Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kemampuan Praktik Kerja Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Stisip Al Washliyahdalam Penerapan Sistem E-Governance Pada Lembaga Pemerintah Kota Banda Aceh Jasmadi Jasmadi; Lasri Lasri; Juaris Juaris
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 1 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i1.1208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan praktik kerja mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara di STISIP Al Washliyah dalam penerapan sistem e-governance di Lembaga Pemerintah Kota Banda Aceh. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis sejauh mana mahasiswa telah mengintegrasikan pengetahuan teoritis mereka dalam konteks praktik kerja e-governance. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan e-kuesioner, wawancara, dan pendampingan mahasiswa yang sedang menjalani praktik kerja di beberapa lembaga dan dinas pemerintahan di kota Banda Aceh. Analisis dilakukan dengan menganalisis teori e-governance dengan praktik dilaksanakan mahasiswa pada praktik magang, mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam penerapan sistem ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan praktik kerja mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dalam menerapkan e-governance pada lembaga pemerintah Kota Banda Aceh tergolong baik dengan dengan persentase jawaban diperoleh 55%, sementara kategori sangat baik sebesar 25% dan 20% pada kategori Cukup Baik; 2) Kemampuan menyesuaikan praktik kerja lapangan dengan lingkungan kerja menunjukkan bahwa 63,20% dengan kategori Baik, kategori sangat baik diperoleh sebesar 23.30% dan kategori cukup sebesar 10.50%. artinya kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikakn konsep dalam siatuasi praktik kerja lapangan dengan menerapkan e-governace pada lembaga pemerintah dapat dikategorikan Baik. 3) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan kerja mahasiswa Ilmu Administrasi Negara pada program praktik kerja magang Kampus Merdeka Kurikulum Merdeka (MBKM) di STISIP Alwashliyah Banda Aceh adalah motivasi, lingkungan kerja, dan dukungan dari pihak kampus. Dari hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejauh mana mahasiswa Ilmu Administrasi Negara mampu mengimplementasikan pengetahuan teoritis dalam situasi praktik kerja e-governance. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kurikulum pendidikan dan persiapan mahasiswa untuk menghadapi tuntutan e-governance di dunia nyata. Kata Kunci: Analisis; Kemampuan Praktik Kerja; e-governance; sistem.
Analisis Kemampuan Praktik Kerja Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Stisip Al Washliyahdalam Penerapan Sistem E-Governance Pada Lembaga Pemerintah Kota Banda Aceh Jasmadi Jasmadi; Lasri Lasri; Juaris Juaris
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 25 No. 2 (2024): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v25i2.1211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan praktik kerja mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara di STISIP Al Washliyah dalam penerapan sistem e-governance di Lembaga Pemerintah Kota Banda Aceh. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis sejauh mana mahasiswa telah mengintegrasikan pengetahuan teoritis mereka dalam konteks praktik kerja e-governance. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan e-kuesioner, wawancara, dan pendampingan mahasiswa yang sedang menjalani praktik kerja di beberapa lembaga dan dinas pemerintahan di kota Banda Aceh. Analisis dilakukan dengan menganalisis teori e-governance dengan praktik dilaksanakan mahasiswa pada praktik magang, mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam penerapan sistem ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan praktik kerja mahasiswa Ilmu Administrasi Negara dalam menerapkan e-governance pada lembaga pemerintah Kota Banda Aceh tergolong baik dengan dengan persentase jawaban diperoleh 55%, sementara kategori sangat baik sebesar 25% dan 20% pada kategori Cukup Baik; 2) Kemampuan menyesuaikan praktik kerja lapangan dengan lingkungan kerja menunjukkan bahwa 63,20% dengan kategori Baik, kategori sangat baik diperoleh sebesar 23.30% dan kategori cukup sebesar 10.50%. artinya kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan konsep dalam siatuasi praktik kerja lapangan dengan menerapkan e-governace pada lembaga pemerintah dapat dikategorikan Baik.  
POLA ASUH PEGAWAI LAPAS DALAM PEMBINAAN PERILAKU ANAK SESUAI SYARI'AT ISLAM PADA LPKA BANDA ACEH Bariah, Chairul; Zulkarnain, Riswan; Lasri, Lasri
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v6i2.2137

