47133

Abstract

Peripheral artery disease (PAD) is one of the chronic complications of type 2 diabetes mellitus that can be identified through the Ankle-Brachial Index (ABI). A low ABI score indicates impaired blood flow in the lower extremities. Diabetic foot exercise is a non-pharmacological intervention that can improve peripheral circulation. This study aimed to determine the difference in average ABI before and after the implementation of diabetic foot exercise in type 2 diabetes patients at the Simpang Kawat Public Health Center in Jambi City. This quantitative research used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. A total of 35 respondents were selected through purposive sampling based on specific inclusion and exclusion criteria. The intervention involved diabetic foot exercises performed twice weekly over a period of one week. ABI values were measured using a vascular Doppler device before and after the intervention, and data were analyzed using the paired sample t-test. The results showed a significant increase in mean ABI scores from 0.89 to 0.94 in both lower limbs. Statistical analysis revealed a significant difference (p < 0.001), and the effect size was large (d = 1.39 for the right extremity, d = 1.28 for the left), indicating the strong effectiveness of the intervention. In conclusion, diabetic foot exercise significantly improves peripheral blood circulation in patients with type 2 diabetes mellitus and can be recommended as part of routine diabetes self-care management.
Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara Handayani, Rd Selvy; Usnawiyah, Usnawiyah; Ismadi, Ismadi; Hafifah, Hafifah; Zuliati, Septiarini; Ningrum, Sintia; Pulungan, Widy Septiarni; Audina, Yola; Pasaribu, Tari Anggraini
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 menciptakan fenomena meningkatnya penghobi tanaman hias dan menciptakan peluang bisnis baru. Meningkatnya hobi tanaman hias sebagai imbas dari pembatasan kegiatan di luar rumah menjadi salah satu peluang bisnis rumahan yang menjanjikan. Demikian halnya di desa Mesjid, halaman rumah masyarakat banyak yang dihiasi tanaman hias, termasuk diantaranya adalah jenis tanaman anggrek. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah tidak memliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan perbanyakan dan pemeliharan tanaman serta melakukan persilangan tanaman anggrek. Teknik perbanyakan tanaman konvensional dan persilangan tanaman anggrek penting dilakukan untuk meningkatkan jumlah tanaman dan dapat menghasilkan jenis tanaman baru yang diharapkan memiliki keunikan sehingga harganya mahal. Oleh karena itu perlu dicari peluang usaha dan peningkatan kemampuan warga. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat tentang sistem perbanyakan vegetatif tanaman anggrek dan cara persilangan tanaman anggrek. Kegiatan penyuluhan serta pelatihan perbanyakan dan persilangan tanaman anggrek akan dilakukan di Gampong Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara. Kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan akan dilakukan dari bulan September sampai November 2022. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan tentang Pelatihan Persilangan Tanaman Anggrek Bagi Kaum Ibu Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Kabupaten Aceh Utara dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Komunitas pecinta anggrek Desa Mesjid Kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya tanaman anggrek serta mendapat kan ketrampilan cara melakukan penyerbukan buatan (penyerbukan silang maupun sendiri) pada bunga anggrek.
Pengaruh Jenis Mulsa Dan Aplikasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Ismadi, Ismadi; Indri Yani, Nurul; Hafifah, Hafifah; Rosnina, Rosnina; Nazaruddin, M
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3846

Abstract

Tanaman kentang merupakan salah satu komoditi hortikultura yang berpotensi dikembangkan karena dapat karena memiliki protein, vitamin dan mineral yang tinggi serta mempunyai peran yang penting bagi perekonomian indonesia. Tanaman kentang merupaka tanaman sayuran  berumur pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mulsa dan aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Ujung Gele Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah dengan ketinggian tempat 1300 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan mulai Juli sampai November 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis mulsa yang terdiri atas tiga taraf yaitu tanpa mulsa (M1), mulsa plastik hitam perak (M2), dan mulsa kulit biji kopi (M3). Fakotr kedua adalah pupuk organik cair yang terdiri atas tiga taraf yaitu kontrol (P0), 4 ml/l air (P1), dan 8 ml/l air (P2). Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, jumlah umbi per sampel, jumlah umbi per plot, berat umbi per sampel, dan berat umbi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan jenis mulsa hasil terbaik diperoleh dari penggunaan mulsa plastik hitam perak dan perlakuan terbaik pupuk organik cair adalah pada konsentrasi 8 ml/l air. Tidak didapati interaksi antara perlakuan jenis mulsa dan pupuk organik cair terhadap semua peubah yang diamati. Kata kunci; granola, umbi, batang, daun 
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun Akibat Perlakuan Pupuk Limbah Kulit Kopi dan Jarak Tanam Paiman, Paiman; Solihuddin, Mahin; Hafifah, Hafifah; Ismadi, Ismadi; Usnawiyah, Usnawiyah; Handayani, Rd. Selvy
Agrium Vol 16 No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.5868

