Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Inventory of ectoparasites and molecular identification of pathogenic bacteria on bonylip barb (Osteochilus vittatus) cultivated in Banyumas District Anandita Ekasanti; Hamdan Syakuri; Dewi Nugrayani; Emyliana Listiowati; Muhammad Nurhafid Nurhafid; Alvin Maulana
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1852

Abstract

The aims were to do an ectoparasite and pathogenic bacteria inventory of Bonylip barb reared in Banyumas district. Total of 118 fish were randomly taken from Singasari (30 individual), Pabuaran (30 individual), Beji (30 individual) and Jipang (28 individual) villages. This work observed ectoparasite species, prevalence, and intensity as well as pathogenic bacteria species. Ectoparasites were identified based on morphological characteristics observed microscopically and their prevalence and intensity were calculated. Bacterial pathogen was isolated from fish samples showing symptoms of bacterial disease and identified molecularly based on 16s rDNA sequence using BLAST dan phylogenetic analysis. Results showed Trichodina sp. and Monogeneans were found infected fish samples from all location with prevalence was 70-100%. Ichthyophthirius multifiliis was found from all location except Singasari village.  Some of fish samples showed fin necrosis and five bacterial isolates were obtained. 16s rDNA marked gene was successfully amplified and sequenced. Based on sequence analysis, five isolates could be clustered into two groups, the first was found only in Singasari village and the second was found in Singasari and Beji villages.  Similarity value of 16s rDNA gene sequence these two groups was 99,8%. Result of BLAST and phylogenetic analysis showed that the bacterial pathogens were identified as group of Aeromonas hydrophila complex.
Performa Pertumbuhan dan Ekspresi Gen Hormon Pertumbuhan Sidat (Anguilla bicolor bicolor) Stadia Elver Yang diberi Pakan Mengandung Kromium Pikolinat Dewi Nugrayani; Anandita Ekasanti; Hamdan Syakuri; Emyliana Listiowati; Petrus Hary Tjahja Soedibya; Sri Marnani; Marhaendro Santoso; Rudy Wijaya; Purnama Sukardi; Kasprijo Kasprijo
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v8i1.152

Abstract

The administration of chromium picolinate (Cr-Pic) is expected to positively influence the growth of eel (Anguilla bicolor) and the expression of the growth related gene. The purpose of this research was to study the effect of chromium picolinate (Cr-Pic) on the growth performance and expression of growth hormone encoding gene of eel (Anguilla bicolor), a species of fish that is in the process of domestication. The experiment consisted of four treatments: without Cr-Pic (P0), with Cr-Pic of 1 mg / kg of feed (P1), 2 mg / kg of feed (P2), and 3 mg / kg of feed (P3). Eel growth performance was analyzed based on absolute and daily growth rates. Observation of the level of growth hormone (GH) gene expression was performed using real-time RT-PCR method. The results showed that administration of Cr-Pic did not significantly increase eel growth rate. The expression level of growth hormone genes in eel fed 2 and 3 mg Cr-Pic / kg was higher than the expression level of this gene in eel fed without Cr-Pic. The results showed that the level of growth hormone expression did not appear to be related to growth rate of the eel. 
Problematika dan Tantangan Pengembangan Industri Akuakultur di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dalam Mewujudkan Smart Fisheries Villages Taufik Budhi Pramono; Teuku Junaidi; Agung Cahyo Setyawan; Norman Arie Prayogo; Endang Hilmi; Hamdan Syakuri; Nur Wijayanti; Purwandaru Widyasunu; Undiono Undiono; Mas Yedi Sumaryadi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.717

Abstract

Salah satu strategi pengembangan industry akuakultur adalah dengan menerapkan program smart fisheries villages (SFV) di perdesaan. Pencapaian target dan indikator keberhasilan di lapangan tidaklah mudah, banyak problematika dan tantangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dan tantangan desa Panembangan Kecamatan Cilongok Banyumas dalam mewujudkan smart fisheries villages. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey aktif. Penggalian informasi data primer dilakukan menggunakan kuisioner, wawancara mendalam dengan pemerintah desa, dinas perikanan dan peternakan, kelompok pembudidaya, kelompok pengolah pemasar, koperasi dan bumdes serta focus group discussion (FGD) dengan multi stakeholder. Problematika dan tantangan yang dijumpai antara lain pengembangan sumberdaya manusia, kelembagaan, teknologi, bisnis, ekonomi, infrastruktur, ekonomi dan lingkungan. Permasalahan yang dijumpai merupak masalah fundamental yang harus diselesaikan. Penyelesaian masalah dan menjawab tantangan SFV tersebut perlu dilakukan dengan beberapa strategi pengembangan yang komprehensif, terarah, dan terukur.
KELIMPAHAN BAKTERI SALURAN PENCERNAAN IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI GARAM (NaCl) Emyliana Listiowati; H. Syakuri; A. Ekasanti; D. Nugrayani; D. Wisudyanti; R. Oktavia
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v6i2.4874

