Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Negative Impact of Noise Exposure on the Mean Number of Neurons in the Frontal Lobe of Adult Wistar Rats Evayanti, Luh Gde; Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka; Sumadewi, Komang Trisna; Witari, Ni Putu Diah; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Ekayanti, Ni Wayan Sri; Ekayani, Ni Wayan Diana
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 1 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i1.32905

Abstract

Introduction: Noise exposure can induce oxidative stress and alter neurotransmitter dynamics within the nervous system. This oxidative stress is also associated with structural changes in the layers of the cerebrum. However, the effects of noise exposure on neuronal populations remain inadequately understood. This study aims to quantify the mean number of neurons in the frontal lobe of Wistar rats subjected to noise exposure.Methods: This study utilized an experimental design characterized by a randomized post-test only control group framework. A total of 30 male Wistar rats were selected through simple random sampling and subsequently divided into two groups: a control group without treatment (C1, n=15) and an experimental group exposed to 95 dB noise (E1, n=15) for four hours daily. Following a two-week exposure period, their brain tissue was excised and preserved in 10% neutral buffered formalin. Histological assessment was conducted using Hematoxylin and Eosin staining to evaluate the mean number of neurons in the frontal lobe. Statistical analysis was performed using the independent T-test.Results: The mean number of neurons was 1053.33 ± 55.529 in the E1 group and 720.167 ± 61.135 in the C1 group. The mean neurons of the frontal lobe of Wistar rats in the E1 group ws lower than the C1 group significantly (P 0.001).Conclusion: Neuronal death in the frontal lobe resulting from noise-induced stress can induce structural alterations within this region, leading to detrimental effects on cognitive function and behavior. Keywords: Frontal lobe, neuron, noise, stress
INNOVATION IN STREPTOCOCCUS SUIS MENINGITIS DIAGNOSTICS: CHALLENGES AND SOLUTIONS Sumadewi, Komang Trisna; Harkitasari, Saktivi; Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka; Evayanti, Luh Gede
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus suis (S. suis) is a significant zoonotic pathogen that can cause severe infections in humans, primarily manifesting as meningitis, septicemia, and endocarditis. This review focuses on the pathophysiology of S. suis meningitis, emphasizing the bacterium's mechanisms for crossing the blood-brain barrier (BBB) and eliciting a robust inflammatory response. The review highlights the virulence factors, including collagenase-like protease and capsular polysaccharides, that facilitate the pathogen's evasion of the immune system and contribute to the severity of the disease. Notably, the prevalence of S. suis infections remains a critical public health concern, particularly in regions with high pig consumption, where occupational exposure increases the risk of human disease. The manuscript also evaluates current diagnostic techniques, comparing traditional methods, such as cerebrospinal fluid culture, with advanced molecular diagnostics, including polymerase chain reaction (PCR) and next-generation sequencing (NGS). These newer methods demonstrate enhanced sensitivity and specificity, crucial for timely and accurate diagnosis. Furthermore, emerging innovations in diagnostic technology, including point-of-care testing and biosensors, hold promise for rapid identification of S. suis, potentially mitigating morbidity associated with the disease. This comprehensive review highlights the urgent need for enhanced diagnostic capabilities and public health strategies to reduce the burden of S. suis meningitis, promoting interdisciplinary collaboration to improve disease prevention and management.
Short-Chain Fatty Acids and Neurodegeneration in Alzheimer's Disease: A Narrative Review Sumadewi, Komang Trisna; Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka; Evayanti, Luh Gde; Manuaba, Ida Ayu Laxmi Ananda Dewi; Dewi, Ni Made Gita Kusuma
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i1.498

