Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KONSEP PEREMAJAAN PRESERVASI PADA PERENCANAAN KAWASAN PONTIANAK SPORT VEREENIGING (PSP) KOTA PONTIANAK Enif Ega Wilaga; Ely Nurhidayati; Mira Sophia Lubis
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6556

Abstract

Kota Pontianak memiliki beberapa kawasan tapak di dalam kota tersebut. Serta memiliki ciri khasnya masing-masing, yang mana hal itu menjadi identitas pada kawasan tersebut. Salah-satu kawasan tapak di Kota Pontianak yang memiliki ciri khas-nya tersendiri yaitu Kawasan Pontianak Sport Vereeniging (PSP). Kawasan PSP merupakan salah-satu dari kawasan tapak yang ada di Kota Pontianak. Ciri khas pada kawasan tapak tersebut berupa Stadion Keboen Sajoek yang merupakan salah-satu dari 14 (empat belas) cagar budaya di Kota Pontianak. Sekarang kawasan PSP sudah berusia sekitar 56 tahun, yang mana kawasan tersebut sudah menjadi salah-satu dari saksi sejarah Kota Pontianak. Namun seiring waktu, ciri khas tersebut bisa kehilangan makna bagi kawasan tersebut. Untuk itu diperlukannya upaya peremajaan preservasi pada kawasan tapak tersebut. Preservasi pada kawasan PSP dilakukan dengan cara memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mengembangkan bagian-bagian pada kawasan yang belum terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pada kawasan, serta memberi rekomendasi pada bagian-bagian tapak mana saja yang perlu diperbaiki/dikembangkan. Metode yang dipakai yaitu metode penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pada kawasan dalam kondisi kurang terawat, seperti jalur pedestrian yang disalahgunakan, kurangnya lahan parkir, hingga adanya lahan yang belum terpakai. Sehingga peneliti merekomendasikan bahwa kawasan PSP perlu dilakukan preservasi pada bagian lahan/bangunan yang bisa dikembangkan, diantaranya perbaikan pada jalur pedestrian serta pengembangan pada lahan tak terbangun.
IDENTIFIKASI PINTU AIR DI DESA RASAU JAYA SATU KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Panjaitan, Monika Stella Leonita; Nurhidayati, Ely
Jurnal Kajian Ruang Vol 3, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v3i2.29409

Abstract

Desa Rasau Jaya Satu merupakan satu dari desa yang berada di Kecamatan Rasau Jaya yang dilakukan pengembangan jaringan irigasi untuk mendukung program swasembada pangan pada tahun 1970-an. Pengembangan jaringan irigasi dilakukan dengan membangun saluran pengairan serta pengaturan pengairan berupa pintu air pada saluran tersier. Permasalahan ditemukan oleh peneliti saat observasi awal pada pintu air yang telah dibangun oleh pemerintah, yaitu pintu air sudah banyak yang mengalami kerusakan baik itu disebabkan oleh faktor alam maupun faktor dari oknum yang kurang bertanggungjawab. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, melalui penilaian Indikator Jenis Kerusakan Pintu Air. Hasil Penelitian, menunjukkan bahwa kondisi kerusakan pintu air yang sebagian besar berada di Jalan Pahlawan banyak mengalami kerusakan terutama pada bagian stir pintu dan daun pintu karena jumlah sebagian besar pintu air berada di Jalan Pahlawan. Tingkat kerusakan pintu air yang terjasi terbagi menjadi 3 yaitu rusak berat terdapat 14 pintu air, rusak sebagian terdapat 15 pintu air dan keadaan pintu yang baik terdapat 16 pintu air.
IDENTIFIKASI KEPENDUDUKAN DAN KONDISI PERMASALAHAN AIR BERSIH DOMESTIK DI DESA PAWIS HILIR KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Prihatiningsih, Angrila; Nurhidayati, Ely; Hernovianty, Firsta Rekayasa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.71162

