Articles
Analisis Regresi Logistik Untuk Identifikasi Faktor Pendorong Pertumbuhan Lahan Terbangun Secara Spasial di Kota Pontianak
Ely Nurhidayati;
Trida Ridho Fariz
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 1, No 1 (2020): November
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (737.614 KB)
|
DOI: 10.26418/uniplan.v1i1.43043
Perkembangan kota menjadi masalah yang sangat serius dalam penataan kota. Salah satunya yaitu perubahan lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan permukiman, jaringan, sarana dan prasarana. Kota Pontianak merupakan salah satu kota yang mengalami peningkatan lahan terbangun yang cukup signifikan, sehingga perlunya meneliti tentang faktor pendorong yang menyebabkan pertumbuhan lahan terbangun secara spasial. Tujuan penelitian ini yaitu menemukenali faktor-faktor pendorong pertumbuhan lahan terbangun di Kota Pontianak. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif berbasis GIS. Teknik yang digunakan yaitu analisis penginderaan jauh dengan interpretasi hibrida. Hasil penelitian ini yaitu luasan lahan terbangun di Kota Pontianak pada tahun 2009 sekitar 3252,17 Ha dan meningkat menjadi 5102,06 Ha pada tahun 2019. Sedangkan persentase peningkatan terbesar secara administrasi terdapat di Kecamatan Pontianak Timur yaitu sekitar 9% per tahun. Adapun setiap tahun lahan terbangun di Kota Pontianak meningkat sebesar 9% di lokasi studi. Indikator yang paling memengaruhi pertumbuhan lahan terbangun di Kota Pontianak adalah jarak terhadap lahan terbangun eksisting.
ZONING KAWASAN PELABUHAN KUALA KOTA SINGKAWANG
Ely Nurhidayati;
Agustiah Wulandari;
Della Meitri Astari;
Meta Indah Fitriani
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3701
Kalimantan Barat sebagai provinsi dengan julukan “Seribu Sungai” menjadikan transportasi air sebagai jalur utama angkutan antar daerah. Sarana Pelabuhan sangat penting diperhatikan sesuai fungsinya. Kegiatan pada pelabuhan saat ini melayani rute pelayaran dari Jakarta dan Pulau Tambelan yang membawa komoditi berupa bahan pokok, non migas, dan kargo. Meskipun Sungai Singkawang terus mengalami pendangkalan, RTRW Kota Singkawang Tahun 2022–2042 Pelabuhan Kuala menetapkan sebagai pelabuhan pengumpul. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang. Zoning rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang terdiri atas kegiatan yang diperbolehkan (perkantoran dan RTH) kegiatan yang diperbolehkan dengan syarat dan/ atau terbatas (perdagangan dan jasa, bangunan pengendali banjir, rumah kepadatan sangat rendah, dan pariwisata), kegiatan yang tidak diperbolehkan (yang mengganggu fungsi utama kawasan). Selain itu, rencana kawasan Pelabuhan Kuala Kota Singkawang disusun dengan hasil penataan kembali melalui penyediaan fasilitas penunjang wilayah daratan seperti kawasan perkantoran, perumahan dinas, ruang terbuka hijau, pariwisata, serta perdagangan dan jasa.
