Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN KUALITAS, KUANTITAS, DAN KONTINUITAS PEMANENAN AIR HUJAN DI PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN BENUA MELAYU LAUT Gionita, Putri Fara; Nurhidayati, Ely; Herawati, Henny
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84705

Abstract

Air bersih didefinisikan sebagai air yang layak untuk dikonsumsi manusia dan memenuhi semua standar lokal, negara bagian, dan federal untuk air minum. Air hujan yang dikumpulkan melalui pemanenan air hujan (PAH) merupakan cara yang praktis dan mudah untuk mendapatkan air bersih. Kelurahan Benua Melayu Laut telah menerapkan sistem pemanenan air hujan skala individual untuk memenuhi kebutuhan air bersih selain dari sumber air sungai dan air PDAM. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pemanenan air hujan sesuai syarat penyediaan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih, penelitian ini akan mengevaluasi pemanenan air hujan dari segi kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Dalam rangka menghimpun data, sebanyak 99 responden di Kelurahan Benua Melayu Laut diberi kuisioner untuk diisi. Analisis penilaian dengan konsep skala likert adalah metode yang digunakan. Menurut hasil, kualitas air hujan adalah 951 poin, kuantitasnya 1.144 poin, dan kontinuitasnya 813 poin, yang semuanya dianggap baik. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sistem pemanenan air hujan di Kelurahan Benua Melayu Laut memenuhi syarat penyedian air bersih dari segi kualitas, kuantitas, dan kontinuitasnya.Kata Kunci: Pemanenan air hujan, Permukiman, Syarat penyediaan air bersih, Tepian sungai
KARAKTERISTIK TAMAN AUDITORIUM UNTAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK KOTA PONTIANAK libriani, anggi victonia; Hernovianty, Firsta Rekayasa; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76604

Abstract

Kecamatan Pontianak Tenggara dalam rencana pola ruang termasuk pemertahanan dan rehabilitasi Sub-Zona RTH-2, dimana Taman Auditorium UNTAN di peruntukan sebagai penunjang kawasan pendidikan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti, lampu taman, bangku taman, area bermain anak dan fasilitas penunjang lainnya. Fungsi taman secara keseluruhan berperan penting sebagai ruang publik tempat interaksi bagi masyarakat. Mereka tidak hanya memberikan tempat untuk aktivitas fisik dan rekreasi, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu, berinteraksi, dan membangun hubungan sosial yang kuat. Keunikan Taman Auditoirum UNTAN dilengkapi dengan pernak-pernik dan diorama para atlet-atlet sepeda di Kalbar, yang pernah mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional yang bertujuan untuk mengenalkan atlet-atlet sepeda yang mengharumkan nama Provinsi Kal-Bar dan Indonesia. Namun terdapat permasalahan seperti mengundang PKL dan beberapa kegiatan ekonomi yang tidak teratur, kurangnya kapasitas parkir, dan kondisi toilet yang perlu perbaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik Taman Auditorium UNTAN sebagai Ruang terbuka publik Kota Pontianak. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ialah fasilitas, vegetasi, sosio demografi, pola penggunaan taman dan aktivitas di taman. Hasil penelitian ini menunjukkan Taman Auditorium UNTAN sudah memiliki berbagai fasilitas memadai seperti lampu penerangan, system informasi, vegetasi, jalan dalam dan luar taman, fasilitas pendukung, tempat sampah, tempat duduk dan parkir dalam taman. Taman tersebut memiliki beberapa aktivitas di taman seperti penyewaan, perdagangan, perbankan, PKL, Gedung auditorium UNTAN, dan UKM.
POLA PENGGUNAAN RUANG KAWASAN TEPIAN SUNGAI KAPUAS DI KOTA PONTIANAK Aminullah, Gustijan; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.82835

Abstract

Keadaan Kota Pontianak yang dibelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak perlu dimanfaatkan sebagai aset pembangunan yang mengedepankan keunikan daerah. Tata guna lahan di kawasan bantaran sungai cenderung tersebar, bangunan-bangunan tersebar secara acak sehingga berdampak pada penurunan kualitas aliran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pola pemanfaatan ruang pada kawasan Tepian Sungai Kapuas di Kota Pontianak ditinjau dari pemanfaatan kawasan Tepian Sungai Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian adalah penggunaan lahan terdiri dari 4 (empat) penggunaan lahan, yaitu penggunaan lahan permukiman, penggunaan lahan perdagangan dan jasa, penggunaan lahan perkantoran, penggunaan lahan industri, dengan penggunaan lahan permukiman sebanyak 7.827 bangunan, penggunaan lahan perdagangan dan jasa sebanyak 1.576 bangunan, penggunaan lahan industri sebanyak 580 bangunan, dan penggunaan lahan perkantoran sebanyak 89 bangunan.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP ZONA NILAI TANAH KECAMATAN SUNGAI RAYA Fikar Khadafi, Muhammad; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.82313

