Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategy To Strengthen The Impact Of Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Implementation On Independent Smallholder Palm Oil Farmers Bustomi, Muhamad Yazid; Pratama, Adnan Putra; Kamarati, Kiamah Fathirizki Agsa; Sardianti, Andi Lelanovita; Lisnawati, Andi; Abidin, Zainal; Syauqi, Anis
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i2.24491

Abstract

Environmentally friendly and sustainable palm oil management is one way that can be done in the face of competition for palm oil products produced. The Indonesian sustainable palm oil (ISPO) certification is the standard used in Indonesia, which needs effort and support from various parties. The purpose of this study was to formulate a strategy to strengthen the impact of ISPO implementation on KUD Bumi Subur Kertabumi Village Kuaro District Paser Regency. The research was conducted in July 2024. Data collection methods through surveys, and interviews with the help of questionnaires. In addition, focus group discussions were also conducted with smallholders and experts to formulate alternative strategies. The data analysis method used is the analytic hierarchy process (AHP) method for weighing alternative strategies to strengthen the impact of ISPO implementation. The results showed that alternative strategies for strengthening socio-economic impacts were based on the criteria of human resource management, with the alternative of smallholders understanding the standards of ISPO implementation. At the same time, strengthening environmental impacts on waste management criteria, namely distinguishing hazardous waste (B3) as an alternative strategy. Each alternative in the criteria is mutually supportive and related, but smallholders can determine the things that are prioritized to be done.
Pembuatan Kopi Tiwai untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kota Samarinda Popang, Elisa Ginsel; Naibaho, Netty Maria; Barus, Mika Debora Br; Kurniawan, Edy Wibowo; Lisnawati, Andi; Rahman, Mujibu; Yamin, Muh; Syauqi, Anis; Hamka, Hamka; Aryani, Farida; Zamroni, Ahmad; Rudito, Rudito; Bary, M. Atta; Yanti, Rahma; Pratama, Adnan Putra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4034

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman kaya manfaat bagi tubuh yang mengandung antioksidan sebagai penangkal dari berbagai macam penyakit. Bawang tiwai merupakan salah satu tanaman tradisional yang menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sungai Pinang Dalam RT 81, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana manfaat dari bawang tiwai dengan mengolahnya menjadi minuman kopi tiwai sekaligus menyampaikan prospek peluang usaha dari pembuatan kopi tiwai. Metode dilakukan dengan tahapan observasi awal, koordinasi mitra, pelaksanaan program dalam bentuk sosialisasi dan demonstrasi, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini masyarakat mampu memahami proses pembuatan kopi tiwai mulai dari tahap pembuatan bubuk tiwai meliputi sortasi umbi, pengecilan ukuran, pengeringan, penyangraian, penggilingan dan pengayakan. Masyarakat juga memahami proses pembuatan bubuk kopi yang meliputi sortasi, penyangraian, penggilingan, pengayakan, dan terakhir masyarakat mampu membuat kopi tiwai meliputi pencampuran bubuk tiwai dan kopi serta pencampuran dan pengemasan dalam kantong kopi. Pengemasan dengan menggunakan kantong teh agar proses penyeduhan menjadi lebih praktis dan memperkenalkan penyajian kopi dengan gaya baru. Masyarakat dapat membuat sendiri untuk dikonsumsi secara pribadi dan menjadi peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai jual atau komersial.
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Dalam Meningkatkan Produksi Rengginang Di Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda Maria Naibaho, Netty; Lisnawati, Andi; Khotimah, Khusnul; Rudito, Rudito; Syauqi, Anis; Rahman, Mujibu; Susanti, Tere Adi; Hamka, Hamka; Yamin, M.
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v3i1.4465

