Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Online Customer Review dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Pratiwi , Ni Made Krisna; Mariani , Ni Wayan Rena; Amir , Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i7.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pentingya peran dari pengelolaan online customer review dalam upaya meningkatkan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL di Puri Santrian Beach Resort & Spa. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dari situs online review, Trip Advisor, dan diolah menggunakan metode analisis data kualitatif dari Miles & Hubberman yang terdiri dari tiga bentuk kegiatan : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak komentar negatif perihal kualitas pelayanan yang terjadi berulang kali. Hal tersebut terjadi karena kurang maksimalnya pengelolaan online customer review. Pihak manajemen tidak sepenuhnya menyelesaikan permasalahan yang terjadi hingga tuntas, dan hal tersebut menyebabkan munculnya permasalahan yang sama dikemudian hari. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan online customer review memiliki peran yang sangat penting dalam upaya peningkatan dimensi kualitas pelayanan. Pihak manajemen hotel harus lebih fokus dalam hal tersebut untuk dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. This research is intend to empirically examine the important role of online review management in an attempt to improve service quality dimensions based on SERVQUAL model in Puri Santrian Beach Resort & Spa. Data were collected from online review platform, Trip Advisor, and using Miles & Hubberman qualitative data analysis which consist of three concurrent flow of activities: data reduction, data display, and conclusion drawing. Analysis results indicates that there are still a lot of negative comments regarding the service quality dimension that occurred repeatedly. It is caused by poorly managed online customer review. The management did not completely solve the problem from its’ roots which caused the same problem in the future. It implies that online review management plays a very important role in an attempt to improve service quality. The hotel management should focus on improving service quality dimension through online review management which leads to customer satisfaction.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Pramusaji dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Dewi, Sang Ayu Made Sintya; Amir , Firlie Lanovia; Suarmana , I Wayan Restu; Paramitha, Made Widya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.632

Abstract

Adiwana Arya Villa di Ubud memiliki Wayang Restoran. Departemen layanan F&B selalu melakukan briefing sebelum melakukan jobdesk masing-masing untuk menjaga kualitas layanan dan keberadaan restoran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan di Wayang Restaurant di Adiwana Arya Villa dipengaruhi oleh kualitas pelayanan pramusaji dan fasilitas yang tersedia. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menggunakan statistik. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dari 99 orang yang makan di Wayang Restoran Adiwana Arya Villa. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kualitas layanan pramusaji sangat memengaruhi kepuasan pelanggan. Nilai t-tabel sebesar 1,985 kurang dari nilai t-hitung sebesar 2,134, menunjukkan hal ini. Karena itu, hipotesis kedua (H2) tidak valid. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa dalam model penelitian ini, kualitas pelayanan pramusaji dan fasilitas secara bersama-sama memiliki efek positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan pramusaji (X1) dan fasilitas (X2) dapat bertanggung jawab atas sekitar 56,2% variasi dalam kepuasan pelanggan, menurut koefisien persegi adjustable R (adj. R2) sebesar 0,562. Komponen tambahan yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini menyumbang 43,8% dari total variasi. Ubud's Adiwana Arya Villa features a Wayang Restaurant. To ensure service quality and the restaurant's existence, the F&B service section always performs briefings before carrying out their separate work responsibilities. The goal of this study is to determine if the quality of waiter service and the amenities offered impact the degree of customer satisfaction at Wayang Restaurant in Adiwana Arya Villa. This study was carried out utilizing a quantitative descriptive approach using statistics. Data was gathered by having 99 individuals who ate at Wayang Restaurant Adiwana Arya Villa fill out questionnaires. Multiple linear regression is used to analyze data. According to the study's findings, the waitress's service quality has a significant impact on client satisfaction. This is demonstrated by the t-count value of 2.134, which is bigger than the t-table value of 1.985. As a result, the second hypothesis (H2) is invalid. Overall, it is possible to infer that in this study model, waiter service quality and facility quality have a favorable and substantial influence on customer satisfaction. According to the adjustable square coefficient R (adj. R2) of 0.562, waiter service quality (X1) and amenities (X2) may account for approximately 56.2% of the variance in customer satisfaction. Other variables not included in this study accounted for 43.8% of the overall variance.
Implementasi Community Based-Tourism dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Anarini , Dilla Taxsia Pratitah; Parwati , Komang Shanty Muni; Hendrajana , I Gusti Made Riko; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.675

