Claim Missing Document
Check
Articles

Found 43 Documents
Search
Journal : FKIP e-PROCEEDING

KAJIAN DINAMIKA FLUIDA PADA ALIRAN AIR TERJUN TANCAK KEMBAR BONDOWOSO SEBAGAI RANCANGAN HANDOUT FISIKA Dina Fadilah Aini; Sri Handono Budi Prastowo; Sri Astutik
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika di sekolah membutuhkan pembelajaran yang memuat fenomena fisika dalamkehidupan sehari-hari agar siswa mudah memahami materi yang akan diajarkan. Aliran air terjunTancak Kembar merupakan salah satu contoh fenomena fisika dalam kehidupan sehari-hari yangtermasuk dalam materi fluida dinamis, sehingga dapat dijadikan penunjang untuk merancang bahanajar yang bersifat kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika fluida pada aliran airterjun sebagai dasar rancangan bahan ajar berupa handout. Pengukuran lebar, kedalaman, dan luaspenampang aliran dilakukan menggunakan penggaris Pengukuran debit aliran dan kecepatan alirandilakukan dengan menggunakan Arduino Uno yang telah terintegrasi dengan Flow Water Sensor.Setelah mendapatkan data dari pengukuran langsung, maka peneliti melakukan crosscheckmenggunakan perhitungan matematis. Pengukuran dilakukan pada hari dan jam yang berbeda denganhasil rentang luas penampang dari 467 cm2 sampai 828 cm2, kecepatan aliran dengan rentang antara12,10 cm/s sampai 22,26 cm/s, dan debit aliran dengan rentang antara 10,1 L/s sampai 11 L/s. Hasilkajian dinamika fluida menunjukkan bahwa kecepatan aliran berbanding terbalik terhadap luaspenampang sungai hal ini sesuai dengan hukum kontinuitas. Hasil tersebut dituangkan dalam bahanajar kontekstual berupa handout.Kata kunci: Aliran air terjun, dinamika fluida, rancangan handout fisika
ANALISIS MEDAN MAGNET ELF (EXTREMELY LOW FREQUENCY) DAN MEDAN LISTRIK GAME CENTER DI JEMBER Heru Sefrian Subandi; Sudarti Sudarti; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game center sudah menjadi tempat bermain anak anak modern karna sudah jarang sekali tersedia lahan yang cukup untuk anak anak bermain. Dari anak anak hingga orang dewasa senang bermain di sana. Tampa disadari mereka terpapar radiasi medan magnet dan medan listrik disana. Dari hasil yang di dapat dari pengukuran terhadap mesin mesin game center yang ada di sana memancarkan medan magnet ELF dan medan listrik yang berbeda bedan. Untuk medan magnet ELF yang terpancar memiliki rentang antara 0.09 sampai 20 µT pada jarak pengukuran 30 cm dari mesin, kemudian pada jarak 50 cm dari mesin memiliki rentang 0.02 sampai 17.02 µT dan pada jarak 100 cm dari mesin memiliki rentang 0.00 sampai 7.25 µT. Untuk pada titik tengah ruangan memiliki nilai di bawah 2.00 µT. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih di bawah batas ambang paparan yang ditetapkan oleh WHO. Untuk medan listrik pada jarak pengukuran 30 sudah tidak terdeteksi nilai medan listrik yang terpancar. Kata kunci : medan magnet Elf, medan listrik, dan game center