Abstract

Masyarakat desa Pawis Hilir Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak memiliki Karakteristik Kependudukan, Kondisi dan permasalahan sumber air bersih domestik yang beragam. Hal ini yang kemudian menjadi sasaran dari penelitian yang dilakukan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan sumber-sumber data yang didapat melalu observasi, wawancara, kuisioner, dokumentasi, serta kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan karakteristik kependudukan desa mayoritas berjumlah lima jiwa dalam satu rumah dengan rata-rata pendidikan masyarakat adalah SMA (Sekolah Menengah Atas). Selain itu, mayoritas pekerjaan masyarakat adalah petani atau pekebun. Selain itu, pendapatan masyarakat mayoritas sebesar Rp. 1.000.000-2.000.000. Selanjutnya penelitian ini juga menunjukan Sumber air yang dimanfaatkan masyarakat Desa Pawis Hilir berasal dari Sungai Tapor Nabor, Bendungan Srijak, Bendungan Bedigok dan Air Hujan. Kondisi air yang dihasilkan oleh sumber air tersebut terbilang baik, hal ini dikarenakan sumber air tersebut memiliki kondisi jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Namun, masing-masing sumber air mengalami permasalahan, seperti adanya aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) di aliran sungai, adanya lahan perkebunan sawit di sekitar sungai dan bendungan, kurangnya perawatan dan kerusakan pada saluran perpipaan bendungan serta berkurangnya aliran air yang keluar saat terjadinya musim kemarau.Kata Kunci: Desa Pawis Hilir, Kondisi Dan Permasalahan Sumber Air, Karakteristik Kependudukan
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERMUKIMAN KUMUH DI KAWASAN PASIRAN KOTA SINGKAWANG Chairunnisa, Yuni; Lubis, Mira Sophia; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.75524

Abstract

Kota Singkawang merupakan kota yang berada di Provinsi Kalimantan. Berdasarkan ketetapan SK Walikota No. 600/294/DISPERKIMTA.PERKIM-A Tahun 2020 tentang penetapan lokasi perumahan dan permukiman kumuh Kota Singkawang terdapat 7 kawasan kumuh. Satu diantaranya adalah Kawasan Pasiran. Kawasan Pasiran merupakan kawasan permukiman kumuh dengan tingkat kekumuhan ringan serta memiliki tipologi permukiman kumuh tepi sungai/air dan dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh dengan lokasi penelitian pada Kawasan Pasiran Kota Singkawang dengan total luasan 9,17. Pengumpulan data dalam penelitian melalui survei data primer dan data sekunder yang kemudian diolah menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini yakni karakteristik permukiman kumuh dilokasi penelitian mayoritas penghuni merupakan penduduk asli yang memiliki latar belakang pendidikan tamat SMA, alasan penduduk memilih lokasi adalah untuk mendekati tempat kerja. Untuk jumlah penghuni dalam 1 bangunan didominasi 1 KK dengan jumlah anggota kurang dari 5 orang. Status kepemilikan lahan sebagian besar merupakan hak milik dengan kondisi bangunan permanen, tetapi sebagian besar tidak memiliki keteraturan bangunan. Serta sebagian besar kondisi sarana dan prasarana tidak memadai.
ARAHAN PENGEMBANGAN LOKASI PUSKESMAS DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA Perkasa, Edgard Giland; Pratiwi, Nana Novita; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.84663