Modal Sosial dan Ketahanan Kota Tepi Air di Pontianak
Ely Nurhidayati;
Iin Arianti
SPECTA Journal of Technology Vol. 5 No. 3 (2021): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1251.546 KB)
|
DOI: 10.35718/specta.v5i3.385
Masyarakat yang bermukim di tepi air Kota Pontianak, masyarakat telah hidup berdampingan dengan sungai hingga saat ini. Sehingga masyarakat beranggapan bahwa air pasang (besar/tinggi) bukanlah bagian dari bencana. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukenali modal sosial yang membentuk ketahanan kota tepi air. Sasaran penelitian ini yaitu megidentifikasi kerentanan di kawasan dan menemukenali modal sosial. Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis data primer dan sekunder. Adapun data tersebut yaitu kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini yaitu kerentanan bencana di kawasan tepi air Kota Pontianak seperti risiko genangan, pasang surut sungai, kekeringan, risiko kerusakan bangunan rumah tinggal, dan risiko kebakaran. Hal tersebut menimbulkan modal sosial yang diwujudkan dalam bentuk nilai kearifan lokal, adaptasi dan mitigasi, serta ketahanan masyarakat. Hal tersebut didukung dengan adanya aktivitas masyarakat dalalm lokasi penelitian ini adalah interaksi antar masyarakat dan tentang rasa kekeluargaan antar sesama dan turut ikut jika ada kegiatan gotong royong di masyarakat sekitar.
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN PERI URBAN (STUDI KASUS DESA RENGAS KAPUAS, KELURAHAN SUNGAI BELIUNG DAN KELURAHAN PAL LIMA)
Yudistiro Prayoga;
Agustiah Wulandari;
Ely Nurhidayati
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 1 (2023): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/jiars.v13i1.4777
Kawasan peri urban merupakan kawasan yang terletak di pinggiran kota yang didalamnya terdapat peralihan kenampakan dari kota ke desa ataupun sebaliknya. Kelurahan Sungai Beliung, Kelurahan Pal Lima dan Desa Rengas Kapuas merupakan kawasan peri urban yang mengalami tingkat pertumbuhan yang cepat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir dikarenakan menjadi sasaran masyarakat untuk berpindah dan menetap, sehingga menyebabkan kawasan ini mengalami berbagai bentuk perubahan, salah satunya tutupan lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban. Metode yang digunakan berupa metode kuantitatif dengan teknik penafsiran peta dan supervised classification. Sumber data yang digunakan adalah data time series Google Earth dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, hasil dokumentasi dan observasi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan bahwa terdapat perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban yang didominasi perkembangan lahan terbangun seperti permukiman yang cenderung padat pada bagian yang mendekati kenampakan kekotaan serta semakin berkurangnya lahan non terbangun seperti hutan, pertanian, dan perkebunan.
Desain Mural Sebagai Citra Kawasa Tepian Sungai di Kampung Beting
Ely Nurhidayati;
Mira Sophia Lubis;
Firsta Rekayasa Hernovianty
Jurnal Pengabdi Vol 6, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jplp2km.v6i2.68869
Seni mural merupakan seni yang hadir dengan menawarkan pendekatan yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Seni mural kerap dijumpai di kawasan-kawasan perkotaan, seperti di kawasan komersil, fasilitas umum, dan sebagainya yang memiliki bidang dinding yang luas sehingga oleh seniman mural bidang dinding ini dijadikan sebagai media untuk berkarya. Adapun tujuan dari dilakukannya lukisan mural ialah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, memperindah kawasan, serta mengubah citra kawasan. Seni mural cukup berkembang di Indonesia, Kampung Beting di Kota Pontianak merupakan salah satu kampung yang memiliki kekayaan karya seni mural yang mengusung beberapa tema mengenai isu yang sedang hangat, seperti pendidikan, pariwisata, hingga sejarah budaya Kampung Beting. Sebagai kawasan yang memiliki nilai historis budaya Kota Pontianak, kesenian mural di Kampung Beting menjadi salah satu upaya dalam pengenalan citra budaya kesultanan Kota Pontianak kepada masyarakat luas. Upaya dilakukannya aktivitas mural kawasan ini diharapkan mampu menghilangkan stigma negatif dari Kampung Beting sebagai “daerah merah” dan mengubahnya menjadi kawasan yang edukatif serta menarik untuk dikunjungi.