Abstract

Desa Wisata Blimbingsari memiliki potensi serta sumber daya yang dapat dikembangkan serta dikelola dengan adanya keterikatan partisipasi masyarakat. Potensi wisata dimiliki dikolaborasikan dengan partisipasi masyarakat secara maksimal agar dapat mencapai dimensi dari implementasi Community Based Tourism sehingga mampu mendukung mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini untuk 1). Mengetahui potensi wisata alam dan budaya di Desa Wisata Blimbingsari, 2). Mengetahui bentuk keterlibatan partisipasi masyarakat, dan 3). Mengetahui keberhasilan CBT dalam pengelolaan desa wisata mewujudkan pariwisata secara keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Narasumber penelitian ini merupakan pihak- pihak yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata yaitu Perbekel, BUMDES, KomitePariwisata dan Masyarakat Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata sudah melaksanakan dari indikator CBT yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, budaya, sosial dan politik. Namun, dalam dimensi politik terdapat kelemahan pada tingkat keberhasilan indikator dikarenakan belum timbulnya peran secara optimal dari kaula muda berpatisipasi dalam kegiatan wisata. Blimbingsari Tourism Village has potential and resources that can be developed and managed with the attachment of community participation. Tourism potential is collaborated with maximum community participation can achieve the dimensions of the implementation of Community Based Tourism so that it can support the realisation of sustainable tourism. The purpose of this research is to 1). Know the natural and cultural tourism potential of Blimbingsari Tourism Village, 2). Knowing the form of community participation involvement, and 3). Knowing the success of CBT in managing tourist villages to realise sustainable tourism. The research method used used a qualitative approach. Data were collected using observation, interview and documentation techniques. The sources of this research are the parties involved in the management of tourist villages, namely Perbekel, BUMDES, Tourism Committee and Village Community. The results of this study indicate that the development of tourist villages has implemented the CBT indicators, namely the economic, environmental, cultural, social and political dimensions. However, in the political dimension there is a lack of success rate indicators because young people have not optimally participated in tourism activities.
Upaya Peningkatan Popularitas dan Profitabilitas Menu Makanan Dengan Metode Menu Engineering Wahyudi, Kadek Andi; Sinaga , Firman; Amir , Firlie Lanovia; Parwati , Komang Shanty Muni
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i6.677

Abstract

Koin Café Canggu memiliki berbagai ragam makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengehai popularitas, profitabilitas dan klasifikasi Menu Engineering item menu makanan pada Koin Café Canggu. Menu Engineering merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan item menu. Hasil penelitian pada analisis keseluruhan menu makanan di Koin Café Canggu dari 100% memperlihatkan klasifikasi Star sebesar 28%, Puzzle 26%, Plowhorse 22% dan Dog 23%. Menu makanan yangmana mempunyai popularitas lebih tinggi daripada item menu lainnya adalah Curved Chicken Salad yaitu terjual sebanyak 128 dan kemungkinan keuntungan tertinggi dari seluruh menu makanan adalah Salmon Bagel yaitu sebesar Rp. 4.533.750. Yang mana jenis menu makanan di Koin Café Canggu dengan popularitas dan profitabilitas terendah yaitu Seafood pizza yang tidak memperoleh penjualan dengan margin kontribusi Rp. 0. Koin Café Canggu has a wide variety of food and drinks. This study aims to obtain data on the popularity, profitability and classification of Menu Engineering food menu items in Koin Café Canggu. Menu Engineering is a method used to analyze and classify menu items. The results of the research on the analysis of the overall food menu at Koin Café Canggu from 100% showed a Star classification of 28%, Puzzle 26%, Plowhorse 22% and Dog 23%. The food menu which has a higher popularity than other menu items is the Curved Chicken Salad which sold as many as 128 and the highest possible profit of the entire food menu is Salmon Bagel which is Rp. 4,533,750. Which type of food menu at Koin Café Canggu with the lowest popularity and profitability is Seafood pizza which does not get sales with a contribution margin of Rp. 0.
Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Bahari Tumundo, Maria Angelita; Sanjaya, I Wayan Kiki; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.823

