Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : FKIP e-PROCEEDING

PENGARUH KEMAMPUAN ENERGI PANAS BAHAN CAMPURAN AMPAS TEBU DAN SERBUK KAYU SENGON TERHADAP KAPASITANSI BAHAN Klyana Ainun Prastika; Sri Handono Budi Prastowo; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan ampas tebu dan serbuk kayu sengon yang dihasilkan oleh pabrik masih belum optimal. Kedua bahan tersebut akan dicampur dengan prosentase yang berbeda menjadi briket arang. Prosentase ampas tebu dan serbuk kayu sengon yang digunakan pada penelitian ini adalah 75%:25%, 50%:50%, dan 25%:75%. Kemampuan energi panas dari briket arang berpengaruh pada nilai kapasitansi bahan. Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah bahan campuran ampas tebu dan serbuk kayu sengon dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, bertujuan untuk mengetahui kemampuan energi panas dengan menggunakan nilai kapasitansi bahan. Pada penelitian ini akan menggunakan dua metode yaitu metode pendidihan air dan metode kapasitansi. Metode pendidihan air digunakan untuk mengetahui kemampuan energi panas bahan campuran ampas tebu dan serbuk kayu sengon dalam bentuk briket arang. Metode kapasitansi dilakukan dengan mengubah bahan campuran menjadi briket arang lalu di jadikan sebagai kapasitor untuk mencari nilai kapasitansi. Hasil dari penelitian ini adalah besar energi panas briket berbanding terbalik dengan nilai kapasitansi. Semakin besar nilai energi panas suatu briket maka nilai kapasitansi semakin kecil dan juga sebaliknya. Bahan campuran yang memiliki prosentase ampas tebu lebih besar dari pada serbuk kayu sengon nilai energi panasnya kecil sedangkan untuk nilai kapasitansinya besar.Kata Kunci : Bahan Campuran, Energi Panas, Kapasitansi Bahan
STUDI LITERATUR PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PERMAINAN EDUKATIF TEKA-TEKI SILANG (TTS) DI SMA Debi Devianti; Sudarti .; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran adalah suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yaitu Modul yang dapat digunakan sebagai inovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Modul merupakan sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai tingkat pengatahuan dan usia siswa. Permainan edukatif merupakan permainan yang khusus dirancang untuk mengajarkan pemain suatu pembelajaran tertentu, pengembangan konsep dan pemahaman dan membimbing mereka dalam melatih kemampuan mereka, serta memotivasi mereka untuk memainkannya. Permaian edukatif yang ada pada modul yaitu teka-teki silang yang sudah banyak diketahui oleh siswa. Pengembangan modul pembelajaran fisika menggunakan desain Borg and Gall yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, efektivitas dan kepraktisan modul. Validitas modul pembelajaran fisika berbasis permainan edukatif teka-teki silang (TTS) memperoleh persentasi 84% rata-rata dengan kriteria sangat valid. Efektivitas modul dapat lihat dari perhitungan skor pretest dan postest yang memperoleh nilai rata- rata 86% dan untuk kepraktisan dapat diperoleh dari respon siswa dalam menggunakan bahan ajar dengan memperoleh persentasi rata-rata 2,85. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa studi literatur pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis permainan edukatif teka-teki silang (TTS) di SMA dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran.
ANALISIS EFEK TEROBOSAN EMPAT PERINTANG PADA GRAPHENE Muhammad Khoirul Huda; Sri Handono Budi Prastowo; Zainur Rasyid Ridlo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang fenomena efek terobosan empat perintang yang merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yaitu tiga perintang dengan material semikonduktor yang sama yaitu graphene. Graphena merupakan material semikonduktor dengan jarak lebar celah 0,246 nm dan memiliki beda potensial sebesar 3 eV. Analisis efek tunneling menggunakan persamaan schrodinger tidak bergantung pada waktu dengan pendekatan propagasi matriks. Hasil yang ditunjukkan mendapatkan koefisien transmisi terbesar adalah 1,00 dari energy electron 0,7500 eV, artinya peluang electron dalam menerobos penghalang sampai 100%. Namun, setelah mencapai titik koefisien terbesar pada tiga penghalang electron mulai mengalami penurunan koefisien transmisi meskipun energinya semakin tinggi. Tetapi pada empat penghalang terjadi peningkatan koefisien kembali ke koefisien transmisi terbesar yaitu pada energy 1,3890 eV dan kemudian mengalami penurunan kembali. Hal ini membuktikan bahwa setiap material semikonduktor terjadi resonansi terobosan dimana koefisien transmisi yang dihasilkan mencapai nilai maksimum. Sifat-sifat graphene yang sangat istimewa ini dapat membuat suatu peluang baru dalam pemanfaatan untuk menghasilkan suatu produk bidang elektronika yang lebih baik seperti superkapsitor, transistor dan IC.