APLIKASI KAPASITANSI METER DISERTAI SISTEM DATA LOGGER BERBASIS ARDUINO UNO UNTUK UJI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG Hidriyatur Rizza; Sudarti Sudarti; Sri Handono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran merupakan proses membandingkan suatu besaran yang tidak diketahui nilainya dengan besaran lain yang memiliki nilai. Pengukuran bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sifat fisik, kimia, maupun biologis dari suatu benda atau kedaan tertentu. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang elektronika, muncul alat dan instrumen dalam ilmu pengetahuan yang memudahkan manusia dalam proses pengukuran. Contohnya kapasitor, merupakan salah satu komponen elektronika. Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tetapi pada dasarnya sama saja tersusun dari dua keping konduktor dan dipisahkan oleh dielektrik. Kemampuan suatu kapasitor dalam menyimpan muatan listrik disebut dengan kapasitansi. Kapasitansi dapat diukur menggunakan alat ukur seperti LCR meter dan multimeter, namun kapasitansi memiliki alat ukur khusus yang dinamakan kapasitansi meter. Nilai kapasitansi suatu bahan sangatlah penting agar kita dapat mengetahui sifat dielektriknya. Bahan dielektrik yang digunakan adalah buah pisang susu. Kapasitansi meter yang dibuat pada penelitian ini memanfaatkan sensor kapasitor, modul mikrokontroler Arduino Uno, Micro SD modul, micro SD dan LCD 2 x 16. Arduino dan kedua modul tersebut dapat dirakit menjadi alat ukur kapasitansi suatu bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengukuran kapasitansi dapat digunakan sebagai identifikasi kematangan buah pisang susu. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin matang buah pisang susu, maka nilai kapasitansi akan semakin besar. Melalui pembacaan data pada LCD kapasitansi meter hasil rakitan peneliti menunjukkan nilai kapasitansi buah pisang susu kondisi belum matang 70.078 pF , kondisi matang 234.273 pF dan kondisi sangat matang 339.623 pF.
KAJIAN KINEMATIKA DAN DINAMIKA GERAK PADA JALUR GUNUNG GUMITIR SEBAGAI RANCANGAN BAHAN AJAR FISIKA DI SMA Fahmi Nur Addinni; Rayendra Wahyu Bachtiar; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa kajian materi kinematika dan dinamika di SMA masih kurang dipahami oleh siswa. Hal ini menjadi landasan kuat bahwa tindakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pembelajaran diperlukan sebagai langkah perbaikan. Salah satu langkah perbaikan yaitu dengan cara mengkaji secara langsung materi yang ada di lingkungan sekitar siswa sebagai contoh langsung yang nantinya akan dimasukkan ke bahan ajar fisika di SMA. Salah satu lingkungan yang ada disekitar siswa yaitu Gunung Gumitir, dimana Gunung Gumitir merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Gunung Gumitir memiliki berbagai macam lintasan yaitu jalur turunan, tanjakan, dan tikungan. Dari jalur Gunung Gumitir tersebut dapat dijadikan sebagai kajian dari materi kinematika dan dinamika di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinematika dan dinamika gerak pada jalur gunung gumitir sebagai rancangan bahan ajar fisika di SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskritif analitis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui data sekunder yaitu data dari dinas terkait (Dinas Marga Nasional) dan data primer yang diambil dari observasi langsung dilapangan. Kedua data tersebut kemudian dikaji secara kinematika dan dinamika gerak yang kemudian dijadikan sebagai rancangan bahan ajar fisika di SMA.