Abstract

Penelitian ini fokus kepada pengembangan Pulau Dodola dalam ruang lingkup pariwisata. Harapan pihak pemerintah Kabupaten Pulau Moratai memiliki misi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang unggul, berdaya saing, serta ekonomi kreatif dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis sumber daya alam namun, belum terealisasi secara baik. Dalam hal ini, Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memikat dan mempunyai potensi. Hanya saja, belum dikelola dan dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik sekaligus menjadi urgensi penelitian ini. Permasalahan itu diangkat dalam dua rumusan. Masalah Pertama, Bagaimana potensi pengembangan wisata bahari di Pulau Dodola, Kabupaten Pulau Moratai, Kedua, Bagaimana strategi pengembangan objek wisata Pulau Dodola sebagai destinasi wisata bahari? Hasil ini bertujuan untuk menganalisis Potensi wisata dan strategi pengembangan Pulau Dodola sebagai daya tarik wisata bahari agar dapat merekomendasikan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi masyarakat lokal Pulau Dodola. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini mengidentifikasi potensi wisata Pulau Dodola dengan komponen Empat A; atraksi, amenitas, aksesibilitas, dan layanan tambahan. Strategi pengembangan yang dapat digunakan di kawasan Pulau Dodola sebagai wisata bahari antara lain; pengembangan Daya Tarik Wisata Pulau Dodola, pengembangan pemasaran, pengembangan lingkungan (fisik, ekonomi masyarakat). This research focuses on the development of Dodola Island within the scope of tourism. The hope of the Moratai Island Regency government is that it has a mission to create a superior, competitive tourism destination, as well as a creative economy and development of a people's economy based on natural resources, however, this has not been well realized. In this case, Dodola Island is a natural tourist destination that is attractive and has potential. However, it has not been managed and developed into an attractive tourism product which is the urgency of this research. This problem is raised in two formulations. First problem, what is the potential for developing marine tourism on Dodola Island, Moratai Island Regency, Second, what is the strategy for developing the Dodola Island tourist attraction as a marine tourism destination? These results aim to analyze the tourism potential and development strategies of Dodola Island as a marine tourism attraction in order to recommend and provide a positive impact on the environment, socio-culture and economy of the local community of Dodola Island. The data analysis used in this research is a qualitative descriptive approach and SWOT analysis. The results of this research identify the tourism potential of Dodola Island with Four A components; attractions, amenities, accessibility and additional services. Development strategies that can be used in the Dodola Island area as marine tourism include; development of Dodola Island tourist attractions, marketing development, environmental development (physical, community economy).
Pengembangan Daya Tarik Wisata Pantai Lebih sebagai Wisata Kuliner Lokal Pesisir Selatan Kabupaten Gianyar Wahyudi, I Made Indra; Amir, Firlie Lanovia; Trimandala, Nyoman Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.830

Abstract

Kekhasan yang dimiliki Daya Tarik Pantai Lebih tidak hanya menyajikan keelokan pantainya, Pantai Lebih yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Gianyar memiliki keunggulan pada pengolahan hidangan laut yang mampu bersaing dengan daerah lainnya di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Desa Lebih memiliki makanan khas (maskot) berupa sate languan yang merupakan hidangan khas Desa Lebih dengan bahan dasar berupa hidangan laut yang merupakan hasil laut nelayan setempat. Kawasan Pantai Lebih sebagai daya tarik wisata yang menyuguhkan wisata kuliner sudah masuk ke dalam tahapan pengembangan, pengembangan yang dilaksanakan dalam upaya pengelola Pantai Lebih tercermin dari upaya pengolahan hasil laut yang dikelola oleh masyarakat nelayan dan terbentuk Kelompok Pengolah dan Pemasar (POKLAHSA), kunjungan wisatawan yang meningkat belum dibarengi dengan sistem pendataan pengunjung, dan mata pencaharian masyarakat mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan, pengusaha kecil dan menengah, serta pemilik usaha (warung, rumah makan maupun restoran) menjadikan sektor kuliner menjadi pusat perekonomian masyarakat Desa Lebih. The uniqueness of Lebih Beach not only presents the beauty of the beach, Lebih Beach located on the south coast of Gianyar Regency has an excellence in seafood processing that can compete with other areas in Bali. This research uses descriptive qualitative research methods. Lebih Village has a specialty food (mascot) in the form of satay languan which is a typical dish of Lebih Village with basic ingredients in the form of seafood from local fishermen. The Lebih Beach area as a tourist attraction that offers culinary tourism has entered the development stage, the development process implemented in the effort to manage Lebih Beach is reflected in the efforts to process seafood managed by the fishing community and the formation of a Processing and Marketing Group (POKLAHSA), increased tourist visits have not been accompanied by a visitor data collection system, and the livelihoods of the majority of the community are fishermen, small and medium entrepreneurs, and business owners (stalls, restaurants and restaurants) making the culinary sector the center of the economy of the Lebih society.
Pengembangan Wisata Kuliner Pasar Sayan Wibawa, Made Bagus Aditya; Amir, Firlie Lanovia; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i7.836

Abstract

Penelitian ini membahas posisi pasar Sayan saat ini dalam teori Tourism Area Life Cycle dan mengidentifikasi strategi pengembangan pasar Sayan sebagai daya tarik wisata kuliner menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola pasar Sayan, dan salah satu warga pasar Sayan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posisi pasar Sayan saat ini dalam Teori Butler 1980 berada pada Tahap 2, Pengembangan, dan strategi yang diidentifikasi adalah: (1) Strategi untuk meningkatkan promosi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kerjasama dengan agen Tour & Travel untuk mengembangkan wisata kuliner, (2) Strategi untuk mengantisipasi cuaca yang tidak dapat diprediksi dan melakukan promosi melalui aplikasi digital, (3) Strategi untuk pengemasan makanan, promosi media sosial, dan paket wisata kuliner dengan agen Tour & Travel, (4) Strategi untuk memperkuat saluran distribusi di sektor Tour & Travel untuk mengembangkan wisata kuliner dan pemasaran pasar Sayan. This research discusses the current position of Sayan Market within the Tourism Area Life Cycle theory and identifies development strategies for Sayan Market as a culinary tourism attraction using SWOT analysis. This study employs a quantitative descriptive approach. Data collection was carried out through observations, in-depth interviews with Sayan Market managers, and one of the residents of Sayan Market. The results of this study indicate that the current position of Sayan Market within Butler's 1980 Theory is in Stage 2, Development, and the identified strategies are: (1) Strategy to enhance promotion through the utilization of information technology & collaboration with Tour & Travel agencies to develop culinary tourism, (2) Strategy to anticipate unpredictable weather and conduct promotions via digital applications, (3) Strategy for food packaging, social media promotion, and culinary tourism packages with Tour & Travel agencies, (4) Strategy to strengthen distribution channels in the Tour & Travel sector to develop culinary tourism and marketing of Sayan Market.
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur Bar Putra, A.A. Gede Bagus Sedana; Sinaga, Firman; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.841

Abstract

Standar Operasional Prosedur pada Bar Mano Beach House Seminyak dalam penerapan Standar Operasional Prosedur masih ada karyawan bar yang tidak melaksanakan dengan maksimal sehingga, menimbulkan berbagai masalah pada berlangsungnya operasional seperti membuat minuman tidak menggunakan alat ukur (jigger). Adanya indikasi permasalahan pada penerapan Standar Operasional Prosedur Bar Mano Beach House Seminyak yang telah menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan Standar Operasional Prosedur pada Deparment bar di restoran tersebut. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat utama dari penerapan Standar Operasional Prosedur menciptakan keselarasan kerja karyawan bar. Manfaat lain yang bisa dipetik adalah bahwa Standar Operasional Prosedur bisa di jadikan pedoman bagi Deparment bar di Mano Beach House Seminyak untuk melakukan tugas-tugasnya, dan juga sebagai media komonikasi untuk mendukung kelancaran operasional. Pihak restoran disarankan untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan pada Standar Operasional Prosedur mereka. Standard Operating Procedures at Bar Mano Beach House Seminyak in the application of Standard Operating Procedures there are still bar employees who do not carry out optimally so that it causes various problems in the ongoing operations such as making drinks without using a measuring device (jigger). There are indications of problems in the application of Standard Operating Procedures Bar Mano Beach House Seminyak which has become the background of this research. The purpose of this study was to determine the application of Standard Operating Procedures to the Department bar in the restaurant. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that the main benefit of implementing Standard Operating Procedures is to create work harmony for bar employees. Another benefit that can be learned is that Standard Operating Procedures can be used as guidelines for the Bar Department at Mano Beach House Seminyak to carry out their duties, and also as a communication medium to support smooth operations. The restaurant is advised to continue to make improvements and developments on their Standard Operating Procedures.
Pengaruh Daya Tarik Wisata dan Seni Fotografi dalam Meningkatkan Keputusan Berwisata Aling, Florenza Angeli Nazaretha; Semara, I Made Trisna; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i8.858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik wisata dan seni fotografi secara parsial dan simultan terhadap keputusan berwisata di KDTWK Kintamani. Pengambilan sampel terhadap responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Analisis Regresi Linear Berganda. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa daya tarik wisata scecara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan berwisata, kemudian seni fotografi juga berpengaruh positif signifikan terhadap keputusaan berwisata oleh wisatawan Besarnya pengaruh pemasaran daya tarik wisata dan seni fotografi terhadap keputusan berwisata adalah 59,2%. Kesimpulannya semakin baik daya tarik wisata dan aktivitas seni fotografi yang terdapat di KDTWK Kintamani, maka akan semakin meningkatkan keputusan wisatawan dalam berwisata di KDTWK Kintamani. This research aims to determine the partial and simultaneous influence of tourist attractions and the art of photography on travel decisions at KDTWK Kintamani. The sampling of respondents in this research was 100 respondents. The data analysis technique used in this research is the Multiple Linear Regression Analysis Test. From the research results, it can be seen that tourist attractions simultaneously have a significant positive effect on travel decisions, then the art of photography also has a significant positive effect on tourists' travel decisions. The magnitude of the influence of tourist attraction marketing and photography art on travel decisions is 59.2%. In conclusion, the better the tourist attraction and photography art activities found at KDTWK Kintamani, the more it will improve tourists' decisions about traveling to KDTWK Kintamani.
Analisis Kualitas Pelayanan Pramusaji Terhadap Kepuasan Tamu Andhika, I Made Wisnu; Sudiarta, I Nyoman; Amir, Firlie Lanovia
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i9.868

Abstract

Faktor pertama yang diperhatikan restoran adalah kualitas layanan. Pengunjung puas jika layanan memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan indikator yang menunjukkan seberapa puas konsumen atau pengguna jasa suatu perusahaan terhadap pelayanan yang diterimanya. Layanan adalah tindakan yang tidak dapat dilihat ketika klien dan server berinteraksi satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan terhadap kualitas pelayanan staf restoran Bketo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Juli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dengan teknik quota sampling. mengolah data dari tanggapan 40 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan tingkat kepuasan yang tinggi sebesar 82,45, Restoran Bketo di Blue Karma Dijiwa Seminyak mampu memenuhi harapan pelanggan karena memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan dengan Tingkat Kepatuhan 97,29% Level yang termasuk dalam kategori sangat sesuai, namun masih terdapat gap sebesar 2,71% yang harus diisi oleh wait staff restoran Bketo untuk memenuhi 100% dari harapan pelanggan. Diharapkan kepada peneliti lain untuk mencari langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh restoran atau hotel untuk memenuhi harapan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. The aspect that need to be taken into consideration via way of means of the eating place is the first-class of carrier. Visitors are happy if the carrier meets or exceeds visitor expectancies. Customer pleasure is a trademark of ways glad purchasers or carrier customers of a organisation are with the offerings they have got received. Service is an movement that can not be visible whilst visitors and waiters engage with every different to satisfy the wishes of visitors. This examine ambitions to decide how the extent of visitor pleasure with the carrier first-class of Bketo Restaurant waiters. This studies become performed from February to July. The approach used on this studies is quantitative descriptive with a questionnaire as a device to gather records with quota sampling technique. processing records from the solutions of forty respondents. Based at the outcomes of the examine, the outcomes acquired with a excessive degree of pleasure via way of means of getting a rating of 82.45, Bketo Restaurant at Blue Karma Dijiwa Seminyak has been capable of meet visitor expectancies as it has furnished offerings which are according with what visitors assume with a conformity degree of 97.29% that's blanketed withinside the class could be very appropriate, however there's nonetheless an opening of 2.71% that the waiters at Bketo Restaurant need to restoration on the way to meet visitor expectancies 100%. It is was hoping that in addition researchers will search for steps that may be taken via way of means of eating places or resorts that may be completed to satisfy visitor expectancies of the first-class of carrier furnished.
Co-Authors Agus Sunatha Putra Aling, Florenza Angeli Nazaretha Anarini , Dilla Taxsia Pratitah Andhika, I Made Wisnu Astina, Made Arya Devi, Ni Kadek Sintya Loka Dewa Putu Kiskenda Erwanda P., Dewa Putu Dewi, Sang Ayu Made Sintya Eka Sudarmawan, I Wayan Febianti Febianti Febianti Febianti Febianti Febrianti Fevi Chandra Firman Sinaga Fortuna, Dewa Ayu Putu Mayuni Gede Eka Wahyu Gredinov Sumanta Malsad Griselda Pangaribuan, Tasya Gusneli GUSTI AYU PRAMINATIH Gusti Made Riko Hendrajana Hugo Prasetyo Winotoatmojo I G. M. Riko Hendrajana I Gede Dirga Surya Ary W idhyadanta I Gede Putu Widarmana I Gusti Ayu Melistyari Dewi I Gusti Made Riko Hendrajana I Made Gede Brihanala Putra I Nyoman Sudiarta I Putu Ryan Dharma Putra Ida Ayu Etsa Pracintya Indrawan, I Putu Agus Hary Judijanto, Loso Juliastari, Komang Trigita Juniarta, Pande Putu Kadek Arya Kusuma Yoga, I Komang Shanty Muni Komang Shanty Muni Parwati Komang Shanty Muni Parwati Komang Shanty Muni Parwati Loso Judijanto Lucky Mochamad Kharisma Made Ayu Juliantini, Ni Made Gede Brihanala Putra Made Heryk Kartika Putra Muhammad Aga Sekamdo Muni, Komang Shanty Ni Komang Bintang Dewi Pratiwi Ni Komang Nariani Ni Nyoman Deni Ariyaningsih Ni Nyoman Deni Ariyaningsih Ni Wayan Rena Mariani Nurwijayanti Nyoman Agus Trimandala Paramita, Putu Dian Yuliani Paramitha, Made Widya Parwati , Komang Shanty Muni Parwati, Komang Shanty Muni Patrisia, Ni Komang Putri Pramiswari , Ida Ayu Made Dwi Dyah Pratiwi , Ni Made Krisna Putra, A.A. Gede Bagus Sedana Putra, I Made Gede Brihanala Putra, Made Heryk Kartika Putu Eka Wirawan Putu Mega Putra Putu Sabda Jayendra Putu Suweca Nata Udayana Rahmawati, Rahmawati Riko Hendrajana, I Gusti Made Rinayanthi, Ni Made Rizky Mahendra, I Putu Robiatul Adawiyah Sanjaya, I Wayan Kiki Saputra, I Gusti Ngurah Agung Oka Sari, Retno Juwita Semadi, Gusti Ngurah Yoga Semara, I Made Trisna Shanty Muni Parwati, Komang Sri Pujiastuti Suadnyana, I Wayan Suarmana , I Wayan Restu Sudjana, I Made Susanti, Putu Herny Suwintari, I Gusti Ayu Eka Titing Koerniawaty, Francisca Tumundo, Maria Angelita Utik Kuntariati Wahyudi, I Made Indra Wahyudi, Kadek Andi Wibawa, Made Bagus Aditya Widhyadanta, I Gede Dirga Surya Arya Widiantari, Ni Kadek Wua, Maria Christin Yani, Ni Wayan Mega Sari Apri