Abstract

Kecamatan Pontianak Utara merupakan Kecamatan dengan luas wilayah terluas di Kota Pontianak, yaitu sebesar 41,17 km2. Walaupun memiliki luas wilayah terbesar, kepadatan penduduk di Kecamatan Pontianak Utara masuk dalam kategori   kepadatan penduduk terendah di antara Kecamatan lainnya di Kota Pontianak. Walaupun begitu, berdasarkan data sensus penduduk tahun 2020 laju pertumbuhan penduduk di Kecamatan Pontianak Utara menembus angka paling tinggi di antara Kecamatan lainnya di Kota Pontianak,   yaitu mencapai angka 2,44%. Oleh karena itu, pertumbuhan jumlah penduduk harus selaras dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang paling dibutuhkan masyarakat. Tapi berdasarkan fakta di lapangan, jumlah Puskesmas di Kecamatan Pontianak Utara masih sangat minim dibanding Kecamatan lainnya. Di Kecamatan Pontianak Utara hanya terdapat 5 Puskesmas. Oleh karena itu, pentingnya arahan pengembangan lokasi Puskesmas, agar kedepannya Puskesmas dapat melayani seluruh masyarakat.. Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis spasial SIG (Nearest Neighbour Analysis, Analisis Buffer, Analisis Clip, Analisis Erase). Hasil identifikasi pola sebaran Puskesmas, didapatkan bahwa Puskesmas di Kecamatan Pontianak Utara memiliki pola sebaran acak, yang di mana harusnya Puskesmas memiliki pola sebaran yang merata agar dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Berdasarkan hasil overlay arahan pengembangan Puskesmas, didapatkan hasil untuk area yang dapat dibangun Puskesmas sebesar 540,34 hektar. Area hasil output overlay arahan pengembangan Puskesmas terbagi di 3 Kelurahan di Kecamatan Pontianak Utara, dimana untuk area yang mendominasi yaitu berada di Kelurahan Batu Layang, sementara untuk area dengan luasan paling minim yaitu berada di Kelurahan Siantan Hulu.Kata Kunci: Arahan Pengembangan , Puskesmas, Pola Sebaran
IDENTIFIKASI KEPENDUDUKAN DAN KONDISI PERMASALAHAN AIR BERSIH DOMESTIK DI DESA AMBOYO SELATAN KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Defiantari, Nyemas Aulia; Nurhidayati, Ely; Pratiwi, Nana Novita
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.79239

Abstract

Penyediaan air bersih di wilayah pedesaan, khususnya Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, merupakan tantangan utama yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan penduduk yang signifikan menambah kompleksitas permasalahan ini, terutama pada musim kemarau. Sungai Semuhut dan Sungai Mengkuas, sebagai sumber air utama, rentan terhadap fluktuasi musiman dan risiko pencemaran. Air hujan, sebagai alternatif, dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kebersihan sistem pengumpulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan data primer dan sekunder, termasuk data kependudukan dari BPS dan pemerintah setempat. Temuan menunjukkan perlunya perbaikan infrastruktur, pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang kebersihan air. Kesimpulannya, langkah-langkah terintegrasi dan berkelanjutan harus diambil untuk meningkatkan ketersediaan air bersih di Desa Amboyo Selatan. Ini tidak hanya akan memberikan solusi konkret terhadap permasalahan air, tetapi juga akan memberikan dampak positif pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat setempat
PENYEDIAAN AIR BERSIH MELALUI PEMANENAN AIR HUJAN DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS Nurhidayati, Ely; Gionita, Putri Fara; Herawati, Henny
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 2 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i2.7920

Abstract

Kelurahan Benua Melayu Laut merupakan Kelurahan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Pontianak Selatan. Karakteristik jenis tanah pada Kelurahan Ini memiliki perbedaan antara permukiman yang berada di tepian Sungai Kapuas dengan daratan. Kelurahan ini telah menerapkan sistem pemanenan air hujan skala individual untuk memenuhi kebutuhan air bersih selain dari sumber air sungai dan PDAM. Namun, sumber tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Melihat curah hujan Kota Pontianak yang tinggi, pemanenan air hujan komunal direncanakan sebagai alternatif penyediaan air bersih untuk memenuhi kekurangan air bersih saat musim kemarau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis perencanaan berdasarkan data hari kering, data curah hujan, data supply dan demand air hujan, dan data luas atap dengan tipe pemanenan air hujan sistem atap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supply air hujan yang dibutuhkan di Kelurahan Benua Melayu Laut saat musim kemarau selama 154 hari kering sebanyak 83.372,40 m3/tahun dengan luas atap yang diperlukan seluas 33.627 m2. Luas atap yang digunakan hanya sebagian sisi agar masyarakat tetap dapat menampung air hujan skala individual. Sehingga jumlah rumah yang diperlukan untuk menampung supply air hujan yaitu sebanyak 478 unit dengan jumlah toren sebanyak 141 buah berkapasitas 5000 liter dan talang serta pipa berukuran 5 inci.
IDENTIFIKASI TINGKAT KERENTANAN SOSIAL DAN FISIK TERHADAP ABRASI DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR Widyanti, Arinda Dinnia; Nurhidayati, Ely; Danial, Mochammad Meddy
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i4.84711