Abstract

Rengginang is one of the traditional foods of the archipelago that has been consumed as a snack or main food since time immemorial. At the first rengginang is a food made from the rest of rice that does not run out, rather than being wasted in rice, it is processed into savory and crunchy food in the form of rengginang. Usually the processing is very simple, it is only dried by drying and frying and can be consumed immediately. Along with the time the tasty and crunchy food is very popular with consumers, so that the prestige of rengginang extends among the community and becomes one of the business opportunities for the culprit, especially the housewife, namely Mrs. Darmini. This science and technology for the community has a positive effect on partners and other business people that the importance of using simple technology is effective, thus increasing the production process of rice. The introduction and administration of a sealer is also very important to maintain the quality of the rengginang. Besides that, the need for legality of business such as P-IRT to ensure food security for consumers. This science and technology activity for the community is expected to continue as an effort to provide coaching and mentoring for micro-businesses that have the prospect of being able to survive and develop in the future
Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas (Ananas comosus L.) Menjadi Bioetanol dengan Penambahan Ragi (Saccharomyces cerevisiae) yang Berbeda Anis Syauqi
Jurnal Loupe Vol 16 No 02 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v16i02.256

Abstract

Sumber energi terbesar yang masih digunakan saat ini adalah sumber energi yang berbasis bahan bakar fosil yang sifatnya tidak dapat diperbaharui. Untuk itu dibutukan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan sumber energi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ragi yang berbeda terhadap rendemen, pH, kadar alkohol dan uji nyala pada pembuatan bioetanol dari kulit nanasPenelitian ini menggunakan satu faktor tiga perlakuan dengan perbedaan penambahan ragi yaitu 75 gram, 100 gram, 125 gram selama 4 hari fermentasi. Parameter yang diamati adalah rendemen yang dihasilkan, pH, kadar alkohol, dan pengujian nyala pada hasil distilasi yang didapatkan. Dalam penelitian ini dilakukan uji rendemen,uji pH, uji kadar alkohol, dan uji nyala.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rendemen bioethanol yang dihasilkan tertinggi pada penambahan ragi 75 gram yaitu 3,18%, uji pH yang mendekati SNI yaitu pada penambahan ragi 75 gram yaitu 4,10, uji kadar alkohol pada penambahan ragi 100 gram yaitu 49,00%, dan uji nyala yang dilakukan pada ketiga perlakuan menunjukan bahwa ketiganya mengandung alkohol karena ketika dibakar menghasilkan nyala api yang cepat hilang.
Pengaruh Proporsi Jumlah Buah Pepaya dan Tepung Tapioka Terhadap Sifat Kimia dan Tingkat Kesukaan Kerupuk yang Dihasilkan Anis Syauqi
Jurnal Loupe Vol 17 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v17i02.901

Abstract

Pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu komoditas buah yang memiliki banyak fungsi dan manfaat, mengandung nutrisi yang baik serta harga yang relatif terjangkau dibandingkan buah lainnya. Pengolahan buah pepaya menjadi kerupuk juga bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis serta memperpanjang masa simpan dari buah papaya karena buah papaya memiliki masa simpan yang relatif cukup singkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia (kadar air, kadar abu dan serat kasar) dan tingkat kesukaan panelis terhadap kerupuk buah papaya yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini ada pada komposisi perbandingan antara tepung tapioka dengan buah pepaya. Pada P1 tepung tapioka sebanyak 560 gram dan buah pepaya sebanyak 140 gram, pada P2 tepung tapioka sebanyak 490 gram dan buah pepaya sebanyak 210 gram, pada P3 tepung tapioka sebanyak 420 gram dan buah pepaya 280 gram, dan pada P4 tepung tapioka sebanyak 350 gram dan buah pepaya 350 gram. Melakukan 3 kali pengulangan, maka banyaknya formula pada penelitian ini berjumlah 12 sampel percobaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji kadar air tertinggi pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 9,75%. Kadar abu yang tertinggi pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 2,57%. Kadar serat kasar tertinggi pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata 6,85%. Nilai tertinggi organoleptik warna pada perlakuan P2 dengan nilai 3,77 pada skala (suka). Nilai tertinggi organoleptik aroma pada perlakuan P2 dengan nilai mencapai 3,59 pada skala (suka). Nilai tertinggi organoleptik rasa pada perlakuan P2 dengan nilai 3,67 pada skala (suka). Dan nilai tertinggi pada organoleptik tekstur pada perlakuan P3 dengan nilai mencapai 3,57 pada skala (suka).
Sifat Kimia Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Penambahan Ragi Roti Instan pada Konsentrasi Ragi dan Waktu Fermentasi yang Berbeda: Chemical Properties of Cocoa Beans (Theobroma cacao L.) with the Addition of Instant Bread Yeast at Different Yeast Concentrations and Fermentation Time Anis Syauqi; Ahmad Zamroni
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1779

