Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Kesesuaian Lahan Pusat Perbelanjaan Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kawasan Perkotaan Sambas Firdaus, Dian; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64649

Abstract

Kawasan Perkotaan Sambas, Kecamatan Sambas merupakan Pusat Kegiatan Wilayah serta salah satu kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi. Oleh sebab itu, Perkotaan Sambas memerlukan peningkatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang fungsi kota. Berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas tahun 2020 "“ 2040, salah satu indikator program pembangunannya adalah pembangunan pusat perbelanjaan yang akan melayani wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan pusat perbelanjaan berbasis sistem informasi geografis di Kawasan Perkotaan Sambas, Kecamatan Sambas. Penggunaan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis AHP, Analisis Buffer, dan Analisis Overlay untuk mencapai tujuan. Berdasarkan penyelarasan hasil analisis tingkat kesesuaian lahan pusat perbelanjaan dengan peta rencana pola ruang peruntukan perdagangan dan jasa RDTR Kawasan Perkotaan Sambas tahun 2020-2040, didapatkan klasifikasi tingkat kesesuaian lahan tidak sesuai saat ini (16,44% atau 55,06 Ha), klasifikasi tingkat kesesuaian lahan kurang sesuai (52,23% atau 174,89 Ha) dan klasifikasi tingkat kesesuaian lahan cukup sesuai (31,33% dari total luas wilayah peruntukan perdagangan dan jasa yaitu seluas 104,89 Ha).
IDENTIFIKASI KONDISI EKSISTING KAWASAN TAMAN BUNGUR SEBAGAI DASAR PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SINTANG Putri, Gabriella Sintia Amesti; Nurhidayati, Ely; Fitriani, Meta Indah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.99590

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) memiliki peran strategis dalam mewujudkan kota yang berwawasan ekologi serta mendukung kualitas lingkungan perkotaan. Taman Bungur merupakan salah satu ruang terbuka di Kabupaten Sintang yang berfungsi sebagai taman kota, RTH, dan kawasan tepian sungai. Namun, kondisi eksisting taman ini belum sepenuhnya mendukung fungsi ideal sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penataan kawasan Taman Bungur dengan mengidentifikasi kondisi eksisting sebagai dasar perencanaan. Metode yang digu vnakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, serta pengumpulan data primer melalui observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman mengalami kerusakan fasilitas, penataan ruang yang kurang optimal, serta minimnya pengelolaan dan pemeliharaan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kenyamanan pengunjung dan berkurangnya fungsi ekologis taman. Oleh karena itu, diperlukan strategi penataan ulang berbasis kebutuhan masyarakat dan prinsip keberlanjutan, agar Taman Bungur dapat berperan secara maksimal sebagai RTH yang mendukung kesejahteraan lingkungan dan sosial di wilayah perkotaan Kabupaten Sintang.
ANALISIS PERKEMBANGAN LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2002 - 2012 Pramestianti, Indriade Cahyani; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.68054

Abstract

Perkembangan fisik yang terjadi di wilayah perkotaan memberikan berbagai dampak terhadap wilayah yang ada disekitarnya. Salah satu dampak yang dapat dilihat akibat dari adanya perkembangan kota yaitu meningkatnya lahan permukiman. Pesatnya perkembangan dan pertumbuhan kota didorong dengan pertambahan penduduk yang pesat setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan akan lahan permukiman semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan lahan permukiman yang terjadi di Kota Pontianak dalam 20 tahun terakhir secara time series yaitu perkembangan lahan permukiman tahun 2002, 2012, dan 2022. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik penginderaan jauh menggunakan data citra landsat 5 TM tahun 2002, citra landsat 5 TM tahun 2012, dan citra landsat 8 OLI/TIRS tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan permukiman di Kota Pontianak tahun 2002-2022 bertambah sebanyak 13,8% yaitu 1.645 ha. Adapun tren perkembangan lahan permukiman di Kota Pontianak tahun 2002-2022 adalah Kecamatan Pontianak Kota. Hal tersebut disebabkan karena kompleksnya aktivitas yang ada pada wilayah Kecamatan Pontianak Kota.
ANALISIS KUALITAS INFRASTRUKTUR DAN VEGETASI PADA TAMAN MEMPAWAH SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA Pratama, Muhamad Abizard Mauludin Soerya; Lubis, Mira Sophia; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98002