Abstract

Bawang daun adalah tanaman semusim yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Petani sering mengandalkan pupuk kimia dalam membudidayakan komoditas ini, sehingga produksi bawang daun menjadi lebih kecil. Penelitian ini mencoba mengkaji penggunaan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kulit kopi untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Jarak tanam yang sesuai merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di Gampong Ujung Gele, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah pada bulan Februari-Juli 2019. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk limbah kulit kopi menggunakan 4 taraf yaitu (P0) 0 g/tanaman, (P1) 60 g/tanaman, (P2) 90 g/tanaman, dan (P3) 120 g/tanaman. Faktor kedua yaitu  jarak tanam yang menggunakan empat taraf yaitu (J1) 10 cm x 20 cm, (J2) 15 cm x 20 cm  dan (J3) 20 cm x 20 cm. Pemberian pupuk tunggal berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati, kecuali pertumbuhan tanaman dan hasil daun bawang. Pemberian pupuk 90 g per tanaman (P2) meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang hijau. Penerapan ruang tanam secara tunggal berpengaruh terhadap panjang akar, berat kering dan segar per rumpun, hasil per plot dan per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam terbaik yang diterapkan adalah 10 cm x 20 cm (J1). Terjadi interaksi antara pemberian pupuk kulit kopi dan jarak tanam terhadap jumlah anakan, jumlah daun dan panjang akar. Interaksi terbaik terdapat pada pemberian pupuk 90 g/tanaman dengan jarak tanam 10 cm x 20 cm (P2J1).
Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Padi Gogo Pada Lahan Bekas Tambang LNG Dengan Aplikasi Biofertilizer Nazirah, Laila; Hafifah, Hafifah; Maisura, Maisura
Agrium Vol 19 No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i1.6770

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyeleksi varietas padi gogo yang adaptif pada lahan bekas tambang gas alam cair (LNG) di aceh utara. Bahan yang digunakan adalah 10 varietas padi gogo, mikoriza,tanah top soil dari areal lahan bekas tambang gas LNG, pupuk kandang, pupuk Phonska + Urea (300 kg/ha + Urea 200 kg/ha), Dithane M-45, Curater 2G,polybag ukuran 40 cmx50 cm. Alata yang digunakan terdiri dari: ayakan kasa ukuran  6 mm, timbangan portable kapasitas 25 kg, timbangan digital kapasitas 0.5 kg, papan lat, triplex, meteran, selang  plastik, ember plastik, tali rafia, sprayer dan hand sprayer, gelas ukur erlenmeyer, thermometer digital, soil tester dan oven. Metode penelitian menggunakan  Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan, dengan dua faktor yaitu Faktor pertama Varietas (V) terdiri dari 10 taraf : inpago 9, Situbagendit, inpago 6, batutugi, Situpatenggang, Inpago 4, Towuti,  inpago 7,Inpari 33, Sintanur. Faktor kedua Mikoriza (M) terdiri dari 3 taraf yaitu  M0 (tanpa mikoriza), M1 ( mikoriza 15 g/lubang tanam), M2 (25 g/lobang tanam).  Hasil analisis tanah menunjukkan Kandungan Hg melampaui ambang kritis yakni 118,60 ppm dan Pb 25 ppm, unsur Pb masih normal yaitu < 0,01 ppm. Tingginya kandungan merkuri disebabkan karena sangat dekat dengan pengolahan tambang LNG dan konsentrasi Pb di permukaan tanah sekitar 25 ppm tetapi dengan menyebarnya polutan Pb, sudah cukup banyak lahan pertanian yang tercemar Pb. Dari hasil penelitian Varietas Inpago 7 dengan mikoriza 25 g/tanaman memperlihatkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah anakan tertinggi pada umur 20, 40 HST begitu juga dengan kandungan klorofil daun dan berat gabah. 
Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Genotipe Kedelai Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nilahayati, Nilahayati; Rizky, Muhammad; Hafifah, Hafifah; Nazimah, Nazimah; Safrizal, Safrizal
Agrium Vol 19 No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v19i3.8742

Abstract

ABSTRAKSalah satu tanaman budidaya yang dimanfaatkan sebagai penghasil protein nabati utama di Indonesia adalah kedelai. Produksi kedelai nasional sangat perlu ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe kedelai akibat pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor genotipe terdiri dari Galur M.1.1.3, Galur M.5.2.1, Varietas Anjasmoro dan Varietas Derap 1. Pupuk organik cair terdiri dari 3 konsentrasi yaitu 0 ml/l air, 4 ml/l air dan 8 ml/l air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Tanaman tertinggi terdapat pada varietas Anjasmoro namun karakter hasil terbaik terdapat pada galur M.1.1.3. Penggunaan konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh terhadap peubah jumlah polong, bobot biji/tanaman dan bobot biji/plot. Konsentrasi terbaik terdapat pada 8 ml/l air. Terdapat interaksi antara varietas dan konsentrasi pupuk organik cair pada peubah tinggi tanaman umur 42 HST. Interaksi terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan varietas Anjasmoro dengan konsentrasi pupuk organik cair 4 ml/l dengan tinggi tanaman mencapai 103,66 cm.
Uji Berbagai Jenis Varietas Dan Konsentrasi Biourin Kelinci Untuk Mengetahui Karakteristik Morfofisiologis Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Safrina, Safrina; Nazirah, Laila; Nasruddin, Nasruddin; Khusrizal, Khusrizal; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i3.12890