ANALSIS PEMAHAMAN KONSEP MEKANISME EFEK RUMAH KACA PADA SISWA KELAS XII SMA/MA DI KABUPATEN JEMBER Sudarti .; Tri Ratih Purwatiningsih; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan salah satu pembelajaran sains yang sanagat erat kaitannya dengan kehidupan sehari;hari. Fisika mempelajari tentang alam dan gejalanya mulai dari yang bersifat riil hingga bersifat abstrak. Setiap pokok pembelajaran fisika memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, maka tentulah tingkat pemahaman konsep siswa terhadap setiap pokok bahasan tersebut juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep mekanisme efek rumah kaca pada siswa SMA/MA Negeri di Kabupaten Jember. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII sekolah menengah atas yang ada di Kabupaten Jember. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan tes berupa uraian/essay sebanyak 5 soal, Selanjutnya dianalisis berdasarkan materi dan indikator pemahaman konsep menurut Taksonomi SOLO. Terdapat 5 tingkatan pemahaman konsep menurut taksonomi SOLO, yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract. Pemahaman konsep siswa berdasarkan materi yang tertinggi adalah pada sub pokok bahasan dampak efek rumah kaca dan terendah pada sub pokok bahasan mekanisme efek rumah kaca. Pemahaman konsep siswa yang tertinggi yaitu pada tingkat unistruktural dan terendah pada tingkat extended abstract. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa masih tergolong rendah.
KEMAMPUAN MENYELESAIKAN ILL STRUCTURED PROBLEM SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MATERI HUKUM NEWTON Marlina Puji Rahayu; Supeno Supeno; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pembelajaran fisika adalah mengintensifkan pengembangankemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah. Kemampuan menyelesaikan masalah adalah aktivitaskognitif kompleks dalam rangka menggunakan proses berpikirnya untuk memecahkan masalah. Denganmengetahui kemampuan menyelesaikan masalah maka peserta didik bisa intropeksi diri dan memilikimotivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Bagi guru, dengan mengetahui kemampuan menyelesaikanmasalah dapat dijadikan referensi untuk mengetahui strategi, model, metode, pendekatan, teknik, danevaluasi yang cocok untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah sehingga perlu adanyaidentifikasi kemampuan menyelesaikan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitiandeskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA. Metode pengumpulan data dalam penelitianini adalah tes dan wawancara. Instrument tes yang digunakan adalah tes berbentuk soal ill structured.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan ill structured problem padaindikator mengenali masalah hanya 22.56% mampu mengenali masalah dengan baik, pada indikatorrenencanakan startegi hanya 29.88% pada kategori sangat baik, pada indikator menerapkan strategi hanya6.1% siswa pada kategori sangat baik dan lebih dari 75% siswa pada kategori cukup, kurang bahkansangat kurang, serta pada indikator evaluasi hanya 31% siswa yang mampu melakukan evaluasi dengansangat baik.Kata kunci: Fisika, hukum Newton, kemampuan problem solving
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA Rizha Yulinda Salsabila; Sri Handono Budi Prastowo; Muhammad Effendi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Discovery Learning adalah suatu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kurikulum 2013 agar peserta didik mampu lebih aktif, kreatif, dan lebih memahami konsep pada suatu materi yang diajarkan dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar pengaruh dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik di SMA. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 4 Jember, dengan peserta didik sebanyak 36 yang terdiri dari 15 peserta didik laki-laki dan 21 peserta didik perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperiment dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Hasil belajar yang didapatkan oleh peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran Discovery Learning pada materi elastisitas dan Hukum Hooke menunjukkan nilai N-gain sebesar 0,37 yang tergolong dalam kategori sedang.Kata Kunci: Discovery Learning, elastisitas, hasil belajar
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) PADA KONSEP FISIKA MATERI SUHU DAN KALOR DENGAN MENGGUNAKAN TAKSONOMI BLOOM Masnah Datoh; Sri Handono Budi Prastowo; Bambang Supriadi
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemamapuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa kelas XI di MA Nuris pada konsep fisika materi Suhu dan Kalor dengan menggunakan taksonomi bloom. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA A 21 siswa dan kelas MIPA B 20 siswa di MA Nuris. Metode pengumpulan data diperoleh melalui tes tertulis, dokumentasi, dan wawancara. Instrument menggunakan pertanyaan tes deskripsi yang terdiri dari 6 soal. Berdasarkan indikator taksonomi bloom berbasis HOTS yaitu menganalisis (C4), menganalisis (C5), dan mencipta (C6) pada materi suhu dan kalor yang telah dipelajari sebelum dites. Data yang dikumpulkan diperoleh dari nilai jawaban siswa dalam pertanyaan tes diagnostic yang telah dijawab. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa MA Nuris pada kelas XI MIPA A cukup dengan persentase 45,61%, siswa kelas XI MIPA B terdapat persentase sebesar 29,31% dengan kategori rendah. Berdasarkan persentase masing-masing kelas, rata-rata kemampuan berpikir tingkat tinggi di MA Nuris adalah 37,46% dengan kategori rendah.Kata Kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, suhu dan kalor, dan taksonomi bloom