Abstract

Bencana abrasi adalah fenomena pengurangan material tanah atau daratan oleh gelombang air laut atau pasang surut air laut yang sifatnya desktruktif. Kecamatan Mempawah Hilir merupakan wilayah pesisir dan satu di antara kecamatan di Kabupaten Mempawah yang pernah mengalami bencana abrasi. Bencana abrasi berkaitan dengan kerentanan yang berfokus pada keterpaparan masyarakat dan kerugian yang berpotensi dialami masyarakat akibat abrasi. Keterpaparan dan kerugian ini dapat menyebabkan perubahan terhadap pola aktivitas masyarakat sehingga diperlukan identifikasi kerentanan di Kecamatan Mempawah Hilir. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerentanan sosial dan fisik terhadap abrasi di Kecamatan Mempawah Hilir dengan menggunakan analisis skoring, pembobotan, dan deskriptif. Penentuan tingkat kerentanan pada penelitian ini dilakukan berdasarkan kerentanan sosial dan kerentanan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Mempawah Hilir memiliki variasi tingkat kelas kerentanan yang diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerentanan kelas rendah (Penibung, Sengkubang, dan Malikian), sedang (Tanjung, Terusan, dan Pasir), dan tinggi (Kuala Secapah dan Tengah). Adapun kerentanan terhadap bencana abrasi di Kecamatan Mempawah Hilir ini dipengaruhi oleh kerentanan sosial yang terdiri atas kepadatan penduduk dan rasio jenis kelamin perempuan, serta kerentanan fisik yang terdiri atas kondisi jaringan jalan, ketersediaan air bersih, dan pelindung pantai.
TINGKAT KEBERLANJUTAN KAWASAN PERMUKIMAN TEPI SUNGAI DI KAMPUNG BETING KOTA PONTIANAK Alkadrie, Syarifah Audiyah; Nurhidayati, Ely; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.91386

Abstract

Pembangunan berkelanjutan (SDGs) memiliki 17 tujuan yang satu diantaranya mewujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan dengan target menjamin akses bagi semua terhadap perumahan yang layak, aman, terjangkau, termasuk penataan kawasan kumuh, serta akses terhadap pelayanan dasar perkotaan. Kampung Beting Kota Pontianak merupakan satu diantara kampung di Kota Pontianak yang tergolong ke dalam permukiman kumuh. Kondisi bangunan rumah saling berhimpitan hingga sarana dan prasarana pendukung tidak memadai. Secara ekonomi, masih banyak ditemukan masyarakat Kampung Beting yang tidak memiliki pekerjaan dikarenakan tidak memiliki keterampilan dan berpendidikan rendah. Penanganan terus-menerus dilakukan di Kampung Beting dengan berbagai program dari pemerintah seperti bansos, bedah WC, Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain sebagainya. Akan tetapi, dengan program dan bantuan tersebut Kampung Beting tidak memberikan perubahan sesuai yang diharapakan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status keberlanjutan kawasan Perumahan Tepi Sungai di Kampung Beting Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner yang memiliki nilai buruk (0), sedang (1), baik (2), observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian menunujkkan masih terdapat beberapa variabel berkelanjutan yang belum berjalan dengan optimal di Kampung Beting Kota Pontianak seperti jalan yang kurang layak dan aman, tidak adanya distribusi PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa, minimnya tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam usaha, pembinaan terhadap lembaga lokal, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perlunya pembangunan yang menyiapkan perbaikan pada aspek-aspek keberlanjutan seperti sosial, ekonomi, lingkungan, dan pembangunan hukum dan tata kelola agar permukiman Kampung Beting di Kota Pontianak dapat menjadi pembangunan berkelanjutan.
IDENTIFIKASI GAMBARAN UMUM WATERFRONT SINTANG SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK DI KABUPATEN SINTANG Maulidya, Rauufi; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.82765

