Adopsi teknologi akuntansi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, tingkat adopsi teknologi akuntansi pada UMKM di daerah pedesaan masih relatif rendah, termasuk di Kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kendala adopsi teknologi akuntansi pada UMKM pedesaan serta mengidentifikasi kebutuhan dan harapan pelaku usaha terhadap dukungan teknologi dan kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 pelaku UMKM di wilayah pedesaan Kabupaten Badung yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas UMKM masih menggunakan pencatatan manual karena faktor kebiasaan, keterbatasan pengetahuan, minimnya pelatihan, lemahnya infrastruktur internet, keterbatasan perangkat, serta ketakutan terhadap kesalahan penggunaan dan implikasi regulatif. Meskipun demikian, pelaku UMKM menyadari pentingnya teknologi akuntansi dalam membantu pencatatan yang lebih terorganisir, mempercepat perhitungan penjualan, dan meningkatkan efisiensi usaha. Terdapat perbedaan generasi dalam sikap terhadap teknologi, di mana pelaku UMKM junior menunjukkan motivasi yang lebih tinggi untuk belajar dibandingkan pelaku UMKM senior. Penelitian ini juga menemukan lemahnya dukungan kelembagaan serta minimnya pembinaan praktis yang menyasar sektor ritel kecil di pedesaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rendahnya adopsi teknologi akuntansi pada UMKM pedesaan lebih disebabkan oleh keterbatasan ekosistem pendukung daripada penolakan terhadap teknologi itu sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan program pendampingan yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis kebutuhan nyata UMKM untuk mendorong transformasi digital akuntansi secara berkelanjutan.