Abstract

Background: Alzheimer Disease remains the most prevalent cause of dementia worldwide, representing a major and escalating global health challenge. Objective: This study aims to examine the role of short chain fatty acids in the pathogenesis and progression of Alzheimer Disease within the framework of the microbiota gut brain axis. Methods: The research employed a qualitative design with a descriptive approach through a narrative literature study. Data were collected through systematic searches of peer reviewed scientific articles published between 2015 and 2026, focusing on gut microbiota dysbiosis, short chain fatty acids, neuroinflammation, amyloid pathology, and cognitive decline in Alzheimer Disease. Document analysis was conducted using thematic identification, data reduction, conceptual categorization, and inductive interpretation to generate a comprehensive synthesis of the evidence. Results: The findings indicate that Alzheimer Disease is consistently associated with reduced abundance of short chain fatty acid producing bacteria and altered circulating and fecal short chain fatty acid profiles, which are linked to impaired blood brain barrier integrity, microglial activation, increased neuroinflammation, amyloid beta accumulation, and tau pathology. Mechanistic insights demonstrate that short chain fatty acids regulate inflammatory signaling pathways, epigenetic modulation, mitochondrial bioenergetics, and metabolic homeostasis. Conclusion: In conclusion, short chain fatty acids function as key metabolic mediators in Alzheimer Disease and represent promising targets for preventive and therapeutic strategies, contributing to a systems biology perspective and supporting microbiome based precision approaches in cognitive health management.
Pembinaan Perkembangan Batita dan Pemanfataan Tanaman Lahan Sempit pada Keluarga Binaan Come Evayanti, Luh Gde; Sudiarta, I Wayan; Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima; Kerans, Fransiscus Fiano Anthony; Sumadewi, Komang Trisna; Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka; Kurniawati, Ida; Witari, Ni Putu Diah
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.5535

Abstract

Periode emas dalam perkembangan otak manusia adalah 1000 hari pertama kehidupan (HAK). Perkembangan otak ini menunjangan perkembangan kognitif, motorik, dan berbahasa pada batita. Mitra pengabdian ini adalah keluarga binaan Community Oriented Medical Education (COME) 1000 HAK. Sebelumnya telah dilakukan wawancara dan pengamatan terkait perkembangan batita di keluarga tersebut. Sebanyak 10 keluarga binaan yang dilibatkan sebagai mitra. Kurangnya perhatian keluarga binaan terhadap pentingnya stimulasi perkembangan pada 1000 HAK bagi bayi akan berdampak pada penyimpangan perkembangan. Selain itu halaman rumah keluarga binaan tidak terdapat tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan keluarga binaan terkait pentingnya stimulasi perkembangan bagi batita dan pemanfaatan tanaman pekaranan rumah (lahan sempit). Metode yang digunakan adalah berdiskusi, praktek langsung, dan pemutaran video-video edukasi, serta penyediaan alat-alat stimulasi perkembangan dan hibah tanaman. Selanjutnya dilakukan follow up dan evaluasi kepada keluarga binaan. Kegiatan dilaksanakan dengan melalui kunjungan untuk melakukan survey kesehatan batita dan memberikan edukasi terkait perkembangan yang perlu dikuasai sesuai usia batita. Selanjutnya diberikan edukasi dan praktek yang melibatkan keluarga untuk memanfaatkan lahan sempit dengan menanam tanaman sayur-sayuran. Kegiatan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan follow up dan data analisis dari pre-test maupun post-test didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga binaan setelah mengikuti kegiatan.
Pencegahan Neurosistiserkosis Melalui Pengolahan Daging Babi yang Benar di Desa Blahbatuh, Gianyar Harkitasari, Saktivi; Sumadewi, Komang Trisna; Yupardhi, Wayan Sayang; Salim, Albert; Adinata, I Wayan Diki Wahyu
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v5i1.5811

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang neurosistiserkosis, memberdayakan masyarakat dengan keterampilan praktis melalui praktek kebersihan dalam memasak daging babi, membuat lawar dan memelihara babi. Mitra program PKM ini adalah ibu-ibu PKK desa Blahbatuh, Gianyar, Bali sejumlah 15 orang. Berdasarkan wawancara dengan kelian dinas banjar, teridentifikasi beberapa masalah utama yang dihadapi oleh mitra yaitu rendahnya pemahaman higiene peramu makanan, belum mengetahui cara pengolahan lawar yang benar dan aman, dan teknik pemeliharaan babi dan sapi yang kurang memadai. Metode sosialisasi yang digunakan melibatkan berbagai pendekatan, termasuk ceramah dan sesi demonstrasi langsung. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dengan baik. Kegiatan dilaksanakan satu hari pada 10 Desember 2024 yang  diawali dengan pre-test, dilanjutkan sosialisasi tentang pengolahan daging babi yang benar untuk mencegah neurosistiserkosis dengan memberikan uraian menggunakan poster dan booklet, kemudian demonstrasi pengolahan lawar merah bebas bakteri,  dan  diakhiri dengan evaluasi hasil melalui pelaksanaan post-test. Kegiatan  ini  menunjukan dampak  positif  dan  memperoleh  apresiasi dari  masyarakat  dan perangkat   desa. Hal ini terlihat dari persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%, nilai pretest dan posttest dengan peningkatan >40% dan peningkatan keterampilan mitra mengenai pengolahan daging babi yang benar.