Abstract

Bonylip barb fish is an aquaculture commodity that has the potential to be developed in Banyumas district. In its cultivation activities, bonylip barb are able to consume artificial feed well. The feed consumed will affect the digestive condition. The fish digestive tract is a complex system whose main functions are digestion and absorption. Nutrient absorption in intestinal cells is influenced by active transport of Na+ (sodium) ions. Na+ and Cl ion levels are obtained through water and feed. This study aims to determine the effect of salt supplementation in commercial feed with different concentrations on bacterial abundance. The research was carried out experimentally with salt supplementation doses (0%, 1%, 2%, 3%, and 4%; w/w) to be applied to bonylip barb seeds (5-7 cm) for 60 days. Research parameters include bacterial abundance, positive and negative gram tests. The results showed that the treatment with the addition of 2% NaCl gave a total number of bacteria that tended to be higher than the control (0% NaCl). The total number of bacteria in the digestive tract of Nilem fish that were given NaCl addition to the feed ranged from 3.78 ± 6.27 x 106 CFU/gram to 32.04 ± 19.51 x 106 CFU/gram. The addition of NaCl affects the proportion of gram positive and negative in the digestive tract of tilapia (Oreochromis niloticus). Gram positive bacteria tended to dominate in the 2% NaCl treatment at 69.99% and gram negative bacteria at 21.69%.
Jumlah dan Proporsi Bakteri Saluran Pencernaan Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Diberi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dalam Pakan Sofi Khoerun Nisa; Rima Oktavia Kusuma; Agung Cahyo Setyawan; Muh. Sulaiman Dadiono; Hamdan Syakuri
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.15455

Abstract

Tepung daun kelor (Moringa oleifera) dapat menjadi salah satu sumber protein alternatif untuk pakan ikan dan penggunaannya dapat mempengaruhi jumlah dan proporsi bakteri di saluran pencernaan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dan proporsi bakteri berdasarkan sifat Gram di di saluran pencernaan ikan mas (Cyprinus carpio) yang beri pakan dengan penambahan tepung daun kelor. Kelimpahan bakteri saluran pencernaan ikan dihitung menggunakan metode total plate count menggunakan media Trypticase soy agar (TSA) dari empat kelompok ikan yang diberi pakan komersil dengan penambahan tepung daun kelor sebanyak: 1) 0 g/kg pakan (kontrol), 2) 2 g/kg pakan, 3) 4 g/kg pakan dan 4) 6 g/kg pakan. Uji sifat Gram dilakukan menggunakan larutan KOH 3% untuk menghitung proporsi bakteri Gram positif dan negatif. Hasil menunjukkan jumlah bakteri di saluran pencernaan ikan perlakuan (4,59-5,07 x 107 CFU/g) cenderung lebih rendah dibandingkan pada ikan kontrol (5,29 x 107 CFU/g). Komunitas bakteri di saluran pencernaan ikan mas dalam penelitian ini didominasi oleh bakteri Gram negatif (83-89%). Proporsi bakteri Gram positif pada ikan yang diberi tepung daun kelor relatif lebih tinggi (15-17%) dibandingkan proporsi bakteri tersebut pada ikan kontrol (11%). Meskipun tidak terdapat perbedaan signifikan, hasil ini mengindikasikan penggunaan tepung daun kelor sampai 6 g/kg pakan dapat mempengaruhi komunitas bakteri saluran pencernaan ikan.
Pengaruh Penambahan Kromium Pikolinat pada Pakan terhadap Profil Darah Sidat (Anguilla bicolor) Dewi Nugrayani; Anandita Ekasanti; Emyliana Listiowati; Hamdan Syakuri
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19444