Abstract

Ruang terbuka publik pada kawasan perkotaan berfungsi sebagai wadah bagi aktivitas sosial masyarakat yang tinggal didalamnya dan menjadi salah satu aspek pembentuk citra atau identitas dari kawasan perkotaan tersebut. Namun, keberadaan ruang terbuka publik juga seringkali masih dianggap sekedar pelengkap estetika perkotaan tanpa memperhatikan kualitasnya dan dibangun pada lahan sisa pembangunan yang kurang strategis. Perawatan dan pengelolaan ruang terbuka publik juga sering terlewatkan dalam perencanaan pembangunan ruang terbuka publik. Taman Mempawah, merupakan salah satu ruang terbuka publik yang berada di kawasan perkotaan Kabupaten Mempawah. Pada kondisi eksistingnya, Taman Mempawah masih kurang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dari infrastruktur dan vegetasi pada Taman Mempawah menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi langsung ke lapangan, pengumpulan dokumentasi dan wawancara kepada dinas berwenang sebagai pengelola Taman Mempawah. Hasil studi menunjukkan terdapat beberapa infrastruktur dengan kondisi kurang terawat, selain itu juga terdapat aksi vandalisme sehingga menyebabkan rusaknya beberapa infrastruktur. Masalah terkait perawatan taman juga menjadi salah satu fokus utama dinas terkait yang hingga saat ini masih ditanggulangi.
Dampak Fisik Pembangunan Jembatan Landak II di Kota Pontianak Apriani, Veronica Windhi; Pratiwi, Nana Novita; Fitriani, Meta Indah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64022

Abstract

Jembatan Landak adalah jembatan penyatu antara Pontianak Utara dan Pontianak Timur menuju pusat Kota Pontianakdan sebaliknya. Penambahan Jembatan Landak II juga akan mempengaruhi dampak penggunaan Jembatan Landak Iyang merupakan satu-satunya jembatan sebelum adanya Jembatan Landak II sehingga dapat mengetahui perbedaandari penambahan Jembatan tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak pembangunan Jembatan Landak 2dari aspek Fisik, yaitu perubahan guna lahan dan kemacetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karenasumber penelitian ini didominasi oleh sumber primer dari masyarakat yang merasakan dampak langsung daripembangunan Jembatan Landak II. Aspek fisik pembangunan didominasi oleh dampak positif, yaitu berkurangnyakemacetan dan perubahan tata guna lahan. Mengurangi kemacetan dapat memudahkan mobilisasi pergerakan barangdan orang, mempersingkat waktu tempuh sehingga dapat mempercepat aktivitas masyarakat dan aktivitas yangberkaitan dengan transportasi. Dampak positif dari aspek fisik juga berupa perubahan penggunaan lahan yangdisebabkan oleh pengalihan lahan untuk pembangunan Jembatan dan penambahan infrastruktur di sekitar Jembatanserta penambahan bangunan masyarakat yang tentunya mengubah pola spasial kawasan sekitar Jembatan Landak II.Ruas jalan yang paling banyak terdampak adalah di Jalan Sultan Hamid II dan Situt Mahmud.
PEMETAAN PINTU AIR DI DESA RASAU JAYA SATU KECAMATAN RASAU JAYA Panjaitan, Monika Stella Leonita; Mulki, Gusti Zulkifli; Nurhidayati, ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64037

Abstract

The village of Rasau Jaya Satu is oneloflthl villagel inlthelDistrict of Rasau Jayalwhere the developmentlof an irrigation network was carried out to support the food self-sufficiency program in the 1970s. The development of irrigation networks is carried out by building irrigation canals and irrigation arrangements in the form of water gates on tertiary canals. This research was conducted by mapping the floodgates in the village of Rasau Jaya Satu. Thel first step is to lobtain lthe coordinates ofl the sluice using a map-based mobile application, namely Avenza. The process of taking the coordinates of the sluice points through direct field observations and documenting pictures of the sluice. The purposel of lthisl researchl is tol map lthe ldistribution lof floodgates usingl a software application and it is hoped that this can become a geographic system-based information medium in viewing the availability of floodgates. The result is that the mapping of sluice gates from the analysis mapped 45 sluice gates in the tertiary canal spread over 3 roads namely Secondary C Street, Pahlawan Street and Jalan Tepian Kapuas.
Pemetaan Pintu Air Di Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Nurfaiza, Nadya; Mulki, Gusti Zulkifli; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63956