NOVEMBER 2019 77 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN VEKTOR SISWA SMA Alivea Pisca Dianty; Sri Handono Budi Prastowo; Siva Nur Ismaya
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap beberapa siswa di SMA Negeri 4 Jember didapatkan bahwa kebanyakan siswa belum mampu memahami konsep fisika secara dasar dalam pengaplikasian di kehidupan nyata, dan sering kebingungan tentang kegunaan mempelajari fisika karena hanya terpaku pada rumus matematis dan latihan soal yang diberikan guru. Akibat dari seringnya siswa mendapatkan pembelajaran yang terpaku pada rumus, maka keaktifan dan kreativitas siswa cenderung terbatas dalam pengapilikasian fisika dalam kehidupan nyata terutama dalam perkembangan IPTEK. Maka dari itu perlu penerapan model pembelajaran yang melibatkan siswa agar aktif dan kreatif dalam pengaplikasian ilmu fisika dalam kehidupan nyata terutama dalam bidang IPTEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah eksperimental yang dilakukan di SMAN 4 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPS 1 dan X IPS 2 yang masing-masing terdiri dari 34 dan 36 siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah two group posttest only design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes akhir. Hasil belajar yang didapatkan siswa setelah diterapkan model pembelajaran discovery learning menunjukkan kategori N-gain 0,85. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar
SOLUSI PERSAMAAN SCHRODINGER ATOM DEUTERIUM DENGAN BILANGAN KUANTUM n = 4 Fitroh Fuadah; Sri Handono Budi Prastowo; Lailatul Nuraini
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) FISIKA BERBASIS POE MATERI GERAK HARMONIS SEDERHANA DI MAN Albertus Djoko Lesmono; Santi Afifah Putri Anggraini; Sri Handono
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan adalah pengembangan Lembar Kerja Siswa ( LKS) berbasis POE. Lembar kerja siswa berbasis POE (Predict Observer Explain) merupakan lembar kerja siswa yang menggunakan tiga langkah utama dari metode ilmiah yaitu (1) Prediction merupakan suatu proses membuat dugaan terhadap suatu peristiwa, (2) Observation yaitu melakukan pengamatan apa yang terjadi, siswa diajak untuk melakukan percobaan untuk menguji kebenaran prediksi siswa, dan (3) Explanation yaitu memberikan penjelasan tentang kesesuaian antara tahap observasi dengan hasil eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan validasi LKS berbasis POE, mendiskripsikan respon, dan mendiskrisikan kemampuan berpikir kritis siswa setelah menggunakan LKS berbasis POE. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model pengembangan ADDIE. Dari analisis yang di dapat, sebesar 85%Â hasil validasi ahli yang berkategori sangat valid. Sedangkan sebesar 85% hasil validasi pengguna yang berkategori sangat valid. Respon siswa secara keseluruhan sebesar 80% berkategori sangat baik dan kemampuan berpikir kritis secara keseluruhan sebesar 67% berkategori kritis.
INDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR MELALUI THREE TIER TEST PADA SISWA SMA KELAS XI Puji Rahayu; Sri Handono Budi Prastowo; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penerapan ilmu fisika yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari adalah suhu dan kalor. Mengingat suhu dan kalor adalah materi yang sederhana sampai materi yang lebih kompleks dan topik ini sangat penting maka perlu diadakan penelitian untuk mengetahui pamahaman siswa di tingkat SMA agar secepatnya dapat dicarikan solusi dan tidak terjadi lagi kesalahan konsep pada siswa dan pada materi selanjutnya di tingkat yang lebih tinggi. Dalam ilmu fisika, konsep yang tepat mengacu pada konsepsi sebagaimana para ilmuan fisika. Kurangnya pemahaman konsep siswa disebabkan