Abstract

Perubahan penggunaan lahan melibatkan peralihan dari satu jenis penggunaan lahan ke jenis lainnya atau modifikasi fungsi lahan dalam periode waktu tertentu. Perubahan dapat dipicu oleh pertumbuhan populasi dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur, yang sering menyebabkan ketidaksesuaian antara penggunaan aktual dan rencana tata ruang. Dampak utamanya adalah konversi lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun, yang meningkatkan permintaan dan harga tanah. Kecamatan Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, telah mengalami transformasi ekonomi dari sektor agraris ke non-agraris dalam lima tahun terakhir. Analisis perubahan penggunaan lahan dari 2018 hingga 2022 menunjukkan dampaknya terhadap zona nilai tanah (ZNT). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap zona nilai tanah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, menganalisis data numerik terkait luas dan besaran penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan dihitung berdasarkan persentase penggunaan lahan pada tahun 2018, 2020, dan 2022, kemudian dianalisis perubahan ZNT pada tahun yang sama. Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Sungai Raya secara langsung mempengaruhi kenaikan harga tanah. Peningkatan pembangunan dan jumlah penduduk mendorong permintaan lahan yang lebih tinggi, menyebabkan harga tanah yang mahal dan mempengaruhi pemanfaatan lahan di wilayah tersebut. Pada tahun 2018, lahan didominasi oleh perkebunan, hutan, dan permukiman, dengan harga tanah tertinggi di Kelurahan Sungai Raya mencapai Rp. 6.500.000 per meter persegi. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat yang meningkat menyebabkan permintaan dan harga tanah naik.
ANALISIS KARAKTERISTIK LOKASI COFFEE SHOP DI KOTA PONTIANAK ( STUDI KASUS: KECAMATAN PONTIANAK KOTA) Hartanto, Sherene Mutiara Salsabila; Pratiwi, Nana Novita; Nurhidayati, Ely
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.85430

Abstract

Persebaran Coffee Shop di Kota Pontianak sudah banyak tersebar di penjuru kota khususnya di Kecamatan Pontianak kota. Coffee Shop di Kecamatan Pontianak kota memiliki jumlah lebih banyak dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kota Pontianak. Menganalisis pola sebaran Coffee Shop di Kecamatan Pontianak Kota untuk mengidentifikasi bentuk sebarannya dan mengetahui karakteristik lokasi Coffee Shop. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini observasi dan wawancara yang selanjutnya dianalisis menggunakan Nearest neighbor. Dalam melakukan analisis persebaran pusat pelayanan sering digunakan pendekatan geografi dalam permodelan Analisis Tetangga Terdekat/nearest neighbor analysis (NNA). Berdasarkan hasil dari analisis nilai NNR = 0.8 menunjukkan bahwa titik-titik berkelompok/ cluster; Observed Mean Distance (227 meters) lebih kecil daripada Expected Mean Distance (274 meters), mengonfirmasi clustering; z-Score = -2.4 lebih kecil dari -1.96, menunjukkan bahwa hasilnya signifikan secara statistik; p-Value = 0.01 lebih kecil dari 0.05, memperkuat bahwa clustering ini signifikan dan tidak terjadi secara kebetulan. Disimpulkan bahwa coffee shop di Kecamatan Pontianak Kota cenderung berkelompok di area tengah dan utara kecamatan. Mean center dan standard distance menunjukkan bahwa sebagian besar coffee shop terdistribusi dalam jarak yang relatif dekat dari pusat distribusi, mengindikasikan pola clustering.Kata kunci: Coffee Shop, Nearest neighbor, pola sebaran, Pontianak.
ANALISIS KETAHANAN MASYARAKAT TEPI SUNGAI DI KELURAHAN SIANTAN TENGAH KOTA PONTIANAK Michelle, Michelle; Nurhidayati, Ely; Sophia Lubis, Mira
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.82213