APLIKASI PAPARAN MEDAN MAGNET EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) TERHADAP NILAI DERAJAD KEASAMAN (pH) TAPE SINGKONG Isnaini Kurnia Sari; Sudarti Sudarti; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah penggunaan peralatan elektronik dalam kehidupan sehari-hari berdampak pada meningkatnya intensitas paparan gelombang elektromagnetik di lingkungan. Menanggulangi hal tersebut para peneliti mulai melakukan penelitian memanfaatkan radiasi gelombang elektromagnetik ELF di berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pangan berfermentasi seperti olahan tape. Tape yang beredar di pasaran terkadang masih memiliki kekurangan, diantaranya rasa yang terlalu masam, tekstur yang lembek dan berair, serta bau alkohol yang menyengat. Melalui pengontrolan nilai pH dan laju perkembangan mikroba diharapkan dapat meningkatkan kualitas rasa, aroma, dan tekstur yang baik bagi tape. Salah satu solusi untuk dapat melakukan pengontrolan pH yaitu dengan memanfaatkan radiasi gelombang elektromagnetik ELF intensitas 300 µT dalam pengolahan dan pengawetan tape fermentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan penentuan kelompok sampel dipilih secara acak (randomized subjects post test only control group design). Kelompok eksperimen dalam penelitian ini diberi paparan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) intensitas 300 µT dengan lama paparan 30’ dan pengambilan data dilakukan pada saat jam ke-44, 48, 52, 56, dan 72 setelah peragian. Paparan medan magnet ELF berpengaruh terhadap nilai pH tape singkong, dimana tape singkong yang dipapar medan magnet ELF mengalami penurunan pH yang tidak begitu signifikan sehingga tidak mudah basi dan lebih tahan lama.
IDENTIFIKASI PENGUASAAN KONSEP ELASTISITAS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI Brillianti Asfiyani Romadhona; Sri Handono Prastowo; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan yang relatif permanen sebagai akibat dari upaya-upaya yang dilakukannya. Fisika merupakan mata pelajaran yang tidak hanya menghafal, tetapi konsep-konsep fisika yang ada dalam fisika juga perlu pemahaman yang lebih. Salah satu aktivitas belajar yang sering dilakukan adalah menemukan konsep-konsep materi elastisitas yang ditemukan dalam kehidupan sehari hari. Identifikasi penguasaan konsep siswa perlu dilakukan karena dapat mengetahui sejauh mana penguasaan konsep elastisitas siswa. Taksonomi SOLO dapat dijadikan acuan untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan konsep siswa. Tingkat penguasaan konsep siswa menurut Taksonomi SOLO dikategorikan menjadi (1) prestructural., (2) unistructural ., (3) multistructural., (4) relasional., (5) extended abstract. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu mengetahui tingkat penguasaan konsep elastisitas siswa menggunakan Taksonomi SOLO. Kata Kunci: Penguasaan Konsep, Taksonomi SOLO
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP SISWA TENTANG ELASTISITAS DI KELAS XI SMA Sri Handono Budi Prastowo; Diana Puspitasari; Trapsilo Prihandono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan ilmu yang bersifat empiris, artinya setiap hal yang dipelajari dalam fisika didasarkan pada hasil pengamatan tentang alam dan gejala-gejalanya. Salah satu kesulitan siswa pada pelajaran fisika yaitu pada materi elastisitas. Pada materi elastisitas masih sering terjadi miskonsepsi. Salah satu penyebabnya adalah karena kurang pahamnya siswa dalam menangkap dan memahami suatu konsep. Oleh karena itu dilakukan sebuah upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa yaitu dengan melakukan tes pemahaman konsep menggunakan indikator bloom. Tes pemahaman konsep bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman suatu konsep tentang elastisitas pada siswa. Indikator yang digunakan terdiri dari tiga tahapan yaitu translasi, interpretasi dan ekstrapolasi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 3 SMAN Jatiroto, XI MIPA 1 SMAN Tempeh dan XI MIPA 3 SMAN Candipuro. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa paling baik terdapat pada konsep pegas yaitu pada indikator menghitung konstanta pegas yang disertai grafik hubungan antara gaya (F) dan pertambahan panjang (∆x) dengan nilai translasi 95,9%, interpretasi 95,9% dan ekstrapolasi 93,2%. Sedangkan pemahaman konsep paling rendah terdapat pada indikator menghitung konstanta masing-masing pegas dengan disajikan 3 buah pegas identik dengan nilai translasi 87,7%, interpretasi 88,5% dan ekstrapolasi sebesar 57,95%.