Abstract

Pemetaan merupakan proses dalam melakukan penglolaan data dengan menggambarkan kondisi keruangan secara ilmiah yang kemudian diolah ke dalam sistem informasi geografis,   yang dinyatakan dalam skala peta. Sistem Informasi Geografis menjadi alat yang membantu dalam memecahkan masalah penelitian ini. Langkah awal untuk memperoleh data koordinat titik pintu air, dengan menggunakan aplikasi mobile berbasis peta yaitu Avenza. Proses pengambilan data koordinat titik pintu air yaitu melalui observasi lapangan secara langsung dan mendokumentasikan gambar pintu air menggunakan kamera. Desa Sungai Itik pernah dilakukan aktivitas pengembangan prasarana jaringan pada sekitar tahun 1980-1990an dengan membangun pintu air pada saluran pasang surut. Tujuan penelitian ini yaitu memetakan sebaran pintu air menggunakan aplikasi perangkat lunak Sistem Informasi Geografis. Hasilnya menunjukan bahwa dari analisis memetakan pintu air, sebanyak 12 (duabelas) titik pintu air yangtersebar di Desa Sungai Itik. Terdapat 2 jenis pintu air yaitu sekunder dan pintu air tersier. Dari proses pemetaan ini diharap dapat menjadi media informasi yang berbasis sistem geografis dalam melihat ketersediaan bangunan pintu air di setiap saluran, baik pada saluran sekunder atau saluran tersier yang tersebar di seluruh 3 dusun di Desa Sungai Itik.Kata Kunci: Infrastruktur, irigasi rawa, pemetaan, pintu air
SEBARAN DAN KLASIFIKASI URBAN HEAT ISLAND DI KOTA PONTIANAK Gandini, Aulia Intan; Wulandari, Agustiah; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97707

Abstract

Pesatnya perkembangan wilayah perkotaan seringkali menimbulkan berbagai persoalan lingkungan, salah satunya adalah fenomena Urban Heat Island (UHI). UHI terjadi ketika suhu udara dan permukaan di area perkotaan menjadi lebih tinggi dibandingkan kawasan sekitarnya, terutama akibat berkurangnya ruang hijau, meningkatnya aktivitas masyarakat, dan masifnya alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun. Kota Pontianak mengalami peningkatan suhu dalam dua dekade terakhir yang turut dipengaruhi oleh terbatasnya ruang terbuka hijau dan perubahan pola penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerapatan vegetasi dan fenomena UHI di Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis spasial melalui penginderaan jauh. Data dikumpulkan melalui data primer dan sekunder melalui pengolahan citra dan pemetaan. Hasil analisis pada sebaran kategori UHI di Kota Pontianak menunjukkan bahwa pada indikasi awal fenomena UHI pada tahun 2014 luas wilayah yang terdampak sebesar 5.599,40 Ha atau 47%, dan mengalami peningkatan pada tahun 2024 sebanyak 5% sehingga kawasan yang terdampak memiliki luas 5.877,86 Ha dari luas Kota Pontianak. Sebaran kategori UHI pada tahun 2024 menunjukkan bahwa Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Selatan terdampak paling luas dari adanya fenomena UHI. Hasil analisis pada tahun 2014-2024 menunjukkan bahwa perkembangan fenomena UHI berada pada pusat kota dengan tingkat kerapatan vegetasi yang lebih rendah dan memiliki lahan terbangun lebih tinggi, sehingga meningkatkan fenomena UHI yang terjadi di Kecamatan Pontianak Kota, Pontianak Barat, serta Pontianak Selatan.
KEBERLANJUTAN LANTING DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KABUPATEN SINTANG Putri, Tasya Annisa; Nurhidayati, Ely; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.94767