Abstract

Kawasan tepi sungai yang merupakan mula-mula sebuah kota sering menghadapi permasalahan perkotaan seperti kerentanan masyarakat terhadap risiko bencana banjir dan kebakaran. Penelitian ini berlokasi di tepi sungai Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara dengan masyarakat yang mengalami permasalahan fisik dan non fisik. Meskipun rentan terhadap risiko bencana banjir dan kebakaran serta masalah fisik dan non fisik, masyarakat tepi sungai di Kelurahan Siantan Tengah masih bertahan dan tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan masyarakat di tepi sungai Kelurahan Siantan Tengah. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan resilience radar. Lokasi penelitian dibagi menjadi dua segmen berdasarkan oleh jumlah bangunan. Hasil penelitian tingkat ketahanan masyarakat tepi sungai terdiri dari variabel sosial, variabel ekonomi, variabel kesiapsiagaan, dan variabel fisik. Hasil kajian menemukan bahwa variabel yang berketahanan tinggi untuk Segmen A adalah variabel fisik dengan skor 0,74 sedangkan variabel yang berketahanan rendah adalah variabel ekonomi dengan skor 0,52. Variabel yang berketahanan tinggi untuk Segmen B adalah variabel kesiapsiagaan dengan skor 0,69 sedangkan variabel yang berketahanan rendah adalah variabel ekonomi dengan skor 0,49. Hasil kajian secara keseluruhan menunjukkan bahwa lokasi penelitian berada pada tingkat ketahanan tinggi dengan skor ketahanan 0,62 bahwa masyarakat mampu pulih dengan baik pasca bencana.
Optimizing supervised learning model for thermal comfort and air quality Sibyan, Hidayatus; Hermawan, Hermawan; Nurhidayati, Ely
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 39, No 3: September 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v39.i3.pp1795-1806

Abstract

Thermal comfort and indoor air quality are essential factors that directly influence occupants’ health and activity efficiency. Ensuring optimal thermal conditions also supports energy-efficient buildings by preventing energy waste. Machine learning models have been extensively applied to classify thermal comfort and air quality, with supervised learning algorithms such as support vector machine (SVM) and K-nearest neighbor (KNN) showing high accuracy. However, no prior study has compared or combined these two models for simultaneous prediction of thermal comfort and air quality, especially in diverse geographical settings. This study aims to develop and compare SVM and KNN to determine the most accurate model for enhancing thermal comfort and air quality in highland and lowland Islamic boarding schools. Using a quantitative approach, we collected datasets from schools in Wonosobo (highland) and Pontianak (lowland). The results show that KNN outperforms SVM in accuracy, precision, and F1-score. Additionally, a hybrid model integrating both algorithms further improves accuracy, achieving 91%. These findings highlight the effectiveness of machine learning in optimizing environmental conditions in educational settings.
ANALISIS KEBERADAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KORIDOR SUNGAI JAWI KOTA PONTIANAK Nurhidayati, Ely
Tata Kota dan Daerah Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2023.015.01.7

Abstract

Pontianak City has a role as a National Activity Center (PKN) in the West Kalimantan Province. So that makes Pontianak as a center of trade and services, as well as the entrance and exit of goods and people in the West Kalimantan region. The trade sector contributes 18% to the GRDP of Pontianak City compared to other sectors. Therefore, the trade sector becomes a business and job opportunity for the community. Generally, people's economic business actors engaged in the trading sector are street vendors (PKL). In this study, the distribution of street vendors in Pontianak City is divided into 4 (four) segments on the Jawi River corridor, Pontianak City. This raises aesthetic problems and compatibility with the function of the infrastructure facilities around the corridor. Meanwhile, the presence of street vendors also makes the Jawi River area a crucial area because of its role as Sub PPK III in the spatial structure of Pontianak City and its location on the side of the primary channel, namely the Jawi River. The government is also promoting Paret Berseh-Parit Cantek to maintain the sustainability and cleanliness of the rivers in Pontianak. This study aims to analyze the presence of street vendors in the corridor of the Jawi River, Pontianak City. The targets achieved are to identify the physical environment, social population, economic conditions, land use and distribution of street vendors, characteristics of street vendors, conditions and availability of infrastructure. In addition, it also analyzes the site footprint, location feasibility analysis, and capacity analysis. Keywords: Street Vendors, Jawi River, Pontianak
Evaluasi Kebijakan Pendaftaran Tanah dalam Program Kota Lengkap di Kota Pontianak Fadilla, Daffa; Nurhidayati, Ely; Wulandari, Agustiah
REKSABUMI Vol 4 No 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v4i2.11999.2025

Abstract

The Complete City Program, part of the Systematic Complete Land Registration (PTSL) policy, aims to enhance legal certainty of land through systematic registration and improvement of land data quality. Implemented in Pontianak City since 2020, the program achieved the status of Complete City in 2024. However, challenges such as residents’ absence and refusal during field verification have hindered its implementation. This study evaluates land registration policy in supporting the Complete City Program in Pontianak Kota District. Data collection was conducted through both primary and secondary sources, analyzed using a mixed-method research approach. Primary data were obtained through interviews with officials from the Pontianak City Land Office (BPN), the Pontianak City Revenue Agency (Bapenda), and local village administrations involved in the program. Meanwhile, secondary data were derived from official documents, legal regulations, and relevant literature. The findings show that Pontianak Kota District achieved a high success rate of 96%, although it did not yet meet the standard criteria of success. Sungai Bangkong Subdistrict met the success criteria with 97.60%, while Darat Sekip (93.72%), Mariana (93.12%), Tengah (92%), and Sungai Jawi (94.72%) remained below the success criteria. The Complete City Program in Pontianak Kota District has been efficient, responsive, well-targeted, and equitable. Its benefits are evident in the improvement of land administration services. However, its effectiveness is still constrained by low community participation as well as insufficient resources and budget, which hinder the achievement of targets. Strengthening public outreach and inter-agency coordination is necessary to achieve comprehensive and optimal outcomes.
ANALISIS LOKASI UNTUK KESESUAIAN LAHAN PERUNTUKAN PERUMAHAN BERDASARKAN RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA PONTIANAK DI KECAMATAN PONTIANAK TIMUR Aqshal, Muhammad Harits; Nurhidayati, Ely; Lubis, Mira Sophia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.97393