Abstract

Waterfront Sintang merupakan ruang terbuka publik yang menampung berbagai aktivitas sosial budaya, perdagangan dan jasa serta pemerintahan. Waterfront Sintang ini juga dimanfaatkan untuk tempat rekreasi, jalur olahraga/jogging, tempat berkumpul (meeting point), serta area perdagangan dan jasa. Terdapat beberapa permasalahan pada ruang terbuka publik tersebut yaitu menurunnya jumlah pengunjung, kemudian banyaknya sampah yang berserakan, tempat-tempat sampah yang sudah rusak, kemudian keberadaan vegetasi di lokasi tersebut tidak mampu meredam kebisingan dan radiasi matahari, selain itu keamanan di lokasi tersebut masih kurang, karena tidak adanya pembatas yang memisahkan jarak antara waterfront dengan badan jalan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan gambaran umum Waterfront Sintang sebagai ruang terbuka publik di Kabupaten Sintang. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif, yaitu teknik analisis yang mengumpulkan data-data dan menjelaskan dengan penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.   Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Waterfront Sintang memiliki fungsi sosial budaya sebagai tempat aktivitas masyarakat, mempunyai bentuk ruang memanjang dengan tipe dan golongan merupakan ruang keras (hard space) karena terdiri dari material keras buatan dan memiliki berbagai fasilitas seperti bangku duduk, penerangan, tempat sampah, papan informasi serta tanaman. Aksesibilitas internal merupakan pedestrian sedangkan aksesibilitas eksternal berupa jaringan jalan menuju lokasi Waterfront Sintang yaitu melewati jalan MT. Haryono.
Co-Authors Alkadrie, Syarifah Audiyah Aminullah, Gustijan Apriani, Veronica Windhi Aqshal, Muhammad Harits Arghifa Fitri Sulistya Farhandi Ari Jufriansyah Arianti, Iin Ayuningtyas, Riska A. Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, Yuni Defiantari, Nyemas Aulia Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devianti, Nur Elvita Safitri Enif Ega Wilaga Erni Yuniarti Erni Yuniarti Fadilla, Daffa Fajriati Lestari Fikar Khadafi, Muhammad Fikri Fahrurrozi Gandini, Aulia Intan Gilang Anugrah Gionita, Putri Fara Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki Hartanto, Sherene Mutiara Salsabila Herawati, Henny Hermawan Hermawan Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hidhayah Nur Damayanti Imam Buchori libriani, anggi victonia Maulidya, Rauufi Meli Ardiana Meta Indah Fitriani Michelle, Michelle Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Mochammad Meddy Danial Muhammad Faqih Dzulqarnain Muhammad Syahid Kahfi Hira Muhlis Mulyadi Mussadun Mussadun Mussadun Mussadun Nana Novita Pratiwi Natalia Ursula Natalia Ursula Nelly Roulitua Aritonang Novi Safriadi Nurfaiza, Nadya Panjaitan, Monika Stella Leonita Perkasa, Edgard Giland Pramestianti, Indriade Cahyani Pratama, Muhamad Abizard Mauludin Soerya Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Prihatiningsih, Angrila Putri, Gabriella Sintia Amesti Putri, Tasya Annisa Raden Mohamad Herdian Bhakti Rendy Hidayat Rizqi Puteri Riyandini Salsabilla Cansa Maulika Saris, Syarif Ferdian Dwi Sibyan, Hidayatus Sophia Lubis, Mira Syarif Ferdian Dwi Saris Syarif Muhamad Rizal Trida Ridho Fariz Utama, Nugraha Pandia Vetti Puryanti Wahyudi, Ganjar Ilham Widyanti, Arinda Dinnia Wilaga, Enif Ega Wulandari, Agustiah Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga