Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Estetika Tari Réndéng Bojong Karya Gugum Gumbira Ramlan, Lalan; Jaja, Jaja
PANGGUNG Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i4.1048

Abstract

ABSTRAKTari Réndéng Bojongyang diciptakan oleh Gugum Gumbira pada tahun 1978 dan sepanjang tahun 1980-an, sangat populer di kalangan masyarakat Sunda.Akan tetapi, sejak pertengahan tahun 1990-an bentuk tarian ini tidak pernah terlihat lagi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara komprehensif mengenai berbagai unsur yang membentuknya.Penelitian kualitatif ini mengggunakan teori estetika instrumental dengan metode deskriptif analisis yang tahapan penggalian datanya dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan studi dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan, bahwa tari jaiponganRéndéng Bojong itu wujudnya dibentuk oleh tiga unsur utama, yaitu “bentuk” terdiri dari struktur koreografi, struktur karawitan, dan penataan rias-busana; “bobot” terdiri dari eksistensi senimannya, konsep garap, dan proses garap; “penyajian” yaitu tarian berpasangan yang bernuansa pergaulan.Ketiga unsur tersebut terintegrasi menjadi sebuah kristalisasi estetika tari yang menjadi identitas tari Réndéng Bojong.Kata kunci: Estetika tari, jaipongan, Gugum Gumbira, tari Réndéng Bojong, estetika instrumental. ABSTRACTThe Réndéng Bojong dance, which was created by Gugum Gumbira in 1978 and throughout the 1980s, is prevalent among Sundanese people. However, since the mid-1990s, this dance form has never been seen again. The purpose of this study is to understand various elements forming it. This qualitative research uses the theory of instrumental aesthetics with descriptive analysis methods in which data collection uses several stages: library study, observation, and documentation study. The results of the analysis are the Jaipongan Réndéng Bojong dance was formed by three main elements, namely, first, "form" consisting of a choreographic structure, musical structure, and makeup arrangement. Second, "weight" includes the existence of the artist, the concept of working on, and the working process. Third, "presentation" is a paired dance with a social nuance. The three elements integrated into a dance aesthetic crystallization, which is the identity of Réndéng Bojong dance.Keywords: dance aesthetics, jaipongan, Gugum Gumbira, Réndéng Bojong dance, instrumental aesthetics.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Edukasi Dalam Pencegahan Covid-19 Purwanti, Santi; Jaja, Jaja; Rakhmayudhi, Rakhmayudhi; Adhi W., Satia; Fatia S., Sifah; Amelia R., Riska; Azzahra, Delia; Triana N., Lita
Journal Of Computer Science Contributions (JUCOSCO) Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/dyjxsa76

Abstract

Subang is one of the regencies in West Java province which is still carrying out the handling and handling of Covid-19, especially the Pasirkareumbi village, as a form of community service, an educational program will be made for the community. One of the current problems is the lack of knowledge, especially the public about the Covid-19 virus and also related to vaccination, therefore it is necessary to do socialization, one way is using social media. The method used to educate is done in two ways, namely online and offline. Online is targeted at social media users by sharing posts in the form of information regarding the Covid-19 virus on social media such as WhatsApp and Instagram, while the Offline method uses banner media as well as socialization regarding the importance of Vaccination. From the results of this activity, the community will understand and know the importance of vaccination for body resistance and with full awareness to participate.
Pemanfaatan Aplikasi Tiktok pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Sari, Irma Resti Yulfita; Maulidah, Yeni; Puspitasari, Nita Karlina; Jaja, Jaja; Kurnia, Maya Dewi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4121

Abstract

Peningkatan Bahasa Indonesia tercermin dari jumlah pusat pembelajaran bahasa Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Perguruan tinggi dan institusi swasta pun banyak yang menyediakan layanan kursus BIPA. Namun, penutur asing menghadapi berbagai kesulitan dalam pembelajaran, termasuk aksesibilitas materi dan pemahaman terhadap struktur dan kultur bahasa Indonesia. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan TikTok pada pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing dari aspek morfologi, fonologi dan sintaksis dengan menganalisis video akun @indonesianwithLauren. Penulis memilih TikTok sebagai objek penelitian dikarenakan TikTok sebagai platform media sosial populer dengan 1,67 miliar pengguna aktif bulanan, menawarkan potensi sebagai alat pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui litarature review dan analisis video TikTok dengan menggunakan Teknik simak. Hasilnya menunjukkan bahwa konten TikTok dapat memberikan kontribusi positif pada penggunaan bahasa Indonesia oleh penutur asing, terutama dalam aspek morfologi, fonologi, dan sintaksis.
Analisis Kesantunan Berbahasa Remaja Usia 14 tahun Studi Kasus Kebiasaan Bermain Games Online Wangi, Rima Diana Putri; Ningsih, Salsa Widiya; Fauziyah, Salma; Jaja, Jaja; Kurnia, Maya Dewi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4124

Abstract

abstrak—Permainan game online, sangat diminati oleh kalangan remaja. Popularitas game di kalangan remaja tidak dapat dipisahkan dari dampak yang ditimbulkannya. Salah satu dampak tersebut memengaruhi kesantunan berbahasa remaja. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesantunan berbahasa remaja berusia 14 tahun yang memiliki kebiasaan bermain game online. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang sering bermain game online cenderung menggunakan kata-kata yang kurang santun, terutama dilihat dari segi makna leksikal. Meskipun demikian, dari segi makna gramatikal, kata-kata tersebut masih dapat dianggap santun.Kata kunci—Kesantunan berbahasa, remaja, games online Abstract—Online games are very popular among teenagers. The popularity of games among teenagers cannot be separated from the impact they cause. One of these impacts is influencing teenagers' language politeness. This research aims to determine the level of language politeness of 14 years old teenagers who have the habit of playing online games. The research uses qualitative research methods with data collection techniques through observation. The research results show that teenagers who often play online games tend to use less polite words, especially in terms of lexical meaning. However, in terms of grammatical meaning, these words can still be considered polite.Keywords—language politeness, teenagers, games online
Analisis Efektivitas Aplikasi Duolingo sebagai Media Pembelajaran Bipa Tingkat Dasar Kurniawan, Dady; Ibrahim, Aray Faqih; Jaja, Jaja; Kurnia, Maya Dewi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4128

Abstract

Abstrak— Pada saat ini eksistensi bahasa Indonesia di kancah internasional semakin menguat hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya penutur asing yang mulai belajar bahasa Indonesia lewat program BIPA. Tetapi pada praktiknya banyak penutur asing yang merasa kesulitan dalam belajar bahasa Indonesia terutama bagi mereka yang baru belajar pada tingkat dasar. Dengan memanfaatkan teknologi saat ini pengajar BIPA dapat membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan menggunakan aplikasi Duolingo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas aplikasi Duolingo dalam membantu proses pembelajaran BIPA di tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menganalisis konten-konten yang ada di aplikasi Duolingo. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa Duolingo memiliki banyak fitur yang dapat membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan materi pembelajarannya juga sudah sesuai dengan standar kompetensi untuk pemelajar BIPA tingkat dasar. Dapat disimpulkan bahwa Duolingo cukup efektif dan dapat digunakan dan sebagai media pembelajaran BIPA di tingkat pemula.Kata kunci— Pembelajaran BIPA, Media Pembelajaran, Duolingo Abstract—Currently, the existence of the Indonesian language in the international arena is getting stronger as evidenced by the increasing number of foreign speakers who are starting to learn Indonesian through the BIPA programme. But in practice many foreign speakers find it difficult to learn Indonesian, especially for those who are just learning at the basic level. By utilising current technology, BIPA teachers can make learning easier and more fun by using the Duolingo application. This research aims to find out how the effectiveness of the Duolingo application in helping the BIPA learning process at the basic level. This research uses a qualitative descriptive analysis method by analysing the content in the Duolingo application. The results of this study found that Duolingo has many features that can make learning more fun and the learning materials are also in accordance with the competency standards for basic level BIPA learners. It can be concluded that Duolingo is quite effective and can be used as a medium for learning BIPA at the beginner level.Keywords— BIPA learning, Learning media, Duolingo
Pemanfaatan CERDIG (Cerita Rakyat Digital) Pada Pembelajaran Cerita Fiksi Siswa Kelas 5 Karimah, Siti; Ilmi, Riyadul; Maulana, Gagah Rizki; Ardiansyah, Muhammad Fauzan; Dewi, Maya Kurnia; Jaja, Jaja
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4130

Abstract

abstrak—CERDIG (Cerita Rakyat Digital) merupakan inovasi media pembelajaran berupa gambar atau video Cerita Rakyat yang ditayangkan saat pembelajaran cerita fiksi. Pemanfaatan CERDIG (Cerita Rakyat Digital) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan kreatif serta meningkatkan minat belajar siswa. Penggunaan cerita rakyat dalam pembelajaran merupakan salah satu cara melestarikan budaya daerah kepada generasi mendatang. Anak -anak akan merasa memiliki berbagai budaya lokal yang ada dengan mengintegrasikan cerita rakyat  dalam tiap bacaan. Pembelajaran cerita fiksi menggunakan strategi pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif dinilai baik dilakukan dalam pembelajaran Fiksi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian studi Pustaka (Library Reaserch). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Cerita Rakyat Digital (CERDIG) Pada Pembelajaran Cerita Fiksi Siswa Kelas 5 dapat direlisasikan di dalam kelas dengan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif. Dengan menggunakan CERDIG pada pembelajaran cerita fiksi bukan hanya meningkatkan pembelajaran secara efektif, namun mengenalkan budaya dan nilai-nilai budaya Indonesia kepada peserta didik.Kata kunci—cerita fiksi, cerita rakyat digital  Abstract—CERDIG (Digital Folk Stories) is an innovative learning media in the form of pictures or videos of folk stories that are shown when learning fictional stories. The use of CERDIG (Digital Folklore) is one effort that can be made to make learning more fun and creative and increase students interest in learning. Using folklore in teaching is one way to preserve regional culture for future generations. Children will feel like they have a variety of local cultures, by integrating folklore in each reading. Fiction story learning uses cooperative learning strategies. Cooperative learning is considered good in learning fiction. The research method used in this research in library research. Based on the results of the research and discussion above, it can be concluded that Digital Folklore (CERDIG) in class 5 students fiction story learning can be realized in the classroom using cooperative learning strategies. Using CERDIG in learning fiction stories not only improves learning effectively but introduces Indonesian culture and cultural values to students.Keywords— fiction story, digital folklore
Pemanfaatan Teknologi AI dan Chat GPT dalam Penulisan Artikel Mahasiswa Fatoni, Puad; Ferdinand, Ihsan; Sajidin, Fajar; Jaja, Jaja; Kurnia, Maya Dewi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4150

Abstract

abstrak - Teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah paradigma dalam berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Keterkaitan antara kecerdasan buatan (AI) dan penulisan artikel oleh mahasiswa sangatlah signifikan dan berkembang pesat. AI dapat membantu mahasiswa dalam berbagai aspek penulisan artikel. Artikel ilmiah ini ditulis dengan tujuan ChatGPT (Generative Pre-training Transformer) adalah sistem AI yang dirancang untuk interaksi percakapan berbasis teks. Pengoperasiannya sederhana: Anda hanya perlu memasukkan satu atau lebih pertanyaan, dan AI akan menyediakan jawaban yang sesuai dan relevan,  sebagai alat bantu dalam menulis karya ilmiah mahasiswa. Metode penelitian ini yang digunakan yakni studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dari sumber jurnal. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang bersumber dari hasil penelitian  terpublikasi. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang tahapan menggunakan Chat GPT dalam penulisan artikel.  Dengan demikian aplikasi tersebut membantu mahasiswa dalam penulisan karya ilmiahKata kunci—AI, Chat GPT, penulisan artikel Abstract - Artificial intelligence (AI) technology has changed the paradigm in various fields, including the world of education. The relationship between artificial intelligence (AI) and article writing by students is very significant and growing rapidly. AI can help students in various aspects of article writing. This scientific article was written with the aim of ChatGPT (Generative Pre-training Transformer) is an AI system designed for text-based conversational interaction. The operation is simple: you only need to enter one or more questions, and AI will provide appropriate and relevant answers, as an aid in writing students' scientific papers. The research method used is literature study by collecting information from journal sources. The data used is secondary data sourced from published research results. The results of this research explain the stages of using GPT chat in writing articles. In this way, this application helps students in writing scientific papersKeywords—AI, Chat GPT, article writing
Co-Authors Abdul Rozak Adhi W., Satia Agnes, Siska Amalia, Hera Nur Amelia R., Riska Andita Permatasari Radia, Dewi Anggini, Megah Dewi Ani Rusilowati Ardiansyah, Muhammad Fauzan Asrizal Wahdan Wilsa Aurellia, Putri Nur Awalia, Afni Ayoub, Tawseef Shaikh Azzahra, Delia Bety Miliyawati Cahyo Hasanudin Damayanti, Wulan Ariani Destania, Fany Dewi Puspasari Dewi Ratna Sari Dewi, Khisti Hanila Dwiniasih Endang Susilaningsih Fadhillah, Muhamad Rizky Fadillah, Rizqi Fatia S., Sifah Fatoni, Puad Faturohman, Yadi Fauzan, Dwi Wahyu Fauziyah, Salma Ferdinand, Ihsan Herlawati Herlawati Hidayat, Gilang Farid Ibrahim, Aray Faqih Ilmi, Riyadul Indriani, Puput Ira Rahayu Irady, Adli Muhammad Fana Al Jajo Firman Raharjo Jimat Susilo kamil, Mughi iksan Karimah, Siti Kartiwa, Aa Kasda, Kasda Kurnia, Maya Dewi Kurniawan, Dady Kusuma, Dianne Amor Lalan Ramlan M, Fadia Martiana, Novi Siti Rizki Nur Maulana, Gagah Rizki Maulana, Ihrom Maulidah, Yeni Maulidan, Muhamad Ihsan Maya Dewi Kurnia Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mentari, Ian Mufidin, Pidin Mulyana, Dicky Ningsih, Salsa Widiya Nita Delima Nuraeni, Yani Nurbaetillah, Neli Nurendang, Nadia Nurfauzia, Fadila Nurlaeli, Nisa Nurpadillah, Veni Nurtalim, Firman Abdullah Nurtanti, Anisa Fauziah Nuryadin, Ade Parida, Nining Permadi, Zahra Astri Dwi Permana, Sidiq Pratika, Sendy Dien Prayoga, Fauzan Huda Purnamasari, Mita Putri Purwanti , Santi Purwanti, Santi Puspitasari, Nita Karlina Putri Andhini Rakhmayudhi , Rakhmayudhi Rakhmayudhi, Rakhmayudhi Ratnasari, Dea Rosmaya, Elin Sajidin, Fajar Santika, Tenny Sari, Irma Resti Yulfita Sindi Apriliyanti Suherli Kusmana Suherli Kusmana, Suherli Suparman, Aldi Sutiawan, Wawan Hadi Syuroyah, Do'atusy Tawakal, M ilham Triana N., Lita Ulfa Ulfa Wahidi, Zofan Wangi, Rima Diana Putri Wijaya, Fariz Zaidan Yusida Gloriani Zuhria, Azeta Fatha