Abstract

Nurturing is the manner in which guardians teach youngsters, in particular as a type of parental obligation to their kids, as well as a cycle to work on kids' improvement regarding social, physical and profound. Besides, nurturing is a way for guardians to manage physical, social, instructive plans, as well as how to discuss well with kids. The motivation behind this review was to break down the nurturing style of jail staff towards encouraged kids in Class II LPKA Banda Aceh as per the appropriate Islamic regulation. The strategy utilized is a spellbinding subjective methodology. The aftereffects of the review show that jail staff at LPKA assume a significant part in the training system with the obligation of overseeing, security and wellbeing of the helped kids to improve and foster the perspectives and information on the helped youngsters so they are more engaged and deliberate to become somebody who is better and more valuable further down the road mingle. Keywords : Correctional Officer; Child Behavior; Islamic Sharia
Adat Bu Kulah Dengan Bungkusan Daun Pisang (Musa Paradisiaca) Sebagai Tradisi Memperingati Maulid Nabi lasri, Lasri; Akmal, Heri; Saprijal; Jamil, Muhammad Safwan
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.313

Abstract

Tradisi Bu Kulah merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih lestari dalam masyarakat Indonesia sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini ditandai dengan kegiatan membuat dan membagikan makanan yang dibungkus menggunakan daun pisang (Musa paradisiaca), yang mengandung nilai simbolis dan filosofis mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, proses pelaksanaan, serta fungsi sosial dan budaya dari tradisi Bu Kulah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bu Kulah tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, menanamkan nilai-nilai kebersamaan, dan menjadi media pelestarian budaya lokal. Tradisi ini mencerminkan hubungan yang harmonis antara agama, budaya, dan lingkungan. Di tengah tantangan modernisasi, pelestarian tradisi Bu Kulah menjadi penting untuk menjaga warisan budaya dan identitas masyarakat lokal. The Bu Kulah tradition is a form of local wisdom that is still preserved in Indonesian society as part of the commemoration of the Prophet Muhammad's birthday. This tradition is characterized by the activity of making and distributing food wrapped in banana leaves (Musa paradisiaca), which contains deep symbolic and philosophical values. This research aims to describe the meaning, implementation process, and social and cultural functions of the Bu Kulah tradition. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that Bu Kulah not only functions as a form of respect for the Prophet, but also strengthens social solidarity, instills values of togetherness, and becomes a medium for preserving local culture. This tradition reflects the harmonious relationship between religion, culture, and the environment. Amidst the challenges of modernization, the preservation of the Bu Kulah tradition is important to maintain the cultural heritage and identity of local communities.  
POLA ASUH AUTHORITATIVE TERHADAP ANAK BINAAN DI LPKA KLAS II BANDA ACEH Bariah, Chairul; Fitriani Hamda, Erna; Lasri, Lasri; Rosalinda, Rosalinda; Jasmadi, Jasmadi; Saudah, Saudah; Br Manik, Sulis; Mardianti, Mardianti; Bunaiya, Bunaiya; Bancin, Dedi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1206-1214

Abstract

Pola asuh otoritatif ditandai dengan kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap kebebasan anak, pola asuh ini bergantung pada pemberian bimbingan dan pemahaman orang tua dengan anak. Di sisi lain, pola otoritatif melibatkan upaya pemberian hak dan kewajiban yang setara pada anak dengan tujuan menciptakan struktur pengasuhan yang saling melengkapi. Pemberian dukungan kepada anak dalam mengembangkan kompetensi dan pelatihan disiplin anak menjadi mandiri dan bertanggung jawab, serta mampu mengendalikan emosi dan tindakannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk memfasilitasi sosialisasi yang bermanfaat bagi petugas LPKA yang berperan sebagai orang tua asuh. KPM dilakukan melalui pelaksanaan program sosialisasi dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil dari pelaksanaan kegiatan adalah: (1) Pelaksana kegiatan memberikan materi sosialisasi tentang pengasuhan anak yang dilakukan serta dinilai layak untuk direkomendasikan kepada LPKA. (2) LPKA Klas II Banda Aceh memberikan support terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan Tim PKM sebagai bagian dari pengembangan pembinaan.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING HASIL OLAHAN ETNOBOTANI TUMBUHAN RIMPANG SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT OBAT PADA KELOMPOK PKK MASYARAKAT GAMPONG MEUNASAH PAPEUN KABUPATEN ACEH BESAR Lasri, Lasri; Jasmadi, Jasmadi; Makawiyah, Makawiyah; Rosalinda, Rosalinda; Bariah, Chairul; Maulida, Nurul; Bancin, Dedi; Maylisna, Ira
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.1343-1351