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa negara. Salah satu proses yang sangat berperan penting pada kualitas biji kakao yang dihasilkan adalah proses fermentasi. Fermentasi merupakan tahapan pengolahan yang sangat vital untuk menghasilkan cita rasa cokelat yang baik. Fermentasi juga berperan dalam perkembangan aroma dan rasa serta pengurangan rasa sepat dan pahit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat kimia pada biji kakao dengan melakukan pengujian total kadar gula, total kandungan asam, dan pH. Metode penelitian ini menggunakan perhitungan rata-rata dengan dua faktor perlakuan yaitu, faktor pertama adalah waktu fermentasi yang berbeda dan faktor kedua adalah penambahan ragi roti instan yang berbeda. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan kandungan total kadar gula yang tertinggi yaitu 3,67% pada perlakuan dengan waktu fermentasi selama 3 hari dan penambahan ragi roti instan sebanyak 0% (W0R0), total kandungan asam yang tertinggi yaitu 1,45% pada perlakuan dengan waktu fermentasi selama 6 hari dan penambahan ragi roti instan sebanyak 0,5% (W1R1), dan pH yang tertinggi yaitu 4,75 pada perlakuan waktu fermentasi selama 3 hari dengan penambahan ragi roti instan sebanyak 0,5% (W0R1).
Penapisan Fitokimia Limbah Padat Penyulingan Minyak Nilam (Pogestemon heyneatus): Phytochemical Screening of Solid Waste Residues from Patchouli (Pogostemon heyneatus) Oil Distillation Farida Aryani; Nur Maulida Sari; Anis Syauqi; Periani Paurru; Ahmad Zamroni
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1889

Abstract

Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri. Seiring meningkatnya produksi minyak nilam, kuantitas limbah nilam pada industri penyulingan minyak nilam pun semakin banyak. Besarnya volume limbah hasil penyulingan minyak nilam seringkali menjadi masalah bagi pihak industri usaha penyulingan sendiri maupun lingkungan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa metabolit sekunder yang masih terkandung dalam limbah penyulingan minyak nilam. Ekstraksi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 95 % selama 48 jam. Analisis fitokimia dilakukan secara kualitatif dengan metode kolorimetri untuk menguji kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid dalam residu penyulingan minyak nilam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak nilam dari limbah penyulingan mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Hal ini menunjukkan bahwa komponen senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun nilam tidak hilang meskipun telah mengalami proses penyulingan sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi para peneliti untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai bioaktivitas dari ekstrak limbah padat penyulingan minyak nilam.
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Pupuk Organik Padat Menggunakan Bioaktivator Mikroorganisme Lokal Nasi Basi: Utilization of Tofu Dregs Waste to Become Solid Organic Fertilizer Using Local Microorganism Bioactivator Stale Rice Daryono Daryono; Rusmini; Nur Hidayat; Yuanita; Riama Rita Manullang; Zainal Abidin; Rusli Anwar; Silvi Dwi Mentari; Roby; La Mudi; Faradilla; Anis Syauqi
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2440