DAMPAK PEMBANGUNAN WATERFRONT TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN, SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR
Muhlis Mulyadi;
Ely Nurhidayati;
Vetti Puryanti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44679
Perkembangan Kota Pontianak berawal dari permukiman tepian sungai yang lebih tepatnya berada pada kawasan Istana Kadariah dan Masjid Jami Kesultanan Pontianak. Adanya pembangunan Waterfront di Kota Pontianak merubah kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dampak-dampak yang dialami masyarakat tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Tambelan Sampit dan Kelurahan Dalam Bugis di Kecamatan Pontianak Timur yang berjumlah 100 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang berbeda antara Kelurahan Tambelan Sampit dan Kelurahan Dalam Bugis dalam dampak pembangunan Waterfront pada lingkup lingkungan, sosial dan ekonomi. Pada lingkup lingkungan terjadi pada penyediaan TPS, kenaikan volume sampah, perubahan lokasi/tata letak permukiman, prasarana dan sarana pendukung kegiatan di Waterfront. Pada lingkup sosial, lingkup kebijakan khusus, keramaian, dan kegiatan-kegiatan yang berasal di Kawasan Waterfront. Pada lingkup ekonomi masyarakat merasakan kenaikan pendapatan dan peluang usaha.
PENGARUH WATERFRONT TERHADAP KONDISI EKONOMI MASYARAKAT DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN BENUA MELAYU LAUT
Fikri Fahrurrozi;
Nana Novita Pratiwi;
Ely Nurhidayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44859
Kegiatan masyarakat di Waterfront telah terbukti dapat mendorong pertumbuhan perekonomian melalui peluang investasi dan peluang kerja. Dampak terhadap dimensi ekonomi tersebut bukan hanya berdampak positif tetapi juga dapat berdampak negatif seperti pengeluaran yang meningkat serta tingginya tingkat persaingan warga. Selain berdampak pada dimensi ekonomi, kegiatan masyarakat di Waterfront juga berdampak pada aspek fisik dari Waterfront tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kegiatan di Waterfront Kelurahan Benua Melayu Laut terhadap ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif[o1] dengan teknik analisis pembobotan menggunakan distribusi frekuensi. Pengumpulan data terbagi menjadi dua yaitu secara primer yang dilakukan dengan melakukan observasi secara langsung, kuesioner, dokumentasi dan wawancara mendalam, sedangkan pengumpulan data secara sekunder dilakukan dengan mengambil data terkait ke instansi yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan di Waterfront Kelurahan Benua Melayu Laut berpengaruh rendah terhadap ekonomi masyarakat dengan skor 2,2. Pengaruh ekonomi yang ditimbulkan berupa pengaruh positif maupun negatif. Pengaruh positf tersebut antara lain meningkatnya pendapatan masyarakat setempat sebesar 1-5% serta bertambahnya lapangan pekerjaan dengan adanya kegiatan perdagangan dan jasa yang baru. Sementara pengaruh negatif [o2]yang ditimbulkan dalam aspek ekonomi adalah masih rendahnya ketersediaan tenaga kerja lokal dari masyarakat,serta meningkatnya pengeluaran masyarakat sebesar 1-5%Kata kunci: benua melayu laut, ekonomi, waterfront
ANALISIS KETAHANAN MASYARAKAT DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS (STUDI KASUS KELURAHAN TAMBELAN SAMPIT)
Salsabilla Cansa Maulika;
Ely Nurhidayati;
Chairunnisa Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44742
Kota di tepian sungai sering dihadapkan pada permasalahan serta kondisi masyarakat yang tinggal di kawasan tepian sungai. Permasalahan tersebut yaitu risiko bencana dan kerentanan bagi masyarakat di permukiman tepian sungai. Penelitian ini terletak di Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur yang sebagian besar masyarakatnya bermukim di tepian sungai. Disamping itu, kondisi permukiman tepian sungai di Kelurahan Tambelan Sampit ini mengalami segenap permasalahan fisik dan non fisik. Akan tetapi masyarakatnya tetap bertahan untuk tinggal di permukiman tepian sungai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan terhadap kondisi masyarakat di lingkungan tepian sungai di Kelurahan Tambelan Sampit. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, teknik analisis crosstab dan analisis berbasis SIG. Sedangkan sasaran penelitian ini yaitu mengidentifikasi ketahanan masyarakat dan mengetahui tingkat ketahanan masyarakat di tepian sungai Kelurahan Tambelan Sampit. Variabel penelitian ini antara lain sosial, ekonomi, lingkungan dan kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit termasuk dalam kategori sedang. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat memiliki keinginan untuk bertahan yaitu dalam aspek sosial dan aspek ekonomi. Aspek sosial ditunjukkan dengan hubungan kekerabatan antar masyarakat yang erat, dan aspek ekonomi ditunjukkan dengan jumlah pendapatan dan faktor pekerjaan yang dekat dengan tempat tinggal.
STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI KREATIF KAMPUNG MENDAWAI DI KELURAHAN BANSIR LAUT KOTA PONTIANAK
Ari Jufriansyah;
Ely Nurhidayati;
Gusti Zulkifli Mulki
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42694
Industri kreatif memberikan peranan penting terhadap perekonomian suatu negara. Sebagian orang berpendapat bahwa kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama. Sehingga saat ini banyak sektor industri yang lahir dari kreatifitas dan inovasi dari setiap individu. industri kreatif Kampung Mendawai di Kelurahan Bansir Laut Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak terdapat industri kreatif pembuatan caping berada di Kampung Mendawai Kelurahan Bansir Laut Pontianak. Lokasinya berada di tepian Sungai Kapuas Pontianak. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah menyusun Strategi Pemasaran Industri Kreatif Kampung Mendawai di Kelurahan Bansir Laut Kota Pontianak. Dalam perumusan Strategi Pemasaran Kampung Mendawai ditentukan berdasarkan uji validitas, uji asumsi klasik, Uji Koefisien Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program SPSS, variabel yang paling berpengaruh terhadap variabel minat beli ulang adalah variabel Lokasi langsung dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,420 (42 persen). Pada pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F dapat dijelaskan bahwa ketujuh variabel produk (X1), harga (X2), promosi (X3), lokasi (X4), sumber daya manusia (X5), proses (X6), lingkungan fisik (X7) terhadap variabel terikat secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli ulang Dalam merumuskan Strategi Pemasaran Industri Kreatif Kampung Mendawai didasari dengan setiap indikator di dalam variabel – variabel terhadap minat beli ulang konsumen. Kata Kunci : industri kreatif, industri rumahan, marketing mix 7P
PENGARUH KETERSEDIAAN FASILITAS SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN PERI URBAN
Yudistiro Prayoga;
Agustiah Wulandari;
Ely Nurhidayati
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57710
Kawasan peri urban merupakan kawasan transisi yang terletak di pinggiran kota yang didalamnya terdapat peralihan kenampakan dari kota ke desa ataupun dari desa ke kota. Kelurahan Sungai Beliung, Kelurahan Pal Lima dan Desa Rengas Kapuas merupakan contoh kawasan peri urban yang mengalami tingkat pertumbuhan yang cepat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Pertumbuhan yang cepat menjadikan kawasan peri urban sebagai sasaran dalam penyediaan fasilitas sosial yang memadai guna memfasilitasi kegiatan masyarakat serta mendorong pergerakan penduduk yang dapat memicu terjadinya perubahan tutupan lahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh ketersediaan fasilitas sosial terhadap perubahan tutupan lahan pada kawasan peri urban. Metode analisis yang digunakan yaitu penginderaan jarak jauh, supervised classification, observasi dan analisis korelasi pearson. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terdapat hubungan yang sangat lemah antara variabel ketersediaan fasilitas sosial dan perubahan tutupan lahan. Hasil juga menunjukkan perubahan tutupan lahan di kawasan peri urban didominasi peningkatan tutupan lahan permukiman dan semakin menurunnya lahan pertanian.Kata Kunci: fasilitas sosial; kawasan peri urban; tutupan lahan