Abstract

Kegiatan Pelatihan Pemasaran berbasis digital (digital marketing) terhadap pemanfaatan hasil olahan etnobotani  jenis tumbuhan rimpang sebagai obat berkhasiat dari alam memberikan manfaat dalam konservasi tumbuhan di lingkungan sekitar masyarakat Gampong Meunasah Papeun Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Keigatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dalam memanfaatkan jenis tumbuhan rimpang yang berpotensi dapat menjadi obat berkhasiat bagi masyarakat serta dapat dipasarkan ke masyarakat luas sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kelompok PKK selain itu, dapat masyarakat dapat memasarkan produk melalui media sosial misalnya facebook, Instagram, tiktok, youtube dan media sosial lain sebagainya. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan pada permasalahan masyarakat di lapangan yaitu kurangnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pemasaran produk, serta masih kurangnya pemahaman dalam menggunakan handphone (gadget). Metode pengabdian kepada masyarakat ini yaitu: pengabdian dilakukan dengan bentuk pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat kelompok PKK gampong meunasah papeun, Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di gampong meunasah papeun terdiri dari ketua dan anggota bertindak sebagai instruktur dan fasilitator dalam memberikan instruksi pada pelatihan dan pendampingan dengan ragam kegiatan diantaranya: melakukan pelatihan branding produk yang dapat menarik minat beli hasil olahan tumbuhan rimpang, melaksanakan pelatihan pemasaran online serta melakukan program pendampingan dalam pembuatan akun media sosial. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan dalam hal pengemasan produk olahan etnobotani tumbuhan rimpang yang lebih baik dan menarik bagi konsumen, masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan gadget untuk kegiatan produk secara pemasaran online, serta adanya dorongan bagi masyarakat kelompok PKK untuk mengatur usaha dari hasil olahan etnobotani tumbuhan rimpang sebagai obat yang berkhasiat.
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK ETHNOBOTANY MELALUI PLATFORM E-COMMERCE DI GAMPONG COT KUNYET, KECAMATAN PADANG TIJI, KABUPATEN PIDIE Lasri, Lasri; Fitrianti, Fitrianti; Heri Akmal; Puspita Annaba Kamil; Bunaiya, Bunaiya; Muhammad Hafidz; Nurul Maulida
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pemasaran produk ethnobotany melalui pemanfaatan platform e-commerce di Gampong Cot Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Produk-produk ethnobotany yang berbasis pada kearifan lokal memiliki potensi ekonomi yang tinggi jika dikelola dan dipasarkan secara optimal. Namun, keterbatasan dalam pengetahuan teknologi digital serta minimnya akses terhadap pasar menjadi kendala utama masyarakat, khususnya kalangan remaja Karang Taruna. Melalui program pendampingan selama tiga bulan, kegiatan ini mencakup identifikasi permasalahan, pendampingan pemasaran melalui platform e-commerce, praktik penggunaan media sosial dan marketplace (Website, Instagram, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap strategi pemasaran melalui platform e-commerce, kemampuan mengelola toko online, serta peningkatan keterampilan promosi produk secara visual dan deskriptif. Strategi ini tidak hanya membantu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat desa berbasis teknologi.
The culture of sparring training visits in the life of the Sigulai Tribe Lubuk Baik Village, Alafan Sub-District Lasri, Lasri Lasri
Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Geuthèë: Penelitian Multidisiplin
Publisher : Geuthèë Institute, Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52626/jg.v7i1.327