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan terutama di Kecamatan Pontianak Timur mendorong peningkatan kebutuhan lahan perumahan, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lokasi kesesuaian lahan peruntukan perumahan berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Pontianak di Kecamatan Pontianak Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemanfaatan data sekunder, baik berupa data numerik maupun data spasial. Proses analisis melibatkan tinjauan kebijakan tata ruang, analisis neraca pemanfaatan lahan, dan analisis overlay peta neraca pemanfaatan lahan dengan peta rencana pola ruang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lahan belum dimanfaatkan sebesar 269,64 Ha (22,47%) yang berpotensi digunakan untuk pengembangan kawasan perumahan, dengan didominasi oleh lahan kategori semak belukar dan tegalan/ladang. Kemudian, hasil overlay menunjukkan terdapat 138 titik lokasi kesesuaian lahan peruntukan perumahan di Kecamatan Pontianak Timur yang terdapat pada sub-zona R-2 (perumahan kepadatan tinggi) dan sub-zona R-3 (perumahan kepadatan sedang) dengan luas total 217,158 Ha. Hasil analisis ini dapat menjadi acuan dalam perumusan strategi dan pengambilan keputusan terkait rencana pembangunan perumahan horizontal maupun pengembangan hunian vertikal di Kecamatan Pontianak Timur, sehingga pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara optimal dan terintegrasi dengan kebijakan tata ruang. Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Perumahan, Neraca Pemanfaatan Lahan, Rencana Pola Ruang, Analisis Overlay
Co-Authors Alkadrie, Syarifah Audiyah Aminullah, Gustijan Apriani, Veronica Windhi Aqshal, Muhammad Harits Arghifa Fitri Sulistya Farhandi Ari Jufriansyah Arianti, Iin Ayuningtyas, Riska A. Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa, Yuni Defiantari, Nyemas Aulia Della Meitri Astari Della Meitri Astari Devianti, Nur Elvita Safitri Enif Ega Wilaga Erni Yuniarti Erni Yuniarti Fadilla, Daffa Fajriati Lestari Fikar Khadafi, Muhammad Fikri Fahrurrozi Gandini, Aulia Intan Gilang Anugrah Gionita, Putri Fara Gusti Zulkifli Mulki Gusti Zulkifli Mulki Hartanto, Sherene Mutiara Salsabila Herawati, Henny Hermawan Hermawan Hernovianty, Firsta Rekayasa Hidayat, Bagus Hidhayah Nur Damayanti Imam Buchori libriani, anggi victonia Maulidya, Rauufi Meli Ardiana Meta Indah Fitriani Michelle, Michelle Mira Sophia Lubis Mira Sophia Lubis Mochammad Meddy Danial Muhammad Faqih Dzulqarnain Muhammad Syahid Kahfi Hira Muhlis Mulyadi Mussadun Mussadun Mussadun Mussadun Nana Novita Pratiwi Natalia Ursula Natalia Ursula Nelly Roulitua Aritonang Novi Safriadi Nurfaiza, Nadya Panjaitan, Monika Stella Leonita Perkasa, Edgard Giland Pramestianti, Indriade Cahyani Pratama, Muhamad Abizard Mauludin Soerya Pratiwi, Nana Novita Pratiwi, Nana Novita Prihatiningsih, Angrila Putri, Gabriella Sintia Amesti Putri, Tasya Annisa Raden Mohamad Herdian Bhakti Rendy Hidayat Rizqi Puteri Riyandini Salsabilla Cansa Maulika Saris, Syarif Ferdian Dwi Sibyan, Hidayatus Sophia Lubis, Mira Syarif Ferdian Dwi Saris Syarif Muhamad Rizal Trida Ridho Fariz Utama, Nugraha Pandia Vetti Puryanti Wahyudi, Ganjar Ilham Widyanti, Arinda Dinnia Wilaga, Enif Ega Wulandari, Agustiah Yudistiro Prayoga Yudistiro Prayoga