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi banyaknya limbah ampas tahu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat hannya sebagai limbah yang terbuang, dengan adanya penelitian ini mencoba menggunakan bioaktivator mikroorganisme nasi basi sebagai bahan fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1).Mengamati sifat fisik pembuatan pupuk organik padat (Kompos). 2).Menganalisa kandungan unsur hara pupuk organik padat N, P, K, C-organik, C/N Rasio dan pH. 3).Membandingkan hasil unsur hara Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019SNI 2019. 4).Penghitungan lama waktu jadinya pupuk organik padat dari limbah ampas tahu. Dari hasil penelitian ini Sifat fisik pupuk organik padat setelah matang adalah: suhu mencapai 26◦C, terjadi perubahan warna yang awalnya putih berubah menjadi coklat tua serta tidak beraroma menyerupai warna tanah. Hasil analisis kandungan unsur hara makro untuk perlakuan T1 adalah sebesar N 2.123 %, C-Organik 41.768, C/N rasio 19.675 % pH.5.69 dan Unsur hara perlakuan T2 yaitu C-Organik 44.304, C/N rasio 23.344% dan pH.5.78, sudah memenuhi Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019, sedangkan unsur hara perlakuan T1 yaitu P 0.034 %, K 0.033 %, dan unsur hara perlakuan T2 yaitu N 1.898 %, P 0.029 %, K 0.019 % belum memenuhi standar Permentan pupuk kompos padat nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019. Lama waktu proses pembuatan pupuk organik padat limbah ampas tahu T2 matang di hari ke-15 lebih cepat dari T1 yang matang di hari ke-18.
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik: Chemical and Physical Characteristics of Fermented Cocoa Beans (Theobroma cacao l.) Wooden Boxes and Plastic Containers Anis Syauqi; Harminto Lahamuddin; Rudi Djatmiko; Ahmad Zamroni; Rusli Anwar; Syafi'i
Jurnal Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2449

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan penting pada kualitas biji kakao yang dihasilkan adalah proses fermentasi dan proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik kimia dan fisik biji kakao (Theobroma cacao L.) hasil fermentasi wadah kotak kayu dan wadah plastik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu perhitungan rata-rata, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 menggunakan kotak kayu pengadukan 24 jam, perlakuan 2 kotak kayu pengadukan 48 jam, perlakuan 3 wadah plastik pengadukan 24 jam, perlakuan 4 wadah plastik pengadukan 48 jam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji kadar air, kadar lemak, asam lemak bebas, dan kadar kulit biji. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan kandungan kadar air dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 5,26%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 5,53%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 5,22% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 5,42%. Kandungan kadar lemak dengan wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 26,87%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 28,31%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 23,52% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 28,01%. Kandungan asam lemak bebas yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 0,39%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 0,40%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 0,38% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 0,40%. Kandungan kadar kulit biji yaitu wadah kotak kayu pengadukan 24 jam sebesar 11,18%, wadah kotak kayu pengadukan 48 jam sebesar 11,35%, wadah plastik pengadukan 24 jam sebesar 11,05% dan wadah plastik pengadukan 48 jam sebesar 11,22%.
Aktivitas Antioksidan dan Analisis Fitokimia Buah dan Daun Black Sapote (Diospyros nigra) Farida Aryani; Nur Maulida Sari; Mika Debora Br Barus; Periani Paurru; Eva Nurmarini; Ahmad Zamroni; Anis Syauqi; Elfani Devita Sari; Nurin Isyati Rahimah
Jurnal Loupe Vol 19 No 02 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i02.2923

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang kaya akan keaneragaman hayati. Salah satu tumbuhan yang tumbuh di Kalimantan Timur adalah tumbuhan Black Sapote. Black sapote merupakan tumbuhan dari family Ebenaceae yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan fitokimia yang terdapat pada ekstrak daging buah, kulit buah, dan daun black sapote terhadap radikal DPPH (1, 1-diphenyl-1-picrylhidrazyl) menggunakan UV-Vis Spektrofotometer. Simplisia daging buah, kulit buah, dan daun masing-masing diekstrak menggunakan etanol 96% pada suhu ruang, kemudian dilakukan pemekatan ekstrak menggunakan vacuum rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kasar. Analisis fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder yang meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin terpenoid dan steroid. Aktivitas antioksidan dilakukan pada konsentrasi 100 µg/ml dengan menggunakan radikal DPPH dan ascorbic acid sebagai kontrol positif. Hasil analisis fitokimia menunjukkan daging buah, kulit buah, dan daun memiliki kandungan fitokimia yang sama yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid, sedangkan Steroid tidak terdeteksi pada masing-masing ekstrak. Pengujian aktivitas antioksidan memberikan hasil nilai penghambatan pada ekstrak kulit buah sebesar 90,52%, daun 84,66%, dan daging buah 81,26%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan black sapote memiliki potensi sebagai antioksidan alami.