Abstract

Selain dapat meningkatkan pertumbuhan, kromium pikolinat juga dapat mempengaruhi profil darah ikan yang menjadi salah satu indikator untuk mengetahui status kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kromium pikolinat pada pakan terhadap profil darah ikan sidat (Anguilla bicolor). Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 8 ulangan individu ikan, yang terdiri dari perlakuan kontrol tanpa kromium pikolinat (P0), dengan kromium pikolinat 1 mg/kg pakan (P1), 2 mg/kg pakan (P2), dan 3 mg/kg pakan (P3). Parameter yang diamati untuk melihat profil darah yaitu kadar glukosa darah, kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, persentase limfosit, persentase monosit dan persentase polimorfonuklear. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kromium pikolinat meningkatkan persentase limfosit sidat, khususnya dengan dosis 2 mg/kg pakan. Kromium pikolinat tidak mempengaruhi kadar glukosa, kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, persentase monosit, dan polimorfonuklear. Hasil penelitian ini mengindikasikan pengaruh kromium pikolinat pada kesehatan sidat khususnya yang berkaitan dengan aktifitas limfosit.
Identification and Expression of cGnRH-II Gene in Three Strains Osphronemus gouramy (Soang, Jepun and Bluesafir) Rosita, Rita Eka; Syakuri, Hamdan; Nuryanto, Agus; Hilmi, Endang; Sukardi, Purnama; Prayogo, Norman Arie
Molekul Vol 18 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2023.18.2.7616

Abstract

Gouramy (Osphronemus gouramy) has very high economic value and is easy to cultivate. Currently there are about six strains that have been successfully cultivated based on their reproductive ability to produce eggs, namely goose (soang, goose gouramy), jepun (japan, japonica), blue sapphire, paris, bastar (broiler) and porcelain. One of the reasons for these differences in ability is internal factors which can be seen through the identification and expression of the cGnRH gene that each of these gouramy strains have. The cGnRH gene functions in signaling the pituitary gland to secrete the hormone GtH. This study aims to identify sequences and gene expression values ​​resulting from three strains of gouramyat different age levels. The research method used was the exploration of three gouramy strains (soang, jepun, blue sapphire) at different age levels (4 months, 8 months, 12 months), and three gouramy strains were taken for each age level. This research was conducted through several stages, namely organ preparation, isolation, sequence identification and measurement of cGnRH gene expression. Sequence data was analyzed using phylogenetic trees and gene expression was analyzed using One Way ANOVA test. The sequence results showed that the soang strain had a sequence that was more similar to the jepun strain than the blue sapphire strain, and the resulting gene expression showed that the three gouramy strains with three different age levels did not give different results.
Infeksi Ektoparasit dan Korelasinya dengan Panjang, Berat, dan Faktor Kondisi Benih Ikan Mas Merah Najawa (Cyprinus carpio Linneaus) Vaediyasari, Dahniar; Setyawan, Agung Cahyo; Astuti, Astuti; Syakuri, Hamdan
MAIYAH Vol 3 No 1 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 1 Maret 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.1.11523

Abstract

One of the problems in commona carp farming activities is ectoparasite infection which is thought to correlate with length, weight and condition of the fish. The aims of the research were to determine the species, prevalence, intensity and dominance of ectoparasites and to determine the correlation between the number of ectoparasites and the length, weight and condition factors of Najawa red carp (Cyprinus carpio Linneaus) fingerling at BPTPB Cangkringan. The research used laboratory observation method on randomly selected fish samples. Sampling was carried out for 3 weeks and a total of 27 individuals were examined. Ectoparasite observations were carried out on mucus samples from the body surface and gill sheets microscopically. The length and weight of each fish sample were measured and the results were used to calculate the condition factor. The correlation relationship was calculated between the number of ectoparasites and the length, weight and condition factors of the fish. The research results showed that five ectoparasites were found to infect fish samples with varying prevalence and intensity values, namely Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Glochidium sp. and Vorticella sp. Trichodina sp. has the highest prevalence, intensity and dominance compared to other parasites. The number of ectoparasites has a positive correlation with the length and weight of fish in the low category. In addition, a low negative correlation was found between the number of ectoparasites and fish condition factor. The results of this study indicate that ectoparasites are a factor that can influence the productivity of Najawa red carp cultivation.
Performa Pertumbuhan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan dengan Suplementasi Garam Syakuri, Hamdan; Pramono, Taufik Budhi; Ekasanti, Anandita; Nugrayani, Dewi; Listiowati, Emyliana
Sainteks Vol 21, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i1.21069

Abstract

Suplementasi garam dalam pakan ikan mempunyai peluang meningkatkan efisiensi produksi perikanan budidaya melalui peningkatan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji performa pertumbuhan Nilem (Osteochilus vittatus) yang diberi pakan dengan suplemen garam. Penelitian eksperimen dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri atas lima perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan berupa suplementasi garam dengan dosis 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Benih ikan (2,3 ± 0,16 g) dipelihara dalam sistem resirkulasi menggunakan wadah berisi 40 liter air dengan kepadatan 15 ekor per wadah dan diberi pakan uji selama 30 hari. Pertumbuhan ikan dan kualitas air diamati secara periodik. Hasil penelitian menunjukkan kelompok ikan yang diberi suplementasi 3% garam memiliki pertumbuhan yang tidak signifikan lebih baik berdasarkan pertambahan berat, relative growth rate (RGR) dan specific growth rate (SGR). Ikan perlakuan 2% garam menunjukkan faktor kondisi yang cenderung lebih tinggi dibandingkan ikan perlakuan lain, namun tidak signifikan secara statistik. Suplementasi garam tidak meningkatkan pertumbuhan ikan secara nyata namun berpotensi dapat membuat produksi budidaya Nilem menjadi lebih efisien.
DETERMINASI TINGKAT PENCEMARAN AIR PADA SISTEM BUDIDAYA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DI BANYUMAS, JAWA TENGAH Ade Rusman; Nuning Vita Hidayati; Hamdan Syakuri
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.606