oleh dua faktor, yaitu (1) siswa salah menginterprestasikan gejala atau peristiwa yang dijumpai dalam kehidupan dan (2) pembelajaran yang dilakukan guru kurang terarah sehingga siswa salah dalam menginterprestasikan suatu konsep. Upaya mendasar untuk mengetahui sejauh mana pemahaman konsep siswa pada materi suhu dan kalor adalah dengan melakukan diagnosis berupa instrumen tes dalam mengidentifikasi pemahaman konsep fisika. Tes pilihan ganda tiga tingkat dilengkapi dengan skala tingkat keyakinan untuk mengukur tingkat keyakinan terhadap jawaban dan alasan yang dipilih untuk satu soal. Hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan pada penelitian ini mengenai pemahaman siswa dan presentase pada keseluruhan dari SMA pada tiap butir soal pada materi suhu dan kalor, antara lain sebagai berikut : presentase pemahaman siswa pada pokok bahasan Suhu dan Kalor di SMA Kabupaten Jember yakni sebesar 12.6%. Masih banyak siswa yang miskonsepsi disebabkan oleh banyaknya siswa yang kurang tepat dalam memberikan jawaban pada setiap tahapan. Kata Kunci: diagnostik, three-tier test, paham konsep, suhu dan kalor
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MENYELESAIKAN SOAL PROBLEM SOLVING MATERI ELASTISITAS PADA SISWA SMA Anis Dwi Masinta; Sri Astutik; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan membekali generasi muda dengan keterampilan dan kompetensi dalam berkonstribusi secara aktif terhadap suatu sistem. Dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas suatu sistem diperlukan suatu kreativitas. Berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah dalam menciptakan suatu keberhasilan. Salah satu pembelajaran yang menekankan kreativitas adalah pembelajaran fisika, dimana produk yang dikembangkan seorang fisikawan tidak dapat diabaikan potensi kreativitasnya. Kemampuan berpikir kreatif dalam pemecahan masalah memiliki kaitan yang dapat ditinjau dari komponen kreativitas, yang meliputi: kefasihan, fleksibilitas, originalitas, dan keterincian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kreatif dalam menyelesaikan soal problem solving materi elastisitas pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri Mumbulsari tahun ajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah kelas XI IPA 1, XI IPA 2, dan XI IPA 3. Instrumen penelitian berupa soal tes problem solving dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih dalam kategori kurang kreatif dengan dengan jumlah 93 siswa pada pokok bahasan elastisitas yang tergolong dalam kategori cukup kreatif adalah sebanyak 27 siswa, kategori kurang kreatif adalah sebanyak 45 siswa, kategori tidak kreatif adalah sebanyak 21 siswa. Hasil yang diperoleh didukung dengan adanya wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI MEDAN MAGNET MENGGUNAKAN THREE TIER TEST PADA SISWA KELAS XII SMA DI JEMBER Eri Setyaningsih; Alex Harijanto; Sri Handono Budi Prastowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa SMA kelas XII padamateri medan magnet menggunakan Three Tier Test. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif.Penentuan tempat penelitian menggunakan teknik purposive sampling area. Responden dalampenelitian ini terdiri dari satu kelas dengan jumlah subjek 35 siswa. Instrumen dalam penelitian iniadalah soal tes diagnostik Three Tier Test (tes tiga tingkat) berjumlah 12 soal. Tingkat pertama adalahsoal pilihan ganda biasa, tingkat kedua yaitu alasan tingkat ketiga yaitu keyakinan atas jawabantingkat pertama dan kedua. Data berupa jawaban siswa dianalisis berdasarkan kategori jawaban ThreeTier Test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang mengalamimiskonsepsi mengenai konsep gaya pada partikel bermuatan dalam medan magnet