Co-Authors Adinda Citra Badarsila Agustin Putri Mardiawan Albertus Djoko Lesmono Albertus Djoko Lesmono, Albertus Djoko Alda Alvina Hawa Alex Harijanto Alex Hariyanto Alfi Hidayat Alivea Pisca Dianty Alivia, Haniyah Andi Prastia Andrian Ramadani Andriyan, Moh Anggita Nurul Iftitah Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu Anis Dwi Masinta Anita Puji Pratiwi Aprillia Kartika Agit Wuragil Arina Wardha Asshaumi, Rahmatul Ula Azen Ramadan Bagus Hadi Saputra Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bevo Wahono Brillianti Asfiyani Romadhona Chindy Beauty Sapbrina Cindy Ineke Ferdianti Dea Nur Umiel Agustina Debi Devianti Desi Dwi Tungga Tristanti Desita Sholikhatul Ummah Dewi Ika Pratiwi Dina Fadilah Aini Dini Febrianti Dita Fitriani Dya Ayu Safitri Dyah Pratiwi, Sri Septi Emi Ariyani Eny Setyowati Eny Sulistyowati Eri Setyaningsih Erina Septenia Erna Sari Ernasari Ernasari Eza Bintang Ramadhan Fahmi Nur Addinni Febrianti Dwi Lestari Fendy Saputra FITRIYAH Fitroh Fuadah Handayani, Rifati Dina Hediana Alfian Heru Sefrian Subandi Hidayati Hidayati Hidriyatur Rizza I Ketut Mahardika I Ketut Mahardika Ilvi Maulida Nurdiana Imaniyah, Kamilatul Isma Alfia Novita Isnaini Kurnia Sari Jamalludin Jamalludin Jihan Ni'ami Midroro Karina Laksmiari Khosida Afkarina Rachman Klyana Ainun Prastika Kurnia Mas Rahmawati Kurnia, Saidah Intan Lailatul Nuraini Lailiatur Rohmah Laily Ramadhanty Liana Shafa K Linggar Ayu Octaviani Lupita Rahayu Marlina Puji Rahayu Marlina Puji Rahayu Martatino, Ragil Maryani Maryani Maryani Maryani Masnah Datoh Mellya Syafiratul H Midroro, Jihan Ni'ami Miftakhun Nikmah Royani Moh Andriyan Mohammad Imam Farisi Mohammad Khairul Yaqin Mohammad Muhsin Arifin Mohammad Wisolus Solihin Muhammad Amiruddin Muhammad Effendi Muhammad Khoirul Huda Nila Mutia Dewi Ninik Megawati Nischaya Hayu Pangestuti Nispul Laili Nur Kamila Nur Sofi Hidayah Octaviani, Linggar Ayu Pramudya Dwi Aristya Putra Prastia, Andi Puji Rahayu Putri, Meylan Kharisma Rahmadani, Novi Fitri Rahmania Amanah Putri Rahmawati . Ratih Hendrawati Rayendra Wahyu Rayendra Wahyu Bachtiar Reni Dias Agustin Rif’ati Dina Handayani Rif’ati Dina Handayani Rina Dwi Rahayu Riska Uswatun Khasanah Rizha Yulinda Salsabila Rizqi Wahyu Irma Wati Rofiah Al Adawiyah Rojabita Dwirgahayu Nurhidayat Rubiatul Faruqi Santi Afifah Putri Anggraini Shanti Dewi Agustina Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Silmi Lailatun Nisa Singgih Bektiarso Sinta Mayasari, Sinta Sinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Sintia Lestari Siti Dewi Masiyati Siva Nur Ismaya Sri Astutik Sri Septi Dyah Pratiwi Sri Wahyuni Subiki Subiki Sudarti Sudarti Sudarti . Sudarti . Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Susanti Septiana Sutarto Sutarto Syafira Syaifatul Choiroh Syahira Luqna Aqilla M Talitha Nabilah Tatik Sugiwati Trapsilo Prihandono Tri Ratih Purwatiningsih Tri Wahyuni Purbasari Uzlifatul Jannah Vestnanda, Alfrida Diftia Wahyudianti, Ratih Wuragil, Aprillia Kartika Agit Yeri Suhartin Yusak Maryunianta Yushardi Yushardi Yushardi Zahra Al-Jufri Zainur Rasyid Ridlo