Abstract

Aktivitas antropogenik yang meningkat berpengaruh terhadap pemanfaatan perairan dan menimbulkan limbah yang banyak sehingga menyebabkan penurunan kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pencemaran logam berat Cd, Cr, Pb dan bakteri E. coli dan Salmonella sp. pada air kolam budidaya Ikan Gurami di Banyumas, Jawa Tengah. Metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) digunakan untuk menetapkan kandungan logam berat Cd, Cr, Pb dan metode most probable number (MPN) digunakan untuk menetapkan kandungan E. coli serta metode kualitatif digunakan untuk menetapkan kandungan Salmonella sp. Kandungan logam berat Cd, Cr, dan Pb pada stasiun 1-10 masing-masing adalah <0,0066, <0,0048 dan <0,0058 mg/l dan berada dibawah nilai baku mutu sehingga masuk dalam kategori aman. Kandungan E. coli pada sebagian stasiun berada di atas nilai baku mutu sehingga  masuk dalam kategori terkontaminasi, sedangkan sebagian lainnya masih dalam batas aman.  Kandungan Salmonella sp. pada stasiun 1 bernilai (+), sehingga masuk dalam kategori terkontaminasi dan pada stasiun 2-10 bernilai (-) sehingga masuk dalam kategori aman.
Co-Authors A. Ekasanti Ade Rusman Agung Cahyo Setiawan Agung Cahyo Setyawan Agung Cahyo Setyawan Agus Nuryanto Ahmad Hanif Pranoto Utomo ALIM ISNANSETYO Alvin Maulana Astuti - Aueresta Gita Syahbila D. Nugrayani D. Wisudyanti Dewi Fitrya Nugraheny Dewi Nugrayani Dewi Nugrayani Dewi Nugrayani Dewi Nugrayani Dewi Nugrayani Dewi Wisudyanti Dewi Wisudyanti Budi Hastuti Dyahruri Sanjayasari Ekasanti, Anandita Emyliana Listiowati Emyliana Listiowati Emyliana Listiowati Emyliana listiowati Emyliana Listiowati, Emyliana Emyliana Listyowati Endang Hilmi Endang Hilmi Faizah, Farkhah Nur Hary Tjahja Soedibya Hendro Pramono Ikhsan Pratama Imlami, Ainulyakin Hasan INDAH ISTIQOMAH Ismail, Norshida Iswardhani Ariyanti Jefri Anjaini Junaidi, Teuku K. H. Nitimulyo Kasprijo, Kasprijo Kusuma, Baruna Kusuma, Rima Oktavia Latifah, Ma'rufa Nurul Maeda, Minoru Marhaendro Santoso Mas Yedi Sumaryadi Mohammad Nurhafid Muh. Sulaiman Dadiono Muhammad Nurhafid Muhammad Nurhafid Nurhafid Murti, Fauziah Arelia Usmiara Murwantoko . Muslih Muslih Muslih Muslih Ningam Syukri Norman Arie Prayogo Norman Arie Prayogo, Norman Arie Nugrayani, Dewi Nuning Vita Hidayati Nur Wijayanti Nurchamidah Oedjijono Oedjijono P.Hary Tjahja Palupi, Mustika Philipus Uli Basa Hutabarat Prastiyo, Jery Purnama Sukardi Purnama Sukardi Purnama Sukardi Purwandaru Widyasunu R. Oktavia Rose Dewi Rosita, Rita Eka Rusman, Ade Senny Helmiati Setyawan, Agung Cahyo Slamet Budi Prayitno Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sofi Khoerun Nisa Sri Marnani Sri Marnani Sri Marnani Steinhagen, Dieter Syahbila, Aueresta Gita Syukri, Ningam Taufik Budhi Pramono Taufik Budhi Pramono Taufik Budhi Pramono Tjahja, P.Hary Tohap Simangunsong Triyanto Triyanto Undiono Undiono Vaediyasari, Dahniar Wibowo, Satrio Haryu Widhiatmoko Herry Purnomo Wijaya, Rudy Yohanes Evander