sebesar 93,94%,medan magnet pada kawat lurus berarus sebesar 45,45%, medan magnet pada pusat kawat melingkarsebesar 81,82%, medan magnet pada kawat sejajar berarus sebesar 3,03%, gaya Lorentz pada muatanyang bergerak sebesar 45,45%, medan magnet di sekitar kawat melingkar berarus sebesar 36,36%,gaya magnet pada kawat sejajar berarus sebesar 87,88%, penerapan konsep magnet sebesar 60,61%,medan magnet di ujung solenoid sebesar 18,18%, gaya Lorentz pada kawat lurus berarus sebesar42,42%, medan magnet di pusat solenoid sebesar 60,61%, medan magnet pada toroid sebesar 96,97%.Kata kunci: Miskonsepsi, Medan Magnet, Three Tier Test
Co-Authors Adinda Citra Badarsila Agustin Putri Mardiawan Albertus Djoko Lesmono Albertus Djoko Lesmono, Albertus Djoko Alda Alvina Hawa Alex Harijanto Alex Hariyanto Alfi Hidayat Alivea Pisca Dianty Alivia, Haniyah Andi Prastia Andrian Ramadani Andriyan, Moh Anggita Nurul Iftitah Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu Anis Dwi Masinta Anita Puji Pratiwi Aprillia Kartika Agit Wuragil Arina Wardha Asshaumi, Rahmatul Ula Azen Ramadan Bagus Hadi Saputra Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bevo Wahono Brillianti Asfiyani Romadhona Chindy Beauty Sapbrina Cindy Ineke Ferdianti Dea Nur Umiel Agustina Debi Devianti Desi Dwi Tungga Tristanti Desita Sholikhatul Ummah Dewi Ika Pratiwi Dina Fadilah Aini Dini Febrianti Dita Fitriani Dya Ayu Safitri Dyah Pratiwi, Sri Septi Emi Ariyani Eny Setyowati Eny Sulistyowati Eri Setyaningsih Erina Septenia Erna Sari Ernasari Ernasari Eza Bintang Ramadhan Fahmi Nur Addinni Febrianti Dwi Lestari Fendy Saputra FITRIYAH Fitroh Fuadah Handayani, Rifati Dina Hediana Alfian Heru Sefrian Subandi Hidayati Hidayati Hidriyatur Rizza I Ketut Mahardika I Ketut Mahardika Ilvi Maulida Nurdiana Imaniyah, Kamilatul Isma Alfia Novita Isnaini Kurnia Sari Jamalludin Jamalludin Jihan Ni'ami Midroro Karina Laksmiari Khosida Afkarina Rachman Klyana Ainun Prastika Kurnia Mas Rahmawati Kurnia, Saidah Intan Lailatul Nuraini Lailiatur Rohmah Laily Ramadhanty Liana Shafa K Linggar Ayu Octaviani Lupita Rahayu Marlina Puji Rahayu Marlina Puji Rahayu Martatino, Ragil Maryani Maryani Maryani Maryani Masnah Datoh Mellya Syafiratul H Midroro, Jihan Ni'ami Miftakhun Nikmah Royani Moh Andriyan Mohammad Imam Farisi Mohammad Khairul Yaqin Mohammad Muhsin Arifin Mohammad Wisolus Solihin Muhammad Amiruddin Muhammad Effendi Muhammad Khoirul Huda Nila Mutia Dewi Ninik Megawati Nischaya Hayu Pangestuti Nispul Laili Nur Kamila Nur Sofi Hidayah Octaviani, Linggar Ayu Pramudya Dwi Aristya Putra Prastia, Andi Puji Rahayu Putri, Meylan Kharisma Rahmadani, Novi Fitri Rahmania Amanah Putri Rahmawati . Ratih Hendrawati Rayendra Wahyu Rayendra Wahyu Bachtiar Reni Dias Agustin Rif’ati Dina Handayani Rif’ati Dina Handayani Rina Dwi Rahayu Riska Uswatun Khasanah Rizha Yulinda Salsabila Rizqi Wahyu Irma Wati Rofiah Al Adawiyah Rojabita Dwirgahayu Nurhidayat Rubiatul Faruqi Santi Afifah Putri Anggraini Shanti Dewi Agustina Shinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Silmi Lailatun Nisa Singgih Bektiarso Sinta Mayasari, Sinta Sinta Nuriyah Mahbubiyah Royani Sintia Lestari Siti Dewi Masiyati Siva Nur Ismaya Sri Astutik Sri Septi Dyah Pratiwi Sri Wahyuni Subiki Subiki Sudarti Sudarti Sudarti . Sudarti . Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Susanti Septiana Sutarto Sutarto Syafira Syaifatul Choiroh Syahira Luqna Aqilla M Talitha Nabilah Tatik Sugiwati Trapsilo Prihandono Tri Ratih Purwatiningsih Tri Wahyuni Purbasari Uzlifatul Jannah Vestnanda, Alfrida Diftia Wahyudianti, Ratih Wuragil, Aprillia Kartika Agit Yeri Suhartin Yusak Maryunianta Yushardi Yushardi Yushardi Zahra Al-Jufri Zainur Rasyid Ridlo