Abstract

Salah satu teknik budidaya jagung ketan adalah penggunaan varietas unggul dan penggunaan pupuk organik biourine kelinci. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok  dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas yang terdiri dari (V1) varietas Arumba, (V2) varietas Kumala, (V3) varietas Srikandi, dan (V4) varietas Rasanya. Faktor kedua adalah konsentrasi biourine kelinci yang terdiri dari (U0) 0 ml/l, (U1) 150 ml/l, dan (U2) 250 ml/l. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih umur berbunga, jumlah tongkol yang ditanam, panjang tongkol, berat tongkol, panjang tongkol tanpa tongkol, berat tongkol. tanpa tongkol, jumlah baris benih per tongkol, berat 100 biji, dan produksi ton/ha serta kandungan amilopektin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas terbaik adalah varietas Arumba (V1). dan pemberian biourinee terbaik terdapat pada perlakuan (U2) 250 ml/liter. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara variasi perlakuan dan pemberian biourine kelinci terhadap beberapa parameter perlakuan
Analisis Kualitas Fisik Dan Cita Rasa Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Pada Dua Rentang Ketinggian Muiz, Kharendra; Nilahayati, Nilahayati; Nasruddin, Nasruddin; Jamidi, Jamidi; Hafifah, Hafifah
Agrium Vol 21 No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i3.18994

Abstract

Kualitas kopi Arabika sangat ditentukan oleh berbagai faktor, terutama ketinggian tempat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh spesifik ketinggian terhadap kualitas fisik dan cita rasa kopi Arabika Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Sampel biji kopi diambil dari dua rentang ketinggian, yaitu 1000-1500 mdpl dan 1500-1700 mdpl. Analisis kualitas fisik mengacu pada SNI 01-2907-2008, sedangkan uji cita rasa menggunakan metode cupping sesuai standar SCAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dari ketinggian 1500-1700 mdpl memiliki skor cupping lebih tinggi, terutama pada parameter aroma, flavor, dan aftertaste, balance dan overall dibandingkan dengan kopi dari ketinggian 1000-1500 mdpl. Keduanya dikategorikan sebagai kopi specialty. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketinggian berkorelasi positif dengan peningkatan kompleksitas rasa dan kualitas keseluruhan kopi Arabika Gayo. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi petani untuk mengoptimalkan produksi kopi berkualitas tinggi melalui pemilihan lokasi tanam pada ketinggian yang lebih tinggi.
Co-Authors Afifah , Afifah Akbar , Halim Amelia, Wirda Aminsyah, Nur Arbi, Dwiki Prahdano Audina, Yola Badhawi, Badhawi Bagus Setiawan Baidhawi Baidhawi Bellangi, Athea Elviana Elviana, Elviana Eva Yuliana, Cut Faisal Faisal Fridayanti, Nelly H, Safrida Halim Akbar, Halim Hanani, Fadli Handayani, Rd Selvy Hasanah, Dinda Putri Hasibuan, Hedri Gunawan Hatussaadah, Siti Fati Hendrival Hendrival Hendrival Hendrival Huswaton, Huswaton Indrawati, Iin Indri Yani, Nurul Irmayunita, Irmayunita Irna Safitri Ismadi Ismadi Jamidi, Jamidi Kaban, Pilipi Persadanta Keumala, Ida Khaidir Khaidir Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khusrizal Khusrizal Laila Nazirah Lelawati, Nur Lisa Anita Sari, Lisa Anita Lubis, Dea Andini LUKMAN, LUKMAN M. Nazaruddin, M. Maisura Maisura Maryamah Maryamah Meutia, Indah Muhammad Kamal Muhammad Ridho muhammad rizky, muhammad Muhammad Yusuf Muiz, Kharendra N, Mutiara Nada, Salsa Bila Khotrun Nasruddin Nasruddin Nazimah Nazimah Nila Hayati Nilahayati Ningrum, Sintia Nurdin, Muhammad Yusuf P, Asyifa Paiman Paiman Pasaribu, Tari Anggraini Pratama, Boby Erdi Pulungan, Widy Septiarni Putri, Intan Yatima Rafli, Muhammad Rd. Selvy Handayani Rizki, Miftahul Rosnina Rosnina, Rosnina Rudini, Dini Safrina Safrina, Safrina Safrizal Safrizal Safwandi Safwandi, Safwandi sakban, sakban Sari , Dewi Anggraini Solihuddin, Mahin Susi Susanti Syahputri, Zahrai Al rika Syahra, Alfi Syamimi, Nur Kholilah Usnawiyah, Usnawiyah Wardah Yuni Kartika Yunus, Ismadi Yuskarina, Yuskarina Yusra, Yusra Yusuf N, Muhammad Zaiyanti, Arina Zia, Khaliza Zuliati, Septiarini Zurrahmi Wirda