Abstract

The culture of visiting is an activity of the Village Youth and PKK organizations that make visits to other villages both within one sub-district and outside the sub-district. In the culture of visiting, they practice sparring or playing football and volleyball. The culture of visiting can be beneficial for the community because these activities contain many cultural values. The problem in this study is how the positive and negative impacts of the culture of visiting on the lives of the Sigulai Tribe and how the strategy of maintaining the culture of visiting on the lives of the Sigulai Tribe. This research uses a qualitative method approach. The research instruments used were observation, interview, and documentation. Data analysis techniques are data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the positive impact of the culture of visiting can clearly support efforts to unite the community in youth organizations and PKK to establish a relationship between the community in visiting activities. In addition, negative impacts in this culture often also occur such as social deviance, juvenile delinquency during the merry night event, and physical violence during football and volleyball sparring games. The strategy in maintaining the culture of visiting by inviting the entire organization community to maintain, develop because there are many elements of goodness and values from the visiting activity
Program Ekonomi Kreatif Berbasis Ethnobotany untuk Pemberdayaan Masyarakat Gampong Cot Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie Lasri Lasri; Erna Fitriani Hamda; Saprijal Saprijal; Ridayani Ridayani; Saddam Saddam; A’zizah A’zizah; Ida Tutia Rakhmi; Muhammad Safwan Jamil
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i4.8557

Abstract

The creative economy program is one of the government's efforts to encourage economic sectors based on creativity and innovation (1). One sub-sector that is receiving increasing attention is the development of products based on local culture and natural resources, such as Ethnobotany products. This community service program was implemented with the aim of increasing the independence and welfare of the Cot Kunyet Village community, Padang Tiji District, Pidie Regency through the development of an ethnobotany-based creative economy. The potential of local plants in this area is very abundant and has high economic value, but so far has not been optimally utilized. Through this activity, the community is provided with the understanding and skills to process various types of local plants into value-added products by utilizing local expertise and simple technology. The implementation method includes field observation, socialization of the creative economy concept, training in processing natural materials, production assistance, and digital marketing strategies. The training was carried out with participatory community involvement, especially groups of housewives and village youth. Some of the products produced include herbal soap, aromatherapy oil, spice powder drinks, and crafts made from local plants. In addition to improving technical skills, this activity also introduced the concept of packaging design and marketing through e-commerce platforms to expand market reach. The program's implementation results demonstrate an increase in community capacity, creativity, and motivation in developing businesses based on local potential. The community is beginning to understand the importance of sustainable and economically valuable natural resource management. Furthermore, this activity strengthens a sense of community and raises awareness of the importance of preserving traditional knowledge. Overall, the program has had a positive impact on increasing community capacity and opening up new opportunities for developing a creative, innovative, and competitive local economy
Pelestarian Tradisi “Ie Bu Peudah” sebagai Warisan Budaya di Gampong Lambunot Paya Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Jamil, Muhammad Safwan; Lasri, Lasri; Bariah, Chairul; Bunaiya, Bunaiya; Saprijal, Saprijal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 5 No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v5i1.27265

Abstract

Tradisi Ie Bu Peudah merupakan salah satu warisan budaya kuliner masyarakat Aceh yang memiliki nilai sosial, religius, dan kearifan lokal yang tinggi, terutama saat bulan Ramadan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, fungsi, dan upaya pelestarian tradisi Ie Bu Peudah sebagai warisan budaya lokal bagi masyarakat Gampong Lambunot Paya, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, dan generasi muda di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ie Bu Peudah tidak hanya berfungsi sebagai menu berbuka puasa, tetapi juga sebagai sarana mempererat solidaritas sosial, memupuk nilai-nilai religius, dan mempererat hubungan antar warga. Namun, tradisi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti menurunnya minat generasi muda, sulitnya mendapatkan bahan-bahan tradisional, dan pengaruh modernisasi yang telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Upaya pelestarian dilakukan melalui partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari pemerintah desa. Singkatnya, pelestarian tradisi Ie Bu Peudah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya Aceh. Kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan tradisi ini agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi mendatang.