Abstract

Lanting merupakan bangunan terapung yang mencerminkan ketergantungan masyarakat terhadap sungai sebagai sumber kehidupan. Pelestarian lanting berbasis pembangunan berkelanjutan dapat terus berjalan, dengan menjaga keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kebijakan. Pembangunan berkelanjutan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi masa depan. Lanting di Sungai Kapuas Kabupaten Sintang keberadaannya sudah sangat minim. Salah satu penyebabnya adalah pembangunan waterfront yang menggeser lanting dari kawasan strategis, hal ini membuat perlu adanya adaptasi sosial, ekonomi, lingkungan, serta penguatan kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kriteria keberlanjutan lanting di Tepian Sungai Kapuas, Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi kondisi eksisting lanting dan analisis interaktif Miles Huberman untuk menganalisis keberlanjutan lanting. Hasil penelitian menunjukan tiap variabel keberlanjutan lanting di tepian Sungai Kapuas Kabupaten Sintang rentan untuk tidak berkelanjutan. Maka dari itu, pemerintah sebagai fasilitator diharapkan memberikan solusi terpadu dan berkelanjutan seperti sosialisasi atau kegiatan sosial, pemberdayaan, dan tanggap bencana. Selain itu, perlu adanya pengawasan dalam menjaga lingkungan serta pembuatan regulasi, perizinan, monitoring, dan evaluasi lanting. Dari sisi masyarakat, perlu adanya partisipasi aktif dalam menjaga kualitas sungai dan titian. Hasil analisis diharapkan dapat menentukan keberlanjutan lanting dengan memperhatikan setiap variabel agar pembangunan berkelanjutan dapat dirasakan masa kini hingga mendatang.
KARAKTERISTIK PERMUKIMAN FORMAL DAN INFORMAL BERDASARKAN ELEMEN PEMBENTUK PERMUKIMAN (STUDI KASUS: DESA SEMANGUT UTARA, KECAMATAN BUNUT HULU, KABUPATEN KAPUAS HULU) Utama, Nugraha Pandia; Nurhidayati, Ely; Yuniarti, Erni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.96716

Abstract

Permukiman di Desa Semangut Utara tumbuh mengikuti tepian sungai, lalu berkembang ke arah daratan seiring pembangunan Jalan Trans-Kalimantan. Arah perkembangan ini menimbulkan perbedaan karakter antara permukiman formal dan informal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kedua jenis permukiman tersebut dengan menggunakan lima elemen pembentuk permukiman, yaitu alam (nature), manusia (man), masyarakat (society), bangunan (shells), dan jaringan (networks). Penelitian dilakukan dengan pendekatan gabungan, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif, serta analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan pemetaan sebaran bangunan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 90% bangunan tergolong permukiman informal, yang terletak di lahan tanpa legalitas yang sah dan berada pada kawasan sempadan sungai. Sarana dan prasarana di wilayah informal tergolong minim, terutama sanitasi dan jaringan jalan. Sebaliknya, permukiman formal memiliki legalitas jelas, kualitas bangunan lebih baik, serta akses jaringan yang lebih memadai. Namun, dari sisi sosial, masyarakat di kedua jenis permukiman sangat aktif dan kompak dalam kegiatan gotong royong yang memperbaiki kualitas lingkungan permukiman formal dan informal di Desa Semangut Utara.
Co-Authors Alkadrie, Syarifah Audiyah Aminullah, Gustijan Apriani, Veronica Windhi Aqshal, Muhammad Harits Arghifa Fitri Sulistya Farhandi Ari Jufriansyah Arianti, Iin Ayuningtyas, Riska A. Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, Yuni Defiantari, Nyemas Aulia Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devianti, Nur Elvita Safitri Enif Ega Wilaga Erni Yuniarti Erni Yuniarti Fadilla, Daffa Fajriati Lestari Fikar Khadafi, Muhammad Fikri Fahrurrozi Gandini, Aulia Intan Gilang Anugrah Gionita, Putri Fara Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki Hartanto, Sherene Mutiara Salsabila Herawati, Henny Hermawan Hermawan Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hidhayah Nur Damayanti Imam Buchori libriani, anggi victonia Maulidya, Rauufi Meli Ardiana Meta Indah Fitriani Michelle, Michelle Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Mochammad Meddy Danial Muhammad Faqih Dzulqarnain Muhammad Syahid Kahfi Hira Muhlis Mulyadi Mussadun Mussadun Mussadun Mussadun Nana Novita Pratiwi Natalia Ursula Natalia Ursula Nelly Roulitua Aritonang Novi Safriadi Nurfaiza, Nadya Panjaitan, Monika Stella Leonita Perkasa, Edgard Giland Pramestianti, Indriade Cahyani Pratama, Muhamad Abizard Mauludin Soerya Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Prihatiningsih, Angrila Putri, Gabriella Sintia Amesti Putri, Tasya Annisa Raden Mohamad Herdian Bhakti Rendy Hidayat Rizqi Puteri Riyandini Salsabilla Cansa Maulika Saris, Syarif Ferdian Dwi Sibyan, Hidayatus Sophia Lubis, Mira Syarif Ferdian Dwi Saris Syarif Muhamad Rizal Trida Ridho Fariz Utama, Nugraha Pandia Vetti Puryanti Wahyudi, Ganjar Ilham Widyanti, Arinda Dinnia Wilaga, Enif Ega Wulandari, Agustiah Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga